Sinode Gereja Isa Almasih

J. I. Packer (1926-2020)

Suatu tulisan sepintas tentang contoh hidup seorang hamba Tuhan

TheHope.id – J.I Packer pergi untuk bersama dengan Tuhan pada 17 Juli 2020. Dia berusia 93 tahun. Packer adalah seorang anggota gereja Anglikan seumur hidup yang menghabiskan paruh pertama hidupnya di Inggris dan paruh kedua di Kanada tetapi yang mungkin paling populer di Amerika Serikat. Ia dikenal luas sebagai salah satu tokoh terkenal teologis yang paling berpengaruh di abad ke-20.

Lahir dari keluarga menengah ke bawah
Packer mengaku terlahir dari keluarga kelas menengah ke bawah. Keluarga itu tinggal di bagian tengah Gloucester, sebuah kota katedral di barat daya Inggris. Kecenderungan religius di rumah dan gerejanya adalah Anglikanisme nominal daripada kepercayaan evangelis dalam Kristus sebagai Juru Selamat (sesuatu yang tidak diajarkan kepada Packer di gereja asalnya). Orang tua Packer menjelaskan bahwa pendidikan lanjutan apa pun akan bergantung pada beasiswa. Packer menerima beasiswa yang memungkinkannya menempuh pendidikan di Universitas Oxford.

Packer masuk Oxford University, dia menganggap dirinya sebagai seorang Kristen karena dia telah membela agama Kristen dalam debat intelektual di sekolah. Saat menghadiri kebaktian penginjilan yang disponsori oleh kelompok kampus InterVarsity pada 22 Oktober 1944, dia menyadari bahwa dia bukanlah seorang Kristen sejati. Dengan anugerah Allah, dia pulang dari kebaktian sebagai orang Kristen yang percaya dan diselamatkan.

Dia terus menggumuli kecenderungan pertama ialah pikiran orang Kristen telah disesuaikan dengan roh kehidupan modern. Roh yang menyebarluaskan pemikiran-pemikiran besar manusia, tetapi hanya sedikit ruang untuk memikirkan Allah. Cara orang modern menempatkan Allah, jika tidak menyangkal Allah sama sekali adalah dengan menjaga jarak dengan-Nya. Ironisnya banyak orang Kristen modern, melakukan praktek religious dan membiarkan Allah berada jauh dari mereka. Jerat lain yang tak kalah mematikan abad modern ini adalah orang Kristen terjerat dan terbelenggu skeptisme modern. Mulai menyangkal control Allah atas dunia ini bersifat langsung dan sempurna. Undangan yang paling tepat dan terbaik untuk orang Kristen saat ini, Kembali ke jalan Tuhan seperti yang diungkapkan Tuhan dalam Yermia 6:16 ;”Beginilah firman TUHAN: ”Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya.”

Pada 17 Juli 1954, Packer menikahi seorang wanita Welsh, Kit Mullett, seorang perawat muda yang dia temui setelah ceramah di Surrey pada akhir musim semi tahun 1952. Bersama-sama mereka kemudian mengadopsi tiga anak: Ruth, Naomi, dan Martin. Keluarga Packer pindah ke Bristol pada tahun 1955, di mana Packer bertugas sebagai dosen di Tyndale Hall selama enam tahun ke depan.

Memberi penekanan pentingnya dasar hidup Kristen yang benar dan saleh
Selama hampir 70 tahun menulis dan melayani, ia menekankan pentingnya mengenal, berdoa, dan berkomunikasi dengan Allah Tritunggal. Dia menyerukan agar gereja menganggap serius kekudusan dan pertobatan dengan berjalan dalam Roh dan berjuang melawan dosa yang ada di dalam diri. Dia membela otoritas Alkitab dan memperjuangkan prinsip katekisasi pemuridan. Orang-orang yang mengenal Allah menunjukkan keberanian yang besar bagi Allah. Daniel dan teman-temannya adalah orang-orang yang teguh pendiriannya. Ini bukanlah kekerasan hati yang bebal. Mereka tahu apa yang sedang mereka lakukan. Mereka telah menghitung harga yang harus dibayar. Mereka telah mengukur resikonya. Mereka menyadari apa akibat tindakan mereka, kecuali jika Allah turut campur tangan, dan memang itulah yang Ia lakukan.

Orang-orang yang mengenal Allah memiliki kepuasan yang besar dalam Allah. Kepuasan kita yang komprehensif merupakan ukuran lain untuk menilai apakah kita sungguh-sungguh mengenal Allah. Jadi, Mengenal Allah merupakan hubungan emosional, intelektual dan kehendak. Dan ini didasari oleh kasih karunia. Jadi, mengenal Allah; Allahlah yang pertama kali mengenal orang percaya dan memampukan Dia dengan menyatakan kasihnya kepada orang percaya.

Pengenalan orang percaya kepadanya Allah, berdasarkan kebenaran ini yang di aplikasikan ke dalam fakta pribadi adalah fakta yang lebih besar yang mendasar yaitu fakta bahwa Ia mengenal saya. Saya diukir dalam telapak tangan-Nya. Saya tidak pernah keluar dari pikiran-Nya. Seluruh pengetahuan saya akan Dia tergantung pada inisiatif-Nya secara terus menerus dalam mengenal saya. Saya mengenal Dia karena Dia mengenal saya dan terus menerus mengenal saya. Ia , seorang mengenal saya sebagai seorang sahabat yang mengasihi saya; dan tidak sesaat pun mata-Nya dan perhatian-Nya terlepas dari saya, dan karena itu pemeliharaan-Nya tidak pernah terputus sesaatpun.

Pengetahuan ini merupakan pengetahuan yang sangat penting. Ada penghiburan yang tidak terkatakan – yaitu penghiburan yang menghasilkan energi, dapat dikatakan demikian, bukannya melemahkan – dalam kesadaran bahwa Allah terus-menerus mengenal saya dalam kasih, dan mengawasi saya demi kebaikan saya. Namun ada doronngan yang sama besarnya untuk menyembah dan mengasihi Allah karena menyedari bahwa karena alasan yang tidak dapat dimengerti, Ia menghendaki saya menjadi sahabat-Nya. Ia ingin menjadi sahabat saya dan Ia telah memberikan Anak-Nya untuk mati bagi saya agar saya menyadari rencana-Nya itu.
Kasih Allah
Bagi JI Packer, I Yohanes 4:8,16, merupakan salah satu ucapan yang paling indah dalam Alkitab. Tetapi juga merupakan salah satu ucapan yang paling sering disalah pahami. Packer menulis dalam kalimat yang mengawali frasa “Allah adalah kasih” dan yang kedua, “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita”(ayt.16). Mengenal kasih Allah sesungguhnya sorga turun di bumi. Dan, Perjanjian Baru mengemukakan pengetahuan ini, bukan hanya sebagai hak beberapa orang yang disukai saja, melainkan sebagai normal dari pengalaman Kristen sehari-hari.

Ketika Paulus berkata, “Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”( Roma 5:5), yang ia maksudkan bukanlah kasih kepada Allah, seperti yang dipikirkan Agustinus, melainkan pengetahuan tentang kasih Allah kepada kita. Meskipun ia tidak pernah bertemu dengan orang Kristen di Roma yang ia kirimi surat, ia merasa yakin bahwa pernyataan akan berlaku untuk mereka seperti halnya untuk dia.

Jadi, kasih Allah yang dicurahkan berarti “dituangkan atau ditumpahkan”. Kata ini yang sama yang dipakai sama untuk “pencurahan” Roh Kudus dalam Kisa Rasul 2:17, yang menunjukkan aliran yang deras dalam jumlah yang besar atau banjir. Jadi kasih Allah telah membanjiri hati kita terdalam.

Kata kerja dalam bentuk perfect yang menyiratkan kondisi yang sudah mapan setelah Tindakan tertentu selesai dilakukan. Maksudnya, pengetahuan akan kasih Allah yang telah membanjiri hati kita, sekarang memenuhinya dan sekarang masih memenuhinya.

Pelayan regular Roh Kudus kepada orang-orang yang menerima Dia – bagi semua orang yaitu orang yang dilahirkan baru, semua orang yang merupakan orang percaya sejati. Kita seharusnya dapat mengharapkan bahwa aspek peyanan-Nya dihargai lebih tinggi dari pada saat ini.
Masa yang tidak mudah
Sebagai hamba yang bertekun dan intelektual, ia tahu persis pergumulan pergumulan orang percaya, terutama hal doktrin, Ada esai ulasan yang berjudul “‘Keswick’ and Reformed Doctrine of Sanctification (Doktrin Keswick dan Doktrin Reformed tentang Pengudusan – Red) (Evangelical Quarterly 27 [1955]: 153 -157), menuduh ajaran Kehidupan Lebih Tinggi tentang pengudusan ini sebagai Pelagianisme (paham yang meyakini bahwa dosa asal tidak merusak hakikat manusia, dan bahwa dengan kehendaknya yang fana manusia masih sanggup memilih yang baik atau yang buruk tanpa pertolongan ilahi – Red.) yang menyeluruh. Ini adalah masa Packer yang paling polemik, sebagian karena pengalaman pribadinya dan hati pastoralnya bagi orang lain untuk menghindari “kecerobohan pietistik” yang hampir membuatnya putus asa sebagai mahasiswa. Dia kemudian menulis:
“Tidak banyak rekomendasi ketika yang dapat Anda katakan adalah bahwa ajaran ini dapat membantu Anda jika Anda tidak menganggap perinciannya terlalu serius. Sangatlah memberatkan untuk mengatakan, seperti dalam kasus ini saya pikir kita harus, bahwa jika Anda benar-benar memerhatikan perinciannya, itu akan cenderung tidak membantu Anda tetapi malah menghancurkan Anda.”

Penulis biografinya, Alister McGrath, melihat kembali efek dari artikel ini dan menulis: ”Di sana…tidak ada tanggapan dari kelompok Keswick yang menolak kritik yang diberikan oleh Packer. Secara luas disepakati bahwa tinjauan Packer menandai berakhirnya dominasi pendekatan Keswick di kalangan kaum Injili yang lebih muda. Sebagian besar kritik teologis dari kritik Packer terbukti tidak dapat dijawab.”

Pada bulan Maret 1958, pada usia 31, Packer menerbitkan buku pertamanya, “Fundamentalism” and the Word of God (“Fundamentalisme” dan Firman Allah -Red.) (IVP di Inggris; Eerdmans di AS), sebuah pembelaan dari sikap Protestan bersejarah mengenai otoritas Kitab Suci.
Michael Reeves menulis:
“Ini berfungsi sebagai seruan untuk meningkatkan semangat para kaum Injili dengan pandangan yang tinggi tentang Alkitab, itu menaikkan tingkat kecanggihan dan nuansa yang dapat mereka pikirkan tentang Kitab Suci, dan itu menjadikan Packer sebagai pemimpin teologis dari gerakan itu.”

Tetap setia menjadi hamba

Buku pertama Packer terjual sebanyak 20.000 eksemplar pada tahun pertamanya dan terus dicetak sejak saat itu. Sebuah ceramah yang diberikan Packer kepada sebuah kelompok pelajar di London pada tahun 1957 menarik perhatian editor InterVarsity, yang meminta agar Packer mengubah ceramah tersebut menjadi sebuah buletin. Sebagai gantinya, Packer mengerjakan materi itu selama delapan belas bulan dan menyerahkan manuskrip sepanjang buku kepada editor. Buku itu berjudul “Fundamentalism and the Word of God” (Fundamentalisme dan Firman Allah – Red.).

Packer menghasilkan begitu banyak sehingga tidak mungkin menyusun bibliografi dari tulisannya. Baik dalam berbicara maupun menulis, Packer mengikuti kebijakan memasuki hampir setiap pintu yang terus terbuka di hadapannya. Daftar publikasinya menentang tabulasi, sebagian karena banyaknya jumlah item, sebagian karena kisaran genre yang begitu luas sehingga sulit untuk mengetahui apa yang merupakan publikasi dibandingkan dengan dokumen yang dicetak secara pribadi, sebagian karena Packer sering menerbitkan buku yang sama di Amerika Serikat dan Inggris dengan judul yang berbeda, dan sebagian karena banyak dari tulisannya telah diterbitkan ulang, terkadang dengan judul baru.

Sumber: “The Gospel Coalition” Judul asli artikel :J.I. Packer (1926 — 2020) penulis: Justin Taylor , https://www.thegospelcoalition.org/blogs/justin-taylor/j-i-packer-1926-2020/

Baca juga artikel lainnya