Sinode Gereja Isa Almasih

buku kekuatan fokus

Mengharapkan banyak hal didapat tapi tidak langkah dengan focus, sama saja mengerjakan yang sia sia atau paling sedikit hasil walau banyak hal yang dikerjakan. Efisien,berkualitas dan menyenangkan. Begitulah gambarannya yang diinginkan setiap kali mengerjakan sesuatu tugas atau proyek. Sehabis membaca buku ini, kita akan dibimbing untuk focus pengerjaannya. Jadi, kita dilatih untuk langsung membuat susunan daftar yang perlu dimiliki satu hal saja (one thing).

Gary Keller adalah seorang pendiri Franchise Real Estate bernama Keller William Realty. Kepemimpinan Keller sangat berpengaruh dalam bidang industri real estate. Dia telah memimpin perusahaannya hampir 30 tahun berturut-turut. Gary Keller, juga penulis buku laris: The Millionaire Real Estate Agent, The Millionaire Real Estate Investor, and SHIFT: How Top Real Estate Agents Tackle Tough Times.
Konsep One Thing

Gary Keller, penulis one thing melalui blognya “The1Thing.com”, mengatakan:
“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan yang dengan melakukannya segala sesuatu lainnya menjadi lebih mudah atau bahkan tidak diperlukan?”

Karena dengan berfokus pada satu hal yang prioritas, kita akan bisa lebih apik menuju yang lebih dan maksimal. Dan ini tentu saja bukan mustahil meraih suksus.

Kunci sukses adalah melakukan sesuatu lebih sedikit lebih baik.

Bukankah tugas kita memang banyak dan sedapatnya bisa dikerjakan juga dengan baik juga? Sekali dayung dua tiga pulau terlampuhi. Jadi, bukannya mengerjakan banyak hal (multi tasking). Kalau kita sadar, kita mengerjakan banyak hal sekaligus, sudah pasti perhatiannya akan terbagi.

“Jika kita mengejar dua kelinci sekaligus, kita tidak akan mendapatkan keduanya” — Pepatah Rusia

Ini yang papatah yang dikutip dalam buku ini dan ada peringatannya darinya. Jadi akan sulit bagi kita untuk mencapai focus dan hasil maksimal atau jangan-jangan malah berantakan karena ada banyak hal yang kita mau kerja bersama sama. Kita harus kembali pada prinsip, kerjakan satu hal demi satu dengan focus dan target tertentu.

Perhatikanlah, setiap orang dan bisnis yang sukses meninggalkan jejak. Perhatikan bisnis yang sukses. Mereka fokus pada satu hal. Satu produk, satu layanan pada satu waktu. Apple dengan mac-nya (kemudian lanjut ke ipod, iphone, dan ipad). Southwest Airlines dengan penerbangan murahnya. Perhatikan orang-orang yang sukses. Mereka fokus pada satu hal. Bill Gates dengan Microsoft-nya. Russell Brunson dengan ClickFunnel-nya. Marshal Goldsmith dengan leadership coaching-nya.

Berhadapan dengan kebiasaan yang bisa jadi terbentuk oleh mitos-mitas diyakini benar tetapi jika kita pikir secara rasional kebiasaan – kebiasaan itu hanya bisa dipatahkan mengupas secara jujur dan rasional.

Pertama, semua hal bernilai setara

Kita menuliskan semua pekerjaan yang mungkin dan bisa kita lakukan. Kita mencampurkan antara apa yang mungkin dilakukan, bisa dilakukan dan harus dilakukan. Bila ingin sukses, fokuslah pada hal yang harus dilakukan dan lupakan sisanya.

Memang, ketika semua hal bersifat penting dan mendesak, semua terasa setara. Kenyataannya tidak demikian. Ada hal yang benar-benar penting dan itu sedikit. Sebagian besar hal lainnya adalah hal yang tidak penting, hal yang remeh temeh. Joseph Juran mengistilahkannya dengan vital few dan trivial many. Seperti yang prinsip Pareto katakan, 80% hasil yang kita dapatkan hanya berasal dari 20% usaha kita. Vital few yang 20% inilah the most important thing kita.

Kedua, multitasking mempercepat pekerjaan

Ini juga mitos. Faktanya, tidak ada yang namanya multitasking. Apa yang kita sebut dengan multitasking sebenarnya bukan benar-benar multitasking. Kita hanya berpindah dari satu fokus ke fokus lainnya.

Tentu saja, ada hal yang harus dibayar dengan melakukan multitasking seperti ini. Mulai dari pekerjaan yang justru selesai lebih lama, keputusan buruk yang dihasilkan, meningkatnya risiko kesalahan, hasil kerja berkualitas rendah, sampai potensi munculnya stress yang mengganggu.

Untuk sukses kita perlu meluangkan waktu untuk fokus mengerjakan satu hal. The most important thing, satu hal yang terpenting dalam pekerjaan/bisnis/hidup kita.

Ketiga, sukses memerlukan kedisiplinan

Kita tidak perlu disiplin untuk sukses. Orang sukses terlihat disiplin, padahal belum tentu demikian. Mereka memiliki kebiasaan sukses yang membuat mereka terlihat seperti orang yang disiplin. Jadi, bangunlah kebiasaan sukses bukan kedisiplinan. Kita hanya memerlukan disiplin sampai kebiasaan terbentuk. Orang sukses berhasil karena ia menjadikan the most important thing-nya sebagai kebiasaan. Mereka melakukannya secara fokus setiap hari.

Keempat, kita memiliki willpower tak terbatas

Ini juga mitos. Willpower – keinginan yang kuat, bekerja seperti baterai. Di awal hari, levelnya ada di atas. Di akhir hari levelnya berkurang drastis. Kita hanya mampu fokus dan mengambil keputusan baik saat level willpower di atas.

Kelima, keseimbangan hidup itu ada, perlu dan baik

Hidup seimbang artinya hidup rata-rata. Sukses yang luar biasa membutuhkan fokus dan ketidakseimbangan yang disengaja. Maka, tak perlu mengejar keseimbangan. Apa yang perlu kita lakukan adalah “menyeimbangkan” — counterbalancing. Satu waktu fokus habis-habisan pada pekerjaan. Satu waktu fokus habis-habisan untuk kehidupan pribadi.

Keenam, besar itu buruk

Inilah sebabnya kita takut menjadi besar, bertindak besar, berpikir besar. Padahal, besar bisa baik, kecil bisa buruk. Besar-kecil tidak terkait dengan baik-buruk. Mimpikanlah hasil besar. Awali dengan berpikir besar. Lanjutkan dengan bertindak besar.

Focus

Kunci sukses adalah melakukan sesuatu lebih sedikit lebih baik. Lakukan satu hal ini dengan fokus dan abaikan hal-hal lain yang mendistraksinya. Untuk itulah, kita perlu membiasakan diri untuk memfokuskan pikiran pada satu hal kita. Satu hal terpenting dalam hidup kita. Satu hal yang bila dilakukan akan membuat kita lebih mudah dalam melakukan hal-hal lainnya. Inilah pentingnya focusing question — pertanyaan untuk berfokus.

Pertanyaan menentukan jawaban. Pertanyaan yang salah menghasilkan jawaban yang salah. Pertanyaan yang tepat menghasilkan jawaban yang tepat. Pertanyaan yang hebat menghasilkan jawaban yang hebat.
Sayangnya, kita sibuk mencari jawaban. Namun tidak pernah benar-benar memikirkan pertanyaan yang kita ajukan. Bagaimana dengan dunia pelayanan? Apakah ada prioritas dan bagaimana pengerjaannya? (red.)

Judul buku: The ONE Thing: Kekuatan Fokus untuk Mendorong Produktivitas
Judul asli buku:The ONE Thing: The Surprisingly Simple Truth Behind Extraoordinary Results
Penulis/Penyusun: Gary Keller with Jay Papasan

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Ukuran buku: 14 x 21 cm
Tebal buku: 306 halaman

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.