Novelis Arundhati Roy dari India dalam tulisannya berjudul Financial Times (4/4/2020), masa pandemi dilukiskan masa kegetiran sekaligus harapan peradaban manusia. Dalam masa-masa duka, kegetiran karena pandemic belum tuntas. Kembali dunia diguncang konflik perang Rusia dan Ukrania yang berimbas melonjaknya harga kebutuhan bahan bakar dan melejitnya kebutuhan bahan pokok lain. Sangat memprihatinkan.
Dalam World Risk Report 2022, terbitan Forum Ekonomi Dunia yang dirilis January lalu, 10 risiko selama kurun 10 tahun terakhir, diataranya konfrontasi geoekonomi adalah eskalasi perang dagang yang mencuat yang menimbulkan miris. Merosotnya kohesi sosial 27,8 persen dan krisis hutang sampai 13,8 persen!
Dalam dunia informasi khususnya media cetak, laporan-laporan tentang perlunya dan mendesak suatu perubahan. Perubahan kearah digital. Ini membuat para journalis berpacu diri untuk meningkatkan keahliannya. Dunia membutuhkan semua yang ingin ada perubahan bersikap; ikut memberi jalan mengatasi, menjawab atau sebaliknya berdiam diri dan cari aman. Diantara masalah dan tantangan perkembangan dunia dan tuntutan journalis, redaksi Sinode20 hadir memberi diri untuk ikut menjawab dan hadir menyuarakan suara Injil dan kebenaran. Redaksi Sinode20 hadir dengan Nama baru “The HOPE”. The HOPE yang berarti satu satunya harapan sebab harapan di dalam Kristus Yesus Tuhan. The HOPE melangkah dengan kuasa Roh Kudus menuliskan, apa yang patut bagi orang percaya. Itu sebabnya The HOPE terbit, muncul dan mewartakan kebenaran-Nya di bulan Paskah. Bulan Paskah adalah bulan Pengharapan.