Purwodadi, 5 Juni 2025 Suasana syahdu dan penuh kekhidmatan terasa kuat di Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Purwodadi pada hari Kamis, 5 Juni 2025. Dalam balutan ibadah yang penuh penghayatan dan sukacita rohani, dilaksanakan prosesi Ibadah Penahbisan Pendeta Muda atas diri Sdr. Daniel Kuswanto, S.Th. Acara yang dimulai tepat pukul 17.00 WIB ini menjadi sebuah momentum yang tidak hanya sakral tetapi juga bersejarah bagi jemaat dan keluarga besar GIA Jemaat Purwodadi.
Kehadiran Unsur Pimpinan Gereja dan Dukungan Jemaat
Ibadah penahbisan ini dihadiri oleh berbagai kalangan penting dalam tubuh gereja, antara lain Pengurus Majelis Daerah III (MD 3) yang mewakili struktur kepemimpinan regional dalam Sinode Gereja Isa Almasih, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat se-Purwodadi, serta para gembala jemaat dan diaken. Tak ketinggalan, seluruh jemaat GIA Jemaat Purwodadi serta keluarga besar dari Sdr. Daniel Kuswanto turut hadir memberikan dukungan penuh dalam acara ini.
Kehadiran yang masif ini mencerminkan betapa penting dan berharganya momen penahbisan sebagai wujud pengakuan gereja terhadap panggilan ilahi atas seseorang untuk melayani secara penuh dalam kapasitas sebagai pendeta.
Makna Penahbisan: Peneguhan Panggilan dan Amanat Pelayanan
Prosesi ibadah penahbisan dimulai dengan pujian penyembahan, dilanjutkan dengan penyampaian Firman Tuhan yang membawa pesan peneguhan panggilan dan kesetiaan dalam pelayanan. Dalam kotbah yang ditekankan bahwa menjadi pendeta bukanlah sekadar jabatan atau profesi, tetapi merupakan tanggapan atas panggilan Tuhan yang kudus dan tak terbantahkan.
Bp. Daniel Kuswanto, yang telah menyelesaikan studi teologinya dan menjalani masa pembentukan serta pelayanan selama beberapa waktu, secara resmi diteguhkan dan ditahbiskan menjadi pendeta muda. Melalui penumpangan tangan dan doa peneguhan yang dipimpin oleh Pengurus Majelis Daerah III, disaksikan oleh para hamba Tuhan dan seluruh jemaat, ia dinyatakan sah untuk menggembalakan jemaat dan melayani dalam kapasitas penuh sebagai hamba Tuhan di GIA Jemaat Purwodadi.
Sebuah Momen Unik dan Menyentuh: Turut Bernyanyi Sebelum Ditahbiskan
Ada hal yang sangat menarik dan menjadi sorotan dalam ibadah ini. Sebelum prosesi penahbisan dimulai, Sdr. Daniel Kuswanto justru turut mengambil bagian dalam penampilan paduan suara jemaat. Dalam balutan busana koor, ia berdiri sejajar bersama rekan-rekan pelayan, menaikkan pujian bersama sebelum ia sendiri menerima penumpangan tangan penahbisan.
Tindakan ini menggambarkan kerendahan hati dan semangat melayani dari dalam hati, sebuah teladan bagi jemaat bahwa pelayanan bukan tentang posisi, tetapi tentang kerelaan hati untuk menjadi alat Tuhan dalam segala hal, kecil maupun besar.
Serah Diri Pelayanan dan Doa Pengutusan
Setelah prosesi penahbisan, dilanjutkan dengan momen serah diri pelayanan, di mana Pendeta Muda Daniel Kuswanto berdiri di depan altar, didampingi oleh keluarganya. Ia menyampaikan pernyataan komitmen pelayanan di hadapan jemaat, menyatakan kesediaannya untuk menjadi teladan iman.
Disambut dengan doa bersama dari jemaat, acara diakhiri dengan doa pengutusan, sebagai simbol bahwa gereja tidak hanya menerima pelayanan sang pendeta, tetapi juga turut mendoakan, menopang, dan berjalan bersama dalam pertumbuhan jemaat ke depan.
Pesan Sukacita dan Harapan dari Gereja
Dalam sambutannya, perwakilan dari Majelis Daerah III menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan. “Penahbisan hari ini adalah awal dari perjalanan panjang dalam pelayanan. Kami percaya Tuhan yang memanggil juga akan memperlengkapi. Dan kiranya jemaat senantiasa menopang dengan doa serta semangat kebersamaan.”
Tidak hanya itu, Gembala Jemaat GIA Purwodadi menyatakan sukacitanya atas kehadiran seorang pendeta muda di tengah jemaat. “Kami melihat Daniel sebagai pribadi yang memiliki semangat, dedikasi, dan kerendahan hati. Ia adalah jawaban doa jemaat untuk pemimpin rohani yang membumi dan rohani.”
Penutup: Sebuah Awal Baru dalam Ladang Tuhan
Ibadah penahbisan ini ditutup dengan nyanyian pengutusan dan pelukan hangat dari jemaat. Air mata haru mengalir bukan sebagai tanda perpisahan, tetapi sebagai ungkapan sukacita atas dimulainya sebuah panggilan pelayanan yang baru.
Dengan ditahbiskannya Sdr. Daniel Kuswanto, S.Th sebagai Pendeta Muda, Gereja Isa Almasih Jemaat Purwodadi memasuki babak baru dalam pelayanannya. Kiranya kasih karunia Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah pelayanan beliau, dan semoga kehidupan serta pelayanannya menjadi berkat yang besar bagi jemaat dan masyarakat luas.