Sinode Gereja Isa Almasih

Perayaan Ulang Tahun Ke-79 Sinode Gereja Isa Almasih: Komunitas Dipulihkan Untuk Menjalankan Misi Allah

Semarang, 22 Juli 2025

Suasana sukacita dan penuh haru mewarnai perayaan ulang tahun ke-79 Sinode Gereja Isa Almasih (GIA) yang berlangsung di Lantai 2 Gedung Sinode GIA, Semarang, pada Selasa, 22 Juli 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam kehidupan pelayanan GIA, termasuk keluarga pendiri, auditor, anggota Majelis Pusat Harian (MPH), Dewan Penasihat, Panitia Pembangunan, pengurus Yayasan Kranggan, perwakilan dari STT Abdiel, serta para pendeta dari Daerah IV.

Dalam momen syukur yang bersejarah ini, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Gunawan Hartono, M.Th. dengan tema: “Recovered to Walk in God’s Mission” (Dipulihkan untuk Melangkah dalam Misi Allah). Dalam khotbahnya, Pdt. Gunawan menekankan bahwa keberadaan gereja bukan hanya untuk berkumpul, tetapi untuk menjadi komunitas yang mengalami pemulihan sejati agar dapat diutus menjalankan misi Allah di dunia ini.

“Gereja bukan sekadar organisasi, melainkan tubuh Kristus yang dipanggil untuk menjawab kebutuhan dunia dengan kasih dan kebenaran Tuhan. Jika kita ingin tetap relevan dan berdampak, maka pemulihan secara rohani dan misi yang jelas harus menjadi denyut nadi pelayanan kita,” ujar Pdt. Gunawan dalam kotbahnya yang penuh semangat dan refleksi mendalam.

Tahun ini, Gereja Isa Almasih menandai usia ke-79 sejak didirikannya pada 21 Juli 1946. Dengan usia yang mendekati delapan dekade, Sinode GIA terus menunjukkan eksistensinya sebagai gereja yang berlandaskan firman Tuhan, berpegang pada kasih Kristus, serta berkomitmen untuk terlibat aktif dalam transformasi masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng, sebuah simbol syukur dan kebersamaan. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua Sinode GIA, Pdt. Budi C. Hartono, dan secara simbolis diberikan kepada perwakilan dari keluarga pendiri, Dewan Penasihat, dan Auditor sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam sejarah dan keberlangsungan gereja.

Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum nostalgia dan rasa syukur, tetapi juga sebuah deklarasi visi ke depan. Dalam sambutan Ketua Sinode, Pdt. Budi C. Hartono mengajak seluruh warga GIA untuk terus bertumbuh dan memperluas jangkauan misi gereja:

“GIA tidak boleh hanya berhenti pada sejarahnya yang panjang, tetapi harus terus maju, memperlengkapi jemaat, dan menjangkau lebih banyak jiwa. Kita harus menjadi gereja yang hidup, penuh kasih, dan berani bersaksi dalam dunia yang terus berubah.”

Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan khidmat, diselingi dengan pujian, doa syafaat, serta dokumentasi sejarah gereja yang mengingatkan kembali akan perjalanan panjang GIA sejak masa pendiriannya hingga hari ini.

Perayaan ulang tahun ke-79 ini menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan gereja dan memperbarui semangat pelayanan, dengan harapan bahwa GIA akan terus menjadi alat di tangan Tuhan untuk menjangkau dunia dengan kabar keselamatan.