Sinode Gereja Isa Almasih

Tiga Momentum Rohani dalam Satu Ibadah: GIA Jemaat Dr. Cipto Semarang Gelar Ibadah Emiritasi, Penahbisan Pendeta, dan Pendeta Muda

Semarang, 28 Agustus 2025, Sebuah momen bersejarah terjadi di Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Dr. Cipto, Semarang, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.Dalam satu ibadah yang penuh khidmat dan haru, tiga peristiwa penting dilangsungkan sekaligus: Ibadah Emiritasi, Penahbisan Pendeta, dan Penahbisan Pendeta Muda.

Ibadah yang dimulai pukul 18.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat di gedung gereja GIA Dr. Cipto, dihadiri oleh jajaran Pimpinan Majelis Pusat Harian Sinode GIA, para anggota Majelis Daerah (MD) II,serta seluruh jemaat lokal. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono,dengan tema: “Tetap Setia Meskipun Generasi Berganti.”Dalam khotbahnya, Pdt. Budi menekankan pentingnya kesetiaan dalam pelayanan, terlepas dari perubahan zaman dan generasi. Ia mengingatkan bahwa panggilan Tuhan adalah tetap dan kekal,meskipun wadah pelayannya bisa berganti.

“Generasi boleh berganti,tapi api pelayanan tidak boleh padam.Kesetiaan kita pada Tuhan harus tetap menyala, menjadi terang dan garam bagi dunia,” ujar Pdt. Budi dalam pesannya.

Yang membuat ibadah ini begitu istimewa adalah penyatuan tiga momentum penting dalam satu rangkaian ibadah, momentum Emiritasi sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian seumur hidup,pendeta senior yang telah menyelesaikan masa tugasnya resmi diberi status emeritus yaitu Pdt. Em. Andreas Priyanto Candra dan Pdt.Em.Yohanes Poniman P. Momen ini disambut haru dan penuh rasa hormat dari seluruh jemaat.

Tidak lupa juga momentum hamba Tuhan  yang ditahbiskan secara resmi menjadi pendeta penuh adalah Pdt. Wahyu Supriyanto dan Pdt.Famahato Sandroto, menandai awal pelayanannya sebagai pemimpin rohani yang akan menggembalakan jemaat.Serta Penahbisan Pendeta Muda sebagai bentuk regenerasi dan penguatan pelayanan,dua pemimpin muda juga ditahbiskan adalah Pdm.Hermanus Ndun dan Pdm.Sanita Esra Sitorus, menunjukkan komitmen gereja dalam membangun kesinambungan pelayanan lintas generasi. Ketiga momen ini menjadi simbol kuat dari kesinambungan dan estafet pelayanan dalam tubuh Kristus.

Ketua Majelis Pusat Harian Sinode GIA dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas kesatuan hati dan semangat yang ditunjukkan oleh seluruh unsur gereja. Acara ditutup dengan doa syafaat dan pengutusan, dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana bersama seluruh jemaat. Suasana penuh sukacita, syukur, dan semangat baru menyelimuti ibadah malam itu.