Purwokerto, 17 September 2025 Suasana haru dan penuh sukacita mewarnai acara penahbisan Pendeta Muda Dr. Febe Rustini, M.Pd.K yang dilangsungkan di Gereja Isa Almasih (GIA) Pringgading TPI Purwokerto. Acara ini menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi Dr. Febe pribadi, tetapi juga bagi seluruh jemaat dan keluarga besar GIA di wilayah tersebut. Prosesi penahbisan berlangsung dalam ibadah khusus yang dihadiri oleh jajaran Majelis Daerah (MD) IV, para gembala dan majelis GIA Pringgading, serta pengurus dan jemaat TPI Purwokerto.
Kehadiran berbagai elemen gereja tersebut mencerminkan dukungan dan semangat kebersamaan dalam pelayanan Tuhan yang terus dijaga dan dikembangkan. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Lukas Priyono, S.Th, yang mengangkat tema “Melayani Tuhan dengan Sungguh-sungguh, Giat Selalu dalam Pekerjaan Tuhan, dan Setia Sampai Akhir”. Dalam khotbahnya, Pdt. Lukas menegaskan pentingnya ketekunan dan kesetiaan dalam pelayanan, terlebih dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. “Menjadi hamba Tuhan bukanlah sekadar gelar, tetapi sebuah komitmen hidup. Dibutuhkan kesungguhan hati, semangat yang tidak pernah padam, dan kesetiaan yang tidak tergoyahkan,” ujar Pdt. Lukas dalam penyampaian firmannya.
Dr. Febe Rustini sendiri dikenal sebagai sosok yang rendah hati, tekun dalam pelayanan, dan aktif dalam pengembangan pendidikan Kristen. Dengan latar belakang akademis yang kuat di bidang pendidikan agama, ia diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pelayanan gereja, khususnya dalam pembinaan jemaat dan generasi muda.
Acara penahbisan ditutup dengan doa peneguhan dan pengurapan oleh para pemimpin rohani yang hadir, serta ucapan selamat dari para tamu dan jemaat. Suasana penuh syukur dan kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan semangat tubuh Kristus yang bersatu dalam pelayanan. Penahbisan ini menjadi simbol kelanjutan estafet pelayanan di tubuh GIA, serta panggilan bagi seluruh jemaat untuk terus terlibat aktif dalam pekerjaan Tuhan. Melalui momentum ini, jemaat diajak untuk kembali merenungkan pentingnya melayani dengan sepenuh hati dan menjaga iman hingga garis akhir.