Cimindi, 20 Juli 2025, Suasana penuh sukacita dan rasa syukur mewarnai perayaan Ibadah Syukur HUT ke-14 Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pharmindo yang sekaligus dirangkai dengan Pelantikan Majelis Jemaat Periode 2025–2029. Ibadah agung ini berlangsung di Gedung Twin Tulipware Cimindi, dihadiri oleh Gembala, para rohaniwan, penatua, majelis, aktivis pelayanan, serta seluruh jemaat GIA Pharmindo yang memadati ruangan dengan penuh antusias.
Yang membuat ibadah ini istimewa, dua momen bersejarah hadir dalam satu perayaan: ucapan syukur atas pertambahan usia gereja yang telah melayani selama 14 tahun, dan pengukuhan para majelis baru yang akan mengemban tugas pelayanan empat tahun ke depan.
Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan tema “Berkat Tuhan dalam Kehidupan Keluarga” yang diambil dari Mazmur 128:1–6. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa keluarga yang takut akan Tuhan dan berjalan dalam jalan-Nya akan merasakan berkat yang nyata dalam pekerjaan, keturunan, dan kehidupan sehari-hari. Pdt. Budi mengajak jemaat untuk menjadikan gereja sebagai keluarga rohani yang saling menguatkan, mendukung, dan bersama-sama menjadi saksi Kristus di tengah dunia.
Puncak momen pelantikan majelis berlangsung khidmat. Para majelis yang terpilih untuk periode 2025–2029 maju ke depan altar, menerima peneguhan dan doa berkat sebagai tanda pengutusan. Jemaat pun menyambut mereka dengan tepuk tangan meriah sebagai bentuk dukungan dan komitmen untuk bekerja sama dalam pelayanan.
Ibadah ditutup dengan doa syukur, pemotongan kue ulang tahun, serta foto bersama sebagai kenangan berharga. Perayaan ini bukan hanya menjadi tanda syukur atas penyertaan Tuhan selama 14 tahun, tetapi juga menjadi awal langkah baru bagi GIA Jemaat Pharmindo untuk semakin teguh melayani dan memberitakan Injil.
Dengan semangat baru yang dibawa oleh kepemimpinan majelis periode 2025–2029, diharapkan GIA Jemaat Pharmindo terus bertumbuh menjadi gereja yang kokoh dalam iman, luas dalam kasih, dan setia dalam pelayanan, sehingga berkat Tuhan dapat dirasakan tidak hanya oleh jemaat, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya.