TheHOPE.id – Dalam suatu pertemuan, Gus Dur ditanya oleh seseorang ; “ Gus, apa kuncinya Bahagia itu”
“Jangan memikirkan apa yang kamu tidak tahu”
Kalau sudah diketahui, Gus.
“Lha kalau sudah tahu buat apa dipikir”
Manusia sering masuk perangkap memikirkan yang belum waktunya dan tidak akan terjadi. Seorang ibu berkata kepada temanya, “Kalau nanti lulus lalu kerja di mana? Berapa gajinya. Dan misalnya sudah kerja bisa untuk membantu tidak”
“Saya apa bisa hidup dengan penghasilan segini, nanti belum beli beras , beli laukpauknya dan kebutuhan lainnya. Sumpek, pusing dan ngak tahu saya”. Sambil ngedumel, ibu ini ngeloyor pergi.
Ada kata yang menarik ditulis demikian, “perhatikanlah” (94:8) untuk semua kecemasamu itu. Pemazmur membuka pemikiran kita untuk mengerti akan maksud dan pemikiran pemazmur yang tegas;”perhatikanlah…”. Mazmur inilah yang mengajak pembacanya atau pelantunnya untuk memperhatikan bahwa untuk mengerti segala sesuatu yang dituliskan dan masalah yang dihadapi manusia dan manusia yang percaya kepada Tuhan Allah, pemikirannya harus di bawah Pemikiran Tuhan Allah.
Sebab pikiran manusia itu sepertinya percaya atau beranggapan Tuhan tidak tahu apa-apa dan tidak memahami apa yang harus diperbuat bagi bangsa atau orang perorang (ayt.9-11), apalagi orang percaya. Baginya orang hanya tercipta dan hidup sedangkan orang percaya nasipnya sama. Benarkah? Orang yang percaya sebagai mana mazmur ini diciptakan dan dinyanyikan serta di ajarkan bahwa hari harinya ada dalam pengawasan Tuhan dan Tuhan mengerti apa yang dibutuhkan juga disaat dalam malapetaka, “untuk menangkan diri dia terhadap hari sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya” (ayt. 12-14).
Karena itu, jangan menumpuk kecemasanmu dalam tubuh dikehidupan ini. Jangan menambah segala sesuatu yang makin membuatmu gelisah tetapi tenangkanlah dirimu di dalam Tuhan yang hidup dan mengetahuinya serta bertindak dengan cara-Nya.
Jadi, rambut dikepalamu sudah dihitung semua jangan takut. Semua hari-harimu diketahui Tuhan.
Jadi, sebelum semuanya terwujud, kita ingin bertobat dari yang benih pemikiran yang jahat mulai tumbuh. Apalagi jika ada kesempatan untuk melakukannya maka dengan secepat kilat kaki kita melakukannya dan akibatnya adalah dosa mencengkeram dan jerat hidup kita. Jadi pikiran kitalah yang membuat kita menjadi orang jahat yang memunculkan rupa-rupa perbuatan dosa atau cemas serta melihat semuanya serba tertutup, tidak harapan.
Di dalam pikiran kita, bahwa Tuhan tidak peduli, tidak mampu dan Tuhan tidak sanggup serta Tuhan jauh meninggalkan, lawanlah dengan kebenaran-Nya yang seperti tertulis, “Siapakah yang bangkit bagiku…Jika bukan Tuhan yang menolong aku, …Ketika aku berfikir, “Kakiku goyang,” maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku. Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku. Ingatlah baik-baik, kita hanya bisa tenang karena percaya dan mempercayai Tuhan dalam segala keadaan dan bahkan secara khusus hari-hari dalam malapetaka, semua harga naik dan tiap orang hanya memegang jidatnya sambil berkeluh kesah, belum lagi pandemic covid 19.
Kadangkala kita tidak mengolah pikiran kita dengan baik, pikiran kita cenderung melakukan kejahatan dan buah dari ketakutan atau kekwatiran semata-mata. Oleh sebab itu pikiran kita harus menjadi satu dengan pikiran Allah di dalam Yesus Kristus supaya apa yang kita pikirkan bukan saja kebutuhan kita melainkan pikiran kita berpadan dengan pikiran Kristus dan pikiran kita hanya melakukan Firman Tuhan, Sebab TUHAN tidak membuang umat-Nya, milik-Nya…tidak akan ditinggalkan-Nya;
Pemikiran manusia yang terbatas, cemas dan tak mampu lagi, maka TUHAN mengerti dan memahami memberikan jaminan-Nya yang di luar batas kemampuannya, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”
Helen Roseveare seorang dokter lulusan Universitas Cambridge yang melayani di negara Zaire Afrika yang dulunya bernama Congo, dengan segala keterbatasannya. Suatu kali ia harus melayani ibu yang hamil dan akan melahirkan. Kecemasannya dirasakan seorang anak perempuan yang bernama Ruth berumur 10 tahun, menjadi pendoa bersama anak anak lainnya. Walau usaha Helen telah sekuat tenaga, ibu yang hamil meninggal dunia, dan bayi yang selamat tapi karena kondisinya, butuh botol pemanas badan yang terbuat dari karet. Helen hanya memiliki satu alat itu untuk bayinya, itupun dalam kondisi yang agak rusak.
Ruth gadis kecil itu, merasakan kecemasannya. Ia berdoa meminta alat kompres;”Tolonglah Tuhan kirimkan alat kompres, kami butuh alat kompres dan boneka kecil untuk kakaknya yang menangis sedih, Tuhan untuk menghiburnya ”. Sesuatu permintaan doa yang tidak mungkin dan mustahil. Itu hanya doa anak-anak, pikir Helen. Sebab bagaimana tidak, jika bantuan datang dari Inggris, membutuhkan waktu tiga bulan. Dan kondisi bayi yang butuh botol itu sangat mendesak. Besok siang, ada pengumuman ada paket datang. Dan Helen menangis. Ketika paket di buka, satu-persatu isinya di keluarkan; satu botol pemanas. Helen tidak berani untuk meminta itu secara langsung pada Tuhan, tetapi Ruth yang melakukannya.
Ruth berkata, “Bila Tuhan mengirimkan alat pemanas berarti Dia juga mengirimkan sebuah boneka!” Dia membongkar semua isi paket dan akhirnya dia menemukan sebuah boneka cantik. Mata Ruth bersinar dan dia berkata, “Dapatkah kita menemui gadis kecil itu dan memberikan boneka ini sehingga dia tahu bahwa Yesus mengasihinya?”. Jalan yang tadinya penuh kemustahilan dan menjadi tidak mustahil bagi orang percaya.
Tuhan mengerakkan Roh Kudus-Nya untuk memberikan segala kekuatan pemikiran, bertindak, bertahan dan kekuatan untuk bertidak. Tuhan memberikan melalui kuasa Roh Kudusnya, segala kekuatan yang dibutuhkan untuk bertindak dengan sebaik-baiknya dan terus belajar menata pikiran diselimuti kebenara firman Tuhan dan tidak cemas sebagai anak-anak Tuhan di tengah dunia ini.
Mengutamakan pikiran dan menyatukan pikiran kita dengan pikiran Allah di dalam Kristus Yesus memang tidak semudah kita bicara, tetapi dengan pertolongan dari Roh Kudus maka tidak ada yang mustahil.
Jadi, bacalah Firman-Nya dan jangan tinggalkan persekutuan dengan sesama orang percaya. Lewat pujian dan Firman kita akan memperoleh penghiburan Tuhan. Tidak jarang Tuhan pun menghibur hati lewat orang lain; akan ada hal kecil yang dilakukan orang yang membuat kita terhibur.
Kita tidak lagi meratapi hidup dan mempertanyakan kemungkinan yang ada; kita percaya bahwa Tuhan mengatur segalanya dengan sempurna. Iman dasar akan menerima penghiburan dari Tuhan. Karena itu, mari kita satukan pikiran kita kepada Kristus supaya kita senantiasa memikirkan apa yang Firman Tuhan katakan dan tidak memberi kesempatan sekecilpun bagi sijahat untuk tampil dan menggocoh hidup kita. -ys