Pada tanggal 27 Mei 2024, Sinode Gereja Isa Almasih mengadakan acara Leader’s Gathering yang ketiga melalui platform Zoom. Acara ini mengangkat tema “Manajemen Gereja di Era Disruptif” dengan Sub Tema “Inovasi Dan Transformasi dalam Manajemen Gereja Era Disruptif”. Acara ini diikuti oleh Pendeta, Pdm, Majelis, dan Pengurus Gereja Isa Almasih dengan penuh antusiasme dan suasana kebersamaan yang hangat.
Pdt. Dr. Yusuf Gunawan menyampaikan materi utama dengan topik “Manajemen Perubahan” yang mencakup strategi perencanaan untuk menghadapi krisis yang tiba-tiba dan signifikan, yang dikenal sebagai disrupsi. Beliau menjelaskan pentingnya inovasi dan transformasi dalam manajemen gereja melalui analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).
Pdt. Dr. Yusuf juga memperkenalkan konsep ABDIEL sebagai elemen penting dalam inovasi dan transformasi manajemen gereja:
• A da kejelasan Panggilan / Visi Allah (Kisah Para Rasul 26:19): Menekankan pentingnya visi yang jelas dalam memimpin gereja.
• B ersesuaian dengan Konteks Jemaat (1 Korintus 12:12, 27): Mengarahkan agar inovasi dan transformasi sesuai dengan kebutuhan dan konteks jemaat.
• D isiplin Keilmuan (Amsal 19:2): Mendorong penerapan disiplin ilmu dalam manajemen gereja.
• I man yang Objektif (Matius 6:33): Menyelaraskan iman dengan tujuan dan prioritas yang jelas.
• E ksekusi dan Evaluasi Program (Kolose 3:23, Mazmur 139:23-24): Menekankan pelaksanaan dan evaluasi program yang efektif.
• L ibatkan tim pelayanan (Efesus 4:1-16): Mengajak semua anggota tim pelayanan untuk terlibat aktif dalam proses inovasi dan transformasi.
Acara ini bertujuan untuk memperlengkapi para pemimpin Gereja Isa Almasih dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola gereja di era disruptif. Para peserta sangat antusias mengikuti sesi ini, menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan gereja melalui inovasi dan transformasi yang sesuai dengan ajaran dan konteks kekinian.
Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan para pemimpin gereja dapat menerapkan pengetahuan yang didapat untuk menghadapi tantangan dan krisis dengan lebih baik, serta membawa perubahan positif bagi jemaat dan masyarakat luas. (Pdt. Hudiman Waruwu – Gembala GIA Jemaat Weleri)