Sinode Gereja Isa Almasih

Mengharapkan atas Iman

Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17: 20)

Oleh Daniel Dwi Sumantoro

Manusia sering tidak menyadari betapa dahsyat kekuatan sebuah iman. Yesus berkata, ”…Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai imansebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini kesana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17: 20), hal ini juga didukung oleh perkataan Paulus di Surat 1 Korintus 13:2, ”… dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung,…”

Di negara Mesir secara khusus di kota Kairo ada gereja dinamakan Gereja Sampah atau Simon the Tanner, penamaan ini tak terlepas dari sejarah yang terjadi di masa lampau. Simon The Tanner merupakan seorang Orthodox yang hidup sekitar abad ke-10. Simon muda merupakan seorang pengrajin kulit yang memiliki kepribadian yang sangat saleh. Pada kisahnya diceritakan, setiap pagi Simon selalu berkeliling menggendong kendi berisi air dan mengunjungi orang-orang yang membutuhkan air.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, pada abad ke-10 wilayah Mesir termasuk kota Kairo merupakan daerah kekuasaan kekhalifahan Islam yang dipimpin oleh Khalifah Al – Muizz. Pada waktu itu terjadi sebuah perdebatan antara sang Khalifah dan Ibnu Killis dengan salah satu Paus yang bernama Abraham. Ibnu Killis merupakan seorang pejabat negara sekaligus pemuka Yahudi yang cenderung membela sang Khalifah hanya untuk mempertahankan jabatannya.

Dalam perdebatan Ibnu Killis mengatakan kepada sang Khalifah bahwa ada ayat di kitab orang Kristen di Perjanjian Baru Injil Matius 17:20 yang berbunyi: ‘Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu’.

Jika kebenaran tersebut tidak bisa dibuktikan, sang Khalifah tidak akan segan-segan membasmi penganut Kristen Orthodox dengan pedang. Paus Abraham lalu terkejut sekaligus panik mendengar permintaan Sang Sultan, lalu ia meminta waktu 3 hari untuk membuktikannya.

Simon yang masih kebingungan, kemudian diajak ke Gunung Muqattam oleh Paus Abraham beserta seluruh umat Orthodox untuk berdoa memohon mukjizat kepada Tuhan. Sang Khalifah beserta rombongannya pun ikut hadir ke Gunung Muqattam untuk melihat pembuktian dari sang Paus sebelumnya.

Setelah itu di depan mata sang Khalifah, Tuhan memberikan mukjizat kepada umat Orthodox dan terjadi longsor yang sangat dahsyat yang memindahkan Gunung Muqattam sejauh 3 Km dari posisi awalnya. Dengan terkejut sang Khalifah memeluk Paus Abraham dan meminta maaf kepada sang Paus. Dengan kejadian tersebut sang Khalifah memilih untuk memeluk agama Kristen Orthodox.

Untuk mengenang Simon The Tanner dibangunlah gereja di salah satu goa yang terbentuk akibat longsor yang memindahkan gunung tersebut. Kemudian nama Simon The Tanner didedikasikan menjadi nama gereja tersebut hingga saat ini.

Dari kedua perkataan ini membuktikan bagi kita bahwa betapa dahsyatnya sebuah iman yang dimiliki jika dipraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.Manusia mengisi kehidupannya dengan sebuah dan berbagai macam pengharapan. Manusia mengharapakan hal-hal yang baik bagi kehidupan pribadi, keluarga, karier, bisnis, pendidikan, dll. baik di masa kini dan di masa depan bahkan iman juga dipercayai mampu membawa kehidupan manusia sampai kepada kehidupan kekal.

Segala daya upaya dilakukan manusia untuk menggapai semua harapan yang dirancangnya dengan bekal ilmu yang diraih dalam studinya, pengalaman yang berharga selama hidupnya, intuisi bahkan juga insting yang dia miliki barangkali. Tapi daya upaya manusia di harapkan menjadi harapan yang menolong hidupnya dan bisa menjawab apa yang diharapkan. Akan tetapi harapan dari segala upaya manusia seperti bangunan yang dasarnya goyah dan diomang-ambingkan bisa ambruk karena tidak mempunyai dasar yang kokoh kuat dan pasti menjamin.

Sebagai manusia yang rohani, ingat bangsa Indonesia diakui sebagai bangsa yang religius dengan bukti adanya banyak agama dan kepercayaan spiritual yang ada, dianut serta diyakini dan dihidupi oleh rakyat Indonesia. Manusia rohani ini mengenal yang namanya Iman. Iman dipercayai mampu mewujudkan semua harapan yang digagas oleh umat manusia yang percaya yang memiliki iman. Artinya manusia rohani mengharapkan atas imannya untuk mewujudkan semua harapan ataupun cita-citanya.

Mengaharapkan atas iman pada kehidupan yang kekal. Manusia menaruh iman sebagai landasan untuk mempercayai keberadaan Tuhan (Ibrani 11:6). Tuhan yang bersifat kekal dipercayai mampu membawa kehidupan manusia secara kekal setelah kehidupan dibumi yang fana ini berakhir dan diharapkan manusia bisa berkumpul hidup bersama dengan Tuhan di tempat Tuhan bersemayam. Pada umunya, menekankan perbuatan utama dmanusia yaitu supaya berkenan kepada Tuhan adalah melakukan dengan perbuatan amal baik dan beribadah sesuai petunjuk kepercayaan yang dianut. Namun, manusia yang berdosa sangat kesulitan memperoleh perkenanan Allah oleh sebab perbuatan amal ibadah baik manusia selalu berkecenderungan melakukan perbuatan tidak baik; harapan tidak selaras dengan kenyataan (Roma 7:15).

Iman bekerjasama dengan perbuatan. Iman dipergunakan untuk menerima kasih karunia keselamatan di dalam pengorbanan Kristus (Yohanes 3:16). Keselamatan datang daripada Allah yang turun menjadi manusia. Tugas manusia adalah tetap berusaha berbuat dan melakukan perbuatan baik bukan untuk memperoleh perkenanan pembenaran Allah melainkan sebagai bentuk ucapan syukur atas anugerah keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus di atas salib.

Mengaharapkan atas iman pada kehidupan yang fana. Sebagai pekerja yang mendapatkan mandat dari Tuhan untuk mengelola bumi dengan segala isinya secara baik, manusia berhak mendapatkan upah yakni kehidupan yang sangat layak selama hidup di bumi berlangsung. Tuhan sang pemilik mandat berjanji memberikan berkat yang berlimpah ruah kepada pekerja-Nya (Matius 6:25-33). Iman bekerjasama dengan perbuatan. Semua hasil karya manusia di bumi bisa dikerjakan dengan bekal ilmu dan pengalaman manusia dan menghasilkan karya yang baik. Namun, oleh karena manusia bekerja di bumi bukan untuk dirinya sendiri maka manusia bekerja berdasarkan nasihat petunjuk dari Tuhan. Kebudayaan manusia terlihat canggih dan modern namun tanpa Tuhan kebudayaan berpotensi menghancurkan kehidupan manusia dan tempat dia bekerja, misal potensi kehancuran umat manusia oleh penemuan teknologi nuklir, bio teknologi, Internet, dll.

Milikilah iman walaupun nampaknya kecil, karena dengannya, karya yang menanti kehidupan saudara. (DDS)
Baca juga artikel lainnya