Sinode Gereja Isa Almasih

Olimpiade Kehidupan

Apakah ada di antara kita yang menyaksikan perhelatan olahraga terbesar di dunia yaitu Olimpiade 2020 yang bertempat di Tokyo? Setidaknya ada 8 (delapan) cabang olahraga baru yang dipertandingkan disana: skateboard, surfing, baseball, softball, karate, climbing, basket 3x3 dan BMX freestyle. Setiap perhelatan Olimpiade ada saja cabang baru, namun bukan itu yang menjadi sorotan dalam Olimpiade 2020.

Oleh: Steeven Adrian
Secara luar biasa Cina berhasil keluar sebagai juara umum Olimpiade 2020, tercatat sebagai negara dari Benua Asia yang berhasil menjadi juara umum, bukan 1 kali, tetapi 2 kali (terakhir tahun 2008). Olimpiade yang berawal dari tahun 1896, sudah 28 kali olimpiade dilaksanakan dan juara umum didominasi oleh negara Amerika yang menjadi juara umum sebanyak 17 kali. Amerika sudah siap juara umum di tahun 2020 namun kemudian disusul Cina. Mengapa bisa demikian? Kalau kita mencari dari berbagai media di internet banyak artikel yang mengulas bagaimana negara Cina mempersiapkan atlet-atlet ini sejak kecil. Mereka ‘dipaksa’ sedemikian rupa untuk menjadi yang terbaik. Didikan yang keras namun demi sebuah hasil yang terbaik. Olimpiade Tokyo 2020 menjadi saksi keberhasilan didikan calon-calon atlet Cina.

Sebagaimana perhelatan olimpiade, bukankah hidup kita pun seringkali diasosiasikan sebagai gelanggang pertandingan? Apakah kita cukup mempersiapkan diri kita untuk memenangi pertandingan itu dan layak untuk menerima mahkota kehidupan yang tersedia bagi kita? Jawaban hal-hal tersebut ada dalam pertanyaan: “Apakah kita menerima didikan Allah dengan baik?”, 1 Korintus 11:32 menyatakan, “Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.” Ada didikan-didikan Tuhan dalam hidup ini. Firman Tuhan yang kita baca dan renungkan setiap hari adalah patokan untuk kita dapat memenangkan pertandingan hidup. Namun seringkali ada kalanya kita keluar dari patokan tersebut sehingga Tuhan harus ‘menghajar’ kita bukan untuk menghancurkan hidup ini, melainkan untuk mendidik kita supaya di kemudian hari kita keluar sebagai pemenang-pemenang.

Di dalam ayat yang yang kita renungkan tersebut, nampak sekali bahwa Tuhan sangat tidak mau kita kalah dan kemudian dihukum bersama-sama dengan dunia ini. Ia mau kita menang dan bersama-sama merayakan kemenangan itu di Surga yang kekal. Kuncinya hanya satu: yaitu terima didikan dari Allah dengan respon yang benar, dan semoga kita dapat memenangkan perhelatan ‘olimpiade’ hidup ini dan keluar sebagai orang-orang yang bukan hanya menang, namun mengukir sejarah yang akan diteruskan sebagai warisan iman bagi generasi-generasi selanjutnya.
Facebook
WhatsApp