Sinode Gereja Isa Almasih

Penahbisan Pendeta Muda Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo, M.Th di GIA Ngentak: Dipanggil untuk Diutus oleh Kasih Karunia Tuhan

Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai acara Penahbisan Pendeta Muda Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo, M.Th  yang dilaksanakan pada Minggu, 5 Oktober 2025 di Gereja Isa Almasih (GIA) Ngentak. Momen istimewa ini turut dihadiri oleh anggota Daerah IV Sinode GIA, para gembala, majelis, serta jemaat GIA Ngentak yang memadati gedung gereja.

Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai acara Penahbisan Pendeta Muda Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo, M.Th  yang dilaksanakan pada Minggu, 5 Oktober 2025 di Gereja Isa Almasih (GIA) Ngentak. Momen istimewa ini turut dihadiri oleh anggota Daerah IV Sinode GIA, para gembala, majelis, serta jemaat GIA Ngentak yang memadati gedung gereja.

Acara penahbisan ini menjadi penanda resmi pengutusan Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo dalam pelayanan penuh waktu sebagai pendeta muda di lingkungan GIA. Firman Tuhan disampaikan dengan penuh pengurapan oleh Pdt. Rajis Barus, S.Th, yang mengangkat tema “Dipanggil untuk Diutus Bukan Berdasarkan Kehebatan Kita, Namun Kasih Karunia Tuhan”, terinspirasi dari kisah panggilan Nabi Yeremia dalam Alkitab.

Dalam kotbahnya, Pdt. Rajis Barus menegaskan bahwa pelayanan bukanlah hasil usaha manusia semata, tetapi murni karena kasih karunia Allah yang memanggil dan memperlengkapi. “Sebagaimana Tuhan memanggil Yeremia yang merasa tidak layak, demikian juga Tuhan memilih hamba-hamba-Nya bukan karena kehebatan, melainkan karena anugerah-Nya,” ujar Pdt. Barus dalam pesan rohaninya.

Acara penahbisan berlangsung dengan khidmat, ditandai dengan prosesi penumpangan tangan oleh para pemimpin Sinode dan gembala daerah, disertai doa pengutusan bagi Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo. Yang menarik dan turut menambah kekhusukan ibadah adalah persembahan pujian istimewa dari para mahasiswa dan mahasiswi Program Pascasarjana S2 Sekolah Tinggi Teologi (STT) Abdiel. Dengan suara yang merdu dan penampilan yang memukau, mereka mempersembahkan pujian sebagai bentuk dukungan dan sukacita atas pelayanan rekan seiman yang kini memasuki ladang pelayanan yang baru.

Dalam sambutannya, Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo mengungkapkan rasa syukur dan kerendahan hati atas panggilan Tuhan dalam hidupnya. Ia berkomitmen untuk melayani dengan sepenuh hati, setia kepada kebenaran firman, dan menjawab panggilan Allah dengan ketaatan. Acara ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat dan tamu undangan, menandai dimulainya babak baru pelayanan sang pendeta muda di tengah-tengah jemaat GIA.