Di tengah-tengah hijaunya hamparan alam Tebo, Jambi, tepatnya di Jalan Poros 48, sebuah momen bersejarah terjadi pada tanggal 31 Maret 2025. Hari itu bukan sekadar hari biasa bagi warga sekitar, khususnya bagi jemaat yang telah lama merindukan hadirnya sebuah tempat ibadah yang tetap dan representatif. Hari itu, GIA TPI Tebo resmi diresmikan, sebuah peristiwa yang bukan hanya menjadi bukti pertumbuhan gereja, tetapi juga kesaksian tentang kesetiaan dan kebaikan Tuhan di tengah ladang pelayanan yang belum banyak disentuh.
Ibadah peresmian ini digelar dengan penuh sukacita dan pengharapan. Sejak pagi hari, suasana di sekitar lokasi ibadah sudah dipenuhi dengan semangat pelayanan. Jemaat lokal, panitia, dan tim pelayanan dari berbagai daerah tampak bahu-membahu mempersiapkan segala sesuatu dengan antusias. Tidak tampak rasa lelah, meskipun sebagian besar dari mereka harus menempuh perjalanan panjang dan menantang selama hampir 10 jam dari Pekanbaru—melintasi jalanan yang berkelok-kelok, rusak, bahkan berlubang. Medan yang berat itu justru menjadi bagian dari kesaksian iman, bahwa pelayanan sejati lahir dari semangat yang tidak mudah menyerah.
Salah satu hal yang menonjol dalam kegiatan ini adalah kehadiran para tokoh penting dalam pelayanan GIA. Pendeta Julianus Ginting, S.Th., selaku Ketua Majelis Daerah IX, datang langsung untuk menghadiri dan memberkati peresmian ini. Beliau tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi ikut terlibat secara aktif dalam membangun semangat bersama, menyapa jemaat dengan hangat, serta menyuarakan dukungan penuh terhadap pelayanan di TPI ini.
Tak kalah penting, hadir pula Pendeta Nehemia Sulistiyanto, M.Th., salah satu anggota Majelis Pusat Harian (MPH) GIA. Dalam atmosfer ibadah yang begitu hangat dan penuh kasih, beliau menjadi pembawa firman Tuhan dengan penuh pengurapan. Pesan yang disampaikan menggugah hati jemaat: agar mereka tetap berakar dalam iman, tidak goyah oleh keadaan, dan terus menjadi alat Tuhan untuk menjangkau jiwa-jiwa di sekitar mereka. Dengan gaya penyampaian yang lembut namun mengakar kuat dalam kebenaran firman, pesan itu menggema dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh yang hadir.
Kehadiran para hamba Tuhan dari GIA Pekanbaru, serta rekan-rekan pelayanan dari sekitar Tebo, juga menambah semarak ibadah ini. Dukungan mereka bukan hanya secara kehadiran, tetapi juga secara rohani, dalam doa, pujian, dan semangat kebersamaan yang terasa begitu kuat. Seluruh elemen dalam acara ini menunjukkan bahwa pelayanan bukanlah kerja individu, melainkan gerakan bersama dari tubuh Kristus.
GIA TPI Tebo sendiri merupakan bagian dari program kerja sama GIA di wilayah MD IX, yang mencakup daerah-daerah seperti Riau, Jambi, dan sekitarnya. TPI atau Tempat Pertumbuhan Iman ini dirancang sebagai titik awal dari pertumbuhan sebuah gereja yang mandiri, dimulai dari kelompok kecil yang dibina, dilayani, dan diarahkan agar kelak berkembang menjadi gereja lokal yang kokoh dan aktif menjangkau masyarakat.
Bagi masyarakat dan jemaat lokal, kehadiran TPI ini menjadi jawaban doa yang telah lama dinaikkan. Tidak sedikit keluarga yang sebelumnya beribadah di tempat-tempat terbatas, bahkan berpindah-pindah rumah karena keterbatasan fasilitas. Kini, dengan berdirinya TPI ini, mereka memiliki rumah rohani yang tetap di mana mereka bisa bertumbuh bersama dalam kasih, pengajaran, dan persekutuan. Harapannya jelas: banyak orang dimenangkan bagi Kristus, keluarga-keluarga dipulihkan, dan komunitas Kristen bertumbuh dalam semangat pelayanan yang berdampak.
Selain khidmatnya ibadah, suasana akrab dan kekeluargaan terasa begitu kental di sela-sela acara. Jemaat saling menyapa, berbagi cerita, dan menjalin hubungan baru. Tidak sedikit dari mereka yang merasakan bahwa peristiwa ini bukan hanya peresmian gereja secara struktural, tetapi juga perjumpaan batiniah sebagai keluarga Allah yang baru dipersatukan. Anak-anak, remaja, orang tua hingga lansia tampak menikmati setiap bagian dari acara, dari pujian yang semarak, penyembahan yang mengalir, hingga pemberitaan firman yang menguatkan.
Setelah ibadah selesai, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah sederhana namun penuh makna. Makanan khas lokal disajikan, dan senyum-senyum hangat dari para jemaat menjadi penutup yang indah bagi hari yang luar biasa tersebut. Perjalanan panjang yang ditempuh para tamu dari luar daerah seolah mendapatkan balasannya dalam bentuk sukacita, harapan baru, dan semangat pelayanan yang menyala.
Ibadah Peresmian GIA TPI Tebo ini bukan hanya menjadi tonggak sejarah bagi gereja lokal, tetapi juga menjadi simbol dari kerinduan GIA untuk terus menjangkau wilayah-wilayah yang belum terjamah. Dalam kerja sama antara pusat, daerah, dan gereja lokal, peristiwa ini menunjukkan bahwa di tengah segala keterbatasan, Tuhan tetap bekerja dan membuka jalan bagi pertumbuhan umat-Nya.
Dengan berdirinya TPI ini, satu terang baru dinyalakan di tengah Tebo. Dan terang itu akan terus bersinar melalui jemaat yang setia, pemimpin yang melayani, dan Tuhan yang tak pernah berhenti berkarya