Sebuah persekutuan yang penuh semangat dan kehangatan iman terjadi di Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Klayatan, Kota Malang, pada hari Kamis, 01 Mei 2025. Banyak pria dari berbagai jemaat Gereja Isa Almasih yang tergabung dalam wilayah Majelis Daerah V Sinode GIA berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Fellowship Persekutuan Pria Kristen Yosua”. Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan di antara kaum pria Kristen yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di gereja dan keluarga.
Diselenggarakan oleh Majelis Daerah V, kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai jemaat di Jawa Timur, di antaranya: GIA Klayatan sebagai tuan rumah, GIA Anambas, GIA Sukun, GIA Karangkates, GIA Lawang, GIA Lumajang, GIA Mojosari, GIA Kediri, GIA Darmo Surabaya, dan GIA Plaosan. Total keterlibatan jemaat yang luar biasa ini mencerminkan besarnya antusiasme kaum pria dalam membangun kesatuan dan komitmen dalam pelayanan Kristen di wilayah ini.
Persekutuan Pria Kristen Yosua: Teguh, Bersatu, dan Penuh Inisiatif
Dengan tema besar “Kebersamaan dalam Tuhan Menjadi Kekuatan”, kegiatan ini menjadi ruang pembaruan semangat dan penguatan identitas pria Kristen dalam panggilan hidup mereka baik di keluarga, gereja, maupun masyarakat. Tujuan utama dari persekutuan ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan di antara pria-pria Kristen GIA di Daerah V, sekaligus menjadi forum berbagi pengalaman rohani, tantangan, dan inspirasi antarjemaat.
Yang menjadi sorotan unik dalam kegiatan ini adalah keterlibatan spontan dan aktif dari hampir seluruh peserta, terutama dari jemaat-jemaat GIA yang berada di wilayah Jawa Timur. Tanpa dikomando, para pria saling menawarkan diri untuk mengisi acara, memimpin pujian, berbagi kesaksian, hingga membantu logistik kegiatan, menciptakan suasana yang hidup dan penuh kekeluargaan. Hal ini mencerminkan semangat pelayanan yang tumbuh bukan karena programisasi formal, tetapi karena kesadaran spiritual dan kerinduan untuk membangun tubuh Kristus.
Wadah Persekutuan yang Membentuk Karakter Pemimpin Kristen
Dalam salah satu sesi refleksi, perwakilan Majelis Daerah V menyampaikan bahwa kaum pria Kristen memegang peran vital sebagai pemimpin rohani dalam keluarga dan gereja, namun mereka juga menghadapi tantangan zaman yang kompleks. Oleh sebab itu, fellowship semacam ini menjadi oase rohani dan forum pembentukan karakter, di mana para pria tidak hanya berkumpul, tetapi diperlengkapi secara rohani dan emosional untuk terus bertumbuh dalam panggilan mereka.
Acara ini tidak hanya berupa ibadah dan sesi firman, tetapi juga diisi dengan diskusi kelompok, sharing pengalaman pelayanan, dan sesi doa antarpria yang saling mendoakan dalam pergumulan mereka. Suasana saling membuka hati ini menciptakan iklim yang aman dan mendalam bagi pemulihan serta pertumbuhan iman pribadi.
Kebersamaan Nyata, Di Atas Segala Perbedaan
Hal yang paling terasa dari persekutuan ini adalah kebersamaan yang melampaui batas geografis, usia, dan latar belakang masing-masing jemaat. Dari pria muda hingga lansia, dari pendeta hingga jemaat biasa, semua membaur dalam semangat satu tubuh di dalam Kristus. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, yang terlihat hanya wajah-wajah penuh sukacita dan semangat pelayanan yang diperbarui.
Bahkan di luar sesi formal, suasana kekeluargaan terasa sangat hangat. Para peserta duduk bersama menikmati makanan sederhana yang disediakan oleh panitia, berbincang ringan hingga tertawa lepas sebuah gambaran kecil dari kerajaan Allah yang hadir di tengah komunitas yang bersatu dalam kasih.
Langkah Awal Menuju Jejak yang Lebih Besar
Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan harapan agar Fellowship Pria Kristen Yosua ini tidak berhenti sebagai acara tahunan, tetapi menjadi gerakan rohani yang terus berdenyut di setiap jemaat. Beberapa jemaat bahkan mulai merencanakan untuk mengadakan pertemuan lanjutan dalam skala lokal atau regional.
Kegiatan ini juga menjadi panggilan bagi para pria Kristen untuk lebih aktif dalam pelayanan, lebih dekat satu sama lain, dan lebih peka terhadap kehendak Tuhan dalam setiap musim kehidupan mereka.
Kesimpulan: Suatu Gerakan, Bukan Sekadar Kegiatan
Fellowship Persekutuan Pria Kristen Yosua Majelis Daerah V di GIA Klayatan menjadi tonggak penting dalam memperkuat jaringan pelayanan pria di lingkungan GIA, khususnya di Jawa Timur. Dengan antusiasme tinggi, keterlibatan aktif, dan suasana yang penuh ketulusan, acara ini membuktikan bahwa gereja yang kuat dimulai dari pria-pria yang mau dibentuk dan dipakai Tuhan.
Ini bukan sekadar kegiatan, melainkan ini adalah gerakan spiritual yang membangkitkan kembali kesadaran akan panggilan sebagai pria Kristen: kuat, rendah hati, dan setia dalam pengabdian kepada Tuhan dan sesama.