Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Rajawali, Jakarta, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 sekaligus Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda yang diselenggarakan pada Minggu pagi, 5 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB.Acara ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat dan pelayanan GIA Rajawali karena tidak hanya merayakan usia pelayanan gereja yang telah melintasi lima dekade lebih, tetapi juga menyambut secara resmi hamba Tuhan baru dalam kepemimpinan rohani jemaat.
Ibadah perayaan dan penahbisan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Gembala Jemaat GIA Rajawali, Ketua Umum dan Sekretaris Umum Sinode GIA, perwakilan Majelis Daerah (MD) VII, Majelis Jemaat GIA Rajawali, Panitia HUT ke-51 GIA Rajawali, serta para hamba Tuhan dari lingkungan MD VII. Hadir pula jemaat GIA Rajawali dan tamu undangan yang turut bersukacita atas karya Tuhan yang dinyatakan melalui gereja ini.
Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan umum disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, yang mengangkat ayat dari Yohanes 3:16, dengan penekanan bahwa Kasih Allah adalah motif utama yang mendorong Allah melaksanakan misi-Nya bagi dunia. Pdt. Budi menegaskan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk menerima kasih itu, tetapi juga menjadi saksi hidup dari kasih dan misi Allah kepada dunia. “Gereja bukan hanya tempat untuk menerima kasih karunia, tapi harus menjadi agen kasih itu sendiri di tengah dunia yang terluka,” ujar Pdt. Budi dalam khotbahnya yang menggugah.
Puncak acara ditandai dengan penahbisan Pdt. Michael Christian Yuwono sebagai pendeta baru serta Pdm. Ivan Christian Saputra dan Pdm. Samson Harry Capah di lingkungan GIA. Dalam khotbah perdana Pdt. Michael Christian Yuwono , ia mengangkat Mazmur 126:3 yang berbunyi “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.”
Dalam penyampaiannya, Pdt. Michael menyoroti bahwa perkara besar yang dimaksud adalah karya keselamatan, pemeliharaan Tuhan, serta sukacita yang lahir dari pengalaman kasih itu. “Sukacita pelayanan bukan berasal dari kenyamanan, tapi dari kesadaran akan betapa besar kasih Tuhan bagi kita. Kita melayani karena kita telah lebih dahulu dikasihi,” ungkapnya dalam nada penuh haru dan semangat.
Salah satu momen menyentuh dalam ibadah ini adalah kesaksian dari seorang pelayan Sekolah Minggu yang telah mengajar sejak tahun 1990. Ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat menyaksikan anak-anak yang dahulu diajar kini tumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan aktif dalam pelayanan.“Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat benih Firman yang kita tanam bertumbuh dan berbuah. Saya bangga menjadi bagian dari sejarah iman mereka,” ujarnya penuh haru.
Perayaan ini menjadi refleksi bagi seluruh jemaat akan kasih setia Tuhan yang menopang perjalanan GIA Rajawali selama 51 tahun. Dari generasi ke generasi, Tuhan terus memakai gereja ini sebagai alat dalam mewartakan Injil, memperlengkapi hamba-hamba-Nya, serta membangun komunitas yang menjadi terang di tengah kota Jakarta. Dengan tema yang terinspirasi dari Yohanes 3:16 dan Mazmur 126:3, acara ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga pengingat panggilan gereja untuk tetap setia dalam kasih dan misi-Nya.