Sinode Gereja Isa Almasih

Ibadah Emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th dan Penahbisan Gembala Jemaat Pdt. Suwarno S.Th Berlangsung Khidmat di GIA Gombong

Gombong, 4 Juli 2025 — Suasana penuh syukur dan khidmat menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Gombong pada Jumat sore, 4 Juli 2025. Ibadah emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th sekaligus penahbisan Gembala Jemaat Pdt. Suwarno S.Th menjadi momen bersejarah yang dihadiri jajaran Petinggi Majelis Pusat Harian Sinode GIA, para anggota Majelis Daerah IV, serta segenap jemaat GIA Gombong.

Ibadah dimulai pukul 16.00 WIB dan diawali dengan puji-pujian, dilanjutkan dengan ibadah firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono. Dalam khotbahnya, Pdt. Budi mengangkat tema “Berhasil dan Beruntung” yang diambil dari kitab Yosua 1:1–9.

Pdt. Budi menjelaskan bahwa keberhasilan dan keberuntungan bukan semata-mata hasil kekuatan manusia, tetapi karena ketaatan kepada perintah Tuhan dan keberanian menghadapi tantangan. Yosua diperintahkan untuk “kuat dan teguh hati”  sebuah perintah yang berulang kali diingatkan Tuhan agar Yosua tidak gentar menghadapi musuh maupun tantangan di depan.

Dalam penjelasannya, Pdt. Budi memaparkan empat poin penting yang bisa menjadi pegangan bukan hanya bagi para pendeta, tetapi juga bagi seluruh jemaat. Pertama, tantangan Yosua. bagaimana Yosua harus memimpin bangsa yang besar dengan berbagai masalah dan ketidakpastian. Tantangan ini hanya dapat dihadapi dengan iman yang teguh.

Kedua, tanggung jawab Yosua. Yosua harus memikul tanggung jawab besar yang sebelumnya diemban Musa. Pdt. Budi mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam pelayanan adalah amanat suci, bukan beban yang memberatkan, tetapi sebuah kepercayaan dari Tuhan yang harus dijaga dengan kesetiaan.

Ketiga, persiapan diri Yosua. Yosua tidak maju dengan kekuatannya sendiri, tetapi ia mempersiapkan diri melalui perenungan firman siang dan malam. Firman Tuhan menjadi sumber kekuatan dan petunjuk langkah, sehingga ia tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, tetapi berjalan lurus dalam kehendak Tuhan.

Keempat, Yosua proaktif. Yosua tidak hanya menunggu, tetapi mengambil langkah nyata. Pdt. Budi menekankan pentingnya sikap proaktif dalam pelayanan. Tuhan sudah memberikan janji, tetapi manusia harus melangkah dengan iman untuk meraihnya.

Momen emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th menjadi ungkapan terima kasih jemaat atas pengabdian panjang beliau dalam menggembalakan dan membangun kehidupan rohani jemaat GIA Gombong. Sementara itu, pentahbisan Pdt. Suwarno S.Th menandai tonggak awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu melanjutkan pelayanan dengan semangat yang sama, membawa jemaat semakin maju dalam iman dan karya pelayanan.

Bagi banyak jemaat, acara ini meninggalkan kesan mendalam. Ibadah emiritasi dan pentahbisan ini bukan hanya seremoni, melainkan sebuah peringatan akan panggilan mulia yang diemban oleh setiap gembala jemaat, sekaligus pengingat bagi jemaat untuk terus mendukung pelayanan dengan doa dan keterlibatan aktif.

Dengan semangat firman Tuhan “Berhasil dan Beruntung”, seluruh jemaat diharapkan terus melangkah maju, menghadapi setiap tantangan pelayanan dengan iman dan keberanian, sebagaimana Yosua memimpin bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian.