Sinode Gereja Isa Almasih

Ibadah Penahbisan Pendeta Suyoto, S.Th Di Gereja Isa Almasih Jemaat Randugunting

“Ditetapkan untuk Melayani Sang Setia”

Randugunting, Jawa Tengah Minggu, 25 Mei 2025 menjadi hari bersejarah dan penuh makna bagi seluruh jemaat Gereja Isa Almasih Jemaat Randugunting. Bertempat di gedung gereja yang megah dan bersahaja, dilangsungkan Ibadah Penahbisan Pendeta Suyoto, S.Th yang kini resmi melayani sebagai pendeta dalam lingkup Sinode Gereja Isa Almasih. Ibadah dimulai tepat pukul 16.00 WIB, disambut dengan banyaknya jemaat dan tamu undangan.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Majelis Pusat Harian (MPH) sebagai perwakilan tertinggi Sinode, Majelis Daerah II, para Pendeta dan tokoh gereja dari wilayah sekitar, serta seluruh Majelis dan jemaat GIA Randugunting. Tak hanya itu, panitia pelaksana yang bekerja keras mempersiapkan acara dan perangkat desa dari wilayah Randugunting juga turut hadir dan memberikan dukungan penuh, memperlihatkan sinergi luar biasa antara gereja dan masyarakat.

Suasana Penuh Penghayatan: Dari Penyembahan Hingga Penumpangan Tangan

Ibadah diawali dengan puji-pujian dari tim musik dan paduan suara jemaat yang mengangkat tema kesetiaan Tuhan dan panggilan pelayanan, menciptakan suasana khidmat yang mengarahkan hati seluruh hadirin kepada Tuhan.

Puncak acara adalah momen penumpangan tangan dan doa penahbisan oleh jajaran MPH dan MD II kepada Bapak. Suyoto, S.Th. Prosesi ini disertai dengan pengakuan iman dan komitmen pelayanan dari yang ditahbiskan. Momen tersebut berlangsung dengan penuh haru, saat keluarga, rekan sepelayanan, dan jemaat menyaksikan peneguhan panggilan ilahi yang telah diterima oleh Pdt. Suyoto.

Pesan Penguatan: “Ditetapkan Untuk Melayani Sang Setia”

Dalam pesan yang dibawakan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, mewakili Majelis Pusat Harian, disampaikan sebuah penegasan yang kuat:

“Saudara Suyoto tidak hanya ditahbiskan oleh gereja, tetapi telah ditetapkan oleh Tuhan sendiri untuk melayani Sang Setia, yaitu Tuhan Yesus Kristus.”

Pesan ini bukan sekadar seruan, tetapi sebuah pengingat bahwa menjadi pendeta adalah perjalanan panggilan hidup yang lahir dari ketaatan kepada Kristus, bukan hanya dari kehendak manusia. Pelayanan pendeta bukanlah profesi biasa, melainkan respons kepada panggilan ilahi yang penuh tantangan sekaligus berbuah kekekalan.

Perangkat Desa Turut Meriahkan: Kolaborasi Yang Menguatkan Komunitas

Salah satu momen menarik dan menyentuh dalam penahbisan ini adalah kehadiran perangkat desa dari wilayah Randugunting. Keterlibatan aktif mereka, mulai dari dukungan kehadiran hingga partisipasi simbolik dalam acara, mencerminkan eratnya hubungan antara gereja dan pemerintah lokal.

Kebersamaan ini menunjukkan bahwa pelayanan gereja tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa terlibat aktif dalam kehidupan sosial masyarakat. Keguyuban dan kolaborasi antara gereja dan desa menjadi bukti nyata bahwa keberadaan gereja dapat memberi dampak yang positif dan membangun komunitas secara menyeluruh.

Harapan Ke Depan: Pelayanan Yang Berakar, Berbuah, Dan Berdampak

Penahbisan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pelayanan yang lebih luas. Bagi Pdt. Suyoto, ini menjadi momentum penting untuk menjalani tugas penggembalaan dengan penuh integritas, kasih, dan kesetiaan. Harapan besar juga hadir dari jemaat agar gereja terus bertumbuh dalam kekudusan, pengajaran yang sehat, dan penginjilan yang berdampak.

Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan ramah tamah sederhana yang penuh sukacita, di mana seluruh tamu, majelis, dan jemaat dapat berbagi kebahagiaan bersama.

Penutup

Penahbisan Pendeta Suyoto, S.Th. menjadi saksi nyata dari kesetiaan Tuhan yang terus menumbuhkan pemimpin-pemimpin rohani di tengah-tengah gereja-Nya. Acara ini tidak hanya menyentuh aspek rohani, tetapi juga memperlihatkan kekuatan kebersamaan lintas lembaga.
Selamat melayani, Pdt. Suyoto. Kiranya Tuhan Yesus yang telah memanggil akan menyertai dan memperlengkapi pelayanan Saudara hingga akhir.