Kesiapan Rohani dan Organisasi Menuju Sidang Sinode yang Bermakna dan Terarah
Surabaya, Minggu, 15 Juni 2025 Gereja Isa Almasih Jemaat Surabaya menjadi saksi sejarah baru dalam perjalanan Sinode Gereja Isa Almasih (GIA) melalui terselenggaranya Pelantikan Panitia Sidang Sinode ke-XXIV yang berlangsung dalam suasana ibadah khusus dan penuh sukacita. Kegiatan ini dimulai pada pukul 16.00 WIB, dengan dihadiri oleh Pimpinan Majelis Pusat Harian Sinode, para panitia terpilih, serta jemaat dan pelayan Tuhan dari berbagai penjuru GIA Daerah V.
Sidang Sinode merupakan agenda tertinggi dalam sistem tata kelola Sinode Gereja Isa Almasih, yang menjadi forum pengambilan keputusan rohani dan organisasi untuk kemajuan pelayanan gereja secara menyeluruh. Oleh karena itu, pelantikan panitia merupakan tahapan krusial yang menandai dimulainya seluruh rangkaian persiapan menuju perhelatan tersebut.
Ibadah Khusus: Fondasi Rohani Sebelum Mengemban Tugas Besar
Ibadah pelantikan dipimpin langsung oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, selaku Pimpinan Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode Gereja Isa Almasih, yang juga menyampaikan Firman Tuhan. Dengan mengangkat Yesaya 43:1–7 sebagai dasar khotbahnya, beliau mengajak seluruh panitia dan jemaat yang hadir untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang penyertaan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan dan pelayanan.
Dalam pesannya, Pdt. Budi menekankan tiga pokok penting:
Pertama, Menegaskan Kepemilikan Tuhan atas Hidup Kita Manusia yang ditebus adalah milik Allah yang sah. Dalam tugas pelayanan, kesadaran bahwa kita dimiliki Tuhan akan memampukan kita untuk tetap rendah hati dan bergantung penuh kepada-Nya. Kedua, Keyakinan bahwa Tuhan Lebih Besar dari Apapun Tugas kepanitiaan bukan tanpa tantangan, namun kita diingatkan untuk percaya bahwa Tuhan yang menyertai adalah jauh lebih besar dari setiap pergumulan, keterbatasan, atau kesulitan yang akan dihadapi. Dan ketiga Peneguhan Bahwa Tuhan Akan Menyatakan Pemeliharaan dan Pertolongan-Nya Tuhan tidak hanya memanggil, tetapi juga memelihara dan menolong mereka yang dipanggil untuk melayani. Ini menjadi penghiburan dan kekuatan bagi setiap panitia yang ditetapkan.
Suasana ibadah berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekhidmatan, ditandai dengan pujian dan penyembahan yang dinaikkan bersama, serta respons iman dari seluruh hadirin yang mengungkapkan kesiapan mereka untuk taat pada kehendak Allah.
Pelantikan Panitia: Penetapan Resmi dan Komitmen Pelayanan
Setelah penyampaian Firman, dilakukan prosesi pelantikan panitia Sidang Sinode ke-XXIV secara resmi oleh Pimpinan MPH. Dalam momen ini, para panitia yang berasal dari lintas jemaat di lingkungan Daerah V dipanggil satu per satu untuk berdiri di hadapan jemaat sebagai bentuk simbolik peneguhan dan pernyataan komitmen pelayanan.
Para panitia yang terdiri dari berbagai unsur pelayanan baik gembala jemaat, penatua, pengurus organisasi, hingga profesional gerejawi menyatakan janji mereka untuk bekerja sama, menjaga integritas, serta melayani dengan semangat kasih dan ketulusan. Pelantikan ini menjadi bukti nyata sinergi lintas wilayah dalam tubuh Kristus yang bersatu dalam satu tujuan mulia.
Arahan Strategis dari Majelis Pusat Harian
Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan sesi pengarahan teknis dan motivasional dari Majelis Pusat Harian, yang menyoroti pentingnya tata kelola organisasi yang tertib dan pelayanan yang berlandaskan kasih Kristus. Dalam pengarahan tersebut, ditekankan bahwa Sidang Sinode bukan hanya sekadar forum formal tahunan, tetapi juga ruang untuk merefleksikan arah pelayanan GIA secara menyeluruh baik secara teologis, pastoral, maupun administratif.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain: Pertama, Perlunya kerja sama lintas bidang agar koordinasi antarpanitia berjalan efektif. Kedua, Komitmen terhadap jadwal kerja dan timeline program, agar setiap tahap persiapan berjalan tepat waktu. Dan ketiga, Penekanan pada integritas, transparansi, dan kerendahan hati, sebagai nilai utama dalam pelayanan gereja masa kini.
Dengan adanya arahan ini, seluruh panitia diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi juga pemimpin rohani yang membawa dampak positif dan membangun suasana pelayanan yang sehat.
Kebersamaan yang Menyatukan
Pelantikan ini menunjukkan wajah Gereja Isa Almasih yang inklusif dan partisipatif. Kehadiran para pelayan dari berbagai latar belakang dan jemaat mencerminkan semangat kebersamaan dan kesatuan tubuh Kristus. Momen ini bukan hanya pelantikan struktur organisasi, tetapi juga bentuk nyata dari persekutuan yang hidup, penuh kasih, dan berorientasi pada pertumbuhan gereja di masa depan.
Setiap panitia yang hadir membawa harapan baru, ide segar, dan kesiapan untuk menjawab tantangan zaman. Dalam suasana penuh semangat, panitia menyambut tugas ini sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab yang luhur kepada Tuhan dan jemaat.
Penutup: Bersama Tuhan Menyongsong Sidang Sinode ke-XXIV
Pelantikan Panitia Sidang Sinode ke-XXIV di Gereja Isa Almasih Jemaat Surabaya telah menjadi tonggak awal yang kuat dan penuh makna dalam perjalanan pelayanan Sinode. Dengan dasar Firman Tuhan, arahan yang strategis, dan semangat kolaboratif, para panitia kini siap melangkah dalam persiapan Sidang Sinode yang akan datang.
Seperti yang disampaikan dalam khotbah hari itu, “Jangan takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.” (Yesaya 43:1) inilah janji yang menjadi kekuatan rohani bagi setiap pelayan Tuhan. Bersama Tuhan, Sidang Sinode ke-XXIV bukan hanya akan terselenggara, tetapi akan menjadi momentum pembaruan rohani dan pelayanan yang relevan di tengah dunia yang terus berubah.
Dengan tekad dan iman yang teguh, Gereja Isa Almasih melangkah maju: melayani, memimpin, dan membawa terang Kristus bagi bangsa dan dunia.