Dalam upaya memperkuat struktur pelayanan dan memperlengkapi para pelayan Tuhan di berbagai wilayah, Gereja Isa Almasih (GIA) menyelenggarakan kegiatan penting bertajuk Penahbisan Gembala dan Pendeta, yang dilangsungkan pada Minggu, 13 April 2025 di Gereja Isa Almasih Jatimalang, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Acara ini menjadi momentum spiritual dan organisasi yang strategis bagi GIA, khususnya di wilayah Daerah IV, serta menjadi simbol dari regenerasi dan keberlanjutan pelayanan di tengah jemaat. Prosesi penahbisan berlangsung dalam suasana penuh hikmat, diiringi rasa syukur, doa, dan komitmen yang mendalam dari seluruh jemaat dan pemimpin gereja yang hadir.
Kehadiran Jajaran Pimpinan dan Jemaat: Dukungan Penuh untuk Pelayanan Baru
Kegiatan ini dihadiri oleh Jajaran Majelis Pusat Harian Gereja Isa Almasih, yang memberikan dukungan langsung terhadap keberlangsungan pelayanan di daerah. Selain itu, turut hadir pula Majelis Daerah IV, para hamba-hamba Tuhan dari seluruh wilayah Daerah IV, dan tentu saja jemaat GIA Jatimalang sebagai tuan rumah sekaligus komunitas inti yang akan dilayani oleh para pemimpin rohani yang ditahbiskan.
Hadirnya berbagai unsur kepemimpinan dari pusat hingga daerah menunjukkan sinergi kuat dalam tubuh gereja, serta menjadi wujud nyata dukungan menyeluruh atas pelayanan yang sedang dibangun dan dikembangkan.
Pesan Firman Tuhan oleh Ketua Umum GIA: Membangun Pelayanan dalam Kebersamaan
Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum Sinode GIA, Pdt. Budi C. Hartono, S.Th., yang secara khusus hadir untuk melayani dalam momen istimewa ini. Dalam khotbah yang disampaikan dengan penuh kuasa dan kasih, beliau mengangkat tema: “Pentingnya Membangun Kebersamaan dan Kerjasama dalam Mengembangkan Pelayanan.”
Dalam pesan yang mendalam tersebut, Pdt. Budi menegaskan bahwa pelayanan dalam gereja bukanlah tugas individu semata, melainkan panggilan kolektif seluruh tubuh Kristus. “Pelayanan tidak bisa dilakukan sendiri. Kita butuh bekerja sama, saling menopang, dan membangun relasi yang sehat di antara sesama pelayan dan jemaat. Tanpa kebersamaan, pelayanan bisa kehilangan arah dan kekuatan,” ujarnya.
Beliau juga mengajak seluruh jemaat untuk tidak hanya mendukung para gembala dan pendeta secara spiritual, tetapi juga menciptakan iklim pelayanan yang kondusif, penuh kasih, dan saling menghormati satu sama lain.
Prosesi Penahbisan: Simbol Pengutusan dan Pengakuan Panggilan Ilahi
Setelah penyampaian firman Tuhan, acara dilanjutkan dengan prosesi penahbisan para gembala dan pendeta. Dengan penuh hikmat, para pelayan yang telah menjalani masa pembinaan dan ujian pelayanan secara resmi ditahbiskan melalui penumpangan tangan oleh para pemimpin gereja, disertai doa pengutusan dan pernyataan komitmen.
Suasana ibadah pada saat penahbisan berlangsung dalam keheningan yang khusyuk, mencerminkan kekhidmatan dan kesungguhan semua pihak dalam menyambut pemimpin rohani yang baru. Jemaat menyambut para gembala dan pendeta yang baru ditahbiskan dengan penuh sukacita dan pengharapan.
Simbol Pertumbuhan dan Regenerasi Pelayanan GIA
Kegiatan ini tidak hanya menandai pengangkatan pemimpin baru, tetapi juga menjadi simbol pertumbuhan dan regenerasi dalam tubuh Gereja Isa Almasih secara keseluruhan. Dengan ditahbiskannya para gembala dan pendeta baru, diharapkan pelayanan di GIA, khususnya di wilayah Daerah IV, dapat semakin berkembang, relevan, dan menjawab kebutuhan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Injili.
“Penahbisan ini bukan hanya tentang jabatan, tapi tentang tanggung jawab. Kami percaya bahwa Tuhan telah memanggil mereka, dan sekarang gereja mengutus mereka untuk melayani, menggembalakan, dan membimbing umat Tuhan,” ungkap salah satu anggota Majelis Daerah IV.
Kebersamaan sebagai Warisan Pelayanan
Setelah seluruh rangkaian ibadah penahbisan selesai, acara dilanjutkan dengan waktu persekutuan bersama seluruh jemaat dan tamu undangan. Dalam suasana yang penuh kehangatan, terlihat bahwa tema kebersamaan yang diangkat dalam firman Tuhan benar-benar tercermin dalam interaksi antar jemaat, pelayan, dan pimpinan gereja. Makan bersama, saling menyapa, dan berbagi cerita pelayanan menjadi bagian akhir yang memperkuat semangat kekeluargaan gereja.
Penutup dan Harapan ke Depan
Dengan diselenggarakannya kegiatan Penahbisan Gembala dan Pendeta ini, Gereja Isa Almasih Jatimalang memasuki babak baru dalam sejarah pelayanannya. Kepemimpinan yang baru diharapkan membawa semangat segar, visi yang tajam, dan pelayanan yang berakar dalam kasih Kristus.
Kegiatan ini juga mempertegas peran Gereja Isa Almasih secara nasional sebagai lembaga yang terus memperlengkapi para pelayan Tuhan, membangun gereja yang sehat dan bersatu, serta menjangkau masyarakat dengan kasih dan kebenaran Injil.