Sinode Gereja Isa Almasih

Persekutuan Hamba Tuhan D II

Pada hari Senin, 28 April 2025, sebuah kegiatan rohani yang sarat makna telah berlangsung dengan penuh sukacita dan kekhidmatan, yaitu Persekutuan Hamba Tuhan Daerah II Sinode Gereja Isa Almasih. Acara ini digelar di Gereja Isa Almasih Kridonggo, Semarang dan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dengan dihadiri oleh para Hamba Tuhan dari berbagai gereja lokal yang tergabung dalam Daerah II Sinode GIA.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Daerah II sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan dan mempererat relasi antara sesama pelayan Tuhan. Dalam realitas pelayanan sehari-hari, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap Hamba Tuhan menghadapi dinamika, tantangan, bahkan pergumulan yang berbeda-beda di ladangnya masing-masing. Oleh karena itu, persekutuan ini menjadi wadah penting untuk berbagi pengalaman, memperkuat jaringan komunikasi rohani, serta membangun semangat kesatuan tubuh Kristus di antara gereja-gereja lokal.

Acara dimulai dengan sesi pujian dan penyembahan yang dipimpin dengan penuh pengurapan. Nyanyian-nyanyian rohani yang dinaikkan bukan hanya menjadi pembuka acara, tetapi juga menjadi waktu penyegaran rohani bagi setiap peserta. Dalam atmosfer hadirat Tuhan yang kuat, para hamba Tuhan larut dalam penyembahan, membuka hati mereka untuk dipenuhi kembali oleh kasih dan kekuatan dari Tuhan yang mereka layani.

Setelah sesi penyembahan, acara dilanjutkan dengan persekutuan inti dan pembekalan, yang menjadi fokus utama dari kegiatan ini. Pembekalan ini disusun secara khusus untuk memberikan pencerahan dan pemahaman baru kepada para Hamba Tuhan mengenai berbagai isu strategis dalam pelayanan zaman kini.

Yang membuat pembekalan kali ini sangat luar biasa dan berbeda dari biasanya adalah topik yang diangkat, yaitu mengenai “Manfaat dan Bahaya Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pelayanan Gereja.” Di era digital yang berkembang sangat pesat, pemanfaatan AI dalam berbagai aspek kehidupan  termasuk dalam konteks pelayanan menjadi sesuatu yang tak terelakkan. Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk memahami apa itu AI, bagaimana AI bekerja, serta sejauh mana teknologi ini dapat digunakan secara positif dalam mendukung pelayanan, seperti dalam pengolahan data jemaat, penyusunan materi khotbah, manajemen keuangan gereja, media digital gereja, dan pelayanan pastoral secara online.

Namun demikian, pembekalan ini juga mengingatkan akan potensi bahaya yang bisa timbul jika teknologi digunakan secara tidak bijaksana. Misalnya, ketergantungan berlebihan terhadap AI bisa menggeser nilai-nilai spiritual dan ketulusan pelayanan. Ada pula risiko tersebarnya informasi rohani yang tidak akurat jika tidak disaring dengan hikmat. Oleh karena itu, peserta dibekali dengan prinsip-prinsip teologis dan etis dalam memanfaatkan teknologi ini, agar AI menjadi alat bantu, bukan pengganti sentuhan pribadi dalam pelayanan yang sejati.

Selain pembekalan, persekutuan ini juga memberikan waktu untuk berdiskusi dan bertanya jawab, sehingga suasana menjadi dinamis dan partisipatif. Banyak peserta mengungkapkan pengalaman mereka secara langsung dalam menghadapi perkembangan teknologi dalam pelayanan, baik di lingkungan jemaat yang urban maupun pedesaan.

Secara keseluruhan, kegiatan Persekutuan Hamba Tuhan Daerah II Sinode Gereja Isa Almasih ini berlangsung dengan sangat baik, penuh kehangatan, dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta. Tidak hanya menjadi sarana penyegaran rohani dan kebersamaan, tetapi juga menjadi titik tolak bagi gereja-gereja lokal untuk bergerak secara lebih kontekstual dan relevan di tengah dunia yang terus berubah.

Harapan besar tersemat dari kegiatan ini: kiranya para Hamba Tuhan semakin diperlengkapi, bersatu hati dalam pelayanan, dan terus mengandalkan Tuhan dalam setiap musim perubahan yang terjadi, termasuk dalam era teknologi yang semakin kompleks ini.