Sinode Gereja Isa Almasih

TIGA MAHKOTA ROHANI DI GIA LAWANG: PENAHBISAN PENDETA, ULANG TAHUN GEREJA KE-60, DAN LAWATAN ROH KUDUS DALAM SATU IBAHDAH PENUH KEMULIAAN

Sebuah perayaan agung membahana di kota Lawang, Malang. Pada hari Minggu, 8 Juni 2025, Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Lawang menyelenggarakan ibadah luar biasa yang mencakup tiga peristiwa rohani penting: Penahbisan Pendeta Baru, Ulang Tahun ke-60 Gereja, dan Pencurahan Roh Kudus. Acara ini berlangsung penuh sukacita, kekhidmatan, dan semangat kebangunan yang membara di tengah-tengah umat Tuhan.

Persiapan yang Matang, Jemaat yang Antusias

Berlokasi di Jl. Ngamarto No. 5, Lawang, Malang, gereja telah dipersiapkan dengan sangat rapi. Suasana sudah dipenuhi dengan keceriaan dan semangat rohani. Jemaat dari berbagai daerah, hamba-hamba Tuhan, serta perwakilan gereja GIA lainnya hadir memenuhi setiap bangku yang tersedia.

Tampak hadir pula Pimpinan Pusat Harian (MPH) Sinode Gereja Isa Almasih, para pendeta dari Daerah V Sinode GIA, dan para tamu undangan terhormat lainnya. Suasana menjadi semakin hangat dengan sambutan hangat dan pelayanan dari para panitia yang mengarahkan dan menyambut setiap tamu dengan penuh kasih.

Penahbisan Pendeta Baru: Lahirnya Pelayan Tuhan yang Baru

Salah satu inti acara hari itu adalah penahbisan pendeta baru, yang dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan menurut tata gereja GIA. Ibadah ini menjadi momen yang penuh haru dan harapan, ketika dua orang hamba Tuhan resmi ditahbiskan menjadi pendeta, yaitu:

  • Pdt. Yoanda Nancy, S.Th., M.Pdk
  • Pdt. Timotius Haryoni, S.Th., M.Ag. Cand.

Dengan disaksikan banyak anggota jemaat dan pemimpin gereja, kedua pendeta ini menerima pengutusan dan tanggung jawab ilahi untuk menggembalakan umat Tuhan. Prosesi penahbisan dilakukan melalui penumpangan tangan, doa pengutusan, dan pernyataan sumpah pelayanan — menandai awal dari pelayanan mereka sebagai gembala sidang yang sah dalam tubuh Gereja Isa Almasih.

Ulang Tahun Gereja ke-60: Jejak Kesetiaan Tuhan Tak Pernah Berhenti

Usai penahbisan, ibadah dilanjutkan dengan perayaan Ulang Tahun ke-60 Gereja Isa Almasih Lawang. Selama enam dekade, gereja ini telah menjadi tempat pertumbuhan rohani, pelayanan kasih, dan saksi Kristus di tengah masyarakat Lawang.

Dalam kilas balik sejarah gereja yang ditampilkan lewat media visual dan kesaksian para jemaat senior, tampak betapa besar kesetiaan Tuhan dalam menjaga, menumbuhkan, dan memperluas pelayanan di tempat ini. Sejarah GIA Lawang ditandai oleh kerendahan hati para pelayan, semangat jemaat, dan pertolongan Tuhan yang tidak pernah berhenti.

 

Firman Tuhan: Roh Kudus Membawa Revival bagi Gereja-Nya

Puncak ibadah semakin terasa ketika Ketua Sinode Gereja Isa Almasih, Pdt. Budi Cahyono Hartono, menyampaikan Firman Tuhan bertema “Lawatan Roh Kudus Membawa Revival bagi Gereja-Nya.”

Dalam pesan yang kuat dan menyentuh, beliau menyampaikan bahwa revival bukanlah semata program gereja, melainkan hasil dari lawatan Roh Kudus yang bekerja di hati umat yang haus dan rindu akan hadirat-Nya.

Beberapa poin utama khotbah:

  • Revival terjadi saat gereja hidup dalam kehausan rohani, bukan rutinitas.
  • Lawatan Roh Kudus menghidupkan kembali panggilan pelayanan gereja.
  • Revival yang sejati menghasilkan buah: kesatuan, pelayanan, dan keberanian bersaksi.

Pdt. Budi juga menegaskan bahwa usia 60 tahun bukanlah akhir, melainkan permulaan baru bagi GIA Lawang untuk memasuki musim pelayanan yang lebih kuat dan penuh kuasa.

Tiga Momen Sakral, Satu Kehendak Ilahi

Hal yang sangat unik dari ibadah kali ini adalah tiga peristiwa besar bersatu dalam satu momen kudus:

  1. Penahbisan Pendeta Baru, sebagai simbol regenerasi dan keberlanjutan pelayanan gereja.
  2. Perayaan Ulang Tahun Gereja ke-60, yang mengingatkan jemaat akan kesetiaan dan penyertaan Tuhan.
  3. Pencurahan Roh Kudus, sebagai tanda dimulainya era kebangunan rohani dan pergerakan baru dalam tubuh Kristus.

Perpaduan tiga momen ini menjadi penanda bahwa Tuhan sedang melakukan sesuatu yang luar biasa bukan hanya bagi GIA Lawang, tetapi bagi seluruh jemaat di bawah naungan Sinode Gereja Isa Almasih.

Penutup: Gereja yang Siap Menyala dan Dipakai Tuhan

Setelah seluruh rangkaian ibadah usai, acara ditutup dengan pemotongan tumpeng ulang tahun, foto bersama, dan makan kasih bersama seluruh jemaat dan tamu undangan. Suasana penuh damai dan sukacita, namun juga sarat dengan semangat dan tekad baru untuk memasuki musim yang lebih besar dalam pelayanan.

Hari itu, GIA Lawang bukan hanya merayakan sejarah. Mereka merespon panggilan untuk menjadi gereja yang bersinar, dipenuhi kuasa Roh Kudus, dan berjalan dalam rancangan Tuhan yang lebih tinggi.

Dengan lahirnya pendeta-pendeta baru, usia gereja yang semakin matang, serta pencurahan Roh Kudus yang nyata, GIA Lawang melangkah dengan percaya bahwa masa depan gereja akan semakin terang, berbuah, dan berdampak bagi kota dan bangsa.