Sinode Gereja Isa Almasih

TUHAN MEMULIHKAN KEADAAN UMAT-NYA

- OPINI - "Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita." MAZMUR 14:7 Ayat di atas adalah doa untuk “menyelamatkan Israel” yang kemungkinan berasal dari masa ketika banyak orang Israel berada di pembuangan di Babel. Pemazmur meratapi kondisi

Read More

“Ketidaktahuan” sebagai Problem Dasar Manusia

- OPINI - "(1) Maka jawab Ayub kepada TUHAN: (2) "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. (3) Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.

Read More

Bapa yang Mengejar

- OPINI - "Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari." (Lukas 15:20) Oleh Royce Yuli Setioputro Perumpamaan ini populer dengan judul “Anak yang Hilang”. Namun, siapakah sebenarnya tokoh utamanya? Bapa! Dialah Bapa yang mengejar

Read More

Didiklah Anakmu dalam Ajaran dan Nasehat Tuhan

- OPINI - (1) "Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, (2) supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu,

Read More

Kesatuan Menghancurkan Tembok Pemisah

- OPINI - Pentingnya persatuan gereja dalam tubuh Kristus. Kesatuan Menghancurkan Tembok Pemisah, persatuan gereja dapat terjaga dengan landasan pemersatu yang kuat yaitu Tuhan Yesus dan kesadaran, penghayatan, serta ketaatan anggota-anggota gereja terhadap landasan persekutuan tersebut. (12) Kristus adalah seperti tubuh manusia; tubuh itu satu, tetapi terdiri dari banyak anggota.

Read More

OPINI

DILARANG BERHENTI

Oleh: Royce Yuli Setioputro

Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan.

TheHOPE.id – Dunia ini berlari dan terus berlari. Ia kini berlari semakin cepat, melampaui ruang, melewati sang waktu, mendobrak tapal batas, melangkahi segala kemungkinan. Ia, karena tidak pernah merasa puas, kini “berlari” melampaui Tuhan, melampaui “Yang Transenden”. Citra ketuhanan kini tenggelam di antara mesin-mesin keangkuhan dan kesombongan manusia, yang lewat kemajuan sains dan teknologi dapat “menciptakan” dunia tandingan yaitu cyberspace (atau hyperspace), sehingga menganggap dirinya dapat mengambil alih kekuasaan Tuhan di dunia. Dunia yang angkuh itu kini diibaratkan seperti sebuah kereta kencana yang kini dikendalikan oleh tiga “dewa sakti”. Dengan kesaktiannya ia dapat memacu kereta begitu kencang. Ketiga “dewa sakti” itu bernama “kapitalisme”, “post-modernisme”, dan “cyberspace” (IT atau teknologi informasi). Dari dalam diri ketiga “dewa sakti” itu memancar spirit, yang secara bersama-sama membentuk “spirit dunia” atau “spirit global” (spirit of the world) yang mengkonstruksi, mencetak, dan menentukan arah kehidupan dunia/global (life world). Ketiga spirit yang menggerakkan dunia global tersebut disebut sebagai spirit kapitalisme (spirit ekonomi), spirit post-modernisme (spirit budaya), dan spirit cyberspace (spirit teknologi).

Spirit dunia di atas dapat kita rasakan bahkan sampai saat ini. Berawal dari pandemi penyakit akibat virus Corona (Corona Virus Disease 2019, Covid-19) melanda, yang pertama, spirit kapitalisme (spirit ekonomi) semakin jelas menyeret kepada kehidupan ekonomi dunia yang semakin rapuh, banyak negara-negara yang mengalami krisis ekonomi dan bangkrut. Bank Dunia memberikan peringatan terbaru pasca kebangkrutan yang saat ini melanda Sri Lanka. Sejauh ini, lembaga global itu menyebut ada 9 negara yang juga ikut terancam bangkrut. Dalam laporan Crisis Response Group, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Afganistan, Argentina, Mesir, Laos, Lebanon, Myanmar, Pakistan, Turki dan Zimbabwe menjadi negara yang terancam mengalami kebangkrutan.

Saat itu, perekonomian global nyaris berhenti total, sebab banyak negara menerapkan kebijakan lockdown. Hal ini diperparah dengan perang Rusia dengan Ukraina. Sanksi yang diberikan Amerika Serikat dan Sekutu ke Rusia membuat harga minyak mentah melambung, begitu juga dengan gas alam dan batu bara. Krisis energi pun melanda, yang membuat inflasi semakin meninggi. Belum lagi harga pangan yang semakin mahal akibat tersendatnya pasokan pupuk dari Rusia dan Ukraina. Alhasil inflasi menjadi tak terkendali. Di Indonesia sendiri beberapa hari terakhir kita melihat orang mengantri untuk kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) karena harga yang naik dan kebutuhan pokok (sembako).

Yang kedua, spirit post-modernisme (spirit budaya) bermaksud merevisi kembali paradigma modern. Salah satu karakter dasar postmodernisme yang paling dominan adalah keragaman atau pluralitas, bahkan ke tingkat yang sangat ekstrem sehingga dalam perkembangan selanjutnya cenderung jatuh pada relativisme dan nihilisme, dan dikaitkan dengan wilayah mistis.

Dan yang ketiga, spirit cyberspace (spirit teknologi/IT). Dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), gereja pun terdampak imbasnya dengan mengadakan ibadah secara on-line (youtube, zoominer/webinar, dan media sosial. Mau tidak mau gereja harus dipaksa mengunakan IT yang semakin hari semakin tidak terkendali. Bahkan melalui perkembangan IT saat ini, Spirit Cyberspace semakin berkembang dalam teknologi “virtual reality” atau “metaverse” yaitu dapat melakukan pertemuan tanpa harus bertemu secara fisik, melainkan melakukan pertemuan di dunia maya (digantikan dengan avatar) dan “subdermal implan” yaitu mengubungkan semua perangkat keras teknologi di dalam tubuh manusia dengan menanamkan chip di bagian tubuh manusia atau otak sehingga tubuh jasmani manusia tidak dibutuhkan lagi karena digantikan dengan teknologi digital/data (transhuman) yang dapat terjadi dengan semakin canggihnya teknologi IT seperti yang ditampilkan di film-film.

Gereja harus menerangi dan menggarami IT untuk menjadi alat gereja, bukan memperalat gereja.“Spirit dunia” atau “spirit global” (spirit of the world) yang sangat dahsyat kekuatannya itu membentuk “sebuah dunia yang berlari”; yang berpacu dengan kecepatan yang semakin tinggi; yang bergerak semakin menjauh dari batas ruang dan waktu; yang tidak punya waktu untuk berhenti sejenak, yang selalu bergerak seakan-akan tidak ada tempat untuk kembali, yang bergerak “melampaui” Tuhan yang sebelumnya memberinya batas-batas. Benarlah apa yang dikatakan rasul Paulus di dalam 2 Timotius 3:1-5.

Beberapa pertanyaan penting yang perlu kita renungkan: ketika dunia ini memasuki milenium ketiga dihitung dari peristiwa Kristus, adalah bagaimana keadaan dunia dilihat dari sudut persoalannya? Dilihat dari jumlahnya, apakah persoalan di dunia ini semakin sedikit atau semakin banyak? Dilihat dari sudut kerumitannya, apakah persoalan dunia ini semakin rumit berkait-kaitan dan semakin sulit pengelolaannya atau semakin sederhana terisolasi satu-satu dan relatif mudah penyelesaiannya? Dilihat dari sudut ukurannya, apakah persoalan-persoalan di dunia ini semakin kecil dan terkelola atau semakin besar dan semakin sulit terkelola? Tentu jawabannya adalah, bahwa dunia pada umumnya dan Indonesia khususnya semakin dirundung oleh semakin banyaknya persoalan yang semakin rumit dan semakin besar.



Lalu apa peran gereja hidup di tengah “spirit dunia” atau “spirit global” (spirit of the world) yang mengkonstruksi, mencetak, dan menentukan arah kehidupan dunia (life world) ini? Gereja atau ekklesia harus menjadi garam dan terang bagi dunia (Matius 5:13-14), bukan menarik diri dari dunia dan menjadi rohani saja. Gereja harus “mentransformasi” dunia. Gereja harus memberikan peringatan-peringatan adanya “bahaya” dan dapat ikut mengambil bagian dalam tugas “mengawal” dunia. Gereja tidak boleh statis, stagnan, atau berdiam diri. Gereja tidak boleh berhenti atau dilarang berhenti, melainkan bergerak dinamis, gesit, cekatan berlari mengejar, mencari, menantikan Tuhan dan mengikuti jalan-Nya (1Tawarikh 16:11; Mazmur 105:4; Yesaya 55:6) untuk menentukan arah kehidupan dunia ini. (rc)

MEREBUT JIWA DARI KUASA DOSA

Oleh: Agus Santoso

Manusia seringkali tidak menyadari betapa dasyatnya daya perusak dosa terhadap kehidupan pribadi manusia dan juga pengaruhnya terhadap keluarga dan komunitasnya.

Karena dosa sifat hawa nafsu kedagingan manusia terangsang untuk dipuaskan dan dilampiaskan untuk kenikmatan hidup yang sifatnya sementara saja. Misalnya, keinginan kaya dengan jalan cepat, maka melalui investasi bodong, orang lain ditipu dan kekayaannya berpindah ke tangan kita. Orang punya naluri seks yang tinggi dengan seenaknya saja memperkosa, melecehkan para gadis yang telah menyerahkan diri untuk dibina dan dididik imannya. Mereka justru jadi korban kebiadapan sang guru spiritualnya.

Melalui tampilan media masa (berita di televisi, You Tube, dll) setiap hari kita dipertontonkan bejatnya perbuatan dosa dan moral manusia yang hanya mementingkan diri sendiri dan uang sebagaimana tertulis dalam 2 Tim. 3: 1-5, akhirnya manusia melakukan perbuatan yang tidak terpuji di tengah-tengah masyarakat yang sedang mengalami kesusahan untuk bisa bertahan hidup di dunia ini.

Yohanes 4:1-44 dan Yohanes 8:1-11, menulis tentang sikap Tuhan Yesus terhadap seorang perempuan yang berbuat dosa paling hina dimata masyarakat. Yang satu seorang perempuan serumah dengan beberapa lelaki yang bukan suaminya sendiri di kota Samaria. Yang satu seorang perempuan yang baru saja nikmati hubungan seks dengan laki-laki yang tidak jelas statusnya lalu tertangkap basah oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

Bagi mereka hukuman mati dengan cara dilempari batu merupakan hal yang harus dialami oleh perempuan yang kedapatan berzinah sesuai hukum Musa (Yoh 8:2-5). Bagi perempuan yang tidur dengan banyak laki-laki (Yoh 4: 15-18). Akibatnya perempuan tersebut senantiasa dihindari oleh masyarakat karena dianggap najis hidupnya dan tidak layak untuk tinggal bersama masyarakat pada umumnya. Oleh sebab itu perempuan itu baru ke sumur untuk mengambil air di siang hari saat matahari bersinar panas sekali (Yoh 4:4-6).

Bagi Tuhan Yesus menyelamatkan jiwa seorang perempuan yang terikat dengan dosa perzinahan jauh lebih penting dari pada memperhatikan respon masyarakat, ahli Taurat dan orang Farisi yang hanya bisa menuntut agar perempuan seperti itu di hukum mati saja.

Yohanes 8:7, perkataan Tuhan Yesus kepada para ahli Taurat, orang-orang Farisi yang sedang menuntut keadilan bagi si perempuan berzinah yang telah di tangkapnya. Ternyata cukup ‘menemplak’ hati nuraninya sendiri bahwa mereka bukan orang yang bersih (suci dari dosa) tetapi sok merasa suci di hadapan orang berdosa sehingga menjadi hakim bagi sesamanya manusia. Mereka satu-persatu pergi meninggalkan Tuhan Yesus dengan perempuan itu. Akhirnya Tuhan Yesus pun tidak menghukum perempuan itu sesuai hukum Musa tetapi menyelamatkan jiwanya ysng berdosa supaya hidup merdeka dari belenggu dosa (Yoh 8:9-11).

Dari kisah tersebut kita belajar betapa Tuhan Yesus itu sangat mengasihi orang berdosa dan tidak ingin seorangpun terus menerus hidup dalam lumpur dosa. Tuhan Yesus datang ke dunia dengan satu tujuan yaitu menyelamatkan jiwa seorang manusia yang hidup dalam belenggu dosa. Betapa berharganya jiwa seorang manusia berdosa di hadapan Allah. Betapa berharganya jiwa kita setelah percaya dan menerima keselamatan dari Tuhan Yesus padahal hidup kita belum tentu lebih baik dari dua perempuan tersebut.

Apakah kita sudah memiliki hati dan pikiran Tuhan Yesus yang memiliki panggilan untuk menyelamatkan satu jiwa berdosa di hadapan Allah. Sudah berapa jiwa orang berdosa yang telah kita rebut dan bawa kepada Tuhan Yesus?

Tinggalkan zona nyamanmu dan mulai jangkau jiwa berdosa di sekitarmu untuk diselamatkan dan dipertemukan secara pribadi dengan Tuhan Yesus. Mulailah dari lingkungan keluargamu sendiri, para sahabatmu, rekan sekerjamu dan orang di sekitarmu. Belajarlah dari teladan Tuhan Yesus yang mengasihi jiwa berdosa dan merebut jiwa tersebut untuk di selamatkan di hadapan Allah. -as