Thehope.id – Karier penyanyi terkenal penerima Grammy Award, Marvin Gaye, berakhir dalam tragedy 1 April 1983. Ia ditembak mati oleh ayahnya sendiri.
Setahun kemudian David Ritz, teman dekat Gaye, menulis biografi Gaye yang diberi judul Devided Soul.
Gaye sebenarnya memang mempunyai jiwa yang terpecah. Dia itu sebagian artis dan penghibur, sebagian pendosa dan sebagian santo (orang suci), sebagian pengecut dan sebagian gentlemen.
Orang baru mengerti siapa sesunguhnya Marvin Gaye, setelah masa hidupnya di kuak. Ia bukanlah seperti manusia yang dikenal orang selama ini. Ia hanya seorang pribadi yang mengalami luka batin yang tak tersembuhkan.
Mengomentari hal itu, Ritz mengatakan:
“Dia sungguh mengerti siapa Yesus, tetapi dia tidak pernah bisa mengenal-Nya, dan tak pernah bisa melaksanakan apa yang diajarkan Yesus dalam pengampunan terhadap ayahnya sendiri.”
Manusia memang sering terpikat dengan penampilan luar. Manusia pula yang gampang terpesona dengan ”bungkus” yang ditampilkan namun isi yang di dalamnya bisa berbeda jauh dengan apa yang ditampilkan. Semua itu bermuara dari hati. Hati manusia adalah misteri baginya. Apa yang ditampilkan oleh manusia bisa berbeda dengan yang sesungguhnya ada di hati-jiwanya. Inilah keunikan manusia. Yang sederhana tampilannya belum tentu juga sama dengan jiwanya. Sebenarnya, orang yang mengaku “mengenal” seseorang itu, perlu menyadari bahwa sebenarnya ia hanya tahu kulitnya saja. Sebab sesungguhnya ia belum memahami sebenarnya siapa sesungguhya sosok – orang yang diakui dikenalnya itu. Sebab manusia itu unik dan penuh dengan hal-hal yang tak terduga. Lain di luar lain pula di dalam.
Syukurlah, apa yang dituliskan oleh Daud dalam Mazmur 139, tentang Pribadi Tuhan Allah yang mengenal dirinya, tidaklah seperti manusia mengenal sesamanya. Jika Tuhan mengenal manusia, Ia mengenal secara sempurna!. Ya, sempuna.
Dari Mazmur 139 : ayat 1, kata ”mengenal”, yang ditulis Daud, di dalam pembukaan mazmur ini adalah pengenalan yang sempurna dari Allah terhadap manusia yang diciptakan-Nya. Tuhan tidak pernah merasa asing dengan diri manusia. Ia juga tidak pernah terkejut oleh apa yang ada di dalam benak manusia. Bahkan oleh keputusan-keputusan manusia yang tidak terduga sekalipun. Di hadapan-Nya tak ada hal yang tersembunyi atau misteri. Pengenalan Tuhan Allah itu sempurna, seperti yang diungkapkan oleh Daud. jauh dari yang ia dapat bayangkan. Semua itu diungkapkan dengan jelas oleh Daud dalam Mazmur 139 ; 1-24. Bacalah ayat demi ayat dengan cermat. Nikmatilah pesan-pesanya bagi hidup Anda.
Jika saya meringkasnya dalam pengertian saya yang terbatas mengenai kesempurnaan Tuhan dalam mengenal diri Daud secara khusus hidup kita, maka saya menulis demikian;
Ia mengenal pikiran kita sebab itu tak ada hal yang terlalu rumit bagi-Nya
Ia mengenal motivasi hati maka tak ada yang tersembunyi bagi-Nya
Ia bahkan melebihi imajinasi manusia yang paling liar sekalipun mengenai diri Allah.
Semua tentang jati diri manusia bisa diketahui oleh Tuhan dengan sempurna walaupun hanya sepintas.
Tak ada yang rumit bagi-Nya!
Bahkan tak ada jarak yang terlalu jauh bagi-Nya untuk menjangkau kita
Tak ada rintangan alamiah yang paling rumit termasuk kegelapan yang bisa menjadi rintangan untuk tahu dan paham akan keberadaan diri kita.
Tidak juga organ tubuh kita, organ yang paling rumit sekalipun, yang menyulitkan mata Tuhan melihat diri kita. Tuhan mengenalnya sebab Ia yang merancang dan membentuknya.
Allah sempurna mengenal diri kita. Luar biasa bukan?
Terhadap kesempurnaan Tuhan yang sedemikian luar biasa secara khusus dalam memperhatikan hidupnya, Daud bersikap rendah hati tiap kali berhadapan dengan sang Pencipta-Nya, seperti nyata dalam permohonannya; ”Selidiki aku Tuhan dan tuntun aku” (ayt.23). Dua hal yang diminta Daud, ”selidiki hatinya” dan ”tuntunan bagi hidupnya”. Hal yang pertama, Daud sadar, sebagai manusia yang adalah ciptaan, ada spirit di dalam dirinya yang terus menggodanya untuk menjadi penentu segala-galanya dalam kehidupan ini. Hal yang kedua, ia menyadari bahwa manusia bisa dengan bebas memilih jalan kehidupan yang disukainya tanpa peduli jalan yang Allah berikan. Kenyataan ini dapat diketemukan dari kisah hidup Daud yang tertulis di Alkitab. Kejatuhan dan kegagalan Daud atau tepatnya kejatuhannya selalu diawali oleh keinginan hatinya dan tindakannya yang gegabah. Daud lebih menuruti keinginannya sendiri dari pada ketertundukkan pada Allah. Ia membawa rencana hidupnya tanpa membawa kepada Tuhan (bd. 2 Sam 11: 1-5, I Taw 21: 1-8).
Belajar dari kesalahan, kegagalan dan kejatuhannya, Daud menaikkan kedua permohonan ini dengan sepenuh hati. Tuhan mendengar setiap doa. Ia menjawab doa setiap anak-Nya. Dan Tuhan tak pernah ingkar! Sepanjang sejarah kehidupan Daud yang penuh dengan liku-liku, suka duka, gagal dan berhasil, Alkitab mencatat, Tuhan Allah tak pernah meninggalkan hidupnya. Ia menyelidiki hati Daud dan menegurnya manakala ia berubah setia. Allah menegur dan dengan kasih-Nya menuntun hidupnya. Alkitab mencatat, Ia setia kepada Daud (2 Samuel 22: 51).
Sikap kita akan kehidupan ini amat dipengaruhi oleh pengenalan kita akan Tuhan yang sempurna. Jika hidup Anda saat ini seperti tak bermakna. Lalu Anda berkesimpulan bahwa hidup ini nampak tersembunyi di hadapan Allah, Anda keliru. Sang Pencipta hidup ini sangat peduli akan hidup Anda. Saya ingin katakan, cobalah baca sekali lagi Mazmur 139 ayat 1-2, ” Tuhan , Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” Sobat, ada Pribadi yang menaruh perhatian pada diri Anda. Dialah Tuhan Allah yang mengasihi Anda. Pencipta Anda tak pernah meninggalkan Anda. Ia tidak pernah gagal dalam menghadirkan Anda di dunia ini.
Jadi Tuhan Allah mengenal kehidupan Anda secara sempurna. Isi pikiran Anda–termasuk yang Anda kuatirkan dan sembunyikan–, Ia tahu. Bahkan peristiwa di depan yang masih misteri bagi Anda, bukan hal yang gelap bagi-Nya.
Maaf, sebelum dunia mendengar bunyi tangisan seorang bayi lahir yang adalah diri Anda saat ini, Pencipta Anda telah mengenal siapa Anda. Dari sekian milyar manusia di dunia ini, tak ada satupun yang terlewati dari pandangan dan kepedulian-Nya tak terkecuali diri Anda.
Hari-hari Anda telah digoreskan, diketahui dan diingat-Nya dengan sempurna. Tak ada satupun yang dilupakan. Sedetikpun tidak terluput. Ya, sedetik pun, tidak pernah lepas dari campur tangan-Nya. ”Dalam segala hal, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi…,’’tulis Paulus.
Tidak ada kata yang tepat selain sempurna, ajaib dan luar biasa yang patut di kenakan kepada Bapa di Sorga dalam hal mengenal diri kita.
Pengenalan-Nya terhadap diri Andapun tidak berubah sampai detik hari ini.
Akhirnya JI Packer, menyimpulkan “Seluruh pengetahuan saya akan Dia tergantung pada inisiatif-Nya secara terus-menerus dalam mengenal saya. Saya mengenal Dia karena Ia terlebih dulu mengenal saya, dan Ia terus-menerus mengenal saya. Ia mengenal saya sebagai seorang sahabat, seorang yang mengasihi saya; dan tidak sesaat pun mata-Nya dan perhatian-Nya terlepas dari saya, dan karena itu pemeliharaan-Nya tidak pernah terputus sesaat pun.” (JI.Packer,Mengenal Allah,Yayasan Andi, Yogjakarta,h;37)
Anda berfikir tidak ada seorangpun mengenal dan mempedulikan Anda? Anda merasa hidup ini mengalir begitu saja secara kebetulan?
Atau tak seorangpun peduli akan masa depan Anda? Sobat, saya ingin katakan bahwa Yesus mengenal dan menyayangi Anda !. Biarkan hati terbuka bagi Dia dan Anda bisa mengalami penebusan-Nya dan menjadi milik-Nya. (ys)