Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Muda Inspiratif

Janice Angelica, Sutradara Film Asal Surabaya Raih Penghargaan di Tiongkok

- MUDA INSPIRATIF -

Janice Angelica, Sutradara Film Asal Surabaya Raih Penghargaan di Tiongkok

Thehope.id. Jika jalan mencapai apa yang diinginkan seperti berhadapan dengan tembok tinggi dan tebal, mengapa tidak menempuh jalan yang lain meski dengan jalan memutar? Jika cara menempuh jalannya tidak diijinkan dengan berperahu, mengapa tidak dengan berenang meski tampak lebih beresiko, sulit dan terlihat lama. Itu seperti jalan carita hidup Jenice Anngelica. Jalan dalam hidupnya yang ingin bercita-cita menggeluti dunia keartisan dan keinginannya justru ditolak oleh orang tuanya. Ditolak orang tuanya tak lantas putus asa, Jenice menempuh jalan mewujudkan cita-citanya dengan jalan lain untuk bisa hidup menggeluti dunia keartisan malahan mengantarnya bisa jadi sutradara.

Semula Janice Angelica (27) bercita-cita menjadi artis, lalu ditentang orangtuanya. Kebanyakan anak muda melihat hal itu jadi patah arang dan apatis. Berbeda dengan Jenice yang kemudian berbelok membangun mimpi sebagai sutradara film, karier yang kemudian dia kejar sampai ke negeri China. Jejak prestasinya kian terang, terutama setelah mendapat Bucheon Award di Busan International Film Festival.

Janice duduk di ruang Asian Contents & Film Market dalam acara Bifan Goedam Campus Pitching, bagian dari Busan International Film Festival, Senin (9/10/2023). Dia mempersiapkan strategi melawan sembilan kompetitornya. Setelah tujuh peserta presentasi, giliran Janice naik panggung. Wajah Janice dengan senyum mengembang penuh percaya diri. Dia kemudian menjelaskan tentang proyek filmnya, Makwan City of Dreams: Nenek.

Menimba ilmu di negeri Tiongkok

Menimba ilmu di Tiongkok dan berprestasi di sana. Perempuan satu ini juga tak hanya berhasil mengharumkan nama Indonesia di sana, tapi juga turut mempromosikan pariwisata Tanah Air lewat filmnya yang mengambil lokasi syuting di Bali. Itulah karya dari Janice Angelica.

Sebagai produser, perempuan berusia 26 tahun itu tak pernah tanggung-tanggung dalam berkarya. Salah satu karyanya, ‘Little Giant’, berhasil meraih predikat ‘Best Film’ dan ‘Best Cinematography’ di ajang kompetisi film yang digelar CCTV China September lalu.

Film fantasi epik tersebut diproduksi oleh rumah produksi STONJAUS. Itu bukan pertama kali karya Janice dan STONJAUS mendapat penghargaan. Film pendek bergenre horor ‘Play with Me’ yang diproduserinya juga sukses merebut penghargaan CCTV 48 Hours Competition 2016 untuk kategori ‘Excellent Film’, ‘The Best Cinematography’, dan ‘Best Sound’.

Kedua film tersebut digarapnya bersama sutradara Bing Bang. CCTV China memang selalu menggelar kompetisi film yang mengajak sutradara dan dewan juri dari berbagai negara ke satu tempat. Tahun ini CCTV membawa para peserta ke Kawasan Suqian. Dewan juri menetapkan satu topik yang mewajibkan peserta lomba berkompetisi menulis cerita, mengambil gambar, dan menyuntingnya dalam waktu 48 menit.

“Lomba seperti ini selalu menantang lantaran banyak tim profesional yang ikut. Ada beberapa tim juga yang punya sutradara terkenal di industri perfilman Tiongkok,” kata Janice, seperti dikutip dari laman stonjaus.com.

Terus berkarya yang terbaik

Saat ini Janice baru saja menyelesaikan pengambilan gambar untuk film pendeknya di Bali dengan bantuan sponsor dari Tiongkok dan Red and White. Tak dapat ditampik, semangat dan prestasi generasi muda seperti Janice patut ditiru generasi muda lainnya.

Janice dan timnya, Stonjaus, meraih penghargaan kategori “Best Film” dan “Best Cinematography” melalui film pendek garapannya berjudul “Little Giant”, demikian pernyataan tertulis Red and White, perusahaan patungan Indonesia-Cina yang memfasilitasi pelaku industri perfilman di kedua negara tersebut kepada Antara di Beijing, Selasa.

Penghargaan itu bukan pertama kali bagi Janice dan Stonjaus. Pada tahun-tahun sebelumnya mereka juga meraih gelar “Best Sound”, “Best Cinematography”, dan “Best Actress”. Namun, padata tahun ini mereka berhasil membawa pulang penghargaan terbesar, yaitu “Best Film”, kata CEO Red and White, Gandhi Priambodho.

Janice yang berasal dari “Kota Pahlawan” itu merupakan lulusan Beijing Film Academy, sekolah film terbaik di Cina yang banyak menghasilkan sutradara ternama, seperti Zhang Yimou.

Ia telah menyutradari dan memproduksi film pendek lainnya yang sukses di dunia perfilman internasional.

Setiap tahun, CCTV menggelar kompetisi film dengan mengajak para sutradara dan dewan juri dari berbagai negara ke satu tempat.

Lomba seperti ini selalu menantang karena ada banyak tim-tim profesional yang ikut. Ada beberapa tim juga yang punya sutradara terkenal di industri perfilman Cina, kata Janice.

Ia menulis naskah film itu bersama dengan rekan sutradara Bing Bang. Mereka mampu memberikan kejutan kepada penonton atas sesuatu yang belum pernah dilihat. Satu pintu untuk merah cita-cita tertutup, mengapa tidak mencoba pintu yang lain?. Sumber; https://www.kompas.id/baca/hiburan/2023/09/09/sleep (red)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Categories
Muda Inspiratif

Dr. Deibby Mamahit yang menghadapi Anak Autisme

- MUDA INSPIRATIF -

Dr. Deibby Mamahit yang menghadapi Anak Autisme

dr. Deibby

Thehope.id- Dr. Deibby Mamahit yang di dorong oleh keyakinan akan kebenaran yang memulai tertanam dalam dirinya saat menghadapi dua anaknya laki-laki yang mengalami autis. Praktisi Functional Medicine dr. Deibby Mamahit, menempuh perjuangan panjang demi membuat hidup kedua anaknya yang mengidap autisme menjadi lebih baik.

Gangguan spektrum autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang membuat anak kesulitan dalam berkomunikasi, berperilaku, berinteraksi, serta beraktivitas. Anak pengidap autisme dapat mengalami kesulitan memahami apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.

Hal ini, membuat mereka sulit untuk mengekspresikan diri, baik dengan kata-kata maupun melalui gerak tubuh, ekspresi wajah, dan sentuhan.

Hal inilah yang dialami Immanuel dan Joshua, putra dari dr. Deibby Mamahit. Perjuangan dr. Deibby Mamahit dalam membesarkan kedua anaknya yang mengidap autism spectrum disorder, atau gangguan spektrum autisme tidaklah mudah. Apalagi, kedua putra dr. Deibby, mengidap spektrum autisme yang sangat berbeda.

Ia menjelaskan, Immanuel didiagnosis mengidap high-functioning autism. Jadi, meskipun menderita autisme, Immanuel masih bisa berbicara, berhitung, dan membaca meskipun tidak lancar dan kesulitan dalam memahami tulisan yang dibaca.

Berbeda dengan Immanuel, putra keduanya, Joshua, didiagnosis mengidap low-functioning autism yang membuat skor IQ-nya sangat rendah.

“Immanuel memang ada gangguan belajar, tapi setidaknya masih bisa berhitung 1 sampai 100, masih bisa membaca walaupun sulit dan dia nggak ngerti apa yang dibaca, tidak bisa menghafal apa yang dibaca, tapi masih bisa baca. Jadi ada perbedaan, (apalagi) Joshua ini itu waktu lahirnya lebih lemah dibandingkan Immanuel dan kekebalan tubuhnya jauh lebih di bawah. Jadi sewaktu itu (gangguan autisme) terjadi ke dia itu lebih parah,” ujar dr. Deibby kepada DAAI TV, Senin (8/5).

Joshua menghadapi banyak kendala saat dirinya masih kecil. Menurut dr. Deibby, saat dilahirkan Joshua terlihat punya motorik yang rendah dibandingkan anak-anak lainnya.

Kondisi Joshua memburuk saat ia menginjak usia 1,5 tahun. Saat itu, Joshua mengalami infeksi paru-paru (bronkiolitis) dan terdapat kondisi imun, sehingga Joshua mengalami regresi.

Joshua juga tidak bisa melakukan kontak mata, tidak bisa bicara, bermain, bahkan tidak bisa mengenali orang tuanya sendiri.

“Saat dua anak saya didiagnonis mengalami autisme, di saat yang sama hidup saya hancur. Jadi saya sempat sangat down,” jelas dr. Deibby.

Di saat yang sama, dr. Deibby pun memutuskan untuk berhenti sebagai dokter dan mulai menjadi ibu rumah tangga. Hal ini, ia lakukan karena ingin menyelamatkan anak-anaknya.

Akhirnya, ia bertekad untuk membuat jalan keluar sendiri. Saat itu, dr. Deibby mulai mempelajari semua makalah dan buku yang berkaitan dengan kondisi anaknya.

Tidak hanya itu, dr. Deibby bahkan berkeliling dunia selama 10 tahun ke 3 benua untuk mencari cara membantu anak-anaknya. Mulai dari rumah sakit, klinik, sampai ke laboratorium penelitian sudah didatangi dr. Deibby untuk mencari jawaban.

Perjuangannya pun membuahkan hasil, setelah pergi ke banyak negara, membaca ratusan jurnal penelitian, dan mendengarkan banyak jawaban, ia menemukan bahwa kunci penting yang dibutuhkan anak-anaknya adalah nutrisi dan pola asuh yang tepat. Menurutnya, asupan dan pola asuh yang sesuai dapat mengubah hidup anak-anaknya.

Untuk itu, dr. Deibby menerapkan pola asuh penuh cinta, serta selalu membebaskan anak-anaknya dalam membuat pilihan. Ia bahkan rutin meluangkan waktu bagi setiap anak untuk bisa lebih dekat dengan dirinya, tanpa gangguan apa pun.

“Saat kita sibuk melakukan aktivitas di dekat anak, maka anak tidak akan bisa melihat bahwa kita sayang dengan mereka. Jadi saya (meluangkan waktu bersama) mereka saja selama misalnya 1-2 jam, tanpa memikirkan hal lain. Menurut saya sangat penting punya hubungan yang sangat erat dengan anak-anak, walaupun masalah yang mereka alami itu banyak,” katanya.

Selain memberikan perhatian penuh, dr. Deibby juga kerap mencoba beragam terapi untuk anaknya. Mulai dari terapi bicara, okupasi, sampai behavioral.

Tidak hanya pola asuh, dr. Deibby juga menerapkan pola makan penuh nutrisi dan menghindari semua makanan yang bisa menyebabkan peradangan, seperti gandum, gula, dan susu.

Sebagai alternatif, dr. Deibby mengganti sumber makanan itu dengan produk lain. Misalnya, mengganti gandum dengan beras, sagu, tepung tapioka, atau tepung singkong.

Lalu, mengganti gula dengan stevia atau monk fruit, atau bahkan menghindari gula dengan jus buah. Terakhir, dr. Deibby mengganti susu biasa menjadi susu nabati. Ia juga memberikan suplemen tambahan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak, sehingga bisa mengurangi efek inflamasi.

dr. Deibby
Keluaga dr. Deibby Mamahit sekarang yang berbahagia karena Tuhan telah memenangkan keluarganya dari mengatasi autism.

Setelah menerapkan hal tersebut selama beberapa tahun, dr. Deibby mengaku kini kondisi anaknya kian membaik. Immanuel kini sudah mulai bisa bersekolah di luar negeri tanpa bantuan sama sekali, serta bisa belajar dengan fokus. Sama halnya dengan Joshua yang kini sudah bisa fokus, bahkan mulai bisa belajar kata-kata baru.

“Melalui perubahan pola pikir, orang tua dapat memotivasi anaknya untuk ingin menjadi lebih baik. Ketika orang tua berubah, anak-anak akan berubah. Begitulah cara kami dapat membantu anak-anak kami untuk mendapatkan kembali kesadaran mereka. Setiap anak memiliki potensi untuk mencapai hal-hal hebat dan mereka semua berhak untuk mencoba. Proses penyembuhannya tidak singkat, mungkin panjang dan membosankan, tetapi (prosesnya sangat) bermanfaat dan bermakna,” tutup dr. Deibby. Untuk kisah perjuangan dan doa dr. Deibby Mamahit lihat videonya. (red)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Categories
Muda Inspiratif

Inspirasi Greg Tan untuk Membangun dan Merenovasi 150 Gereja

- MUDA INSPIRATIF -

Inspirasi Greg Tan untuk Membangun dan Merenovasi 150 Gereja

adi-noya-dan-greg-tan
’’Sekali tidak dipercaya, sulit untuk meyakinkan kembali. Dan saya yakin Tuhan menempatkan saya di sini, maka saya harus melakukan yang terbaik”
Greg Tan
Oleh Eka Pusaka Dharma

Thehope.id- Dalam obrolan dengan anak anak muda yang sedang santai, ada celetukan yang bisa jadi pemikiran. Celetukan itu, “Kalau gue sudah mapan, gaji sudah cukup dan baru mikir gereja”. Ada yang menimpali, “Ehh…kerja sudah bisa diandalkan, enggak susah, baru kita bantu gereja”. Lain lagi dengan yang baru kerja, “Gini aja dehh…kalo enggak ada lagi pemotongan gaji. Gue bisa memberi ke gereja”. Obrolanpun makin seru bahkan saling adu argument disertai celetukan yang menggoyak tawa.

Pada umumnya anak muda sesudah masa pasca pandemi, rata-rata bisa memperhatikan gereja, apakah itu berupa kebutuhan dana untuk pelayanan, memperhatikan diakonia sampai pembangunan gereja atau merenovasinya. Tetapi bagi Albertus Gregory Tan atau dikenal Greg Tan memperhatikan gereja itu dalam keadaan diri yang bagaimanapun sebab memperhatikan gereja itu dasarnya kasih Tuhan dan keyakinan Tuhan turut bekerja.

Greg -nama panggilan akrapnya yang mulanya keadaan kaluarga dilanda kesulitan ekonomi dan bangkrut. Ia harus berlatih diri untuk hidup apa adanya. Hidupnya susah tapi dalam keadaan yang demikian, ia mempunyai alasan tersendiri dalam belajar memperhatikan gereja dalam arti membangun atau merenovasi gereja. Greg bersama anak-anak muda justru bergerak membangun gereja. Tak tanggung-tangung sudah 150 lebih gereja dibangunnya dan letaknya gereja dari Sumatera sampai Papua.

Foto Gereja St. Katarina, Kariahan Sumatera Utara sebelum dan sesudah dibangun.
Foto Gereja St. Katarina, Kariahan Sumatera Utara sebelum dan sesudah dibangun.

Tak layak untuk ibadah

Kondisi gereja yang tidak layak membuat pria kelahiran Jakarta itu yang sekarang berusia 31 tahun merasa terdesak membantu. Tanpa menunggu lama, pada 14 Februari 2011, ia membuat gerakan solidaritas bernama Program Peduli Gereja Katolik di Facebook. Ia memulai hal itu ketika usia 20 tahun. “Saya datang ke tempat itu hanya untuk membantu seorang pastor melayani umat yang ada di sana. Pengalaman tersebut menyentuh dan membekas di hati.

Sejak memulai karyanya dalam membangun dan merenovasi gereja 20 tahun lalu, hingga hari ini, Greg sudah membangun dan merenovasi 150 buah gereja. Gereja-gereja itu tersebar di seluruh Indonesia. Uniknya dia memilih membangun gereja-gereja di pedalaman yang umatnya tidak mampu membangun sendiri dan sangat rindu memiliki gereja.

Untuk mengerjakan gereja sebanyak itu, Greg mengandalkan kepercayaan atau trust orang padanya. Dia sendiri bukanlah pengusaha. Greg “hanyalah” seorang anak muda yang menaruh hati pada perjuangan dan iman umat di daerah-daerah terpencil. Lelaki bujang ini bekerja sebagai pegawai biasa pada sebuah bank swasta di Tanah Air

Seperti pernah dikatakannya kepada tempusdei.id, keinginan atau semangatnya membangun gereja ketika air matanya nyaris jatuh melihat kondisi sebuah kapella (gereja kecil) di sebuah stasi bernama Sorkam di Tapanuli Tengah.

Ketika itu Greg menghadiri tahbisan seorang imam di Medan. Setelah tahbisan tersebut, dia menyertai sang imam baru ke stasi Sorkam, daerah pantai barat Sumatera. Untuk sampai ke stasi ini, biasanya Pastor membutuhkan waktu berjam-jam karena jauh dan jalannya rusak. Umat di tempat ini pun terbilang miskin sehingga kapel mereka sangat sederhana, terbuat dari bahan bangunan yang diambil dari alam sekitar. “Dalam hati saya menangis melihat kondisi yang sangat tidak biasa ini. Saya rasa Tuhan membukakan mata saya untuk melihat kenyataan umat di tempat lain,” ujar Greg.

Tantangan, halangan pasti ada

Sayang, gerakan Greg untuk renovasi gereja itu banyak mendapat kecaman dan fitnah karena masyarakat belum terbiasa dengan penggalangan dana melalui medsos. “Jadi sesuatu yang betul-betul tabu ketika orang meminta donasi, sumbangan itu lewat media sosial, yang kita enggak saling kenal, kita enggak tahu apakah betul seperti itu keadaan atau enggak. Jadi, yang saya dapatkan pada saat itu hanya kecaman dan fitnah,” kenang pria pegawai sebuah bank swasta ini.

Greg mengungkapkan dalam masa sulit itu ia mendapat donasi dari seorang warga Amerika Serikat, tetapi dengan besaran hanya US$1 atau setara Rp10 ribu pada saat itu. Sekilas nilai uang itu mungkin terasa miris meski begitu Greg memilih melihat positif. “Ternyata ada pintu lain yang dibuka dalam arti ternyata dari sekian banyak orang yang tidak percaya kepada saya, ternyata ada orang yang menaruh kepercayaan walaupun US$1,” papar pria lulusan sarjana Ilmu Administrasi Pemerintahan Universitas Indonesia tersebut.

Kemampuan Greg dalam memandang hidup dengan positif diakui merupakan tempaan dari kehidupan keluarganya. Saat krisis moneter 1998, bisnis percetakan keluarganya habis tak bersisa sehingga membuat dirinya harus berjualan gorengan di kampus untuk membiayai pendidikannya.

Meski begitu, Greg juga tidak melihat masa sulit itu sebagai derita, tetapi sebuah keadaan yang memang harus dijalani dan disyukuri. Dalam menjalani gerakan sosial bagi gereja, kegigihannya terbayar dengan donatur yang berdatangan seiring waktu. Perkembangan medsos juga mendukung gerakan itu semakin dikenal dan diterima masyarakat. Hingga kini, aksi Greg bersama rekan-rekannya telah berhasil merenovasi 150 gereja di seluruh Indonesia. “Sudah merata sih dari Sumatra sampai ke Papua. Itu semuanya ada dan memang bulan Agustus ini tepat 150 gereja,” jelas anak kedua dari dua bersaudara tersebut. Semakin suksesnya Gerakan Peduli Gereja Katolik membuat Greg kemudian mendirikan Yayasan Vinea Dei (Kebun Anggur Tuhan). Tak hanya berfokus pada pembangunan gereja, Yayasan Vinea Dei juga membidik pendidikan Katolik, khususnya untuk anak-anak didik Katolik di pelosok Indonesia yang putus sekolah dan ingin melanjutkan ke sekolah hingga ke perguruan tinggi.

Jalur donasi pun dibuka untuk siapa pun yang ingin membantu gerakan ini. Greg menjelaskan jika donasi bukan hanya datang dari Indonesia, melainkan juga dari luar negeri dan juga lintas agama. “Lintas agama karena memang berangkat dari keprihatinan yang sama. Mereka melihat masih banyak saudara-saudara mereka yang untuk berdoa saja tidak layak. (epd)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Jon Doy
Categories
Muda Inspiratif

Perjalanan Inspiratif Mellisa Anggiarti, Seorang Pilot Wanita di Indonesia

- MUDA INSPIRATIF -

Perjalanan Inspiratif Mellisa Anggiarti, Seorang Pilot Wanita di Indonesia

Perjalanan Inspiratif Mellisa Anggiarti, Seorang Pilot Wanita di Indonesia
Mellisa Anggiarti, pilot Garuda Indonesia, di simulator pesawat Boeing 737-800 di Garuda Indonesia Training Center, Cengkareng, Jakarta, Selasa (11/4/2023). Sumber foto: KOMPAS/HERU SRI KUMORO 11-04-2023

theHOPE.id- “Pada saat itu aku merasa, ‘Aku cocok enggak, ya, di sini?’ gitu. Itu akhirnya memengaruhi semuanya. Aku demotivasi,” tambah Mellisa Anggiarti.

Beruntung, Mellisa tidak sampai terpuruk dan menghentikan langkahnya yang tinggal sedikit lagi.

Teman-teman menyemangatinya, dan ia sendiri meyakinkan diri untuk tidak berhenti hanya karena masalah tersebut.

Terlepas dari berbagai kesulitan yang dialami, Mellisa bersyukur dapat bertahan dan menggapai mimpinya menjadi pilot.

Ia merasa beruntung mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan hobinya yang suka jalan-jalan.

Mellisa menjadikan itu sebagai motivasi untuk terus mencetak prestasi dengan jam terbang tinggi.

Selain karena sudah berjuang, hal lain yang memotivasinya adalah karena ia ingin orang lain memandang bahwa pilot perempuan setara dengan pilot laki-laki.

Adapun sosok yang memberinya motivasi di luar keluarga dan rekan-rekan penerbang, yaitu dosen pembimbingnya sewaktu kuliah Filsafat dulu.

“Ada, sih, dosen pembimbing aku. Walaupun memang jauh beda secara bidang, tapi beliau yang bikin aku keep going,” “terang Mellisa.

Dosen pembimbingnya tersebut ialah Rocky Gerung, yang diakui banyak memberinya motivasi untuk terus berjuang apapun yang banyak memberinya motivasi untuk terus berjuang apapun yang sedang dijalaninya dalam hidup.

Profesi pilot wanita masih dianggap jarang dan unik karena banyak diisi oleh kaum pria. Namun, Mellisa Anggiarti berhasil membuktikan bahwa perempuan juga bisa sukses sebagai pilot. Ia adalah seorang pilot wanita Indonesia yang saat ini bekerja di Garuda Indonesia. Meski tidak lulus dari sekolah penerbangan, Mellisa berhasil memenuhi kualifikasi menjadi pilot profesional. Dalam artikel ini, Mellisa akan berbagi kisah tentang bagaimana ia mempertahankan motivasi dalam menghadapi kesulitan dan mencapai impiannya menjadi pilot.

Awalnya, Mellisa sempat ragu dan merasa tidak cocok dengan profesi sebagai pilot. Ia bahkan sempat merasakan kehilangan semangat dan motivasi untuk melanjutkan langkahnya. Namun, berkat dukungan dari teman-teman dan keluarga, ia berhasil bangkit dan meyakinkan dirinya untuk tidak menyerah. Mellisa juga terinspirasi oleh cita-citanya yang ingin membuktikan bahwa perempuan bisa setara dengan laki-laki sebagai pilot.

Namun, tidak hanya dukungan dari keluarga dan teman-teman yang membantu Mellisa dalam mempertahankan motivasinya. Dosen pembimbing Mellisa sewaktu kuliah Filsafat, Rocky Gerung, juga memberikan banyak motivasi dan dukungan pada Mellisa. Meskipun bidang studinya jauh berbeda, Rocky Gerung membantu Mellisa untuk terus berjuang dan menghadapi tantangan dalam hidupnya.

Mellisa mempertimbangkan banyak hal sebelum memilih profesi sebagai pilot. Awalnya, ia bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Namun, ketertarikannya terhadap dunia penerbangan dan dukungan dari keluarga yang banyak terlibat dalam industri penerbangan membuat Mellisa memutuskan untuk mengejar karier sebagai pilot.

Meski tidak lulus dari sekolah penerbangan, Mellisa berhasil menempuh pendidikan selama 10 bulan dan memenuhi kualifikasi untuk menjadi pilot profesional. Ia memulai kariernya sebagai pilot di Garuda Indonesia pada tahun 2016 dan terus mencetak prestasi dengan jam terbang yang tinggi.

Tak menyerah berjuang menjadi seorang pilot wanita di Indonesia

Mellisa tidak menampik bahwa menjadi seorang pilot wanita di Indonesia masih memiliki tantangan tersendiri. Namun, ia tidak membiarkan hal tersebut menghalangi langkahnya. Ia bahkan merasa beruntung karena dapat menggeluti profesi yang sesuai dengan hobinya yang suka jalan-jalan.

Bagi Mellisa, mempertahankan motivasi dalam menghadapi kesulitan adalah kunci untuk mencapai impian. Ia tidak ingin menyerah hanya karena mengalami kegagalan atau kesulitan.

Kisah Mellisa adalah bukti bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan dukungan yang tepat, siapa pun dapat mencapai mimpinya. Meskipun saat-saat sulit datang, kisah Mellisa menunjukkan kepada kita bahwa penting untuk terus berusaha dan tidak pernah menyerah pada hasrat kita.

Sebagai kesimpulan, perjalanan Mellisa Anggiarti untuk menjadi seorang pilot tanpa lulus dari sekolah penerbangan adalah sebuah kisah inspiratif. Tekadnya, dukungan dari orang-orang terdekat, dan bimbingan dari mantan dosen filsafatnya adalah apa yang membantunya mengatasi demotivasi dan mencapai impian. Kisahnya adalah bukti bahwa siapa pun dapat mencapai impian mereka dengan kerja keras dan ketekunan.

Bangkit dari Demotivasi

Salah satu faktor penyebab demotivasi Mellisa adalah jadwal pelatihan yang padat, serta perlakuan seksis yang pernah dialaminya. Dalam sebuah wawancara dengan PARAPUAN, Mellisa mengungkapkan perasaannya saat itu, “Ngerasanya pas masih sekolah, sih. Karena aku 10 bulan sekolah tuh dikebut banget. Dan hari-hari itu padat banget.” Ia menjelaskan bahwa setiap hari diisi dengan terbang di pagi hari, berlatih di simulator siang hari, dan belajar di kelas pada malam hari.

Tak hanya itu, Mellisa juga mengungkapkan tentang komentar yang pernah ia terima, “Terus suatu hari, aku diomongin kayak ‘Kamu dandan melulu’. Itu bikin hatiku kayak sakit banget, kenapa diungkit soal penampilanku?” Mellisa merasa sedih dan kecewa dengan perlakuan tersebut. Baginya, itu bukanlah kesalahan yang berkaitan dengan dirinya sebagai perempuan. Hal ini membuat Mellisa meragukan kemampuannya dan mempertanyakan apakah dia benar-benar cocok dengan profesi ini. Rasa demotivasi mulai menghampirinya.

Namun, Mellisa beruntung karena ia tidak tenggelam dalam keputusasaan dan mampu mengatasi rasa demotivasinya. Ia menemukan dukungan dari teman-teman seperjuangannya dan memperkuat keyakinannya untuk tidak menyerah hanya karena masalah tersebut. Mellisa juga mempertimbangkan semua pengorbanan yang telah dilakukan, baik olehnya maupun keluarganya, untuk mengikuti sekolah penerbangan. Ia bertanya pada dirinya sendiri, “Udah keluar duit banyak masa nggak menghasilkan apa-apa? Nanti keluarga gimana? Teman-teman aku gimana?”

Dukungan dan keyakinan inilah yang menjadi pendorong Mellisa untuk bangkit dari masa-masa terendahnya. Ia melihat bahwa keberhasilannya dalam mengatasi tantangan ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan teman-teman yang telah mendukungnya sepanjang perjalanan ini. Mellisa mengambil inspirasi dari ketekunan dan ketabahan yang ia tunjukkan selama proses pelatihan yang keras, dan itu memberinya semangat untuk terus maju.

Kisah Mellisa Anggiarti adalah cerminan dari perjuangan seorang perempuan yang menghadapi rintangan dalam mewujudkan mimpinya. Ia menunjukkan bahwa dengan tekad dan keyakinan yang kuat, kita dapat melampaui batasan-batasan yang kita hadapi dan bangkit dari masa-masa terendah. Mellisa Anggiarti adalah contoh inspiratif bagi banyak perempuan yang ingin mengejar impian mereka, terutama di bidang yang masih didominasi oleh laki-laki.

Melalui pengalaman Mellisa, kita belajar bahwa demotivasi adalah bagian normal dari perjalanan menuju kesuksesan. Tantangan dan hambatan akan selalu ada, terlebih lagi ketika kita berusaha mencapai sesuatu yang di luar norma atau menghadapi stereotip gender. Namun, yang penting adalah bagaimana kita meresponsnya. (epd)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Penahbisan Pdm di GIA Jemursari Surabaya Tekankan Kepemimpinan yang Melayani

Gereja Isa Almasih (GIA) Jemursari Surabaya menggelar acara Penahbisan Pendeta Muda (Pdm) atas diri Sdr. Elsa Krisman Klinton Halawa dan Sdri. Arnetty Maduwu, pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di gedung gereja GIA Jemursari Surabaya. Ibadah penahbisan berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GIA Daerah V, para hamba Tuhan, jemaat, serta tamu undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut Pdt. Kukuh Priyono, Pdt. Jacob Setyabudi, Pdt. Yosia Nugroho Adi, dan Pdt. Yoanda Nancy selaku jajaran Pimpinan Sinode GIA Daerah V, bersama gembala serta jemaat GIA Jemursari Surabaya yang memberikan dukungan dan doa bagi kedua Pdm yang ditahbiskan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Kukuh Priyono dengan mengangkat tema “Kebutuhan Gereja Saat Ini Adalah Kepemimpinan yang Benar di Hadapan Tuhan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Kukuh menegaskan bahwa di tengah dunia yang menawarkan beragam model kepemimpinan, Tuhan Yesus memberikan teladan kepemimpinan yang sejati, yaitu kepemimpinan yang melayani. Ia mengutip Matius 9:36, yang menggambarkan belas kasihan Yesus kepada orang banyak, sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan Kristen. Lebih lanjut disampaikan bahwa gereja masa kini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki perasaan simpati dan empati, tetapi juga hati yang bertindak nyata. Hamba Tuhan dan jemaat diajak untuk dengan sungguh-sungguh melihat kebutuhan pelayanan yang ada, menjawabnya dengan sepenuh hati, serta memperlengkapi diri dengan kompetensi yang diperlukan untuk dipersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan. Penahbisan Pdm ini menjadi momen penting bagi perjalanan pelayanan Sdr. Elsa Krisman Klinton Halawa dan Sdri. Arnetty Maduwu, sekaligus peneguhan panggilan mereka untuk melayani Tuhan dan jemaat dengan kerendahan hati dan tanggung jawab. Hal menarik dalam rangkaian ibadah penahbisan ini adalah seluruh lagu-lagu pujian yang dibawakan diambil dari Nafiri Sion, yang menambah nuansa kekhidmatan serta membawa jemaat pada suasana penyembahan yang mendalam. Melalui penahbisan ini, GIA Jemursari Surabaya berharap lahirnya pemimpin-pemimpin rohani yang setia, berintegritas, dan siap melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, guna membangun gereja dan menjawab tantangan pelayanan di masa kini dan yang akan datang. Penahbisan Pdm GIA Jemursari (9) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (8) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (7) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (3) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (10)

Dies Natalis ke-59 STT Abdiel dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel Periode 2026–2030 Berlangsung Khidmat

Sekolah Tinggi Teologi (STT) Abdiel memperingati Dies Natalis ke-59 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026–2030. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Aula STT Abdiel, dan berlangsung dengan meriah serta penuh kekhidmatan. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Bupati Kabupaten Semarang, perwakilan Bimas Kristen Provinsi Jawa Tengah, Bimas Kristen Kabupaten Semarang, jajaran pimpinan MPH Sinode GIA, Pembina dan Pengurus Yayasan STT Abdiel, serta mitra-mitra dan undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Semarang menyampaikan apresiasi atas kontribusi STT Abdiel selama hampir enam dekade dalam mencetak pemimpin rohani dan pelayan masyarakat yang berintegritas. Kehadiran langsung Bupati dalam acara ini menjadi salah satu hal unik dan istimewa, sekaligus menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan teologi dan pembinaan nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Momentum Dies Natalis ke-59 ini mengusung tujuan utama untuk mengukuhkan fondasi iman, ilmu, dan keteladanan di tengah krisis nilai dan kemanusiaan yang semakin kompleks. STT Abdiel diharapkan terus menjadi pusat pendidikan teologi yang relevan, kontekstual, dan berdampak bagi gereja maupun bangsa. Puncak acara ditandai dengan pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026–2030, yang berlangsung secara khidmat dan penuh makna. Pelantikan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus komitmen baru dalam melanjutkan visi dan misi STT Abdiel ke depan. Inilah Daftar Pimpinan STT Abdiel yg baru dilantik : Ketua : Pdt. Dr. Christine Sri Rahayu, M.Pd. Waket I : Pdt. Sianny Astuti, M.Pd. Waket II : Pdt. Dr. Slamet Santoso, M.Th. Waket III : Pdt. Nefry Christoffel Benyamin, M.Th. Dir. Pasca Sarjana : Pdm. Dr. Mianto Nugroho Agung, M.Th. Suasana acara semakin bermakna dengan persembahan pujian dari Paduan Suara STT Abdiel, yang menghadirkan nuansa rohani mendalam dan menambah kekhidmatan seluruh rangkaian kegiatan. Melalui peringatan Dies Natalis ke-59 dan pelantikan pimpinan baru ini, STT Abdiel menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun generasi yang beriman teguh, berilmu, dan menjadi teladan di tengah tantangan zaman. Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (4) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (5) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (6) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (7) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (8)

Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung

Gereja Isa Almasih (GIA) Maleer Bandung telah menyelenggarakan Ibadah Penahbisan Pendeta sebagai ungkapan syukur atas panggilan dan penetapan hamba-hamba Tuhan dalam pelayanan gerejawi. Dalam ibadah tersebut, telah ditahbiskan Pdt. Agung Setyo S., S.Th. dan Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th. sebagai pendeta dalam lingkup pelayanan Sinode Gereja Isa Almasih. Ibadah penahbisan ini dihadiri oleh perwakilan Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode Gereja Isa Almasih, yaitu Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th., Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th., dan Pdt. Benaya Dwi Cahyono, M.Th. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, M.Th. yang mengangkat tema “Mengenal dan Merespon Panggilan Allah” (Kisah Para Rasul 26:14-18). Ia menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk melayani. Melayani adalah anugerah dari Tuhan, panggilan untuk melayani harus direspon dengan perubahan hidup yang nyata, kesediaan membayar harga serta ketaatan dan kesetiaan sampai akhir. Dalam kesempatan ini juga kotbah perdana disampaikan oleh Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th., yang menekankan bahwa Tuhan tidak hanya menciptakan kita tapi Tuhan juga memiliki panggilan atas hidup kita (Yeremia 1:4-5). Tuhan mengenal kita terlebih dahulu, Tuhan memanggil kita dalam keterbatasan. Tuhan tidak pernah salah memilih, saat kita mau maka Ia akan terus memampukan. Tuhan yang memanggil, Ia akan terus menyertai. Pernyataannya yang menguatkan adalah “Jika Tuhan yang utus, maka Ia juga yang akan urus.” Kiranya melalui penahbisan ini, Pdt. Agung Setyo, S.Th. dan Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th. semakin diteguhkan oleh Tuhan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pelayanan, serta dapat menjadi berkat bagi jemaat, gereja, dan masyarakat luas. Kiranya Tuhan meneguhkan dan memimpin langkah pelayanan mereka agar setia hingga akhir dalam melaksanakan panggilan-Nya. Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (9) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (8) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (7) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (6) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (3)

Natal Bersama GIA Daerah VI Penuh Sukacita dan Kebersamaan

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih yang digelar pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Acara ini dihadiri oleh anggota-anggota Gereja Isa Almasih dari seluruh wilayah Daerah VI, serta dilayani oleh para pelayan Tuhan dari gereja-gereja yang tergabung dalam wilayah tersebut. Mengusung tema “UNITY – All In God’s Life”, perayaan Natal tahun ini menekankan pentingnya persatuan umat dalam kehidupan yang berpusat pada Allah. Tema tersebut disampaikan secara mendalam melalui khotbah yang dibawakan oleh Pdt. Elia Setiawan, yang mengingatkan jemaat akan panggilan untuk kembali bersatu dengan Bapa di Surga. Dalam pesannya, ditegaskan bahwa hanya melalui Kristus, manusia diperdamaikan dengan Bapa, sehingga persatuan sejati berakar pada iman kepada Yesus Kristus. Selain ibadah dan penyampaian firman, hal yang menjadi sorotan utama dalam perayaan ini adalah terbentuknya kebersamaan yang kuat antar pelayan Tuhan dari berbagai gereja di Daerah VI. Kolaborasi lintas gereja terlihat nyata, baik dalam pelayanan ibadah maupun dalam rangkaian kegiatan yang disusun bersama, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi inti tema perayaan. Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan rohani yang luar biasa, mulai dari pujian dan penyembahan hingga persembahan kreatif lainnya, yang seluruhnya dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan. Penampilan-penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin dan menambah kekhidmatan suasana Natal. Perayaan Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat ini diharapkan tidak hanya menjadi momen seremonial tahunan, tetapi juga memperkuat komitmen umat dan para pelayan Tuhan untuk terus hidup dalam kesatuan, kasih, dan pelayanan, membawa damai Natal ke tengah kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (1) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (4) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (5) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (6) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (7)

Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII GIA Berlangsung Meriah di Pegangsaan

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII Gereja Isa Almasih (GIA) yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Desember 2025, bertempat di GIA Pegangsaan. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Pria dan Wanita Daerah VII Gereja Isa Almasih yang datang dengan antusias untuk merayakan makna Natal bersama. Perayaan Natal tahun ini berlangsung dengan khidmat sekaligus meriah. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Gunawan Hartono dengan tema “Keajaiban Natal”, yang menekankan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang nyata dan membawa pengharapan bagi umat percaya. Dalam khotbahnya, Pdt. Gunawan mengajak seluruh jemaat untuk mengalami keajaiban Natal tidak hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai pengalaman iman yang mengubahkan kehidupan sehari-hari. Selain ibadah dan penyampaian Firman Tuhan, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari kaum wanita Daerah VII. Persembahan pujian, tarian, dan kreativitas lainnya seperti permainan angklung berhasil menciptakan suasana penuh kegembiraan dan mempererat kebersamaan antarjemaat. Jemaat yang hadir tampak larut dalam pujian dan perayaan, mencerminkan semangat Natal yang penuh kasih dan sukacita. Panitia Natal Gabungan menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh anggota Pria dan Wanita Daerah VII yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan baik. Diharapkan, melalui perayaan Natal bersama ini, persatuan dan pelayanan di lingkungan Gereja Isa Almasih Daerah VII semakin kuat, serta semangat Natal dapat terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perayaan Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII GIA ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan dan meneguhkan iman jemaat dalam menyambut Natal dengan penuh sukacita dan pengharapan. natal gabungan pria wanita D VII (2) natal gabungan pria wanita D VII (5) natal gabungan pria wanita D VII (7) natal gabungan pria wanita D VII (8) natal gabungan pria wanita D VII (9)

Penahbisan Pendeta Muda GIA Galunggung Teguhkan Panggilan Pelayanan

Gereja Isa Almasih Galunggung, Kota Bandung, menggelar acara Penahbisan Pendeta Muda pada 30 November 2025. Ibadah penahbisan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di gedung Gereja GIA Galunggung dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta anggota Majelis Daerah VI Sinode GIA, bersama seluruh Jemaat GIA Galunggung. Acara penahbisan menjadi momentum penting bagi gereja dalam meneguhkan panggilan pelayanan hamba Tuhan di tengah tantangan zaman. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Elia Setiawan, dengan mengangkat tema “Faithful to the Call” yang bersumber dari 1 Tesalonika 5:24. Dalam khotbahnya, Pdt. Elia menegaskan bahwa menjadi seorang hamba Tuhan adalah panggilan khusus dari Tuhan, yang menuntut kesetiaan, ketaatan, dan kepercayaan penuh kepada Dia yang memanggil.“Dia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan melakukannya,” demikian pesan firman yang ditekankan, sebagai penguatan bagi para pelayan Tuhan agar tetap teguh dalam menjalankan tugas pelayanan. Salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian acara ini adalah khotbah perdana yang disampaikan oleh pendeta muda yang baru ditahbiskan, Pdm. Yusuf Sudarmanto, S.Th Dalam khotbah perdananya, Pdm. Yusuf mengajak seluruh jemaat untuk hidup setia dalam panggilan Tuhan, baik dalam pelayanan gerejawi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kerendahan hati dan semangat pelayanan, mencerminkan komitmen seorang hamba Tuhan yang siap melayani dengan setia di ladang Tuhan. Begitupun juga dengan Pdm. Gilbert Sianturi, S.Sn yang juga ditahbiskan untuk melayani di GIA Galunggung dan menjadi semangat yang baru bagi rekan sepelayanan disana dalam pelayanan bidang musik. Melalui penahbisan ini, GIA Galunggung berharap lahirnya generasi pelayan Tuhan yang tetap berpegang teguh pada panggilan ilahi, setia dalam iman, dan berdampak bagi gereja serta masyarakat luas. Acara ditutup dengan doa dan ucapan syukur, menandai awal perjalanan pelayanan Pdm. Yusuf Sudarmanto sebagai pendeta muda di lingkungan Sinode GIA.   GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (7) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (8) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (9) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (1) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (2)

Penahbisan Pendeta dan Gembala GIA Karangkates Berlangsung Khidmat

Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Karangkates menggelar acara Penahbisan Pendeta dan Gembala pada Minggu (14/12/2025) pukul 15.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di gedung GIA Karangkates ini dihadiri oleh jajaran pimpinan MPH Sinode GIA, para pendeta Daerah V, pendeta-pendeta sekitar, serta seluruh jemaat GIA Karangkates. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita sebagai penanda penting dalam perjalanan pelayanan GIA Karangkates. Prosesi pembukaan diawali dengan tarian tradisional “Cucuk Lampah”, sebuah tarian yang sarat makna filosofis tentang perjalanan kehidupan yang berserah dan dipimpin oleh Tuhan. Tarian ini menjadi simbol penyerahan pelayanan gereja dan gembala yang ditahbiskan ke dalam pimpinan Allah. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa penyertaan Allah tidak hanya bersifat janji, tetapi nyata bagi umat-Nya. “Allah menyertai kita, menyertai pelayanan kita, dan menyertai gereja-Nya. Penyertaan Tuhan adalah kekuatan utama dalam menjalankan panggilan pelayanan,” ujarnya di hadapan jemaat. Momentum bersejarah ini juga ditandai dengan khotbah perdana dari gembala jemaat yang baru ditahbiskan, Pdt. Yosia Nugroho Adi, S.Th., S.Pd. Mengambil dasar firman dari Matius 1:23b, ia menekankan bahwa Allah yang disembah umat Kristen adalah Allah yang hadir secara nyata. “Tuhan bukan sekadar konsep, melainkan Allah yang hidup dan menyertai kita dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, serta pelayanan di GIA Karangkates,” ungkapnya. Penahbisan ini menjadi tonggak baru bagi GIA Jemaat Karangkates untuk semakin dewasa dalam iman, kokoh dalam pelayanan, dan berdampak bagi lingkungan sekitar. Dengan dukungan sinode, para hamba Tuhan, dan jemaat, diharapkan pelayanan gereja ke depan semakin bertumbuh dan memuliakan nama Tuhan. Pendewasaan Gereja dan Penahbisan Gembala GIA Karangkates (3) Pendewasaan Gereja dan Penahbisan Gembala GIA Karangkates (4)

Ibadah Syukur HUT GIA GOMBONG “Berbuah Banyak Di Dalam Dia” Menjadi Panggilan Bersama Jemaat

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-21 Gereja Isa Almasih (GIA) Gombong yang digelar pada Minggu, 30 November 2025. Perayaan berlangsung di gedung GIA Gombong dengan dihadiri seluruh jemaat serta para tamu undangan yang datang dari berbagai wilayah. Ibadah syukur dibuka dengan pujian dan penyembahan oleh tim musik gereja, membawa seluruh jemaat memasuki momen ibadah yang penuh ucapan syukur atas penyertaan Tuhan selama 21 tahun pelayanan GIA Gombong. Puncak ibadah ditandai dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Gembala Jemaat GIA Gombong, Pdt. Yotam Andreas Suwarno, S.Th, yang membawakan khotbah bertema “Berbuah Banyak di Dalam Dia” yang terambil dari Yohanes 15:5. Dalam renungannya, Pdt. Yotam menegaskan pentingnya setiap jemaat tinggal dalam Kristus agar hidup dapat menghasilkan buah yang baik, baik dalam pelayanan maupun keseharian. Ia mengajak jemaat untuk terus bertumbuh, berakar kuat dalam firman, serta menjadi berkat bagi sesama. Selain ibadah syukur, momen paling berkesan dalam perayaan HUT ke-21 ini adalah pelaksanaan baptisan air bagi lima jemaat baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar GIA Gombong. Prosesi baptisan yang dilakukan setelah ibadah firman menjadi simbol komitmen iman dan langkah awal untuk bertumbuh bersama dalam Kristus. Jemaat menyambut para peserta baptisan dengan sukacita dan doa, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari tubuh Kristus di GIA Gombong. Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai perjalanan dua dekade lebih GIA Gombong dalam melayani dan membawa damai sejahtera bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat tema tahun ini, seluruh jemaat diharapkan terus melangkah bersama, berbuah banyak, dan menjadi terang bagi lingkungan di mana mereka ditempatkan.GIA Gombong 21 Tahun Melayani, Makin Berbuah di Dalam Dia. Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (10) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (9) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (7) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (8) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (6)

Ibadah Natal & Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV Berlangsung Khidmat di GIA Jlarem

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih (GIA) Daerah IV yang digelar di GIA Jlarem pada Senin, 1 Desember 2025. Acara tahunan yang dinanti ini dihadiri oleh para Pendeta dan Pendeta Muda GIA Daerah IV, serta para pelayan Tuhan dari berbagai cabang daerah. Ibadah dimulai dengan pujian penyembahan yang membawa jemaat pada keheningan syukur akan penyertaan Tuhan sepanjang tahun. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Yusuf Lempang dari GIA Colombo, Yogyakarta, yang mengangkat pesan Natal tentang Allah yang hadir untuk memulihkan dan mengangkat kehidupan keluarga. Dalam khotbahnya, Pdt. Yusuf menegaskan pentingnya hubungan yang kuat antara suami dan istri, serta panggilan untuk saling menguatkan dalam segala musim kehidupan. “Allah tidak hanya hadir menyelamatkan, tetapi juga memulihkan. Keluarga-keluarga diangkat kembali, dan suami istri dipanggil untuk saling menopang dalam kasih Kristus,” demikian disampaikan Pdt. Yusuf dalam pesannya yang disambut hangat oleh seluruh peserta. Tahun ini, suasana perayaan terasa lebih semarak. Panitia melaporkan bahwa jumlah peserta meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme dan kerinduan yang besar dari para hamba Tuhan untuk kembali berkumpul, bersekutu, serta saling menguatkan dalam pelayanan. Acara ditutup dengan sesi fellowship yang berlangsung penuh kehangatan. Para peserta saling berbagi pengalaman pelayanan, mempererat hubungan antarhamba Tuhan, dan menguatkan komitmen untuk melayani jemaat di wilayah masing-masing. Dengan berakhirnya kegiatan ini, para hamba Tuhan GIA Daerah IV pulang dengan hati yang dikuatkan serta sukacita Natal yang kembali dinyalakan, menjadi bekal untuk memasuki pelayanan di tahun yang akan datang. Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (1) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (3) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (4) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (5) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (9)

Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo

Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat serta Majelis Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Kuwasenrejo berlangsung khidmat pada Minggu, 23 November 2025, pukul 17.00 WIB di gedung GIA Jemaat Kuwasenrejo, Gunungpati, Semarang. Umat memenuhi ruang ibadah untuk menyaksikan momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja tersebut. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GIA, para pendeta-pendeta Daerah 1 Sinode GIA, majelis jemaat, tamu undangan, serta seluruh umat GIA Kuwasenrejo. Kehadiran para pemimpin gerejawi dari berbagai daerah membuat suasana ibadah penuh sukacita sekaligus keharuan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, yang mengangkat tema “Membawa Umat untuk Makin Mengenal Tuhan” berdasarkan 1 Korintus 3:10–14. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa pelayanan gereja harus berlandaskan ketekunan, integritas, dan fokus pada Kristus sebagai dasar utama. Ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerja Tuhan dipanggil untuk membangun pelayanan dengan kualitas rohani yang kuat dan tahan uji. Momen paling istimewa dalam ibadah ini adalah penahbisan Pdt. Didik Asmarahadi, S.Th sebagai Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo. Prosesi penahbisan dilaksanakan melalui penumpangan tangan para pemimpin sinode dan pendeta daerah, menandai pengesahan resmi Pdt. Didik untuk melayani jemaat sebagai gembala yang sah. Dalam sambutannya, perwakilan sinode menyampaikan bahwa penahbisan ini bukan sekadar pengukuhan jabatan, tetapi juga peneguhan panggilan Allah bagi Pdt. Didik untuk menjadi kepanjangan tangan Tuhan dalam pertumbuhan dan pembinaan rohani jemaat GIA Kuwasenrejo. Jemaat pun menyambut penuh harapan agar pelayanan Pdt. Didik membawa pembaharuan dan kedewasaan iman yang semakin kuat. Ibadah ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat. Suasana kehangatan dan syukur terpancar dari wajah para umat yang hadir, menandai sebuah awal baru bagi perjalanan pelayanan GIA Kuwasenrejo di bawah kepemimpinan gembala baru mereka. Acara ini menjadi tonggak penting bagi gereja setempat dan diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan pelayanan GIA di wilayah Gunungpati dan sekitarnya. Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (10) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (4) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (6) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (7) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (8)

Semangat Pelayanan Tak Surut: Ibadah Misi D VIII di GIA Kedungun

Ibadah Misi Majelis Daerah (MD) VIII Sinode Gereja Isa Almasih (GIA) berlangsung dengan hikmat pada Jumat, 14 November 2025 pukul 15.00 di GIA Kedungun. Meski diguyur hujan lebat sejak awal ibadah, antusiasme jemaat dan para pendeta yang hadir tidak surut sedikit pun. Suasana gereja justru terasa semakin hangat oleh semangat pelayanan dan kebersamaan. Ibadah khusus ini dihadiri oleh para Pendeta Daerah VIII Sinode GIA, yang datang dari berbagai wilayah pelayanan. Kehadiran mereka menjadi tanda kuatnya komitmen bersama dalam memperkuat misi gereja serta memperbaharui semangat pelayanan di daerah masing-masing. Pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Deny Kristianto, yang mengangkat nats dari Lukas 10:21. Dalam khotbahnya, beliau menekankan ajakan untuk menjadi seperti anak kecil/Nepios yang memiliki hati sederhana, tulus, dan selalu siap belajar dalam melayani Tuhan. Pemikiran yang sederhana, kata beliau, bukan berarti dangkal, tetapi mampu melihat kehendak Tuhan tanpa dipenuhi ambisi dan kerumitan pikiran manusia. “Tuhan Yesus bersukacita ketika murid-murid mampu menerima kebenaran dengan hati anak kecil,” ujar Pdt. Deny. “Pelayan Tuhan diingatkan untuk tetap rendah hati, berserah, dan bersandar pada hikmat Tuhan, bukan pada kehebatan diri sendiri.” Di tengah derasnya hujan yang mengguyur, para peserta ibadah tetap mengikuti rangkaian acara dengan penuh sukacita. Hujan yang menghantam genting gereja sesekali terdengar keras, namun tidak mengurangi kekhidmatan pujian, doa, serta perenungan Firman Tuhan. Bahkan, suasana tersebut semakin menegaskan kuatnya komitmen jemaat dalam menjalankan misi pelayanan. Ibadah Misi MD VIII ini ditutup dengan doa bersama dan penguatan bagi seluruh pelayan Tuhan agar tetap setia melayani di ladang yang telah Tuhan percayakan. Semangat kebersamaan dan kesederhanaan hati yang ditekankan dalam firman menjadi bekal baru bagi para pendeta dan jemaat dalam melanjutkan pelayanan di daerah masing-masing. Dengan berakhirnya ibadah ini, diharapkan semangat pelayanan yang tulus dan penuh sukacita terus mengalir dalam setiap langkah misi MD VIII, membawa terang Kristus kepada lebih banyak jiwa. Ibadah Misi VIII di GIA Kedungun (3) Ibadah Misi VIII di GIA Kedungun (6)

Momentum Bersejarah: Penahbisan Pelayan Tuhan di GIA Subah Batang

Perayaan penuh sukacita dan khidmat berlangsung di GIA Subah, Kabupaten Batang, dalam Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Subah. Acara yang ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, karena dua pelayan Tuhan resmi diteguhkan untuk memasuki tahapan pelayanan yang baru. Ibadah penahbisan dihadiri oleh jajaran Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GIA, para pendeta dari Daerah 1, serta seluruh jemaat GIA Subah yang memenuhi ruang ibadah. Tak hanya itu, suasana kebersamaan lintas gereja juga terlihat dengan hadirnya para pendeta dari GKJ Batang serta beberapa pendeta dari gereja-gereja lain di wilayah Kabupaten Batang. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Sukamal B. Fadelan, yang menekankan pentingnya sikap giat, sungguh-sungguh, dan melampaui kebiasaan dalam melayani Tuhan. “Dalam melayani Tuhan, kita tidak boleh hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Kita dipanggil untuk memberikan yang terbaik lebih dari yang biasanya,” tegas Pdt. Sukamal, yang disambut anggukan dan penghayatan mendalam dari para jemaat. Pesan ini menjadi penguatan bagi seluruh pelayan Tuhan, khususnya bagi mereka yang hari itu diteguhkan dalam tugas pelayanan yang baru. Puncak acara ditandai dengan penahbisan dan pengukuhan dua pelayan Tuhan yaitu, Pdt. Ester Ika Wahyuningsih, S.Th., S.Pd. sebagai Pendeta GIA, Pdm. Yulius Sulistianto, S.Th. sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan berjalan khidmat dengan penumpangan tangan oleh jajaran pendeta dan pimpinan sinode, diiringi doa bersama seluruh jemaat. Yang menarik perhatian dalam acara ini adalah hadirnya para pendeta dari GKJ Batang serta pendeta-pendeta lain di Kabupaten Batang. Kehadiran mereka menunjukkan hubungan yang harmonis dan semangat kebersamaan antar-gereja di wilayah tersebut. Banyak jemaat menyambut baik hal ini, melihatnya sebagai bukti bahwa pelayanan Tuhan dapat menyatukan berbagai denominasi untuk saling mendukung dalam karya Kerajaan Allah. Ibadah penahbisan ditutup dengan doa syukur dan pemberian selamat kepada kedua pelayan Tuhan yang baru ditahbiskan. Suasana penuh sukacita terasa ketika jemaat, keluarga, dan para pendeta memberikan ucapan selamat dan doa bagi langkah pelayanan ke depan. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai wujud kebersamaan dan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang proses pelayanan di GIA Subah. Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda GIA SUBAH (3) Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda GIA SUBAH (7)

Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar Berlangsung Khidmat, Bertepatan dengan HUT IX Gereja

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai ibadah istimewa Penahbisan Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih (GIA) Denpasar, yang digelar pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, di gedung GIA Denpasar, Bali. Momen bersejarah bagi jemaat ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun GIA Denpasar yang ke-9. Acara penahbisan dihadiri oleh jajaran Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode GIA, para pendeta dari Majelis Daerah (MD), serta seluruh jemaat GIA Denpasar yang memenuhi ruang ibadah. Kehadiran para hamba Tuhan dan jemaat menambah semarak serta kekhidmatan perayaan iman tersebut. Dalam ibadah penahbisan, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono yang mengangkat tema: “Setia dalam Menjalankan Tugas Penggembalaan”, terinspirasi dari 1 Petrus 5:1–4. Dalam khotbahnya, Pdt. Budi menekankan pentingnya keteladanan seorang gembala jemaat dalam menggembalakan umat Tuhan dengan rendah hati, kasih, dan kesetiaan, sebagaimana Rasul Petrus menasihatkan kepada para penatua gereja. “Seorang gembala bukan hanya memimpin, tetapi juga melayani dengan hati yang tulus, sebagaimana Kristus adalah Gembala Agung bagi umat-Nya,” ujar Pdt. Budi dalam pesan rohaninya. Prosesi penahbisan  Pdt. Djoko Pitojo dilakukan dengan doa dan penumpangan tangan oleh para pendeta yang hadir, menandai dimulainya pelayanan resmi gembala jemaat yang baru di GIA Denpasar. Ibadah berlangsung dengan penuh rasa syukur dan diiringi pujian dari tim paduan suara jemaat. Tidak hanya penahbisan, ibadah kali ini juga menjadi momen refleksi dan ucapan syukur atas sembilan tahun berdirinya GIA Denpasar. Dalam sambutannya, perwakilan jemaat menyampaikan terima kasih kepada seluruh hamba Tuhan dan jemaat yang telah bersama-sama membangun pelayanan gereja hingga saat ini. Acara kemudian ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah seluruh jemaat, menandai kebersamaan dan semangat baru dalam pelayanan penggembalaan di tengah-tengah komunitas GIA Denpasar.Dengan berlangsungnya penahbisan ini, diharapkan GIA Denpasar semakin bertumbuh dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan untuk menjadi terang bagi masyarakat di Pulau Dewata. Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (1) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (9) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (8) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (7) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (6)

Ibadah Emiritasi, Penahbisan Gembala Jemaat, Dan Hut XI GIA Jemaat Supriyadi Berlangsung Khidmat Dan Penuh Sukacita

Suasana penuh sukacita dan haru mewarnai pelaksanaan Ibadah Emiritasi, Penahbisan Gembala Jemaat, serta Perayaan HUT ke-XI GIA Jemaat Supriyadi yang digelar di Gedung Gereja GIA Jemaat Supriyadi pada Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 11.00 WIB. Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh jajaran petinggi MPH GIA, para pendeta dari berbagai GIA di sekitar wilayah tersebut, serta seluruh jemaat GIA Jemaat Supriyadi. Momen bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat, menandai transisi kepemimpinan yang berlangsung dengan penuh kasih, kebersamaan, dan semangat melanjutkan pelayanan Kristus. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, yang mengangkat tema: “Bersama Kristus Melanjutkan Estafet dan Menatap Masa Depan.” Pesan yang disampaikan mengingatkan seluruh jemaat akan pentingnya melanjutkan pelayanan dengan kesetiaan, ketulusan, serta pengharapan yang teguh di dalam Kristus. Salah satu momen paling berkesan dalam acara ini adalah penyerahan tongkat kepemimpinan dari Pdt. Em. Timotius Agus Supoyo kepada Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Ag, yang dilakukan secara simbolis dan berlangsung dengan penuh hikmat serta sukacita. Proses serah terima ini menggambarkan semangat kebersamaan dan kesinambungan pelayanan di tubuh gereja, di mana estafet pelayanan diteruskan kepada gembala yang baru dengan penuh rasa syukur dan komitmen untuk melayani lebih baik. Perayaan HUT ke-11 GIA Jemaat Supriyadi turut menjadi refleksi atas karya dan penyertaan Tuhan selama lebih dari satu dekade pelayanan. Jemaat bersama seluruh pelayan Tuhan menyatakan tekad untuk terus bertumbuh dalam iman, melayani dengan kasih, serta menjadi terang bagi lingkungan sekitar. Acara kemudian ditutup dengan doa syukur dan persekutuan kasih yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Dengan tema besar “Bersama Kristus Melanjutkan Estafet dan Menatap Masa Depan,” GIA Jemaat Supriyadi meneguhkan langkahnya untuk terus melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (9) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (8) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (6) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (2) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (4)

IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT

Bayang, 20 Oktober 2025 Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih  (GIA) Jemaat Bayang pada Senin sore . Meski tengah dalam proses renovasi, jemaat GIA Bayang berhasil melaksanakan Ibadah Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala Jemaat dengan tertib dan penuh semangat rohani. Ibadah yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh para hamba Tuhan, jemaat, dan tamu undangan dari berbagai wilayah pelayanan. Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan”. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan pentingnya seorang pemimpin gereja memiliki integritas, keteladanan, serta kesetiaan dalam menjalankan panggilan Tuhan, meskipun dalam situasi dan tantangan pelayanan yang tidak selalu mudah. Suasana ibadah semakin khidmat ketika acara Penahbisan Gembala Jemaat dilangsungkan. Dalam momen penuh sukacita tersebut, Pdt. Edi Susanto, S.Th resmi ditahbiskan sebagai Gembala Jemaat GIA Bayang yang baru. Ucapan selamat dan doa dari para hamba Tuhan serta jemaat mengalir untuk mendukung pelayanan beliau ke depan. Hal yang menarik dari acara ini adalah semangat kebersamaan dan dedikasi jemaat yang begitu terasa. Meskipun gedung gereja masih dalam proses renovasi, jemaat menunjukkan komitmen dan antusiasme yang tinggi untuk tetap menyelenggarakan ibadah dengan penuh hikmat dan tertib. Dengan penataan sederhana, suasana ibadah tetap berjalan lancar dan penuh sukacita. Acara ditutup dengan doa berkat serta foto bersama seluruh jemaat dan tamu undangan, menandai awal baru bagi GIA Jemaat Bayang dalam perjalanan pelayanannya. Melalui momentum Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala ini, diharapkan GIA Bayang semakin bertumbuh menjadi gereja yang dewasa, mandiri, dan terus menjadi terang serta berkat bagi masyarakat sekitar. IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (4) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (2) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (3) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (5)

Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat

Singkut, 20 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Singkut Durian yang berlangsung pada hari Senin di gedung GIA Singkut Durian. Ibadah penahbisan ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, dengan ditahbiskannya Pdt. Onianto, S.Th sebagai Gembala Jemaat dan Pdm. Ferianto, S.Th sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan disertai doa dan penumpangan tangan oleh para hamba Tuhan dari sinode GIA serta dihadiri oleh para tamu undangan, pelayan gereja, dan jemaat dari berbagai wilayah. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Mus Budiarto dengan tema “Sinergi Dalam Pelayanan”. Melalui khotbahnya, Pdt. Mus menekankan pentingnya kerja sama dan kesatuan hati antara para pelayan Tuhan dan jemaat dalam membangun tubuh Kristus. “Pelayanan bukanlah karya pribadi, tetapi kolaborasi dalam kasih dan ketaatan kepada Tuhan. Ketika gereja bersinergi, nama Tuhan dimuliakan,” ujar Pdt. Mus dalam khotbahnya. Rangkaian acara berjalan dengan tertib dan penuh hikmat, diiringi pujian dan penyembahan yang menguatkan iman jemaat. Penahbisan ini tidak hanya menjadi simbol pengutusan dan tanggung jawab baru bagi para hamba Tuhan, tetapi juga menjadi momentum pembaruan semangat pelayanan di tengah jemaat GIA Singkut Durian. Dalam sambutannya, Pdt. Onianto menyampaikan rasa syukur dan kerendahan hati atas kepercayaan yang diberikan. “Segala puji bagi Tuhan Yesus Kristus. Tugas ini bukan kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani dengan kasih dan kesetiaan,” ujarnya. Sementara itu, Pdm. Ferianto berkomitmen untuk terus belajar dan bertumbuh dalam pelayanan. “Saya bersyukur boleh dipercayakan melayani di ladang Tuhan ini. Kiranya setiap langkah kami senantiasa diarahkan oleh Roh Kudus,” tuturnya. Acara diakhiri dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat, yang turut mempererat kebersamaan dalam kasih Kristus. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa GIA Singkut Durian terus berkomitmen untuk melahirkan dan membina pelayan-pelayan Tuhan yang berdedikasi, demi kemajuan pelayanan gereja dan kemuliaan nama Tuhan di tengah masyarakat. Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (9) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (6) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (4) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (5)

TIGA MOMENTUM ROHANI DALAM SATU IBADAH: PENDEWASAAN GIA JEMAAT PUSAT DAMAI, PENAHBISAN GEMBALA, DAN PELANTIKAN MAJELIS

Bodog, 19 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan haru memenuhi gedung GIA Jemaat Pusat Damai, Bodog, pada  hari Minggu pukul 17.00 WIB. Dalam satu ibadah yang istimewa, gereja ini merayakan tiga momentum rohani penting sekaligus : Pendewasaan Jemaat, Penahbisan Gembala Jemaat, dan Pelantikan Majelis. Ibadah agung tersebut dipimpin dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai tamu undangan, para hamba Tuhan dari jemaat-jemaat GIA di wilayah sekitarnya, serta umat Tuhan yang datang untuk bersyukur bersama. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Andreas menekankan pentingnya teladan dan tanggung jawab seorang pemimpin rohani di tengah jemaat.“Seorang pemimpin yang sejati bukan hanya memimpin dengan kata-kata, tetapi dengan keteladanan hidup. Tanggung jawab dalam pelayanan adalah bentuk kasih kepada Kristus dan umat-Nya,” tegas Pdt. Andreas dalam pesan khotbahnya. Momen puncak ibadah ditandai dengan penahbisan Gembala Jemaat baru, yaitu Pdt. Marihot Siregar, S.Th, yang resmi melayani dan menggembalakan GIA Jemaat Pusat Damai. Penahbisan dilakukan dengan penumpangan tangan dan doa berkat dari para hamba Tuhan yang hadir. Tak hanya itu, bersamaan dengan penahbisan tersebut, dilangsungkan pula pelantikan Majelis Jemaat baru, yang siap melayani bersama gembala dalam membangun pertumbuhan iman dan pelayanan gereja. Ibadah pendewasaan ini juga menjadi tonggak sejarah bagi GIA Jemaat Pusat Damai, yang kini resmi menjadi jemaat dewasa di bawah naungan Gereja Isa Almasih (GIA). Suasana penuh sukacita mewarnai seluruh rangkaian acara, ditutup dengan pujian syukur dan doa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang menjadi ajang kebersamaan dan ucapan selamat kepada gembala dan majelis yang baru. Dengan tiga peristiwa rohani besar yang terjadi dalam satu ibadah, GIA Jemaat Pusat Damai Bodog menorehkan sejarah baru perjalanan pelayanannya sebuah tanda kasih dan penyertaan Tuhan yang nyata bagi jemaat-Nya.

GIA Rajawali Rayakan HUT ke-51 dan Penahbisan Pendeta, Soroti Kasih Allah dan Sukacita Pelayanan

Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Rajawali, Jakarta, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 sekaligus Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda yang diselenggarakan pada Minggu pagi, 5 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB.Acara ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat dan pelayanan GIA Rajawali karena tidak hanya merayakan usia pelayanan gereja yang telah melintasi lima dekade lebih, tetapi juga menyambut secara resmi hamba Tuhan baru dalam kepemimpinan rohani jemaat. Ibadah perayaan dan penahbisan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Gembala Jemaat GIA Rajawali, Ketua Umum dan Sekretaris Umum Sinode GIA, perwakilan Majelis Daerah (MD) VII, Majelis Jemaat GIA Rajawali, Panitia HUT ke-51 GIA Rajawali, serta para hamba Tuhan dari lingkungan MD VII. Hadir pula jemaat GIA Rajawali dan tamu undangan yang turut bersukacita atas karya Tuhan yang dinyatakan melalui gereja ini. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan umum disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, yang mengangkat ayat dari Yohanes 3:16, dengan penekanan bahwa Kasih Allah adalah motif utama yang mendorong Allah melaksanakan misi-Nya bagi dunia. Pdt. Budi menegaskan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk menerima kasih itu, tetapi juga menjadi saksi hidup dari kasih dan misi Allah kepada dunia. “Gereja bukan hanya tempat untuk menerima kasih karunia, tapi harus menjadi agen kasih itu sendiri di tengah dunia yang terluka,” ujar Pdt. Budi dalam khotbahnya yang menggugah. Puncak acara ditandai dengan penahbisan Pdt. Michael Christian Yuwono sebagai pendeta baru serta Pdm. Ivan Christian Saputra dan Pdm. Samson Harry Capah di lingkungan GIA. Dalam khotbah perdana Pdt. Michael Christian Yuwono , ia mengangkat Mazmur 126:3 yang berbunyi “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.” Dalam penyampaiannya, Pdt. Michael menyoroti bahwa perkara besar yang dimaksud adalah karya keselamatan, pemeliharaan Tuhan, serta sukacita yang lahir dari pengalaman kasih itu. “Sukacita pelayanan bukan berasal dari kenyamanan, tapi dari kesadaran akan betapa besar kasih Tuhan bagi kita. Kita melayani karena kita telah lebih dahulu dikasihi,” ungkapnya dalam nada penuh haru dan semangat. Salah satu momen menyentuh dalam ibadah ini adalah kesaksian dari seorang pelayan Sekolah Minggu yang telah mengajar sejak tahun 1990. Ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat menyaksikan anak-anak yang dahulu diajar kini tumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan aktif dalam pelayanan.“Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat benih Firman yang kita tanam bertumbuh dan berbuah. Saya bangga menjadi bagian dari sejarah iman mereka,” ujarnya penuh haru. Perayaan ini menjadi refleksi bagi seluruh jemaat akan kasih setia Tuhan yang menopang perjalanan GIA Rajawali selama 51 tahun. Dari generasi ke generasi, Tuhan terus memakai gereja ini sebagai alat dalam mewartakan Injil, memperlengkapi hamba-hamba-Nya, serta membangun komunitas yang menjadi terang di tengah kota Jakarta. Dengan tema yang terinspirasi dari Yohanes 3:16 dan Mazmur 126:3, acara ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga pengingat panggilan gereja untuk tetap setia dalam kasih dan misi-Nya. IMG_1819 GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (9) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (8) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (7) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (6) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (2)

Categories
Muda Inspiratif

Jazz Anak Muda Sekarang, Samara Joy

- MUDA INSPIRATIF -

Jazz Anak Muda Sekarang, Samara Joy

Samara Joy, penyanyi jazz muda yang meraih kemenangan di ajang penghargaan musik Grammy Awards 2023. Dia lahir dari keluarga pemusik gospel dan mendapatkan pengaruh kuat dari pesan lagu gospel dalam hidupnya. Temukan inspirasi dan kisah sukses Samara Joy dalam artikel ini.
Samara Joy, penyanyi jazz jaman sekarang
Oleh: Eka Pusaka Dharma

Redaksi thehope.id menyaksikan anak muda inspiratf. Sosok anak muda yang patut memberikan nilai hidup yang memberikan inspirasi bagi generasinya. Dialah penyanyi jazz, Samara Joy meraih kemenangan pertama dalam ajang penghargaan musik Grammy Awards 2023 atau Grammy 2023 pada Ahad, 5 Februari 2023. Di momen bersejarah ini, perempuan 23 tahun itu menyabet dua penghargaan sekaligus. Ia meraih gelar Best New Artist berkat albumnya Linger Awhile, juga memenangkan kategori Best Jazz Vocal Album melalui album yang sama.

Samara Joy lahir dari keluarga pemusik. Ayahnya, Antonio Charles McLendon adalah pemain bas prominen dari penyanyi gospel ikonik Andraé Crouch. Sementara itu, keluarga ayahnya juga menjadi salah satu inisiator dari grup gospel, The Savettes.

Samara Joy, dalam liputan

Apakah itu gospel music?

Wikipedia, the free encyclopedia, musik gospel adalah genre tradisional musik Kristen, dan landasan media Kristen. Penciptaan, penampilan, makna, dan bahkan definisi musik gospel bervariasi menurut budaya dan konteks sosial. Musik gospel disusun dan dipertunjukkan untuk banyak tujuan, termasuk kesenangan estetika, tujuan keagamaan atau seremonial, dan sebagai produk hiburan untuk pasar. Musik gospel ditandai dengan vokal yang dominan dan penggunaan harmoni yang kuat dengan lirik-lirik Kristiani. Musik gospel dapat ditelusuri hingga awal abad ke-17.

Nyanyian pujian dan lagu-lagu sakral sering diulang dengan gaya panggilan dan tanggapan, sangat dipengaruhi oleh musik leluhur Afrika. Sebagian besar gereja mengandalkan tepuk tangan dan hentakan kaki sebagai pengiring ritmis. Sebagian besar nyanyian dilakukan akapela. Penggunaan istilah “lagu Injil” yang diterbitkan pertama kali mungkin muncul pada tahun 1874.

Lagu-lagu Injil asli ditulis dan disusun oleh penulis seperti George F. Root, Philip Bliss, Charles H. Gabriel, William Howard Doane, dan Fanny Crosby. Rumah penerbitan musik Injil muncul. Munculnya radio di tahun 1920-an sangat meningkatkan jumlah penonton musik gospel. Setelah melewati waktu yang panjang tentu saja budaya dan gaya hidup yang menyaksikan kekristenan yang seharusnya.

Musik ini berakar dalam lagu-lagu spiritual yang dinyanyikan oleh para budak di selatan AS pada abad ke- 18 dan ke-19 dalam bentuk devosi keagamaan yang bebas dari gereja-gereja Kesucian, yang menganjurkan masing-masing anggota gerejanya untuk memberikan “kesaksian”, dengan berbicara atau bernyanyi secara spontan tentang iman dan pengalaman mereka, kadang-kadang sambil menari dalam kebaktian. Pada tahun -1920-an, para penyanyi dari gereja-gereja ini, yang banyak di antaranya juga merangkap sebagai pengkhotbah keliling, seperti misalnya Arizona Dranes, mulai membuat rekaman dalam gaya yang mencampurkan tema-tema kegamaan dengan teknik-teknik barrelhouse, blues dan boogie-woogie dan memasukkan alat-alat musik jazz, seperti misalnya drums dan terompet, ke dalam gereja.

Sebagaimana tiap generasi berusaha untuk berjuang mempertahankan gaya hidup sesuai dengan Injil demikianlah sampai sekarang ada generasi jazz yang terus menyuarakan gaya hidup gospel itu. Salah satunya adalah anak muda yang bernama Samara Joy yang kuat pengaruh pesan lagu gospel dalam hidupnya.

Saat diwawancarai Janine Rubenstein dan Jeremy Parsons selama siaran karpet merah Grammy PEOPLE 2023, Joy yang telah dinobatkan sebagai pemenang album vokal jazz terbaik berbagi di mana dia berencana untuk menyimpan piala Grammy 2023.

Sejak kecil, ia sudah diperkenalkan dengan musik jazz, soul, dan gospel. Bahkan Samara mulai fokus terhadap jazz sejak duduk di bangku SMA. Saat kuliah, ia mengambil program studi jazz di Puchase College, New York.

Saking cintanya terhadap musik jazz membuat Samara Joy mendapatkan gelar diploma di bidang jazz, dengan predikat magna cum laude.

“Yang hebat tentang ini adalah orang tua saya bisa hadir di sini, jadi begitu mereka mendengar nama saya, mereka berdiri dan lebih keras dari semua orang di ruangan itu,” jelas sang musikus, dikutip dari laman People, Senin, 6 Februari 2023. “Jadi, saya akan menyimpannya di rumah mereka karena di situlah tempatnya.”

Berbagai penghargaan

Samara Joy meraih kategori Best New Artist atau Artis Pendatang Baru Terbaik di Grammy Awards 2023. Ia berhasil mengalahkan penyanyi lain, seperti Anita, Omar Apollo, dan masih banyak lagi.

Tak hanya itu, ia juga memenangkan piala Grammy 2023 dalam kategori Best Jazz Vocal Album. Ingin mengetahui lebih jauh tentang Samara Joy? Simak biodata dan profilnya di bawah ini!

1. Biodata singkat Samara Joy
Nama Lengkap: Samara Joy McLendon
Nama Panggung: Samara Joy
Tanggal lahir: New York, 11 November 1999
Profesi: Penyanyi
Instagram: @samarajoysings

2. Karya Samara Joy Samara Joy merilis self-titled albumnya pada 2021 lalu. Ia merekam album tersebut saat dirinya masih duduk di bangku kuliah. Keahliannya di bidang musik jazz tentunya tak perlu diragukan lagi.

Setelah sukses dengan self-titled albumnya, ia kembali menghasilkan karya baru. Pemilik nama lengkap Samara Joy McLendon, ini merilis album keduanya, Linger Awhile pada 2022 lalu. Berkat album tersebut, kemampuannya dalam musik jazz semakin diakui melalui penghargaan yang diraihnya.

Pidato Kemenangan

Kemenangan Samara Joy di kategori Best New Artist diumumkan oleh Olivia Rodrigo, yang merupakan pemenang kategori tersebut tahun lalu. Di atas panggung, Joy tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut sekaligus antusias dalam menyampaikan pidato kemenangan.

“Saya menyaksikan kalian semua di TV untuk waktu yang sangat lama,” ucapnya emosional.

“Saya telah bernyanyi sepanjang hidupku, terima kasih untuk penghormatan ini. Kalian semua adalah inspirasiku, jadi bisa berada di sini dan menjadi diri saya, saya sangatlah bersyukur,” ujar Samara Joy.

Di kategori tersebut, Samara Joy unggul dari sembilan pesaing lainnya, yakni Måneskin, Wet Leg, Anitta, Omar Apollo, Latto, Molly Tuttle, Muni Long, Tobe Nwigwe, hingga Domi & JD Beck.

Samara Joy Bicara Jazz

Dalam wawancara bersama Janine Rubenstein dan Jeremy Parsons, Joy juga mengatakan prosesnya mencintai musik jazz.

“Luar biasa. Saya mulai menyanyikannya karena saya menyukainya, dan jazz memiliki warisan yang kaya, sejarah yang kaya, dan masih ada orang yang menambahkan dan membuatnya lebih baik berdasarkan fondasi yang telah ditetapkan oleh para legenda,” kata Joy tentang keputusannya bermusik dalam genre tersebut. “Jadi, saya merasa sangat terhormat berada di sini atas nama jazz.”

Namun, dia mengaku tidak selalu tenggelam dalam genre tersebut, yang melahirkan artis legendaris seperti Louis Armstrong, Billie Holiday, dan Duke Ellington.

“Lucunya. Saya tidak tumbuh dewasa mendengarkan musik jazz,” tuturnya.

“Saya mulai sekitar enam tahun yang lalu, tapi salah satu penyanyi favorit saya, salah satu pilar sejati saya adalah Lalah Hathaway. Saya mendengarkan dia sepanjang waktu. Saya seperti, ‘Bagaimana dia melakukan itu? Bagaimana dia menyanyi dengan (suara) rendah, dan kemudian menjadi (suara) tinggi, dan kemudian di (suara) tengah dengan semua lari dan hal-hal seperti itu?”

Joy mendapatkan pengakuan sebagai vokalis jazz di perguruan tinggi sebelum menjadi viral di TikTok pada tahun 2020 dengan lebih dari 1,5 juta penayangan. Pada tahun 2022, dia merilis album keduanya, Linger Awhile.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Forbes, Joy berbagai pandangannya yang dinominasikan sebagai artis pendatang baru terbaik. Ia mengaku merasa terhormat menjadi salah satu nominator dan mewakili genre musik yang sangat disukainya. “Keragaman dalam genre artis baru terbaik tahun ini menunjukkan bahwa ketika lebih banyak artis yang terlibat dalam proses pemungutan suara dan hal-hal seperti itu, maka itulah yang Anda dapatkan. Anda mendapatkan variasi yang benar-benar terwakili di dunia,” pungkas Samara Joy.

Salah satu hal yang mengejutkan di Grammy Awards 2023 adalah ketika Samara Joy dipanggil sebagai pemenang kategori Best New Artist.

Lebih jauh dengan music jazz

Samara Joy, artis pendatang baru terbaik 2023.

Sekarang, dia mengutip pengaruh jazz seperti Betty Carter dan Sarah Vaughan, sambil mengakui lanskap musik yang berbeda saat ini.

“Saya tidak bisa melakukan ini tanpa fondasi yang telah mereka buat,” katanya kepada NPR. “Tapi saya berusia 23 tahun, dan saya bernyanyi jazz pada tahun 2023, dan saya berasal dari latar belakang yang berbeda dari semua artis itu. Jadi saya pikir meneruskan tradisi berkembang seiring pertumbuhan Anda, dan tidak berada dalam kotak tunggal. “

Jika Anda pernah mendengar suara Joy, Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa dia baru menekuni musik jazz selama beberapa tahun. Dalam sebuah wawancara dengan NPR, dia membahas pekerjaan Studi Jazznya di Purchase College dan perasaan perasaannya terhadap penggemar jazz lama.

“Semua orang sangat mendukung, tetapi saya masih memiliki perasaan seperti, ‘Saya tidak tahu apakah saya cocok,'” jelasnya. “Karena saya tidak memiliki kelonggaran tentang apa yang seharusnya terdengar. Tapi ternyata, itu memungkinkan saya untuk menjadi sponsor dan menyerap semuanya.”

Sekarang, dia mengutip pengaruh jazz seperti Betty Carter dan Sarah Vaughan, sambil mengakui lanskap musik yang berbeda saat ini.

“Saya tidak bisa melakukan ini tanpa fondasi yang telah mereka buat,” katanya kepada NPR. “Tapi saya berusia 23 tahun, dan saya menyanyikan jazz pada tahun 2023, dan saya berasal dari latar belakang yang berbeda dari semua artis itu. Jadi saya pikir meneruskan tradisi berkembang seiring pertumbuhan Anda, dan tidak berada dalam kotak tunggal. “

Joy dikenal karena membawakan lagu-lagu aslinya dan standar jazz jadul. Ketika Essence bertanya kepadanya apa standar favoritnya saat ini, dia mengutip satu lagu secara khusus.

“[Favorit saya adalah] ‘Round Midnight’ [oleh Thelonious Monk]. John Hendricks – seorang penulis lirik dan penyanyi Afrika-Amerika yang luar biasa yang sayangnya meninggal dunia – menulis lirik ini ke melodi yang saya benar-benar merasa sangat terhubung karena citranya. Itu menggambarkan perasaan jatuh cinta, dan saya sangat menyukai hal-hal seperti itu.”

TikTok telah memainkan peran utama dalam popularitas viral Joy, tetapi dia memiliki pandangan yang seimbang untuk tetap membumi bahkan di dunia media sosial.

“TikTok itu lucu. Saya suka melihat orang-orang berkreasi di dalamnya. Ini mengingatkan saya pada Vine [with] komedian sehari-hari yang hanya membuat sandiwara dan hal-hal seperti itu. Atau bahkan menemukan vokalis hebat di dalamnya juga. Luar biasa. Tapi saya tidak yakin jika saya punya tempat di sana,” katanya kepada Fast Company. “Saya seperti, saya harus mencari cara untuk berbagi dan bagaimana menjadi bagian dari dunia ini sambil tetap menjadi diri saya sendiri dan tidak membiarkannya menghabiskan saya atau mengubah apa yang saya lakukan agar diterima oleh orang-orang di media sosial.”

Apa selanjutnya untuk pemenang Grammy yang baru dicetak? Joy sudah punya banyak ide.

“Saya menantikan untuk menulis musik saya sendiri dalam lirik dan menjelajahinya di proyek berikutnya, serta berkolaborasi dengan keluarga saya,” katanya kepada Forbes. “Saya pikir sangat penting bagi saya untuk berbagi dengan semua orang bahwa, dari mana saya berasal, dari mana akar dan musik saya berasal, semua orang di keluarga saya bernyanyi. Ayah saya bernyanyi dan memainkan bass elektrik. Mereka semua musisi. Mereka semua kreatif, dan menyoroti mereka sebagai inspirasi saya di depan semua orang, untuk menampilkannya, sangat penting bagi saya dalam pertunjukan. Dan tur berjalan dengan sangat baik. Setiap pertunjukan terjual habis. Semua orang sangat menikmatinya. Jadi saya’

Saya berharap untuk melakukannya lebih sering di masa depan, dan mudah-mudahan, itu akan terwujud menjadi album liburan.”

Generasi muda amat impresif dalam memberi warna generasunya itu berbeda denga napa yang dipikirkan dunia pada umumnya. Bagaimana gereja memberi warna pada mereka? Apakah ada yang mengakui bahwa generasi muda saat ini memperoleh tempat di pergaulan hidup dengan menghadirkan corak yang berbeda tetapi hati dan hidupnya tetap Injil?. Semua berpulang para inner life of the mind-pemikiran yang ada di dalam hidupnya.(red)

Sumber: disadur dari CNN Indonesia “Samara Joy, Si Artis Pendatang Baru Terbaik Grammy Awards 2023”.

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Penahbisan Pdm di GIA Jemursari Surabaya Tekankan Kepemimpinan yang Melayani

Gereja Isa Almasih (GIA) Jemursari Surabaya menggelar acara Penahbisan Pendeta Muda (Pdm) atas diri Sdr. Elsa Krisman Klinton Halawa dan Sdri. Arnetty Maduwu, pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di gedung gereja GIA Jemursari Surabaya. Ibadah penahbisan berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GIA Daerah V, para hamba Tuhan, jemaat, serta tamu undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut Pdt. Kukuh Priyono, Pdt. Jacob Setyabudi, Pdt. Yosia Nugroho Adi, dan Pdt. Yoanda Nancy selaku jajaran Pimpinan Sinode GIA Daerah V, bersama gembala serta jemaat GIA Jemursari Surabaya yang memberikan dukungan dan doa bagi kedua Pdm yang ditahbiskan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Kukuh Priyono dengan mengangkat tema “Kebutuhan Gereja Saat Ini Adalah Kepemimpinan yang Benar di Hadapan Tuhan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Kukuh menegaskan bahwa di tengah dunia yang menawarkan beragam model kepemimpinan, Tuhan Yesus memberikan teladan kepemimpinan yang sejati, yaitu kepemimpinan yang melayani. Ia mengutip Matius 9:36, yang menggambarkan belas kasihan Yesus kepada orang banyak, sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan Kristen. Lebih lanjut disampaikan bahwa gereja masa kini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki perasaan simpati dan empati, tetapi juga hati yang bertindak nyata. Hamba Tuhan dan jemaat diajak untuk dengan sungguh-sungguh melihat kebutuhan pelayanan yang ada, menjawabnya dengan sepenuh hati, serta memperlengkapi diri dengan kompetensi yang diperlukan untuk dipersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan. Penahbisan Pdm ini menjadi momen penting bagi perjalanan pelayanan Sdr. Elsa Krisman Klinton Halawa dan Sdri. Arnetty Maduwu, sekaligus peneguhan panggilan mereka untuk melayani Tuhan dan jemaat dengan kerendahan hati dan tanggung jawab. Hal menarik dalam rangkaian ibadah penahbisan ini adalah seluruh lagu-lagu pujian yang dibawakan diambil dari Nafiri Sion, yang menambah nuansa kekhidmatan serta membawa jemaat pada suasana penyembahan yang mendalam. Melalui penahbisan ini, GIA Jemursari Surabaya berharap lahirnya pemimpin-pemimpin rohani yang setia, berintegritas, dan siap melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, guna membangun gereja dan menjawab tantangan pelayanan di masa kini dan yang akan datang. Penahbisan Pdm GIA Jemursari (9) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (8) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (7) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (3) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (10)

Dies Natalis ke-59 STT Abdiel dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel Periode 2026–2030 Berlangsung Khidmat

Sekolah Tinggi Teologi (STT) Abdiel memperingati Dies Natalis ke-59 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026–2030. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Aula STT Abdiel, dan berlangsung dengan meriah serta penuh kekhidmatan. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Bupati Kabupaten Semarang, perwakilan Bimas Kristen Provinsi Jawa Tengah, Bimas Kristen Kabupaten Semarang, jajaran pimpinan MPH Sinode GIA, Pembina dan Pengurus Yayasan STT Abdiel, serta mitra-mitra dan undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Semarang menyampaikan apresiasi atas kontribusi STT Abdiel selama hampir enam dekade dalam mencetak pemimpin rohani dan pelayan masyarakat yang berintegritas. Kehadiran langsung Bupati dalam acara ini menjadi salah satu hal unik dan istimewa, sekaligus menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan teologi dan pembinaan nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Momentum Dies Natalis ke-59 ini mengusung tujuan utama untuk mengukuhkan fondasi iman, ilmu, dan keteladanan di tengah krisis nilai dan kemanusiaan yang semakin kompleks. STT Abdiel diharapkan terus menjadi pusat pendidikan teologi yang relevan, kontekstual, dan berdampak bagi gereja maupun bangsa. Puncak acara ditandai dengan pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026–2030, yang berlangsung secara khidmat dan penuh makna. Pelantikan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus komitmen baru dalam melanjutkan visi dan misi STT Abdiel ke depan. Inilah Daftar Pimpinan STT Abdiel yg baru dilantik : Ketua : Pdt. Dr. Christine Sri Rahayu, M.Pd. Waket I : Pdt. Sianny Astuti, M.Pd. Waket II : Pdt. Dr. Slamet Santoso, M.Th. Waket III : Pdt. Nefry Christoffel Benyamin, M.Th. Dir. Pasca Sarjana : Pdm. Dr. Mianto Nugroho Agung, M.Th. Suasana acara semakin bermakna dengan persembahan pujian dari Paduan Suara STT Abdiel, yang menghadirkan nuansa rohani mendalam dan menambah kekhidmatan seluruh rangkaian kegiatan. Melalui peringatan Dies Natalis ke-59 dan pelantikan pimpinan baru ini, STT Abdiel menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun generasi yang beriman teguh, berilmu, dan menjadi teladan di tengah tantangan zaman. Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (4) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (5) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (6) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (7) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (8)

Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung

Gereja Isa Almasih (GIA) Maleer Bandung telah menyelenggarakan Ibadah Penahbisan Pendeta sebagai ungkapan syukur atas panggilan dan penetapan hamba-hamba Tuhan dalam pelayanan gerejawi. Dalam ibadah tersebut, telah ditahbiskan Pdt. Agung Setyo S., S.Th. dan Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th. sebagai pendeta dalam lingkup pelayanan Sinode Gereja Isa Almasih. Ibadah penahbisan ini dihadiri oleh perwakilan Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode Gereja Isa Almasih, yaitu Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th., Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th., dan Pdt. Benaya Dwi Cahyono, M.Th. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, M.Th. yang mengangkat tema “Mengenal dan Merespon Panggilan Allah” (Kisah Para Rasul 26:14-18). Ia menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk melayani. Melayani adalah anugerah dari Tuhan, panggilan untuk melayani harus direspon dengan perubahan hidup yang nyata, kesediaan membayar harga serta ketaatan dan kesetiaan sampai akhir. Dalam kesempatan ini juga kotbah perdana disampaikan oleh Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th., yang menekankan bahwa Tuhan tidak hanya menciptakan kita tapi Tuhan juga memiliki panggilan atas hidup kita (Yeremia 1:4-5). Tuhan mengenal kita terlebih dahulu, Tuhan memanggil kita dalam keterbatasan. Tuhan tidak pernah salah memilih, saat kita mau maka Ia akan terus memampukan. Tuhan yang memanggil, Ia akan terus menyertai. Pernyataannya yang menguatkan adalah “Jika Tuhan yang utus, maka Ia juga yang akan urus.” Kiranya melalui penahbisan ini, Pdt. Agung Setyo, S.Th. dan Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th. semakin diteguhkan oleh Tuhan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pelayanan, serta dapat menjadi berkat bagi jemaat, gereja, dan masyarakat luas. Kiranya Tuhan meneguhkan dan memimpin langkah pelayanan mereka agar setia hingga akhir dalam melaksanakan panggilan-Nya. Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (9) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (8) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (7) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (6) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (3)

Natal Bersama GIA Daerah VI Penuh Sukacita dan Kebersamaan

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih yang digelar pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Acara ini dihadiri oleh anggota-anggota Gereja Isa Almasih dari seluruh wilayah Daerah VI, serta dilayani oleh para pelayan Tuhan dari gereja-gereja yang tergabung dalam wilayah tersebut. Mengusung tema “UNITY – All In God’s Life”, perayaan Natal tahun ini menekankan pentingnya persatuan umat dalam kehidupan yang berpusat pada Allah. Tema tersebut disampaikan secara mendalam melalui khotbah yang dibawakan oleh Pdt. Elia Setiawan, yang mengingatkan jemaat akan panggilan untuk kembali bersatu dengan Bapa di Surga. Dalam pesannya, ditegaskan bahwa hanya melalui Kristus, manusia diperdamaikan dengan Bapa, sehingga persatuan sejati berakar pada iman kepada Yesus Kristus. Selain ibadah dan penyampaian firman, hal yang menjadi sorotan utama dalam perayaan ini adalah terbentuknya kebersamaan yang kuat antar pelayan Tuhan dari berbagai gereja di Daerah VI. Kolaborasi lintas gereja terlihat nyata, baik dalam pelayanan ibadah maupun dalam rangkaian kegiatan yang disusun bersama, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi inti tema perayaan. Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan rohani yang luar biasa, mulai dari pujian dan penyembahan hingga persembahan kreatif lainnya, yang seluruhnya dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan. Penampilan-penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin dan menambah kekhidmatan suasana Natal. Perayaan Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat ini diharapkan tidak hanya menjadi momen seremonial tahunan, tetapi juga memperkuat komitmen umat dan para pelayan Tuhan untuk terus hidup dalam kesatuan, kasih, dan pelayanan, membawa damai Natal ke tengah kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (1) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (4) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (5) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (6) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (7)

Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII GIA Berlangsung Meriah di Pegangsaan

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII Gereja Isa Almasih (GIA) yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Desember 2025, bertempat di GIA Pegangsaan. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Pria dan Wanita Daerah VII Gereja Isa Almasih yang datang dengan antusias untuk merayakan makna Natal bersama. Perayaan Natal tahun ini berlangsung dengan khidmat sekaligus meriah. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Gunawan Hartono dengan tema “Keajaiban Natal”, yang menekankan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang nyata dan membawa pengharapan bagi umat percaya. Dalam khotbahnya, Pdt. Gunawan mengajak seluruh jemaat untuk mengalami keajaiban Natal tidak hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai pengalaman iman yang mengubahkan kehidupan sehari-hari. Selain ibadah dan penyampaian Firman Tuhan, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari kaum wanita Daerah VII. Persembahan pujian, tarian, dan kreativitas lainnya seperti permainan angklung berhasil menciptakan suasana penuh kegembiraan dan mempererat kebersamaan antarjemaat. Jemaat yang hadir tampak larut dalam pujian dan perayaan, mencerminkan semangat Natal yang penuh kasih dan sukacita. Panitia Natal Gabungan menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh anggota Pria dan Wanita Daerah VII yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan baik. Diharapkan, melalui perayaan Natal bersama ini, persatuan dan pelayanan di lingkungan Gereja Isa Almasih Daerah VII semakin kuat, serta semangat Natal dapat terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perayaan Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII GIA ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan dan meneguhkan iman jemaat dalam menyambut Natal dengan penuh sukacita dan pengharapan. natal gabungan pria wanita D VII (2) natal gabungan pria wanita D VII (5) natal gabungan pria wanita D VII (7) natal gabungan pria wanita D VII (8) natal gabungan pria wanita D VII (9)

Penahbisan Pendeta Muda GIA Galunggung Teguhkan Panggilan Pelayanan

Gereja Isa Almasih Galunggung, Kota Bandung, menggelar acara Penahbisan Pendeta Muda pada 30 November 2025. Ibadah penahbisan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di gedung Gereja GIA Galunggung dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta anggota Majelis Daerah VI Sinode GIA, bersama seluruh Jemaat GIA Galunggung. Acara penahbisan menjadi momentum penting bagi gereja dalam meneguhkan panggilan pelayanan hamba Tuhan di tengah tantangan zaman. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Elia Setiawan, dengan mengangkat tema “Faithful to the Call” yang bersumber dari 1 Tesalonika 5:24. Dalam khotbahnya, Pdt. Elia menegaskan bahwa menjadi seorang hamba Tuhan adalah panggilan khusus dari Tuhan, yang menuntut kesetiaan, ketaatan, dan kepercayaan penuh kepada Dia yang memanggil.“Dia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan melakukannya,” demikian pesan firman yang ditekankan, sebagai penguatan bagi para pelayan Tuhan agar tetap teguh dalam menjalankan tugas pelayanan. Salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian acara ini adalah khotbah perdana yang disampaikan oleh pendeta muda yang baru ditahbiskan, Pdm. Yusuf Sudarmanto, S.Th Dalam khotbah perdananya, Pdm. Yusuf mengajak seluruh jemaat untuk hidup setia dalam panggilan Tuhan, baik dalam pelayanan gerejawi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kerendahan hati dan semangat pelayanan, mencerminkan komitmen seorang hamba Tuhan yang siap melayani dengan setia di ladang Tuhan. Begitupun juga dengan Pdm. Gilbert Sianturi, S.Sn yang juga ditahbiskan untuk melayani di GIA Galunggung dan menjadi semangat yang baru bagi rekan sepelayanan disana dalam pelayanan bidang musik. Melalui penahbisan ini, GIA Galunggung berharap lahirnya generasi pelayan Tuhan yang tetap berpegang teguh pada panggilan ilahi, setia dalam iman, dan berdampak bagi gereja serta masyarakat luas. Acara ditutup dengan doa dan ucapan syukur, menandai awal perjalanan pelayanan Pdm. Yusuf Sudarmanto sebagai pendeta muda di lingkungan Sinode GIA.   GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (7) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (8) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (9) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (1) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (2)

Penahbisan Pendeta dan Gembala GIA Karangkates Berlangsung Khidmat

Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Karangkates menggelar acara Penahbisan Pendeta dan Gembala pada Minggu (14/12/2025) pukul 15.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di gedung GIA Karangkates ini dihadiri oleh jajaran pimpinan MPH Sinode GIA, para pendeta Daerah V, pendeta-pendeta sekitar, serta seluruh jemaat GIA Karangkates. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita sebagai penanda penting dalam perjalanan pelayanan GIA Karangkates. Prosesi pembukaan diawali dengan tarian tradisional “Cucuk Lampah”, sebuah tarian yang sarat makna filosofis tentang perjalanan kehidupan yang berserah dan dipimpin oleh Tuhan. Tarian ini menjadi simbol penyerahan pelayanan gereja dan gembala yang ditahbiskan ke dalam pimpinan Allah. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa penyertaan Allah tidak hanya bersifat janji, tetapi nyata bagi umat-Nya. “Allah menyertai kita, menyertai pelayanan kita, dan menyertai gereja-Nya. Penyertaan Tuhan adalah kekuatan utama dalam menjalankan panggilan pelayanan,” ujarnya di hadapan jemaat. Momentum bersejarah ini juga ditandai dengan khotbah perdana dari gembala jemaat yang baru ditahbiskan, Pdt. Yosia Nugroho Adi, S.Th., S.Pd. Mengambil dasar firman dari Matius 1:23b, ia menekankan bahwa Allah yang disembah umat Kristen adalah Allah yang hadir secara nyata. “Tuhan bukan sekadar konsep, melainkan Allah yang hidup dan menyertai kita dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, serta pelayanan di GIA Karangkates,” ungkapnya. Penahbisan ini menjadi tonggak baru bagi GIA Jemaat Karangkates untuk semakin dewasa dalam iman, kokoh dalam pelayanan, dan berdampak bagi lingkungan sekitar. Dengan dukungan sinode, para hamba Tuhan, dan jemaat, diharapkan pelayanan gereja ke depan semakin bertumbuh dan memuliakan nama Tuhan. Pendewasaan Gereja dan Penahbisan Gembala GIA Karangkates (3) Pendewasaan Gereja dan Penahbisan Gembala GIA Karangkates (4)

Ibadah Syukur HUT GIA GOMBONG “Berbuah Banyak Di Dalam Dia” Menjadi Panggilan Bersama Jemaat

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-21 Gereja Isa Almasih (GIA) Gombong yang digelar pada Minggu, 30 November 2025. Perayaan berlangsung di gedung GIA Gombong dengan dihadiri seluruh jemaat serta para tamu undangan yang datang dari berbagai wilayah. Ibadah syukur dibuka dengan pujian dan penyembahan oleh tim musik gereja, membawa seluruh jemaat memasuki momen ibadah yang penuh ucapan syukur atas penyertaan Tuhan selama 21 tahun pelayanan GIA Gombong. Puncak ibadah ditandai dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Gembala Jemaat GIA Gombong, Pdt. Yotam Andreas Suwarno, S.Th, yang membawakan khotbah bertema “Berbuah Banyak di Dalam Dia” yang terambil dari Yohanes 15:5. Dalam renungannya, Pdt. Yotam menegaskan pentingnya setiap jemaat tinggal dalam Kristus agar hidup dapat menghasilkan buah yang baik, baik dalam pelayanan maupun keseharian. Ia mengajak jemaat untuk terus bertumbuh, berakar kuat dalam firman, serta menjadi berkat bagi sesama. Selain ibadah syukur, momen paling berkesan dalam perayaan HUT ke-21 ini adalah pelaksanaan baptisan air bagi lima jemaat baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar GIA Gombong. Prosesi baptisan yang dilakukan setelah ibadah firman menjadi simbol komitmen iman dan langkah awal untuk bertumbuh bersama dalam Kristus. Jemaat menyambut para peserta baptisan dengan sukacita dan doa, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari tubuh Kristus di GIA Gombong. Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai perjalanan dua dekade lebih GIA Gombong dalam melayani dan membawa damai sejahtera bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat tema tahun ini, seluruh jemaat diharapkan terus melangkah bersama, berbuah banyak, dan menjadi terang bagi lingkungan di mana mereka ditempatkan.GIA Gombong 21 Tahun Melayani, Makin Berbuah di Dalam Dia. Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (10) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (9) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (7) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (8) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (6)

Ibadah Natal & Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV Berlangsung Khidmat di GIA Jlarem

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih (GIA) Daerah IV yang digelar di GIA Jlarem pada Senin, 1 Desember 2025. Acara tahunan yang dinanti ini dihadiri oleh para Pendeta dan Pendeta Muda GIA Daerah IV, serta para pelayan Tuhan dari berbagai cabang daerah. Ibadah dimulai dengan pujian penyembahan yang membawa jemaat pada keheningan syukur akan penyertaan Tuhan sepanjang tahun. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Yusuf Lempang dari GIA Colombo, Yogyakarta, yang mengangkat pesan Natal tentang Allah yang hadir untuk memulihkan dan mengangkat kehidupan keluarga. Dalam khotbahnya, Pdt. Yusuf menegaskan pentingnya hubungan yang kuat antara suami dan istri, serta panggilan untuk saling menguatkan dalam segala musim kehidupan. “Allah tidak hanya hadir menyelamatkan, tetapi juga memulihkan. Keluarga-keluarga diangkat kembali, dan suami istri dipanggil untuk saling menopang dalam kasih Kristus,” demikian disampaikan Pdt. Yusuf dalam pesannya yang disambut hangat oleh seluruh peserta. Tahun ini, suasana perayaan terasa lebih semarak. Panitia melaporkan bahwa jumlah peserta meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme dan kerinduan yang besar dari para hamba Tuhan untuk kembali berkumpul, bersekutu, serta saling menguatkan dalam pelayanan. Acara ditutup dengan sesi fellowship yang berlangsung penuh kehangatan. Para peserta saling berbagi pengalaman pelayanan, mempererat hubungan antarhamba Tuhan, dan menguatkan komitmen untuk melayani jemaat di wilayah masing-masing. Dengan berakhirnya kegiatan ini, para hamba Tuhan GIA Daerah IV pulang dengan hati yang dikuatkan serta sukacita Natal yang kembali dinyalakan, menjadi bekal untuk memasuki pelayanan di tahun yang akan datang. Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (1) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (3) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (4) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (5) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (9)

Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo

Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat serta Majelis Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Kuwasenrejo berlangsung khidmat pada Minggu, 23 November 2025, pukul 17.00 WIB di gedung GIA Jemaat Kuwasenrejo, Gunungpati, Semarang. Umat memenuhi ruang ibadah untuk menyaksikan momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja tersebut. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GIA, para pendeta-pendeta Daerah 1 Sinode GIA, majelis jemaat, tamu undangan, serta seluruh umat GIA Kuwasenrejo. Kehadiran para pemimpin gerejawi dari berbagai daerah membuat suasana ibadah penuh sukacita sekaligus keharuan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, yang mengangkat tema “Membawa Umat untuk Makin Mengenal Tuhan” berdasarkan 1 Korintus 3:10–14. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa pelayanan gereja harus berlandaskan ketekunan, integritas, dan fokus pada Kristus sebagai dasar utama. Ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerja Tuhan dipanggil untuk membangun pelayanan dengan kualitas rohani yang kuat dan tahan uji. Momen paling istimewa dalam ibadah ini adalah penahbisan Pdt. Didik Asmarahadi, S.Th sebagai Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo. Prosesi penahbisan dilaksanakan melalui penumpangan tangan para pemimpin sinode dan pendeta daerah, menandai pengesahan resmi Pdt. Didik untuk melayani jemaat sebagai gembala yang sah. Dalam sambutannya, perwakilan sinode menyampaikan bahwa penahbisan ini bukan sekadar pengukuhan jabatan, tetapi juga peneguhan panggilan Allah bagi Pdt. Didik untuk menjadi kepanjangan tangan Tuhan dalam pertumbuhan dan pembinaan rohani jemaat GIA Kuwasenrejo. Jemaat pun menyambut penuh harapan agar pelayanan Pdt. Didik membawa pembaharuan dan kedewasaan iman yang semakin kuat. Ibadah ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat. Suasana kehangatan dan syukur terpancar dari wajah para umat yang hadir, menandai sebuah awal baru bagi perjalanan pelayanan GIA Kuwasenrejo di bawah kepemimpinan gembala baru mereka. Acara ini menjadi tonggak penting bagi gereja setempat dan diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan pelayanan GIA di wilayah Gunungpati dan sekitarnya. Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (10) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (4) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (6) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (7) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (8)

Semangat Pelayanan Tak Surut: Ibadah Misi D VIII di GIA Kedungun

Ibadah Misi Majelis Daerah (MD) VIII Sinode Gereja Isa Almasih (GIA) berlangsung dengan hikmat pada Jumat, 14 November 2025 pukul 15.00 di GIA Kedungun. Meski diguyur hujan lebat sejak awal ibadah, antusiasme jemaat dan para pendeta yang hadir tidak surut sedikit pun. Suasana gereja justru terasa semakin hangat oleh semangat pelayanan dan kebersamaan. Ibadah khusus ini dihadiri oleh para Pendeta Daerah VIII Sinode GIA, yang datang dari berbagai wilayah pelayanan. Kehadiran mereka menjadi tanda kuatnya komitmen bersama dalam memperkuat misi gereja serta memperbaharui semangat pelayanan di daerah masing-masing. Pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Deny Kristianto, yang mengangkat nats dari Lukas 10:21. Dalam khotbahnya, beliau menekankan ajakan untuk menjadi seperti anak kecil/Nepios yang memiliki hati sederhana, tulus, dan selalu siap belajar dalam melayani Tuhan. Pemikiran yang sederhana, kata beliau, bukan berarti dangkal, tetapi mampu melihat kehendak Tuhan tanpa dipenuhi ambisi dan kerumitan pikiran manusia. “Tuhan Yesus bersukacita ketika murid-murid mampu menerima kebenaran dengan hati anak kecil,” ujar Pdt. Deny. “Pelayan Tuhan diingatkan untuk tetap rendah hati, berserah, dan bersandar pada hikmat Tuhan, bukan pada kehebatan diri sendiri.” Di tengah derasnya hujan yang mengguyur, para peserta ibadah tetap mengikuti rangkaian acara dengan penuh sukacita. Hujan yang menghantam genting gereja sesekali terdengar keras, namun tidak mengurangi kekhidmatan pujian, doa, serta perenungan Firman Tuhan. Bahkan, suasana tersebut semakin menegaskan kuatnya komitmen jemaat dalam menjalankan misi pelayanan. Ibadah Misi MD VIII ini ditutup dengan doa bersama dan penguatan bagi seluruh pelayan Tuhan agar tetap setia melayani di ladang yang telah Tuhan percayakan. Semangat kebersamaan dan kesederhanaan hati yang ditekankan dalam firman menjadi bekal baru bagi para pendeta dan jemaat dalam melanjutkan pelayanan di daerah masing-masing. Dengan berakhirnya ibadah ini, diharapkan semangat pelayanan yang tulus dan penuh sukacita terus mengalir dalam setiap langkah misi MD VIII, membawa terang Kristus kepada lebih banyak jiwa. Ibadah Misi VIII di GIA Kedungun (3) Ibadah Misi VIII di GIA Kedungun (6)

Momentum Bersejarah: Penahbisan Pelayan Tuhan di GIA Subah Batang

Perayaan penuh sukacita dan khidmat berlangsung di GIA Subah, Kabupaten Batang, dalam Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Subah. Acara yang ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, karena dua pelayan Tuhan resmi diteguhkan untuk memasuki tahapan pelayanan yang baru. Ibadah penahbisan dihadiri oleh jajaran Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GIA, para pendeta dari Daerah 1, serta seluruh jemaat GIA Subah yang memenuhi ruang ibadah. Tak hanya itu, suasana kebersamaan lintas gereja juga terlihat dengan hadirnya para pendeta dari GKJ Batang serta beberapa pendeta dari gereja-gereja lain di wilayah Kabupaten Batang. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Sukamal B. Fadelan, yang menekankan pentingnya sikap giat, sungguh-sungguh, dan melampaui kebiasaan dalam melayani Tuhan. “Dalam melayani Tuhan, kita tidak boleh hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Kita dipanggil untuk memberikan yang terbaik lebih dari yang biasanya,” tegas Pdt. Sukamal, yang disambut anggukan dan penghayatan mendalam dari para jemaat. Pesan ini menjadi penguatan bagi seluruh pelayan Tuhan, khususnya bagi mereka yang hari itu diteguhkan dalam tugas pelayanan yang baru. Puncak acara ditandai dengan penahbisan dan pengukuhan dua pelayan Tuhan yaitu, Pdt. Ester Ika Wahyuningsih, S.Th., S.Pd. sebagai Pendeta GIA, Pdm. Yulius Sulistianto, S.Th. sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan berjalan khidmat dengan penumpangan tangan oleh jajaran pendeta dan pimpinan sinode, diiringi doa bersama seluruh jemaat. Yang menarik perhatian dalam acara ini adalah hadirnya para pendeta dari GKJ Batang serta pendeta-pendeta lain di Kabupaten Batang. Kehadiran mereka menunjukkan hubungan yang harmonis dan semangat kebersamaan antar-gereja di wilayah tersebut. Banyak jemaat menyambut baik hal ini, melihatnya sebagai bukti bahwa pelayanan Tuhan dapat menyatukan berbagai denominasi untuk saling mendukung dalam karya Kerajaan Allah. Ibadah penahbisan ditutup dengan doa syukur dan pemberian selamat kepada kedua pelayan Tuhan yang baru ditahbiskan. Suasana penuh sukacita terasa ketika jemaat, keluarga, dan para pendeta memberikan ucapan selamat dan doa bagi langkah pelayanan ke depan. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai wujud kebersamaan dan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang proses pelayanan di GIA Subah. Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda GIA SUBAH (3) Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda GIA SUBAH (7)

Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar Berlangsung Khidmat, Bertepatan dengan HUT IX Gereja

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai ibadah istimewa Penahbisan Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih (GIA) Denpasar, yang digelar pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, di gedung GIA Denpasar, Bali. Momen bersejarah bagi jemaat ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun GIA Denpasar yang ke-9. Acara penahbisan dihadiri oleh jajaran Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode GIA, para pendeta dari Majelis Daerah (MD), serta seluruh jemaat GIA Denpasar yang memenuhi ruang ibadah. Kehadiran para hamba Tuhan dan jemaat menambah semarak serta kekhidmatan perayaan iman tersebut. Dalam ibadah penahbisan, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono yang mengangkat tema: “Setia dalam Menjalankan Tugas Penggembalaan”, terinspirasi dari 1 Petrus 5:1–4. Dalam khotbahnya, Pdt. Budi menekankan pentingnya keteladanan seorang gembala jemaat dalam menggembalakan umat Tuhan dengan rendah hati, kasih, dan kesetiaan, sebagaimana Rasul Petrus menasihatkan kepada para penatua gereja. “Seorang gembala bukan hanya memimpin, tetapi juga melayani dengan hati yang tulus, sebagaimana Kristus adalah Gembala Agung bagi umat-Nya,” ujar Pdt. Budi dalam pesan rohaninya. Prosesi penahbisan  Pdt. Djoko Pitojo dilakukan dengan doa dan penumpangan tangan oleh para pendeta yang hadir, menandai dimulainya pelayanan resmi gembala jemaat yang baru di GIA Denpasar. Ibadah berlangsung dengan penuh rasa syukur dan diiringi pujian dari tim paduan suara jemaat. Tidak hanya penahbisan, ibadah kali ini juga menjadi momen refleksi dan ucapan syukur atas sembilan tahun berdirinya GIA Denpasar. Dalam sambutannya, perwakilan jemaat menyampaikan terima kasih kepada seluruh hamba Tuhan dan jemaat yang telah bersama-sama membangun pelayanan gereja hingga saat ini. Acara kemudian ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah seluruh jemaat, menandai kebersamaan dan semangat baru dalam pelayanan penggembalaan di tengah-tengah komunitas GIA Denpasar.Dengan berlangsungnya penahbisan ini, diharapkan GIA Denpasar semakin bertumbuh dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan untuk menjadi terang bagi masyarakat di Pulau Dewata. Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (1) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (9) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (8) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (7) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (6)

Ibadah Emiritasi, Penahbisan Gembala Jemaat, Dan Hut XI GIA Jemaat Supriyadi Berlangsung Khidmat Dan Penuh Sukacita

Suasana penuh sukacita dan haru mewarnai pelaksanaan Ibadah Emiritasi, Penahbisan Gembala Jemaat, serta Perayaan HUT ke-XI GIA Jemaat Supriyadi yang digelar di Gedung Gereja GIA Jemaat Supriyadi pada Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 11.00 WIB. Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh jajaran petinggi MPH GIA, para pendeta dari berbagai GIA di sekitar wilayah tersebut, serta seluruh jemaat GIA Jemaat Supriyadi. Momen bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat, menandai transisi kepemimpinan yang berlangsung dengan penuh kasih, kebersamaan, dan semangat melanjutkan pelayanan Kristus. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, yang mengangkat tema: “Bersama Kristus Melanjutkan Estafet dan Menatap Masa Depan.” Pesan yang disampaikan mengingatkan seluruh jemaat akan pentingnya melanjutkan pelayanan dengan kesetiaan, ketulusan, serta pengharapan yang teguh di dalam Kristus. Salah satu momen paling berkesan dalam acara ini adalah penyerahan tongkat kepemimpinan dari Pdt. Em. Timotius Agus Supoyo kepada Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Ag, yang dilakukan secara simbolis dan berlangsung dengan penuh hikmat serta sukacita. Proses serah terima ini menggambarkan semangat kebersamaan dan kesinambungan pelayanan di tubuh gereja, di mana estafet pelayanan diteruskan kepada gembala yang baru dengan penuh rasa syukur dan komitmen untuk melayani lebih baik. Perayaan HUT ke-11 GIA Jemaat Supriyadi turut menjadi refleksi atas karya dan penyertaan Tuhan selama lebih dari satu dekade pelayanan. Jemaat bersama seluruh pelayan Tuhan menyatakan tekad untuk terus bertumbuh dalam iman, melayani dengan kasih, serta menjadi terang bagi lingkungan sekitar. Acara kemudian ditutup dengan doa syukur dan persekutuan kasih yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Dengan tema besar “Bersama Kristus Melanjutkan Estafet dan Menatap Masa Depan,” GIA Jemaat Supriyadi meneguhkan langkahnya untuk terus melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (9) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (8) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (6) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (2) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (4)

IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT

Bayang, 20 Oktober 2025 Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih  (GIA) Jemaat Bayang pada Senin sore . Meski tengah dalam proses renovasi, jemaat GIA Bayang berhasil melaksanakan Ibadah Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala Jemaat dengan tertib dan penuh semangat rohani. Ibadah yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh para hamba Tuhan, jemaat, dan tamu undangan dari berbagai wilayah pelayanan. Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan”. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan pentingnya seorang pemimpin gereja memiliki integritas, keteladanan, serta kesetiaan dalam menjalankan panggilan Tuhan, meskipun dalam situasi dan tantangan pelayanan yang tidak selalu mudah. Suasana ibadah semakin khidmat ketika acara Penahbisan Gembala Jemaat dilangsungkan. Dalam momen penuh sukacita tersebut, Pdt. Edi Susanto, S.Th resmi ditahbiskan sebagai Gembala Jemaat GIA Bayang yang baru. Ucapan selamat dan doa dari para hamba Tuhan serta jemaat mengalir untuk mendukung pelayanan beliau ke depan. Hal yang menarik dari acara ini adalah semangat kebersamaan dan dedikasi jemaat yang begitu terasa. Meskipun gedung gereja masih dalam proses renovasi, jemaat menunjukkan komitmen dan antusiasme yang tinggi untuk tetap menyelenggarakan ibadah dengan penuh hikmat dan tertib. Dengan penataan sederhana, suasana ibadah tetap berjalan lancar dan penuh sukacita. Acara ditutup dengan doa berkat serta foto bersama seluruh jemaat dan tamu undangan, menandai awal baru bagi GIA Jemaat Bayang dalam perjalanan pelayanannya. Melalui momentum Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala ini, diharapkan GIA Bayang semakin bertumbuh menjadi gereja yang dewasa, mandiri, dan terus menjadi terang serta berkat bagi masyarakat sekitar. IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (4) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (2) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (3) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (5)

Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat

Singkut, 20 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Singkut Durian yang berlangsung pada hari Senin di gedung GIA Singkut Durian. Ibadah penahbisan ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, dengan ditahbiskannya Pdt. Onianto, S.Th sebagai Gembala Jemaat dan Pdm. Ferianto, S.Th sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan disertai doa dan penumpangan tangan oleh para hamba Tuhan dari sinode GIA serta dihadiri oleh para tamu undangan, pelayan gereja, dan jemaat dari berbagai wilayah. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Mus Budiarto dengan tema “Sinergi Dalam Pelayanan”. Melalui khotbahnya, Pdt. Mus menekankan pentingnya kerja sama dan kesatuan hati antara para pelayan Tuhan dan jemaat dalam membangun tubuh Kristus. “Pelayanan bukanlah karya pribadi, tetapi kolaborasi dalam kasih dan ketaatan kepada Tuhan. Ketika gereja bersinergi, nama Tuhan dimuliakan,” ujar Pdt. Mus dalam khotbahnya. Rangkaian acara berjalan dengan tertib dan penuh hikmat, diiringi pujian dan penyembahan yang menguatkan iman jemaat. Penahbisan ini tidak hanya menjadi simbol pengutusan dan tanggung jawab baru bagi para hamba Tuhan, tetapi juga menjadi momentum pembaruan semangat pelayanan di tengah jemaat GIA Singkut Durian. Dalam sambutannya, Pdt. Onianto menyampaikan rasa syukur dan kerendahan hati atas kepercayaan yang diberikan. “Segala puji bagi Tuhan Yesus Kristus. Tugas ini bukan kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani dengan kasih dan kesetiaan,” ujarnya. Sementara itu, Pdm. Ferianto berkomitmen untuk terus belajar dan bertumbuh dalam pelayanan. “Saya bersyukur boleh dipercayakan melayani di ladang Tuhan ini. Kiranya setiap langkah kami senantiasa diarahkan oleh Roh Kudus,” tuturnya. Acara diakhiri dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat, yang turut mempererat kebersamaan dalam kasih Kristus. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa GIA Singkut Durian terus berkomitmen untuk melahirkan dan membina pelayan-pelayan Tuhan yang berdedikasi, demi kemajuan pelayanan gereja dan kemuliaan nama Tuhan di tengah masyarakat. Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (9) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (6) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (4) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (5)

TIGA MOMENTUM ROHANI DALAM SATU IBADAH: PENDEWASAAN GIA JEMAAT PUSAT DAMAI, PENAHBISAN GEMBALA, DAN PELANTIKAN MAJELIS

Bodog, 19 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan haru memenuhi gedung GIA Jemaat Pusat Damai, Bodog, pada  hari Minggu pukul 17.00 WIB. Dalam satu ibadah yang istimewa, gereja ini merayakan tiga momentum rohani penting sekaligus : Pendewasaan Jemaat, Penahbisan Gembala Jemaat, dan Pelantikan Majelis. Ibadah agung tersebut dipimpin dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai tamu undangan, para hamba Tuhan dari jemaat-jemaat GIA di wilayah sekitarnya, serta umat Tuhan yang datang untuk bersyukur bersama. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Andreas menekankan pentingnya teladan dan tanggung jawab seorang pemimpin rohani di tengah jemaat.“Seorang pemimpin yang sejati bukan hanya memimpin dengan kata-kata, tetapi dengan keteladanan hidup. Tanggung jawab dalam pelayanan adalah bentuk kasih kepada Kristus dan umat-Nya,” tegas Pdt. Andreas dalam pesan khotbahnya. Momen puncak ibadah ditandai dengan penahbisan Gembala Jemaat baru, yaitu Pdt. Marihot Siregar, S.Th, yang resmi melayani dan menggembalakan GIA Jemaat Pusat Damai. Penahbisan dilakukan dengan penumpangan tangan dan doa berkat dari para hamba Tuhan yang hadir. Tak hanya itu, bersamaan dengan penahbisan tersebut, dilangsungkan pula pelantikan Majelis Jemaat baru, yang siap melayani bersama gembala dalam membangun pertumbuhan iman dan pelayanan gereja. Ibadah pendewasaan ini juga menjadi tonggak sejarah bagi GIA Jemaat Pusat Damai, yang kini resmi menjadi jemaat dewasa di bawah naungan Gereja Isa Almasih (GIA). Suasana penuh sukacita mewarnai seluruh rangkaian acara, ditutup dengan pujian syukur dan doa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang menjadi ajang kebersamaan dan ucapan selamat kepada gembala dan majelis yang baru. Dengan tiga peristiwa rohani besar yang terjadi dalam satu ibadah, GIA Jemaat Pusat Damai Bodog menorehkan sejarah baru perjalanan pelayanannya sebuah tanda kasih dan penyertaan Tuhan yang nyata bagi jemaat-Nya.

GIA Rajawali Rayakan HUT ke-51 dan Penahbisan Pendeta, Soroti Kasih Allah dan Sukacita Pelayanan

Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Rajawali, Jakarta, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 sekaligus Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda yang diselenggarakan pada Minggu pagi, 5 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB.Acara ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat dan pelayanan GIA Rajawali karena tidak hanya merayakan usia pelayanan gereja yang telah melintasi lima dekade lebih, tetapi juga menyambut secara resmi hamba Tuhan baru dalam kepemimpinan rohani jemaat. Ibadah perayaan dan penahbisan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Gembala Jemaat GIA Rajawali, Ketua Umum dan Sekretaris Umum Sinode GIA, perwakilan Majelis Daerah (MD) VII, Majelis Jemaat GIA Rajawali, Panitia HUT ke-51 GIA Rajawali, serta para hamba Tuhan dari lingkungan MD VII. Hadir pula jemaat GIA Rajawali dan tamu undangan yang turut bersukacita atas karya Tuhan yang dinyatakan melalui gereja ini. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan umum disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, yang mengangkat ayat dari Yohanes 3:16, dengan penekanan bahwa Kasih Allah adalah motif utama yang mendorong Allah melaksanakan misi-Nya bagi dunia. Pdt. Budi menegaskan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk menerima kasih itu, tetapi juga menjadi saksi hidup dari kasih dan misi Allah kepada dunia. “Gereja bukan hanya tempat untuk menerima kasih karunia, tapi harus menjadi agen kasih itu sendiri di tengah dunia yang terluka,” ujar Pdt. Budi dalam khotbahnya yang menggugah. Puncak acara ditandai dengan penahbisan Pdt. Michael Christian Yuwono sebagai pendeta baru serta Pdm. Ivan Christian Saputra dan Pdm. Samson Harry Capah di lingkungan GIA. Dalam khotbah perdana Pdt. Michael Christian Yuwono , ia mengangkat Mazmur 126:3 yang berbunyi “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.” Dalam penyampaiannya, Pdt. Michael menyoroti bahwa perkara besar yang dimaksud adalah karya keselamatan, pemeliharaan Tuhan, serta sukacita yang lahir dari pengalaman kasih itu. “Sukacita pelayanan bukan berasal dari kenyamanan, tapi dari kesadaran akan betapa besar kasih Tuhan bagi kita. Kita melayani karena kita telah lebih dahulu dikasihi,” ungkapnya dalam nada penuh haru dan semangat. Salah satu momen menyentuh dalam ibadah ini adalah kesaksian dari seorang pelayan Sekolah Minggu yang telah mengajar sejak tahun 1990. Ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat menyaksikan anak-anak yang dahulu diajar kini tumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan aktif dalam pelayanan.“Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat benih Firman yang kita tanam bertumbuh dan berbuah. Saya bangga menjadi bagian dari sejarah iman mereka,” ujarnya penuh haru. Perayaan ini menjadi refleksi bagi seluruh jemaat akan kasih setia Tuhan yang menopang perjalanan GIA Rajawali selama 51 tahun. Dari generasi ke generasi, Tuhan terus memakai gereja ini sebagai alat dalam mewartakan Injil, memperlengkapi hamba-hamba-Nya, serta membangun komunitas yang menjadi terang di tengah kota Jakarta. Dengan tema yang terinspirasi dari Yohanes 3:16 dan Mazmur 126:3, acara ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga pengingat panggilan gereja untuk tetap setia dalam kasih dan misi-Nya. IMG_1819 GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (9) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (8) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (7) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (6) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (2)

Categories
Muda Inspiratif

“Buka Mata Hatiku” Penyanyi Chris Duffley: Mengatasi Keterbatasan dan Menginspirasi Iman di Tengah Kesulitan

- MUDA INSPIRATIF -

“Buka Mata Hatiku” Penyanyi Chris Duffley: Mengatasi Keterbatasan dan Menginspirasi Iman di Tengah Kesulitan

Kisah inspiratif Chris Duffley, seorang penyanyi tunanetra yang berhasil mengatasi keterbatasannya dan memperkuat imannya di tengah-tengah tantangan. Temukan bagaimana dia membuka mata hati kita melalui musiknya yang menginspirasi dan menggerakkan hati.

Chris Duffley, seorang penyanyi tunanetra yang berhasil mengatasi keterbatasannya dan memperkuat imannya di tengah-tengah tantangan.
Chris Duffley, seorang penyanyi tunanetra yang berhasil mengatasi keterbatasannya dan memperkuat imannya di tengah-tengah tantangan.

Chris Duffey pernah muncul di majalah thehope.id waktu itu, ia masih kanak-kanak akan tetapi sekarang telah menjadi pemuda yang perannya dalam motivator rohani dan melatih kaum muda untuk tetap berdiri teguh dalam iman di tengah tengah kesulitan menyatakan iman, kesulitan hidup akibat ekonomi dan bagi perdamaiam dunia.

Majalah thehope.id membagikan dari semua usaha merangkum beritanya tentu saja tidak hanya merangkum tapi juga informasi yang menarik lainya dan dapat yang dipercaya. Kiranya pembaca di berkati dan dapat bangkit di tengah-tengah keterpurukan ekonomi. Selamat membaca!

Lahir diwaktu yang tepat dan memberi yang terbaik

Bagaimana ini untuk ironi? Lagu yang meluncurkan karir Chris Duffley disebut “Open the Eyes of My Heart.” Lagu yang mengantarnya menjadi inspirator iman para orang tua dan generasi musa. Dan banyak orang tua yang berdiri saat lagu ini dinyanyikan, bahkan menghapus air matanya setelah sadar bahwa ada sisi yang lain dibukakan oleh Tuhan untuk dilihat dari semua yang tadinya tidak mungkin.

Kemudian lagi, mungkin itu tidak terlalu aneh. Lagu itu, standar pop Kristen dari tahun 2001, adalah tentang mencoba melihat Tuhan. Secara harfiah, itu tidak mungkin, Chris Duffley yang buta, setidaknya dalam kehidupan ini. Tetapi ada banyak cara untuk memahami. Dan Duffley telah menguasai beberapa hal.

Mulailah dengan pendengaran. Bahwa Chris Duffley buta namun ada yang luar biasa pendengarannya yang tajam dan jernih. Ini membantu dia memiliki nada yang sempurna, yang ditemukan oleh seorang guru musik dan terapis ketika Duffley berusia tujuh tahun.. Lalu ada sentuhan dan ketangkasan.

Ayah Duffley, Steve, berkata bahwa Chris dapat mengetuk papan tombol Braille iPhone-nya lebih cepat daripada kebanyakan orang yang dapat melihat menggoyangkan ibu jari mereka. Dia juga memiliki pemahaman yang tajam tentang teknologi, yang telah menghasilkan pekerjaan sampingan yang mungkin menjadi panggilan utama Duffley — menguji situs web untuk membantu membuatnya dapat diakses oleh orang-orang yang kehilangan penglihatan.

Jika ada, ledakan teknologi selama 40 tahun terakhir menjadikan 19 Mei 2001, hari yang cukup baik untuk dilahirkan. Dapat dikatakan bahwa kehidupan dan karier Duffley akan jauh berbeda tanpa komputer dan terutama internet. Video Duffley menyanyikan “Open the Eyes of My Heart” pada usia 10 tahun di kampung halamannya di New Hampshire telah menarik lebih dari 3,6 juta penayangan selama 11 tahun terakhir. Klip itu dan lainnya, termasuk film dari tiga pertunjukan Star-Spangled Banner di Boston’s Fenway Park, menghasilkan acara menyanyi dan berbicara di seluruh negeri; pandemi Covid memaksa pembatalan rencana tur ke Amerika Selatan dan Asia pada tahun 2020.

Berkarier pada momentnya dan ada kesempatan

Tanggal lahir Duffley mungkin menunjukkan waktu yang tepat, tetapi situasinya berbeda. Kedua orang tua kandungnya memiliki masalah narkoba. Duffley tiba lebih dari dua bulan sebelum waktunya. Beratnya hanya 1 pon, 12 ons. Kebutaannya juga diakibatkan oleh kelahirannya yang terlalu dini. Menurut Steve, Chris menghabiskan 100 hari di unit neonatal di rumah sakit Florida. Tampaknya merupakan keajaiban bahwa dia hidup cukup lama bahkan untuk diadopsi oleh Steve dan istrinya, Christine, yang membawanya ke rumah mereka di Manchester, N.H., pada Agustus 2002. Jadi, semuanya ada di dalam waktu yang tepat dan menjadi kesempatan yang indah. Sedangkan semua keterbatasannya apakah itu dalam bentuk keterbatasan diri, buta, autis menjadi ‘alat’ bagi Tuhan untuk menyatakan mujizatnya atau kuasa-Nya.

Menyebut Steve dan Christine pemeluk Katolik yang taat sama saja mengatakan Beethoven adalah komponis yang cukup bagus. Keduanya mengatakan bahwa iman mereka memberi mereka keberanian untuk menerima Chris. Christine, terutama, mengatakan bahwa dia khawatir memiliki “kompleks penyelamat”. Ketika dia pertama kali melihat Chris, dia baru berusia kurang dari satu tahun dan kembali ke rumah sakit dengan pneumonia ganda. Besarnya apa yang dia dan Steve pertimbangkan membuatnya dipenuhi kecemasan yang bisa dimengerti. Tapi kecemasan itu ia berani untuk di bawa dalam doa Dalam doanya, dia bertanya kepada Tuhan. “Tuhan, apa yang Kau ingin aku lakukan?” Melalui hati kecilnya, suara Tuhan datang dan menjawabnya dengan lembut. “Jangan takut, Aku akan mengatur semuanya.” Dan ia percaya mulai merawatnya sebagai anaknya sendiri, keajaiban demi kajaibanpun diperlihatkan Tuhan.

Doa merupakan andalannya

Dia berpaling ke tempat yang selalu dia lakukan — untuk berdoa. Dalam hal apapun doa tidak pernah dia lupakan.

“Saya percaya Tuhan berbicara ke hati saya,” katanya. “Dia mengatakan kepada saya, ‘Jangan takut. Saya akan mengurus semuanya.’ Dan saya menerimanya sebagai tanda kepercayaan bahwa semuanya akan baik-baik saja jika saya melangkah dengan iman untuk membawa Chris ke dalam keluarga.” Keputusan itu juga sulit karena alasan lain. Keluarga Duffley sudah memiliki empat anak lain di bawah usia 10 tahun. Sebelum mengadopsi Chris, Steve dan Christine bertanya bagaimana perasaan mereka tentang memiliki bayi laki-laki yang buta dan membutuhkan cinta dan perhatian ekstra. Tanggapan: Acungan jempol dengan suara bulat.

Ketika Chris berusia tujuh tahun dan mulai kelas satu, datanglah berita tambahan: Dia mengidap autisme. Diagnosisnya tidak sepenuhnya tidak terduga; antara lain, itu menjelaskan mengapa Chris membenturkan kepalanya ke lantai saat masih balita, dan saat ini menyodokkan matanya, hidup di dunianya sendiri dan bercakap-cakap hanya dengan mengulangi apa yang dikatakan orang kepadanya.

Satu hal yang Cristine dan Steve tidak percayai adalah bahwa Chris tidak memiliki kecerdasan. Dia telah diberi label keterlambatan perkembangan, tetapi Steve mengatakan bahwa pada usia tiga atau empat tahun Chris sudah bisa membaca ibu kota dari 50 negara bagian. Dia sangat tertarik pada suara – baik yang bisa dia dengar maupun yang bisa dia perkuat melalui mikrofon mesin karaoke anak-anaknya.

Bahkan, dia jatuh cinta dengan gadget elektronik, khususnya mikrofon. Ibu Christine, Ann Matchekosky, yang digambarkan Steve sebagai “istirahat dan bantuan” keluarga, adalah seorang pemimpin musik gereja. Saat mengantar Chris ke terapi fisik dan janji temu lainnya, dia bernyanyi di dalam mobil dan mengajarinya untuk menyelaraskan.

Dengan itu, mungkin kebetulan – atau mungkin tidak – bahwa keluarga itu duduk di antara hadirin ketika seorang detektif polisi bernama Joe Hoadley mulai menyanyikan lagu favorit Chris di pertemuan Eight Days of Hope, sebuah organisasi bantuan Kristen yang membantu membangun kembali kota kecil Bay St. Louis di Mississippi empat bulan setelah Badai Katrina meniup sebagian besarnya ke Teluk Meksiko.

Menjadi inspirasi iman

Kami tahu kami menginspirasi orang lain dalam perjalanan iman mereka, dengan orang-orang yang memiliki keluarga dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Kami menginspirasi mereka untuk meningkatkan standar.

Pada 2017, dia diundang oleh Canucks Autism Network, yang didirikan oleh pemilik bersama tim Liga Hoki Nasional Vancouver Canucks, untuk menyanyikan aransemen lagu rakyat Italia karya Andrea Bocelli, “Con Te Partirò”. Dengan satu latihan, dia menyanyikan harmoni dengan grup vokal Kanada yang terkenal di dunia, Tenors, dan kemudian bergabung dengan mereka dengan lagu favorit Chris lainnya, “Lean on Me,” oleh Bill Withers.

Guru dan terapis keluarga Duffley dan Chris semuanya mengatakan bahwa Chris diterima dengan baik oleh saudara dan teman sekolahnya. Begitu anak-anak lain mengatasi kecanggungan yang tak terhindarkan, Chris, yang lulus SMA dua tahun lalu, hanyalah siswa lain yang kebetulan membawa tongkat dan terkadang tidur di kelas (terutama sejarah). Steve dan Christine mengatakan bahwa mereka berdua secara alami adalah orang-orang yang positif, “ya, kita bisa”.

Tapi itu belum universal. Chris baru-baru ini terkejut dengan pertemuannya dengan seorang pegawai toko di Manchester. Dia mengerti dia mencoba untuk menjadi baik. Meskipun demikian, dia agak jengkel ketika dia mengatakan kepadanya, “Bagus kamu bisa keluar dan pergi ke berbagai tempat.”

“Pernyataan itu, khususnya – saya merasa sangat canggung,” kata Chris. “Karena saya, seperti, saya bisa keluar,” katanya, menekankan “bisa.”

Kesalahpahaman lain yang sering terjadi tentang kecacatan – terutama autisme – adalah bahwa hal itu disamakan dengan kecerdasan yang rendah. (T-shirt untuk tuna rungu secara ringkas mengungkapkan frustrasi yang diakibatkannya. “Saya tuli,” bunyinya, “tidak bodoh.”) Christine dan Steve memuji guru dan terapis Chris karena secara konsisten menantang putra mereka, yang menghadiri kelas reguler dengan bantuan paraprofessional mulai dari taman kanak-kanak. Christine mengatakan banyak dari apa yang dianggap keluarga Duffley sebagai pelayanan mereka berfokus pada mendorong orang tua lain untuk menciptakan harapan yang tinggi.

“Kami tahu kami menginspirasi orang lain dalam perjalanan iman mereka, dengan orang-orang yang memiliki keluarga dengan anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Christine. “Kami menginspirasi mereka untuk meningkatkan standar.”

Chris juga melihat pekerjaannya sebagai panggilan religius. Belum lama ini, ia mendirikan sebuah stasiun radio Kristen berbasis Internet di mana ia menyebarkan pesannya dan memutar lagu-lagu favoritnya. Tentang kariernya dan selebritasnya yang tak terduga, dia berkata, “Itu tidak benar-benar membuat saya dikenal. Itu untuk membuat Tuhan dikenal.”

Fase saat ini mungkin tidak berlangsung selamanya, setidaknya tidak secara eksklusif. Chris masih menyukai jalan, tetapi ada alasan baru — membuat dunia digital lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas, terutama mereka yang memiliki gangguan penglihatan. Tahun ini, dia memperoleh sertifikasi untuk menguji kompatibilitas situs web dengan “pembaca layar”, yang mengubah konten Internet menjadi audio dan Braille.

Satu hal yang pasti: Bukan tanpa alasan Canucks Autism Network biasanya disingkat menjadi “CAN”. Bagi Chris, ini bukan masalah besar – seperti seharusnya kehidupan. Ambisinya yang terus berlanjut adalah membangun kemandirian bagi tunanetra. “Saya merasa terinspirasi,” katanya. “Saya ingin membuat perubahan dalam hal-hal tertentu.” Bagaimana dengan hidup Anda? Apa yang bisa dibagikan? (red)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

Categories
Muda Inspiratif

Menarilah dan Terus Tertawa

- MUDA INSPIRATIF -

Menarilahdan Terus Tertawa

Saya menyapamu dengan penuh antusias dan rasa kangen yang sedemikian dalam. Karena sudah lama nih kita tak jumpa di barisan tulisan ini.
Oleh: David Sudarko

...ada kekuatan besar yang diatas logika kita, kita belajar untuk tunduk, menerima dan mengakui kedaulatan Tuhan

TheHOPE – Secara pribadi saya begitu senang sekaligus bahagia dengan kembali hadirnya Majalah kesayangan kita, Sinode20 dalam wajah baru “The Hope”. Karena sejak “Mbak korona”, Pandemi Covid 19 melanda dunia, kita menjadi terpisahkan olehnya.

Tapi bersyukur kepada Papi Jesus, Bapa kita yang baik yang telah menghalaukan virus itu dari hidup kita. Sehingga sampai hari ini kita masih menikmati perlindungan dan berkat pemeliharaan Tuhan. Meski tak dapat dipungkiri, bahwa mungkin ada diantara saudara yang kehilangan pekerjaan, kehilangan usaha, kehilangan asset. Dan mungkin juga kehilangan orang-orang kesayangan, termasuk pendamping hidup, orang tua, anak, dan saudara kandung. Saya merasakan kepedihan itu, karena saya juga mendampingi beberapa jemaat yang mengalaminya.

Meski demikian yang terjadi, saya rasa kita tidak boleh terpuruk dengan keadaan. Kita tidak boleh lemah dan kecewa, apalagi kecewa dengan Tuhan. Karena hidup masih terus berlanjut. Kita harus bangkit dan melanjutkan sisa perjalanan hidup ke depan. Sekalipun sepertinya berat dan tidak ada yang mau dikejar; karena merasa untuk apa aku hidup jika semua sudah dimbil oleh Tuhan, tetaplah melihat dan mempercayai rencana Tuhan atas hidup kita, yang jauh lebih indah dari keadaan saat ini.
Belajar dari mereka
Sebagai penguatan dan motivasi, saya mengajak kalian generasi muda untuk belajar bukan hanya pada tokoh-tokoh rohani saja. Kita patut belajar juga pada orang-orang yang justru bukan dari “yang rohani”, namun memiliki pandangan rohani yang cukup matang (saya rasa). Mari belajar dari 2 lirik lagu karya dari NIDJI dan D’MASIV di bawah ini:
Reff: Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Cinta kita di dunia
Selamanya

Reff :
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anug’rah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik


Dari lirik-lirik yang dituangkan dalam lagu tersebut, saya mengira tentu itu bukan hanya sekedar lagu motivasi saja, melainkan sebuah curahan hati, sebuah ungkapan iman yang lahir dari pemahamannya terhadap Tuhan dan realita yang terjadi.

Mungkin bagi kita yang sudah sering mendengar dan membaca sendiri ayat-ayat di Alkitab, baik melalui Kitab Mazmur maupun surat-surat Paulus di PB, kita sudah menganggapnya hal yang biasa. Namun saya secara pribadi, ketika meresapi lagu dan lirik-lirik mereka, saya menjadi takjub, heran dan saya anggap itu hal yang luar biasa. Jika ada anak-anak Tuhan, apalagi yang sudah lama melayani di gereja, namun sulit untuk bersyukur, ini sungguh sangat disayangkan. Menjadi sebuah tanda tanya, atas pemahaman dan pengenalannya akan Tuhan.

Dari sini kita belajar untuk menerima semua realita pahit, yang menyakitkan, yang mendukakan, dimana semua itu diluar kemauan kita. Itu artinya bahwa ada kekuatan besar yang diatas logika kita, kita belajar untuk tunduk, menerima dan mengakui kedaulatan Tuhan. Hadapi semua realita yang terjadi dengan ucapan syukur, “menarilah dan tertawalah”, bersama Tuhan Yesus yang mengendalikan segala sesuatu untuk yang terbaik buat kita.
Belajar percaya
Meski dunia saat ini diprediksi sebagai masa yang gelap, masa yang sulit, perekonomian dunia tergoncang, namun generasi muda tidak boleh terpuruk, tidak boleh takut dan kuatir yang berlebihan. Kita harus tetap percaya. Percaya itu butuh belajar. Seperti layaknya Maria, Martha dan murid-murid Tuhan Yesus, mereka dilatih untuk belajar percaya; “tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.” (Yoh 11: 15)

Perlu diketahui bahwa, percaya itu memiliki kekuatan dua sisi. Sisi yang pertama, kita percaya bahwa Tuhan kita itu Maha Kuasa, Maha Baik, Maha Peduli dan Maha-maha yang lainnya. Namun di sisi yang kedua, percaya itu berarti mempercayakan. Seperti ketika kita melakukan perjalan ke luar kota atau ke luar negeri dengan menggunakan jasa transportasi kereta Api atau Pesawat, kita mempercayakan kemudi itu pada Masinis dan Pilot yang sebenarnya tidak kita kenal. Ketika kita masuk, kita tidak pernah bertanya, siapa pilotnya, apa ijasahnya, sudah berapa lama pengalaman menerbangkan pesawat? Kita langsung duduk, dan siap jalan dengan hati yang percaya, betul kan? Mustinya terhadap Tuhan kita juga seperti itu. Bahkan lebih percaya dari mereka. Karena DIA telah terbukti nyata kasih dan pengorbananNya, yang sudah terbukti kuasaNYa, berbagai mujizat telah dinyatakannya. Mengapa kita masih berat untuk mempercayaiNya? Percayakanlah hidupmu dan masadepanmu kepada-Nya.

Sebagai penutup, saya hendak membagikan tips untuk kalian dalam menjalani hidup ini untuk mempersiapkan diri menapaki tahun-tahun ke depan. Mari jalani hidup ini dengan Modal 3K.

K yang pertama adalah, Kesadaran.
Sadar, bahwa kita ini terbatas, kita ini lemah, kita ini buta akan masa depan. Kita banyak kekurangan dan kelemahan. Tetapi kita juga harus sadar, bahwa kita punya Tuhan yang hebat, Tuhan yang dahsyat, Tuhan yang tak terbatas, Tuhan yang punya banyak cara untuk menolong. Dengan modal kesadaran ini, kita akan dibawa pada spirit kebergantungan. Yaitu kebergantungan kepada Tuhan saja. Bukan bergantung pada kekuatan manusia, kepandaian, kekayaan, kemahiran, jabatan, popularitas yang sebenarnya semuanya itu ada batasannya. Bergantunglah pada Tuhan Yesus saja, yang tak terbatas.

K yang kedua adalah, Kemauan.
Ciri khas seorang muda yang khusus adalah kemauannya yang kuat. Rasa ingin mendapatkan, rasa ingin memiliki, rasa ingin mencapai cita-cita, itu begitu kuat di dalam darah anak muda. Itu sebabnya, bakar terus kemauan saudara untuk percaya lebih sungguh kepada Tuhan, bakar terus kemauan saudara untuk bekerja lebih keras, melatih skill lebih tekun, menjalin relasi lebih luas, melayani dan menghormati lebih tulus, berjuang lebih giat, dan yang lebih-lebih lagi untuk yang terbaik buat Tuhan dan sesamanya. Maka dirimu akan naik dan terus naik, tidak akan turun.

K yang ketiga adalah Komitmen
Modal yang ketiga ini sangat penting. Jika Kesadaran dan Kemauan sudah dilakukan, tetapi jika tidak ada Komitmen, maka kita kan tergelincir dan terperosok ke jurang keruntuhan. Maka untuk tetap bangkit dan kuat “karier” kita, kita harus Konsisten. Peganglah komitmen dan penuhilah itu secara tekun hingga akhir usia kita. Maka semua akan tetap ada dalam genggaman kita, bahkan dapat menjadi warisan bagi keturunan kita kelak.

So, mari generasi muda.

Bangkitlah dengan kondisimu saat ini, jangan terpuruk. Tetaplah percaya pada Tuhan Yesus dan lakukan 3K dalam aktivitas hidup kita hingga akhir. Pasti engkau dapat mencapai semua rencana Tuhan yang indah itu. Salam semangat, dan terus layani Tuhan.

God Bless You.

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

Categories
Muda Inspiratif

Waspadai Generasi Sandwich

Waspadai Generasi Sandwich

“Beban Berat “Generasi Sandwich”, oleh surat kabar nasional Kompas, dijadikan head line berita, Kamis, 8 September 2022, kemudian diulas lagi dalam opini harian surat kabar yang sama, Selasa, 13 September 2022, dengan judul “Beban Generasi “Sandwich” dan Peluang Bonus Demografi”. Suatu pemaparan yang sangat serius, sehingga Kompas merasa perlu menyerukan fenomena generasi sandwich ini. Apakah generasi sandwich sungguh serius sehingga perlu diperhatihan dengan sungguh-sungguh? Apakah generasi Sandwich itu?
Oleh: Team Redaksi theHOPE.id
Majalah theHOPE.id, merasa terpanggil untuk mengupas sedikit banyak tentang generasi Sandwich ini. Berikut dua orang yang merupakan wajah generasi Sandwich yang sempat memberikan kisahnya.

“Saya bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ayah meninggal beberapa hari setelah saya lulus kuliah, sehingga saya berkewajiban membiayai kebutuhan keluarga. Tak ada sepeser pun warisan untuk saya. Semua tagihan otomatis menjadi tanggung jawab saya” ujar Joko yang berusia 35 tahun, dikenal generasi Sandwich.

“Saya tidak punya cukup uang untuk itu, terutama mengingat betapa masih ada tanggungan. Tapi saya masih membantu mereka. Misalnya, kalau minyak goreng, sabun cuci, beras dan gula kopi yang mulai sudah mau habis, saya yang akan membelinya. Ayah masih bekerja meski sudah tua. Kenyataan hidup mengharuskan mereka untuk terus bekerja. Jadi saya pasti akan membantu kalau ada yang bisa dibantu. Saya juga tidak pernah minta ini-itu kepada orang tua,” ujar Lily berusia 26 tahun.

Gambaran percakapan dua generasi Sandwich yang menerima kenyataan hidup dan terus berjuang untuk bisa mempertahankan eksistensinya. Sebenarnya apa itu generasi Sandwich itu?
Asal mula istilah generasi Sandwich
Istilah ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1981 oleh seorang Profesor sekaligus direktur praktikum University Kentucky, Lexington, Amerika Serikat bernama Dorothy A. Miller. Generasi sandwich merupakan generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup 3 generasi yaitu orang tuanya, diri sendiri, dan anaknya.

Kondisi tersebut dianalogikan seperti sandwich dimana sepotong daging terhimpit oleh 2 buah roti. Roti tersebut diibaratkan sebagai orang tua (generasi atas) dan anak (generasi bawah), sedangkan isi utama sandwich berupa daging, mayonnaise, dan saus yang terhimpit oleh roti diibaratkan bagai diri sendiri.

Dikutip dari berbagai sumber, generasi Sandwich terjadi pada seseorang baik pria maupun wanita yang memiliki rentan umur dari 30 hingga 40 tahun. Namun ada pula yang menyebutkan rentang umur antara 30 hingga 50 tahun. Namun, seorang Aging and Elder Care Expert (seniorliving.org) bernama Carol Abaya mengkategorikan generasi Sandwich menjadi tiga ciri berdasarkan perannya.
1. The Traditional Sandwich Generation
Orang dewasa berusia 40 hingga 50 tahun yang dihimpit oleh beban orang tua berusia lanjut dan anak-anak yang masih membutuhkan finansial.

2. The Club Sandwich Generation
Orang dewasa berusia 30 hingga 60 tahun yang dihimpit oleh beban orang tua, anak, cucu (jika sudah punya), dan atau nenek kakek (jika masih hidup).

3. The Open Faced Sandwich Generation
Siapapun yang terlibat dalam pengasuhan orang lanjut usia, namun bukan merupakan pekerjaan profesionalnya (seperti pengurus panti jompo) termasuk ke dalam kategori ini.
Jika dilihat dari bebannya saja, dari sini kita sudah bisa merasakan bahwa generasi ini memiliki beban hidup yang cukup bahkan sangat berat. Lantas, mengapa generasi sandwich ini dapat terjadi?

Banyak faktor yang melatarbelakanginya, namun pada umumnya ini terjadi karena kegagalan finansial orang tua. Bukan maksud menyalahkan sepenuhnya, tapi orang tua yang tidak memiliki perencanaan finansial yang baik untuk masa tuanya akan berpotensi besar untuk membuat sang anak menjadi generasi sandwich berikutnya. Dan selanjutnya sang anak akan mengikuti jejak orang tuanya kelak sebagai orang tua yang tidak mandiri di masa tuanya, dan pada akhirnya berlanjut begitu seterusnya.
Menjadi perhatian bersama
Posisi generasi sandwich sebagai tulang pungung keluarga menempatkan mereka dalam tekanan dan impitan. Di satu sisi, mereka mesti memikul kebutuhan keluarga, satu sisi harus ikut menopang kehidupan generasi di atasnya, terutama orangtua. Sebagian dari mereka juga mesti membantu menutupi kebutuhan saudara kandung dan keluarga besar lainnya.

Dalam banyak kasus, mereka harus bekerja ekstra keras tanpa memiliki ruang untuk merancang masa depan keluarganya sendiri, yang bisa lebih sejahtera.

Jajak pendapat generasi sandwich Indonesia
Generasi Baby Boomer dan Silent >55 tahun…7.5%
Generasi X, 40-50 tahun,…32.6%
Generasi Y, 24-39 tahun,…43.6%
Generasi Z , <24 tahun,…16.5%

Ikut memberi bantuan ekonomi
Ya, memberi bantuan…67% dan tidak memberi bantuan 33%

Status ekonomi
Menengah atas…16.3%
Menengah bawah…44.8%
Bawah…36,2%
Sumber limbang Kompas/AVN/RFC/ 8 September 2022

Seperti mengutip dari hasil jajak pendapat Litbang Kompas, pada 9-11 Agustus 2022 kepada 504 responden di 34 propinsi. Hasilnya jajak pendapat menunjukkan 67% responden mengaku menanggung beban sebagai generasi sandwich.

Bagi generasi sandwich yang sudah berumah tangga, dampak yang paling terasa adalah dampak ekonomi. Hal ini karena seiring bertambahnya usia dan kebutuhan perawatan, orang tua harus berkompetisi dengan kebutuhan cucunya, seperti biaya pendidikan. Padahal, sumber daya yang dimiliki anak mereka dalam rumah tangga dapat dibilang masih terbatas.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa generasi sandwich juga dapat menderita konsekuensi psikologis. Dampaknya antara lain adalah stres, depresi, minim pola hidup sehat, bahkan sampai meningkatnya ketidakpuasan pada hubungan pernikahan.


Frustrasi sosial
Menurut Tantan Hermansah sosiolog dari Universitas Islam Negeri Jakarta, mengatakan, nasib generasi sandwich di Indonesia, terutama yang berpendapatan rendah, amat memprihatikan. Mereka dipaksa keadaan untuk bekerja keras tanpa pernah mencapai tingkat kesejahteraan yang memadai.
Penghasilan mereka habis untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan keluarga besarnya. Mereka tidak ada ruang untuk menabung atau beriventasi. Mereka juga tidak ada sempat untuk lari dari tekanan hidup seperti rekreasi atau sekedar melepaskan kepenatan. Tekanan hidup makin kuat dan memuncak manakala harga-harga kebutuhan bahan pokok dan bahan bakar naik. Kenaikan harga yang kian menambah frustrasi ketika inflasi naik, beruntung ada bantuan pemerintah. Sementara itu, apa yang dilihat di media sosial gaya hidup yang serba wah dan aksi-aksi yang membuat mereka frustrasi.

Apa yang dilakukan gereja
Telah menjadi kebiasaan yang baik adalah gaya hidup gereja mula-mula, yaitu untuk mengasihi, saling peduli, merangkul satu dengan yang lain dengan bantuan sesuai dengan kebutuhan (Kis 2:41-47, 4:32-37). Ketika jaman guncang, gaya hidup yang diwariskan dan diteladankan oleh jemaat mula-mula atau gereja mula-mula tak akan goyah ataupun surut oleh waktu dan zaman.
Tindakan kepeduliaan ini bukan dibicarakan tapi dilakukan. Tindakan kasih dalam perbuatan itu dipraktekan dalam perbuatan ke dalam dan keluar. Artinya, perbuatan kasih itu mulai dari diri sendiri dan mengalir keluar bagi orang lain. Orang yang mengerti kasih di dalam dirinya, ia akan mengalirkan perbuatan kasih bagi sesamanya. Bukankah Tuhan hadir ditengah-tengah orang saling berbuat kasih? (red)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Muda Inspiratif

Aku, Gereja, dan Alam

Aku, Gereja, dan Alam

Kalian sadar ga sih, kalau intensitas bencana hidrometeorologi semakin meningkat belakangan ini? Banjir bandang, badai tropis, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan terjadi di Indonesia dan bahkan di seluruh belahan dunia. Semua bencana ini memang diakibatkan oleh hal yang alamiah, tapi semuanya ini diperparah dengan adanya faktor pemanasan global yang disebabkan oleh manusia, termasuk kita. Sebagai generasi muda Kristen, apa sih yang bisa kita lakukan?
Oleh: Fransiscus Litani Santoso (@fransiskus_ls)
TheHOPE.id – Kalian sadar ga sih, kalau intensitas bencana hidrometeorologi semakin meningkat belakangan ini? Banjir bandang, badai tropis, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan terjadi di Indonesia dan bahkan di seluruh belahan dunia. Semua bencana ini memang diakibatkan oleh hal yang alamiah, tapi semuanya ini diperparah dengan adanya faktor pemanasan global yang disebabkan oleh manusia, termasuk kita. Sebagai generasi muda Kristen, apa sih yang bisa kita lakukan?

Jujur terkadang aku merasa sedih karena banyak sekali Gereja yang tidak mengajarkan betapa pentingnya menjaga alam dan lingkungan yang kita tinggali ini. Sedikit sekali kotbah yang berisi tentang alam dan lingkungan. Bukankah salah satu tujuan awal mula Tuhan menciptakan manusia adalah untuk menjaga dan merawat Taman Eden?

“Tuhan mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” – Kejadian 2:15

Bahkan sesimpel untuk membuang sampah pada tempatnya saja kita masih belum disiplin. Coba kalian perhatikan sehabis kebaktian selesai deh, biasanya banyak sampah yang berserakan di bangku Gereja, di halaman parkir, dan di kantin Gereja kan? Aku cukup sering menegur orang-orang yang membuang sampah sembarangan, dan responsnya mayoritas ada tiga: (1) Nanti ada petugas yang bersihin kok, (2) Orang lain juga begitu kok, (3) Emangnya kamu siapa, kok ngatur-ngatur saya?

“Alam semesta dan segala isinya adalah milik Tuhan” – Mazmur 24:1

Bukankah seharusnya sebagai orang Kristen kita harus bisa menjaga alam yang notabene adalah milik Tuhan? Ayo teman-teman generasi muda Kristen, mari kita cintai alam Indonesia yang begitu indah ini. Mulailah dari hal yang sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat pemakaian listrik dan air, mengurangi penggunaan plastik, dan sebisa mungkin menggunakan transportasi publik. Jangan takut juga untuk menegur orang lain yang lebih tua, yang terpenting adalah kita harus menegur mereka dengan kasih.

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” – 1 Timotius 4:12

Apabila semua orang menuntut orang lain untuk berubah terlebih dahulu, maka tidak akan ada seorang pun yang akan memulainya. Oleh karena itu, jika kita ingin mengubah dunia, mulailah dari diri kita sendiri. Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan.

“Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.” – 1 Timotius 4:15

Kita sebagai generasi muda Kristen harus menjadi agen perubahan di Gereja, agar Gereja tempat kita bertumbuh juga bisa menjadi saksi bagi orang-orang yang belum mengenal Kristus. Aku, Gereja, dan Alam. -fls
Fransiskus Litani Santoso, adalah putra pertama Pdt. DR. Agus Santoso, baru menyelesaikan sarjana di Jerman dan sekarang melanjutkan pasca sarjana di tempat yang sama.

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Muda Inspiratif

We walk by faith, not by sight

christopher

We walk by faith, not by sight

Oleh Eka Setia Dharma

TheHope.id- Siapapun orangnya kalau melihat sosok bayi terlahir premature, dalam usia 25 minggu, buta dan darahnya tercemar narkotik dan sederet efek lainnya yang ada di tubuhnya. Orang pasti berkata, “Tinggal tunggu waktunya” atau setidaknya;”Siapa yang mau mengasuhnya.”

Bayi tersebut tergeletak dirajang bayi di panti asuhan dinas sosial milik pemerintah AS. Oleh Christine dan Steven Duffley, diambil dan asuhnya dengan penuh kasih. Bayi yang diberi nama Christopher Duffley yang terlahir dari calon adik ipar Christine. Namun sebelumnya, Christine kehilangan kontak selama beberapa bulan dengan adik dan calon adik iparnya itu.

Sampai akhirnya, pada bulan ke 14 pasca kelahiran Christopher, Christine mengetahui dari pihak petugas sosial, bahwa keponakannya itu ada di panti asuhan. Ia buta dan lahir dengan banyak sekali masalah kesehatan, termasuk autis. Christine sempat merasa takut dan bingung mengenai apa yang harus dilakukannya setelah tahu keadaan keponakannya.

Melihat harapan setelah berdoa
Christopher yang terlahir buta, autis dan sederet kelemahan lainya telah membuat Christine takut dan tidak tahu apa yang harus diperbuat. Meskipun begitu, entah mengapa, hati Christine tergerak untuk berdoa pada Tuhan. Dalam doanya, dia bertanya kepada Tuhan. “Tuhan, apa yang Kau ingin aku lakukan?” Melalui hati kecilnya, suara Tuhan datang dan menjawabnya dengan lembut. “Jangan takut, Aku akan mengatur semuanya.” Akhirnya, Christine menganggap keponakannya sebagai anak sendiri. Keajaiban mulai terlihat saat anak tersebut lahir dengan sebuah talenta. Suara selembut malaikat Christopher telah membuat banyak orang tergerak hatinya.

Dalam usianya yang masih lima tahun, ia sudah bisa membaca Alkitab huruf braile. Dan ketika membaca suatu ayat dengan yang nyaring, keras sepenuh hati yang menyaksikan imannya;”We walk by faith, not by sight” – sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat. 2 Korintus 5:7. Maka keluarganya yang mendengar hal itu, memastikan diri untuk mengajar dan mengasuh dengan penuh iman meski tidak mudah. Tetapi yang jelas berjalan dengan iman banyak sekali perkara yang terlihat mustahil menjadi tidak mustahil.

Setiap kali Christopher tampil di sebuah pertunjukan, dengan bahasa tubuhnya yang masih kaku dan gagu, suaranya mampu memenuhi setiap sanubari yang mendengarnya dan selalu membuat orang lain memberikan tepuk tangan sambil berdiri yang ditujukan padanya. Christopher menyanyikan pujian ‘Open the eyes of my heart’, orang yang menyaksikan tersentuh dan salah satu wujud hormat berdiri dan salut atas keberanian, keyakinan dan kemampuan Christopher yang jarang dimiliki oleh orang normal sekalipun.

Lewat penampilannya, Christopher menyanyikan lagu ‘I can only imagine’, dia mengajak ibu angkat dan seluruh orang yang menonton penampilannya, untuk melihat sesuatu tidak dengan mata biasa. Namun dengan hati, di mana Tuhan melihat segala sesuatunya. Meskipun dengan bahasa tubuh yang kaku dan gagu, tetapi suaranya memenuhi setiap hati

Hidup untuk Tuhan

Usia Christopher Duffley kini sekitar 14 tahun, dirinya telah menjadi salah satu sosok inspiratif yang membuat mata masyarakat terbuka. Dia menjadi bukti bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan kesia-siaan. Semua akibat ada sebabnya, semua keberadaan, ada gunanya. Dan karena itulah, Christopher Duffley ada di dunia. Dia mampu menunjukkan bahwa dirinya sama seperti kita. Bahwa setiap orang lahir dengan kekurangan dan kelebihan, yang penting adalah bagaimana kita dapat menemukan “hadiah” yang diberi Tuhan dalam diri masing-masing.

Christopher Duffley, remaja penyandang autis dan buta yang mendapat perhatian masyarakat Amerika lewat bakat bernyanyinya yang mengesankan. Kini, ia sedang menyelesaikan album pujian terbarunya yang berisi lagu-lagu inspiratif dan patriotik.

Dalam proses produksi, Duffley dibantu oleh produser ternama Steven V. Taylor. Album tersebut akan berisi sejumlah lagu pujian, yakni ‘Open the Eyes of My Heart’, ‘Amazing Grace’ dan ‘I Can Only Imagine’ serta lagu-lagu patriotik dan inspiratif seperti ‘God Bless the USA’ dan ‘Lean on Me’.

Yang menjadikan penggarapan album ini berbeda, bukan karena bakat dan kekuatan suara yang dimilikinya, namun lebih kepada figur Christopher sebagai penyandang autis dan buta. Awal karirnya dimulai lewat video undahannya di Youtube ketika tampil bernyanyi dengan lagu “Open The Eyes of My Heart” di Capitol Center untuk Pertunjukan Seni di Concord, N.H. Video Youtube tersebut mencapai pengunjung sebanyak 2.4 juta, sehingga nama Christopher melejit sangat cepat.

Kondisinya tidak menghentikan bocah yang beranjak remaja ini untuk meningkatkan bakat musiknya. Ia berkata, “Meskipun keadaan sangat sulit dan kita mendapat rintangan, kita telah menemukan kebahagiaan dan begitu banyak berkat. Melalui keadaan itu, Tuhan menggunakan kehidupan ini untuk menyentuh dunia kepada Kristus,” seperti dilansir Christianpost.com, kamis (15/8).

Kekurangan yang dialami Christopher Duffley dipakainya sebagai berkat untuk menyadarkan dunia bahwa kekurangan tidak dapat membatasi manusia untuk melakukan yang terbaik bagi sesama dan Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan memakai keadaannya untuk sebuah rencana besar.

Open the eyes of my heart, Lord
Open the eyes of my heart
I want to see You
I want to see You
Open the eyes of my heart, Lord
Open the eyes of my heart
I want to see You
I want to see You

Apakah kita sungguh ingin melihat Tuhan dengan matahati agar bisa menyembahnya? (esd)

To see You high and lifted up
Melihat Anda tinggi dan terangkat
Shinin’ in the light of Your glory
Shinin ‘dalam terang kemuliaanmu
Pour out Your power and love

Tuangkan kekuatan dan cintamu
As we sing holy, holy, holy
Saat kita bernyanyi suci, suci, suci

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.