Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Cermin Nurani

DI Tangan-Nya

- CERMIN NURANI -

DI Tangan-Nya

“…maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia”. Mazmur 89:22 Ingatlah sebenarnya tangan Tuhan bertindak secara terus menerus untuk mengundang Anda datang kepada-Nya, berhentilah memberontak.
Francis A. Schaeffer
Oleh: Yonathan Subur P.

Thehope.id – Salah satu pujian yang membekas di hati saya adalah pujian yang berjudul, ”Tangan Allah” (Nafiri Zion, 1983, h: 60). Nyanyian pujian ini digemakan dalam kebaktian di gereja kecil;bekas garasi—di mana saya– salah satu anggotanya. Begitu seringnya pujian ini dinyanyikan, kami menyebutnya sebagai pujian ”kebangsaan”. Artinya pujian tersebut menjadi identitas di gereja kami.

Jemaat yang kecil, anggotanya terdiri dari anak-anak Tuhan yang kebanyakan bekerja sebagi buruh tani dan pabrik. Tiap kali kami menyanyikan pujian ”Tangan Allah”, kami bernyanyi dengan keyakinan–pada saat itu– Allah sendirilah yang memegang tangan kami. Kami yang hidupnya akrap dengan ”pergumulan hidup”, menjadi makin erat dan senasib apabila kami menyanyikan pujian ini. Tidak jarang setelah menyanyikan pujian tersebut secara spontan kami saling mendoakan.

Lirik lagu pujian itu demikian;
Tangan Allah membuka surga bagiku
Disediakan-Nya tempat heran sungguh
Tangan Allah selalu memimpin
Hingga slamatku terjamin
Tangan Allah meneduhkan gelombang laut
Ku di hentar-Nya lalui lembah bayang maut
Tangan Allah bri air hidup baka
Waktuku masuk perhentianNya.


Reff.
Di hibur-Nya hati yang hancur
Dicelikkan-Nya mata yang buta
Hidupku penuh pujian syukur
Dalam jalanku ke hidup yang baka

”Tangan Tuhan”, bagi persekutuan kami, kata itu memiliki makna yang luar biasa. Saya teringat ada seorag bapak menjelaskan bahwa Tuhan menggenggam tangan anak-anak-Nya. Seperti dirinya saat menolong anaknya dalam menyeberang jalan.

Memang tidak diragukan lagi bahwa ungkapan ”Tangan” Tuhan memiliki kedekatan dan rasa aman bagi hidup kita. Sebab siapa yang tak tenang hatinya jika hidupnya dipegang oleh Tangan Tuhan?

Kata ”tangan” sebagai bentuk ungkapan Diri Allah bahwa Ia adalah seorang pribadi—ungkapan ini jangan ditafsirkan secara hurufiah bahwa Allah itu sungguh memiliki tangan seperti halnya manusia ungkapan ini hanyalah cara Tuhan dalam menyatakan diri-Nya kepada manusia yang dikasihi-Nya. Dalam bahasa theologia disebut artropormorsis; suatu cara memperkenalkan Diri-Nya seperti diri layaknya manusia.

Apa maknanya ”tangan Tuhan ” bagi kita? Tangan adalah penjelasan akan tindakan-Nya. Allah itu bertindak. Ia melakukan sesuatu. Ia berbuat atas segala sesuatu di dalam dunia ini bahkan alam semesta ini. Ia yang menjadikan langit dan bumi, juga bertindak atau melakukan segala sesuatu atas ciptaan-Nya. Ia ada dan tidak berdiam diri sampai saat ini bahkan kekekalan. “Ia selalu ada disini dan tidak berdiam diri apalagi jauh,” tulis Schaeffer.

Walaupun alam semesta ini rumit tak terjangkau luasnya. Begitu juga dunia yang hanya segumpal ini dengan segala kepelikkannya, keduanya bukan masalah yang sulit bagi Allah. Sebab Dia adalah penciptanya maka Dia selalu di atas ciptaan-Nya. Jadi yang Mahakuasa selalu dapat melakukan segala perkara di dalam alam semesta ini.

Tangan Tuhan dapat mengerjakan segala sesuatu kapan saja sesuai kehendak-Nya. Tidak ada tempat yang terlalu jauh yang tidak dapat dijangkau oleh Tangan-Nya. Tidak ada bagian yang paling rumit di alam semesta ini yang mana Tangan-Nya tidak mampu mengerjakan. Dan tidak ada persoalan manusia yang paling sulit di membuat Allah harus angkat tangan. Tidak ada yang kejadian yang tidak mampu dikontrol-Nya, seperti yang tertulis di Alkitab menyatakan, ” Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu”. Matius10:29

Pemazmur menuliskan hal ini; kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (Mazmur 136:4). Seluruh Mazmur 136 tertulis semua pekerjaan Tangan Tuhan di atas alam semesta dan kehidupan ini!

Masih belum cukup.

Alkitab dengan jelas menuliskan bahwa oleh tangan Tuhan pula seluruh alam semesta di jadikan (Yes 45: 12). Apa artinya? Seluruh alam semesta ini keberadaannya menyaksikan keagungan Allah. Di sisi lain, Allah menyatakan kepada kita bahwa tidak ada tempat yang tersembunyi di alam semesta ini di mana Tangan-Nya tidak mampu menjangkau.

Tangan Allah yang Agung itu lah yang juga merenda tiap sel kehidupan dalam hidup Anda. Dari tiap sel sampai tumbuh menjadi sebagaimana Anda saat ini, tangan Tuhan tak berhenti berkarya di dalam hidup Anda. Karya dari tangan Tuhan tidak terbatas hanya soal tubuh ini saja lebih dari itu, tanga-Nya berkenan ”mengenyangkan” hari-hari Anda (Maz 145: 15-16). Singkatnya, Tuhan Allah tidak menjadikan segala sesuatu kosong, demikian halnya dengan hidup Anda. Tidak ada kehidupan yang dijadikan dalam kekosongan. Tangan-Nya menjadikan segala sesuatu di dalam ruang dan waktu. Allah melakukan semua itu seorang diri (Maz 136: 1-4). Jadi sejak dahulu, sekarang dan yang akan datang kehidupan manusia tidak lepas dari karya tangan Tuhan demikian pula dengan kehidupan Anda. Mungkin hal ini terlalu sulit untuk Anda mengerti, jangan risau. Sebab hal-hal yang ajaib dan luar biasa hanya bisa dimengerti melalui langkah awal yaitu mempercayainya (bd. Maz 139: 1-4, Ibr 11: 3).

Ignace Jan Pederewski, sang maestro piano, dijadwalkan untuk mengadakan pertunjukan di balai konser besar di Amerika. Ia harus tampil di kalangan kelas atas, , di mana orang-orang kaya dan terhormat hadir. Ia telah menyiapkan diri sebaik-baiknya. Sore itu ia membuka permainan pianonya dengan sebuah instrument penyambut para penoton. Tepuk tangan penonton membahana memenuhi ruangan. Di antara yang hadir ada seorang ibu dengan anak laki-lakinya yang berumur sembilan tahun. Anak itu duduk dengan gelisah karena bosan menunggu. Ibunya berharap agar anaknya bisa menyaksikan kepiwaian sang maestro Pedereski, agar ia menirunya—menjadi pianis terkenal.

Sementara sang ibu mengobrol dengan teman-temannya, anak ini tidak tahan lagi terus duduk. Diam-diam, ia menyelinap pergi dari sisi ibunya. Ia tertarik dengan piano Steinway yang besar nampak anggun dengan warna hitam mengkilap berdiri di atas panggung dan disorot lampu khusus. Ketertarikan sang bocah akan alat musik tersebut telah mengantarnya duduk di bangku yang biasa diduduki sang pianis. Matanya menatap tuts-tuts piano. Dasar anak, tidak puas hanya dengan melihat, maka jari tangan pun bermain di atas tuts piano sang maestro. Ia hanya memainkan ”chopsticks”.-asal bunyi. Serentak penonton wajahnya dipalingkan ke arah panggung. Wajah ratusan penoton dikerutkan tanda tertanggu. Rasa kesal terlontar dari beberapa orang karena kekurang ajaran anak itu, dan mereka berteriak;
”Anak siapa yang kurang ajar itu!”
”Cepat singkirkan anak itu!”
”Tolong hentikan anak itu!”
”Siapa ibu yang membawa anak itu!”

Di belakang panggung, sang maestro mendengar suara-suara ribut yang merusak suasana, dengan cepat memikirkan sesuatu untuk mengubah suasa. Ia segera menyambar jasnya dan berlari ke arah panggung. Ia berdiri di belakang kanak kecil itu kemudian membungkukkan badanya. Kedua tangan sang maestro memainkan tuts-tuts piano guna membuat improvisasi kontra melodi untuk meningkatkan permainan anak yang asal bunyi tersebut. Sementara keduanya main bersama, Pederewski terus berbisik ke telinga anak itu:

”Terus bermain. Jangan berhenti, Nak. Terus bermain…jangan berhenti…jangan berhenti”

Tepuk tangan kembali dari penonton membahana. Permainan ”chopstick” dari anak itu rupanya menjadi sebuah dentingan melodi yang luar biasa di tangan sang maestro. Demikian dengan hidup kita. Kita terus menerus mengerjakan apa yang menjadi bagian hidup kita, hasilnya seperti nada ”chopstick”. Nada sumbang yang terdengar. Mengecewakan. Kita tidak puas, kesal dan putus asa. Tolong, jangan menyerah. Jika hidup ini kita pandang tak pernah lepas dari Tangan Sang Maestro kehidupan yaitu Tuhan Allah; mainkan kembali dawai kehidupan ini dengan semangat. Percayalah tangan Allah tidak pernah lelah untuk membuat improvisasi dalam hidup Anda.

Jika Anda lelah dalam pengembaraan hidup ini, tolong jangan berhenti, tetaplah maju.

Jika harapan Anda nampak terlihat menipis seperti kabut, tolong jangan menyerah.

Jika mimpi Anda akan kehidupan ini berantakan , sekali lagi jangan berhenti.

Dan jika hidup kita tidak mampu menciptakan sebuah konser yang luar biasa, dan hanya sebuah ”chopstick” , jangan berhenti dan menyerah. Di tangan-Nya hidup yang demikian bisa dijadikan melodi lagu yang indah luar biasa. Lihatlah hidup Yakub yang bernada penuh nada”chopstick”, dengarlah pula nada kehidupan Simson yang ”chopstick” atau Petrus yang nadanya sudah menyakitkan telinga dan masih banyak lagi, namun di tangan-Nya semua jadi nada pujian indah bagi Tuhan dan kita manusia yang percaya. Sebab tangan Allah yang ahli dalam menangani hal-hal yang demikian. (ys)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Categories
Cermin Nurani

Ku Lukis Senja Langit Pulau Sembilan Kalimantan Selatan

- CERMIN NURANI -

Ku Lukis Senja Langit Pulau Sembilan Kalimantan Selatan

Senja di Kalimantan
Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.
Amsal 21:1
Oleh Dian Yuliani berdasarkan pengalaman hidup Christina Saputro

Senja di Marabatuan

Senja itu di Marabatuan, cerah sekali. Lengkung langit bagian paling di bawah yang bertemu dengan horizon warna biru kehitaman. Tanda senja akan berganti petang. Masih ada sisa senja yang warna putih keperakkan bertabur biru tua gelap sementara pingirnya ada warna jingga. Beberapa awan yang mengantung seperti kapas berwarna orange tipis ujungnya tapi diburitannya warna orange bercampur jingga kuat. Hmm..dapatkah aku melukiskan indahnya panoramamu? Aku yang canggung ini hanya bisa menghela nafas besar saat mengaggumi senja di Marabatuan, Pulau Sembilan, Kalimantan Selatan.

Pulau Marabatuan adalah sebuah pulau yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Pulau ini terdiri dari dua desa yaitu desa Tengah dan desa Tanjung Nyiur dengan pusat perkampungan berada di utara dan timur pulau. Lautnya tenang, hanya ombak yang beriak-riak dan angin yang bertiup memanjakan diriku yang terus mengaguminya.

Mataku memadang langit demikian indah yang perlahan-lahan termakan gelapnya petang. Jika aku yang tidak bisa melukis di atas kanvas tentang keindahan senja yang mempesona hidupku yang dikarunikan Tuhan itu, lalu mengapa tidak dengan kata-kata? Mataku masih berbinar-binar mengagumunya. Baju kedinasan rumah sakit masih kupakai di tempat dudukku di salah satu sudut yang nyaman di dek terbuka dari bagian Rumah Sakit (RS) Apung dr Lie A Dharmawan.

Rumah Sakit Apung dr. Lie Dharmawan atau disingkat dengan RSA dr. Lie adalah sebuah rumah sakit apung yang didirikan oleh dr. Lie A. Dharmawan tahun 19 November 2009, Rumah Sakit Apung swasta pertama di Indonesia, Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan, milik doctorSHARE atau Yayasan Dokter Peduli.

Aku, Christina Saputro, panggilannya Tina, menuturkan panggilanku melayani di Rumah Sakit Apung dr. Lie Dharmawan.

Langkah perjalananku

Perjalanan yang baru akan segera di mulai. Awal Agustus 2020, Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino di Manila, Filipina, yang tengah sibuk akan segera kutinggalkan. Kuhela nafasku, dadaku bergerak perlahan mengeluarkan udara di dalam dada ini. Udara yang keluar perlahan. Rasaya udara yang keluar mengiringi hati yang penuh syukur, bahagia bersama seribu kenangan yang tak bisa kulukiskan, selama aku di hidup dan belajar di De Los Santos Medical Center Philipina. Aku harus pulang ke tanah air tempat kelahiranku, Indonesia. Tepatnya di kota Salatiga tempat aku dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tuaku.

Aku sungguh bahagia bisa menyelesaikan study yang selama ini aku impikan; spesialis kedokteran kandungan. Waktu belajar yang harus kutempuh selama empat tahun delapan bulan. Terimakasih Tuhan, kini aku harus pulang.

Perjalanan yang membawaku terbang dari Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino di Manila, Filipina. Aku harus terbang terlebih dahulu ke Hongkong International Airport, China sebelum ke Jakarta.

Di dalam lobby bandara Manila, tempat aku menunggu penerbangan transit Hongkong, China, ku nikmati sesendok demi sesendok semangkuk mie pangsit hangat lezat di kursi tunggu. Syukurlah dan tinggal sesuap lagi mie yang begitu nikmatnya kurasakan dan mengisi perutku. Makan mie yang hangat rupanya memberi kepadaku rasa rileks sejenak dari kelelahan berjuang dalam memperoleh tiket penerbangan di masa pandemi yang tidak mudah.

Terbayang di benakku, sopir Grab yang mengatarkan aku di Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino di Manila, mungkin sopir itu yang Tuhan utus untuk memelihara aku. Entahlah tapi hatiku yakin akan kebaikan Tuhan bagiku. Sebab mencari sopir ke bandara sudah sedemikian sulitnya di masa pandemi, aku justru dapat sopir yang baik dan menawarkan ekstra memberi makanan kecil dan minuman. Hmmm..baiknya Tuhan itu.

“Silakan makan”, sambil menyodorkan sebotol air mineral dan sebungkus kue gandum untukku. Sopir itu nampaknya memahami bahwa aku belum makan seharian karena harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tanpa ragu dan malu aku menerimanya dan memakan kue gandum dan air mineral itu hingga setengah botol langsung ku teguk. Ahhhh… rasanya dahagaku lepas. Kupejamkan mataku sejenak untuk mengucap syukur atas pemeliharaan Tuhan terhadapku melalui tangan-tangan orang yang Tuhan kirimkan.

Panggilan pengeras suara untuk segera boarding pass menuju pesawat. Akhirnya pesawat mengantarku terbang menuju Hongkong, China dan Indonesia. Kulangkahkan kakiku dengan cepat-cepat karena aku tidak mau melewatkan kesempatan ini untuk bisa pulang sesegera mungkin sekalipun di Jakarta nanti aku harus karantina mandiri selama seminggu.

Ayah dan ibu, aku datang

Wow… Jakarta aku datang. Setiba di bandara Soekarno Hatta langsung sesegera mungkin aku menemui sopir yang sudah di minta orang tuaku untuk menjemputku. Indonesia sekalipun sedang masa new normal namun terasa sekali kesibukan orang Jakarta yang seperti biasanya cepat, sibuk dan ngak peduli. Perjalanan keluar dari Bandara Sokarno Hatta hingga menuju daerah-daerah yang kulalui, semua nampak sedang berbenah, bersolek dan berdandan rapi di setiap sudut kotanya. Akhirnya, enam jam kulalui perjalanan hingga saatnya menuju rumah. Salatiga aku datang, sorakku dalam hati. Rasanya tempat dudukku seperti kurang nyaman karena rasa ingin bertemu kedua orang tuaku.

Udara rasanya berganti seolah rasa lelah, capai dan penat terhapus oleh rasa rindu yang terobati, rindu cinta dan pelukan kedua orang tuaku. Rasa senang bercampur keiinginan untuk mencurahkan rasa rindu terpoles menghirup udara segar di kota kelahiranku, Salatiga.

Di depan rumahku yang tidak banyak berubah hanya sedikit cat pintu yang sudah pudar, kedua anjingku menggonggong sambil mengibaskan ekornya, tiada henti ingin meraih ku tapi ku urungkan. Lalu aku membersihkan diri dan menjalani karantina mandiri di rumah. , Hingga hari ke delapan aku baru bisa memeluk orangtuaku, kakak, adik dan seorang wanita setengah baya yang sudah ku anggap keluargaku sendiri sejak aku masih kecil, mbak Suti namanya.

Sruttt…Hidangan yang tersaji di meja makan, enak sekali ,sekian tahun aku tidak pernah merasakan masakan mama, bakso sapi dengan kuah asli kaldu dari tulang sapi. Badanku yang terasa semakin melebar sempat tidak kuhiraukan asalkan aku senang saja untuk menghabiskannya. Ha ha ha…

Mama papa ku masih sama, keduanya dengan keuletan dan kegigihannya setiap hari menjaga sebuah toko kecilnya . Mereka semakin tua namun semangatnya masih sama tidak berubah sedikitpun. Aku bangga dengan orang tuaku. Aku bersyukur pada Tuhan setidaknya aku terlahir dari hidup mereka. Kini saatnya aku berada di dekat mereka namun aku harus melalui tahap perjalanan selanjutnya. Penyetaraan di sebuah kampus yang akan menjadi ujian kemampuanku apakah sebanding dengan teori yang selama ini aku pelajari. UGM menjadi pilihan Tuhan untukku.

Kembali aku berpisah dengan orangtua dan keluargaku. Mungkin satu tahun akan aku lalui di sini, di kota Jogjakarta. Entahlah… Apa yang akan aku lalui, aku percayakan hidupku sepenuhnya pada Tuhan. Bukannya sejak awal pendidikanku di tahun 2003 hingga hari ini Tuhan lah yang menjadi pembelaku.

Pandemi belum sepenuhnya menjadi endemi, karena di mana-mana masih banyak pasien covid 19 di rawat secara intensif. Tidak sedikit nyawa yang terenggut oleh wabah ini. Di bangsal ini aku melihat menyaksikan jeritan, penderitaan karena covid 19, kematian demi kematian hanya hitungan menit. Ternyata pandemi belum usai, kembali lagi aku berjuang di rumah sakit pemerintah di Jogja.

Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Amsal 21:1

Bulan demi bulan nampaknya berangsur-angsur keadaan dunia mulai pulih. Hingga di penghujung tahun 2022 tidak terasa studi ku segera berakhir dan aku bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian selanjutnya. Bulan Januari 2023 aku dinyatakan telah lulus dan menyelesaikan studiku di spesialis kandungan. Sembari menunggu surat ijin praktek aku bergabung dengan rumah sakit apung dr Lie Dharmawan.

Akhirnya oleh pihak kepengurusan dari RS dr Lie Dharmawan aku memperoleh ijin untuk bergabung. Kali ini target perjalanan ke pulau kecil di dekat Kalimantan, Marabuta- Pulau Sembilan Kalimantan.

Kembali aku melipat tangan dan kupanjatkan doaku, jujur ini perjalanan yang tidak aku tau nantinya seperti apa, akan bertemu siapa, kembali ku mengingat segala perjalanan, penyertaan yang Tuhan arahkan. Tuhan tak pernah keliru dan terlambat, Ia tau waktu yang terbaik untukku. Akhirnya melalui pesan singkat dan arahan koordinator team RS Apung Dr Lie Dharmawan, aku kembali melakukan perjalanan baru. Bertemu dengan teman- teman baru seprofesi, bertemu awak kapal, para nakes, serta yang paling di tunggu-tunggu warga

dengan segala keluhan dan sakit penyakitnya. Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Kalau hati raja yang adalah pusat kehidupannya, Tuhan arahkan kemana Ia mau. Apalagi aku, tanganya pasti mengarahkan kemana Ia inginkan. Seperti yang diceriterakan kepada Dian. (dy)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Penahbisan Pdm di GIA Jemursari Surabaya Tekankan Kepemimpinan yang Melayani

Gereja Isa Almasih (GIA) Jemursari Surabaya menggelar acara Penahbisan Pendeta Muda (Pdm) atas diri Sdr. Elsa Krisman Klinton Halawa dan Sdri. Arnetty Maduwu, pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di gedung gereja GIA Jemursari Surabaya. Ibadah penahbisan berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GIA Daerah V, para hamba Tuhan, jemaat, serta tamu undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut Pdt. Kukuh Priyono, Pdt. Jacob Setyabudi, Pdt. Yosia Nugroho Adi, dan Pdt. Yoanda Nancy selaku jajaran Pimpinan Sinode GIA Daerah V, bersama gembala serta jemaat GIA Jemursari Surabaya yang memberikan dukungan dan doa bagi kedua Pdm yang ditahbiskan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Kukuh Priyono dengan mengangkat tema “Kebutuhan Gereja Saat Ini Adalah Kepemimpinan yang Benar di Hadapan Tuhan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Kukuh menegaskan bahwa di tengah dunia yang menawarkan beragam model kepemimpinan, Tuhan Yesus memberikan teladan kepemimpinan yang sejati, yaitu kepemimpinan yang melayani. Ia mengutip Matius 9:36, yang menggambarkan belas kasihan Yesus kepada orang banyak, sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan Kristen. Lebih lanjut disampaikan bahwa gereja masa kini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki perasaan simpati dan empati, tetapi juga hati yang bertindak nyata. Hamba Tuhan dan jemaat diajak untuk dengan sungguh-sungguh melihat kebutuhan pelayanan yang ada, menjawabnya dengan sepenuh hati, serta memperlengkapi diri dengan kompetensi yang diperlukan untuk dipersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan. Penahbisan Pdm ini menjadi momen penting bagi perjalanan pelayanan Sdr. Elsa Krisman Klinton Halawa dan Sdri. Arnetty Maduwu, sekaligus peneguhan panggilan mereka untuk melayani Tuhan dan jemaat dengan kerendahan hati dan tanggung jawab. Hal menarik dalam rangkaian ibadah penahbisan ini adalah seluruh lagu-lagu pujian yang dibawakan diambil dari Nafiri Sion, yang menambah nuansa kekhidmatan serta membawa jemaat pada suasana penyembahan yang mendalam. Melalui penahbisan ini, GIA Jemursari Surabaya berharap lahirnya pemimpin-pemimpin rohani yang setia, berintegritas, dan siap melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, guna membangun gereja dan menjawab tantangan pelayanan di masa kini dan yang akan datang. Penahbisan Pdm GIA Jemursari (9) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (8) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (7) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (3) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (10)

Dies Natalis ke-59 STT Abdiel dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel Periode 2026–2030 Berlangsung Khidmat

Sekolah Tinggi Teologi (STT) Abdiel memperingati Dies Natalis ke-59 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026–2030. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Aula STT Abdiel, dan berlangsung dengan meriah serta penuh kekhidmatan. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Bupati Kabupaten Semarang, perwakilan Bimas Kristen Provinsi Jawa Tengah, Bimas Kristen Kabupaten Semarang, jajaran pimpinan MPH Sinode GIA, Pembina dan Pengurus Yayasan STT Abdiel, serta mitra-mitra dan undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Semarang menyampaikan apresiasi atas kontribusi STT Abdiel selama hampir enam dekade dalam mencetak pemimpin rohani dan pelayan masyarakat yang berintegritas. Kehadiran langsung Bupati dalam acara ini menjadi salah satu hal unik dan istimewa, sekaligus menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan teologi dan pembinaan nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Momentum Dies Natalis ke-59 ini mengusung tujuan utama untuk mengukuhkan fondasi iman, ilmu, dan keteladanan di tengah krisis nilai dan kemanusiaan yang semakin kompleks. STT Abdiel diharapkan terus menjadi pusat pendidikan teologi yang relevan, kontekstual, dan berdampak bagi gereja maupun bangsa. Puncak acara ditandai dengan pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026–2030, yang berlangsung secara khidmat dan penuh makna. Pelantikan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus komitmen baru dalam melanjutkan visi dan misi STT Abdiel ke depan. Inilah Daftar Pimpinan STT Abdiel yg baru dilantik : Ketua : Pdt. Dr. Christine Sri Rahayu, M.Pd. Waket I : Pdt. Sianny Astuti, M.Pd. Waket II : Pdt. Dr. Slamet Santoso, M.Th. Waket III : Pdt. Nefry Christoffel Benyamin, M.Th. Dir. Pasca Sarjana : Pdm. Dr. Mianto Nugroho Agung, M.Th. Suasana acara semakin bermakna dengan persembahan pujian dari Paduan Suara STT Abdiel, yang menghadirkan nuansa rohani mendalam dan menambah kekhidmatan seluruh rangkaian kegiatan. Melalui peringatan Dies Natalis ke-59 dan pelantikan pimpinan baru ini, STT Abdiel menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun generasi yang beriman teguh, berilmu, dan menjadi teladan di tengah tantangan zaman. Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (4) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (5) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (6) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (7) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (8)

Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung

Gereja Isa Almasih (GIA) Maleer Bandung telah menyelenggarakan Ibadah Penahbisan Pendeta sebagai ungkapan syukur atas panggilan dan penetapan hamba-hamba Tuhan dalam pelayanan gerejawi. Dalam ibadah tersebut, telah ditahbiskan Pdt. Agung Setyo S., S.Th. dan Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th. sebagai pendeta dalam lingkup pelayanan Sinode Gereja Isa Almasih. Ibadah penahbisan ini dihadiri oleh perwakilan Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode Gereja Isa Almasih, yaitu Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th., Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th., dan Pdt. Benaya Dwi Cahyono, M.Th. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, M.Th. yang mengangkat tema “Mengenal dan Merespon Panggilan Allah” (Kisah Para Rasul 26:14-18). Ia menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk melayani. Melayani adalah anugerah dari Tuhan, panggilan untuk melayani harus direspon dengan perubahan hidup yang nyata, kesediaan membayar harga serta ketaatan dan kesetiaan sampai akhir. Dalam kesempatan ini juga kotbah perdana disampaikan oleh Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th., yang menekankan bahwa Tuhan tidak hanya menciptakan kita tapi Tuhan juga memiliki panggilan atas hidup kita (Yeremia 1:4-5). Tuhan mengenal kita terlebih dahulu, Tuhan memanggil kita dalam keterbatasan. Tuhan tidak pernah salah memilih, saat kita mau maka Ia akan terus memampukan. Tuhan yang memanggil, Ia akan terus menyertai. Pernyataannya yang menguatkan adalah “Jika Tuhan yang utus, maka Ia juga yang akan urus.” Kiranya melalui penahbisan ini, Pdt. Agung Setyo, S.Th. dan Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th. semakin diteguhkan oleh Tuhan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pelayanan, serta dapat menjadi berkat bagi jemaat, gereja, dan masyarakat luas. Kiranya Tuhan meneguhkan dan memimpin langkah pelayanan mereka agar setia hingga akhir dalam melaksanakan panggilan-Nya. Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (9) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (8) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (7) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (6) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (3)

Natal Bersama GIA Daerah VI Penuh Sukacita dan Kebersamaan

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih yang digelar pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Acara ini dihadiri oleh anggota-anggota Gereja Isa Almasih dari seluruh wilayah Daerah VI, serta dilayani oleh para pelayan Tuhan dari gereja-gereja yang tergabung dalam wilayah tersebut. Mengusung tema “UNITY – All In God’s Life”, perayaan Natal tahun ini menekankan pentingnya persatuan umat dalam kehidupan yang berpusat pada Allah. Tema tersebut disampaikan secara mendalam melalui khotbah yang dibawakan oleh Pdt. Elia Setiawan, yang mengingatkan jemaat akan panggilan untuk kembali bersatu dengan Bapa di Surga. Dalam pesannya, ditegaskan bahwa hanya melalui Kristus, manusia diperdamaikan dengan Bapa, sehingga persatuan sejati berakar pada iman kepada Yesus Kristus. Selain ibadah dan penyampaian firman, hal yang menjadi sorotan utama dalam perayaan ini adalah terbentuknya kebersamaan yang kuat antar pelayan Tuhan dari berbagai gereja di Daerah VI. Kolaborasi lintas gereja terlihat nyata, baik dalam pelayanan ibadah maupun dalam rangkaian kegiatan yang disusun bersama, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi inti tema perayaan. Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan rohani yang luar biasa, mulai dari pujian dan penyembahan hingga persembahan kreatif lainnya, yang seluruhnya dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan. Penampilan-penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin dan menambah kekhidmatan suasana Natal. Perayaan Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat ini diharapkan tidak hanya menjadi momen seremonial tahunan, tetapi juga memperkuat komitmen umat dan para pelayan Tuhan untuk terus hidup dalam kesatuan, kasih, dan pelayanan, membawa damai Natal ke tengah kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (1) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (4) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (5) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (6) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (7)

Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII GIA Berlangsung Meriah di Pegangsaan

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII Gereja Isa Almasih (GIA) yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Desember 2025, bertempat di GIA Pegangsaan. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Pria dan Wanita Daerah VII Gereja Isa Almasih yang datang dengan antusias untuk merayakan makna Natal bersama. Perayaan Natal tahun ini berlangsung dengan khidmat sekaligus meriah. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Gunawan Hartono dengan tema “Keajaiban Natal”, yang menekankan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang nyata dan membawa pengharapan bagi umat percaya. Dalam khotbahnya, Pdt. Gunawan mengajak seluruh jemaat untuk mengalami keajaiban Natal tidak hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai pengalaman iman yang mengubahkan kehidupan sehari-hari. Selain ibadah dan penyampaian Firman Tuhan, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari kaum wanita Daerah VII. Persembahan pujian, tarian, dan kreativitas lainnya seperti permainan angklung berhasil menciptakan suasana penuh kegembiraan dan mempererat kebersamaan antarjemaat. Jemaat yang hadir tampak larut dalam pujian dan perayaan, mencerminkan semangat Natal yang penuh kasih dan sukacita. Panitia Natal Gabungan menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh anggota Pria dan Wanita Daerah VII yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan baik. Diharapkan, melalui perayaan Natal bersama ini, persatuan dan pelayanan di lingkungan Gereja Isa Almasih Daerah VII semakin kuat, serta semangat Natal dapat terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perayaan Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII GIA ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan dan meneguhkan iman jemaat dalam menyambut Natal dengan penuh sukacita dan pengharapan. natal gabungan pria wanita D VII (2) natal gabungan pria wanita D VII (5) natal gabungan pria wanita D VII (7) natal gabungan pria wanita D VII (8) natal gabungan pria wanita D VII (9)

Penahbisan Pendeta Muda GIA Galunggung Teguhkan Panggilan Pelayanan

Gereja Isa Almasih Galunggung, Kota Bandung, menggelar acara Penahbisan Pendeta Muda pada 30 November 2025. Ibadah penahbisan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di gedung Gereja GIA Galunggung dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta anggota Majelis Daerah VI Sinode GIA, bersama seluruh Jemaat GIA Galunggung. Acara penahbisan menjadi momentum penting bagi gereja dalam meneguhkan panggilan pelayanan hamba Tuhan di tengah tantangan zaman. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Elia Setiawan, dengan mengangkat tema “Faithful to the Call” yang bersumber dari 1 Tesalonika 5:24. Dalam khotbahnya, Pdt. Elia menegaskan bahwa menjadi seorang hamba Tuhan adalah panggilan khusus dari Tuhan, yang menuntut kesetiaan, ketaatan, dan kepercayaan penuh kepada Dia yang memanggil.“Dia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan melakukannya,” demikian pesan firman yang ditekankan, sebagai penguatan bagi para pelayan Tuhan agar tetap teguh dalam menjalankan tugas pelayanan. Salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian acara ini adalah khotbah perdana yang disampaikan oleh pendeta muda yang baru ditahbiskan, Pdm. Yusuf Sudarmanto, S.Th Dalam khotbah perdananya, Pdm. Yusuf mengajak seluruh jemaat untuk hidup setia dalam panggilan Tuhan, baik dalam pelayanan gerejawi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kerendahan hati dan semangat pelayanan, mencerminkan komitmen seorang hamba Tuhan yang siap melayani dengan setia di ladang Tuhan. Begitupun juga dengan Pdm. Gilbert Sianturi, S.Sn yang juga ditahbiskan untuk melayani di GIA Galunggung dan menjadi semangat yang baru bagi rekan sepelayanan disana dalam pelayanan bidang musik. Melalui penahbisan ini, GIA Galunggung berharap lahirnya generasi pelayan Tuhan yang tetap berpegang teguh pada panggilan ilahi, setia dalam iman, dan berdampak bagi gereja serta masyarakat luas. Acara ditutup dengan doa dan ucapan syukur, menandai awal perjalanan pelayanan Pdm. Yusuf Sudarmanto sebagai pendeta muda di lingkungan Sinode GIA.   GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (7) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (8) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (9) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (1) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (2)

Penahbisan Pendeta dan Gembala GIA Karangkates Berlangsung Khidmat

Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Karangkates menggelar acara Penahbisan Pendeta dan Gembala pada Minggu (14/12/2025) pukul 15.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di gedung GIA Karangkates ini dihadiri oleh jajaran pimpinan MPH Sinode GIA, para pendeta Daerah V, pendeta-pendeta sekitar, serta seluruh jemaat GIA Karangkates. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita sebagai penanda penting dalam perjalanan pelayanan GIA Karangkates. Prosesi pembukaan diawali dengan tarian tradisional “Cucuk Lampah”, sebuah tarian yang sarat makna filosofis tentang perjalanan kehidupan yang berserah dan dipimpin oleh Tuhan. Tarian ini menjadi simbol penyerahan pelayanan gereja dan gembala yang ditahbiskan ke dalam pimpinan Allah. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa penyertaan Allah tidak hanya bersifat janji, tetapi nyata bagi umat-Nya. “Allah menyertai kita, menyertai pelayanan kita, dan menyertai gereja-Nya. Penyertaan Tuhan adalah kekuatan utama dalam menjalankan panggilan pelayanan,” ujarnya di hadapan jemaat. Momentum bersejarah ini juga ditandai dengan khotbah perdana dari gembala jemaat yang baru ditahbiskan, Pdt. Yosia Nugroho Adi, S.Th., S.Pd. Mengambil dasar firman dari Matius 1:23b, ia menekankan bahwa Allah yang disembah umat Kristen adalah Allah yang hadir secara nyata. “Tuhan bukan sekadar konsep, melainkan Allah yang hidup dan menyertai kita dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, serta pelayanan di GIA Karangkates,” ungkapnya. Penahbisan ini menjadi tonggak baru bagi GIA Jemaat Karangkates untuk semakin dewasa dalam iman, kokoh dalam pelayanan, dan berdampak bagi lingkungan sekitar. Dengan dukungan sinode, para hamba Tuhan, dan jemaat, diharapkan pelayanan gereja ke depan semakin bertumbuh dan memuliakan nama Tuhan. Pendewasaan Gereja dan Penahbisan Gembala GIA Karangkates (3) Pendewasaan Gereja dan Penahbisan Gembala GIA Karangkates (4)

Ibadah Syukur HUT GIA GOMBONG “Berbuah Banyak Di Dalam Dia” Menjadi Panggilan Bersama Jemaat

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-21 Gereja Isa Almasih (GIA) Gombong yang digelar pada Minggu, 30 November 2025. Perayaan berlangsung di gedung GIA Gombong dengan dihadiri seluruh jemaat serta para tamu undangan yang datang dari berbagai wilayah. Ibadah syukur dibuka dengan pujian dan penyembahan oleh tim musik gereja, membawa seluruh jemaat memasuki momen ibadah yang penuh ucapan syukur atas penyertaan Tuhan selama 21 tahun pelayanan GIA Gombong. Puncak ibadah ditandai dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Gembala Jemaat GIA Gombong, Pdt. Yotam Andreas Suwarno, S.Th, yang membawakan khotbah bertema “Berbuah Banyak di Dalam Dia” yang terambil dari Yohanes 15:5. Dalam renungannya, Pdt. Yotam menegaskan pentingnya setiap jemaat tinggal dalam Kristus agar hidup dapat menghasilkan buah yang baik, baik dalam pelayanan maupun keseharian. Ia mengajak jemaat untuk terus bertumbuh, berakar kuat dalam firman, serta menjadi berkat bagi sesama. Selain ibadah syukur, momen paling berkesan dalam perayaan HUT ke-21 ini adalah pelaksanaan baptisan air bagi lima jemaat baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar GIA Gombong. Prosesi baptisan yang dilakukan setelah ibadah firman menjadi simbol komitmen iman dan langkah awal untuk bertumbuh bersama dalam Kristus. Jemaat menyambut para peserta baptisan dengan sukacita dan doa, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari tubuh Kristus di GIA Gombong. Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai perjalanan dua dekade lebih GIA Gombong dalam melayani dan membawa damai sejahtera bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat tema tahun ini, seluruh jemaat diharapkan terus melangkah bersama, berbuah banyak, dan menjadi terang bagi lingkungan di mana mereka ditempatkan.GIA Gombong 21 Tahun Melayani, Makin Berbuah di Dalam Dia. Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (10) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (9) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (7) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (8) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (6)

Ibadah Natal & Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV Berlangsung Khidmat di GIA Jlarem

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih (GIA) Daerah IV yang digelar di GIA Jlarem pada Senin, 1 Desember 2025. Acara tahunan yang dinanti ini dihadiri oleh para Pendeta dan Pendeta Muda GIA Daerah IV, serta para pelayan Tuhan dari berbagai cabang daerah. Ibadah dimulai dengan pujian penyembahan yang membawa jemaat pada keheningan syukur akan penyertaan Tuhan sepanjang tahun. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Yusuf Lempang dari GIA Colombo, Yogyakarta, yang mengangkat pesan Natal tentang Allah yang hadir untuk memulihkan dan mengangkat kehidupan keluarga. Dalam khotbahnya, Pdt. Yusuf menegaskan pentingnya hubungan yang kuat antara suami dan istri, serta panggilan untuk saling menguatkan dalam segala musim kehidupan. “Allah tidak hanya hadir menyelamatkan, tetapi juga memulihkan. Keluarga-keluarga diangkat kembali, dan suami istri dipanggil untuk saling menopang dalam kasih Kristus,” demikian disampaikan Pdt. Yusuf dalam pesannya yang disambut hangat oleh seluruh peserta. Tahun ini, suasana perayaan terasa lebih semarak. Panitia melaporkan bahwa jumlah peserta meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme dan kerinduan yang besar dari para hamba Tuhan untuk kembali berkumpul, bersekutu, serta saling menguatkan dalam pelayanan. Acara ditutup dengan sesi fellowship yang berlangsung penuh kehangatan. Para peserta saling berbagi pengalaman pelayanan, mempererat hubungan antarhamba Tuhan, dan menguatkan komitmen untuk melayani jemaat di wilayah masing-masing. Dengan berakhirnya kegiatan ini, para hamba Tuhan GIA Daerah IV pulang dengan hati yang dikuatkan serta sukacita Natal yang kembali dinyalakan, menjadi bekal untuk memasuki pelayanan di tahun yang akan datang. Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (1) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (3) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (4) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (5) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (9)

Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo

Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat serta Majelis Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Kuwasenrejo berlangsung khidmat pada Minggu, 23 November 2025, pukul 17.00 WIB di gedung GIA Jemaat Kuwasenrejo, Gunungpati, Semarang. Umat memenuhi ruang ibadah untuk menyaksikan momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja tersebut. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GIA, para pendeta-pendeta Daerah 1 Sinode GIA, majelis jemaat, tamu undangan, serta seluruh umat GIA Kuwasenrejo. Kehadiran para pemimpin gerejawi dari berbagai daerah membuat suasana ibadah penuh sukacita sekaligus keharuan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, yang mengangkat tema “Membawa Umat untuk Makin Mengenal Tuhan” berdasarkan 1 Korintus 3:10–14. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa pelayanan gereja harus berlandaskan ketekunan, integritas, dan fokus pada Kristus sebagai dasar utama. Ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerja Tuhan dipanggil untuk membangun pelayanan dengan kualitas rohani yang kuat dan tahan uji. Momen paling istimewa dalam ibadah ini adalah penahbisan Pdt. Didik Asmarahadi, S.Th sebagai Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo. Prosesi penahbisan dilaksanakan melalui penumpangan tangan para pemimpin sinode dan pendeta daerah, menandai pengesahan resmi Pdt. Didik untuk melayani jemaat sebagai gembala yang sah. Dalam sambutannya, perwakilan sinode menyampaikan bahwa penahbisan ini bukan sekadar pengukuhan jabatan, tetapi juga peneguhan panggilan Allah bagi Pdt. Didik untuk menjadi kepanjangan tangan Tuhan dalam pertumbuhan dan pembinaan rohani jemaat GIA Kuwasenrejo. Jemaat pun menyambut penuh harapan agar pelayanan Pdt. Didik membawa pembaharuan dan kedewasaan iman yang semakin kuat. Ibadah ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat. Suasana kehangatan dan syukur terpancar dari wajah para umat yang hadir, menandai sebuah awal baru bagi perjalanan pelayanan GIA Kuwasenrejo di bawah kepemimpinan gembala baru mereka. Acara ini menjadi tonggak penting bagi gereja setempat dan diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan pelayanan GIA di wilayah Gunungpati dan sekitarnya. Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (10) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (4) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (6) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (7) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (8)

Semangat Pelayanan Tak Surut: Ibadah Misi D VIII di GIA Kedungun

Ibadah Misi Majelis Daerah (MD) VIII Sinode Gereja Isa Almasih (GIA) berlangsung dengan hikmat pada Jumat, 14 November 2025 pukul 15.00 di GIA Kedungun. Meski diguyur hujan lebat sejak awal ibadah, antusiasme jemaat dan para pendeta yang hadir tidak surut sedikit pun. Suasana gereja justru terasa semakin hangat oleh semangat pelayanan dan kebersamaan. Ibadah khusus ini dihadiri oleh para Pendeta Daerah VIII Sinode GIA, yang datang dari berbagai wilayah pelayanan. Kehadiran mereka menjadi tanda kuatnya komitmen bersama dalam memperkuat misi gereja serta memperbaharui semangat pelayanan di daerah masing-masing. Pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Deny Kristianto, yang mengangkat nats dari Lukas 10:21. Dalam khotbahnya, beliau menekankan ajakan untuk menjadi seperti anak kecil/Nepios yang memiliki hati sederhana, tulus, dan selalu siap belajar dalam melayani Tuhan. Pemikiran yang sederhana, kata beliau, bukan berarti dangkal, tetapi mampu melihat kehendak Tuhan tanpa dipenuhi ambisi dan kerumitan pikiran manusia. “Tuhan Yesus bersukacita ketika murid-murid mampu menerima kebenaran dengan hati anak kecil,” ujar Pdt. Deny. “Pelayan Tuhan diingatkan untuk tetap rendah hati, berserah, dan bersandar pada hikmat Tuhan, bukan pada kehebatan diri sendiri.” Di tengah derasnya hujan yang mengguyur, para peserta ibadah tetap mengikuti rangkaian acara dengan penuh sukacita. Hujan yang menghantam genting gereja sesekali terdengar keras, namun tidak mengurangi kekhidmatan pujian, doa, serta perenungan Firman Tuhan. Bahkan, suasana tersebut semakin menegaskan kuatnya komitmen jemaat dalam menjalankan misi pelayanan. Ibadah Misi MD VIII ini ditutup dengan doa bersama dan penguatan bagi seluruh pelayan Tuhan agar tetap setia melayani di ladang yang telah Tuhan percayakan. Semangat kebersamaan dan kesederhanaan hati yang ditekankan dalam firman menjadi bekal baru bagi para pendeta dan jemaat dalam melanjutkan pelayanan di daerah masing-masing. Dengan berakhirnya ibadah ini, diharapkan semangat pelayanan yang tulus dan penuh sukacita terus mengalir dalam setiap langkah misi MD VIII, membawa terang Kristus kepada lebih banyak jiwa. Ibadah Misi VIII di GIA Kedungun (3) Ibadah Misi VIII di GIA Kedungun (6)

Momentum Bersejarah: Penahbisan Pelayan Tuhan di GIA Subah Batang

Perayaan penuh sukacita dan khidmat berlangsung di GIA Subah, Kabupaten Batang, dalam Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Subah. Acara yang ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, karena dua pelayan Tuhan resmi diteguhkan untuk memasuki tahapan pelayanan yang baru. Ibadah penahbisan dihadiri oleh jajaran Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GIA, para pendeta dari Daerah 1, serta seluruh jemaat GIA Subah yang memenuhi ruang ibadah. Tak hanya itu, suasana kebersamaan lintas gereja juga terlihat dengan hadirnya para pendeta dari GKJ Batang serta beberapa pendeta dari gereja-gereja lain di wilayah Kabupaten Batang. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Sukamal B. Fadelan, yang menekankan pentingnya sikap giat, sungguh-sungguh, dan melampaui kebiasaan dalam melayani Tuhan. “Dalam melayani Tuhan, kita tidak boleh hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Kita dipanggil untuk memberikan yang terbaik lebih dari yang biasanya,” tegas Pdt. Sukamal, yang disambut anggukan dan penghayatan mendalam dari para jemaat. Pesan ini menjadi penguatan bagi seluruh pelayan Tuhan, khususnya bagi mereka yang hari itu diteguhkan dalam tugas pelayanan yang baru. Puncak acara ditandai dengan penahbisan dan pengukuhan dua pelayan Tuhan yaitu, Pdt. Ester Ika Wahyuningsih, S.Th., S.Pd. sebagai Pendeta GIA, Pdm. Yulius Sulistianto, S.Th. sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan berjalan khidmat dengan penumpangan tangan oleh jajaran pendeta dan pimpinan sinode, diiringi doa bersama seluruh jemaat. Yang menarik perhatian dalam acara ini adalah hadirnya para pendeta dari GKJ Batang serta pendeta-pendeta lain di Kabupaten Batang. Kehadiran mereka menunjukkan hubungan yang harmonis dan semangat kebersamaan antar-gereja di wilayah tersebut. Banyak jemaat menyambut baik hal ini, melihatnya sebagai bukti bahwa pelayanan Tuhan dapat menyatukan berbagai denominasi untuk saling mendukung dalam karya Kerajaan Allah. Ibadah penahbisan ditutup dengan doa syukur dan pemberian selamat kepada kedua pelayan Tuhan yang baru ditahbiskan. Suasana penuh sukacita terasa ketika jemaat, keluarga, dan para pendeta memberikan ucapan selamat dan doa bagi langkah pelayanan ke depan. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai wujud kebersamaan dan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang proses pelayanan di GIA Subah. Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda GIA SUBAH (3) Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda GIA SUBAH (7)

Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar Berlangsung Khidmat, Bertepatan dengan HUT IX Gereja

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai ibadah istimewa Penahbisan Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih (GIA) Denpasar, yang digelar pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, di gedung GIA Denpasar, Bali. Momen bersejarah bagi jemaat ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun GIA Denpasar yang ke-9. Acara penahbisan dihadiri oleh jajaran Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode GIA, para pendeta dari Majelis Daerah (MD), serta seluruh jemaat GIA Denpasar yang memenuhi ruang ibadah. Kehadiran para hamba Tuhan dan jemaat menambah semarak serta kekhidmatan perayaan iman tersebut. Dalam ibadah penahbisan, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono yang mengangkat tema: “Setia dalam Menjalankan Tugas Penggembalaan”, terinspirasi dari 1 Petrus 5:1–4. Dalam khotbahnya, Pdt. Budi menekankan pentingnya keteladanan seorang gembala jemaat dalam menggembalakan umat Tuhan dengan rendah hati, kasih, dan kesetiaan, sebagaimana Rasul Petrus menasihatkan kepada para penatua gereja. “Seorang gembala bukan hanya memimpin, tetapi juga melayani dengan hati yang tulus, sebagaimana Kristus adalah Gembala Agung bagi umat-Nya,” ujar Pdt. Budi dalam pesan rohaninya. Prosesi penahbisan  Pdt. Djoko Pitojo dilakukan dengan doa dan penumpangan tangan oleh para pendeta yang hadir, menandai dimulainya pelayanan resmi gembala jemaat yang baru di GIA Denpasar. Ibadah berlangsung dengan penuh rasa syukur dan diiringi pujian dari tim paduan suara jemaat. Tidak hanya penahbisan, ibadah kali ini juga menjadi momen refleksi dan ucapan syukur atas sembilan tahun berdirinya GIA Denpasar. Dalam sambutannya, perwakilan jemaat menyampaikan terima kasih kepada seluruh hamba Tuhan dan jemaat yang telah bersama-sama membangun pelayanan gereja hingga saat ini. Acara kemudian ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah seluruh jemaat, menandai kebersamaan dan semangat baru dalam pelayanan penggembalaan di tengah-tengah komunitas GIA Denpasar.Dengan berlangsungnya penahbisan ini, diharapkan GIA Denpasar semakin bertumbuh dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan untuk menjadi terang bagi masyarakat di Pulau Dewata. Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (1) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (9) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (8) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (7) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (6)

Ibadah Emiritasi, Penahbisan Gembala Jemaat, Dan Hut XI GIA Jemaat Supriyadi Berlangsung Khidmat Dan Penuh Sukacita

Suasana penuh sukacita dan haru mewarnai pelaksanaan Ibadah Emiritasi, Penahbisan Gembala Jemaat, serta Perayaan HUT ke-XI GIA Jemaat Supriyadi yang digelar di Gedung Gereja GIA Jemaat Supriyadi pada Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 11.00 WIB. Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh jajaran petinggi MPH GIA, para pendeta dari berbagai GIA di sekitar wilayah tersebut, serta seluruh jemaat GIA Jemaat Supriyadi. Momen bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat, menandai transisi kepemimpinan yang berlangsung dengan penuh kasih, kebersamaan, dan semangat melanjutkan pelayanan Kristus. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, yang mengangkat tema: “Bersama Kristus Melanjutkan Estafet dan Menatap Masa Depan.” Pesan yang disampaikan mengingatkan seluruh jemaat akan pentingnya melanjutkan pelayanan dengan kesetiaan, ketulusan, serta pengharapan yang teguh di dalam Kristus. Salah satu momen paling berkesan dalam acara ini adalah penyerahan tongkat kepemimpinan dari Pdt. Em. Timotius Agus Supoyo kepada Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Ag, yang dilakukan secara simbolis dan berlangsung dengan penuh hikmat serta sukacita. Proses serah terima ini menggambarkan semangat kebersamaan dan kesinambungan pelayanan di tubuh gereja, di mana estafet pelayanan diteruskan kepada gembala yang baru dengan penuh rasa syukur dan komitmen untuk melayani lebih baik. Perayaan HUT ke-11 GIA Jemaat Supriyadi turut menjadi refleksi atas karya dan penyertaan Tuhan selama lebih dari satu dekade pelayanan. Jemaat bersama seluruh pelayan Tuhan menyatakan tekad untuk terus bertumbuh dalam iman, melayani dengan kasih, serta menjadi terang bagi lingkungan sekitar. Acara kemudian ditutup dengan doa syukur dan persekutuan kasih yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Dengan tema besar “Bersama Kristus Melanjutkan Estafet dan Menatap Masa Depan,” GIA Jemaat Supriyadi meneguhkan langkahnya untuk terus melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (9) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (8) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (6) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (2) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (4)

IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT

Bayang, 20 Oktober 2025 Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih  (GIA) Jemaat Bayang pada Senin sore . Meski tengah dalam proses renovasi, jemaat GIA Bayang berhasil melaksanakan Ibadah Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala Jemaat dengan tertib dan penuh semangat rohani. Ibadah yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh para hamba Tuhan, jemaat, dan tamu undangan dari berbagai wilayah pelayanan. Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan”. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan pentingnya seorang pemimpin gereja memiliki integritas, keteladanan, serta kesetiaan dalam menjalankan panggilan Tuhan, meskipun dalam situasi dan tantangan pelayanan yang tidak selalu mudah. Suasana ibadah semakin khidmat ketika acara Penahbisan Gembala Jemaat dilangsungkan. Dalam momen penuh sukacita tersebut, Pdt. Edi Susanto, S.Th resmi ditahbiskan sebagai Gembala Jemaat GIA Bayang yang baru. Ucapan selamat dan doa dari para hamba Tuhan serta jemaat mengalir untuk mendukung pelayanan beliau ke depan. Hal yang menarik dari acara ini adalah semangat kebersamaan dan dedikasi jemaat yang begitu terasa. Meskipun gedung gereja masih dalam proses renovasi, jemaat menunjukkan komitmen dan antusiasme yang tinggi untuk tetap menyelenggarakan ibadah dengan penuh hikmat dan tertib. Dengan penataan sederhana, suasana ibadah tetap berjalan lancar dan penuh sukacita. Acara ditutup dengan doa berkat serta foto bersama seluruh jemaat dan tamu undangan, menandai awal baru bagi GIA Jemaat Bayang dalam perjalanan pelayanannya. Melalui momentum Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala ini, diharapkan GIA Bayang semakin bertumbuh menjadi gereja yang dewasa, mandiri, dan terus menjadi terang serta berkat bagi masyarakat sekitar. IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (4) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (2) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (3) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (5)

Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat

Singkut, 20 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Singkut Durian yang berlangsung pada hari Senin di gedung GIA Singkut Durian. Ibadah penahbisan ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, dengan ditahbiskannya Pdt. Onianto, S.Th sebagai Gembala Jemaat dan Pdm. Ferianto, S.Th sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan disertai doa dan penumpangan tangan oleh para hamba Tuhan dari sinode GIA serta dihadiri oleh para tamu undangan, pelayan gereja, dan jemaat dari berbagai wilayah. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Mus Budiarto dengan tema “Sinergi Dalam Pelayanan”. Melalui khotbahnya, Pdt. Mus menekankan pentingnya kerja sama dan kesatuan hati antara para pelayan Tuhan dan jemaat dalam membangun tubuh Kristus. “Pelayanan bukanlah karya pribadi, tetapi kolaborasi dalam kasih dan ketaatan kepada Tuhan. Ketika gereja bersinergi, nama Tuhan dimuliakan,” ujar Pdt. Mus dalam khotbahnya. Rangkaian acara berjalan dengan tertib dan penuh hikmat, diiringi pujian dan penyembahan yang menguatkan iman jemaat. Penahbisan ini tidak hanya menjadi simbol pengutusan dan tanggung jawab baru bagi para hamba Tuhan, tetapi juga menjadi momentum pembaruan semangat pelayanan di tengah jemaat GIA Singkut Durian. Dalam sambutannya, Pdt. Onianto menyampaikan rasa syukur dan kerendahan hati atas kepercayaan yang diberikan. “Segala puji bagi Tuhan Yesus Kristus. Tugas ini bukan kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani dengan kasih dan kesetiaan,” ujarnya. Sementara itu, Pdm. Ferianto berkomitmen untuk terus belajar dan bertumbuh dalam pelayanan. “Saya bersyukur boleh dipercayakan melayani di ladang Tuhan ini. Kiranya setiap langkah kami senantiasa diarahkan oleh Roh Kudus,” tuturnya. Acara diakhiri dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat, yang turut mempererat kebersamaan dalam kasih Kristus. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa GIA Singkut Durian terus berkomitmen untuk melahirkan dan membina pelayan-pelayan Tuhan yang berdedikasi, demi kemajuan pelayanan gereja dan kemuliaan nama Tuhan di tengah masyarakat. Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (9) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (6) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (4) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (5)

TIGA MOMENTUM ROHANI DALAM SATU IBADAH: PENDEWASAAN GIA JEMAAT PUSAT DAMAI, PENAHBISAN GEMBALA, DAN PELANTIKAN MAJELIS

Bodog, 19 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan haru memenuhi gedung GIA Jemaat Pusat Damai, Bodog, pada  hari Minggu pukul 17.00 WIB. Dalam satu ibadah yang istimewa, gereja ini merayakan tiga momentum rohani penting sekaligus : Pendewasaan Jemaat, Penahbisan Gembala Jemaat, dan Pelantikan Majelis. Ibadah agung tersebut dipimpin dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai tamu undangan, para hamba Tuhan dari jemaat-jemaat GIA di wilayah sekitarnya, serta umat Tuhan yang datang untuk bersyukur bersama. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Andreas menekankan pentingnya teladan dan tanggung jawab seorang pemimpin rohani di tengah jemaat.“Seorang pemimpin yang sejati bukan hanya memimpin dengan kata-kata, tetapi dengan keteladanan hidup. Tanggung jawab dalam pelayanan adalah bentuk kasih kepada Kristus dan umat-Nya,” tegas Pdt. Andreas dalam pesan khotbahnya. Momen puncak ibadah ditandai dengan penahbisan Gembala Jemaat baru, yaitu Pdt. Marihot Siregar, S.Th, yang resmi melayani dan menggembalakan GIA Jemaat Pusat Damai. Penahbisan dilakukan dengan penumpangan tangan dan doa berkat dari para hamba Tuhan yang hadir. Tak hanya itu, bersamaan dengan penahbisan tersebut, dilangsungkan pula pelantikan Majelis Jemaat baru, yang siap melayani bersama gembala dalam membangun pertumbuhan iman dan pelayanan gereja. Ibadah pendewasaan ini juga menjadi tonggak sejarah bagi GIA Jemaat Pusat Damai, yang kini resmi menjadi jemaat dewasa di bawah naungan Gereja Isa Almasih (GIA). Suasana penuh sukacita mewarnai seluruh rangkaian acara, ditutup dengan pujian syukur dan doa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang menjadi ajang kebersamaan dan ucapan selamat kepada gembala dan majelis yang baru. Dengan tiga peristiwa rohani besar yang terjadi dalam satu ibadah, GIA Jemaat Pusat Damai Bodog menorehkan sejarah baru perjalanan pelayanannya sebuah tanda kasih dan penyertaan Tuhan yang nyata bagi jemaat-Nya.

GIA Rajawali Rayakan HUT ke-51 dan Penahbisan Pendeta, Soroti Kasih Allah dan Sukacita Pelayanan

Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Rajawali, Jakarta, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 sekaligus Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda yang diselenggarakan pada Minggu pagi, 5 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB.Acara ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat dan pelayanan GIA Rajawali karena tidak hanya merayakan usia pelayanan gereja yang telah melintasi lima dekade lebih, tetapi juga menyambut secara resmi hamba Tuhan baru dalam kepemimpinan rohani jemaat. Ibadah perayaan dan penahbisan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Gembala Jemaat GIA Rajawali, Ketua Umum dan Sekretaris Umum Sinode GIA, perwakilan Majelis Daerah (MD) VII, Majelis Jemaat GIA Rajawali, Panitia HUT ke-51 GIA Rajawali, serta para hamba Tuhan dari lingkungan MD VII. Hadir pula jemaat GIA Rajawali dan tamu undangan yang turut bersukacita atas karya Tuhan yang dinyatakan melalui gereja ini. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan umum disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, yang mengangkat ayat dari Yohanes 3:16, dengan penekanan bahwa Kasih Allah adalah motif utama yang mendorong Allah melaksanakan misi-Nya bagi dunia. Pdt. Budi menegaskan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk menerima kasih itu, tetapi juga menjadi saksi hidup dari kasih dan misi Allah kepada dunia. “Gereja bukan hanya tempat untuk menerima kasih karunia, tapi harus menjadi agen kasih itu sendiri di tengah dunia yang terluka,” ujar Pdt. Budi dalam khotbahnya yang menggugah. Puncak acara ditandai dengan penahbisan Pdt. Michael Christian Yuwono sebagai pendeta baru serta Pdm. Ivan Christian Saputra dan Pdm. Samson Harry Capah di lingkungan GIA. Dalam khotbah perdana Pdt. Michael Christian Yuwono , ia mengangkat Mazmur 126:3 yang berbunyi “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.” Dalam penyampaiannya, Pdt. Michael menyoroti bahwa perkara besar yang dimaksud adalah karya keselamatan, pemeliharaan Tuhan, serta sukacita yang lahir dari pengalaman kasih itu. “Sukacita pelayanan bukan berasal dari kenyamanan, tapi dari kesadaran akan betapa besar kasih Tuhan bagi kita. Kita melayani karena kita telah lebih dahulu dikasihi,” ungkapnya dalam nada penuh haru dan semangat. Salah satu momen menyentuh dalam ibadah ini adalah kesaksian dari seorang pelayan Sekolah Minggu yang telah mengajar sejak tahun 1990. Ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat menyaksikan anak-anak yang dahulu diajar kini tumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan aktif dalam pelayanan.“Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat benih Firman yang kita tanam bertumbuh dan berbuah. Saya bangga menjadi bagian dari sejarah iman mereka,” ujarnya penuh haru. Perayaan ini menjadi refleksi bagi seluruh jemaat akan kasih setia Tuhan yang menopang perjalanan GIA Rajawali selama 51 tahun. Dari generasi ke generasi, Tuhan terus memakai gereja ini sebagai alat dalam mewartakan Injil, memperlengkapi hamba-hamba-Nya, serta membangun komunitas yang menjadi terang di tengah kota Jakarta. Dengan tema yang terinspirasi dari Yohanes 3:16 dan Mazmur 126:3, acara ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga pengingat panggilan gereja untuk tetap setia dalam kasih dan misi-Nya. IMG_1819 GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (9) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (8) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (7) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (6) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (2)

Categories
Cermin Nurani

Menghirup Udara Baru: Menemukan Keindahan Hidup Melalui Ilalang dan Pendidikan PAUD”

- CERMIN NURANI -

Menghirup Udara Baru: Menemukan Keindahan Hidup Melalui Ilalang dan Pendidikan PAUD”

Desa Batur Kec. Getasan, Semarang
Desa Batur Kec. Getasan, Kabupaten Semarang
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas,…
2 Timotius 1:5
Oleh DianYuliani

Terbang di bawah kuasa Tangan-Nya

Jiwa itu seperti selembar putih bunga ilalang yang terpisah dari kuntumnya terbang melayang. Melayang bebas. Melayang terbang penuh dengan angan tak terselidiki. Hanya selembar putih dan Tangan Penciptanya yang tahu.

Terbang naik turun, berpuntir dan meliuk cepat mengukuti irama angin yang membawanya pergi entah kemana. Lama kemudian, mengambang dan di ayun-ayunkan sang angin yang bergerak melembut. Kemudian angin itu seperti mengerti saatnya akan tiba. Diayunkannya selembar putih ilalang itu sekali lagi, dan diletakkan lembut di hamparan tanah yang dengan ditemani berbagai jenis rumput dan tanaman lain.

Di tempat yang baru itu selembar putih ilalang tumbuh menunjukkan jati dirinya. Dengan kesederhanaan selembar kuntum ilalang akan melengkapi yang belum ada di area itu. Sederhana, itulah sejumput jiwa yang sedia tertanam di ladang yang Dia Tuhan yang menginginkan. Namun yang sederhana itu justru mempunyai benih-benih terlahir menjadi pribadi-pribadi indah dan mengagumkan seperti yang ditulis oleh Annie Arnaux, pemenang Nobel bidang sastra 2023. Penulis asal Prancis itu telah dikenal berkat novel-novel sederhananya yang menggambarkan berbagai pengalaman pribadinya untuk beragam kelas masyarakat dan gender.

Terbang di bawah kuasa Tangan-Nya, semua itu membuat hidupku jadi tenang, bersuka dan menikmatinya.

“Bu guru yang diwarnai semua gambar daunnya hijau atau boleh ada warna lain,” tanya Azizah anak kelas PAUD. Suaranya yang lantang memecah keheningganku barang sejenak. Ruang PAUD dimana aku ikut mengajar pecah, membuyarkan angganku. Buku yang baru aku cerna, mengisi pengetahuan di benakku segera kuletakkan. Buku tanaman yaitu; Pengetahuan Jenis Rumput yang Berkasiat. Aku tersenyum membalas tatapan Azizah, segera memberi penjelasan yang sederhana hal mewarna tanaman yang daun itu.

Aku mengajar

Aku mengajar. Ya aku mulai ikut mengajar anak-anak PAUD. Aku belajar meletakan harapan, telenta dan benih-benih angan di tempat itu. Kutaburi denga doa, tenaga dan senyumanku. Belajar menyapa para rekan guru, para orang tua dan secara khusus menyapa, menyayanggi, membimbing dan mendidik mereka dengan pengetahuan yang sesuai dengan umur mereka.

Anak-anak PAUD, hidup di tengah-tengah sumber daya alam yang sangat kaya dan melimpah (sayur, susu, telur daging), meski masih belum sepenuhnya termanfaatkan dan dinikmati. Tersedianya para guru yang hatinya mendidik dengan baik, suatu yang sangat baik. Aku jadi meluap dengan rasa bersyukur. Disitulah seluruh tubuh, jiwa dan harapanku kutambatkan, di sini tepatnya di Getasan Kab. Semarang. Menghirup udara baru.

Aku mengenal daerah ini ketika aku duduk di salah satu SMA Kristen di Salatiga. Setiap ada moment tertentu, setahun sekali seorang teman persekutuan antar sekolah mengajak kami semua berkunjung di rumahnya untuk menikmati jamuan makan. Hmm, kami bersiap melahapnya. Dihidangkan hangat, asap putih mengepul atas tiap hidangan. Semua mata kami yang menyaksikan hal itu, jadi lapar, lalu terbelalak berseru; ” Wwooww.”. Itu suara koor serentak yang keluar dari mulut kami yang sedari tadi nyeroncos obrolan para remaja disertai dengan senda gurauannya.

Di depan kami ada nasi, aneka sayur , aneka lauk seperti srundeng sapi woww…nyam nyam nyam. Dengan mulut yang sibuk mengunyah hidangan, satu dua teman kami kadang buat joke yang menambah lahapnya kami, semua menikmatinya. Aku teringat masa itu sungguh indah dan mengesankan. Kami layaknya tidak hanya sekedar teman bersekutu di sekolah namun seperti keluarga.

Mata kami bermandikan pemandangan kekayaan pedesaan alam pegunungan yang elok. Sayur mayur membentang luas dengan beraneka ragam macamnya. Di tambah peternakan susu sapi dengan puluhan sapi yang berjajar di belakang rumah. Terlintas di benakku , kelak aku mau jadi orang desa. Dulu hal itu adalah mimpiku di kala remaja.

Mimpi itu mulai menjadi seperti selembar putih bunga ilalang yang tercerabut dari kuntumnya. Aku terbang mengayun jiwa diarahkan Sang Pencipta. Dimulai diwujudkan dengan moment-moment satu persatu diwujudkan, doa yang terjawab dan penting dalam hidupku Januari 2019, aku resmi menikah dengan seorang pemuda lugu dengan ketulusannya berkata-kata, baik hati, mengasihi Tuhan itulah suamiku.

Hari ini di awal tahun 2023, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke desa setelah sekian tahun kami belajar tentang kehidupan di tempat lain. Suami kembali aktifitasnya seperti semula, bercocok tanam, bersentuhan dengan sapi, ayam. Ini menyenang hidup kami. Kami menghirup udara baru.

Aku memeluk anak-anak PAUD itu dengan hatiku. Irama yang bersorak syukur dalam hatiku, “Aku menghirup udara baru. Ku hirup udara baru bersamamu Tuhan Yesus dan anak-anak PAUD ini.” Aku memandang ke depan tak berkedip, sampai anak-anak itu pulang dengan orang tuanya yang menjemputnya. Aku tersemyum yang disertai doa, ke depan itulah adik-adik yang kukasihi masa depanmu. Kembangkan layar hidupmu. Berlabuhlah dengan berani. Hanya saat kita berlabuh sang perahu hidupmu ini akan menemukan pelabuhan hidupmu dan Tuhan memberkati. (DY)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

Categories
Cermin Nurani

Kisah Transformasi Hidup Annahita Parsan: Dari Pengungsi Ke Pendeta

- KESAKSIAN -

Kisah Transformasi Hidup Annahita Parsan: Dari Pengungsi Ke Pendeta

Annahita Parsan pernah mengalami masa-masa sulit sebagai pengungsi, namun ia berhasil menemukan jalan yang mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan kisah inspiratif tentang bagaimana Annahita berjuang untuk mengatasi kesulitan dan menjadi pendeta yang dihormati.

Annahita Parsan, seorang pengungsi yang berhasil melakukan transformasi hidup menjadi pendeta yang inspiratif. Baca kisah lengkapnya dalam artikel ini.

Redaksi TheHOPE.id menurunkan kesaksian hidup Annahita Parsan, wanita dari Iran yang memberi kesaksian nyata bahwa Yesus hidup dan berkuasa. Kesaksian penuh liku-liku menghadapi kekerasan di rumah tangga dan dipenjara di Turki. Namun terus Tangan Tuhan menuntunnya sampai ia jadi pendeta dan mencapai 1.500 orang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Annahita Parsan kini tinggal di Swedia. Semua kisahnya di ambil dari sumber christiantpost.

Annahita Parsan (47 tahun) mengatakan kepada Fox News, Rabu 17 Januari 2018, dalam sebuah laporan bahwa hidupnya, yang telah mengalami banyak kesengsaraan, “berubah total sejak datang kepada Yesus.”

Parsan dibesarkan sebagai Muslim di provinsi Isfahan, Iran dengan orang tua dan empat saudara kandungnya. Dia menikah pada usia 16, dan tepat setelah Revolusi Islam Iran pada 1979 dia melahirkan seorang anak laki-laki, Daniel.

Kisah Annahita Parsan yang melarikan diri dari Iran melalui pegunungan sebagai pengungsi Muslim, hingga menghadapi kekerasan dalam rumah tangga dan dipenjara di Turki, sebelum berhasil mengukir sebuah kehidupan di Swedia, mirip kisah dalam film Hollywood.

Parsan, seorang mualaf dari Islam menjadi Kristen dan ibu dua anak, merupakan salah satu tokoh religius yang paling menonjol di Eropa. Baik karena ziarah geografis dan spiritualnya, serta keputusannya untuk memperkenalkan umat Islam dengan Injil.

Kisahnya itu telah dibukukan dalam memoarnya, “Stranger No More: A Muslim Refugee Story of Harrowing Escape, Miraculous Rescue and the Quiet Call of Jesus,” yang diterbitkan akhir tahun lalu.

Setelah revolusi di Iran terjadi tahun 1979, Iran berubah total dan lebih melarang agama lain bertumbuh, jika pindah agama atau masuk Kristen resiko penjara. Kehidupan yang represif terhadap pengaruh budaya baratpun berlaku.

Sampai tahun 1984, dia kemudian dianugerahi anak perempuan bernama Roksana setelah dinikahi Ashgar. Dengan berkecamuknya perang Irak Iran, memaksa dia melarikan diri melintasi pegunungan beku ke Turki di tengah musim dingin. Usaha untuk melarikan diri sama dengan para pengungsi lain di negaranya menuju negara lain yang bebas.

Tanpa dokumen identifikasi atau paspor, pihak berwenang Turki memasukkan Parsan dan suaminya ke sebuah penjara mengerikan di distrik Agri karena masuk secara ilegal.

Setelah beberapa bulan yang mengerikan, pasangan ini dibebaskan dan pergi ke Istanbul. Di sana mereka menghabiskan sembilan bulan untuk mencari dana yang cukup untuk sampai ke Denmark.

Di negara Skandinavia kecil inilah tempat benih transformasi spiritual akhirnya ditanam. “Sekitar bulan pertama atau kedua di sana, seorang wanita datang ke pintu untuk berbicara tentang Tuhan, “kenang Parsan. “Saya sangat marah, saya sangat tidak bahagia. Tapi dia kembali keesokan harinya dengan sebuah Alkitab kecil, jadi kali ini saya meminta Yesus untuk membantu saya.”

Parsan mengatakan bahwa selama tahun-tahun awal dia mulai membaca Alkitab, dengan sembunyi-sembunyi dari suaminya.

Akhirnya dia meminta jawaban Tuhan atas pertanyaannya dan langsung merasakan ketenangan batin dan pikiran yang belum pernah dia alami sebelumnya. Halleluya Yesus hidup dan berkuasa.

“Itu ajaib,” kata Parsan

Tapi ketenangan dan kedamaian tidak berlangsung lama. Setelah ledakan yang sangat brutal dari suaminya yang kasar, selama Natal 1989, Parsan mencoba menjalani hidupnya dengan bergantung pada pil tidur.

Dia akhirnya memutuskan bercerai, dimana suami kembali ke Iran. Dia dan anak-anaknya kemudian pindah ke Swedia.

Setelah dua tahun di sana dia dibaptis. Dia dan anak-anaknya kemudian tinggal di ibu kota Swedia selama beberapa tahun.

Kemudian pada 2006, setelah mengalami kecelakaan mobil yang mengerikan, dia memutuskan bahwa Tuhan telah menyelamatkan hidupnya sehingga dia bisa menghabiskannya untuk membantu orang-orang Muslim lainnya yang mulai percaya kepada Kristus.

Setelah lima tahun belajar Parsan ditahbiskan pada 2012 sebagai pendeta di Gereja Swedia. “Saya bekerja secara khusus dengan komunitas Muslim, banyak juga yang berbicara dengan Farsi,” kata Parsan.

“Terkadang mereka datang ke gereja karena mereka penasaran. Terkadang mereka adalah pencari suaka. Dann terkadang mereka hanya berkunjung dari tempat-tempat seperti Iran dan Afghanistan, jadi mereka diam-diam dibaptis dan kemudian mereka kembali.”

Dia mengaku telah membantu lebih dari 1.500 umat Muslim menjadi Kristiani selama lima tahun terakhir.

Karena keberhasilannya, Parsan menghadapi risiko yang tidak dihadapi oleh pendeta Gereja Swedia lainnya.

“Saya mendapatkan ancaman serius setidaknya beberapa kali per tahun, ancaman serangan pisau atau serangan bom. Saya memiliki ancaman lain dari anggota keluarga saya yang jauh.”

“Tapi bagi saya, apa yang saya lakukan itu berharga.” Saya berharap orang-orang di luar sana yang telah kehilangan kepercayaan mereka, mungkin akan mendengar ceritaku dan terinspirasi untuk kembali, “kata Parsan.

Pendeta Olaf Latzel dari St. Martini Church di Bremen, Jerman, gereja dimana Joachim Neander menciptakan lagu bersejarah “Praise to the Lord, the Almighty” di tahun 1679.

Pendeta Olaf Latzel dari St. Martini Church di Bremen, Jerman, gereja dimana Joachim Neander menciptakan lagu bersejarah “Praise to the Lord, the Almighty” di tahun 1679. Olaf Latzel berkata kepada semua orang, “Jika anda berbicara keras dan jelas mengenai kebenaran Alkitab, bahwa hanya ada satu jalan ke surga yaitu melalui Yesus Kristus, dimana hanya ada satu Tuhan, Bapa, Anak dan Roh Kudus, maka Anda akan memiliki masalah,”. Tetap serukan “Yesus Tuhan yang hidup dan Juruselamat”. (red)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

Categories
Cermin Nurani

Jalan Yang Ditempuh

- CERMIN NURANI -

Jalan Yang Ditempuh

Bagiku, memang jalan baru yang harus kutempuh ke depannya itu belum ada yang tahu akan apa yang terjadi tapi janjinya “jangan takut” dan “jangan bimbang”.
Oleh: Dian Yuliani
Ajakan menari dengan alam
Aku lalukan sapaan angin yang lembut itu mengelus kedua lenganku yang telanjang tak tertutup baju hangat di sore yang dingin. Ia seperti menyapaku yang sedari tadi diam mematung. Aku masih berdiam, pandanganku masih terus memandang ke depan, meski kali ini sang angin kembali mengajakku menari. Aku hanya diam. Kubiarkan sang angin itu menari pelan dengan beberapa helai rambutku yang sengaja kubiarkan turut menari bersama hembusan angin sore.

Berkali-kali alam telah mengajakku menari bersamanya seperti mewarnai dunia kehidupan sehari-hari bahwa Allah bersuka di dalam ciptaan-Nya. Tapi aku masih dalam pendirianku; diam.

Dalam aku berdiam, membiarkan batin ini bicara dengan bebasnya dengan pikiranku yang sudah mulai kusut dengan berbagai masalah yang menyelimuti hidup dan tugas ini. Aku sudah berfikir sampai meromet-romet tentang banyak hal yang sebenarnya bisa diselesaikan namun itu menjadi bisu membatu. Tetap saja semua itu masih belum bisa menahan keinginannku untuk melangkah dengan tidak menempuh jalan yang berbeda.

Maka akupun mencoba membayangkan Tuhan seperti yang di tulis oleh Dorothy Sayer salah satu penulis wanita yang kukagumi. Tuhan adalah seniman kreatif. Ia memiliki berjuta cara dan ide yang luar biasa. Jika Ia menciptakan jalan untuk aku mainkan atau kutempuh maka dipihakku harus menerima. Walaupun yang aku mainkan dari ide kreatif-Nya tidak sempurna dan cenderung kacau, baik gerakan dan dialognya namun Ia tetap mempercai dan tidak tergantikan. Sebab Ia sudah memutuskan untuk menempuhnya dengan caranya memilih aku dengan semua resikonya dan terus mendampingi dan Ia bersamaku. Keputusan itu sudah dipikirkan Allah sejak kekekalan, dan tentu saja bagi orang-orang merindukan kehadiran-Nya. Itulah yang terus kuingat; “pada mulanya bersama-sama dengan Allah…telah menjadi manusia dan diam diantara kita”(Yoh 1:1-2, 14)

Lalu, Ia menegaskan bahwa tidak peduli aku merasa sehina apa aku sungguh-sungguh berarti bagi Allah yang penuh kasih itu. Itulah resiko Allah menemani aku yang tak berdaya ini.
Jalan yang nampak sendiri tapi tidak sendirian
Bagaimana jalan yang telah kupilih dan kutempuh itu, aku sungguh takut. Tepatnya gelap dan rasa takut menyelinap, seperti aneka ulasan para pemikir dan praktika, katakanlah Roymond Chin, yang mengatakan tahun 2023 suram dan gelap.

Dalam situasi yang seolah sendiri bersama dengan takut, aku mencoba mengerti bahwa sesungguhnya perjalanan itu, saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi, saya tetap mempercayai Ia ada dan berkuasa serta berdaulat. Maka aku, meneduhkan diri bersama sisa-sisa angin yang lewat, bunyi Yesaya 41 yang menjadi renungan tadi pagi, kembali berbisik bersama suara alam.

Siapakah yang menggerakkan alam? Siapakah yang memiliki kuasa dan kedaulatan? Siapakah yang menurunkan raja-raja?. “Dengarkanlah akan Aku…,” kata pembuka di Yesaya 41, itu. Jika semua yang dikatakan tentang umat-Nya waktu itu merasa berat dengan ketakutkannya, Tuhan Allah menunjukkan Dirinya yang memiliki kuasa dan kedaulatan itu berkata ;”Jangan takut”. Dan umat-Nya Israel oleh sejarah, telah dicoba oleh berbagai bangsa untuk ditaklukan, dihancurkan dan dimusnakan tapi Sang Pemilik Israel selalu dan terlalu berkuasa dan berdaulat itu tetap teguh dapat dipercaya janji-Nya; Ia lah yang memberi kemenangan. Isreelpun tetap ada sebagai bangsa, bagaimana dengan kita?

Bisa jadi keadaan suram gelap di tahun 2023, seperti ucapan para ahli dan memang terjadi tetapi TUHAN yang berkuasa dan berdaulat itu menjadi terang yang akan menerangi tiap orang percaya sehingga mereka bisa berjalan dengan aman dalam perlindunga-Nya. Karena itu, berjalan di jalan baru yang memang harus aku tempuh atau orang lain juga menempuh jalan baru, seperti aku tempuh, maka janji-Nya diberikankan kepada yang berharap dan percaya;

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,
janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;
Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau;

Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.Yesaya 41:10

Bagiku, memang jalan baru yang harus kutempuh ke depannya itu belum ada yang tahu akan apa yang terjadi tapi janjinya “jangan takut” dan “jangan bimbang”, dikatakan Allah sudah lebih dari cukup apalagi Ia mempersiapkan dan Ia ada untuk menggenapinya. Ia menyiapkan dan menggenapi bagimu dan bagiku juga.

Mentari terlihat merasa malu turun dan sembunyi di sisa waktu petang, dan ada bunyi lagu dari hpku, terdengar lamat-lamat mengusik telinga “O come, O come, Emmanuel” – (Piano/Cello) – The Piano Guys. Ehmm…ya, aku sekarang mau menari bersamamu Tuhan. Terimakasih. (dy)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

Categories
Cermin Nurani

Kurengkuh Daun Itu

Kurengkuh Daun Itu

“Little Totto Chan tidak tahu arti di balik kata-kata ini, tapi dia menanamkan kata-kata ini dalam dirinya sendiri, yang mengejutkan Totto Chan dewasa, yang baru saja menyadari pemahaman ini”. Novel Totto Chan, karya Tetsuko Kuroyanagi

Oleh Dian Yuliani

Angin pagi mendesah. Suaranya pelan meniup daun-daun singkong yang kudekati. Bau aneka tanaman bersorak sepertinya keceriaan pagi, masing-masing menabur aromanya di antara puluhan pohon singkong. Aku menarik kedua pipiku untuk membuat segaris senyuman dan desah suara yang hampir tak terdengat keluar dari sela-sela bibir ini:”Alangkah bersyukurnya tanaman singkong yang tumbuh ini” Sambil aku terus melangkah makin dekat ke arah batang singkong yang tumbuh. Ingatanku akan masa-masa pertumbuhanku dan itu mulai bergulung berlari dalam benak ini.

Aku mulai tahun yang disebut tahun resesi tahun 1997-1998. Manusia memang mudah mengingat pristiwa yang membuat sejarah dalam hidupnya. Tahun resesi itu mengingatkanku akan sulitnya hidup di masa remajaku, sekalipun sejak kecil aku begitu mengenal apa artinya hidup berkekurangan. Namun tahun 1997-1998 itu merupakan tahun yang tidak mudah bagiku dan mungkin bagi banyak orang yang terbelenggu masa resesi ekonomi. Sambil menghela nafas panjang, “hhmm…aku merangkak untuk melewati waktu 25 tahun itu”. Aku sungguh bersyukur. Ada banyak hal yang harus kupilih untuk hidup yang menghantarku sampai saat ini. Tentu saja pilihanku itu pasti ada yang salah, keliru dan menyesatkan. Tapi melalui banyak moment ada yang menunjukkan untuk kembali bahkan mengoreksi langkah hidup ini untuk masuk jalur yang benar.

Tangan kananku memegang daun singkong terjulur. Ada angin yang bertiup sedikit terasa dikulitku. Jika dulu singkong menjadi makanan pokok keluarga kami, saat ini di lahan seluas 6 hektar ini singkong ditanam, singkong menjadi berbagai cemilan diwaktu sore hari dan ketika hujan menghampiri bukit ini. Bertapa bersyukurnya aku makin belajar akan tanaman ciptaan-Mu.

Ingatanku bergulung kembali. Seperti angin yang mulai agak kencang bertiup menyapu dedaunan pohon singkong dan pohan lainnya yang tadi hanya bergoyang pelan tapi angin itu mulai bisa sedikit bergesekan. Ingatanku pada awal pandemi. Aku awali misi pertamaku saat perusahaan hanya bisa memperkerjakan kami 3-4 hari dalam seminggu. Kembali aku menyapa pohon singkong. Mulai kami yang tinggal di sebuah perbukitan, dimana aku ditempatkan, membuka lahan yang selama ini hanya sebagai pelengkap saja. Kali ini lahan ini harus dibuka untuk jembatan kehidupan. Ketahanan pangan harus di mulai. Sekalipun pandemi mengganas yang butuh dua tahun, singkong menjadi teman setia bagi kami. Namun bukan menggatikan makanan pokok yang kami bayang tapi sekadar camilan namun begitu ia setia untuk bisa hadir terhidang.

Kami melihat dengan terkagum atas pemeliharaan-Nya, kami masih bisa makan nasi dengan lauk 3 kali dalam sehari. Kembali aku bersyukur. “Badai kelaparan karena banyak petani yang sulit gengupayakan sawahnya kami dengar rupanya tidak sengeri yang kami bayangkan” pikirku. Namun badai pandemi yang merampas kesehatan yang sesekali membuat panik , takut dan gentar. Ketika kami harus terserang covid yang di takuti seluruh dunia, bahkan banyak dari kenalan kami harus meregang nyawa. Kami sangat sedih, terpukul dan kehilangan mereka ini. Namun kami ingat kehidupan harus terus berjalan, seperti dedaunan menguning dan jatuh namun yang hijau menggantikannya. Hidup memang harus dijalani dengan penuh percaya dan dijalani dengan tulus ikhlas penuh syukur sebab tidak ada hidup yang sia-sia karena Tuhan memberikan masing-masing indah.

Dengan berdamai dengan keadaan yang kental virus covid, waktu selama masa-masa transisi berdampingan dengan virus. Terus kulangkahkan kakiku mengejar waktu dimana aku harus bergegas ke kantor. Menata impian yang sekian bulan seperti membeku bahkan hampir setahun tertunda, kami dikantor mulai bergairah mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan menjual sepatu dengan hasil sale cukup besar. Atas persetujuan perusahaan akhirnya kutargetkan niatku untuk mencapai omset setidaknya bisa untuk menolong perusahaan untuk menggajiku. Ternyata rancanganku bukanlah rancangan-Nya, aku harus meninggalkan perusahaan di bulan yang ke 11 di penghujung tahun tepatnya. Bukan karena rencanaku namun sudah bagian dari skenario-Nya, Sang pencipta waktu berdaulat mengatur keadaan dan situasi yang ada di dalam kendali-Nya. Aku harus memulai babak baru dengan pekerjaan baru. Ia sempurna dalam rencana dan waktu kapan aku harus melangkah. Seperti selembar daun yang kupungut dan kuamati. Semua ukiran daun sempurna dan bermakna.

Saatnya memimpin dengan hati…hidup seperti daun daun yang menjulur karena bagian terkecil dan sistemnya berusaha sesuai dengan fungsinya.

Hampir satu tahun persis, aku bekerja di lingkungan perbukitan ini, membantu dan bekerja di lingkungan yang baru. Dalam lingkungan yang baru itu aku coba membangun budaya atau etos kerja baru yang saling membutuhkan layaknya keluarga. Saya merasakan tuntunan Tuhan begitu nyata. Namun hal baru di pekerjaan, tidak berlansung mudah!

Aku berusaha dengan kemampuan yang ku miliki. Bertemu berbagai rekan kerja baru, orang baru dan usaha menyatukan dalam ikatan keluarga pengerja, rupanya itu langkah sulit namun tidak mustahil diwujudkan . Semua berpulang dariku, akan aku apakan semua itu? Tuhan terus mangajarku, ketika bonus diberikan itu jadi sarana untuk memberkati karyawan, dengan memperhatikan hidupnya sehari-hari.

Selama pandemi berlangsung dan mulai berkurang, Tuhan menjadi sandaran kami, firman-Nya sebagai pelita dalam kami berjalan. Nasehat saudara di dalam Tuhan yang mengelilingi kami, sepertinya tidak lupakan. Memberi makan sekalipun nampaknya kamu kekurangan. Tepat sesuai kehendak Tuhan kami lakukan memberi sepiring dua piring nasi untuk sekitar kami, kami tidak pernah menjadi kekurangan hingga saat ini. Sekalipun sama di penghujung tahun masih sama dengan situasi masih berdampingan dengan virus corona juga berita resesi yang akan terjadi dan melanda dunia secara global, nampaknya aku harus bersiap mental kembali. Apakah Tuhan ijinkan kami bisa melewati lagi, badai-badai kehidupan ini? Aku sering bertanya pada Tuhan, ” Mengapa penderitaan erat sekali dengan perjalanan manusia? Hmm…supaya aku bisa menyumbangkan makna hidup walau hanya sejumput”.

Kurengkuhkan kedua tangan pada pucuk daun singkong yang ada di depanku. Angin berhembus mengoyang dedaunan pohon-pohon singkong yang ada di ladang. Bunyi suara lembut gesesekan daun-daun singkong itu seolah mereka dengan daunnya bersama-sama mau melakukan apa yang akan kulakukan. Kedua tanganku secara bersamaan merengkuh daun itu dan kedua mataku kupejamkan dan bibirku menyatakan,”Tuhan Yesus terimakasih, dan terimakasih untuk tanaman singkong dan tanaman lainnya yang Engkau ciptakan memberi makna demikian dalam dihidupku”. (dy)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Cermin Nurani

Kukenangkan Baju Hidupku Tanpa Ragu Sedikitpun

Kukenangkan Baju Hidupku
tanpa Ragu Sedikitpun

Tentu saja itu melibatkan resiko, karena bukan mustahil yang diminta Tuhan dari saya ternyata bertentangan dengan keinginan egois saya.
Philip Yancey

Oleh Dian Yuliani

TheHope.id – Kenangan pertama aku tentang doa kepada Allah yang sampai mencucurkan air mata, saat malam setelah adikku yang meninggal dikuburkan. Aku hanya memiliki waktu untuk berbicara dari hati dan seluruh keberadaanku. Aku datang kepada-Nya, apa adanya diriku tanpa ada yang bisa aku sembunyikan. Aku bebas, sebebasnya,mengungkapkan semua isi hatiku dan hidupku. Aku benar-benar mengelontorkan isi hatiku termasuk rasa takut dan kegalauanku. Pokoknya, ngak ada yang tersisa. Ibarat orang nguras bak air di kamar mandi. Bak air itu sampai kering-ring, tandas tanpa sisa.

Esoknya, aku jalani hidup ini, apa adanya tanpa ragu barang sedikitpun. Aku bisa lega, bebas tanpa beban. Segala ukuran yang dunia buat dan patut dikenakan, aku anggap bukan prioritas nomor satu yang harus ku kejar.

Bagiku, damai dengan diriku sendiri karena Tuhan itu yang menjadikan batinku rasa tenang. Aku tak senewen, manakala belum meraih sesuatu yang harus menjadi ukuran hidup seperti dikejar orang saat ini. Dan hal itu dahulu, diriku sendiri bisa mengejarnya, mengapa tidak?. Itulah hidupku dahulu, selalu dihela sampai lelah karena ukuran yang tertinggi adalah apa yang ditentukan dunia pada umumnya. Namun sejak Kristus ada di hati dan hidupku, semua itu menjadi bukan hal yang utama.

Maka penampilkan diriku sesuai dengan apa yang kupandang baik dan nyaman menjadi nilai baru. Artinya, aku membiasakan diriku menikmati yang baik yang dipercayakan oleh Tuhan.

Sampai suatu saat ada hal mengenai pandangan hidup “Semakin tinggi ilmu semakin sederhana penampilannya. Semakin tinggi ilmu semakin sederhana bahasanya??” Mungkin bagiku ungkapan ini mengandung separuh kebenaran, bisa juga salah. Bagiku, orang yang sederhana itu terlahir dari hatinya dan mengalir dan nampak dalam hidupnya keseharian.

Jadi ceriteranya begini, suatu kali aku bertemu dengan sekumpilan orang. Kelihatannya orang-orang yang berpendidikan tinggi dan berkelas. Aku lihat, gaya bicara, penampilan dengan berpakaian dan tempat di mana mereka berbincang sambil menikmati makanannya. Ehmm… berkelas dan terlihat eksklusif, menurutku.

Tiba-tiba aku melihat seorang nyonya yang nampak berpenampilan heboh… wow. Dandanannya wahh banget. Make-upnya serba cling kinclong. Asesoris yang dikenakan..menyala.. woww.. keren. Dari yang menempel di wajah, leher dan kedua tangan dan jemari terlihat gemerlap dan gebyar. Mirip satu estalasi perhiasan terpakai. Mahal banget… astaga merinding. Dan kemudian, dari mulutnya keluar pembicaraan dengan pasangannya, suatu nada tinggi dalam bahasa asing bercampur bahasa negeri. Membuat mata orang, sekitarnya pada melotot dan mulut ternganga. Mulut ternganga bukan kagum tapi sebaliknya antara aneh dan ngak percaya, norak. Penampilan yang heboh justru terlihat konyol hanya karena tingkah dan ucapannya.

Jadi, penampilan bisa menipu, gaya ucapan bisa tidak jujur. Lain di mulut lain di hati. Namun orang yang benar-benar sederhana dan cerdas nampak nyata dalam hidupnya yang tidak eksklusif. Menurutku karena ada nilai yang kokoh di dalam dirinya yang tidak merasa minder atau terjajah. Berfikir sederhana yang menampakkan kedalaman kecerdasannya.

Sederhana bertutur kata karena dari hatinya yang sederhana. Berpenampilan sederhana bukan asal yang dikenakan menempel. Tapi ia tidak ditentukan merk atau kelasnya. Ia merdeka seperti jiwanya. Ia bisa solider di manapun berada, seperti yang disaksikan Frans Magnis Suseno bahwa kemerosotan moral berawal dari orang yang sikap eksklusif.

Menurutku, orang yang tidak haus akan mencari pengakuan dan mengejar akan nilai yang terpandang adalah kunci kesederhanaan.

Sebab orang yang dipandang tidak ada apa-apanya justru menunjukkan bahwa orang itu memiliki segalanya. Malahan dari ucapannya, orang terlihat sulit dan rumit diterima untuk bisa dicerna oleh akal sehat dan sederhana ini, jangan-jangan orang itu hidupnya juga rumit. (dy)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Cermin Nurani

Semua itu Ada Waktunya, Jangan Takut!

Semua itu Ada Waktunya, Jangan Takut!

Untuk segala sesuatu ada masanya, … (Pengkhotbah 3:1)
Oleh Dian Yuliani
Tuhan membuat segalanya lebih baik
TheHope.id – Aku mengingat nasehat dari rekan-rekan dalam team majalah di mana aku ikut ambil bagian; “Jangan sekali-kali memikul beban esok hari tapi beban hari ini cukuplah.” Ini kuingat dan menjadi hal yang baik dalam hidupku.

Dalam suatu kesempatan aku berdiskusi dengan temanku yang bercerita tentang generasi muda yang ditemui untuk dilayani. Ia membuka dengan masalah yang serius namun terabaikan. Masalah itu adalah waktu atau tepatnya kesempatan yang justru banyak disia-siakan.

Mereka, menurut temanku banyak yang menyia-nyiakan kesempatan yang baik. Malahan membuang kesempatan yang baik, apa itu berupa belajar, kerja keras atau membuat karya yang pantas. Sisi yang lain, ada yang di percaya bahwa jalan hidup itu tidak bisa berubah. Kalau saat ini sedang dalam pergulatan hidup yang sulit maka masa depan pasti suram. Mereka percaya tak ada yang bisa berubah.

“Ohhhh…Ehmmm…”, begitulah kata-kata yang sering kami berdua sisipkan dalam diskusi itu. Malahan ada gerak tubuh yang nampak dari diri kami berdua sebagai sikap untuk meyakinkan.
Aku termenung sejenak di kendaraan yang kutumpangi untuk pulang. Betapa sia-sianya jika hidup ini seperti berjalan tanpa ada perubahan. Ihhh…absurd. Cobalah kalian pikir, jika pengalaman belajar tanpa mengubah diri untuk bisa ke jenjang yang lebih baik atau kerja keras kalian hanya menghasilkan rasa lelah tanpa mengubah mental, karakter dan yang utama jenjang hidup ini, lalu apa artinya?

Bukankah telah banyak bermunculan kisah-kisah yang dianggap luar biasa dari orang- orang yang tadinya bukan di anggap bukan siapa-siapa?. Bukankah perubahan jalan hidup itu terjadi dari mereka yang percaya selalu ada harapan untuk bisa berubah?
Aku telah mengenal orang yang mengeluh soal hidupnya. Aku juga telah mendengar kalimat sinis dari mulut orang yang percaya bahwa jalan hidup itu tak ada hubungannya dengan Tuhan. Tuhan hanya mengurus soal iman atau percaya bukan soal hidup ini. Benarkah?

Aku kembali belajar dari hasil resensi yang di tulis teman dalam team redaksi, tentang buku yang ditulis oleh David Roper berjudul Seeing Through, mengenai hidup nabi Elia. Dia menempatkan kalimat yang menyatakan; dalam masa-masa yang sulit justru menjadi waktu-waktu yang terbaik bagi Tuhan untuk bertindak. Waktu yang mustahil justru menjadi waktu yang baik bagi Tuhan untuk menyatakan mujizatnya.

Waktu tergelap dalam hidup justru menjadi awal untuk Tuhan menyatakan terang pengharapannya. Singkatnya tidak ada waktu yang terlalu sulit bagi Tuhan dan tidak ada waktu yang terlambat bagi Dia. Dengan demikian jalan hidup atau segala yang sudah tidak mungkin di hidup orang percaya ada masa di mana Tuhan bisa mengubah untuk kemulian nama-Nya.

Dorothy Sayer adalah contoh, dalam buku yang ditulisnya berjudul The Mind of the Maker. Dorothy menulis, “Tuhan tidak berjanji memecahkan semua masalah kita, sekurang-kurangnya tidak dengan cara pemecahan yang kita inginkan. Namun sebagai gantinya, Tuhan memanggil kita untuk mempercayai-Nya dan untuk taat – entah kita hidup dalam kelimpahan dan keberhasilan, atau apakah kita, seperti beberapa orang Kristen, yang menghabiskan hari-hari kita dalam camp konsentrasi. Bagi Tuhan, yang terpenting adalah apa yang kita ciptakan dari bahan mentah itu”.

Apa yang dimaksud dengan bahan mentah itu? Aku telusuri lagi nasib hidup Dorothy Sayer, rupanya ia menulis buku sesuai dengan keberadaan hidupnya. Memiliki otak yang genius dan memperoleh bea siwa di Oxford namun sebagai wanita, ia hanya memiliki wajah pas-pasan saja. Saat ia jatuh cinta kepada pemuda tampan pujaannya, cintanya terabaikan. Ia berpaling untuk mencintai pemuda dengan pekerjaan montir yang hidupnya hanya bermabuk-mabukan, rokok dan bejad. Dorothy hanya sebagai alat pelampiasan saja. Walaupun ia mau berkencan dengan Dorothy namun hal itu tidak membawanya ke jenjang pernikahan. Padahal dari hubungannya, Dorothy melahirkan seorang anak.

Dorothy telah ambruk . Hidupnya banyak hal yang pahit. Kemudian Dorothy nekad memilih menikah dengan duda cerai yang lebih tua darinya dengan pemikiran akan dicintai. Namun hal inipun Dorothy gagal. Sampai semua bahan mentah hidup itu mendorongnya kepada Tuhan. Pengalaman hidup dengan Tuhan rupanya ia mengalami damai dengan masa lalunya yang pahit dan masa lalu yang pahit menjadi bahan baku di tangan-Nya.
Tuhan membuat bahan baku hidup yang berantakan menjadi bahan pembuat hidup bagi kemululian nama-Nya. Dorothy Sayers menulis buku-buku yang banyak menjadi berkat dan menolong orang yang setidaknya bernasib seperti dirinya.

Tuhan bisa membuat hal dalam hidup kita yang tidak bisa dibuat oleh manusia manapun.-dy

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Cermin Nurani

Hidup adalah Mujizat

Hidup adalah Mujizat

“Ada dua cara untuk menjalani hidup ini: Anda dapat hidup seolah olah tidak ada keajaiban dan Anda dapat hidup seolah olah segala sesuatu adalah keajaiban“.Albert Einstein, ahli fisika
daisy, shell, nature-5009532.jpg
Oleh: Dian Yuliani
TheHOPE.id – Aku menyitir kalimat yang dibuat Albert Einstein dalam mengawali tulisan ku untuk mencurahkan pemikiranku yang sederhana ini dan membagikan kepada kita. Aku tahu ini terlalu naif, namun bagi kamu yang setuju tulisan terkesan polos, terimakasih telah menikmatinya. Sebagai seorang yang memiliki hobi menulis dan bercita-cita menjadi host layaknya yaa… di Kick Andy memang tidaklah mudah. Namun itu mimpiku. Aku akan terus menulis, menulis dan menulis serta belajar , belajar dan sampai tulisanku, berkenan kamu baca. Hmm… ini tidak mudah dan butuh kegigihan dan ekstra keberanian.

Karna bagiku, setiap hari, hidup itu adalah mujizat. Mulai aku terlahir dari ketidak mungkinan keadaan, namun selalu saja Tuhan menyisipkan mujizat; aku diinjinkan hidup. Membuka mata untuk meneruskan hidup ini. Langkah hidup terus sampai ceritera yang tak kuketahui alurnya, hidup ini selalu ada mujizat Tuhan yang mengarahkan alurnya. Sampai hidup itu seperti perahu yang bergoncang, tiang layarnya berderak derik dipermainkan ombak. Maju selangkah mundur dua langkah kemudian terseok-seok, maju lagi. Langkah nyaris putus asa. Kembali lagi mujizat-Nya menuntun, mesti tak kusadari datang menghampiri. Lalu, aku dipertemukan teman-teman yang bersama-sama diajak untuk menulis.

Maka hari-hari yang ada adalah sebuah kesempatan bagi diriku untuk bisa terus melanjutkan mimpiku.

Terlalu banyak waktu yang terus terbiarkan mengilas dan menghanyutkan kesempatan, tak sempat bagiku berlama-lama untuk menyesalinya, sebab bagiku untuk waktu menyesali, merenungkan yang sudah terlanjur salah dalam bertindak dan mengabaikannya adalah mungkin. Semua kujadikan yang sia-sia itu menjadi bagian cara Tuhan untuk merenda hari-hariku dengan mujizat-Nya. Sehingga kita kadang tidak menyadari mujizat yang sedemikian nyata dan ada di sekitar kita untuk kita syukuri, tapi kita diam, bisu dan seolah Ia tidak menyapanya dengan mujizat-Nya. Malahan mujizat itu seolah tidak ada dan hanya sewaktu waktu saja. Tuhan memberi kita untuk pelajaran yang indah, yaitu untuk mengetahui dan peka bahwa hidup tidak hanya menggelinding dan yang kita harap itu belum ada. Tidak, dan itu adalah tidak mungkin. Hidup adalah menanggapi Tuhan menyediakan mujizat dengan cara kesediaan kita bekerja, berkarya dengan hati yang tulus dan kadang pengorbanan yang ikhlas. Di masa-masa pandemi, selalu saja ada moment yang luar biasa; kita masih hidup dan bisa bekerja, ditempat lain ada yang harus kehilangan pekerjaan, usahanya tutup. Belum lagi datang Omicron, lalu tiba-tiba minyak goreng menguap dari pasaran dan menjadi mahalnya, tahu tempe, daging dan kebutuhan pokok lain di bumi Ungaran, tempat tinggal daerahku. Media menumpahkan berita orang antri untk beli minyak goreng dimana-mana. Di kota besar kota kecil, di daerah ibu kota DKI sampai pelosok negeri. Gelombang gerutuan, omelan serta rasa marah. Padahal mereka yang baru saja tersenyum gembira karena survey prestasi pemerintah; berhasil. Suasana berganti cepat, hawa kenyinyiran. Rasa omelan karana kebutuhan minyak menghalangi kita semua atau setidaknya yang termakan kenyataan itu termasuk diriku, sulit melihat hidup adalah mujizat Tuhan. Seperti bangsa Israel yang marah, nyinyir karena air minum habis, dan cepat melupakan mujizat yang sudah sudah. Akibatnya, aku harus memutar otak kembali. Dalam kengiluan tubuh dan sendi-sendi tulang ini. Di situ aku belajar apa artinya berdoa. Mujizat bukan tidak ada tapi kita tidak mau tahu itu ada. Bagi orang dewasa yang lain, naiknya harga kebutuhan “pokok” tidak masalah tapi jangan minyak goreng, seakan menggucangkan sendi ekonomi dan membuat orang murka. Sungguh ironi.

Kepekaan akan kehadiran Tuhan dengan mujizat-Nya, seperti dikatakan FX Nguyen Van Thuan, “Allah ada di dalam aku dan dekat maka ada kebahagian meski keadaan yang sulit”. Dengan kata lain, Allah selalu dekat dan ada mujizat supaya aku bisa menyelesaikan karyaku ini untuk rekan-rekan semua.

Kutegaskan diriku dengan menyakini kutipan Albert Einstein, hidup ada munjizat. Meraih sarjana, terlalu tinggi harapanku itu, seperti katak merindukan bulan kata ayahku. Di tengah-tengah peristiwa meninggalnya adikku di pulau Batam yang mustahil kuurus sendirian sampai kubawa pulang di Salatiga bersamaan dengan berkejaran dengan batas waktu untuk berjuang menyelesaikan studi. Kembali aku menyadari mujiazat hidup itu adalah wujud dari bagian anugerah-Nya. Hampir saja dalam kurun waktu 9.5 tahun aku menjadi mahasiswa abadi di kampusku. Semua berkuliah maksimal 4 sampai 5 tahun dan aku hampir 10 tahun.

Aku diingatkan kembali, waktu-waktu yang berlalu dan akan datang, Tuhan terus melatih langkahku, mentalku dan semuanya yang diperlukan hidup ini. Gagal berhasil, mengerti dan lagi kesulitan untuk bisa mengulang belajar, seperti anak diajar naik sepeda, jatuh dan kembali tegak lagi belajar sampai untuk mengerti bagaimana mengendarainya. Dan dari semua peristiwa itu sang ayah ada di sisinya sehingga belajar itu terlatih tidak terhenti. Sekali lagi, semua karena rencana Tuhan, akhirnya gelar sarjana aku sandang.

Aku belajar sesuatu dalam hal ini, bahwa proses apapun yang kita jalani itu tidaklah luput dari pandangan mata Tuhan dan mujizatnya. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah dalam rancangan-Nya yang indah dan ada mujizat selalu. Sekalipun kemarin adalah waktu yang tidak mudah. Saya optimis tahun ini tahun depan, terus ada kebaikan-kebaikan Tuhan dan ada mujizat di dalam hidup ini bagi kita semua. “Hope springs eternal in the human breast. Man never is, but always to be blest – Harapan terpancar abadi di dada manusia. Manusia tidak pernah ada, tetapi selalu diberkati.” Alexsandar Pope. Amin – dy

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.