Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Teropong

Ia Kenal Anda

- TEROPONG -

Ia Kenal Anda

…dan mengenal aku, Mazmur 139: 1 Jauh sebelum kelahiran kita, Allah mengetahui tentang kita, yang dibentuk menurut kehendak dan tujuan-Nya. Erwin W. Lutzer.
Oleh: Yonathan Subur P.

Thehope.id – Karier penyanyi terkenal penerima Grammy Award, Marvin Gaye, berakhir dalam tragedy 1 April 1983. Ia ditembak mati oleh ayahnya sendiri.

Setahun kemudian David Ritz, teman dekat Gaye, menulis biografi Gaye yang diberi judul Devided Soul.

Gaye sebenarnya memang mempunyai jiwa yang terpecah. Dia itu sebagian artis dan penghibur, sebagian pendosa dan sebagian santo (orang suci), sebagian pengecut dan sebagian gentlemen.

Orang baru mengerti siapa sesunguhnya Marvin Gaye, setelah masa hidupnya di kuak. Ia bukanlah seperti manusia yang dikenal orang selama ini. Ia hanya seorang pribadi yang mengalami luka batin yang tak tersembuhkan.

Mengomentari hal itu, Ritz mengatakan:

“Dia sungguh mengerti siapa Yesus, tetapi dia tidak pernah bisa mengenal-Nya, dan tak pernah bisa melaksanakan apa yang diajarkan Yesus dalam pengampunan terhadap ayahnya sendiri.”

Manusia memang sering terpikat dengan penampilan luar. Manusia pula yang gampang terpesona dengan ”bungkus” yang ditampilkan namun isi yang di dalamnya bisa berbeda jauh dengan apa yang ditampilkan. Semua itu bermuara dari hati. Hati manusia adalah misteri baginya. Apa yang ditampilkan oleh manusia bisa berbeda dengan yang sesungguhnya ada di hati-jiwanya. Inilah keunikan manusia. Yang sederhana tampilannya belum tentu juga sama dengan jiwanya. Sebenarnya, orang yang mengaku “mengenal” seseorang itu, perlu menyadari bahwa sebenarnya ia hanya tahu kulitnya saja. Sebab sesungguhnya ia belum memahami sebenarnya siapa sesungguhya sosok – orang yang diakui dikenalnya itu. Sebab manusia itu unik dan penuh dengan hal-hal yang tak terduga. Lain di luar lain pula di dalam.

Syukurlah, apa yang dituliskan oleh Daud dalam Mazmur 139, tentang Pribadi Tuhan Allah yang mengenal dirinya, tidaklah seperti manusia mengenal sesamanya. Jika Tuhan mengenal manusia, Ia mengenal secara sempurna!. Ya, sempuna.

Dari Mazmur 139 : ayat 1, kata ”mengenal”, yang ditulis Daud, di dalam pembukaan mazmur ini adalah pengenalan yang sempurna dari Allah terhadap manusia yang diciptakan-Nya. Tuhan tidak pernah merasa asing dengan diri manusia. Ia juga tidak pernah terkejut oleh apa yang ada di dalam benak manusia. Bahkan oleh keputusan-keputusan manusia yang tidak terduga sekalipun. Di hadapan-Nya tak ada hal yang tersembunyi atau misteri. Pengenalan Tuhan Allah itu sempurna, seperti yang diungkapkan oleh Daud. jauh dari yang ia dapat bayangkan. Semua itu diungkapkan dengan jelas oleh Daud dalam Mazmur 139 ; 1-24. Bacalah ayat demi ayat dengan cermat. Nikmatilah pesan-pesanya bagi hidup Anda.

Jika saya meringkasnya dalam pengertian saya yang terbatas mengenai kesempurnaan Tuhan dalam mengenal diri Daud secara khusus hidup kita, maka saya menulis demikian;

Ia mengenal pikiran kita sebab itu tak ada hal yang terlalu rumit bagi-Nya

Ia mengenal motivasi hati maka tak ada yang tersembunyi bagi-Nya

Ia bahkan melebihi imajinasi manusia yang paling liar sekalipun mengenai diri Allah.

Semua tentang jati diri manusia bisa diketahui oleh Tuhan dengan sempurna walaupun hanya sepintas.

Tak ada yang rumit bagi-Nya!

Bahkan tak ada jarak yang terlalu jauh bagi-Nya untuk menjangkau kita

Tak ada rintangan alamiah yang paling rumit termasuk kegelapan yang bisa menjadi rintangan untuk tahu dan paham akan keberadaan diri kita.

Tidak juga organ tubuh kita, organ yang paling rumit sekalipun, yang menyulitkan mata Tuhan melihat diri kita. Tuhan mengenalnya sebab Ia yang merancang dan membentuknya.

Allah sempurna mengenal diri kita. Luar biasa bukan?

Terhadap kesempurnaan Tuhan yang sedemikian luar biasa secara khusus dalam memperhatikan hidupnya, Daud bersikap rendah hati tiap kali berhadapan dengan sang Pencipta-Nya, seperti nyata dalam permohonannya; ”Selidiki aku Tuhan dan tuntun aku” (ayt.23). Dua hal yang diminta Daud, ”selidiki hatinya” dan ”tuntunan bagi hidupnya”. Hal yang pertama, Daud sadar, sebagai manusia yang adalah ciptaan, ada spirit di dalam dirinya yang terus menggodanya untuk menjadi penentu segala-galanya dalam kehidupan ini. Hal yang kedua, ia menyadari bahwa manusia bisa dengan bebas memilih jalan kehidupan yang disukainya tanpa peduli jalan yang Allah berikan. Kenyataan ini dapat diketemukan dari kisah hidup Daud yang tertulis di Alkitab. Kejatuhan dan kegagalan Daud atau tepatnya kejatuhannya selalu diawali oleh keinginan hatinya dan tindakannya yang gegabah. Daud lebih menuruti keinginannya sendiri dari pada ketertundukkan pada Allah. Ia membawa rencana hidupnya tanpa membawa kepada Tuhan (bd. 2 Sam 11: 1-5, I Taw 21: 1-8).

Belajar dari kesalahan, kegagalan dan kejatuhannya, Daud menaikkan kedua permohonan ini dengan sepenuh hati. Tuhan mendengar setiap doa. Ia menjawab doa setiap anak-Nya. Dan Tuhan tak pernah ingkar! Sepanjang sejarah kehidupan Daud yang penuh dengan liku-liku, suka duka, gagal dan berhasil, Alkitab mencatat, Tuhan Allah tak pernah meninggalkan hidupnya. Ia menyelidiki hati Daud dan menegurnya manakala ia berubah setia. Allah menegur dan dengan kasih-Nya menuntun hidupnya. Alkitab mencatat, Ia setia kepada Daud (2 Samuel 22: 51).

Sikap kita akan kehidupan ini amat dipengaruhi oleh pengenalan kita akan Tuhan yang sempurna. Jika hidup Anda saat ini seperti tak bermakna. Lalu Anda berkesimpulan bahwa hidup ini nampak tersembunyi di hadapan Allah, Anda keliru. Sang Pencipta hidup ini sangat peduli akan hidup Anda. Saya ingin katakan, cobalah baca sekali lagi Mazmur 139 ayat 1-2, ” Tuhan , Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” Sobat, ada Pribadi yang menaruh perhatian pada diri Anda. Dialah Tuhan Allah yang mengasihi Anda. Pencipta Anda tak pernah meninggalkan Anda. Ia tidak pernah gagal dalam menghadirkan Anda di dunia ini.

Jadi Tuhan Allah mengenal kehidupan Anda secara sempurna. Isi pikiran Anda–termasuk yang Anda kuatirkan dan sembunyikan–, Ia tahu. Bahkan peristiwa di depan yang masih misteri bagi Anda, bukan hal yang gelap bagi-Nya.

Maaf, sebelum dunia mendengar bunyi tangisan seorang bayi lahir yang adalah diri Anda saat ini, Pencipta Anda telah mengenal siapa Anda. Dari sekian milyar manusia di dunia ini, tak ada satupun yang terlewati dari pandangan dan kepedulian-Nya tak terkecuali diri Anda.

Hari-hari Anda telah digoreskan, diketahui dan diingat-Nya dengan sempurna. Tak ada satupun yang dilupakan. Sedetikpun tidak terluput. Ya, sedetik pun, tidak pernah lepas dari campur tangan-Nya. ”Dalam segala hal, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi…,’’tulis Paulus.

Tidak ada kata yang tepat selain sempurna, ajaib dan luar biasa yang patut di kenakan kepada Bapa di Sorga dalam hal mengenal diri kita.

Pengenalan-Nya terhadap diri Andapun tidak berubah sampai detik hari ini.

Akhirnya JI Packer, menyimpulkan “Seluruh pengetahuan saya akan Dia tergantung pada inisiatif-Nya secara terus-menerus dalam mengenal saya. Saya mengenal Dia karena Ia terlebih dulu mengenal saya, dan Ia terus-menerus mengenal saya. Ia mengenal saya sebagai seorang sahabat, seorang yang mengasihi saya; dan tidak sesaat pun mata-Nya dan perhatian-Nya terlepas dari saya, dan karena itu pemeliharaan-Nya tidak pernah terputus sesaat pun.” (JI.Packer,Mengenal Allah,Yayasan Andi, Yogjakarta,h;37)

Anda berfikir tidak ada seorangpun mengenal dan mempedulikan Anda? Anda merasa hidup ini mengalir begitu saja secara kebetulan?

Atau tak seorangpun peduli akan masa depan Anda? Sobat, saya ingin katakan bahwa Yesus mengenal dan menyayangi Anda !. Biarkan hati terbuka bagi Dia dan Anda bisa mengalami penebusan-Nya dan menjadi milik-Nya. (ys)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Categories
Teropong

Dimulai dari cara pandang

- TEROPONG -

Dimulai dari cara pandang

Darryl Kramer
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena disitulah terpancar kehidupan.
Amsal 4:23

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal-hal itu sebagaimana keadaan kita. –Anais Nin.

Oleh: Yonathan Subur P.

Thehope.id.– Namanya Darryl Kramer (47 th), ia seorang ibu dari satu anak lelaki, Jimmy (8 th) yang tinggal Canandaigua, NY. Amerika Serikat. Tingginya tidak lebih dari 1.12 cm. Terlahir dengan tubuh cebol, meskipun kedua orang tuanya tubuhnya normal.

Saat lahir, dokter memberi tahu kepada ibunya, bahwa bayinya mengalami anchondroplasia — cebol. Namun demikian, kedua orang tuanya tidak memperlakukan secara istimewa.

Sampai suatu saat, Derryl masuk sekolah. Di sekolah, Derryl tidak tahan diolok-olok teman-temannya. Ia sudah mencoba membalasnya, namun semakin kuat dirinya membalas ejekan dari teman-temannya, semakin kuat pula balasan olokan yang ia terima.

Suatu kali, ibunya menemui Derryl yang sedang menangis. Rupanya, ia kesal, kecewa dan sedih bercampur aduk di benak anak perempuannya. Ibunya mengerti bahwa ia menangis karena diejek terus menerus oleh teman-temannya. Derryl berkeputusan untuk tidak bersekolah lagi. Dengan penuh kasih, ibunya memeluknya sembari memberi nasehat kepadanya, ”Jika kamu melihat keunikan tubuhmu ini sebagai masalah kamu akan terus terganggu, namun jika kamu menerimanya sebagai keunikan, kamu akan bisa tersenyum. Sebab Tuhan menciptakan kamu seperti ini. Tuhan juga menciptakan orang tinggi dan besar, ada pula yang mungil seperti dirimu.”

Darryl tersentuh dengan nasehat ibunya. Ia ingin mengubah sikapnya. Namun hal itu bukan hal yang mudah. Rupanya, ia membutuhkan waktu untuk bisa menerapkan nasehat ibunya. Sebab antara mempercayai apa yang dikatakan ibunya dengan kenyataan yang terjadi membutuhkan perjuangan. Terutama berjuang untuk menerima dirinya sendiri dengan tubuh yang dipandang orang ”aneh”. Ibu Derryl sadar betul akan apa yang dipergumulkan anaknya. Baginya tidak ada jalan lain kecuali menerima anaknya sebagaimana adanya dan mengasihinya dengan porsi yang tepat. Sebagai seorang ibu, menasehati anaknya dengan mengajarkan bahwa Tuhan itu baik dalam membentuk tubuh anaknya itu, ia buktikan dengan perlakuan dan penerimaan diri anaknya termasuk anak-anaknya yang lain.

Derryl mampu melewati masa-masa sulit berkat nasehat ibunya dan dukunganya; ibunya memperlakukan dirinya seperti saudaranya yang lain; “anak normal”.

Saat Derryl menerima keunikannya sebagai keajaiban karya Tuhan, maka ia mulai melihat hidupnya secara baru. Seiring dengan nilai yang benar tentang dirinya ditaburkan, yaitu ; dirinya diciptakan oleh Tuhan dan itu baik. Darryl percaya, jika Tuhan itu baik maka Dia tidak menjadikan dirinya secara keliru. Darryl yang tadinya menolak dan menyesali bentuk tubuhnya, secara pelan namun pasti berubah menjadi menerima dirinya tanpa dalih. Ia melihat hidupnya dari sisi keistimewaan yang Tuhan letakkan di tubuhnya yang mungil itu. Keyakinan yang demikian terus bertumbuh di dalam dirinya. Cara pandang yang baru telah membuat dirinya bersikap ramah terhadap setiap orang yang menanyakan tubuhnya yang ”aneh”.

Sebuah perubahan telah terjadi di dalam dirinya, perubahan itu dimulai dari keyakinan bahwa dirinya adalah ciptaan Tuhan. Dan Tuhan itu baik. Darryl mulai berani menghadapi dunia dengan ramah. Bahkan ia menikah dan melahirkan anak yang tubuhnya normal.

Derryl menjadi orang ramah dan dikagumi oleh setiap orang yang bertemu dengannya. Merry Green yang wartawan Readersdegeits, menulis tentang kehidupan Derryl demikian, ” Ia tidak hanya dikagumi, suami dan anaknya, namun juga orang-orang yang bertemu dengannya memperoleh pelajaran besar dari diri seseorang yang bertubuh mungil.”

Kisah Derryl telah mengajar kan satu hal yang besar kepada kita, bahwa hidup seseorang diubahkan dimulai dari apa yang dipercayainya tentang dirinya, dunianya dan kehidupan ini.

Francis Shaeffer menulis, ”As a man thinketh, so is he” . Manusia itu unik, apa yang ada di dalam pikirannya seperti itulah hidupnya—apa yang dipikirkan mengenai dunianya akan nampak dalam sikap dan tindakannya. Dari pikirannya timbulah keyakinannya tentang hidup ini, nilai-nilai dalam cara ia memandang sekitarnya sampai pada bagaimana ia melihat dunia ini. Inilah yang disebut cara pandang.

Bagaimana Anda memandang hidup ini? Mungkin Anda sudah lama tidak memikirkannya. Atau justru sebaliknya, Anda sedang memikirkannya namun belum menemukan jawabannya.

Sesungguhnya, hidup Anda jauh lebih bernilai dari yang Anda pikirkan atau yakini sampai saat ini. Jauh lebih berharga dari sebuah pencapaian prestasi. Hidup Anda lebih dari sekadar ”alat’’ untuk meraih ambisi. Bahkan lebih hebat dari impian Anda yang paling liar sekalipun.

Anda bisa saja telah meraih apa yang Anda cita-citakan atau menghasilkan sebuah prestasi yang telah lama diidamkan. Namun kehidupan ini sebenarnya lebih dari itu. Alkitab mengatakan Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? , Matius 16:26

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Anda diciptakan oleh Allah, dikasihi-Nya dan Anda adalah manusia yang berharga dan mulia.(Yes 43: 1-7). Ini hal yang luar biasa. Allah tidak hanya menciptakan diri Anda tetapi juga mengasihi dan menghargai. Allah memberikan harkat atau harga diri pada manusia—diri Anda. Ia menciptakan manusia dengan cara yang begitu pribadi. Di mana diri Allah secara pribadi terlibat secara keseluruhan dalam menciptakan diri Anda. Tentu saja Allah tidak menciptakan diri Anda sambil lalu dikarenakan diri-Nya terlalu sibuk dengan mengurus bayi-bayi lain — jumlahnya jutaan — yang harus dilahirkan di dunia ini, sehingga Allah membentuk diri Anda secara sembarangan. Allah yang sempurna selalu berkarya secara sempurna dan bersifat pribadi. Artinya, Allah memiliki hubungan pribadi dengan setiap ciptaan-Nya tanpa kecuali diri Anda demikian sebaliknya, Anda tidak akan bisa menemukan makna hidup ini sampai diri Anda menemukan hubungan kembali dengan diri Allah. Alkitab menyakan hal ini,” … segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia”.( Kolose 16b)

Segala sesuatu ada karena diciptakan-Nya. Dan kita ada karena Dia. Demikian juga tidak ada ciptaan-Nya yang memiliki makna jika tanpa ada hubungan dengan Allah yang memberikan makna dari setiap cipataan-Nya. Menemukan makna hidup oleh Victor Frankl dipandang sebagai ”motivasi dasar dari kehidupan manusia” (Viktor Frankl, Man’s Search for Meaning, New York:Simon & Schuster, 1984, p:48)

Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana mungkin hal itu bisa saya percayai? Hidupku tidak memperlihatkan sesuatu yang luar biasa bahkan jauh dari berharga dan mulia. Karya mulia Allah di dalam diri Anda, tidak dinilai dari hanya ada sesuatu yang spektakuler yang terjadi dalam hidup ini. Atau menunggu Anda dikagumi banyak orang, lalu Anda bisa dikatakan hidup Anda berharga dan dikasihi-Nya.

Doroty Sayers, seorang penulis yang dikagumi banyak orang. Orang tidak pernah menyangka bahwa masa lalunya teramat suram dan menyedihkan. Ia terlahir dengan kecerdasan alami. Ia memperoleh bea siswa Oxford. Namun begitu ia merasa hidupnya ada sesuatu yang sulit untuk diterima; ia merasa kecantikannya di bawah rata-rata. Dalam menjalin cinta ia merasa bertepuk sebelah tangan. Karena frustasi, ia berkencan dengan pemuda pemabuk yang hidupnya berantakan, sampai melahirkan anak. Setelah berpisah, ia menikah dengan duda. Sayang pria ini pun tidak membuatnya bertambah baik.

Doroty telah berusaha sekuat tenaga untuk berjuang dengan tujuan memberi makna bagi hidupnya. Ia telah mencoba menerapkan berbagai pemikiran manusia yang terbaik dalam hidupnya. Namun yang dia rasakan kehidupannya makin jauh dari bermakna. Ia haus akan makna hidup. Doroty mengalami jatuh bangun; kecewa, dan gagal dalam usaha memaknai hidupnya. Sampai akhirnya ia menemukan kasih setia dari Allah yang ada di dalam Yesus Kristus. Pengalaman yang luar biasa tersebut, menuntun dirinya kepada lembaran hidup baru. Doroty sadar bahwa hanya di dalam Yesus saja kehidupannya menemukan makna. Doroty yang pecundang telah menemukan makna kehidupannya Dalam bukunya, ”The Mind of the Maker”, menuliskan demikian;
”Tuhan tidak berjanji untuk memecahkan semua masalah kita, sekurang-kurangnya tidak dengan cara pemecahan yang kita inginkan. (tidak ada tokoh di Alkitab yang hidupnya steril dari masalah). Bagi-Nya semua permasalahan yang sedang kita hadapi dapat dijadikan sebagai bahan mentah. Katakanlah bahan mentah itu berupa kegagalan, aib, otak yang pas-pasan, ketidak puasan, kepedihan,gerutuan kita kepada Tuhan. Atau berupa cacad fisik, kedunguan yang menjengkelkan orang. Semua itu bisa digunakan untuk membangun dan membentuk hidup kita dalam hal-hal yang paling berarti bagi Tuhan.” (Dorothy Sayers, The Mind of the Maker, London:Methuen, 1959:152)

Doroty Sayers melihat hidup secara baru. Sebab Allah telah menaruh nilai keyakinan baru mengenai hidupnya. Di dalam kasih Allah, hidup menemukan maknanya. Sejak Kristus di dalam hidupnya, ia melihat kekayaan kehidupan yang telah dianugerahkan kepadanya. Ia melihat hidup dari cara Allah melihat hidup ini; dikasihi dan amat berharga.

Dalam kasih setia Tuhan pula, Doroty Sayers belajar menerima semua tragedi yang paling pahit sekalipun. Dalam menerima keadaannya, ia bisa melihat makna. Dalam menerima ia bisa mengampuni. Dalam menerima hidup ini, ia bisa melihat karya Kristus di salib bagi semua kepahitan hidupnya. Dari titik ini, ia belajar melihat tragedi hidup dalam bingkai kebaikan-Nya walaupun penderitaan belum tuntas berakhir. Sikap menerima keadaan diri masih baru dijalani. Bagi Doroty, segalanya diawali dengan keyakinan bahwa Tuhan itu baik yang menolong dirinya untuk bisa menikmati semua yang pahit dalam hidup ini agar menghasilkan karya bagi kemulian-Nya. Sebaliknya, jika makna hidup seperti yang diukurkan oleh para pemikir dan perumus sukses hidup yang sedang trend saat ini, hidup Doroty tidak masuk hitungan. Maka hidup adalah hal yang pahit, menyakitkan tak bisa diubah apalagi memiliki makna.

Doroty Sayers menyimpulkan demikian karena ia sendiri mengalaminya, dua kali gagal menikah meninggalkan aib, terlibat dalam kehidupan yang bebas. Kegagalan, kesalahan dan dosa, seperti lekat dalam hidupnya. Namun ketika Kristus memulihkan hidupnya, semua tragedi yang dialaminya menjadi bahan mentah untuk menghasilkan karya bagi kemulian-Nya. Buku-buku hasil karangannya banyak dibaca orang dan menyegarkan jiwa, memberi harapan dan yang penting orang menemukan rahmad yang baru dari Tuhan.

Jadi, jika Anda ingin menemukan makna hidup yang penuh kelimpahan dalam Tuhan, mulailah dengan Dia; Yesus Kristus. Anda akan melihat kehidupan ini secara baru. Bersama Allah yang menjadikan hidup Anda, menjalani hidup secara baru dan melihat kehidupan sekitar Anda secara baru pula. Keyakinan ini akan membuat Anda berbeda. Anda dibentuk oleh apa yang Anda percayai!. (ys)

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Categories
Teropong

Refleksi tentang kepemimpinan seperti Kristus dari John Stott

- TEROPONG -

Refleksi tentang kepemimpinan seperti Kristus dari John Stott

Refleksi tentang kepemimpinan seperti Kristus dari John Stott

Thehope.id – Apa warisan John Stott dalam tahun keseratus sejak dia lahir ini? Kita bisa memikirkan khotbahnya, tulisannya, penginjilannya atau pengaruhnya terhadap pelayanan mahasiswa. Tetapi lebih dari semua itu, saya pikir warisan terbesarnya mungkin adalah kesalehan pribadinya.

Oleh Rico Tice

John Stoot belajar hidup sesuai kotbahnya

Saya bergabung dengan staf di All Souls, Langham Place pada tahun 1994, dan mendapat hak istimewa untuk mengenal “Paman John” baik sebagai kolega maupun teman. Dan kesalehannya itulah yang paling mengejutkan saya selama 17 tahun berikutnya. Bahkan semakin dekat saya dengannya, semakin jelas jadinya. Sekretarisnya, Frances Whitehead, menyatakannya dengan baik di Layanan Peringatannya di Katedral St. Paul: “Saya bekerja bersamanya selama 55 tahun dan saya ingin Anda tahu bahwa dia asli. Dia menjalani apa yang dia khotbahkan.”

“Dia menghidupi apa yang dia khotbahkan”—mungkin itulah yang paling perlu kita ingat dan pelajari ketika kita menghadapi kebenaran yang memilukan bahwa sejumlah pemimpin Kristen telah gagal dalam bidang ini.

Saya berada di Konvensi Keswick untuk khotbah umum terakhirnya pada bulan Juli 2007. Titik utamanya adalah: keserupaan dengan Kristus adalah kehendak Allah bagi umat Allah. Saya tidak pernah melupakan baris-baris ini:

“Ada seorang profesor Hindu di India yang pernah mengidentifikasi salah satu muridnya sebagai seorang Kristen dan berkata kepadanya, ‘Jika Anda orang Kristen hidup seperti Yesus Kristus, India akan berada di bawah kaki Anda besok’. Saya pikir India akan berada di bawah kaki kami hari ini jika kita orang Kristen hidup seperti Kristus.

<>b>Saat saya melihat kembali pengaruhnya terhadap saya, siapa dia lebih penting daripada semua yang dia capai, karakter lebih penting daripada kompetensi. Tampak bagi saya bahwa inti dari kesalehannya terletak pada kerendahan hatinya, yang dinyatakan dalam keinginannya untuk melayani orang lain. Dia berasal dari keluarga yang sangat istimewa. Sopir akan mengantarnya ke sekolah asramanya di Rugby, di mana dia menjadi Ketua Murid. Ayahnya, Sir Arnold Stott, punya kamar di Harley Street di London. Namun setelah datang kepada Kristus saat berusia 16 tahun, kerinduan Yohanes adalah mengesampingkan hak istimewa ini dan melayani orang lain sebagaimana Kristus telah melayaninya.

Orang lain lebih penting daripada Anda

Kerinduan itu tidak pernah meninggalkannya. Sebagai orang tua, ketika dia berkhotbah di All Souls akan ada antrian panjang orang yang menunggu untuk bertemu dengannya setelah kebaktian. Seringkali orang-orang ini sangat menuntut. Salah satu asisten studinya, John Yates (yang menjadi Rektor The Falls Church di Virginia utara), memberi tahu saya bahwa dia melatih dirinya sendiri untuk berkata dengan pelan, “John, Kristus mati untuk mereka—oleh karena itu, mereka sangat berharga bagi Allah. . Sekarang kamu harus mendengarkan mereka.” Itu mencerminkan moto utamanya: orang lain lebih penting daripada Anda. Ada rujukan terus-menerus ke Filipi 2 : 3-5: “Dalam kerendahan hati, hargailah orang lain di atas dirimu sendiri, bukan untuk kepentinganmu sendiri tetapi ajari kamu untuk kepentingan orang lain. Dalam hubungan Anda satu sama lain, miliki pola pikir yang sama seperti Kristus Yesus.”

Saya belajar dari kerendahan hati Paman John baik secara pribadi maupun di depan umum sejak awal saya di All Souls. Saya ingat pergi minum teh di Uncle John’s pada awal tahun 1995. Dia telah memperhatikan saya selama bulan-bulan pembukaan waktu saya di All Souls dan bertanya kepada saya ketika saya datang ke ruang kerjanya, “Sudahkah Anda membaca The Christian Priest Today oleh Archbishop Michael Ramsey?” Itu adalah bagian dari pembacaan penahbisan saya, jadi dengan sedikit bangga saya senang mengatakan, “Ya, saya telah”.
“Apakah kamu ingat Bab 8?” Dia bertanya.
“Tidak,” jawab saya.
“Biarkan aku membacakannya untukmu,” katanya.

Judul bab itu adalah “Tentang Kerendahan Hati Ilahi” dan empat poin utamanya masih membekas di otak saya:
1. Pengakuan dan ucapan syukur adalah tanah di mana kesombongan tidak mudah tumbuh.
2. Bersukacitalah dalam kehinaan Anda—itu baik untuk Anda.
3. Kembangkan teman yang menertawakan Anda.
4. Menertawakan diri sendiri.

Saya ingat berjalan menjauh dari teh hari itu dan berpikir, “Ya, kami tidak membahas poin-poin itu untuk keuntungan Paman John”!

Lalu ada khotbah paling kuat yang pernah saya dengar. Saya begitu terbebani sehingga di tengah jalan saya berhenti membuat catatan dan mendapati diri saya berhadapan langsung dengan Pencipta saya. Saya tidak perlu membuka catatan saya untuk mengingat apa yang dikatakan. Tanggalnya 11 Februari 1996, bagiannya adalah Markus 10 v 35-45, judulnya adalah “Hamba Banyak Orang”, dan seperti dalam pikiran saya, saya masih dapat mendengar Paman John menyatakan:

Lalu ada khotbah paling kuat yang pernah saya dengar. Saya begitu terbebani sehingga di tengah jalan saya berhenti membuat catatan dan mendapati diri saya berhadapan langsung dengan Pencipta saya. Saya tidak perlu membuka catatan saya untuk mengingat apa yang dikatakan. Tanggalnya 11 Februari 1996, bagiannya adalah Markus 10 v 35-45, judulnya adalah “Hamba Banyak Orang”, dan seperti dalam pikiran saya, saya masih dapat mendengar Paman John menyatakan:

Kita harus memilih sistem gaya hidup

“Kita harus memilih antara dua sistem nilai dan dua gaya hidup. Ada satu cara hidup dan itu adalah cara Yakobus dan Yohanes, Markus 10 : 35: ‘Kami ingin kamu melakukan untuk kami apapun yang kami minta’. Cara hidup yang lain ada di ayat 45: ‘Sebab Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawanya menjadi tebusan bagi banyak orang’.”

“Dia menghidupi apa yang dia khotbahkan”—mungkin itulah yang paling perlu kita ingat dan pelajari ketika kita menghadapi kebenaran yang memilukan bahwa sejumlah pemimpin Kristen telah gagal dalam bidang ini.

Paman John memanggil kami untuk memilih antara jalan Yakobus dan Yohanes dan jalan Yesus. Ini adalah pilihan antara:
Lalu ada khotbah paling kuat yang pernah saya dengar. Saya begitu terbebani sehingga di tengah jalan saya berhenti membuat catatan dan mendapati diri saya berhadapan langsung dengan Pencipta saya. Saya tidak perlu membuka catatan saya untuk mengingat apa yang dikatakan. Tanggalnya 11 Februari 1996, bagiannya adalah Markus 10 v 35-45, judulnya adalah “Hamba Banyak Orang”, dan seperti dalam pikiran saya, saya masih dapat mendengar Paman John menyatakan:
“Kita harus memilih antara dua sistem nilai dan dua gaya hidup. Ada satu cara hidup dan itu adalah cara Yakobus dan Yohanes, Markus 10 v 35: ‘Kami ingin kamu melakukan untuk kami apapun yang kami minta’. Cara hidup yang lain ada di ayat 45: ‘Sebab Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawanya menjadi tebusan bagi banyak orang’.”

“Dia menghidupi apa yang dia khotbahkan”—mungkin itulah yang paling perlu kita ingat dan pelajari ketika kita menghadapi kebenaran yang memilukan bahwa sejumlah pemimpin Kristen telah gagal dalam bidang ini.

Paman John memanggil kami untuk memilih antara jalan Yakobus dan Yohanes dan jalan Yesus. Ini adalah pilihan antara:
1. pencarian diri dan pengorbanan diri
2. kekuasaan dan pelayanan
3. keamanan dan penderitaan

Dia menyatakan tidak ada jalan tengah, karena tidak ada harmonisasi antara keduanya. Kemudian dia meminta kami untuk menggarisbawahi empat kata berwarna merah di Alkitab kami dari Markus 10 ayat 43: “Tidak demikian halnya dengan kamu.”
1. pencarian diri dan pengorbanan diri
2. kekuasaan dan pelayanan
3. keamanan dan penderitaan

Dia menyatakan tidak ada jalan tengah, karena tidak ada harmonisasi antara keduanya. Kemudian dia meminta kami untuk menggarisbawahi empat kata berwarna merah di Alkitab kami dari Markus 10 ayat 43: “Tidak demikian halnya dengan kamu.”

“Kita harus memilih antara dua sistem nilai dan dua gaya hidup. Ada satu cara hidup dan itu adalah cara Yakobus dan Yohanes, Markus 10 v 35: ‘Kami ingin kamu melakukan untuk kami apapun yang kami minta’. Cara hidup yang lain ada di ayat 45: ‘Sebab Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawanya menjadi tebusan bagi banyak orang’.”

Menghidupi apa yang dia kotbahkan

“Dia menghidupi apa yang dia khotbahkan”—mungkin itulah yang paling perlu kita ingat dan pelajari ketika kita menghadapi kebenaran yang memilukan bahwa sejumlah pemimpin Kristen telah gagal dalam bidang ini.

Paman John memanggil kami untuk memilih antara jalan Yakobus dan Yohanes dan jalan Yesus. Ini adalah pilihan antara:
1. pencarian diri dan pengorbanan diri
2. kekuasaan dan pelayanan
3. keamanan dan penderitaan

Dia menyatakan tidak ada jalan tengah, karena tidak ada harmonisasi antara keduanya. Kemudian dia meminta kami untuk menggarisbawahi empat kata berwarna merah di Alkitab kami dari Markus 10 ayat 43: “Tidak demikian halnya dengan kamu.”

Pokok-pokok dari khotbah itu membentuk struktur untuk salah satu bab dalam buku saya, Faithful Leaders, karena itu sangat mendasar bagi pendekatan yang telah saya coba lakukan untuk melayani di dalam keluarga saya sendiri maupun di gereja. Kepemimpinan yang melayani adalah inti dari kepemimpinan Kristen yang otentik.

Dan Paman John menjalani apa yang dia khotbahkan, sampai akhir. Pelajaran terakhirnya kepada saya tentang pelayanan datang kepada saya pada hari kematiannya di tahun 2011. Ada giliran di antara staf gereja untuk pergi ke rumah tempat tinggalnya dan kebetulan itu adalah hari saya untuk pergi pada tanggal 27 Juli. Pagi itu saya tiba di sana sekitar jam 10 pagi. Para dokter jelas bahwa dia sedang sekarat. Saya duduk bersamanya, dan pada satu titik membaca Yohanes 14. Dia hampir tidak mengakui saya. Tetapi ketika salah satu petugas kebersihan Filipina di rumah itu datang untuk mengucapkan selamat tinggal, dengan upaya yang luar biasa John meraih tangannya dan bangkit dari tempat tidurnya untuk menciumnya, sebelum merosot ke belakang. Ketika saya pergi, teman dan keluarga terdekat Paman John mulai berdatangan, tetapi saya perhatikan bahwa tidak satu pun dari mereka yang memberikan salam yang mendekati pemuda itu.

Saat saya memejamkan mata, saya dapat melihat dia memberikan semua yang dia miliki untuk melayani orang yang memiliki status paling rendah. Dia adalah seorang hamba Kristen sampai nafas terakhirnya dan—mungkin sekarang lebih dari sebelumnya—saya sangat berterima kasih kepada Tuhan atas teladannya yang saleh.

rico tice

Rico Tice adalah Senior Minister (Penginjilan) di All Souls Church, Langham Place di London. Lahir di Chili sebelum dididik di Inggris, Rico menghabiskan satu tahun bekerja di sebuah gereja di pusat kota Liverpool dan kemudian belajar sejarah di Universitas Bristol (di mana dia menjadi kapten tim rugby). Dia melanjutkan untuk lulus dari perguruan tinggi teologi di Wycliffe Hall, Oxford. Rico adalah seorang penginjil yang bersemangat, dan Pendiri dari Christianity Explored Ministries. Dia adalah pembicara reguler di misi dan acara penginjilan di seluruh dunia, dan merupakan penulis buku berjudul Honest Evangelism and Capturing God.

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Categories
Teropong

Erika: Anak yang Mengubah Dunia dengan Kasih dan Doa

- TEROPONG -

Erika: Anak yang Mengubah Dunia dengan Kasih dan Doa

Erika: Anak yang Mengubah Dunia dengan Kasih dan Doa
Oleh Michelle Sheba Tolentino dan Susan Hayes Greener

Suatu kisah kesaksian

Setelah kebaktian berakhir pada hari Minggu baru-baru ini, Erika secara spontan mendatangi saya (Susan) dan bertanya sambil tersenyum, ‘Bolehkah saya berdoa untuk Anda?’

Saya menjawab, ‘Ya, Anda bisa.’ Saya memberi tahu dia tentang Forum Lausanne Kedua tentang Anak-Anak Berisiko dan menyebutkan bahwa semua orang yang datang akan menangani masalah-masalah yang penting bagi anak-anak berisiko. Dia berkata, ‘Mari kita berdoa,’ dan kemudian berdoa untuk saya dan untuk semua peserta. Dia meminta berkat Tuhan atas kami dan agar kami melakukan pekerjaan yang baik untuk anak-anak.

Dia berkata, ‘Mari kita berdoa,’ dan kemudian berdoa untuk saya dan untuk semua peserta. Dia meminta berkat Tuhan atas kami dan agar kami melakukan pekerjaan yang baik untuk anak-anak.

Misi dengan anak-anak seperti Erika

Erika bukanlah salah satu wanita dewasa dari jemaat kami. Erika berusia sembilan tahun. Dia ramping dan berkulit zaitun, dengan rambut panjang bergelombang gelap yang mengungkapkan warisan Timur Tengahnya. Saya telah melihat dia berdoa dengan suara keras di setiap ruangan ketika sekelompok dari kami berkumpul untuk memberkati rumah keluarga gereja. Saya telah menyaksikan dia bergegas ke depan gereja untuk menumpangkan tangan dan berdoa bagi orang-orang yang kami utus untuk pelayanan. Saya telah menghangatkan senyumnya saat dia menyapa saya di pintu tempat suci, menawarkan buletin dan ceria ‘Selamat pagi!’ Saya bersukacita dalam konsentrasinya saat dia melewati keranjang persembahan, mengambil perannya sebagai penerima tamu dengan serius dan memuaskan. itu dengan dedikasi dan keanggunan seperti anak kecil. Saya juga menyaksikan dengan gembira saat dia bermain di luar, sambil mengawasi anak-anak yang lebih kecil, dengan lembut mengoreksi perilaku buruk mereka dan menggiring mereka menjauh dari bahaya.

Sebagai pasangan pastoral, pasangan saya dan saya telah menerima berkat dari doa-doanya. Keluarga gereja kami melakukan misi ‘bersama’ Erika, sebanyak kami menganjurkan ‘untuk’ dia dan memastikan bahwa dia ‘dilayani’ melalui kesempatan pendidikan dan pemuridan anak-anak. Keluarga gereja kami dengan sepenuh hati merangkul dan mendengarkan Erika.

ERIKA MENAWARKAN KEPADA KITA CITRA ANAK YANG BERKEMBANG, DISAMBUT SEPENUHNYA KE DALAM KELUARGA IMAN, BEKERJA SAMA DENGAN SEMUA GENERASI DALAM MISI TUHAN.

Dia adalah anak yang beruntung. Dia sehat; dia pergi ke sekolah; dia tinggal di komunitas yang memiliki air bersih, transportasi, perawatan medis, perpustakaan umum, kriminalitas rendah, dan banyak dukungan sistemik lainnya. Dia memiliki dua orang tua yang stabil dan keluarga Kristen yang penuh kasih. Meskipun keluarganya mengalami tekanan keuangan sementara ayahnya berada di seminari, masuk ke tempat kesulitan itu adalah keputusan yang disengaja dan situasi sementara. Erika menawarkan kepada kita gambaran seorang anak yang berkembang, disambut sepenuhnya ke dalam keluarga beriman, bekerja sama dengan semua generasi dalam misi Allah.

Children-at-Risk dan tempat mereka di kerajaan Allah

Namun, tidak semua anak begitu diberkati. Anak-anak menghadapi risiko besar di setiap wilayah di dunia:
anak-anak hidup dalam kemiskinan ekstrim;
anak-anak terpengaruh oleh konflik, kekerasan, dan pelecehan;
anak-anak terseret dalam krisis pengungsi;
anak-anak diperdagangkan dan dilacurkan;
dan lainnya menghadapi kombinasi dari ini dan risiko menakutkan lainnya.
Anak-anak di seluruh dunia infografis

SETIAP ANAK DI DUNIA KITA YANG RUSAK DAN BERANTAKAN ADALAH MANUSIA MULTI-FACET, DICIPTAKAN MENURUT GAMBAR ALLAH.

Meskipun ratusan juta anak menghadapi risiko, masing-masing lebih dari sekadar korban atau label tragis. Setiap anak di dunia kita yang rusak dan berantakan adalah manusia dengan banyak segi, diciptakan menurut gambar Allah, diberkahi dengan karunia rohani—seorang anak yang dapat berpartisipasi secara bermakna sebagai rekan sekerja di gereja dan misi. Gereja global memperhatikan dan bangkit untuk menangani dengan serius pentingnya anak-anak, terutama anak-anak yang berisiko.

Forum Lausanna

Risiko yang berdampak negatif pada anak-anak dan tempat mereka dalam kerajaan Allah termasuk di antara isu-isu yang dibahas pada Forum Lausanne Kedua tentang Anak-Anak Berisiko (CAR) yang diadakan di Institut Alkitab Lancaster di Lancaster, Pennsylvania, pada 14-17 Mei 2017. Jaringan isu CAR mengumpulkan 74 akademisi, pemimpin gereja, teolog, misiolog, praktisi, dan perwakilan dari organisasi non-pemerintah yang berfokus pada anak untuk menyusun rencana aksi untuk memobilisasi gereja global untuk mengatasi masalah yang dihadapi anak-anak berisiko di seluruh dunia.

Kami menyadari bahwa langkah menuju tindakan itu menantang. Jauh lebih mudah untuk berbicara dan menulis tentang isu-isu daripada memobilisasi gereja global; namun, jaringan isu CAR didedikasikan untuk pemenuhan dua mandat Komitmen Lausanne Cape Town 2010 tentang anak-anak:[1] untuk melatih orang dan menyediakan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di seluruh dunia; Dan untuk mengekspos, menolak dan mengambil tindakan terhadap semua penyalahgunaan anak.

Untuk mempersiapkan pertemuan di Lancaster dan untuk memastikan bahwa pekerjaan kami berlandaskan teologis, para peserta menanggapi dua dokumen utama: Seruan Aksi Quito untuk Anak-Anak yang Berisiko[2] dan Lausanne Occasional Paper 66: Misi dengan Anak-Anak yang Beresiko[2] Risiko.[3] Kedua dokumen, yang dihasilkan dari Konsultasi Lausanne 2014 tentang Anak-Anak Berisiko, menyerukan gereja global untuk mengembangkan rencana kolaboratif yang menekankan dan bertindak dalam misi untuk, untuk, dan dengan anak-anak berisiko.

Sesuai dengan komitmen jaringan isu CAR terhadap partisipasi anak dalam wacana yang memengaruhi kehidupan mereka, kami ingin mendengar dari anak-anak yang berisiko tentang apa artinya bagi anak-anak yang berisiko untuk berkembang. Karena kami tidak dapat membawa anak-anak ke tengah-tengah kami selama forum karena kendala etika, setiap peserta diminta untuk melakukan latihan mendengarkan dengan anak-anak dalam konteks pelayanan mereka sehingga kami dapat mendengar refleksi mereka dan melihat karya seni mereka yang menggambarkan seperti apa perkembangan manusia itu. mereka. Ini adalah pengalaman yang sangat signifikan dan mengharukan bagi mereka yang dengan penuh semangat membagikan gambar dan tulisan anak-anak untuk dianalisis dan dipajang di tempat konferensi. Peserta terus-menerus diingatkan tentang kemampuan dan wawasan anak-anak, serta pentingnya memasukkan perspektif mereka dalam perencanaan tindakan.

Contoh melayani anak anak di bidang seni mewarna di RPTRA di Jakarta, setiap hari Sabtu sejak tahun 20216 oleh Gereja Isa Almasih Jemaat Rajawali Jakarta Pusat.

Setiap hari ibadah yang sepenuh hati dan doa yang sungguh-sungguh untuk anak-anak yang berisiko diikuti dengan keterlibatan alkitabiah yang bermakna dengan fokus khusus pada misi dengan anak-anak yang berisiko, area di mana peserta percaya bahwa gereja global kurang mahir. Presentasi pleno pada hari pertama merefleksikan Lausanne Occasional Paper dari perspektif praktisi, teolog, dan organisasi. Beberapa pembicara, yang dulunya adalah anak-anak yang berisiko, menceritakan kembali kisah-kisah yang kuat tentang kehidupan yang berubah ketika keluarga, gereja, dan pelayanan memberikan perhatian yang lebih besar pada misi untuk, untuk, dan dengan anak-anak yang berisiko.

Hari kedua dan ketiga forum berfokus pada kerja sama dalam lima kelompok aksi yang ditunjuk, di mana setiap peserta berkomitmen untuk mengambil sendiri tugas-tugas yang diperlukan untuk membuat rencana. Anak-anak yang berisiko berada di garis depan semua diskusi, karena kelompok menunjukkan nilai tinggi untuk masukan mereka dan mengakui kreativitas dan kebijaksanaan yang diberikan Tuhan saat mereka mengembangkan langkah-langkah tindakan nyata untuk mengatasi masalah mendesak yang memengaruhi anak-anak.

Anak-anak membantu

Hasil

Kelompok 1—Advokasi ke gereja untuk anak-anak di komunitas pengungsi (anak-anak yang berpindah): Kelompok ini berencana mendidik gereja secara strategis tentang perspektif anak-anak pengungsi dengan mengumpulkan cerita orang pertama tentang anak-anak melalui seni dan wawancara. Mereka bermaksud untuk fokus terutama pada anak-anak dengan status pengungsi, dan juga melibatkan orang lain yang ‘bergerak’, menghasilkan panduan doa dan buku untuk digunakan di gereja.

Kelompok 2—Memperkuat suara anak-anak: Kelompok ini mengembangkan perangkat yang akan digunakan untuk membantu orang dewasa di lingkungan gereja lokal mana pun untuk belajar mendengarkan masukan anak-anak secara lebih efektif. Kit ini akan digabungkan dengan rencana model antargenerasi yang disempurnakan untuk menjadi gereja.

Grup 3 – Memperbanyak program pelatihan: Tim mengusulkan tiga inisiatif penting—menciptakan platform untuk berbagi sumber daya antara sekolah dan organisasi pelatihan lainnya; meningkatkan komunikasi antara seminari dan praktisi; dan, menemukan materi yang bermanfaat untuk diterjemahkan ke dalam bahasa lokal.

Kelompok 4 – Forum Lausanne Regional: Kelompok ini akan mengadakan percakapan tentang praktik terbaik untuk misi dengan anak-anak berisiko dengan tujuan mendidik dan menginspirasi gereja di setiap bagian dunia untuk mobilisasi dan tindakan kolaboratif, dimulai di Filipina dan Afrika Timur .

Kelompok 5 – Menata ulang paradigma anak-anak yang berisiko: Kelompok ini memulai dengan berbagi pengalaman hidup dan pelayanan yang menyebabkan mereka mempertanyakan apakah berkembang sebaiknya dipahami sebagai membantu anak-anak menemukan makna dan tujuan dalam hidup mereka. Mereka juga menyadari pentingnya refleksi teologis lebih lanjut tentang keterbatasan misi, kerendahan hati, dan kegagalan sebagai cara untuk mengakui dengan lebih baik bahwa terkadang bahkan upaya terbaik kita tidak menghasilkan transformasi kehidupan anak-anak. Kelompok tersebut berencana untuk menerbitkan refleksi teologis tentang keprihatinan ini sebagai salah satu bagian dari rencana aksi mereka.

Forum ini telah mencapai tonggak penting bagi jaringan isu Lausanne Children-at-risk dalam beralih dari pembicaraan ke tindakan. Las Newman, Lausanne Global Associate Director for Regions, mencatat tingkat persahabatan yang luar biasa tinggi, semangat kolaboratif, dan semangat para peserta forum. Kami diberkati untuk mengumpulkan beberapa pemimpin hamba yang paling berpengaruh dan berkomitmen di kerajaan Allah yang bekerja dalam kemitraan kolaboratif satu sama lain, dari berbagai belahan dunia dan lintas generasi, untuk melihat hati dan tujuan Allah terungkap dalam kehidupan anak-anak-Nya yang berharga di keadaan sulit. Kami berharap dapat melihat apa yang dicapai oleh setiap kelompok aksi di tahun mendatang.

GEREJA DI POSISI UNIK UNTUK MELAYANI, UNTUK, DAN BERSAMA ANAK-ANAK BERISIKO.

Panggilan untuk melayani, untuk, dan dengan anak-anak berisiko

Gereja diposisikan secara unik untuk melayani, untuk, dan dengan anak-anak berisiko karena hadir hampir di mana-mana di dunia. Perubahan apa yang perlu dilakukan agar gereja menanggapi dengan serius panggilan untuk melayani, untuk, dan dengan anak-anak yang berisiko?

Kepemimpinan, dari tingkat gereja lokal hingga melalui struktur kelembagaan, dapat merangkul pandangan yang tinggi tentang anak-anak dan Kitab Suci sehingga kebijakan dan dokumen mencerminkan seluruh Kitab Suci, mengenai anak-anak sepenuhnya termasuk dalam gereja.

Pendeta dan pemimpin gereja dapat ditawari alat yang menghargai anak-anak yang berisiko, tidak hanya sebagai penerima pelayanan, tetapi sebagai agen pendamping misi. Pendidikan formal dan non-formal diperlukan untuk melatih pendeta mengubah pemikiran tentang anak-anak yang berisiko di gereja.

Gereja dapat memeriksa cara-cara di mana mereka menghargai atau merendahkan anak-anak dalam praktik gereja mereka sendiri. Misalnya, apakah anak-anak berpartisipasi dalam ibadah, atau apakah mereka dikirim ke ruang terpisah untuk seluruh kebaktian? Apakah anak-anak hanya berpartisipasi di bangku gereja, atau apakah mereka membantu memimpin nyanyian, mengambil persembahan, berdoa, membagikan kesaksian, atau dengan cara lain?

Kita dapat memeriksa bagaimana gereja dengan sengaja terlibat dalam pelayanan untuk, untuk, dan dengan anak-anak yang berisiko di dalam komunitas, kota, dan sekitarnya. Bagaimana kita dapat menjadi suara kenabian yang berbicara atas nama anak-anak ini dan keluarga mereka? Apakah ada cara agar mereka dapat berpartisipasi bersama kami dalam pelayanan?

Anggaran kementerian dapat dianalisis untuk menentukan berapa banyak uang yang dialokasikan untuk pelayanan anak-anak dan remaja, dan khususnya, anak-anak berisiko. Apa yang dikatakan anggaran Anda tentang apa yang Anda hargai?

Teologi yang mempertahankan dan membenarkan kekerasan terhadap anak-anak atau sikap bahwa mereka ‘lebih rendah dari’ orang dewasa harus dipertimbangkan kembali. Bagaimana hukuman keras yang disetujui gereja, rasa malu yang ekstrem atas perilaku ‘berdosa’, atau harapan yang tidak realistis untuk kedewasaan atau kesempurnaan dapat melanggengkan kekerasan dan ketidakadilan terhadap anak-anak?

Kita harus belajar bagaimana mengidentifikasi ‘partisipasi yang tepat’ dari anak-anak, khususnya dalam penginjilan dan pelayanan aksi sosial. Kita harus menghindari segala sesuatu yang memanipulasi, mengeksploitasi, atau memaksa anak-anak untuk berpartisipasi berdasarkan agenda orang dewasa. Kebijakan perlindungan dan partisipasi anak yang jelas akan membantu gereja meminimalkan risiko eksploitasi atau pelecehan rohani.

SEKARANG WAKTUNYA BERTINDAK! KAMI MEMANGGIL GEREJA GLOBAL UNTUK BERDOA BAGI KAMI.

Sekarang saatnya untuk bertindak! Kami memanggil gereja global untuk berdoa bagi kami saat kami terus mencari hikmat Tuhan dalam pekerjaan kami bersama atas nama anak-anak yang berisiko di antara kami. Selain itu, kami meminta orang lain untuk bergabung dengan kami dalam misi untuk, untuk, dan bersama anak-anak yang berisiko, memberdayakan mereka untuk berkembang dan mengekspresikan karunia yang diberikan Tuhan dan berpartisipasi bersama dalam missio Dei. (red)

Catatan:
The Cape Town Commitment, Lausanne Movement (2011), II.D.5, https://lausanne.org/content/ctc/ctcommitment.
Quito Call to Action on Children at Risk, Lausanne Movement (2014), https://lausanne.org/content/statement/quito-call-to-action-on-children-at-risk.
Mission with Children at Risk (LOP 66), Lausanne Movement (2014), https://lausanne.org/content/lop/mission-children-risk-lop-66.

———

Michelle Sheba Tolentino is Catalyst for the Lausanne Children-at-Risk Issue Network. In 2011, she co-founded Made In Hope, a non-profit organization that provides educational and work opportunities to women who have been exploited in modern slavery (human trafficking and prostitution) and prevention of child sex-trafficking in the Philippines. Michelle also serves as Broadcaster and Producer for ‘Okiddo: The 4/14 Kids Show,’ a weekly radio broadcast for children and youth (Far Eastern Broadcasting Company, Philippines) that reaches 500,000 listeners. It was awarded a Golden Dove Award in 2015 by the Broadcasters Association of the Philippines. She also travels internationally to speak as an advocate for women and children-at-risk.

Susan Hayes Greener, Ph.D, is Catalyst for the Lausanne Children-at-Risk Issue Network and currently serves as Associate Professor of Intercultural Studies at Wheaton College Graduate School. She has worked in human development for over two decades in universities and NGOs, including Trinity Evangelical Divinity School, One Child Matters, Compassion International, Early Head Start, and Yale University. Susan has trained Christian workers from over 50 countries and authored works on children-at-risk and global human development topics, including co-authoring Effective Intercultural Communication: A Christian Perspective (Baker Academic, 2014) and co-editing a special issue on children-at-risk for Transformation (Summer, 2016).

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Penahbisan Pdm di GIA Jemursari Surabaya Tekankan Kepemimpinan yang Melayani

Gereja Isa Almasih (GIA) Jemursari Surabaya menggelar acara Penahbisan Pendeta Muda (Pdm) atas diri Sdr. Elsa Krisman Klinton Halawa dan Sdri. Arnetty Maduwu, pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di gedung gereja GIA Jemursari Surabaya. Ibadah penahbisan berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GIA Daerah V, para hamba Tuhan, jemaat, serta tamu undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut Pdt. Kukuh Priyono, Pdt. Jacob Setyabudi, Pdt. Yosia Nugroho Adi, dan Pdt. Yoanda Nancy selaku jajaran Pimpinan Sinode GIA Daerah V, bersama gembala serta jemaat GIA Jemursari Surabaya yang memberikan dukungan dan doa bagi kedua Pdm yang ditahbiskan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Kukuh Priyono dengan mengangkat tema “Kebutuhan Gereja Saat Ini Adalah Kepemimpinan yang Benar di Hadapan Tuhan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Kukuh menegaskan bahwa di tengah dunia yang menawarkan beragam model kepemimpinan, Tuhan Yesus memberikan teladan kepemimpinan yang sejati, yaitu kepemimpinan yang melayani. Ia mengutip Matius 9:36, yang menggambarkan belas kasihan Yesus kepada orang banyak, sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan Kristen. Lebih lanjut disampaikan bahwa gereja masa kini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki perasaan simpati dan empati, tetapi juga hati yang bertindak nyata. Hamba Tuhan dan jemaat diajak untuk dengan sungguh-sungguh melihat kebutuhan pelayanan yang ada, menjawabnya dengan sepenuh hati, serta memperlengkapi diri dengan kompetensi yang diperlukan untuk dipersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan. Penahbisan Pdm ini menjadi momen penting bagi perjalanan pelayanan Sdr. Elsa Krisman Klinton Halawa dan Sdri. Arnetty Maduwu, sekaligus peneguhan panggilan mereka untuk melayani Tuhan dan jemaat dengan kerendahan hati dan tanggung jawab. Hal menarik dalam rangkaian ibadah penahbisan ini adalah seluruh lagu-lagu pujian yang dibawakan diambil dari Nafiri Sion, yang menambah nuansa kekhidmatan serta membawa jemaat pada suasana penyembahan yang mendalam. Melalui penahbisan ini, GIA Jemursari Surabaya berharap lahirnya pemimpin-pemimpin rohani yang setia, berintegritas, dan siap melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, guna membangun gereja dan menjawab tantangan pelayanan di masa kini dan yang akan datang. Penahbisan Pdm GIA Jemursari (9) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (8) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (7) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (3) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (10)

Dies Natalis ke-59 STT Abdiel dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel Periode 2026–2030 Berlangsung Khidmat

Sekolah Tinggi Teologi (STT) Abdiel memperingati Dies Natalis ke-59 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026–2030. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Aula STT Abdiel, dan berlangsung dengan meriah serta penuh kekhidmatan. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Bupati Kabupaten Semarang, perwakilan Bimas Kristen Provinsi Jawa Tengah, Bimas Kristen Kabupaten Semarang, jajaran pimpinan MPH Sinode GIA, Pembina dan Pengurus Yayasan STT Abdiel, serta mitra-mitra dan undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Semarang menyampaikan apresiasi atas kontribusi STT Abdiel selama hampir enam dekade dalam mencetak pemimpin rohani dan pelayan masyarakat yang berintegritas. Kehadiran langsung Bupati dalam acara ini menjadi salah satu hal unik dan istimewa, sekaligus menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan teologi dan pembinaan nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Momentum Dies Natalis ke-59 ini mengusung tujuan utama untuk mengukuhkan fondasi iman, ilmu, dan keteladanan di tengah krisis nilai dan kemanusiaan yang semakin kompleks. STT Abdiel diharapkan terus menjadi pusat pendidikan teologi yang relevan, kontekstual, dan berdampak bagi gereja maupun bangsa. Puncak acara ditandai dengan pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026–2030, yang berlangsung secara khidmat dan penuh makna. Pelantikan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus komitmen baru dalam melanjutkan visi dan misi STT Abdiel ke depan. Inilah Daftar Pimpinan STT Abdiel yg baru dilantik : Ketua : Pdt. Dr. Christine Sri Rahayu, M.Pd. Waket I : Pdt. Sianny Astuti, M.Pd. Waket II : Pdt. Dr. Slamet Santoso, M.Th. Waket III : Pdt. Nefry Christoffel Benyamin, M.Th. Dir. Pasca Sarjana : Pdm. Dr. Mianto Nugroho Agung, M.Th. Suasana acara semakin bermakna dengan persembahan pujian dari Paduan Suara STT Abdiel, yang menghadirkan nuansa rohani mendalam dan menambah kekhidmatan seluruh rangkaian kegiatan. Melalui peringatan Dies Natalis ke-59 dan pelantikan pimpinan baru ini, STT Abdiel menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun generasi yang beriman teguh, berilmu, dan menjadi teladan di tengah tantangan zaman. Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (4) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (5) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (6) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (7) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (8)

Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung

Gereja Isa Almasih (GIA) Maleer Bandung telah menyelenggarakan Ibadah Penahbisan Pendeta sebagai ungkapan syukur atas panggilan dan penetapan hamba-hamba Tuhan dalam pelayanan gerejawi. Dalam ibadah tersebut, telah ditahbiskan Pdt. Agung Setyo S., S.Th. dan Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th. sebagai pendeta dalam lingkup pelayanan Sinode Gereja Isa Almasih. Ibadah penahbisan ini dihadiri oleh perwakilan Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode Gereja Isa Almasih, yaitu Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th., Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th., dan Pdt. Benaya Dwi Cahyono, M.Th. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, M.Th. yang mengangkat tema “Mengenal dan Merespon Panggilan Allah” (Kisah Para Rasul 26:14-18). Ia menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk melayani. Melayani adalah anugerah dari Tuhan, panggilan untuk melayani harus direspon dengan perubahan hidup yang nyata, kesediaan membayar harga serta ketaatan dan kesetiaan sampai akhir. Dalam kesempatan ini juga kotbah perdana disampaikan oleh Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th., yang menekankan bahwa Tuhan tidak hanya menciptakan kita tapi Tuhan juga memiliki panggilan atas hidup kita (Yeremia 1:4-5). Tuhan mengenal kita terlebih dahulu, Tuhan memanggil kita dalam keterbatasan. Tuhan tidak pernah salah memilih, saat kita mau maka Ia akan terus memampukan. Tuhan yang memanggil, Ia akan terus menyertai. Pernyataannya yang menguatkan adalah “Jika Tuhan yang utus, maka Ia juga yang akan urus.” Kiranya melalui penahbisan ini, Pdt. Agung Setyo, S.Th. dan Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th. semakin diteguhkan oleh Tuhan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pelayanan, serta dapat menjadi berkat bagi jemaat, gereja, dan masyarakat luas. Kiranya Tuhan meneguhkan dan memimpin langkah pelayanan mereka agar setia hingga akhir dalam melaksanakan panggilan-Nya. Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (9) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (8) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (7) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (6) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (3)

Natal Bersama GIA Daerah VI Penuh Sukacita dan Kebersamaan

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih yang digelar pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Acara ini dihadiri oleh anggota-anggota Gereja Isa Almasih dari seluruh wilayah Daerah VI, serta dilayani oleh para pelayan Tuhan dari gereja-gereja yang tergabung dalam wilayah tersebut. Mengusung tema “UNITY – All In God’s Life”, perayaan Natal tahun ini menekankan pentingnya persatuan umat dalam kehidupan yang berpusat pada Allah. Tema tersebut disampaikan secara mendalam melalui khotbah yang dibawakan oleh Pdt. Elia Setiawan, yang mengingatkan jemaat akan panggilan untuk kembali bersatu dengan Bapa di Surga. Dalam pesannya, ditegaskan bahwa hanya melalui Kristus, manusia diperdamaikan dengan Bapa, sehingga persatuan sejati berakar pada iman kepada Yesus Kristus. Selain ibadah dan penyampaian firman, hal yang menjadi sorotan utama dalam perayaan ini adalah terbentuknya kebersamaan yang kuat antar pelayan Tuhan dari berbagai gereja di Daerah VI. Kolaborasi lintas gereja terlihat nyata, baik dalam pelayanan ibadah maupun dalam rangkaian kegiatan yang disusun bersama, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi inti tema perayaan. Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan rohani yang luar biasa, mulai dari pujian dan penyembahan hingga persembahan kreatif lainnya, yang seluruhnya dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan. Penampilan-penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin dan menambah kekhidmatan suasana Natal. Perayaan Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat ini diharapkan tidak hanya menjadi momen seremonial tahunan, tetapi juga memperkuat komitmen umat dan para pelayan Tuhan untuk terus hidup dalam kesatuan, kasih, dan pelayanan, membawa damai Natal ke tengah kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (1) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (4) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (5) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (6) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (7)

Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII GIA Berlangsung Meriah di Pegangsaan

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII Gereja Isa Almasih (GIA) yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Desember 2025, bertempat di GIA Pegangsaan. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Pria dan Wanita Daerah VII Gereja Isa Almasih yang datang dengan antusias untuk merayakan makna Natal bersama. Perayaan Natal tahun ini berlangsung dengan khidmat sekaligus meriah. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Gunawan Hartono dengan tema “Keajaiban Natal”, yang menekankan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang nyata dan membawa pengharapan bagi umat percaya. Dalam khotbahnya, Pdt. Gunawan mengajak seluruh jemaat untuk mengalami keajaiban Natal tidak hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai pengalaman iman yang mengubahkan kehidupan sehari-hari. Selain ibadah dan penyampaian Firman Tuhan, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari kaum wanita Daerah VII. Persembahan pujian, tarian, dan kreativitas lainnya seperti permainan angklung berhasil menciptakan suasana penuh kegembiraan dan mempererat kebersamaan antarjemaat. Jemaat yang hadir tampak larut dalam pujian dan perayaan, mencerminkan semangat Natal yang penuh kasih dan sukacita. Panitia Natal Gabungan menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh anggota Pria dan Wanita Daerah VII yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan baik. Diharapkan, melalui perayaan Natal bersama ini, persatuan dan pelayanan di lingkungan Gereja Isa Almasih Daerah VII semakin kuat, serta semangat Natal dapat terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perayaan Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII GIA ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan dan meneguhkan iman jemaat dalam menyambut Natal dengan penuh sukacita dan pengharapan. natal gabungan pria wanita D VII (2) natal gabungan pria wanita D VII (5) natal gabungan pria wanita D VII (7) natal gabungan pria wanita D VII (8) natal gabungan pria wanita D VII (9)

Penahbisan Pendeta Muda GIA Galunggung Teguhkan Panggilan Pelayanan

Gereja Isa Almasih Galunggung, Kota Bandung, menggelar acara Penahbisan Pendeta Muda pada 30 November 2025. Ibadah penahbisan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di gedung Gereja GIA Galunggung dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta anggota Majelis Daerah VI Sinode GIA, bersama seluruh Jemaat GIA Galunggung. Acara penahbisan menjadi momentum penting bagi gereja dalam meneguhkan panggilan pelayanan hamba Tuhan di tengah tantangan zaman. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Elia Setiawan, dengan mengangkat tema “Faithful to the Call” yang bersumber dari 1 Tesalonika 5:24. Dalam khotbahnya, Pdt. Elia menegaskan bahwa menjadi seorang hamba Tuhan adalah panggilan khusus dari Tuhan, yang menuntut kesetiaan, ketaatan, dan kepercayaan penuh kepada Dia yang memanggil.“Dia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan melakukannya,” demikian pesan firman yang ditekankan, sebagai penguatan bagi para pelayan Tuhan agar tetap teguh dalam menjalankan tugas pelayanan. Salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian acara ini adalah khotbah perdana yang disampaikan oleh pendeta muda yang baru ditahbiskan, Pdm. Yusuf Sudarmanto, S.Th Dalam khotbah perdananya, Pdm. Yusuf mengajak seluruh jemaat untuk hidup setia dalam panggilan Tuhan, baik dalam pelayanan gerejawi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kerendahan hati dan semangat pelayanan, mencerminkan komitmen seorang hamba Tuhan yang siap melayani dengan setia di ladang Tuhan. Begitupun juga dengan Pdm. Gilbert Sianturi, S.Sn yang juga ditahbiskan untuk melayani di GIA Galunggung dan menjadi semangat yang baru bagi rekan sepelayanan disana dalam pelayanan bidang musik. Melalui penahbisan ini, GIA Galunggung berharap lahirnya generasi pelayan Tuhan yang tetap berpegang teguh pada panggilan ilahi, setia dalam iman, dan berdampak bagi gereja serta masyarakat luas. Acara ditutup dengan doa dan ucapan syukur, menandai awal perjalanan pelayanan Pdm. Yusuf Sudarmanto sebagai pendeta muda di lingkungan Sinode GIA.   GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (7) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (8) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (9) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (1) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (2)

Penahbisan Pendeta dan Gembala GIA Karangkates Berlangsung Khidmat

Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Karangkates menggelar acara Penahbisan Pendeta dan Gembala pada Minggu (14/12/2025) pukul 15.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di gedung GIA Karangkates ini dihadiri oleh jajaran pimpinan MPH Sinode GIA, para pendeta Daerah V, pendeta-pendeta sekitar, serta seluruh jemaat GIA Karangkates. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita sebagai penanda penting dalam perjalanan pelayanan GIA Karangkates. Prosesi pembukaan diawali dengan tarian tradisional “Cucuk Lampah”, sebuah tarian yang sarat makna filosofis tentang perjalanan kehidupan yang berserah dan dipimpin oleh Tuhan. Tarian ini menjadi simbol penyerahan pelayanan gereja dan gembala yang ditahbiskan ke dalam pimpinan Allah. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa penyertaan Allah tidak hanya bersifat janji, tetapi nyata bagi umat-Nya. “Allah menyertai kita, menyertai pelayanan kita, dan menyertai gereja-Nya. Penyertaan Tuhan adalah kekuatan utama dalam menjalankan panggilan pelayanan,” ujarnya di hadapan jemaat. Momentum bersejarah ini juga ditandai dengan khotbah perdana dari gembala jemaat yang baru ditahbiskan, Pdt. Yosia Nugroho Adi, S.Th., S.Pd. Mengambil dasar firman dari Matius 1:23b, ia menekankan bahwa Allah yang disembah umat Kristen adalah Allah yang hadir secara nyata. “Tuhan bukan sekadar konsep, melainkan Allah yang hidup dan menyertai kita dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, serta pelayanan di GIA Karangkates,” ungkapnya. Penahbisan ini menjadi tonggak baru bagi GIA Jemaat Karangkates untuk semakin dewasa dalam iman, kokoh dalam pelayanan, dan berdampak bagi lingkungan sekitar. Dengan dukungan sinode, para hamba Tuhan, dan jemaat, diharapkan pelayanan gereja ke depan semakin bertumbuh dan memuliakan nama Tuhan. Pendewasaan Gereja dan Penahbisan Gembala GIA Karangkates (3) Pendewasaan Gereja dan Penahbisan Gembala GIA Karangkates (4)

Ibadah Syukur HUT GIA GOMBONG “Berbuah Banyak Di Dalam Dia” Menjadi Panggilan Bersama Jemaat

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-21 Gereja Isa Almasih (GIA) Gombong yang digelar pada Minggu, 30 November 2025. Perayaan berlangsung di gedung GIA Gombong dengan dihadiri seluruh jemaat serta para tamu undangan yang datang dari berbagai wilayah. Ibadah syukur dibuka dengan pujian dan penyembahan oleh tim musik gereja, membawa seluruh jemaat memasuki momen ibadah yang penuh ucapan syukur atas penyertaan Tuhan selama 21 tahun pelayanan GIA Gombong. Puncak ibadah ditandai dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Gembala Jemaat GIA Gombong, Pdt. Yotam Andreas Suwarno, S.Th, yang membawakan khotbah bertema “Berbuah Banyak di Dalam Dia” yang terambil dari Yohanes 15:5. Dalam renungannya, Pdt. Yotam menegaskan pentingnya setiap jemaat tinggal dalam Kristus agar hidup dapat menghasilkan buah yang baik, baik dalam pelayanan maupun keseharian. Ia mengajak jemaat untuk terus bertumbuh, berakar kuat dalam firman, serta menjadi berkat bagi sesama. Selain ibadah syukur, momen paling berkesan dalam perayaan HUT ke-21 ini adalah pelaksanaan baptisan air bagi lima jemaat baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar GIA Gombong. Prosesi baptisan yang dilakukan setelah ibadah firman menjadi simbol komitmen iman dan langkah awal untuk bertumbuh bersama dalam Kristus. Jemaat menyambut para peserta baptisan dengan sukacita dan doa, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari tubuh Kristus di GIA Gombong. Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai perjalanan dua dekade lebih GIA Gombong dalam melayani dan membawa damai sejahtera bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat tema tahun ini, seluruh jemaat diharapkan terus melangkah bersama, berbuah banyak, dan menjadi terang bagi lingkungan di mana mereka ditempatkan.GIA Gombong 21 Tahun Melayani, Makin Berbuah di Dalam Dia. Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (10) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (9) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (7) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (8) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (6)

Ibadah Natal & Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV Berlangsung Khidmat di GIA Jlarem

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih (GIA) Daerah IV yang digelar di GIA Jlarem pada Senin, 1 Desember 2025. Acara tahunan yang dinanti ini dihadiri oleh para Pendeta dan Pendeta Muda GIA Daerah IV, serta para pelayan Tuhan dari berbagai cabang daerah. Ibadah dimulai dengan pujian penyembahan yang membawa jemaat pada keheningan syukur akan penyertaan Tuhan sepanjang tahun. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Yusuf Lempang dari GIA Colombo, Yogyakarta, yang mengangkat pesan Natal tentang Allah yang hadir untuk memulihkan dan mengangkat kehidupan keluarga. Dalam khotbahnya, Pdt. Yusuf menegaskan pentingnya hubungan yang kuat antara suami dan istri, serta panggilan untuk saling menguatkan dalam segala musim kehidupan. “Allah tidak hanya hadir menyelamatkan, tetapi juga memulihkan. Keluarga-keluarga diangkat kembali, dan suami istri dipanggil untuk saling menopang dalam kasih Kristus,” demikian disampaikan Pdt. Yusuf dalam pesannya yang disambut hangat oleh seluruh peserta. Tahun ini, suasana perayaan terasa lebih semarak. Panitia melaporkan bahwa jumlah peserta meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme dan kerinduan yang besar dari para hamba Tuhan untuk kembali berkumpul, bersekutu, serta saling menguatkan dalam pelayanan. Acara ditutup dengan sesi fellowship yang berlangsung penuh kehangatan. Para peserta saling berbagi pengalaman pelayanan, mempererat hubungan antarhamba Tuhan, dan menguatkan komitmen untuk melayani jemaat di wilayah masing-masing. Dengan berakhirnya kegiatan ini, para hamba Tuhan GIA Daerah IV pulang dengan hati yang dikuatkan serta sukacita Natal yang kembali dinyalakan, menjadi bekal untuk memasuki pelayanan di tahun yang akan datang. Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (1) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (3) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (4) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (5) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (9)

Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo

Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat serta Majelis Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Kuwasenrejo berlangsung khidmat pada Minggu, 23 November 2025, pukul 17.00 WIB di gedung GIA Jemaat Kuwasenrejo, Gunungpati, Semarang. Umat memenuhi ruang ibadah untuk menyaksikan momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja tersebut. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GIA, para pendeta-pendeta Daerah 1 Sinode GIA, majelis jemaat, tamu undangan, serta seluruh umat GIA Kuwasenrejo. Kehadiran para pemimpin gerejawi dari berbagai daerah membuat suasana ibadah penuh sukacita sekaligus keharuan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, yang mengangkat tema “Membawa Umat untuk Makin Mengenal Tuhan” berdasarkan 1 Korintus 3:10–14. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa pelayanan gereja harus berlandaskan ketekunan, integritas, dan fokus pada Kristus sebagai dasar utama. Ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerja Tuhan dipanggil untuk membangun pelayanan dengan kualitas rohani yang kuat dan tahan uji. Momen paling istimewa dalam ibadah ini adalah penahbisan Pdt. Didik Asmarahadi, S.Th sebagai Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo. Prosesi penahbisan dilaksanakan melalui penumpangan tangan para pemimpin sinode dan pendeta daerah, menandai pengesahan resmi Pdt. Didik untuk melayani jemaat sebagai gembala yang sah. Dalam sambutannya, perwakilan sinode menyampaikan bahwa penahbisan ini bukan sekadar pengukuhan jabatan, tetapi juga peneguhan panggilan Allah bagi Pdt. Didik untuk menjadi kepanjangan tangan Tuhan dalam pertumbuhan dan pembinaan rohani jemaat GIA Kuwasenrejo. Jemaat pun menyambut penuh harapan agar pelayanan Pdt. Didik membawa pembaharuan dan kedewasaan iman yang semakin kuat. Ibadah ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat. Suasana kehangatan dan syukur terpancar dari wajah para umat yang hadir, menandai sebuah awal baru bagi perjalanan pelayanan GIA Kuwasenrejo di bawah kepemimpinan gembala baru mereka. Acara ini menjadi tonggak penting bagi gereja setempat dan diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan pelayanan GIA di wilayah Gunungpati dan sekitarnya. Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (10) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (4) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (6) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (7) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (8)

Semangat Pelayanan Tak Surut: Ibadah Misi D VIII di GIA Kedungun

Ibadah Misi Majelis Daerah (MD) VIII Sinode Gereja Isa Almasih (GIA) berlangsung dengan hikmat pada Jumat, 14 November 2025 pukul 15.00 di GIA Kedungun. Meski diguyur hujan lebat sejak awal ibadah, antusiasme jemaat dan para pendeta yang hadir tidak surut sedikit pun. Suasana gereja justru terasa semakin hangat oleh semangat pelayanan dan kebersamaan. Ibadah khusus ini dihadiri oleh para Pendeta Daerah VIII Sinode GIA, yang datang dari berbagai wilayah pelayanan. Kehadiran mereka menjadi tanda kuatnya komitmen bersama dalam memperkuat misi gereja serta memperbaharui semangat pelayanan di daerah masing-masing. Pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Deny Kristianto, yang mengangkat nats dari Lukas 10:21. Dalam khotbahnya, beliau menekankan ajakan untuk menjadi seperti anak kecil/Nepios yang memiliki hati sederhana, tulus, dan selalu siap belajar dalam melayani Tuhan. Pemikiran yang sederhana, kata beliau, bukan berarti dangkal, tetapi mampu melihat kehendak Tuhan tanpa dipenuhi ambisi dan kerumitan pikiran manusia. “Tuhan Yesus bersukacita ketika murid-murid mampu menerima kebenaran dengan hati anak kecil,” ujar Pdt. Deny. “Pelayan Tuhan diingatkan untuk tetap rendah hati, berserah, dan bersandar pada hikmat Tuhan, bukan pada kehebatan diri sendiri.” Di tengah derasnya hujan yang mengguyur, para peserta ibadah tetap mengikuti rangkaian acara dengan penuh sukacita. Hujan yang menghantam genting gereja sesekali terdengar keras, namun tidak mengurangi kekhidmatan pujian, doa, serta perenungan Firman Tuhan. Bahkan, suasana tersebut semakin menegaskan kuatnya komitmen jemaat dalam menjalankan misi pelayanan. Ibadah Misi MD VIII ini ditutup dengan doa bersama dan penguatan bagi seluruh pelayan Tuhan agar tetap setia melayani di ladang yang telah Tuhan percayakan. Semangat kebersamaan dan kesederhanaan hati yang ditekankan dalam firman menjadi bekal baru bagi para pendeta dan jemaat dalam melanjutkan pelayanan di daerah masing-masing. Dengan berakhirnya ibadah ini, diharapkan semangat pelayanan yang tulus dan penuh sukacita terus mengalir dalam setiap langkah misi MD VIII, membawa terang Kristus kepada lebih banyak jiwa. Ibadah Misi VIII di GIA Kedungun (3) Ibadah Misi VIII di GIA Kedungun (6)

Momentum Bersejarah: Penahbisan Pelayan Tuhan di GIA Subah Batang

Perayaan penuh sukacita dan khidmat berlangsung di GIA Subah, Kabupaten Batang, dalam Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Subah. Acara yang ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, karena dua pelayan Tuhan resmi diteguhkan untuk memasuki tahapan pelayanan yang baru. Ibadah penahbisan dihadiri oleh jajaran Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GIA, para pendeta dari Daerah 1, serta seluruh jemaat GIA Subah yang memenuhi ruang ibadah. Tak hanya itu, suasana kebersamaan lintas gereja juga terlihat dengan hadirnya para pendeta dari GKJ Batang serta beberapa pendeta dari gereja-gereja lain di wilayah Kabupaten Batang. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Sukamal B. Fadelan, yang menekankan pentingnya sikap giat, sungguh-sungguh, dan melampaui kebiasaan dalam melayani Tuhan. “Dalam melayani Tuhan, kita tidak boleh hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Kita dipanggil untuk memberikan yang terbaik lebih dari yang biasanya,” tegas Pdt. Sukamal, yang disambut anggukan dan penghayatan mendalam dari para jemaat. Pesan ini menjadi penguatan bagi seluruh pelayan Tuhan, khususnya bagi mereka yang hari itu diteguhkan dalam tugas pelayanan yang baru. Puncak acara ditandai dengan penahbisan dan pengukuhan dua pelayan Tuhan yaitu, Pdt. Ester Ika Wahyuningsih, S.Th., S.Pd. sebagai Pendeta GIA, Pdm. Yulius Sulistianto, S.Th. sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan berjalan khidmat dengan penumpangan tangan oleh jajaran pendeta dan pimpinan sinode, diiringi doa bersama seluruh jemaat. Yang menarik perhatian dalam acara ini adalah hadirnya para pendeta dari GKJ Batang serta pendeta-pendeta lain di Kabupaten Batang. Kehadiran mereka menunjukkan hubungan yang harmonis dan semangat kebersamaan antar-gereja di wilayah tersebut. Banyak jemaat menyambut baik hal ini, melihatnya sebagai bukti bahwa pelayanan Tuhan dapat menyatukan berbagai denominasi untuk saling mendukung dalam karya Kerajaan Allah. Ibadah penahbisan ditutup dengan doa syukur dan pemberian selamat kepada kedua pelayan Tuhan yang baru ditahbiskan. Suasana penuh sukacita terasa ketika jemaat, keluarga, dan para pendeta memberikan ucapan selamat dan doa bagi langkah pelayanan ke depan. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai wujud kebersamaan dan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang proses pelayanan di GIA Subah. Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda GIA SUBAH (3) Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda GIA SUBAH (7)

Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar Berlangsung Khidmat, Bertepatan dengan HUT IX Gereja

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai ibadah istimewa Penahbisan Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih (GIA) Denpasar, yang digelar pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, di gedung GIA Denpasar, Bali. Momen bersejarah bagi jemaat ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun GIA Denpasar yang ke-9. Acara penahbisan dihadiri oleh jajaran Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode GIA, para pendeta dari Majelis Daerah (MD), serta seluruh jemaat GIA Denpasar yang memenuhi ruang ibadah. Kehadiran para hamba Tuhan dan jemaat menambah semarak serta kekhidmatan perayaan iman tersebut. Dalam ibadah penahbisan, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono yang mengangkat tema: “Setia dalam Menjalankan Tugas Penggembalaan”, terinspirasi dari 1 Petrus 5:1–4. Dalam khotbahnya, Pdt. Budi menekankan pentingnya keteladanan seorang gembala jemaat dalam menggembalakan umat Tuhan dengan rendah hati, kasih, dan kesetiaan, sebagaimana Rasul Petrus menasihatkan kepada para penatua gereja. “Seorang gembala bukan hanya memimpin, tetapi juga melayani dengan hati yang tulus, sebagaimana Kristus adalah Gembala Agung bagi umat-Nya,” ujar Pdt. Budi dalam pesan rohaninya. Prosesi penahbisan  Pdt. Djoko Pitojo dilakukan dengan doa dan penumpangan tangan oleh para pendeta yang hadir, menandai dimulainya pelayanan resmi gembala jemaat yang baru di GIA Denpasar. Ibadah berlangsung dengan penuh rasa syukur dan diiringi pujian dari tim paduan suara jemaat. Tidak hanya penahbisan, ibadah kali ini juga menjadi momen refleksi dan ucapan syukur atas sembilan tahun berdirinya GIA Denpasar. Dalam sambutannya, perwakilan jemaat menyampaikan terima kasih kepada seluruh hamba Tuhan dan jemaat yang telah bersama-sama membangun pelayanan gereja hingga saat ini. Acara kemudian ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah seluruh jemaat, menandai kebersamaan dan semangat baru dalam pelayanan penggembalaan di tengah-tengah komunitas GIA Denpasar.Dengan berlangsungnya penahbisan ini, diharapkan GIA Denpasar semakin bertumbuh dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan untuk menjadi terang bagi masyarakat di Pulau Dewata. Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (1) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (9) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (8) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (7) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (6)

Ibadah Emiritasi, Penahbisan Gembala Jemaat, Dan Hut XI GIA Jemaat Supriyadi Berlangsung Khidmat Dan Penuh Sukacita

Suasana penuh sukacita dan haru mewarnai pelaksanaan Ibadah Emiritasi, Penahbisan Gembala Jemaat, serta Perayaan HUT ke-XI GIA Jemaat Supriyadi yang digelar di Gedung Gereja GIA Jemaat Supriyadi pada Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 11.00 WIB. Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh jajaran petinggi MPH GIA, para pendeta dari berbagai GIA di sekitar wilayah tersebut, serta seluruh jemaat GIA Jemaat Supriyadi. Momen bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat, menandai transisi kepemimpinan yang berlangsung dengan penuh kasih, kebersamaan, dan semangat melanjutkan pelayanan Kristus. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, yang mengangkat tema: “Bersama Kristus Melanjutkan Estafet dan Menatap Masa Depan.” Pesan yang disampaikan mengingatkan seluruh jemaat akan pentingnya melanjutkan pelayanan dengan kesetiaan, ketulusan, serta pengharapan yang teguh di dalam Kristus. Salah satu momen paling berkesan dalam acara ini adalah penyerahan tongkat kepemimpinan dari Pdt. Em. Timotius Agus Supoyo kepada Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Ag, yang dilakukan secara simbolis dan berlangsung dengan penuh hikmat serta sukacita. Proses serah terima ini menggambarkan semangat kebersamaan dan kesinambungan pelayanan di tubuh gereja, di mana estafet pelayanan diteruskan kepada gembala yang baru dengan penuh rasa syukur dan komitmen untuk melayani lebih baik. Perayaan HUT ke-11 GIA Jemaat Supriyadi turut menjadi refleksi atas karya dan penyertaan Tuhan selama lebih dari satu dekade pelayanan. Jemaat bersama seluruh pelayan Tuhan menyatakan tekad untuk terus bertumbuh dalam iman, melayani dengan kasih, serta menjadi terang bagi lingkungan sekitar. Acara kemudian ditutup dengan doa syukur dan persekutuan kasih yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Dengan tema besar “Bersama Kristus Melanjutkan Estafet dan Menatap Masa Depan,” GIA Jemaat Supriyadi meneguhkan langkahnya untuk terus melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (9) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (8) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (6) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (2) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (4)

IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT

Bayang, 20 Oktober 2025 Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih  (GIA) Jemaat Bayang pada Senin sore . Meski tengah dalam proses renovasi, jemaat GIA Bayang berhasil melaksanakan Ibadah Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala Jemaat dengan tertib dan penuh semangat rohani. Ibadah yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh para hamba Tuhan, jemaat, dan tamu undangan dari berbagai wilayah pelayanan. Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan”. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan pentingnya seorang pemimpin gereja memiliki integritas, keteladanan, serta kesetiaan dalam menjalankan panggilan Tuhan, meskipun dalam situasi dan tantangan pelayanan yang tidak selalu mudah. Suasana ibadah semakin khidmat ketika acara Penahbisan Gembala Jemaat dilangsungkan. Dalam momen penuh sukacita tersebut, Pdt. Edi Susanto, S.Th resmi ditahbiskan sebagai Gembala Jemaat GIA Bayang yang baru. Ucapan selamat dan doa dari para hamba Tuhan serta jemaat mengalir untuk mendukung pelayanan beliau ke depan. Hal yang menarik dari acara ini adalah semangat kebersamaan dan dedikasi jemaat yang begitu terasa. Meskipun gedung gereja masih dalam proses renovasi, jemaat menunjukkan komitmen dan antusiasme yang tinggi untuk tetap menyelenggarakan ibadah dengan penuh hikmat dan tertib. Dengan penataan sederhana, suasana ibadah tetap berjalan lancar dan penuh sukacita. Acara ditutup dengan doa berkat serta foto bersama seluruh jemaat dan tamu undangan, menandai awal baru bagi GIA Jemaat Bayang dalam perjalanan pelayanannya. Melalui momentum Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala ini, diharapkan GIA Bayang semakin bertumbuh menjadi gereja yang dewasa, mandiri, dan terus menjadi terang serta berkat bagi masyarakat sekitar. IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (4) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (2) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (3) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (5)

Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat

Singkut, 20 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Singkut Durian yang berlangsung pada hari Senin di gedung GIA Singkut Durian. Ibadah penahbisan ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, dengan ditahbiskannya Pdt. Onianto, S.Th sebagai Gembala Jemaat dan Pdm. Ferianto, S.Th sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan disertai doa dan penumpangan tangan oleh para hamba Tuhan dari sinode GIA serta dihadiri oleh para tamu undangan, pelayan gereja, dan jemaat dari berbagai wilayah. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Mus Budiarto dengan tema “Sinergi Dalam Pelayanan”. Melalui khotbahnya, Pdt. Mus menekankan pentingnya kerja sama dan kesatuan hati antara para pelayan Tuhan dan jemaat dalam membangun tubuh Kristus. “Pelayanan bukanlah karya pribadi, tetapi kolaborasi dalam kasih dan ketaatan kepada Tuhan. Ketika gereja bersinergi, nama Tuhan dimuliakan,” ujar Pdt. Mus dalam khotbahnya. Rangkaian acara berjalan dengan tertib dan penuh hikmat, diiringi pujian dan penyembahan yang menguatkan iman jemaat. Penahbisan ini tidak hanya menjadi simbol pengutusan dan tanggung jawab baru bagi para hamba Tuhan, tetapi juga menjadi momentum pembaruan semangat pelayanan di tengah jemaat GIA Singkut Durian. Dalam sambutannya, Pdt. Onianto menyampaikan rasa syukur dan kerendahan hati atas kepercayaan yang diberikan. “Segala puji bagi Tuhan Yesus Kristus. Tugas ini bukan kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani dengan kasih dan kesetiaan,” ujarnya. Sementara itu, Pdm. Ferianto berkomitmen untuk terus belajar dan bertumbuh dalam pelayanan. “Saya bersyukur boleh dipercayakan melayani di ladang Tuhan ini. Kiranya setiap langkah kami senantiasa diarahkan oleh Roh Kudus,” tuturnya. Acara diakhiri dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat, yang turut mempererat kebersamaan dalam kasih Kristus. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa GIA Singkut Durian terus berkomitmen untuk melahirkan dan membina pelayan-pelayan Tuhan yang berdedikasi, demi kemajuan pelayanan gereja dan kemuliaan nama Tuhan di tengah masyarakat. Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (9) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (6) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (4) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (5)

TIGA MOMENTUM ROHANI DALAM SATU IBADAH: PENDEWASAAN GIA JEMAAT PUSAT DAMAI, PENAHBISAN GEMBALA, DAN PELANTIKAN MAJELIS

Bodog, 19 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan haru memenuhi gedung GIA Jemaat Pusat Damai, Bodog, pada  hari Minggu pukul 17.00 WIB. Dalam satu ibadah yang istimewa, gereja ini merayakan tiga momentum rohani penting sekaligus : Pendewasaan Jemaat, Penahbisan Gembala Jemaat, dan Pelantikan Majelis. Ibadah agung tersebut dipimpin dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai tamu undangan, para hamba Tuhan dari jemaat-jemaat GIA di wilayah sekitarnya, serta umat Tuhan yang datang untuk bersyukur bersama. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Andreas menekankan pentingnya teladan dan tanggung jawab seorang pemimpin rohani di tengah jemaat.“Seorang pemimpin yang sejati bukan hanya memimpin dengan kata-kata, tetapi dengan keteladanan hidup. Tanggung jawab dalam pelayanan adalah bentuk kasih kepada Kristus dan umat-Nya,” tegas Pdt. Andreas dalam pesan khotbahnya. Momen puncak ibadah ditandai dengan penahbisan Gembala Jemaat baru, yaitu Pdt. Marihot Siregar, S.Th, yang resmi melayani dan menggembalakan GIA Jemaat Pusat Damai. Penahbisan dilakukan dengan penumpangan tangan dan doa berkat dari para hamba Tuhan yang hadir. Tak hanya itu, bersamaan dengan penahbisan tersebut, dilangsungkan pula pelantikan Majelis Jemaat baru, yang siap melayani bersama gembala dalam membangun pertumbuhan iman dan pelayanan gereja. Ibadah pendewasaan ini juga menjadi tonggak sejarah bagi GIA Jemaat Pusat Damai, yang kini resmi menjadi jemaat dewasa di bawah naungan Gereja Isa Almasih (GIA). Suasana penuh sukacita mewarnai seluruh rangkaian acara, ditutup dengan pujian syukur dan doa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang menjadi ajang kebersamaan dan ucapan selamat kepada gembala dan majelis yang baru. Dengan tiga peristiwa rohani besar yang terjadi dalam satu ibadah, GIA Jemaat Pusat Damai Bodog menorehkan sejarah baru perjalanan pelayanannya sebuah tanda kasih dan penyertaan Tuhan yang nyata bagi jemaat-Nya.

GIA Rajawali Rayakan HUT ke-51 dan Penahbisan Pendeta, Soroti Kasih Allah dan Sukacita Pelayanan

Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Rajawali, Jakarta, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 sekaligus Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda yang diselenggarakan pada Minggu pagi, 5 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB.Acara ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat dan pelayanan GIA Rajawali karena tidak hanya merayakan usia pelayanan gereja yang telah melintasi lima dekade lebih, tetapi juga menyambut secara resmi hamba Tuhan baru dalam kepemimpinan rohani jemaat. Ibadah perayaan dan penahbisan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Gembala Jemaat GIA Rajawali, Ketua Umum dan Sekretaris Umum Sinode GIA, perwakilan Majelis Daerah (MD) VII, Majelis Jemaat GIA Rajawali, Panitia HUT ke-51 GIA Rajawali, serta para hamba Tuhan dari lingkungan MD VII. Hadir pula jemaat GIA Rajawali dan tamu undangan yang turut bersukacita atas karya Tuhan yang dinyatakan melalui gereja ini. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan umum disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, yang mengangkat ayat dari Yohanes 3:16, dengan penekanan bahwa Kasih Allah adalah motif utama yang mendorong Allah melaksanakan misi-Nya bagi dunia. Pdt. Budi menegaskan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk menerima kasih itu, tetapi juga menjadi saksi hidup dari kasih dan misi Allah kepada dunia. “Gereja bukan hanya tempat untuk menerima kasih karunia, tapi harus menjadi agen kasih itu sendiri di tengah dunia yang terluka,” ujar Pdt. Budi dalam khotbahnya yang menggugah. Puncak acara ditandai dengan penahbisan Pdt. Michael Christian Yuwono sebagai pendeta baru serta Pdm. Ivan Christian Saputra dan Pdm. Samson Harry Capah di lingkungan GIA. Dalam khotbah perdana Pdt. Michael Christian Yuwono , ia mengangkat Mazmur 126:3 yang berbunyi “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.” Dalam penyampaiannya, Pdt. Michael menyoroti bahwa perkara besar yang dimaksud adalah karya keselamatan, pemeliharaan Tuhan, serta sukacita yang lahir dari pengalaman kasih itu. “Sukacita pelayanan bukan berasal dari kenyamanan, tapi dari kesadaran akan betapa besar kasih Tuhan bagi kita. Kita melayani karena kita telah lebih dahulu dikasihi,” ungkapnya dalam nada penuh haru dan semangat. Salah satu momen menyentuh dalam ibadah ini adalah kesaksian dari seorang pelayan Sekolah Minggu yang telah mengajar sejak tahun 1990. Ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat menyaksikan anak-anak yang dahulu diajar kini tumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan aktif dalam pelayanan.“Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat benih Firman yang kita tanam bertumbuh dan berbuah. Saya bangga menjadi bagian dari sejarah iman mereka,” ujarnya penuh haru. Perayaan ini menjadi refleksi bagi seluruh jemaat akan kasih setia Tuhan yang menopang perjalanan GIA Rajawali selama 51 tahun. Dari generasi ke generasi, Tuhan terus memakai gereja ini sebagai alat dalam mewartakan Injil, memperlengkapi hamba-hamba-Nya, serta membangun komunitas yang menjadi terang di tengah kota Jakarta. Dengan tema yang terinspirasi dari Yohanes 3:16 dan Mazmur 126:3, acara ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga pengingat panggilan gereja untuk tetap setia dalam kasih dan misi-Nya. IMG_1819 GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (9) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (8) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (7) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (6) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (2)

Categories
Teropong

Mengapa Kamu Mencari Dia Yang Hidup di antara Orang Mati?

- TEROPONG -

Mengapa Kamu Mencari Dia Yang Hidup di antara Orang Mati?

Artikel tentang mencari Dia yang hidup di antara orang mati merupakan sesuatu yang salah arah, dan bagaimana hal ini terkait dengan pencarian kehidupan dan pemenuhan pada tingkat pribadi dan sosial.

mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?

Pendeta Brian, St. Matthew Lutheran Church/ 224 Lovely Street/Avon, CT 06001

Ada cerita tentang seorang pria yang kehilangan kuncinya pada suatu malam. Di luar gelap dan dia keluar mencari kunci itu di bawah lampu jalan. Seorang petugas polisi melihatnya dan berhenti untuk membantu. Dia bertanya kepada pria itu apa yang dia cari. “Saya sedang mencari kunci mobil saya,” katanya, “Saya tidak dapat menemukannya!” Petugas polisi itu mengangguk dan membantunya melihat sekeliling area di bawah lampu jalan.

Mereka mencari di seluruh area tetapi tidak dapat menemukan mereka. Setelah beberapa menit, petugas polisi bertanya kepada pria tersebut apakah dia yakin dia kehilangan kunci di tempat ini. Pria itu berkata, “Tidak, saya kehilangan kunci di taman.” Petugas itu berkata, “Kalau begitu, mengapa Anda mencari mereka di jalan?” “Itu sederhana,” kata pria itu, “Ada lebih banyak cahaya di sini. Tidak akan bisa menemukan apa pun di taman remang-remang itu!”

Pelajaran spiritual dari cerita tersebut adalah, sebagai manusia, kita tahu bahwa kita kehilangan sesuatu yang berharga. Tetapi kita tidak ingin mencarinya di tempat yang pencariannya sulit. Sebaliknya, kita mencari di tempat yang mudah, tetapi di tempat barang berharga atau kunci yang kita cari tidak mungkin ditemukan.

Saya diingatkan tentang kisah-kisah yang mencerminkan perikop yang baru saja kita baca dari Injil Lukas di Paskah ini. Secara khusus apa yang dikatakan para malaikat, atau laki-laki dengan pakaian yang mempesona, kepada para wanita di kubur yang kosong: “Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati? Dia tidak ada di sini, tetapi telah bangkit.” Frasa puitis yang indah ini agak samar dan misterius. Mungkin para malaikat berbicara dengan cara ini untuk mengungkapkan sesuatu tentang sifat manusia.

Untuk mengomentari cara manusia selalu mencari kehidupan di semua tempat yang salah.

Untuk mengungkapkan sesuatu kepada para wanita tentang kondisi manusia, dan bagaimana Kebangkitan Kristus mengubah segalanya.

Kata-kata pertama dari pelayanan Yesus adalah “Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat!” Kata yang kami terjemahkan “bertobat” adalah kata Yunani metanoia, dan itu sebenarnya berarti mengubah pikiran atau perubahan berfikir. Dikatakan bahwa cara terbaik untuk menerjemahkan metanoia adalah “mengubah arah yang Anda”. Maka di sini, di kubur yang kosong, para malaikat mengomentari hal yang sama. Mengapa Anda mencari yang hidup di antara orang mati? Mengapa Anda mencari kebahagiaan, kepuasan, dan kehidupan sejati di semua tempat yang salah?

Ketika para malaikat bertanya, “Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati?” mereka tidak hanya menunjukkan bahwa Yesus telah bangkit dari kematian; mereka juga mengomentari masalah besar sejarah manusia: pencarian hidup dan pemenuhan kita yang salah arah.

Di satu sisi, semua sejarah telah menjadi kisah umat manusia yang mencari yang hidup di antara yang mati. Mencari kehidupan dan kepuasan di semua tempat yang salah. Mencari kebenaran di bidang kepalsuan. Mencari makna di tanah terlantar yang sunyi. Mencari yang hidup di antara yang mati.

Secara individu dan kolektif, kita manusia selalu mencari kehidupan dan kepuasan di tempat yang tidak mungkin ditemukan. Untuk semua sejarah umat manusia, kami telah mencari pemenuhan dalam membangun kerajaan, memperkuat suku kami sendiri dengan mengorbankan suku lain. Dan baru-baru ini dalam sejarah manusia, itu adalah pembangunan ego dan identitas individu kita dengan mengorbankan individu lain.

Pada tingkat masyarakat, kami mencari keamanan dengan menggunakan kekerasan dan perang.

Sudah terlalu lama dunia kita mencari yang hidup di antara yang mati dengan percaya perang akan membawa kedamaian. Dengan menggunakan kekerasan sebagai cara untuk mencapai tujuan kita. Dengan mempercayai struktur kekuasaan yang mendominasi untuk menertibkan dunia.

Pada tingkat pribadi, kita mencari pemenuhan janji uang dan materialisme untuk memberi kita kebahagiaan. Dalam pengejaran tanpa akhir untuk memuaskan semua keinginan dan insting kita. Upaya sia-sia untuk mendapatkan penegasan dari orang lain, untuk meningkatkan reputasi dan popularitas, untuk mendapatkan harga diri dengan apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Manusia berusaha untuk memiliki kekuatan dan kendali atas hidup kami sendiri karena kami tidak dapat mempercayai aliran ilahi alam semesta. Jadi kami mencoba memaksakan hal-hal agar sesuai dengan model kami tentang bagaimana seharusnya, daripada menyerah pada arus.

Kami mencari kasih sayang dan penghargaan tanpa akhir dari tempat yang tidak berdasar. Dan mengharapkan hubungan manusia untuk memenuhi kerinduan terdalam kita akan cinta dan makna.

Kita mencari rasa aman dengan menimbun bendahara untuk diri kita sendiri—terlalu takut untuk berbagi dari kelimpahan kita karena anggapan bahwa kita tidak pernah merasa cukup. Kami merasa tidak aman dalam diri kami, jadi kami merasa terdorong untuk mempertahankan identitas kami dari serangan yang dirasakan yang mengancam konsep diri kami yang rapuh. Kita membiarkan ego kita yang tidak aman mengambil keputusan, dan terjebak dalam kesukuan yang memecah belah bangsa, agama, partai politik, dan kelompok dari segala jenis.

Kami mencari yang hidup di antara yang mati ketika kami menaruh kepercayaan kami pada skema pintar kami sendiri daripada mencari kebijaksanaan keheningan kontemplatif. Kami mencari yang hidup di antara yang mati ketika kami mencari kebahagiaan dalam mengumpulkan barang-barang. Kami mencari yang hidup di antara yang mati ketika kami mencari kebebasan dengan melakukan apa pun yang diinginkan keinginan kami.

Baik secara individu maupun sebagai masyarakat, kita manusia telah mencari makna hidup dalam hal-hal materi, uang, reputasi dan simbol status, dalam penggunaan kekuatan untuk mewujudkan agenda kita.

Kami telah mencari kebahagiaan dengan mencoba memaksa hidup menjadi seperti yang kami inginkan, menjadi budak keinginan dan keegoisan kami sendiri.

Dan ketika kita pasti gagal menemukan makna dan pemenuhan sejati dalam hal-hal yang artifisial dan sementara ini, kita jatuh ke dalam kecanduan dan ketiadaan tujuan. Saat kita mencari permata berharga yang tidak mungkin ditemukan, kita jatuh ke dalam nihilisme dan kesia-siaan. Berpikir bahwa hidup ini tidak lebih dari kebingungan, penderitaan, dan keputusasaan. Tidak ada yang melampaui keberadaan kita saat ini. Tidak ada harapan untuk cara hidup yang lebih baik. Tidak ada tanda-tanda lebih dari ini. Itulah yang terjadi ketika kita menghabiskan hidup kita mencari yang hidup di antara orang mati.

Namun terlepas dari kenyataan bahwa kita manusia selalu mencari kepuasan di semua tempat yang salah.

Selalu mencari kunci di jalan, atau permata di halaman. Terlepas dari pencarian kita yang salah arah untuk pemenuhan—dan sebenarnya, karena pencarian kita yang salah arah—Kristus datang untuk menunjukkan jalannya kepada kita.

Kristus datang untuk mengajar kita melihat. Kristus datang untuk mati dan bangkit kembali agar kita tahu ke mana harus mencari kehidupan sejati. Kristus datang untuk menyembuhkan kebutaan kita, untuk membebaskan kita dari kebingungan, untuk menyelamatkan kita dari usaha kita yang salah arah untuk pemenuhan. Untuk mengubah arah di mana kami mencari kebahagiaan. Yesus Kristus adalah satu-satunya yang kita cari untuk pemenuhan, makna, dan kehidupan sejati. Untuk kehidupan, kita melihat ke arah Yang Hidup. Kita tidak perlu mencari di antara orang mati, hal-hal sementara dan fana dari dunia ini. Yesus mengajar kita untuk melihat melampaui mereka, ke sumber ilahi di pusat segala sesuatu. Untuk menghargai hal-hal di dunia ini, tanpa bergantung pada mereka untuk makna dan pemenuhan akhir.

Meskipun sejarah manusia adalah satu kisah panjang mencari kehidupan dan keselamatan di semua tempat yang salah, tetap saja Kristus datang untuk menunjukkan jalannya kepada kita.

Yesus Kristus mewujudkan Jalan, mewujudkan Kebenaran dan Kehidupan itu sendiri. Dan Dia menderita kematian di kayu salib untuk menebus semua yang ada. Untuk menarik semua yang salah ke dalam diri-Nya dan menebusnya dan menebus dunia.

Kristus mati dan bangkit kembali untuk menunjukkan jalan kepada kita. Untuk menyembuhkan penglihatan kita. Untuk membebaskan kita dari dosa dan keegoisan yang menyesatkan pencarian kita. Untuk menebus kita dan mendamaikan dunia dengan Tuhan. Untuk menyelaraskan kembali dunia dengan Jalan ilahi.

Yesus mengajarkan metanoia: ubah arah yang Anda cari untuk kebahagiaan. Dan ketika para malaikat di kubur bertanya kepada para wanita, “Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati?” mereka mengumumkan bahwa masalah besar sejarah manusia: pencarian hidup dan pemenuhan kita yang salah arah, telah disembuhkan. Ketidaktahuan dan keegoisan serta dosa yang membawa kita ke jalan yang salah, telah diampuni dan diubahkan di dalam Kristus. Karena kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus kita tahu di mana menemukan kerinduan hati kita yang terdalam. Kita tahu arah untuk mencari kebahagiaan. Kami tahu ke mana harus berpaling untuk pemenuhan sejati. Kita tahu di mana menemukan kehidupan sejati.

Jadi bahkan ketika umat manusia sedang mencari kehidupan di semua tempat yang salah, Yesus Kristus datang mencari kita. Untuk berbagi kasih Tuhan dengan kita. Untuk membebaskan kita dari dosa dan membimbing kita menuju kehidupan yang berkelimpahan sekarang dan selamanya.

Minggu Paskah ini kita merayakan kehidupan baru yang kita miliki di dalam Kristus.

Karena salib dan kubur yang kosong, kita bebas. Kami tidak lagi mencari yang hidup di antara yang mati. Karena di dalam Kristus, kita telah menemukan hidup yang sejati. Amin

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

MENJADI HAMBA YANG BERKENAN: MOMENTUM ROHANI DALAM FELLOWSHIP HAMBA TUHAN GIA DAERAH IV

Suasana penuh kehangatan dan sukacita mewarnai pelaksanaan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih Daerah IV yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Isa Almasih Barukan ini menjadi momentum berharga bagi para pendeta dan pendeta muda untuk saling memperkuat, berbagi, dan diteguhkan dalam panggilan pelayanan mereka. Sejak awal acara dimulai, para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di Daerah IV mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh semangat dan sapaan hangat satu sama lain mencerminkan kerinduan untuk bersekutu dalam kasih Kristus. Fellowship ini bukan hanya sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan rohani bagi para pelayan Tuhan yang setiap hari bergumul dalam ladang pelayanan masing-masing. Dalam kesempatan ini Pdt. Filipus Ratmaka selaku Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Selorejo, dipercayakan untuk menyampaikan pemberitaan Firman Tuhan. Dalam penyampaiannya beliau mengangkat tema tentang panggilan untuk menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Pdt. Filipus Ratmaka mengingatkan bahwa keberkenanan di hadapan Tuhan bukan diukur dari keberhasilan pelayanan secara lahiriah semata, melainkan dari kesetiaan, kerendahan hati, serta ketaatan dalam menjalankan kehendak-Nya. Ia menekankan pentingnya integritas pribadi, kehidupan doa yang konsisten, dan hati yang tetap melekat kepada Tuhan di tengah dinamika dan tantangan pelayanan masa kini. “Pelayanan bukan tentang siapa yang terlihat paling berhasil, tetapi siapa yang tetap setia dan hidup berkenan di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu penegasan yang menggugah hati para peserta. Suasana ibadah pun terasa khidmat, beberapa peserta tampak terharu dan merenungkan kembali panggilan pelayanan mereka. Melalui fellowship ini, para Pendeta dan Pendeta muda diteguhkan untuk terus melayani dengan hati yang murni dan motivasi yang benar. Pertemuan ini juga sekaligus mempererat kebersamaan antar hamba Tuhan dan memperkuat sinergi pelayanan di wilayah Daerah IV. Kegiatan Fellowship Hamba Tuhan ini diharapkan menjadi titik tolak pembaruan komitmen setiap pelayan Tuhan untuk terus bertumbuh dalam karakter Kristus, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh-sungguh memuliakan nama Tuhan dan membawa dampak bagi jemaat serta masyarakat luas.

GIA Pandean Lamper Bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

Gereja Isa Almasih  (GIA) Pandean Lamper bekerja sama dengan Yayasan HTE serta Kelurahan Peterongan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di GIA Pandean Lamper, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh jemaat GIA Pandean Lamper, pengurus Yayasan HTE, perwakilan Kelurahan Peterongan, serta masyarakat sekitar yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan Holistik Mission, yaitu misi gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa sekaligus berbagi secara nyata kepada masyarakat melalui pelayanan sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pasar Murah menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Panitia menyediakan 1.000 paket sembako murah yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp40.000 per paket. Seluruh paket sembako tersebut habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga Kelurahan Peterongan terhadap kegiatan ini. Tak hanya Pasar Murah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan panggung gembira, layanan cukur rambut gratis, pijat gratis, pengobatan gratis, serta berbagai tenant kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Panitia juga membagikan doorprize dan berbagai hadiah kepada warga yang mengikuti rangkaian acara panggung gembira, menambah semarak dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Panitia bersyukur atas kelancaran acara yang didukung oleh cuaca yang cerah sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme warga Kelurahan Peterongan terlihat sangat baik, baik dalam pembelian paket sembako maupun partisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sosial yang disediakan. Melalui kegiatan ini, GIA Pandean Lamper bersama Yayasan HTE dan Kelurahan Peterongan berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, mempererat hubungan antara gereja dan warga, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (1) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (8) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (7) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (6) PASAR MURAH GIA PANDEAN LAMPER (5)

Penahbisan Pdm di GIA Jemursari Surabaya Tekankan Kepemimpinan yang Melayani

Gereja Isa Almasih (GIA) Jemursari Surabaya menggelar acara Penahbisan Pendeta Muda (Pdm) atas diri Sdr. Elsa Krisman Klinton Halawa dan Sdri. Arnetty Maduwu, pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di gedung gereja GIA Jemursari Surabaya. Ibadah penahbisan berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GIA Daerah V, para hamba Tuhan, jemaat, serta tamu undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut Pdt. Kukuh Priyono, Pdt. Jacob Setyabudi, Pdt. Yosia Nugroho Adi, dan Pdt. Yoanda Nancy selaku jajaran Pimpinan Sinode GIA Daerah V, bersama gembala serta jemaat GIA Jemursari Surabaya yang memberikan dukungan dan doa bagi kedua Pdm yang ditahbiskan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Kukuh Priyono dengan mengangkat tema “Kebutuhan Gereja Saat Ini Adalah Kepemimpinan yang Benar di Hadapan Tuhan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Kukuh menegaskan bahwa di tengah dunia yang menawarkan beragam model kepemimpinan, Tuhan Yesus memberikan teladan kepemimpinan yang sejati, yaitu kepemimpinan yang melayani. Ia mengutip Matius 9:36, yang menggambarkan belas kasihan Yesus kepada orang banyak, sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan Kristen. Lebih lanjut disampaikan bahwa gereja masa kini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki perasaan simpati dan empati, tetapi juga hati yang bertindak nyata. Hamba Tuhan dan jemaat diajak untuk dengan sungguh-sungguh melihat kebutuhan pelayanan yang ada, menjawabnya dengan sepenuh hati, serta memperlengkapi diri dengan kompetensi yang diperlukan untuk dipersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan. Penahbisan Pdm ini menjadi momen penting bagi perjalanan pelayanan Sdr. Elsa Krisman Klinton Halawa dan Sdri. Arnetty Maduwu, sekaligus peneguhan panggilan mereka untuk melayani Tuhan dan jemaat dengan kerendahan hati dan tanggung jawab. Hal menarik dalam rangkaian ibadah penahbisan ini adalah seluruh lagu-lagu pujian yang dibawakan diambil dari Nafiri Sion, yang menambah nuansa kekhidmatan serta membawa jemaat pada suasana penyembahan yang mendalam. Melalui penahbisan ini, GIA Jemursari Surabaya berharap lahirnya pemimpin-pemimpin rohani yang setia, berintegritas, dan siap melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, guna membangun gereja dan menjawab tantangan pelayanan di masa kini dan yang akan datang. Penahbisan Pdm GIA Jemursari (9) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (8) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (7) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (3) Penahbisan Pdm GIA Jemursari (10)

Dies Natalis ke-59 STT Abdiel dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel Periode 2026–2030 Berlangsung Khidmat

Sekolah Tinggi Teologi (STT) Abdiel memperingati Dies Natalis ke-59 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026–2030. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Aula STT Abdiel, dan berlangsung dengan meriah serta penuh kekhidmatan. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Bupati Kabupaten Semarang, perwakilan Bimas Kristen Provinsi Jawa Tengah, Bimas Kristen Kabupaten Semarang, jajaran pimpinan MPH Sinode GIA, Pembina dan Pengurus Yayasan STT Abdiel, serta mitra-mitra dan undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Semarang menyampaikan apresiasi atas kontribusi STT Abdiel selama hampir enam dekade dalam mencetak pemimpin rohani dan pelayan masyarakat yang berintegritas. Kehadiran langsung Bupati dalam acara ini menjadi salah satu hal unik dan istimewa, sekaligus menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan teologi dan pembinaan nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Momentum Dies Natalis ke-59 ini mengusung tujuan utama untuk mengukuhkan fondasi iman, ilmu, dan keteladanan di tengah krisis nilai dan kemanusiaan yang semakin kompleks. STT Abdiel diharapkan terus menjadi pusat pendidikan teologi yang relevan, kontekstual, dan berdampak bagi gereja maupun bangsa. Puncak acara ditandai dengan pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026–2030, yang berlangsung secara khidmat dan penuh makna. Pelantikan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus komitmen baru dalam melanjutkan visi dan misi STT Abdiel ke depan. Inilah Daftar Pimpinan STT Abdiel yg baru dilantik : Ketua : Pdt. Dr. Christine Sri Rahayu, M.Pd. Waket I : Pdt. Sianny Astuti, M.Pd. Waket II : Pdt. Dr. Slamet Santoso, M.Th. Waket III : Pdt. Nefry Christoffel Benyamin, M.Th. Dir. Pasca Sarjana : Pdm. Dr. Mianto Nugroho Agung, M.Th. Suasana acara semakin bermakna dengan persembahan pujian dari Paduan Suara STT Abdiel, yang menghadirkan nuansa rohani mendalam dan menambah kekhidmatan seluruh rangkaian kegiatan. Melalui peringatan Dies Natalis ke-59 dan pelantikan pimpinan baru ini, STT Abdiel menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun generasi yang beriman teguh, berilmu, dan menjadi teladan di tengah tantangan zaman. Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (4) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (5) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (6) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (7) Diesnatalis STT Abdiel ke-59 dan Pelantikan Pimpinan STT Abdiel periode 2026-2030 (8)

Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung

Gereja Isa Almasih (GIA) Maleer Bandung telah menyelenggarakan Ibadah Penahbisan Pendeta sebagai ungkapan syukur atas panggilan dan penetapan hamba-hamba Tuhan dalam pelayanan gerejawi. Dalam ibadah tersebut, telah ditahbiskan Pdt. Agung Setyo S., S.Th. dan Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th. sebagai pendeta dalam lingkup pelayanan Sinode Gereja Isa Almasih. Ibadah penahbisan ini dihadiri oleh perwakilan Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode Gereja Isa Almasih, yaitu Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th., Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th., dan Pdt. Benaya Dwi Cahyono, M.Th. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, M.Th. yang mengangkat tema “Mengenal dan Merespon Panggilan Allah” (Kisah Para Rasul 26:14-18). Ia menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk melayani. Melayani adalah anugerah dari Tuhan, panggilan untuk melayani harus direspon dengan perubahan hidup yang nyata, kesediaan membayar harga serta ketaatan dan kesetiaan sampai akhir. Dalam kesempatan ini juga kotbah perdana disampaikan oleh Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th., yang menekankan bahwa Tuhan tidak hanya menciptakan kita tapi Tuhan juga memiliki panggilan atas hidup kita (Yeremia 1:4-5). Tuhan mengenal kita terlebih dahulu, Tuhan memanggil kita dalam keterbatasan. Tuhan tidak pernah salah memilih, saat kita mau maka Ia akan terus memampukan. Tuhan yang memanggil, Ia akan terus menyertai. Pernyataannya yang menguatkan adalah “Jika Tuhan yang utus, maka Ia juga yang akan urus.” Kiranya melalui penahbisan ini, Pdt. Agung Setyo, S.Th. dan Pdt. Samuel Hamonangan Bringin Marbun, S.Th. semakin diteguhkan oleh Tuhan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pelayanan, serta dapat menjadi berkat bagi jemaat, gereja, dan masyarakat luas. Kiranya Tuhan meneguhkan dan memimpin langkah pelayanan mereka agar setia hingga akhir dalam melaksanakan panggilan-Nya. Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (9) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (8) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (7) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (6) Ibadah Penahbisan Pendeta Gereja Isa Almasih Maleer Bandung (3)

Natal Bersama GIA Daerah VI Penuh Sukacita dan Kebersamaan

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih yang digelar pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Acara ini dihadiri oleh anggota-anggota Gereja Isa Almasih dari seluruh wilayah Daerah VI, serta dilayani oleh para pelayan Tuhan dari gereja-gereja yang tergabung dalam wilayah tersebut. Mengusung tema “UNITY – All In God’s Life”, perayaan Natal tahun ini menekankan pentingnya persatuan umat dalam kehidupan yang berpusat pada Allah. Tema tersebut disampaikan secara mendalam melalui khotbah yang dibawakan oleh Pdt. Elia Setiawan, yang mengingatkan jemaat akan panggilan untuk kembali bersatu dengan Bapa di Surga. Dalam pesannya, ditegaskan bahwa hanya melalui Kristus, manusia diperdamaikan dengan Bapa, sehingga persatuan sejati berakar pada iman kepada Yesus Kristus. Selain ibadah dan penyampaian firman, hal yang menjadi sorotan utama dalam perayaan ini adalah terbentuknya kebersamaan yang kuat antar pelayan Tuhan dari berbagai gereja di Daerah VI. Kolaborasi lintas gereja terlihat nyata, baik dalam pelayanan ibadah maupun dalam rangkaian kegiatan yang disusun bersama, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi inti tema perayaan. Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan rohani yang luar biasa, mulai dari pujian dan penyembahan hingga persembahan kreatif lainnya, yang seluruhnya dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan. Penampilan-penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin dan menambah kekhidmatan suasana Natal. Perayaan Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat ini diharapkan tidak hanya menjadi momen seremonial tahunan, tetapi juga memperkuat komitmen umat dan para pelayan Tuhan untuk terus hidup dalam kesatuan, kasih, dan pelayanan, membawa damai Natal ke tengah kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (1) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (4) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (5) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (6) Natal Bersama Daerah VI Jawa Barat Gereja Isa Almasih (7)

Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII GIA Berlangsung Meriah di Pegangsaan

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII Gereja Isa Almasih (GIA) yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Desember 2025, bertempat di GIA Pegangsaan. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Pria dan Wanita Daerah VII Gereja Isa Almasih yang datang dengan antusias untuk merayakan makna Natal bersama. Perayaan Natal tahun ini berlangsung dengan khidmat sekaligus meriah. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Gunawan Hartono dengan tema “Keajaiban Natal”, yang menekankan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang nyata dan membawa pengharapan bagi umat percaya. Dalam khotbahnya, Pdt. Gunawan mengajak seluruh jemaat untuk mengalami keajaiban Natal tidak hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai pengalaman iman yang mengubahkan kehidupan sehari-hari. Selain ibadah dan penyampaian Firman Tuhan, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari kaum wanita Daerah VII. Persembahan pujian, tarian, dan kreativitas lainnya seperti permainan angklung berhasil menciptakan suasana penuh kegembiraan dan mempererat kebersamaan antarjemaat. Jemaat yang hadir tampak larut dalam pujian dan perayaan, mencerminkan semangat Natal yang penuh kasih dan sukacita. Panitia Natal Gabungan menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh anggota Pria dan Wanita Daerah VII yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan baik. Diharapkan, melalui perayaan Natal bersama ini, persatuan dan pelayanan di lingkungan Gereja Isa Almasih Daerah VII semakin kuat, serta semangat Natal dapat terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perayaan Natal Gabungan Pria–Wanita Daerah VII GIA ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan dan meneguhkan iman jemaat dalam menyambut Natal dengan penuh sukacita dan pengharapan. natal gabungan pria wanita D VII (2) natal gabungan pria wanita D VII (5) natal gabungan pria wanita D VII (7) natal gabungan pria wanita D VII (8) natal gabungan pria wanita D VII (9)

Penahbisan Pendeta Muda GIA Galunggung Teguhkan Panggilan Pelayanan

Gereja Isa Almasih Galunggung, Kota Bandung, menggelar acara Penahbisan Pendeta Muda pada 30 November 2025. Ibadah penahbisan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di gedung Gereja GIA Galunggung dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta anggota Majelis Daerah VI Sinode GIA, bersama seluruh Jemaat GIA Galunggung. Acara penahbisan menjadi momentum penting bagi gereja dalam meneguhkan panggilan pelayanan hamba Tuhan di tengah tantangan zaman. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Elia Setiawan, dengan mengangkat tema “Faithful to the Call” yang bersumber dari 1 Tesalonika 5:24. Dalam khotbahnya, Pdt. Elia menegaskan bahwa menjadi seorang hamba Tuhan adalah panggilan khusus dari Tuhan, yang menuntut kesetiaan, ketaatan, dan kepercayaan penuh kepada Dia yang memanggil.“Dia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan melakukannya,” demikian pesan firman yang ditekankan, sebagai penguatan bagi para pelayan Tuhan agar tetap teguh dalam menjalankan tugas pelayanan. Salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian acara ini adalah khotbah perdana yang disampaikan oleh pendeta muda yang baru ditahbiskan, Pdm. Yusuf Sudarmanto, S.Th Dalam khotbah perdananya, Pdm. Yusuf mengajak seluruh jemaat untuk hidup setia dalam panggilan Tuhan, baik dalam pelayanan gerejawi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kerendahan hati dan semangat pelayanan, mencerminkan komitmen seorang hamba Tuhan yang siap melayani dengan setia di ladang Tuhan. Begitupun juga dengan Pdm. Gilbert Sianturi, S.Sn yang juga ditahbiskan untuk melayani di GIA Galunggung dan menjadi semangat yang baru bagi rekan sepelayanan disana dalam pelayanan bidang musik. Melalui penahbisan ini, GIA Galunggung berharap lahirnya generasi pelayan Tuhan yang tetap berpegang teguh pada panggilan ilahi, setia dalam iman, dan berdampak bagi gereja serta masyarakat luas. Acara ditutup dengan doa dan ucapan syukur, menandai awal perjalanan pelayanan Pdm. Yusuf Sudarmanto sebagai pendeta muda di lingkungan Sinode GIA.   GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (7) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (8) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (9) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (1) GIA JG Penahbisan Pendeta Muda 30112025 (2)

Penahbisan Pendeta dan Gembala GIA Karangkates Berlangsung Khidmat

Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Karangkates menggelar acara Penahbisan Pendeta dan Gembala pada Minggu (14/12/2025) pukul 15.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di gedung GIA Karangkates ini dihadiri oleh jajaran pimpinan MPH Sinode GIA, para pendeta Daerah V, pendeta-pendeta sekitar, serta seluruh jemaat GIA Karangkates. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita sebagai penanda penting dalam perjalanan pelayanan GIA Karangkates. Prosesi pembukaan diawali dengan tarian tradisional “Cucuk Lampah”, sebuah tarian yang sarat makna filosofis tentang perjalanan kehidupan yang berserah dan dipimpin oleh Tuhan. Tarian ini menjadi simbol penyerahan pelayanan gereja dan gembala yang ditahbiskan ke dalam pimpinan Allah. Firman Tuhan dalam ibadah penahbisan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa penyertaan Allah tidak hanya bersifat janji, tetapi nyata bagi umat-Nya. “Allah menyertai kita, menyertai pelayanan kita, dan menyertai gereja-Nya. Penyertaan Tuhan adalah kekuatan utama dalam menjalankan panggilan pelayanan,” ujarnya di hadapan jemaat. Momentum bersejarah ini juga ditandai dengan khotbah perdana dari gembala jemaat yang baru ditahbiskan, Pdt. Yosia Nugroho Adi, S.Th., S.Pd. Mengambil dasar firman dari Matius 1:23b, ia menekankan bahwa Allah yang disembah umat Kristen adalah Allah yang hadir secara nyata. “Tuhan bukan sekadar konsep, melainkan Allah yang hidup dan menyertai kita dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, serta pelayanan di GIA Karangkates,” ungkapnya. Penahbisan ini menjadi tonggak baru bagi GIA Jemaat Karangkates untuk semakin dewasa dalam iman, kokoh dalam pelayanan, dan berdampak bagi lingkungan sekitar. Dengan dukungan sinode, para hamba Tuhan, dan jemaat, diharapkan pelayanan gereja ke depan semakin bertumbuh dan memuliakan nama Tuhan. Pendewasaan Gereja dan Penahbisan Gembala GIA Karangkates (3) Pendewasaan Gereja dan Penahbisan Gembala GIA Karangkates (4)

Ibadah Syukur HUT GIA GOMBONG “Berbuah Banyak Di Dalam Dia” Menjadi Panggilan Bersama Jemaat

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-21 Gereja Isa Almasih (GIA) Gombong yang digelar pada Minggu, 30 November 2025. Perayaan berlangsung di gedung GIA Gombong dengan dihadiri seluruh jemaat serta para tamu undangan yang datang dari berbagai wilayah. Ibadah syukur dibuka dengan pujian dan penyembahan oleh tim musik gereja, membawa seluruh jemaat memasuki momen ibadah yang penuh ucapan syukur atas penyertaan Tuhan selama 21 tahun pelayanan GIA Gombong. Puncak ibadah ditandai dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Gembala Jemaat GIA Gombong, Pdt. Yotam Andreas Suwarno, S.Th, yang membawakan khotbah bertema “Berbuah Banyak di Dalam Dia” yang terambil dari Yohanes 15:5. Dalam renungannya, Pdt. Yotam menegaskan pentingnya setiap jemaat tinggal dalam Kristus agar hidup dapat menghasilkan buah yang baik, baik dalam pelayanan maupun keseharian. Ia mengajak jemaat untuk terus bertumbuh, berakar kuat dalam firman, serta menjadi berkat bagi sesama. Selain ibadah syukur, momen paling berkesan dalam perayaan HUT ke-21 ini adalah pelaksanaan baptisan air bagi lima jemaat baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar GIA Gombong. Prosesi baptisan yang dilakukan setelah ibadah firman menjadi simbol komitmen iman dan langkah awal untuk bertumbuh bersama dalam Kristus. Jemaat menyambut para peserta baptisan dengan sukacita dan doa, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari tubuh Kristus di GIA Gombong. Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai perjalanan dua dekade lebih GIA Gombong dalam melayani dan membawa damai sejahtera bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat tema tahun ini, seluruh jemaat diharapkan terus melangkah bersama, berbuah banyak, dan menjadi terang bagi lingkungan di mana mereka ditempatkan.GIA Gombong 21 Tahun Melayani, Makin Berbuah di Dalam Dia. Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (10) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (9) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (7) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (8) Ibadah Syukur HUT 21 GIA GOMBONG (6)

Ibadah Natal & Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV Berlangsung Khidmat di GIA Jlarem

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan Gereja Isa Almasih (GIA) Daerah IV yang digelar di GIA Jlarem pada Senin, 1 Desember 2025. Acara tahunan yang dinanti ini dihadiri oleh para Pendeta dan Pendeta Muda GIA Daerah IV, serta para pelayan Tuhan dari berbagai cabang daerah. Ibadah dimulai dengan pujian penyembahan yang membawa jemaat pada keheningan syukur akan penyertaan Tuhan sepanjang tahun. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Yusuf Lempang dari GIA Colombo, Yogyakarta, yang mengangkat pesan Natal tentang Allah yang hadir untuk memulihkan dan mengangkat kehidupan keluarga. Dalam khotbahnya, Pdt. Yusuf menegaskan pentingnya hubungan yang kuat antara suami dan istri, serta panggilan untuk saling menguatkan dalam segala musim kehidupan. “Allah tidak hanya hadir menyelamatkan, tetapi juga memulihkan. Keluarga-keluarga diangkat kembali, dan suami istri dipanggil untuk saling menopang dalam kasih Kristus,” demikian disampaikan Pdt. Yusuf dalam pesannya yang disambut hangat oleh seluruh peserta. Tahun ini, suasana perayaan terasa lebih semarak. Panitia melaporkan bahwa jumlah peserta meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme dan kerinduan yang besar dari para hamba Tuhan untuk kembali berkumpul, bersekutu, serta saling menguatkan dalam pelayanan. Acara ditutup dengan sesi fellowship yang berlangsung penuh kehangatan. Para peserta saling berbagi pengalaman pelayanan, mempererat hubungan antarhamba Tuhan, dan menguatkan komitmen untuk melayani jemaat di wilayah masing-masing. Dengan berakhirnya kegiatan ini, para hamba Tuhan GIA Daerah IV pulang dengan hati yang dikuatkan serta sukacita Natal yang kembali dinyalakan, menjadi bekal untuk memasuki pelayanan di tahun yang akan datang. Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (1) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (3) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (4) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (5) Ibadah Natal dan Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV (9)

Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo

Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat serta Majelis Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Kuwasenrejo berlangsung khidmat pada Minggu, 23 November 2025, pukul 17.00 WIB di gedung GIA Jemaat Kuwasenrejo, Gunungpati, Semarang. Umat memenuhi ruang ibadah untuk menyaksikan momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja tersebut. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GIA, para pendeta-pendeta Daerah 1 Sinode GIA, majelis jemaat, tamu undangan, serta seluruh umat GIA Kuwasenrejo. Kehadiran para pemimpin gerejawi dari berbagai daerah membuat suasana ibadah penuh sukacita sekaligus keharuan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, yang mengangkat tema “Membawa Umat untuk Makin Mengenal Tuhan” berdasarkan 1 Korintus 3:10–14. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa pelayanan gereja harus berlandaskan ketekunan, integritas, dan fokus pada Kristus sebagai dasar utama. Ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerja Tuhan dipanggil untuk membangun pelayanan dengan kualitas rohani yang kuat dan tahan uji. Momen paling istimewa dalam ibadah ini adalah penahbisan Pdt. Didik Asmarahadi, S.Th sebagai Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo. Prosesi penahbisan dilaksanakan melalui penumpangan tangan para pemimpin sinode dan pendeta daerah, menandai pengesahan resmi Pdt. Didik untuk melayani jemaat sebagai gembala yang sah. Dalam sambutannya, perwakilan sinode menyampaikan bahwa penahbisan ini bukan sekadar pengukuhan jabatan, tetapi juga peneguhan panggilan Allah bagi Pdt. Didik untuk menjadi kepanjangan tangan Tuhan dalam pertumbuhan dan pembinaan rohani jemaat GIA Kuwasenrejo. Jemaat pun menyambut penuh harapan agar pelayanan Pdt. Didik membawa pembaharuan dan kedewasaan iman yang semakin kuat. Ibadah ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat. Suasana kehangatan dan syukur terpancar dari wajah para umat yang hadir, menandai sebuah awal baru bagi perjalanan pelayanan GIA Kuwasenrejo di bawah kepemimpinan gembala baru mereka. Acara ini menjadi tonggak penting bagi gereja setempat dan diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan pelayanan GIA di wilayah Gunungpati dan sekitarnya. Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (10) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (4) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (6) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (7) Ibadah Pendewasaan dan Penahbisan Gembala Jemaat GIA Kuwasenrejo (8)

Semangat Pelayanan Tak Surut: Ibadah Misi D VIII di GIA Kedungun

Ibadah Misi Majelis Daerah (MD) VIII Sinode Gereja Isa Almasih (GIA) berlangsung dengan hikmat pada Jumat, 14 November 2025 pukul 15.00 di GIA Kedungun. Meski diguyur hujan lebat sejak awal ibadah, antusiasme jemaat dan para pendeta yang hadir tidak surut sedikit pun. Suasana gereja justru terasa semakin hangat oleh semangat pelayanan dan kebersamaan. Ibadah khusus ini dihadiri oleh para Pendeta Daerah VIII Sinode GIA, yang datang dari berbagai wilayah pelayanan. Kehadiran mereka menjadi tanda kuatnya komitmen bersama dalam memperkuat misi gereja serta memperbaharui semangat pelayanan di daerah masing-masing. Pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Deny Kristianto, yang mengangkat nats dari Lukas 10:21. Dalam khotbahnya, beliau menekankan ajakan untuk menjadi seperti anak kecil/Nepios yang memiliki hati sederhana, tulus, dan selalu siap belajar dalam melayani Tuhan. Pemikiran yang sederhana, kata beliau, bukan berarti dangkal, tetapi mampu melihat kehendak Tuhan tanpa dipenuhi ambisi dan kerumitan pikiran manusia. “Tuhan Yesus bersukacita ketika murid-murid mampu menerima kebenaran dengan hati anak kecil,” ujar Pdt. Deny. “Pelayan Tuhan diingatkan untuk tetap rendah hati, berserah, dan bersandar pada hikmat Tuhan, bukan pada kehebatan diri sendiri.” Di tengah derasnya hujan yang mengguyur, para peserta ibadah tetap mengikuti rangkaian acara dengan penuh sukacita. Hujan yang menghantam genting gereja sesekali terdengar keras, namun tidak mengurangi kekhidmatan pujian, doa, serta perenungan Firman Tuhan. Bahkan, suasana tersebut semakin menegaskan kuatnya komitmen jemaat dalam menjalankan misi pelayanan. Ibadah Misi MD VIII ini ditutup dengan doa bersama dan penguatan bagi seluruh pelayan Tuhan agar tetap setia melayani di ladang yang telah Tuhan percayakan. Semangat kebersamaan dan kesederhanaan hati yang ditekankan dalam firman menjadi bekal baru bagi para pendeta dan jemaat dalam melanjutkan pelayanan di daerah masing-masing. Dengan berakhirnya ibadah ini, diharapkan semangat pelayanan yang tulus dan penuh sukacita terus mengalir dalam setiap langkah misi MD VIII, membawa terang Kristus kepada lebih banyak jiwa. Ibadah Misi VIII di GIA Kedungun (3) Ibadah Misi VIII di GIA Kedungun (6)

Momentum Bersejarah: Penahbisan Pelayan Tuhan di GIA Subah Batang

Perayaan penuh sukacita dan khidmat berlangsung di GIA Subah, Kabupaten Batang, dalam Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Subah. Acara yang ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, karena dua pelayan Tuhan resmi diteguhkan untuk memasuki tahapan pelayanan yang baru. Ibadah penahbisan dihadiri oleh jajaran Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GIA, para pendeta dari Daerah 1, serta seluruh jemaat GIA Subah yang memenuhi ruang ibadah. Tak hanya itu, suasana kebersamaan lintas gereja juga terlihat dengan hadirnya para pendeta dari GKJ Batang serta beberapa pendeta dari gereja-gereja lain di wilayah Kabupaten Batang. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Sukamal B. Fadelan, yang menekankan pentingnya sikap giat, sungguh-sungguh, dan melampaui kebiasaan dalam melayani Tuhan. “Dalam melayani Tuhan, kita tidak boleh hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Kita dipanggil untuk memberikan yang terbaik lebih dari yang biasanya,” tegas Pdt. Sukamal, yang disambut anggukan dan penghayatan mendalam dari para jemaat. Pesan ini menjadi penguatan bagi seluruh pelayan Tuhan, khususnya bagi mereka yang hari itu diteguhkan dalam tugas pelayanan yang baru. Puncak acara ditandai dengan penahbisan dan pengukuhan dua pelayan Tuhan yaitu, Pdt. Ester Ika Wahyuningsih, S.Th., S.Pd. sebagai Pendeta GIA, Pdm. Yulius Sulistianto, S.Th. sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan berjalan khidmat dengan penumpangan tangan oleh jajaran pendeta dan pimpinan sinode, diiringi doa bersama seluruh jemaat. Yang menarik perhatian dalam acara ini adalah hadirnya para pendeta dari GKJ Batang serta pendeta-pendeta lain di Kabupaten Batang. Kehadiran mereka menunjukkan hubungan yang harmonis dan semangat kebersamaan antar-gereja di wilayah tersebut. Banyak jemaat menyambut baik hal ini, melihatnya sebagai bukti bahwa pelayanan Tuhan dapat menyatukan berbagai denominasi untuk saling mendukung dalam karya Kerajaan Allah. Ibadah penahbisan ditutup dengan doa syukur dan pemberian selamat kepada kedua pelayan Tuhan yang baru ditahbiskan. Suasana penuh sukacita terasa ketika jemaat, keluarga, dan para pendeta memberikan ucapan selamat dan doa bagi langkah pelayanan ke depan. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai wujud kebersamaan dan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang proses pelayanan di GIA Subah. Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda GIA SUBAH (3) Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda GIA SUBAH (7)

Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar Berlangsung Khidmat, Bertepatan dengan HUT IX Gereja

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai ibadah istimewa Penahbisan Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih (GIA) Denpasar, yang digelar pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, di gedung GIA Denpasar, Bali. Momen bersejarah bagi jemaat ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun GIA Denpasar yang ke-9. Acara penahbisan dihadiri oleh jajaran Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode GIA, para pendeta dari Majelis Daerah (MD), serta seluruh jemaat GIA Denpasar yang memenuhi ruang ibadah. Kehadiran para hamba Tuhan dan jemaat menambah semarak serta kekhidmatan perayaan iman tersebut. Dalam ibadah penahbisan, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono yang mengangkat tema: “Setia dalam Menjalankan Tugas Penggembalaan”, terinspirasi dari 1 Petrus 5:1–4. Dalam khotbahnya, Pdt. Budi menekankan pentingnya keteladanan seorang gembala jemaat dalam menggembalakan umat Tuhan dengan rendah hati, kasih, dan kesetiaan, sebagaimana Rasul Petrus menasihatkan kepada para penatua gereja. “Seorang gembala bukan hanya memimpin, tetapi juga melayani dengan hati yang tulus, sebagaimana Kristus adalah Gembala Agung bagi umat-Nya,” ujar Pdt. Budi dalam pesan rohaninya. Prosesi penahbisan  Pdt. Djoko Pitojo dilakukan dengan doa dan penumpangan tangan oleh para pendeta yang hadir, menandai dimulainya pelayanan resmi gembala jemaat yang baru di GIA Denpasar. Ibadah berlangsung dengan penuh rasa syukur dan diiringi pujian dari tim paduan suara jemaat. Tidak hanya penahbisan, ibadah kali ini juga menjadi momen refleksi dan ucapan syukur atas sembilan tahun berdirinya GIA Denpasar. Dalam sambutannya, perwakilan jemaat menyampaikan terima kasih kepada seluruh hamba Tuhan dan jemaat yang telah bersama-sama membangun pelayanan gereja hingga saat ini. Acara kemudian ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah seluruh jemaat, menandai kebersamaan dan semangat baru dalam pelayanan penggembalaan di tengah-tengah komunitas GIA Denpasar.Dengan berlangsungnya penahbisan ini, diharapkan GIA Denpasar semakin bertumbuh dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan untuk menjadi terang bagi masyarakat di Pulau Dewata. Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (1) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (9) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (8) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (7) Penahbisan Gembala Jemaat GIA Denpasar (6)

Ibadah Emiritasi, Penahbisan Gembala Jemaat, Dan Hut XI GIA Jemaat Supriyadi Berlangsung Khidmat Dan Penuh Sukacita

Suasana penuh sukacita dan haru mewarnai pelaksanaan Ibadah Emiritasi, Penahbisan Gembala Jemaat, serta Perayaan HUT ke-XI GIA Jemaat Supriyadi yang digelar di Gedung Gereja GIA Jemaat Supriyadi pada Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 11.00 WIB. Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh jajaran petinggi MPH GIA, para pendeta dari berbagai GIA di sekitar wilayah tersebut, serta seluruh jemaat GIA Jemaat Supriyadi. Momen bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat, menandai transisi kepemimpinan yang berlangsung dengan penuh kasih, kebersamaan, dan semangat melanjutkan pelayanan Kristus. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, yang mengangkat tema: “Bersama Kristus Melanjutkan Estafet dan Menatap Masa Depan.” Pesan yang disampaikan mengingatkan seluruh jemaat akan pentingnya melanjutkan pelayanan dengan kesetiaan, ketulusan, serta pengharapan yang teguh di dalam Kristus. Salah satu momen paling berkesan dalam acara ini adalah penyerahan tongkat kepemimpinan dari Pdt. Em. Timotius Agus Supoyo kepada Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Ag, yang dilakukan secara simbolis dan berlangsung dengan penuh hikmat serta sukacita. Proses serah terima ini menggambarkan semangat kebersamaan dan kesinambungan pelayanan di tubuh gereja, di mana estafet pelayanan diteruskan kepada gembala yang baru dengan penuh rasa syukur dan komitmen untuk melayani lebih baik. Perayaan HUT ke-11 GIA Jemaat Supriyadi turut menjadi refleksi atas karya dan penyertaan Tuhan selama lebih dari satu dekade pelayanan. Jemaat bersama seluruh pelayan Tuhan menyatakan tekad untuk terus bertumbuh dalam iman, melayani dengan kasih, serta menjadi terang bagi lingkungan sekitar. Acara kemudian ditutup dengan doa syukur dan persekutuan kasih yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Dengan tema besar “Bersama Kristus Melanjutkan Estafet dan Menatap Masa Depan,” GIA Jemaat Supriyadi meneguhkan langkahnya untuk terus melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (9) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (8) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (6) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (2) Ibadah Emiritasi,Penahbisan Gembala Jemaat dan HUT XI GIA SUPRIYADI (4)

IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT

Bayang, 20 Oktober 2025 Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih  (GIA) Jemaat Bayang pada Senin sore . Meski tengah dalam proses renovasi, jemaat GIA Bayang berhasil melaksanakan Ibadah Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala Jemaat dengan tertib dan penuh semangat rohani. Ibadah yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh para hamba Tuhan, jemaat, dan tamu undangan dari berbagai wilayah pelayanan. Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan”. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan pentingnya seorang pemimpin gereja memiliki integritas, keteladanan, serta kesetiaan dalam menjalankan panggilan Tuhan, meskipun dalam situasi dan tantangan pelayanan yang tidak selalu mudah. Suasana ibadah semakin khidmat ketika acara Penahbisan Gembala Jemaat dilangsungkan. Dalam momen penuh sukacita tersebut, Pdt. Edi Susanto, S.Th resmi ditahbiskan sebagai Gembala Jemaat GIA Bayang yang baru. Ucapan selamat dan doa dari para hamba Tuhan serta jemaat mengalir untuk mendukung pelayanan beliau ke depan. Hal yang menarik dari acara ini adalah semangat kebersamaan dan dedikasi jemaat yang begitu terasa. Meskipun gedung gereja masih dalam proses renovasi, jemaat menunjukkan komitmen dan antusiasme yang tinggi untuk tetap menyelenggarakan ibadah dengan penuh hikmat dan tertib. Dengan penataan sederhana, suasana ibadah tetap berjalan lancar dan penuh sukacita. Acara ditutup dengan doa berkat serta foto bersama seluruh jemaat dan tamu undangan, menandai awal baru bagi GIA Jemaat Bayang dalam perjalanan pelayanannya. Melalui momentum Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala ini, diharapkan GIA Bayang semakin bertumbuh menjadi gereja yang dewasa, mandiri, dan terus menjadi terang serta berkat bagi masyarakat sekitar. IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (4) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (2) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (3) IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT (5)

Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat

Singkut, 20 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Singkut Durian yang berlangsung pada hari Senin di gedung GIA Singkut Durian. Ibadah penahbisan ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, dengan ditahbiskannya Pdt. Onianto, S.Th sebagai Gembala Jemaat dan Pdm. Ferianto, S.Th sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan disertai doa dan penumpangan tangan oleh para hamba Tuhan dari sinode GIA serta dihadiri oleh para tamu undangan, pelayan gereja, dan jemaat dari berbagai wilayah. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Mus Budiarto dengan tema “Sinergi Dalam Pelayanan”. Melalui khotbahnya, Pdt. Mus menekankan pentingnya kerja sama dan kesatuan hati antara para pelayan Tuhan dan jemaat dalam membangun tubuh Kristus. “Pelayanan bukanlah karya pribadi, tetapi kolaborasi dalam kasih dan ketaatan kepada Tuhan. Ketika gereja bersinergi, nama Tuhan dimuliakan,” ujar Pdt. Mus dalam khotbahnya. Rangkaian acara berjalan dengan tertib dan penuh hikmat, diiringi pujian dan penyembahan yang menguatkan iman jemaat. Penahbisan ini tidak hanya menjadi simbol pengutusan dan tanggung jawab baru bagi para hamba Tuhan, tetapi juga menjadi momentum pembaruan semangat pelayanan di tengah jemaat GIA Singkut Durian. Dalam sambutannya, Pdt. Onianto menyampaikan rasa syukur dan kerendahan hati atas kepercayaan yang diberikan. “Segala puji bagi Tuhan Yesus Kristus. Tugas ini bukan kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani dengan kasih dan kesetiaan,” ujarnya. Sementara itu, Pdm. Ferianto berkomitmen untuk terus belajar dan bertumbuh dalam pelayanan. “Saya bersyukur boleh dipercayakan melayani di ladang Tuhan ini. Kiranya setiap langkah kami senantiasa diarahkan oleh Roh Kudus,” tuturnya. Acara diakhiri dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat, yang turut mempererat kebersamaan dalam kasih Kristus. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa GIA Singkut Durian terus berkomitmen untuk melahirkan dan membina pelayan-pelayan Tuhan yang berdedikasi, demi kemajuan pelayanan gereja dan kemuliaan nama Tuhan di tengah masyarakat. Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (9) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (6) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (4) Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat (5)

TIGA MOMENTUM ROHANI DALAM SATU IBADAH: PENDEWASAAN GIA JEMAAT PUSAT DAMAI, PENAHBISAN GEMBALA, DAN PELANTIKAN MAJELIS

Bodog, 19 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan haru memenuhi gedung GIA Jemaat Pusat Damai, Bodog, pada  hari Minggu pukul 17.00 WIB. Dalam satu ibadah yang istimewa, gereja ini merayakan tiga momentum rohani penting sekaligus : Pendewasaan Jemaat, Penahbisan Gembala Jemaat, dan Pelantikan Majelis. Ibadah agung tersebut dipimpin dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai tamu undangan, para hamba Tuhan dari jemaat-jemaat GIA di wilayah sekitarnya, serta umat Tuhan yang datang untuk bersyukur bersama. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Andreas menekankan pentingnya teladan dan tanggung jawab seorang pemimpin rohani di tengah jemaat.“Seorang pemimpin yang sejati bukan hanya memimpin dengan kata-kata, tetapi dengan keteladanan hidup. Tanggung jawab dalam pelayanan adalah bentuk kasih kepada Kristus dan umat-Nya,” tegas Pdt. Andreas dalam pesan khotbahnya. Momen puncak ibadah ditandai dengan penahbisan Gembala Jemaat baru, yaitu Pdt. Marihot Siregar, S.Th, yang resmi melayani dan menggembalakan GIA Jemaat Pusat Damai. Penahbisan dilakukan dengan penumpangan tangan dan doa berkat dari para hamba Tuhan yang hadir. Tak hanya itu, bersamaan dengan penahbisan tersebut, dilangsungkan pula pelantikan Majelis Jemaat baru, yang siap melayani bersama gembala dalam membangun pertumbuhan iman dan pelayanan gereja. Ibadah pendewasaan ini juga menjadi tonggak sejarah bagi GIA Jemaat Pusat Damai, yang kini resmi menjadi jemaat dewasa di bawah naungan Gereja Isa Almasih (GIA). Suasana penuh sukacita mewarnai seluruh rangkaian acara, ditutup dengan pujian syukur dan doa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang menjadi ajang kebersamaan dan ucapan selamat kepada gembala dan majelis yang baru. Dengan tiga peristiwa rohani besar yang terjadi dalam satu ibadah, GIA Jemaat Pusat Damai Bodog menorehkan sejarah baru perjalanan pelayanannya sebuah tanda kasih dan penyertaan Tuhan yang nyata bagi jemaat-Nya.

GIA Rajawali Rayakan HUT ke-51 dan Penahbisan Pendeta, Soroti Kasih Allah dan Sukacita Pelayanan

Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Rajawali, Jakarta, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 sekaligus Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda yang diselenggarakan pada Minggu pagi, 5 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB.Acara ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat dan pelayanan GIA Rajawali karena tidak hanya merayakan usia pelayanan gereja yang telah melintasi lima dekade lebih, tetapi juga menyambut secara resmi hamba Tuhan baru dalam kepemimpinan rohani jemaat. Ibadah perayaan dan penahbisan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Gembala Jemaat GIA Rajawali, Ketua Umum dan Sekretaris Umum Sinode GIA, perwakilan Majelis Daerah (MD) VII, Majelis Jemaat GIA Rajawali, Panitia HUT ke-51 GIA Rajawali, serta para hamba Tuhan dari lingkungan MD VII. Hadir pula jemaat GIA Rajawali dan tamu undangan yang turut bersukacita atas karya Tuhan yang dinyatakan melalui gereja ini. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan umum disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, yang mengangkat ayat dari Yohanes 3:16, dengan penekanan bahwa Kasih Allah adalah motif utama yang mendorong Allah melaksanakan misi-Nya bagi dunia. Pdt. Budi menegaskan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk menerima kasih itu, tetapi juga menjadi saksi hidup dari kasih dan misi Allah kepada dunia. “Gereja bukan hanya tempat untuk menerima kasih karunia, tapi harus menjadi agen kasih itu sendiri di tengah dunia yang terluka,” ujar Pdt. Budi dalam khotbahnya yang menggugah. Puncak acara ditandai dengan penahbisan Pdt. Michael Christian Yuwono sebagai pendeta baru serta Pdm. Ivan Christian Saputra dan Pdm. Samson Harry Capah di lingkungan GIA. Dalam khotbah perdana Pdt. Michael Christian Yuwono , ia mengangkat Mazmur 126:3 yang berbunyi “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.” Dalam penyampaiannya, Pdt. Michael menyoroti bahwa perkara besar yang dimaksud adalah karya keselamatan, pemeliharaan Tuhan, serta sukacita yang lahir dari pengalaman kasih itu. “Sukacita pelayanan bukan berasal dari kenyamanan, tapi dari kesadaran akan betapa besar kasih Tuhan bagi kita. Kita melayani karena kita telah lebih dahulu dikasihi,” ungkapnya dalam nada penuh haru dan semangat. Salah satu momen menyentuh dalam ibadah ini adalah kesaksian dari seorang pelayan Sekolah Minggu yang telah mengajar sejak tahun 1990. Ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat menyaksikan anak-anak yang dahulu diajar kini tumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan aktif dalam pelayanan.“Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat benih Firman yang kita tanam bertumbuh dan berbuah. Saya bangga menjadi bagian dari sejarah iman mereka,” ujarnya penuh haru. Perayaan ini menjadi refleksi bagi seluruh jemaat akan kasih setia Tuhan yang menopang perjalanan GIA Rajawali selama 51 tahun. Dari generasi ke generasi, Tuhan terus memakai gereja ini sebagai alat dalam mewartakan Injil, memperlengkapi hamba-hamba-Nya, serta membangun komunitas yang menjadi terang di tengah kota Jakarta. Dengan tema yang terinspirasi dari Yohanes 3:16 dan Mazmur 126:3, acara ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga pengingat panggilan gereja untuk tetap setia dalam kasih dan misi-Nya. IMG_1819 GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (9) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (8) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (7) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (6) GIA Rajawali Rayakan HUT ke 51 dan Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda (2)

Categories
Teropong

Menjadi Manusia

- TEROPONG -

Menjadi Manusia

Bill Leslie, seorang pendeta yang cukup ternama di Chicago menceriterakan pengalamannya reatret selama satu minggu. Ia menumpahkan seluruh isi hatinya pada pembimbing rohani di retreat tersebut. Dan pembimbing itu malah berkata. “Bill, cuma satu hal yang bisa kau lakukan kalau reservoirmu kering. Kau harus menggali lebih dalam.”(Percy:Walker Percy, Lancelot (New York:Farrar,Straus&Girouux,1977)
Ilustrasi bayi Yesus yang lahir di kandang domba.
Allah berkehendak dan mewujud rencananya dengan datang ke bumi dan lahir menjadi manusia melalui rahim perawan suci Maria (Lukas 2:1-7).
Oleh: Daniel Dwi Sumantoro
TheHOPE – Pengalaman Bill Leslie, telah membuka pemikiran kita tentang natal kali ini yang memiliki pergulatan tersendiri tentang hubungan dengan pribadi dengan sang utama yaitu Tuhan yang jadi manusia. Tiap kali, peristiwa natal diberitakan atau setidaknya diperkenalkan, suatu ceritera yang sama tentang Kristus Tuhan tapi apa artinya dan maknanya? Pengalaman Bill Leslie telah mengingatkan lagi, jika natal ada hanya ‘ceritera’ maka kekeringan untuk memperkenalkan atau paling penting hati ini terasa kering, kita perlu waspada dan mohon Roh Kudus agar kita sedia menggalinya lebih dalam.

Menggali lebih dalam dari prosesnya, harus diingat itu ada unsur penting yaitu resiko. Nathaniel Hawthorne menulis, “Ia tidak bisa percaya ataupun puas dalam ketidak percayaannya.”(Hawthorne:Nathhniel Hawthone, Quated in Lockerbie, Dismissing God, Grand Rapids:Baker,1998,p:98) Mempercayai Yesus yang telah lahir jadi manusia itu berarti seperti mengikuti, percaya, berjalan mengulurkan tangan pada Sang Penuntun yang tidak terlihat. Dalam proses perjalanan itu, ada rasa tidak bisa percaya, tidak puas dan rasa terus bertanya. Inilah resikonya, tapi kita harus menggalinya dan menggalinya sampai ke dalam hati yang paling dalam sampai air rohani yang murni, hidup dan segar itu terpancar. Hal semacam itu tidak bisa hanya sekadar terlalu bergantung pada perjalan hidupnya yang biasa-biasa melaikan perjalanan batin memaknai setiap peristiwa yang diijinkan Tuhan ke arah ke dalaman rohani. Satu kali kita bisa mengerti makna kehidupan dari natal yang Allah menjadi manusia dan tinggal bersama kita.

Jadi, iman bukan dari rumusan matematika yang dipelajari rumusnya setelah itu dengan mudah ditemukan jawannya. Iman juga bukan hasil racikan dari uraian kotbah atau tulisan dari penulis buku yang terkenal. Iman adalah karya anugerah Allah yang tumbuhnya dari penyerahan diri dengan sepenuh hati merendahkan diri memohon agar sang Raja yang penuh belas kasihan itu berkenan memberikan kepercayaan. Dan seperti tulisan Bill Leslie yang di atas, saat keadaan rohaninya kering, itu berarti imannya membutuhkan suatu pengalaman iman yang perlu lebih dalam.
Mulai dari rencana Allah
Rencana indah Allah terhadap manusia sebagai hubungan kawan sekerja kandas, manakala manusia melanggar perjanjian yang dibuat Tuhan (Kejadian 3:1-24). Akibatnya hubungan Allah dengan manusia terputus. Namun oleh karena kasih-Nya yang besar Allah sangat menginginkan hubungan harmonis yang pernah terbina terjalin kembali (Yohanes 3:16). Untuk itulah Allah berkehendak dan mewujud rencananya dengan datang ke bumi dan lahir menjadi manusia melalui rahim perawan suci Maria (Lukas 2:1-7). Dengan lahirnya bayi Imanuel, Allah yang menjadi sama dengan manusia berarti terjalinnya kembali hubungan indah antara Allah dengan manusia dengan demikian misi sebagai rekan kerja antara Allah dan manusia terwujud kembali. Ingatlah, semua dari inisiatif Allah menjalin hubungan, dan dalam proses itu Allah ada dan bersama manusia serta aersama kita.
Menjadi manusia adalah hidup sesuai kodratnya
Manusia yang hidup di dunia milenial terkotak-kotak dengan berbagai macam perbedaan. Perbedaan status sosial, status pendidikan, status kerohanian, status kedudukan dalam pekerjaan. Manusia berlomba-lomba untuk menjadi terunggul lebih daripada yang lain, manusia ingin menjadi manusia super.

Tapi, ketika Allah menjumpai manusia, Ia merendahkan dirinya. Kerendahan diri telah dipilih Allah agar bisa Bersama manusia. Bayi Imanuel yang lahir dari rahim Maria memilih dilahirkan di sebuah kandang dan bukan di sebuah rumah yang layak huni bahkan bukan di sebuah istana raja, walaupun sebenarnya Dia adalah Penguasa di bumi dan di alam semesta. Ada maksud Allah akan hal itu.

Dengan dilahirkan di kandang, orang-orang yang tidak mempunyai tempat tinggal menetap dapat bertemu dengan Allah. Dengan dilahirkan di kandang, para gembala yang notabene orang-orang sederhana dapat berjumpa dengan Allah. Dengan dilahirkan di kandang, pun para cerdik pandai-para orang majus diijinkan bertemu dengan Tuhan. Hanya dengan kerendahan hari manusia bisa bertemu dengan sang Raja dan Messias itu. Betapa indahnya sebuah kehidupan manusia jika manusia bisa bergaul dengan sesamanya tanpa memandang status apa pun yang disandangnya dan tetap bisa menikmati kebahagiaan seperti kebahagiaan mula-mula saat manusia bersekutu dengan sesamanya dan dengan Allah di taman Eden.
Menjadi manusia adalah menjadi penyelamat bagi sesamanya
Allah menjadi manusia yang lahir ke bumi dengan maksud memberikan tindakan penyelamatan manusia. Memang setelah manusia jatuh ke dalam dosa ada usaha manusia mulai memanggil nama Tuhan (Kejadian 4:26), dan manusia membuat budaya berupa Agama supaya manusia bisa menjalin hubungan kembali dengan penciptanya. Namun sehebat dan sekeras maupun seindah apapun ajaran agama yang dikerjakan oleh manusia yang berdosa tidak mampu membuat Allah yang kudus berkenan kepada manusia. Kondisi manusia yang seperti inilah yang mendorong Allah yang maha kasih berkehendak menyelamatkan manusia dengan cara Dia harus mengorbankan dirinya menjalani kehidupan sebagai manusia di bumi (Filipi 2:7)

Allah sebagai manusia yang menyelamatkan sesamanya dimulai dari proses kelahiran Imanuel secara sederhana. Tindakan Yesus yang rela mengorbankan diri-Nya demi kepentingan manusia memberikan suri teladan bagi manusia bahwa jika manusia menginginkan kehidupan penuh damai, sejahtera, sukacita, dan berkenan di hati Tuhan, maka mereka harus berani hidup dengan berkorban demi orang lain. Hidup yang mengutamakan kepentingan orang lain, dan hidup yang mengutamakan suatu pemberian (pengorbanan) dan bukan mengutamakan suatu penerimaan bagi dirinya sendiri (bandingkan dengan Kisah Para Rasul 20:35). Inilah makna hidup menjadi manusia yakni berani berkorban bagi sesamanya. Ikutilah suri teladan Yesus, Allah yang telah menjadi manusia, maka manusia akan benar-benar mewujud menjadi manusia sejati. dds

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

Categories
Teropong

Sebab Tuhan Menyertai, Naikkanlah Syukur

Sebab Tuhan Menyertai, Naikanlah Syukur

DIALAH YANG MENJADIKAN KITA DAN PUNYA DIALAH KITA UMAT-NYA DAN KAWANAN DOMBA GEMBALAAN-NYA

Oleh: Daniel Dwi Sumantoro
TheHOPE.id – Sudah menjadi kodrat semua makhluk ciptaan Tuhan bahwa sebuah kehidupan layak mendapatkan perjuangan (struggle for life), tidak terkecuali manusia. Manusia berusaha sekuat kemampuannya mempertahankan kehidupan di tengah-tengah beratnya persoalan yang mereka hadapi. Pada tahun 2000 dirilis sebuah film berjudul, “The 6th Day”. Film bergenre fiksi dan aksi ini, cukup sukses meraup keuntungan. Para pengemar film fiksi ilmiah tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga juga di seluruh dunia.
Film ini berhasil mencuri hati pemirsa bukan hanya karena dibintangi oleh aktor legendaris, Arnold Schwarzenegger yang lagi ‘moncer’ kala itu dengan film-film bergenre laga. Arnold Schwarzenegger dalam film itu berperan sebagai tokoh yang memerangi praktik sebuah perusahaan yang berusaha menciptakan kelanggengan kehidupan manusia, artinya manusia berusaha tidak mengalami kematian dengan mengembangkan bio technology yang canggih. Manusia mencoba segala macam cara untuk bisa hidup tampa akhir yang namanya kematian. Jika belum berhasil, setidaknya kematian telah di usahakan manusia untuk disangkali bahwa kematian itu menakutkan dan kehidupan yang lain setelah kematian.
Seorang antropolog bernama Ernest Berker, menulis buku yang terkenal diberi judul The Daniel of Death, yang menjelaskan kematian itu bukan suatu yang harus ditakuti melainkan proses biasa seperti berhentinya jatung berdetak atau tidak berfungsinya otak yang bekerja. Dimana kematian disangkali justru ketakutan makin menjadi dan itulah yang menjadi ciri manusia modern dewasa ini.

Selain kelanggengan kehidupan manusia, hal kebahagiaan juga menjadi target yang ingin diraih manusia. Manusia tidak ingin sekadar hidup yang lama (langgeng) tetapi juga kehidupan yang diwarnai suasana kebahagiaan dan kesukacitaan. Manusia sejak dahulu kala sampai sekarang beranggapan bahwa kebahagiaan hidup diraih jika gaya hidup modern yang dikembangkan, namun terbukti tidak mampu menghadirkan kebahagiaan di dalam dirinya. Richard Layard, dalam bukunya yang best seller, “Happiness: Lessons from a New Science”, menegaskan bahwa dengan terpenuhi semua kebutuhan manusia bahkan berlebih justru kebahagiaan tidak bisa terpenuhi- their people have become no happier…if we can give no further external reason. It just obviously does matter. Tipe kehidupan seperti itu tidak mendekatkan manusia kepada kebahagian malah mengundang kesengsaraan dan kejahatan yang beranekaragam (1 Timotius 6:10) sehingga mengurangi bahkan menghilangkan gaya hidup bersyukur atas nikmat dari semua kebaikan yang dilimpahkan Tuhan sebagai penciptanya (1 Tawarikh 16:34; Mazmur 106:1).

Kitab Mazmur 100 menjawab semua tantangan kehidupan manusia. Manusia mendambakan kehidupan yang tidak hanya langgeng tetapi syarat dengan kebahagiaan. Tawaran yang dikemukakan pemazmur adalah: “Akuilah TUHAN sebagai pencipta dan sebutkanlah Namanya, dan pujilah Dia dengan suara nyaring” (ayat 4)! Nama TUHAN harus diakui secara tepat. Jika manusia ingin berbahagia hidupnya, berserulah dan sebutlah nama-Nya, maka Dia segera memberikan pertolongan. Menyebut nama TUHAN harus didasari dengan hubungan intimacy dengan-Nya, manusia dilarang menyebut nama TUHAN dengan sembarangan. Pemazmur menegaskan bahwa TUHANlah Allah (ayat 3). Artinya TUHAN bukan sembarang Allah. Dia adalah Allah Yang Menyelamatkan! Dia Allah yang menciptakan dan memiliki umat pilihan-Nya dan Dia siap menggembalakan umat-Nya menuju kelanggengan dan kebahagiaan baik di dunia fana sampai ke dunia kekekalan bahkan kebahagiaan yang dirasakan tidak hanya dinikmati oleh pribadi umat yang bersangkutan, kebahagiaan tersebut terus berlangung menurun ke generasi-generasi berikutnya (ayat 5).

Syarat terjadinya sebuah kebahagiaan selain mengakui TUHAN sebagai pemilik sejati dan penggembalaan kehidupan manusia serta bergembira dengan bersorak dengan menyebutkan nama-Nya, perihal sebuah tempat pertemuan dengan TUHAN juga menentukan. Di masa sebelum adanya pandemi Covid-19 dan paska pandemi, manusia beranggapan bahwa pergi ke tempat-tempat wisata dapat memberikan nuansa kebahagiaan.

Diksi yang berkembang paska pandemi adalah manusia melakukan healing sebagai istilah suatu kegiatan bepergian ke suatu tempat yang bersensasi/menggairahkan, menyegarkan pikiran dan perasaan manusia. Bahkan sekarang tempat-tempat healing meluas bukan hanya ke tempat-tempat wisata pada umumnya (peninggalan bersejarah dan desa-desa wisata), tempat-tempat wisata bernuansa tempat ibadah pun marak dilakukan (wisata religi). Namun pemazmur terlebih dahulu menyaksikan bahwa berada di rumah TUHAN jauh menimbulkan sensasi perasaan dan pikiran yang membahagiakan bagi orang-orang yang melakukannya (ayat 4) dibandingkan dengan mengunjungi ke tempat-tempat lainnya (Mazmur 84:11).

Pada akhirnya sensasi kebahagiaan dan kedamaian hidup manusia dapat terus dilakukan apabila manusia bersedia mengumandangkan kebesaran TUHAN sebagai Allah sang pemilik kehidupan dan yang setia memelihara kehidupan manusia dengan cara menyaksikan perbuatan TUHAN yang besar tersebut ke semua orang sampai ke ujung bumi (ayat 1).

Di dunia modern yang marak dengan media sosial (medsos) yang terbuka luas. Ada sensasi kebahagiaan yang timbul di hati, pikiran, dan perasaan manusia jika apa yang dia lihat dan rasakan dapat dibagi dengan para kerabat dan teman-temannya. Demikian juga kita harus bisa merasakan sensasi sukacita dan kebahagiaan yang mendalam manakala kita bergairah dan bersemangat dalam membagikan berita keselamatan dan kesetiaan TUHAN kepada semua orang yang dekat dengan diri kita maupun yang jauh (ujung bumi) dengan kita. Selamat menikmati healing kebahagiaan bersama TUHAN dan sesama manusia. Teruslah lakukan sorak-sorai bagi TUHAN dan Pujilah Nama-Nya serta bersyukurlah senantiasa kepada-Nya! dds

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Categories
Teropong

Menyeberang dan Tolonglah Kami

TEROPONG

Menyeberang dan
Tolonglah Kami

Seperti halnya hasrat petugas penyelamat jiwa yang berusaha menolong jiwa terkena musibah, yang berteriak, “Menyeberanglah, tolonglah kami”.
“God doesn’t waste anything even our sin”
David Roper
Oleh Daniel Dwi Sumantoro

Hasrat pencarian dan penyelamatan jiwa manusia diancam celaka adalah berharga dan sampai bisa menjangkaunya itulah adalah sukacita tersendiri.

TheHOPE.id – Dalam bukunya “Datang, Jadilah Cahaya-Ku”, ibu Teresa menceriterakan kesaksian panggilannya. Ia berusia 36 tahun, saat itu 10 September 1946 dan pergi retreat tahunan di adakan di Loreto di Dareeling. Ia mengungkapkan untuk “menyeberang”meningglkan Loreto dan mengikuti jalan-Nya memperlihatkan kawasan kumuh. Ia diminta menolong memberikan hatinya untuk mereka itu. Maka hasrat yang kuat dari Allah untuk mencintai dan dicintai di daerah paling kumuh.

Hasrat yang kuat dari Allah untuk mencintai dan dicintai oleh ibu Teresa terus dilakukan dan dinyatakan kepada orang-orang mulai anak sampai oran tua yang membutuhkan dicintai. Sampai orang itu merasakan dicintai Tuhan melalui orang-orang biarawan Cinta Kasih yang menunjukkan tindakannya.

Seperti halnya hasrat petugas penyelamat jiwa yang berusaha menolong jiwa terkena musibah, yang berteriak, “Menyeberanglah, tolonglah kami”. Bagi orang yang terpanggil menolong menyelamatkan jiwa, dengan berusaha sekuat tenaga dan upaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan jiwa terancam tersebut. Itu sebabnya orang yang bekerja melayani di Team SAR (Search and Rescue-Pencarian dan Penyelamatan) terlatih di medan yang sukar. Suatu kegiatan mencari, menolong dan menyelamatkan jiwa dalam bahaya adalah panggilan.

Hasrat pencarian dan penyelamatan jiwa manusia diancam celaka adalah berharga dan sampai bisa menjangkaunya itulah adalah sukacita tersendiri. Tentu saja manusia yang terpanggil untuk menyelamatkan manusia adalah orang yang memiliki hati kasih. Manusia yang memiliki hati kasih yang ilahi. Karena hati yang mempunyai kasih yang ilahi yang paling bisa melihat dan mendengar teriakan “Menyeberanglah dan tolonglah kami”.

Menyeberang dan Tolonglah Kami

Rasul Paulus bersama tim pelayan Injil seperti tertulis di dalam Kisah Para Rasul (KPR) 16:1-40 mencoba melakukan terobosan baru untuk memperluas misi pengabaran Injil ke daerah daerah di sekitar Asia pada masa perjalanan penginjilan kedua. Mengapa? Rasul Paulus dan tim pelayan Injil merencanakan untuk menolong jemaat-jemaat yang tinggal di daerah-daerah di sekitar Asia, sebab mereka melihat bahwa orang-orang Asia sedang in dalam menerima berita Injil. Di ayat 5 Kisah Para Rasul Pasal 16, Alkitab menuliskan bahwa jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. Namun, ternyata rencana besar dan nyaman serta terukur tim penginjilan Rasul Paulus dan kawan kawan mendapatkan penolakan dari Roh Kudus dan Roh Yesus, “Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.

Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka (KPR 16:6). Dalam kegalauan tim merespon penolakan dari Tuhan terhadap rencana pekabaran Inijil mereka, Rasul Paulus berusaha berpikir kritis dan akhirnya mereka menerima tugas baru dari Tuhan dengan tanda penglihatan seorang Makedonia yang berseru, “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!”. Penglihatan itu mendorong Paulus dan team untuk kesempatan agar bisa memberitakan Injil. Sepertinya mereka berfikir, mencari jalan agar bisa menjawab tantangan itu demi jiwa yang perlu Injil. Apakah orang Kristen sekarang seperti semangat team SAR, jiwa yang terhilang untuk diselamatkan agar masuk sorga? Jhon Stott dalam bukunya berjudul Mengapa Saya Seorang Kristen, menulis dengan memiliki kobaran hati yang membara penuh kasih ilahi yang menyatakan;”Hidup adalah mengasihi dan tanpa kasih kepribadian manusia terpisah dan mati”.

Ketaatan Paulus dan kawan-kawan terhadap perintah Tuhan dalam melaksanakan tugas penginjilan ke daerah-daerah baru di benua Eropa menimbulkan dampak yang luar biasa. Di derah-daerah baru tersebut Tuhan juga berkarya secara luar biasa. Lidya seorang penjual kain ungu dari Tiatira bersama keluarganya bertobat dan percaya Kristus. Dan Kepala Penjara di kota tersebut juga dimenangkan hatinya bersama seluruh anggota keluarganya. Artinya banyak orang di daerah tersebut yang hatinya telah Tuhan siapkan dan siap percaya Tuhan Yesus ketika firman Tuhan ditaburkan.

Mempercayai suatu hal yang baru memang tidak selalu mudah namun dibutuhkan keberanian mencoba hal yang baru berpotensi memperoleh hasil yang maksimal dibandingkan dengan metode yang sebelumnya.

Vera Wang merupakan salah satu desainer gaun pengantin langganan para selebriti Hollywood. Vera Wang memiliki nama asli Vera Ellen Wang, yang lahir pada 27 Juni 1949 Siapa sangka, saat muda ia adalah seorang pemain skating hingga beberapa kali mengikuti U.S. National Championships. Tapi, ia gagal menembus tim United State of America Olympics hingga membuatnya merasa perlu alih profesi. Ia pun meninggalkan kariernya tersebut. Baru pada usianya yang ke-40, Vera Wang merintis bisnis fashion. Setelahnya, wanita berambut panjang ini menuai banyak prestasi di dunia fashion. Wajahnya juga pernah muncul dalam tayangan “Project Runaway” sebagai bintang tamu (2006), “Ugly Betty” (2007), dan “The Apprentice” (2008). Vera Wang berpotensi meraih hasil baik sebagai atlit skating. Namun hasil ini hanya menumpuk gengsi dan martabat untuk diri sendiri. Dengan menyeberang ke ranah profesi yang lain sebagai desainer, terbukti karya Vera Wang tidak hanya menaikan derajad diri sendiri tetapi memberkati dan berguna bagi banyak orang dengan karya-karyanya di bidang fashion yang luar biasa.

Segala hal yang baru

Beresiko

Mencoba hal yang baru memang penuh resiko dan menakutkan bukan?, apalagi zaman banjir informasi dan media saat ini namun bagi hati yang penuh belas kasihan serta murni untuk jiwa-jiwa yang berteriak “ Menyeberanglah dan tolonglah kami” perlu sedia mengambil resiko yang sudah dipikirkan bersama, perlu keberanian untuk melangkahkan kaki dengan iman kepada Kristus Yesus Tuhan. Lihatlah Maggie Gobran atau Mama Maggie, seorang dari Ortodoks Koptik, Mesir mengjangkau dengan penuh kasih ratusan anak-anak di daerah kumuh bagi Kristus. Maggie dulunya seorang menengah ke atas, pengajar dengan gelar professor, ia tergerak hatinya untuk anak-anak yang membutuhkan kasih berteriak “Menyeberanglah dan tolonglah kami”.

Dan kisah Annahita Parsan yang melarikan diri dari Iran melalui pegunungan sebagai pengungsi Muslim, hingga menghadapi kekerasan dalam rumah tangga dan dipenjara di Turki, sebelum berhasil mengukir sebuah kehidupan yang baru menjadi seorang pendeta di Swedia. Ia menjadi pendeta melalui perjuangan yang menyakitkan dan penuh resiko sampai ada orang yang melawatnya dan memberi sebuah Alkitab kecil. Dari dalam tempat pengusian Parsan dibimbing dan Tuhan terus menumbuhkan imannya, sekarang ada 1.500 jiwa yang dimenangkan. Ada banyak yang orang yang hatinya telah menerima Kasih Tuhan untuk mentaati panggilan Kristus bagi jiwa yang berteriak “Menyeberanglah dan tolonglah kami”, apapun resikonya.

Joanne Shetler, dalam bukunya Firman itu Datang Dengan Penuh Kuasa yang menjadi rujukan misi saat ini, menuliskan demikian,

“Berungkali Allah mengajak kita agar mau mengambil risiko dan mempercayakan diri kepada-Nya dan firman-Nya. Ia memandang kita sebagaimana kita ada dengan pengetahuan yang terbatas tentang diri sendiri serta dunia sekeliling kita. Apabila kita percaya kepada Allah, Ia menarik kita lebih dekat kepada-Nya dan kita akan lebih banyak belajar kuasa dan kasihnya”. Selamat bermisi (dds)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Teropong

Tenang dan Percaya

Tenang dan Percaya

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: ”Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan. Yesaya 30:15

Oleh: Daniel Dwi Sumantoro

Era kebisingan
Dalam era tsunami informasi ini, salah satu yang menjadi ciri utama atau penting dari manusia adalah tidak mau diam. Diam adalah keadaan yang membuat manusia tersiksa atau meronta. Sebab di era informasi ini diam yang katanya mahal atau emas yaitu berdiam diri. Penulis artikel yang sangat terkenal dalam situs, Desiring God, John Piper, berjudul The Diffucult Habbit of Quiet, menjelaskan bahwa manusia saat sangat sulit berdiam diri dan tidak memiliki kebiasaan berdiam atau tenang. Berdiam diri dipadang kemunduran.

Ciri manusia modern adalah kesibukan yang luar biasa, aktivitasnya yang meningkat tajam tetapi juga kegaduhan, keriuhan yang membuat manusia tidak bisa membedakan dan mengenali dari mendengar suara yang patut didengar dan mana suara yang berupa kebisingan dari aktivitas yang meningkat. Harian Wall Street melaporkan sebagai hearing to much.

Sebuah lagu rohani dengan bunyi syair, “Tenanglah kini hatiku Tuhan memimpin langkahku di tiap saat dan kerja tetap kurasa tangan-Nya” serasa menyejukan hati setiap manusia yang rindu mendengarkannya dan berani menghayatinya dengan berdiam. Dengan banyaknya ragam permasalahan dibutuhkan ketenangan, dan rasa tenang tersebut berpotensi memunculkan kemampuan laten manusia untuk menumbuhkan kreasi solusi-solusi persoalan yang kekinian dan men-“segar”-kan.

Tenang dan Percaya
Tenang dan percaya adalah sebuah kekuatan. Jika manusia membiasakan kemampuan alaminya dengan meneduhkan hati dan mendengarkan suara Allah yang patut ia dengar dan menyatakan bahwa ada Allah yang mampu mengatasi segenap persoalan (Roma 10:17). Maka hal tersebut menimbulkan iman percayanya yang kemudian berusaha ia pahami bahwa benar adanya dan dipergunakan dalam praktik hidup dalam mengatasi persoalan.

Bukakah dalam berdiam diri pendengaran kita dipertajam untuk mendengar suara Allah?. Para murid Yesus yang mengalami kesulitan yang serius, ketika dalam perjalanannya kapalnya harus berhadapan dengan hantaman ombak. Kapalpun oleng dan nyaris tenggelam terhadap (Markus 4:36-41). Dalam kondisi seperti itu, Yesus berkata kepada badai dan topan itu;”Diam dan Tenanglah”. Dan Yesus berkata kepada murid-Nya adalah supaya mereka dapat tenang dan percaya, dan badai topan itu menjadi teduh taat kepada suara Tuhan.

Tenang dan percaya adalah sebuah kekuatan!. Di tengah kegaduhan, makin maraknya situasi kesulitan saat ini membuat manusia makin berusaha dengan caranya, seperti kata Yesaya, “ Tetapi kamu enggan, kamu berkata kami mau naik kuda dan lari cepat,”(Yes 30:16). Ini ciri manusia yang sudah tenggelam dengan kegaduhan situasi. Bukan suara kebenaran Allah tidak ada tetapi kegaduhan itu justru yang membuatnya tidak bisa berdiam diri dan percaya yang akibatnya berlari dengan cara-cara manusia naik kuda yang bisa berlari dengan cepat akibatnya akan lenyap dia.

Tokoh spiritual kristien Mark Yaconelli memperkenalkan suatu pengalaman yang menarik, bahwa ia melihat orang-orang yang sangat sibuk di Kota Atlanta, Georgia. Dimana ia melihat temannya melempar kepingan uang logam di tempat penyeberangan yang sibuk sekali. Dan heran ada orang yang masih bisa mendengar dan menoleh kepada bunyi uang logam itu. Lalu, ia mencatat kebenaran bahwa telinga manusia akan bisa mendengar suara dalam keriuhan manakala ada “perhatian yang tertuju pada suara itu”. Demikianlah dengan suara Tuhan yang ditujukan kepada orang percaya, hanya ketika orang percaya di tengah kesibukannya ada waktu untuk tertuju pada-Nya.

Bagi orang yang tidak bisa berenang, tercebur ke kolam yang dalam adalah pengalaman yang menakutkan. Orang itu tentu membutuhkan pertolongan. Namun, supaya dapat ditolong dia harus tenang, mendengarkan, dan menurut pada petunjuk penolongnya. Kepanikan hanya akan menambah bahaya baginya.

Kerajaan Yehuda sedang panik. Di tengah krisis, mereka sibuk mencari pertolongan dengan caranya sendiri. Mereka memutuskan untuk berlindung kepada bangsa lain yang mereka pikir lebih kuat daripada bangsa penyerang. Mereka mencari perlindungan kepada Mesir dan melupakan Allah (2). Padahal, Allah menginginkan agar mereka tetap tenang dan percaya kepada-Nya. Firman Allah yang datang kepada mereka mengingatkan bahwa berharap kepada Mesir dan kekuatan perangnya hanya akan membuat mereka malu, sebab Mesir tidak akan berdaya menghadapi Asyur (3, 7). Allah menyebut mereka sebagai anak-anak pemberontak, sebab sekalipun mereka adalah anak-Nya tetapi mereka tidak mau mendengarkan suara-Nya yang datang melalui nabi-Nya. Justru mereka membungkam dan mengusir nabi itu (10-11). Saat Allah meminta mereka tinggal tenang dan berharap kepada-Nya, Orang-orang Yehuda justru sibuk dengan kepanikannya.

Kita pasti pernah mengalami peristiwa yang berat dalam hidup ini. Pada saat seperti itu, kita punya dua pilihan. Pertama, kita bereaksi terhadap kepanikan dan berpikir pendek mengenai penyelesaian masalah sesegera mungkin. Kedua, kita merespons dengan berhenti sejenak untuk menenangkan diri, berdoa memohon pertolongan Allah dan hikmat-Nya. Cara pertama akan mendorong kita untuk mengambil pilihan yang tidak cermat bahkan tidak sesuai dengan kehendak Allah. Cara kedua akan memberi kesempatan kepada Allah untuk bekerja menolong dan membuat kita berpikir jernih.

Jadi, seperti kata Maya Anggelo seorang penasehat Gedung Putih, memberi nasehat, semua bergantung pada kita dan bagaimana kita memperlakukan semua tantang dan persolan yang terjadi itu. Kita mau memilih jalannya sendiri? Kemudian mencari jalan yang cepat dan bisa berlari dengan hebat yang seperti dikatakan oleh Yesaya kepada bangsa Israel itu, akhirnya lenyap. Atau dengan pilihan kerendahan hati, memilih dengan bertobat dan berdiam diri, cara ini justru kataTuhan, disitu kekuatanmu. Roh Kudus kiranya terus mengingatkan kita. -dds

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Sinode Gereja Isa Almasih
Jl. Pringgading 20, Semarang,
Jawa Tengah

Categories
Teropong

MENGHARAPKAN ATAS IMAN

Mengharapkan atas Iman

Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17: 20)

Oleh Daniel Dwi Sumantoro

Manusia sering tidak menyadari betapa dahsyat kekuatan sebuah iman. Yesus berkata, ”…Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai imansebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini kesana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17: 20), hal ini juga didukung oleh perkataan Paulus di Surat 1 Korintus 13:2, ”… dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung,…”

Di negara Mesir secara khusus di kota Kairo ada gereja dinamakan Gereja Sampah atau Simon the Tanner, penamaan ini tak terlepas dari sejarah yang terjadi di masa lampau. Simon The Tanner merupakan seorang Orthodox yang hidup sekitar abad ke-10. Simon muda merupakan seorang pengrajin kulit yang memiliki kepribadian yang sangat saleh. Pada kisahnya diceritakan, setiap pagi Simon selalu berkeliling menggendong kendi berisi air dan mengunjungi orang-orang yang membutuhkan air.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, pada abad ke-10 wilayah Mesir termasuk kota Kairo merupakan daerah kekuasaan kekhalifahan Islam yang dipimpin oleh Khalifah Al – Muizz. Pada waktu itu terjadi sebuah perdebatan antara sang Khalifah dan Ibnu Killis dengan salah satu Paus yang bernama Abraham. Ibnu Killis merupakan seorang pejabat negara sekaligus pemuka Yahudi yang cenderung membela sang Khalifah hanya untuk mempertahankan jabatannya.

Dalam perdebatan Ibnu Killis mengatakan kepada sang Khalifah bahwa ada ayat di kitab orang Kristen di Perjanjian Baru Injil Matius 17:20 yang berbunyi: ‘Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu’.

Jika kebenaran tersebut tidak bisa dibuktikan, sang Khalifah tidak akan segan-segan membasmi penganut Kristen Orthodox dengan pedang. Paus Abraham lalu terkejut sekaligus panik mendengar permintaan Sang Sultan, lalu ia meminta waktu 3 hari untuk membuktikannya.

Simon yang masih kebingungan, kemudian diajak ke Gunung Muqattam oleh Paus Abraham beserta seluruh umat Orthodox untuk berdoa memohon mukjizat kepada Tuhan. Sang Khalifah beserta rombongannya pun ikut hadir ke Gunung Muqattam untuk melihat pembuktian dari sang Paus sebelumnya.

Setelah itu di depan mata sang Khalifah, Tuhan memberikan mukjizat kepada umat Orthodox dan terjadi longsor yang sangat dahsyat yang memindahkan Gunung Muqattam sejauh 3 Km dari posisi awalnya. Dengan terkejut sang Khalifah memeluk Paus Abraham dan meminta maaf kepada sang Paus. Dengan kejadian tersebut sang Khalifah memilih untuk memeluk agama Kristen Orthodox.

Untuk mengenang Simon The Tanner dibangunlah gereja di salah satu goa yang terbentuk akibat longsor yang memindahkan gunung tersebut. Kemudian nama Simon The Tanner didedikasikan menjadi nama gereja tersebut hingga saat ini.

Dari kedua perkataan ini membuktikan bagi kita bahwa betapa dahsyatnya sebuah iman yang dimiliki jika dipraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.Manusia mengisi kehidupannya dengan sebuah dan berbagai macam pengharapan. Manusia mengharapakan hal-hal yang baik bagi kehidupan pribadi, keluarga, karier, bisnis, pendidikan, dll. baik di masa kini dan di masa depan bahkan iman juga dipercayai mampu membawa kehidupan manusia sampai kepada kehidupan kekal.

Segala daya upaya dilakukan manusia untuk menggapai semua harapan yang dirancangnya dengan bekal ilmu yang diraih dalam studinya, pengalaman yang berharga selama hidupnya, intuisi bahkan juga insting yang dia miliki barangkali. Tapi daya upaya manusia di harapkan menjadi harapan yang menolong hidupnya dan bisa menjawab apa yang diharapkan. Akan tetapi harapan dari segala upaya manusia seperti bangunan yang dasarnya goyah dan diomang-ambingkan bisa ambruk karena tidak mempunyai dasar yang kokoh kuat dan pasti menjamin.

Sebagai manusia yang rohani, ingat bangsa Indonesia diakui sebagai bangsa yang religius dengan bukti adanya banyak agama dan kepercayaan spiritual yang ada, dianut serta diyakini dan dihidupi oleh rakyat Indonesia. Manusia rohani ini mengenal yang namanya Iman. Iman dipercayai mampu mewujudkan semua harapan yang digagas oleh umat manusia yang percaya yang memiliki iman. Artinya manusia rohani mengharapkan atas imannya untuk mewujudkan semua harapan ataupun cita-citanya.

Mengaharapkan atas iman pada kehidupan yang kekal. Manusia menaruh iman sebagai landasan untuk mempercayai keberadaan Tuhan (Ibrani 11:6). Tuhan yang bersifat kekal dipercayai mampu membawa kehidupan manusia secara kekal setelah kehidupan dibumi yang fana ini berakhir dan diharapkan manusia bisa berkumpul hidup bersama dengan Tuhan di tempat Tuhan bersemayam. Pada umunya, menekankan perbuatan utama dmanusia yaitu supaya berkenan kepada Tuhan adalah melakukan dengan perbuatan amal baik dan beribadah sesuai petunjuk kepercayaan yang dianut. Namun, manusia yang berdosa sangat kesulitan memperoleh perkenanan Allah oleh sebab perbuatan amal ibadah baik manusia selalu berkecenderungan melakukan perbuatan tidak baik; harapan tidak selaras dengan kenyataan (Roma 7:15).

Iman bekerjasama dengan perbuatan. Iman dipergunakan untuk menerima kasih karunia keselamatan di dalam pengorbanan Kristus (Yohanes 3:16). Keselamatan datang daripada Allah yang turun menjadi manusia. Tugas manusia adalah tetap berusaha berbuat dan melakukan perbuatan baik bukan untuk memperoleh perkenanan pembenaran Allah melainkan sebagai bentuk ucapan syukur atas anugerah keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus di atas salib.

Mengaharapkan atas iman pada kehidupan yang fana. Sebagai pekerja yang mendapatkan mandat dari Tuhan untuk mengelola bumi dengan segala isinya secara baik, manusia berhak mendapatkan upah yakni kehidupan yang sangat layak selama hidup di bumi berlangsung. Tuhan sang pemilik mandat berjanji memberikan berkat yang berlimpah ruah kepada pekerja-Nya (Matius 6:25-33). Iman bekerjasama dengan perbuatan. Semua hasil karya manusia di bumi bisa dikerjakan dengan bekal ilmu dan pengalaman manusia dan menghasilkan karya yang baik. Namun, oleh karena manusia bekerja di bumi bukan untuk dirinya sendiri maka manusia bekerja berdasarkan nasihat petunjuk dari Tuhan. Kebudayaan manusia terlihat canggih dan modern namun tanpa Tuhan kebudayaan berpotensi menghancurkan kehidupan manusia dan tempat dia bekerja, misal potensi kehancuran umat manusia oleh penemuan teknologi nuklir, bio teknologi, Internet, dll.

Milikilah iman walaupun nampaknya kecil, karena dengannya, karya yang menanti kehidupan saudara. (DDS)
Baca juga artikel lainnya