Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Liputan Seputar Sinode

Perayaan Ulang Tahun Ke-79 Sinode Gereja Isa Almasih: Komunitas Dipulihkan Untuk Menjalankan Misi Allah

Perayaan Ulang Tahun Ke-79 Sinode Gereja Isa Almasih: Komunitas Dipulihkan Untuk Menjalankan Misi Allah

Semarang, 22 Juli 2025

Suasana sukacita dan penuh haru mewarnai perayaan ulang tahun ke-79 Sinode Gereja Isa Almasih (GIA) yang berlangsung di Lantai 2 Gedung Sinode GIA, Semarang, pada Selasa, 22 Juli 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam kehidupan pelayanan GIA, termasuk keluarga pendiri, auditor, anggota Majelis Pusat Harian (MPH), Dewan Penasihat, Panitia Pembangunan, pengurus Yayasan Kranggan, perwakilan dari STT Abdiel, serta para pendeta dari Daerah IV.

Dalam momen syukur yang bersejarah ini, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Gunawan Hartono, M.Th. dengan tema: “Recovered to Walk in God’s Mission” (Dipulihkan untuk Melangkah dalam Misi Allah). Dalam khotbahnya, Pdt. Gunawan menekankan bahwa keberadaan gereja bukan hanya untuk berkumpul, tetapi untuk menjadi komunitas yang mengalami pemulihan sejati agar dapat diutus menjalankan misi Allah di dunia ini.

“Gereja bukan sekadar organisasi, melainkan tubuh Kristus yang dipanggil untuk menjawab kebutuhan dunia dengan kasih dan kebenaran Tuhan. Jika kita ingin tetap relevan dan berdampak, maka pemulihan secara rohani dan misi yang jelas harus menjadi denyut nadi pelayanan kita,” ujar Pdt. Gunawan dalam kotbahnya yang penuh semangat dan refleksi mendalam.

Tahun ini, Gereja Isa Almasih menandai usia ke-79 sejak didirikannya pada 21 Juli 1946. Dengan usia yang mendekati delapan dekade, Sinode GIA terus menunjukkan eksistensinya sebagai gereja yang berlandaskan firman Tuhan, berpegang pada kasih Kristus, serta berkomitmen untuk terlibat aktif dalam transformasi masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng, sebuah simbol syukur dan kebersamaan. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua Sinode GIA, Pdt. Budi C. Hartono, dan secara simbolis diberikan kepada perwakilan dari keluarga pendiri, Dewan Penasihat, dan Auditor sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam sejarah dan keberlangsungan gereja.

Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum nostalgia dan rasa syukur, tetapi juga sebuah deklarasi visi ke depan. Dalam sambutan Ketua Sinode, Pdt. Budi C. Hartono mengajak seluruh warga GIA untuk terus bertumbuh dan memperluas jangkauan misi gereja:

“GIA tidak boleh hanya berhenti pada sejarahnya yang panjang, tetapi harus terus maju, memperlengkapi jemaat, dan menjangkau lebih banyak jiwa. Kita harus menjadi gereja yang hidup, penuh kasih, dan berani bersaksi dalam dunia yang terus berubah.”

Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan khidmat, diselingi dengan pujian, doa syafaat, serta dokumentasi sejarah gereja yang mengingatkan kembali akan perjalanan panjang GIA sejak masa pendiriannya hingga hari ini.

Perayaan ulang tahun ke-79 ini menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan gereja dan memperbarui semangat pelayanan, dengan harapan bahwa GIA akan terus menjadi alat di tangan Tuhan untuk menjangkau dunia dengan kabar keselamatan.

Categories
Liputan Seputar Sinode

Youth Leader Conference 2025: Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Rohani Generasi Muda GIA

Youth Leader Conference 2025: Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Rohani Generasi Muda GIA

Semarang, 10 Juli 2025

Suasana semangat dan antusias memenuhi Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Pringgading dan GIA Dr. Cipto, Kota Semarang, saat ratusan pemimpin pemuda dan remaja dari berbagai GIA se-Indonesia berkumpul dalam acara Youth Leader Conference (YLC) 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 8–10 Juli 2025. Konferensi kepemudaan ini mengusung tema “EXTENDED”, yang menggambarkan visi untuk memperluas kapasitas, dampak, dan kesetiaan pemimpin muda dalam pelayanan Tuhan.

Acara ini dirancang khusus sebagai ruang perjumpaan dan pembekalan rohani bagi para pemimpin generasi muda Gereja Isa Almasih, agar mereka terus bertumbuh secara karakter, kapasitas, dan spiritualitas dalam melayani di tengah tantangan zaman.

Sesi Pembekalan dan Kepemimpinan

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pembekalan yang dikemas secara dinamis dan relevan dengan dunia kepemudaan masa kini. Materi-materi disampaikan oleh para narasumber yang mumpuni dan berpengalaman dalam pelayanan generasi muda, membahas topik-topik strategis seperti kepemimpinan visioner, komunikasi efektif dalam pelayanan, pengelolaan tim, serta disiplin rohani sebagai dasar utama kepemimpinan Kristen.

Setiap sesi bukan hanya bersifat teoritis, namun juga dilengkapi dengan praktik diskusi, simulasi, dan studi kasus yang membantu peserta memahami secara mendalam peran dan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin rohani.

Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR): Pemberesan Hati yang Menyentuh

Salah satu puncak acara YLC 2025 adalah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang mengangkat pesan kuat tentang perlunya pemberesan hati dengan Tuhan dan sesama. Dalam suasana penyembahan yang khusyuk dan penyampaian Firman Tuhan yang penuh urapan, banyak peserta mengalami jamahan pribadi dari Tuhan.

Firman Tuhan yang disampaikan menekankan pentingnya integritas, kerendahan hati, dan pengampunan dalam hidup seorang pemimpin. Momen ini menjadi titik balik bagi banyak peserta yang merespons panggilan Tuhan untuk kembali memurnikan motivasi pelayanan mereka.

Kreatif, Interaktif, dan Menginspirasi

Tidak hanya serius dan rohani, acara ini juga dikemas secara interaktif dan kreatif. Panitia menghadirkan sesi ice-breaking, games kelompok, talkshow kepemudaan, dan aktivitas team building yang mempererat relasi antar peserta dari berbagai daerah.

Kesiapan panitia patut diacungi jempol. Mulai dari sistem registrasi, penginapan, logistik, konsumsi, hingga dokumentasi, semuanya diatur dengan rapi dan profesional. Atmosfer hangat dan ramah dari panitia membuat peserta merasa disambut dan dihargai sejak awal hingga akhir acara.

Banyak peserta mengungkapkan bahwa YLC 2025 menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan membangun secara rohani. Mereka pulang dengan semangat baru, visi yang diperluas, dan komitmen untuk terus melayani Tuhan dengan sepenuh hati.

“Saya merasa dikuatkan dan diperlengkapi, bukan hanya sebagai pemimpin remaja di gereja, tapi juga sebagai pribadi yang ingin hidup benar di hadapan Tuhan,” ujar salah satu peserta dari GIA Jawa Timur.

Youth Leader Conference 2025 bukan hanya menjadi agenda tahunan biasa, tetapi menjadi momentum penting dalam membentuk kualitas dan kedewasaan rohani pemimpin muda GIA. Dengan tema EXTENDED, acara ini benar-benar memperluas wawasan, memperdalam karakter, dan mempererat jaringan antar pemimpin muda di seluruh Indonesia.

Semoga semangat dan visi dari YLC 2025 terus hidup dan menghasilkan dampak nyata di tengah pelayanan pemuda dan remaja di seluruh tanah air.

Categories
Liputan Seputar Sinode

Retreat Prbk D III Di Efrata Hills Ungaran: Memaknai Panggilan “Hineni” Dengan Semangat Kekeluargaan Dan Kegiatan Seru

Retreat Prbk D III Di Efrata Hills Ungaran: Memaknai Panggilan “Hineni” Dengan Semangat Kekeluargaan Dan Kegiatan Seru

Ungaran, 26-28 Juni 2025 – Suasana sejuk dan asri Efrata Hills, Ungaran, menjadi saksi semangat berkobar dari ratusan Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Daerah III yang mengikuti Retreat PRBK D III selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 28 Juni 2025.

Acara yang bertemakan “Hineni” – sebuah seruan iman dalam bahasa Ibrani yang berarti “Ini aku, Tuhan” – menjadi pengingat bagi setiap peserta akan panggilan Tuhan dalam kehidupan mereka. Kata Hineni dalam Alkitab muncul beberapa kali, salah satunya di kitab Yesaya 6:8 ketika Nabi Yesaya berkata, “Ini aku, utuslah aku!” kepada Tuhan. Hineni bukan hanya sekadar jawaban, tetapi pernyataan kesiapan tanpa syarat, tanda penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah, meskipun belum tahu sepenuhnya rencana-Nya.

Seluruh rangkaian retreat ini diwarnai dengan ibadah, Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), penyampaian Firman Tuhan yang mendalam, serta kegiatan kelompok yang membangun kekompakan dan keakraban.

Salah satu momen paling dinantikan adalah sesi KKR yang digelar pada malam hari. KKR menjadi puncak penyegaran rohani, di mana para peserta diajak untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Dengan pujian penyembahan yang dinaikkan bersama-sama, suasana penuh penghayatan memenuhi aula pertemuan di Efrata Hills.

 Dalam KKR ini, para pembicara Pdt. Elifas, Pdt. Cornelius, Pdt. Elisa, dan Pdt. Benaya – bergantian menegaskan pesan panggilan “Hineni”, mengajak setiap pemuda remaja berani menjawab “Ini aku, Tuhan, utuslah aku.”. Dalam dua sesi utama bertema “Hineni”, para pembicara menekankan pentingnya kesiapan setiap anak muda untuk menjawab panggilan Tuhan di tengah dunia yang penuh tantangan.

Sesi Firman Tuhan dikemas tidak hanya dengan penyampaian yang mendalam tetapi juga interaktif, membangun diskusi, serta kesaksian hidup yang menguatkan iman. Para peserta diajak merenungkan bagaimana setiap pribadi dipanggil untuk taat, setia, dan berani berkata “Hineni”  apapun tantangannya.

Selain sesi rohani, retreat ini juga diwarnai dengan berbagai acara menarik. Di sela-sela waktu istirahat, panitia menyiapkan lomba kelompok dengan tantangan-tantangan unik seperti Bible Quiz, drama Alkitab, hingga games kreatif yang memancing tawa dan keceriaan. Ada pula malam api unggun yang diadakan di pelataran Efrata Hills, di mana para peserta berkumpul mengelilingi api, saling berbagi cerita iman, bersaksi, dan menutupnya dengan doa syafaat bersama.

Kegiatan outbond menjadi salah satu highlight yang paling dinantikan. Para peserta diajak untuk menyelesaikan rintangan alam bersama kelompoknya. Tawa, teriakan semangat, dan keceriaan menggema di tengah alam terbuka, memperlihatkan semangat kekompakan dan sportivitas di antara sesama jemaat muda.

Retreat PRBK D III ini tidak hanya menjadi ruang pembinaan iman, tetapi juga momen kebersamaan yang mempererat persaudaraan antar Pemuda Remaja Bagi Kristus di Daerah III. Harapannya, semangat “Hineni” yang digaungkan selama retreat akan terus membara dalam kehidupan sehari-hari para peserta, menjadi terang dan garam di mana pun mereka berada.

Categories
Liputan Seputar Sinode

Peresmian Basecamp Charis Mission House Papua: Komitmen Melanjutkan Misi Di Tanah Cenderawasih

Peresmian Basecamp Charis Mission House Papua: Komitmen Melanjutkan Misi Di Tanah Cenderawasih

Distrik Depapre, Jayapura, Papua – 9 Juli 2025

Dalam semangat pelayanan yang menyala dan panggilan untuk terus bermisi di tengah tantangan, Charis Mission House (CMH) meresmikan Basecamp Papua yang berlokasi di Distrik Depapre, Jayapura, Papua pada Rabu, 9 Juli 2025. Peresmian ini menjadi penanda penting hadirnya basis pelayanan strategis baru di wilayah timur Indonesia.

Acara peresmian ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya pimpinan Gereja Isa Almasih (GIA) Pegangsaan, jajaran pimpinan dan anggota Charis Mission House, serta perwakilan dari Sinode GIA. Tak hanya dari kalangan gerejawi, dukungan juga datang dari unsur pemerintah dan aparat negara, dengan kehadiran Kapolda Papua dan Bupati Jayapura, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap misi sosial dan kerohanian CMH di Papua.

Dalam sambutannya, salah satu pimpinan GIA menekankan bahwa pembangunan basecamp ini bukan sekadar pendirian fisik, melainkan wujud dari komitmen misi yang tak kenal lelah, bahkan bila harus dibayar dengan harga mahal. “Kita hadir di sini bukan untuk sekadar eksis, tapi untuk mewujudkan panggilan Tuhan bagi bangsa ini, terutama saudara-saudara kita di Papua,” ujarnya.

Charis Mission House Papua tidak hanya berfokus pada penginjilan, tetapi juga memberdayakan anak-anak Papua sebagai bagian dari misi pendidikan dan pembangunan karakter. Mereka dilibatkan dalam berbagai kegiatan rohani, sosial, dan pelatihan kepemimpinan yang akan dijalankan dari basecamp ini.

Bupati Jayapura dalam pidatonya menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata CMH. “Kami percaya bahwa kerja sama antara gereja dan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat, terutama generasi muda Papua, adalah bagian penting dari pembangunan daerah ini,” tegasnya.

Kapolda Papua menambahkan bahwa pihak kepolisian siap mendukung setiap program sosial dan misi kemanusiaan yang bertujuan membangun Papua dalam damai dan kasih.

Acara peresmian berlangsung dalam suasana sukacita. Setelah doa syukur dan pemotongan pita, para tamu menikmati berbagai sajian khas Papua seperti papeda, ikan kuah kuning, sagu bakar, dan ulat sagu yang menggugah selera. Nuansa budaya lokal terasa kuat, mempererat hubungan antara CMH dan masyarakat setempat.

Dengan diresmikannya Basecamp Charis Mission House Papua, harapan besar tertanam agar pelayanan terus berkembang, membawa terang Kristus dan menjadi jawaban atas kebutuhan rohani dan sosial masyarakat Papua.

Categories
Liputan Seputar Sinode

Ibadah Emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th dan Penahbisan Gembala Jemaat Pdt. Suwarno S.Th Berlangsung Khidmat di GIA Gombong

Ibadah Emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th dan Penahbisan Gembala Jemaat Pdt. Suwarno S.Th Berlangsung Khidmat di GIA Gombong

Gombong, 4 Juli 2025 — Suasana penuh syukur dan khidmat menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Gombong pada Jumat sore, 4 Juli 2025. Ibadah emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th sekaligus penahbisan Gembala Jemaat Pdt. Suwarno S.Th menjadi momen bersejarah yang dihadiri jajaran Petinggi Majelis Pusat Harian Sinode GIA, para anggota Majelis Daerah IV, serta segenap jemaat GIA Gombong.

Ibadah dimulai pukul 16.00 WIB dan diawali dengan puji-pujian, dilanjutkan dengan ibadah firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono. Dalam khotbahnya, Pdt. Budi mengangkat tema “Berhasil dan Beruntung” yang diambil dari kitab Yosua 1:1–9.

Pdt. Budi menjelaskan bahwa keberhasilan dan keberuntungan bukan semata-mata hasil kekuatan manusia, tetapi karena ketaatan kepada perintah Tuhan dan keberanian menghadapi tantangan. Yosua diperintahkan untuk “kuat dan teguh hati”  sebuah perintah yang berulang kali diingatkan Tuhan agar Yosua tidak gentar menghadapi musuh maupun tantangan di depan.

Dalam penjelasannya, Pdt. Budi memaparkan empat poin penting yang bisa menjadi pegangan bukan hanya bagi para pendeta, tetapi juga bagi seluruh jemaat. Pertama, tantangan Yosua. bagaimana Yosua harus memimpin bangsa yang besar dengan berbagai masalah dan ketidakpastian. Tantangan ini hanya dapat dihadapi dengan iman yang teguh.

Kedua, tanggung jawab Yosua. Yosua harus memikul tanggung jawab besar yang sebelumnya diemban Musa. Pdt. Budi mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam pelayanan adalah amanat suci, bukan beban yang memberatkan, tetapi sebuah kepercayaan dari Tuhan yang harus dijaga dengan kesetiaan.

Ketiga, persiapan diri Yosua. Yosua tidak maju dengan kekuatannya sendiri, tetapi ia mempersiapkan diri melalui perenungan firman siang dan malam. Firman Tuhan menjadi sumber kekuatan dan petunjuk langkah, sehingga ia tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, tetapi berjalan lurus dalam kehendak Tuhan.

Keempat, Yosua proaktif. Yosua tidak hanya menunggu, tetapi mengambil langkah nyata. Pdt. Budi menekankan pentingnya sikap proaktif dalam pelayanan. Tuhan sudah memberikan janji, tetapi manusia harus melangkah dengan iman untuk meraihnya.

Momen emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th menjadi ungkapan terima kasih jemaat atas pengabdian panjang beliau dalam menggembalakan dan membangun kehidupan rohani jemaat GIA Gombong. Sementara itu, pentahbisan Pdt. Suwarno S.Th menandai tonggak awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu melanjutkan pelayanan dengan semangat yang sama, membawa jemaat semakin maju dalam iman dan karya pelayanan.

Bagi banyak jemaat, acara ini meninggalkan kesan mendalam. Ibadah emiritasi dan pentahbisan ini bukan hanya seremoni, melainkan sebuah peringatan akan panggilan mulia yang diemban oleh setiap gembala jemaat, sekaligus pengingat bagi jemaat untuk terus mendukung pelayanan dengan doa dan keterlibatan aktif.

Dengan semangat firman Tuhan “Berhasil dan Beruntung”, seluruh jemaat diharapkan terus melangkah maju, menghadapi setiap tantangan pelayanan dengan iman dan keberanian, sebagaimana Yosua memimpin bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian.

Categories
Liputan Seputar Sinode

Perayaan Paskah Usia Emas Daerah VI: Semangat Sukacita Kebangkitan Kristus dalam Nuansa 1960-an

Perayaan Paskah Usia Emas Daerah VI: Semangat Sukacita Kebangkitan Kristus dalam Nuansa 1960-an

Acara yang dihadiri oleh seluruh jemaat usia emas dari berbagai kota di Daerah VI Jawa Barat ini mengusung tema “Sukacita Kebangkitan Kristus.” Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta Henrawaty Siregar dengan penuh semangat dan penguatan iman.

 

Dalam khotbahnya, Pendeta Henrawaty menekankan bahwa kebangkitan Kristus adalah sumber pengharapan sejati bagi setiap orang percaya, terlepas dari usia dan kondisi kehidupan. Ia mengajak para jemaat untuk tidak larut dalam kekhawatiran, kesepian, atau ketakutan menghadapi usia senja, melainkan menaruh harap sepenuhnya kepada Yesus Kristus yang telah bangkit dan menang atas maut.

 

“Jangan pernah merasa sendiri atau tidak berguna. Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa di dalam Dia, hidup kita selalu berarti. Di masa muda, di usia emas, bahkan hingga Tuhan memanggil kita pulang, hidup kita tetap memancarkan sukacita dan kasih-Nya,” tutur Pendeta Henrawaty di hadapan jemaat.

 

Beliau juga mengingatkan agar para jemaat terus meneladani kehidupan Kristus dengan saling menguatkan dan mendoakan, menjadi teladan iman bagi generasi yang lebih muda, serta terus bersaksi tentang kasih Tuhan di keluarga maupun lingkungan sekitar.

 

“Kiranya di usia kita saat ini, kita tetap menjadi garam dan terang dunia. Jangan padamkan sukacita itu, sebab Kristus sudah bangkit, dan kebangkitan-Nya memberi kita semangat baru setiap hari,” tambahnya.

 

Suasana ibadah semakin berkesan karena seluruh jemaat hadir mengenakan busana khas era 1960-an. Nostalgia kian terasa dengan persembahan tari rock and roll yang dibawakan dengan semangat, mengingatkan pada masa muda yang penuh warna namun tetap dilandasi kasih Kristus.

 

“Ini menjadi momen yang membahagiakan. Kami bisa bernostalgia, bersukacita bersama, sekaligus mengingat bahwa hidup kami masih berarti di hadapan Tuhan,” ujar salah seorang jemaat yang tak kuasa menahan senyum.

Acara yang dihadiri oleh seluruh jemaat usia emas dari berbagai kota di Daerah VI Jawa Barat ini mengusung tema “Sukacita Kebangkitan Kristus.” Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta Henrawaty Siregar dengan penuh semangat dan penguatan iman.

 

Dalam khotbahnya, Pendeta Henrawaty menekankan bahwa kebangkitan Kristus adalah sumber pengharapan sejati bagi setiap orang percaya, terlepas dari usia dan kondisi kehidupan. Ia mengajak para jemaat untuk tidak larut dalam kekhawatiran, kesepian, atau ketakutan menghadapi usia senja, melainkan menaruh harap sepenuhnya kepada Yesus Kristus yang telah bangkit dan menang atas maut.

 

“Jangan pernah merasa sendiri atau tidak berguna. Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa di dalam Dia, hidup kita selalu berarti. Di masa muda, di usia emas, bahkan hingga Tuhan memanggil kita pulang, hidup kita tetap memancarkan sukacita dan kasih-Nya,” tutur Pendeta Henrawaty di hadapan jemaat.

 

Beliau juga mengingatkan agar para jemaat terus meneladani kehidupan Kristus dengan saling menguatkan dan mendoakan, menjadi teladan iman bagi generasi yang lebih muda, serta terus bersaksi tentang kasih Tuhan di keluarga maupun lingkungan sekitar.

 

“Kiranya di usia kita saat ini, kita tetap menjadi garam dan terang dunia. Jangan padamkan sukacita itu, sebab Kristus sudah bangkit, dan kebangkitan-Nya memberi kita semangat baru setiap hari,” tambahnya.

 

Suasana ibadah semakin berkesan karena seluruh jemaat hadir mengenakan busana khas era 1960-an. Nostalgia kian terasa dengan persembahan tari rock and roll yang dibawakan dengan semangat, mengingatkan pada masa muda yang penuh warna namun tetap dilandasi kasih Kristus.

 

“Ini menjadi momen yang membahagiakan. Kami bisa bernostalgia, bersukacita bersama, sekaligus mengingat bahwa hidup kami masih berarti di hadapan Tuhan,” ujar salah seorang jemaat yang tak kuasa menahan senyum.

Selain ibadah dan persembahan tari, acara juga diwarnai ramah tamah, saling berbagi cerita, serta makan bersama yang menambah kehangatan suasana. Para peserta berharap perayaan Paskah Usia Emas ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud syukur dan sarana mempererat persaudaraan di antara jemaat Daerah VI Jawa Barat.

Perayaan Paskah Usia Emas ini bukan sekadar sebuah acara tahunan, tetapi menjadi pengingat yang hidup bahwa sukacita dalam Kristus tidak pernah mengenal usia. Kebangkitan-Nya memberi makna baru, harapan baru, dan semangat baru bagi setiap pribadi, termasuk mereka yang kini memasuki masa emas kehidupannya.

Mari terus melangkah dengan iman dan sukacita, meneladani Kristus dalam keseharian, serta menjadi terang dan garam bagi generasi setelah kita. Jangan biarkan api pengharapan padam, sebab Kristus yang bangkit adalah sumber kekuatan kita hari demi hari. Sampai jumpa dalam perayaan berikutnya—tetap kuat, tetap bersinar, dan tetap bersukacita di dalam Tuhan!

Categories
Liputan Seputar Sinode

Kebaktian Kebangunan Rohani PRBK DAERAH IV GIA Sukses Digelar di Magelang: Pemuda dan Remaja Diteguhkan untuk Membangun Hubungan Kembali Dengan Tuhan

Kebaktian Kebangunan Rohani PRBK DAERAH IV GIA Sukses Digelar di Magelang: Pemuda dan Remaja Diteguhkan untuk Membangun Hubungan Kembali Dengan Tuhan

Magelang, 27 Juni 2025 — Suasana penuh semangat rohani menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Magelang pada Jumat (27/6), saat ratusan pemuda dan remaja dari seluruh Wilayah Daerah IV mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pemuda Remaja Bagi Kristus  (PRBK) Wilayah Daerah IV. Acara yang berlangsung khidmat dan menginspirasi ini turut dihadiri oleh pimpinan  Gereja-Gereja wilayah Daerah IV, bersama seluruh perwakilan pemuda dan remaja GIA  Wilayah Daerah IV dari berbagai wilayah.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan utama membangkitkan kembali semangat rohani pemuda dan remaja di lingkungan Gereja Isa Almasih, khususnya di Wilayah Daerah IV. Melalui persekutuan, pujian, dan pembinaan firman Tuhan, KKR ini mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam kegiatan rohani dan pelayanan di gereja, serta membentuk kehidupan rohani yang kokoh dan berakar dalam Kristus. Diharapkan melalui acara ini, pemuda dan remaja bukan hanya menjadi peserta pasif dalam kehidupan bergereja, tetapi turut berperan aktif sebagai generasi penerus yang hidup bagi Kristus.

Khotbah: “Connect with God & Experience Abundant Life”

Dalam penyampaiannya, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menekankan bahwa di tengah dunia yang semakin sibuk dan bising, para pemuda dan remaja harus kembali mengutamakan hubungan pribadi dengan Tuhan. Firman dari Yesaya 55:1–5 menjadi dasar kuat bahwa Tuhan memanggil setiap orang untuk datang kepada-Nya dan menerima kelimpahan hidup tanpa harus membayar dengan hal duniawi.

“Yesaya menulis, ‘Hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah!’ Ini adalah panggilan ilahi untuk semua kita, terutama generasi muda, agar tidak terjebak pada dunia yang hanya memberi kepuasan semu,” ujar beliau dengan tegas.

Beliau juga menambahkan bahwa Abundant Life bukan berarti hidup bebas dari masalah, tetapi hidup yang terhubung dengan sumber segala kekuatan dan kasih—Tuhan sendiri. Ketika seorang pemuda terkoneksi dengan Tuhan secara pribadi, maka kehidupannya akan dipenuhi damai, tujuan, dan arah yang pasti.

“Jangan hanya menjadi generasi yang aktif dalam gereja, tapi jadilah generasi yang mengenal Tuhan secara pribadi. Bangun mezbah pribadimu, karena dari situlah kelimpahan rohani dimulai,” tandasnya.

Beliau juga mengingatkan agar para pemuda tidak hanya mengejar pencapaian dunia, tetapi menjadikan Tuhan sebagai pusat dari segala yang mereka lakukan, baik dalam studi, pekerjaan, maupun relasi. “Generasi ini harus terkoneksi dengan Tuhan, bukan hanya aktif dalam kegiatan, tetapi hidup dalam hadirat-Nya setiap hari. Dari sanalah kelimpahan sejati mengalir.

Momen Altar Call: Terjadi Lawatan Rohani

Setelah Firman disampaikan, suasana berubah menjadi sangat menyentuh saat altar call dibuka. Ratusan pemuda dan remaja maju ke depan altar, merespons panggilan Tuhan untuk menerima pengurapan yang baru. Tangisan pertobatan, pujian yang dalam, serta doa syafaat mewarnai suasana saat Roh Kudus bekerja menyentuh hati banyak anak muda.

Pimpinan Sinode GIA MD IV yang hadir menyampaikan apresiasi dan harapan agar momentum rohani ini menjadi titik balik kebangunan spiritual di kalangan pemuda dan remaja, serta menjadi dorongan untuk keterlibatan lebih dalam dalam pelayanan dan kegiatan gerejawi.

Dengan keberhasilan acara ini, PRBK Wilayah Daerah IV menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi pertumbuhan rohani generasi muda Gereja Isa Almasih, serta membangun sinergi dan semangat pelayanan yang lebih kuat antar jemaat di seluruh wilayah Daerah IV.