Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Kilas Berita

Tapi bagi saya pemeliharaan Tuhan itu lebih dari hidup

Tapi bagi saya pemeliharaan Tuhan itu lebih dari hidup

Udara pagi agak sumringah. Ada angin pagi yang sekelebatan menenangkan saya usai minum secangkir teh hangat sebelum melakukan bincang-bincang dengan seorang yang akan hadir dalam ruang majalah thehope.id. Maklum dalam pergantian cuaca, semalam kota Semarang diguyur hujan dan pagi ini meski cuaca agak cerah tapi keramahannya masih dapat saya rasakan. Sayapun akhirnya berangkat ke alamat yang dituju, dalam kendaraan yang sudah siap. Saya ikut menyenandungkan alunan lagu pujian pun yang keluar dari soundsystem “Sujud kepada-Mu”-Layaklah Segala Bangsa sujud kepada-Mu mengalun, perjalanan terasa nyaman.


Pewawancara: Thomas Esha
Kendaraan saya pelankan lalu memasuki area rumah yang berhadapan dengan sebuah bengkel mobil. Dengan gembira, raut wajah segar bapak Yudhi, menerima penulis dan mempersilahkan masuk ke kantor pribadinya. Bapak yang dikenal dari nama kecil Akhiang adalah teman penulis ketika masih sama sama aktif di PBK, Pemuda Bagi Kristus sekarang Yoth For Christ (YFC). Sedikit mengenang masa kecil yang tidak mudah, masa yang akrap bergelut dengan kekurangan, sampai beliau pernah makan nasi saja dengan lauknya garam.

Bapak dari dua orang anak ini lahir di Pontianak, Kalimantan Barat 14 Agustus 1960, pindah ke semarang tahun 1976. Menikah dengan wanita seiman dan sama sama satu gereja, Maria Agustina Wulandari, pada tahun 1989. Bapak Yudhi, seperti dikatakan Alkitab dikaruniani membagi-bagikan sesuatu (Roma 12:8. red) dalam hal berbagi kasih kepada siapapun yang membutuhkan, terutama Hamba Tuhan, jemaat dan saudara seiman.

Setelah kami berbagi pengalaman hidup sejenak, kami berbincang-bincang, beberapa pertanyaan mulai kami perbincangkan.
Thehope.id-Pemburukan ekonomi global dan ancaman resesi berdampak bagi Indonesia (Kompas, 13 Oktober 22). Masa sulit sebaiknya masa berhemat dan mengefektifkan segala bidang yang bisa dikerjakan. Menurut pendapat anda?

Menurut saya, masa yang sulit ini secara dunia memang berpengaruh untuk dunia bisnis saya, tapi bagi saya pemeliharaan Tuhan itu lebih dari hidup, saya bisa melakukan hal ini karena saya tahu, dengan pertolongan Tuhan saya bisa melewati masa pandemi ini. Sudah 3 tahun saya melewati masa sulit, kerja boleh dikata tidak dapat apa apa, omzet turun 80 persen. Hanya dengan doa dan pertolongan Tuhan, saya tetap bisa membiayai perusahaan, gaji karyawan dll. Saya tidak merumahkan karyawan dan tidak memotong sepeserpun gaji mereka. Memang tahun pertama rasanya sulit sekali, sehingga saya sempat putus asa dan kemudian mengumpulkan karyawan serta mengatakan bila 3 bulan kedepan keadaan masih sepeti ini, terpaksa perusahaan tutup, ungkap bapak penggemar bakso ini dengan nada yang hamper tertahan.

Tapi karena dorongan kasih yang selalu ada dalam hati dan dengan pertolongan Tuhan, sampai hari ini perusahaan terus berjalan baik. Tidak pernah memotong gaji karyawan atau mengurangi hari kerja untuk efisiensi.. Prinsip saya, saya sebagai anak Tuhan, harus berbeda dengan orang dunia. Seandainya saya seperti orang dunia, modal saya taro di bank dan saya tidak usah kerja, perusahaan saya tutup, saya bisa hidup lebih baik Tapi apakah itu jalan keluar. Karyawan saya pasti juga membutuhkan uang untuk menghidupi keluarganya. Terlebih masa kerja mereka sudah lama, ada yang 40 tahun, 35 tahun. Meskipun secara kedagingan , apa yang saya kerjakan tidak seimbang dengan pendapatannya. Saya membangun perusahaan dengan dasar kasih. Saya katakan pada karyawan, kita harus saling mengisi, saya tidak mampu kerja seperti mereka dan merekapun tidak mampu di posisi saya. Kami sama, saling terbuka, tidak ada perbedaan antara karyawan dan majikan.

Dalam masa sulit ini saya merasakan pertolongan Tuhan yang ajaib. Di saat tidak ada jalan dan semua tertutup, Tuhan datang memberi pertolongan. Dalam melewati masa sulit, berhati hati boleh tapi tidak boleh ketakutan. Kalau kita tidak bisa berbuat kasih seperti itu, ya jangan jadi orang Kristen, katanya sambil tertawa.

Anak Tuhan harus berbeda dengan orang dunia. Teman teman bisnis saya yang sebagian besar orang dunia, tiap hari isinya mengeluh dan mengeluh.

Dalam hitung hitungan anda sebagai orang percaya, bagaimana sih dalam hal perbuatan kasih itu?

Saya sebagai pengusaha yang mempunyai Tuhan, sambil gesture kedua tangan yang menunjukkan gairah olah raga renang dan jogging, perbuatan kasih itu bukan pada saat semuanya berlimpah, tapi pada masa kekeringan ini , tetap berbuat kasih, meskipun rasanya berat. Tuhan mengingatkan saya untuk menengok ke belakang bagaimana berkat Tuhan melimpah selama puluhan tahun, saat ini baru mengalami kesulitan seperti ini, mau menyerah.

Akhirnya dengan kasih Tuhan saya kembali kuat dan tetap berbagi kasih, sampai sekarang. Saya diberi talenta untuk berbagi kasih. Tidak semua orang mempunyai talenta seperti itu, sebab itu dengan kekuatan dari Tuhan saya terus berbuat kasih kepada siapa yang membutuhkan. Bagi saya tidak ada hitung hitungan, saya berjalan, mengalir dan nyatanya Tuhan terus memelihara saya dan perusahaan ini.

Perbuatan kasih itu menurut anda sebaiknya yang bagaimana ? Dan apa yang menjadi motivasi anda?

Kasih. Kasih yang memberi dan tersembunyi artinya kalau memberi dengan tangan kanan, tangan kiri jangan sampai tahu. Dan jangan dipamer pamerkan, memberi bukan untuk mencari pujian, tapi untuk memuliakan Tuhan dan berbuah bagi Kerajaan Surga. Saya sudah diselamatkan dan diberkati, saya harus memberkati orang lain. Menyekolahkan anak anak dari keluarga tidak mampu, sampai lulus S1, S2. Berbagi juga untuk Hamba Tuhan dan lain-lain, menurut bapak yang mempunyai tekad setiap tahun membaca Alkitab satu kali dari Kejadian sampai Wahyu ini.

Motivasi saya dalam berbagi kasih adalah untuk membalas kasih Yesus yang tak terhingga dalam hidup saya. Saya sudah diselamatkan dari dosa dan diangkat dari hidup miskin menjadi berkelimpahan.

Bisa diceritakan atau semacam kesaksian pribadi yang membuat anda tetap setia melayani dalam berbuat kasih?

Ayah dari anak Hosea Teddy Yudhiputra dan Daniel Evan Yudhiputra, menceritakan salah satu kesaksian pribadinya. Suata hari, Sorang anak pembantu saya dari desa, mau sekolah. Dari kecil sudah ditinggal ayahnya. Datang menemui saya dan menangis, cerita kalau mau sekolah tapi tidak ada uang. Tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah. Saya menjawab bahwa saya bersedia menyekolahkan kalau anak itu memang mau sekolah. Ketika daftar, uang pendaftarannya puluhan juta, sekolah Farmasi. Anak dan ibunya menangis lagi, karena rasanya mustahil mendapatkan uang sebesar itu, saya katakana tidak apa apa, saya bayari semua, yang penting mau sekolah sampai lulus. Akhirnya anak itu tinggal di rumah saya dan sekolah sampai selesai.

Penulis merasa heran, bahwa tindakan kasih itu ternyata rumah pak Yudhi terbuka untuk siapapun. Saya tidak membeda bedakan orang, ujar beliau. Setelah lulus anak itu mendapat pekerjaan dan harus training di Bogor. Mau naik pesawat tapi tidak pernah, jadi tidak tau caranya. Anak itu kembali minta tolong saya untuk mengajari naik pesawat, maklum orang desa , miskin lagi.

Sayapun membantunya, mengantar ke bandara dan mengajari dia naik pesawat. Ajaibnya di bandara saya yang seharusnya tidak boleh masuk, malah dipanggil oleh petugas jaga dan disuruh masuk, sehingga bisa ngajari anak itu naik pesawat. Banyak anak anak orang tidak mampu yang saya sekolahkan sampai lulus S 1 dan S 2. Saya berbuat kasih untuk membalas kasih Tuhan yang luar biasa dalam hidup saya.

Tapi dalam berbagi kasih, ada juga yang memanfaatkan , jemaat yang mampu datang nangis nangis minta disekolahkan anaknya, padahal jemaat itu punya rumah, punya mobil. Sebab itu harus berhikmat dan berhati hati juga dalam memberi.

Jadi apa yang anda harus pegang dalam pelayanan ini, dan bagaimana praktisnya?

Saya sudah ditebus dan diselamatkan serta diberkati Tuhan, diberi keluarga, istri, anak, cucu. Sebab itu saya terus berbuat kasih kepada siapapun yang membutuhkan. Satu hal yang saya minta bila diberi umur panjang, saya terus melakukan pelayanan ini, bukan hanya bicara tetapi praktek, artinya bukan cuma punya wacana tapi action. Saya tidak suka banyak rapat tapi tidak ada actionnya. Banyak wacana tapi tidak ada hasilnya, membuat lelah.

Apalagi kalau rapat sampai larut malam, terlalu banyak teori tapi hasilnya boleh dikata tidak ada. Pengalaman waktu jadi pengurus Sekolah Alkitab Abdiel, rapat sampai jam 2 pagi. Banyak sekali wacana, tapi prakteknya sangat kurang. Rapat seperti itu membuat pekerjaan saya esoknya menjadi tidak focus. Padahal kerja sangat penting. Pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh sungguh. Saya tidak suka banyak teori, saya lebih suka action. Pelayanan hampir semuanya seperti itu. Rapat boleh, tapi jangan terlalu bertele-tele. Secara praktis, sebagai sesama pelayan Tuhan kita harus saling mengisi, sesuai talenta masing masing. Ada yang jadi tangan, jadi kaki, dan sebagainya.

Akhirnya waktu berbincang harus kami sudahi bersama. Kami mengakhiri dengan foto bersama di depan kantor, dengan latar belakang tumpukan kayu yang siap dipasarkan. Saya merasakan apa yang saya lihat cerminan Tangan Tuhan terus mengalirkan berkat-Nya kepada sahabat saya pak Yudhi dan keluarganya. Bapak Yudhi memberi arti kasih yang terus berbuat khususnya di masa sukar ini. Kembali lagu pujian ini mengalun “Layaklah segala bangsa sujud kepada-Mu-Sebab Kau Allah yang kudus layak disembah”. Wawancara Sabtu, jam 10, 22 Oktober 22. (t.e)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Categories
Teropong

Menyeberang dan Tolonglah Kami

TEROPONG

Menyeberang dan
Tolonglah Kami

Seperti halnya hasrat petugas penyelamat jiwa yang berusaha menolong jiwa terkena musibah, yang berteriak, “Menyeberanglah, tolonglah kami”.
“God doesn’t waste anything even our sin”
David Roper
Oleh Daniel Dwi Sumantoro

Hasrat pencarian dan penyelamatan jiwa manusia diancam celaka adalah berharga dan sampai bisa menjangkaunya itulah adalah sukacita tersendiri.

TheHOPE.id – Dalam bukunya “Datang, Jadilah Cahaya-Ku”, ibu Teresa menceriterakan kesaksian panggilannya. Ia berusia 36 tahun, saat itu 10 September 1946 dan pergi retreat tahunan di adakan di Loreto di Dareeling. Ia mengungkapkan untuk “menyeberang”meningglkan Loreto dan mengikuti jalan-Nya memperlihatkan kawasan kumuh. Ia diminta menolong memberikan hatinya untuk mereka itu. Maka hasrat yang kuat dari Allah untuk mencintai dan dicintai di daerah paling kumuh.

Hasrat yang kuat dari Allah untuk mencintai dan dicintai oleh ibu Teresa terus dilakukan dan dinyatakan kepada orang-orang mulai anak sampai oran tua yang membutuhkan dicintai. Sampai orang itu merasakan dicintai Tuhan melalui orang-orang biarawan Cinta Kasih yang menunjukkan tindakannya.

Seperti halnya hasrat petugas penyelamat jiwa yang berusaha menolong jiwa terkena musibah, yang berteriak, “Menyeberanglah, tolonglah kami”. Bagi orang yang terpanggil menolong menyelamatkan jiwa, dengan berusaha sekuat tenaga dan upaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan jiwa terancam tersebut. Itu sebabnya orang yang bekerja melayani di Team SAR (Search and Rescue-Pencarian dan Penyelamatan) terlatih di medan yang sukar. Suatu kegiatan mencari, menolong dan menyelamatkan jiwa dalam bahaya adalah panggilan.

Hasrat pencarian dan penyelamatan jiwa manusia diancam celaka adalah berharga dan sampai bisa menjangkaunya itulah adalah sukacita tersendiri. Tentu saja manusia yang terpanggil untuk menyelamatkan manusia adalah orang yang memiliki hati kasih. Manusia yang memiliki hati kasih yang ilahi. Karena hati yang mempunyai kasih yang ilahi yang paling bisa melihat dan mendengar teriakan “Menyeberanglah dan tolonglah kami”.

Menyeberang dan Tolonglah Kami

Rasul Paulus bersama tim pelayan Injil seperti tertulis di dalam Kisah Para Rasul (KPR) 16:1-40 mencoba melakukan terobosan baru untuk memperluas misi pengabaran Injil ke daerah daerah di sekitar Asia pada masa perjalanan penginjilan kedua. Mengapa? Rasul Paulus dan tim pelayan Injil merencanakan untuk menolong jemaat-jemaat yang tinggal di daerah-daerah di sekitar Asia, sebab mereka melihat bahwa orang-orang Asia sedang in dalam menerima berita Injil. Di ayat 5 Kisah Para Rasul Pasal 16, Alkitab menuliskan bahwa jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. Namun, ternyata rencana besar dan nyaman serta terukur tim penginjilan Rasul Paulus dan kawan kawan mendapatkan penolakan dari Roh Kudus dan Roh Yesus, “Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.

Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka (KPR 16:6). Dalam kegalauan tim merespon penolakan dari Tuhan terhadap rencana pekabaran Inijil mereka, Rasul Paulus berusaha berpikir kritis dan akhirnya mereka menerima tugas baru dari Tuhan dengan tanda penglihatan seorang Makedonia yang berseru, “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!”. Penglihatan itu mendorong Paulus dan team untuk kesempatan agar bisa memberitakan Injil. Sepertinya mereka berfikir, mencari jalan agar bisa menjawab tantangan itu demi jiwa yang perlu Injil. Apakah orang Kristen sekarang seperti semangat team SAR, jiwa yang terhilang untuk diselamatkan agar masuk sorga? Jhon Stott dalam bukunya berjudul Mengapa Saya Seorang Kristen, menulis dengan memiliki kobaran hati yang membara penuh kasih ilahi yang menyatakan;”Hidup adalah mengasihi dan tanpa kasih kepribadian manusia terpisah dan mati”.

Ketaatan Paulus dan kawan-kawan terhadap perintah Tuhan dalam melaksanakan tugas penginjilan ke daerah-daerah baru di benua Eropa menimbulkan dampak yang luar biasa. Di derah-daerah baru tersebut Tuhan juga berkarya secara luar biasa. Lidya seorang penjual kain ungu dari Tiatira bersama keluarganya bertobat dan percaya Kristus. Dan Kepala Penjara di kota tersebut juga dimenangkan hatinya bersama seluruh anggota keluarganya. Artinya banyak orang di daerah tersebut yang hatinya telah Tuhan siapkan dan siap percaya Tuhan Yesus ketika firman Tuhan ditaburkan.

Mempercayai suatu hal yang baru memang tidak selalu mudah namun dibutuhkan keberanian mencoba hal yang baru berpotensi memperoleh hasil yang maksimal dibandingkan dengan metode yang sebelumnya.

Vera Wang merupakan salah satu desainer gaun pengantin langganan para selebriti Hollywood. Vera Wang memiliki nama asli Vera Ellen Wang, yang lahir pada 27 Juni 1949 Siapa sangka, saat muda ia adalah seorang pemain skating hingga beberapa kali mengikuti U.S. National Championships. Tapi, ia gagal menembus tim United State of America Olympics hingga membuatnya merasa perlu alih profesi. Ia pun meninggalkan kariernya tersebut. Baru pada usianya yang ke-40, Vera Wang merintis bisnis fashion. Setelahnya, wanita berambut panjang ini menuai banyak prestasi di dunia fashion. Wajahnya juga pernah muncul dalam tayangan “Project Runaway” sebagai bintang tamu (2006), “Ugly Betty” (2007), dan “The Apprentice” (2008). Vera Wang berpotensi meraih hasil baik sebagai atlit skating. Namun hasil ini hanya menumpuk gengsi dan martabat untuk diri sendiri. Dengan menyeberang ke ranah profesi yang lain sebagai desainer, terbukti karya Vera Wang tidak hanya menaikan derajad diri sendiri tetapi memberkati dan berguna bagi banyak orang dengan karya-karyanya di bidang fashion yang luar biasa.

Segala hal yang baru

Beresiko

Mencoba hal yang baru memang penuh resiko dan menakutkan bukan?, apalagi zaman banjir informasi dan media saat ini namun bagi hati yang penuh belas kasihan serta murni untuk jiwa-jiwa yang berteriak “ Menyeberanglah dan tolonglah kami” perlu sedia mengambil resiko yang sudah dipikirkan bersama, perlu keberanian untuk melangkahkan kaki dengan iman kepada Kristus Yesus Tuhan. Lihatlah Maggie Gobran atau Mama Maggie, seorang dari Ortodoks Koptik, Mesir mengjangkau dengan penuh kasih ratusan anak-anak di daerah kumuh bagi Kristus. Maggie dulunya seorang menengah ke atas, pengajar dengan gelar professor, ia tergerak hatinya untuk anak-anak yang membutuhkan kasih berteriak “Menyeberanglah dan tolonglah kami”.

Dan kisah Annahita Parsan yang melarikan diri dari Iran melalui pegunungan sebagai pengungsi Muslim, hingga menghadapi kekerasan dalam rumah tangga dan dipenjara di Turki, sebelum berhasil mengukir sebuah kehidupan yang baru menjadi seorang pendeta di Swedia. Ia menjadi pendeta melalui perjuangan yang menyakitkan dan penuh resiko sampai ada orang yang melawatnya dan memberi sebuah Alkitab kecil. Dari dalam tempat pengusian Parsan dibimbing dan Tuhan terus menumbuhkan imannya, sekarang ada 1.500 jiwa yang dimenangkan. Ada banyak yang orang yang hatinya telah menerima Kasih Tuhan untuk mentaati panggilan Kristus bagi jiwa yang berteriak “Menyeberanglah dan tolonglah kami”, apapun resikonya.

Joanne Shetler, dalam bukunya Firman itu Datang Dengan Penuh Kuasa yang menjadi rujukan misi saat ini, menuliskan demikian,

“Berungkali Allah mengajak kita agar mau mengambil risiko dan mempercayakan diri kepada-Nya dan firman-Nya. Ia memandang kita sebagaimana kita ada dengan pengetahuan yang terbatas tentang diri sendiri serta dunia sekeliling kita. Apabila kita percaya kepada Allah, Ia menarik kita lebih dekat kepada-Nya dan kita akan lebih banyak belajar kuasa dan kasihnya”. Selamat bermisi (dds)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Sapaan Gembala

Ngopi bersama Paulus

Ngopi bersama Paulus

Tahu ngak sehh… aku kemaren ngopi bersama dengan Rasul Paulus di warung ketan susu daerah Kebon Kosong, Kemayoran Jakarta. Waktu itu, menjelang sore hari sekitar jam empat lebih seperempat.
Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus…
2 Korintus 5:20
Oleh: Yonathan subur
”Lho adik tho, ayo ngopi, ”sapanya lembut, lalu mempersilahkan aku untuk duduk di sebelahnya. Benar kata pengupas teks Alkitab, Paulus orangnya berwajah keras matang kehidupan tapi santun dan bicara lembut menyejukkan. Matanya tajam memancarkan kemurnian hati. Wajah dan beberapa kulit tangannya yang tak terbungkus jubah, ada beberapa tanda bekas luka.

”Terimakasih, pak Rasul..” sahutku agak gugup campur heran, koq Rasul yang terkenal itu ngopi dipinggiran jalan yang jadi manggkalnya orang pinggiran.

”Panggil saja pak Paulus, bagaimana kabarmu? Senang bertemu denganmu,”

”Beginilah, sedang dalam perjuangan”, jawabku sekenanya, sementara ketan plus susu kental dan kopi terhidang di depan saya. Aroma kopi itu telah membuat aku langsung menyeruput kopi dicangkir itu.

”Ayoo, nikmati dik, jangan berjuang terus. Jangan tarik terus semangatmu nanti bisa putus.” jawabnya disertai senyumnya yang lembut menyejukkan hatiku yang terasa kemrungsung dengan persoalan tugas.

”Aku tahu dik, orang kristen selalu berkata, zaman sekarang hidup sebagai orang kristen susah. Padahal tidak juga. Setiap generasi memiliki tantangannya tersendiri. Tak ada yang lebih berat. Sebagai sahabat, aku hanya memberimu hal kecil untuk hal itu; jika kita mencintai Kristus dan mencintai hidup dan panggilannya seperti kita mencintai Kristus. Kita akan dapat menikamati semua hal dengan rasa syukur dan antusias. Seperti halnya, perjuangan di pelayanan yang kamu hadapi saat ini. Aku diam berteduh dalam kata-katanya yang penuh sarat makna dan kasih. Tak ada sebuah huruf atau kata yang dibiarkan kosong meluncur.

Hidup pria ini sudah terpatri kuat dengan panggilan hidupnya. Paulus adalah seorang penginjil dan penginjilan adalah hidup Paulus. Sebagai utusan Kristus dalam misi lintas budaya, ia faham benar bahwa tugasnya bukan semata menyuarakan berita Injil, akan tetapi hidup Kritus harus menjadi saraf penggerak untuk menghidupkan berita yang disampaikan. Ia sungguh utuh dalam menjalani hidupnya sebagai utusan Kristus. Utuh, karena pikiran dan tindakannya hanya untuk mewujudkan dirinya adalah utusan Kristus. Tak ada niat sekecil apapun untuk mencari kehormatan, pengakuan dan keuntungan. Baginya air mata, luka dan aniaya serta penderitaan adalah hal yang harus dirangkul dan dicintai sama seperti ia mencintai Yesus, Tuhannya. Sebab jika orang ingin mencintai Kristus, ia harus mencintai juga penolakkan hidup seperti Kristus di dunia ini.

Maka saat ia memperkenalkan dirinya sebagai ”Kami adalah utusan Kristus”, ia tak hendak berbasa-basi. Paulus hanya menampilkan sebagai hamba-Nya Kristus yang hanya punya maksud kasih dalam kebenaran, yang oleh Farnciskus Assisi diterjemahkan demikian;

Tuhan, jadikan aku alat pendamaianMu

Di mana ada kebencian

Kami menabur kasih

Di mana ada kebencian,

Kami menabur pengampunan

Dimana ada kekwatiran,

Kami menabur keyakinan

Dimana ada kepedihan,

Kami menabur sukacita.

Sruttttpt…, aku menyeruput sisa kopi yang ada di cangkir, rasa kopi tubruk hanyut ditenggorokan terasa nikmat. Lalu kedua mataku memandang sosok tubuh Rasul Paulus yang berjalan pincang berlalu dari warung kopi itu. Langkahnya menjauh dari warung, pergi entah ke mana. Aku sekilas tertegun dan sekejab kemudian tersadar, merogoh dampet yang menipis untuk membayar kopi ketan susu. ”Ohhh sudah dibayar dik..eh pak sama bapak tadi.” Aku tertegun sejenak, hari gini ditrarktir Paulus. Ohh my God -ys

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Lintas Peristiwa

Rishi Sunak menjadi Perdana Menteri Inggris Pertama Keturunan India

Rishi Sunak menjadi Perdana Menteri Inggris Pertama Keturunan India

“Inggris adalah negara yang hebat, tetapi tidak diragukan lagi kita menghadapi tantangan ekonomi yang besar,” Rishi Sunak, dikutip dari Sky News pada Senin (24/10/2022)

Thehope.id menurunkan artikel ini, merasa penting untuk kita ketahui bersama menjadi nilai kehidupan. Inggris mempunyai pemimpin baru, Rishi Sunak (42) resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Selasa (25/10/2022). Rishi Sunak yang dari keturunan India ini mengukir sejarah dengan menjadi PM Inggris pertama dari keturunan Asia.

Rishi Sunak terpilih menjadi Perdana Menteri atau PM Inggris yang baru setelah memenangkan pemilihan yang dilakukan anggota Partai Konservatif pada Senin, 24 Oktober 2022 waktu setempat. Sunak naik menjadi Perdana Menteri menggantikan Liz Truss, yang mengundurkan diri 44 hari setelah menjabat.

Pria yang selalu berpenampilan rapi, disiplin, bersemangat dan senang berolah raga, lulusan Universitas Oxford berulang kali menyatakan ingin menjadi Perdana Menteri dari Partai Konservatif. Baginya pendidikan adalah cara terbaik untuk meningkatkan taraf hidup dan pengusaan teknologi untuk bisa menghadapi zaman baru.

Inggris menghadapi kombinasi resesi ekonomi yang beracun dan kenaikan suku bunga. Bank of England sedang mencoba untuk menjinakkan inflasi dua digit. Sementara konsumen menghadapi kenaikan biaya dan penurunan pendapatan riil.
Keluarga kaya raya
Dengan kekayaan bersih yang lebih dari dua kali lipat kekayaan Raja Charles III, banyak yang khawatir Sunak tidak akan dapat memahami kesulitan keuangan harian yang dihadapi konstituennya, terutama saat Inggris bersiap menghadapi resesi yang dalam. Konsultan penelitian politik Savanta ComRes menyimpulkan sentimen publik dalam awan kata Twitter. Dia menanyakan tanggapan paling umum yang diberikan untuk pertanyaan yang disurvei: “Bagaimana Anda menggambarkan Rishi Sunak dalam satu kata?” Kata pintar dan baik ditampilkan secara mencolok, tetapi mereka dikerdilkan oleh satu kata, yakni kaya.

Ini lebih dari dua kali lipat kekayaan Raja Charles III dan Camilla, Ratu Permaisuri yang diperkirakan hanya 340 juta dollat AS. Sunak sebagai politisi Inggris garis depan pertama yang memasuki daftar kekayaan tahunan The Sunday Times.
Pidato pengukuhan sebagai Perdana Menteri
Berpidato yang bergaya khas Partai Konservatif dan gaya bahasa khas budaya Asia, Rishi Sunak mengungkapkan tantangan besar yang di hadapi Inggris. Bekas menteri keuangan di era Boris Johnson ini dikukuhkan sebagai pemimpin Partai Konservatif dan akan diresmikan sebagai perdana menteri setelah bertemu Raja Charles hari ini, Selasa, 25 Oktober 2022. Dalam pidatonya, Rishi Sunak menjanjikan stabilitas dan persatuan di tengah krisis yang terjadi di Inggris.

“Saya ingin memberikan penghormatan kepada Liz Truss atas pengabdiannya kepada publik untuk negara. Dia telah memimpin dengan bermartabat dan anggun melalui masa perubahan besar dan dalam keadaan yang sangat sulit, baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Rishi Sunak.

“Saya merasa rendah hati dan terhormat mendapat dukungan dari rekan-rekan parlemen saya dan terpilih sebagai pemimpin Partai Konservatif dan Unionis. Ini adalah hak istimewa terbesar dalam hidup saya, untuk dapat melayani pesta yang saya cintai dan memberikan kembali kepada negara yang sangat saya berutang.”

“Inggris Raya adalah negara yang hebat, tetapi tidak diragukan lagi kita menghadapi tantangan ekonomi yang besar. Kita sekarang membutuhkan stabilitas dan persatuan dan saya akan menjadikannya prioritas utama saya untuk menyatukan partai dan negara kita.”

Karena itulah satu-satunya cara kita akan mengatasi tantangan yang kita hadapi dan membangun masa depan yang lebih baik, lebih sejahtera bagi anak dan cucu kita. Saya berjanji bahwa saya akan melayani Anda dengan integritas dan kerendahan hati. Dan saya akan bekerja hari demi hari untuk memenuhi kebutuhan rakyat Inggris,”
tutup pria keturunan India itu.
Dari ceritera masa lalu keluarganya
Rishi Sunak menjadi Perdana Menteri Inggris pertama keturunan India setelah para pesaingnya satu per satu mundur dari pencalonan pada Senin (24/10).

Keluarga Sunak bermigrasi dari India ke Inggris sekitar 1960, lalu ia lahir pada 12 Mei 1980 di Southampton. Rishi Sunak menempuh pendidikan setara S1 di Lincoln Collage di Oxford dan melanjutkan pendidikan tingkat S2 di Standford University. Dia menikahi Akshata Murthy, anak miliarder India NR Narayana Murthy pendiri Infosys Ltd.

Namun ada cerita masa lalunya mengenai kelurganya secara khusus dari pihak istrinya, politikus beragama Hindu, menjadi orang keturunan Asia pertama yang memimpin Inggris. Dia juga menjadi PM Inggris non-kristen pertama dalam sejarah. Menurut situs berita CNN Indonesia menceriterakan latar belakang dari kehidupan istrinya sebagai hidupnya sebagai beriku:

Suatu ketika seorang kondektur yang sedang bertugas di kereta api menuju Bangalore dari Mumbai menangkap seorang gadis yang bersembunyi di bawah kursi. Dia berusia sekitar 13 atau 14 tahun.

Kondektur meminta gadis itu untuk menunjukkan tiketnya. Gadis itu dengan ragu-ragu menjawab bahwa dia tidak punya tiket. Kondektur menyuruh gadis itu segera turun dari kereta.

Tiba-tiba, sebuah suara dari belakang berkata, “Aku akan membayarnya.” Itu suara Ibu Usha Bhattacharya, yang berprofesi sebagai dosen.

Nyonya Bhattacharya membayar tiket gadis itu dan memintanya untuk duduk di dekatnya.Dia bertanya siapa namanya.

“Chitra”, jawab gadis itu.

“Kamu mau kemana?”

“Aku tidak punya tempat untuk pergi,” kata gadis itu.

“Kalau begitu ikut aku.” kata Nyonya Bhattacharya.
Setelah sampai di Bangalore,

Nyonya Bhattacharya menyerahkan gadis itu ke sebuah LSM, untuk dirawat. Waktu Nyonya Bhattacharya pindah ke New Delhi , keduanya kehilangan kontak satu sama lain.

Sekitar 20 tahun kemudian , nyonya Bhattacharya diundang ke San Francisco, AS untuk memberikan kuliah di sebuah perguruan tinggi di sana. Dia berada di restoran, sedang makan. Setelah selesai, dia meminta tagihan, tetapi dia diberitahu bahwa tagihannya sudah dibayar. Ketika dia berbalik, dia melihat seorang wanita dengan suaminya tersenyum padanya. Nyonya Bhattacharya bertanya kepada pasangan itu, “Mengapa anda membayar tagihan saya?”

Wanita muda itu menjawab, “Bu, tagihan yang saya bayar sangat sedikit, dibandingkan dengan ongkos yang anda bayarkan bagi saya untuk perjalanan kereta api dari Mumbai ke Bangalore”.

Air mata mengalir dari mata kedua wanita itu.”Oh Chitra… Ini kamu…!!!” Nyonya Bhattacharya berseru dengan gembira. Sambil berpelukan, wanita muda itu berkata,

“Bu, nama saya bukan lagi Chitra.Saya Sudha Murty. Dan ini suami saya Narayan Murty.”

Jangan heran. Anda sedang membaca kisah nyata Ny. Sudha Murty, Pimpinan Infosys Ltd, dan Bapak Narayan Murty, orang yang mendirikan perusahaan perangkat lunak Infosys yang bernilai jutaan USD.

Ya, sedikit bantuan yang Anda berikan kepada orang lain dapat mengubah seluruh hidup mereka!

“Tolong jangan menahan berbuat baik kepada mereka yang dalam kesusahan, terutama ketika itu sanggup Anda lakukan”

Akshata Murty adalah putri dari pasangan ini, menikah dengan Rishi Sunak yang akan menjadi Perdana Menteri Inggeris minggu ini. Siapapun pemimpin yang diangkat dan bagaimanapun latar belakangnya, ada tangan yang berkuasa yaitu Tuhan Allah, “…Dia memecat raja dan mengangkat raja…” (Daniel 2:21). (red)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Lintas Peristiwa

Bayang gelap; Sebuah peringatan

Bayang gelap; Sebuah peringatan

…kamu memberi peringatan ini… 2Tesalonika 3:10

TheHope.id menurunkan tulisan sebagai suatu peringatan bagi pembaca yang menulis mengapa tahun 2023 tahun gelap dan sulit. Menurut Pakar Ekonomi Raymond Chin seorang CEO (Chief Executive Officer). Melalui kanal Raymond Chin berspekulasi tentang potensi ekonomi di 2023. Raymond Chin menjelaskan banyak hal mengenai di tahun 2023 merupakan tahun dimana dunia menuju kehancuran.

CNBC Indonesia, Startup Unicornnya Hampir Bangkrut, SoftBank Rugi Rp 124 T.
Raymond Chin mengaku merasa resah dan gelisah dengan beberapa sebab yang akan terjadi nanti di tahun 2023 – situs youtube 2023: Menuju Kehancuran Dunia, 16 Oktober 2022 yang dikunjungi 4,5 juta pemirsa. Raymond Chin, dalam situsnya yang melihat orang-orang di sekitarnya belum ada persiapan untuk menghadapi kehancuran dunia tersebut. Senada yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo, bahwa di tahun 2023 akan menjadi tahun yang gelap dan sulit.

Yang paling dapat dirasakan langsung nantinya oleh mereka dengan keadaan kaum ekonomi menengah ke bawah.
Jurang resesi
Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan ekonomi dunia di 2030 bakal masuk jurang resesi. Pelemahan ekonomi mulai terlihat dari angka manufaktur dunia yang trennya terus melambat bahkan di bulan Agustus menyentuh level terendah dalam 2 tahun terakhir.

Proyeksi resesi ekonomi di tahun depan juga didasarkan fakta negara-negara besar mulai melakukan pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu bersamaan.

Mulai dari bank sentral Amerika Serikat, Eropa hingga bank sentral Inggris. Intinya ada 3 penyebab ancaman resesi. Inflasi, suku bunga, perlambatan manufaktur.

Tiga faktor ini membentuk proses tak terputus. Perlambatan manufaktur terjadi karena daya beli masyrakat berkurang karena harga barang mahal, harga barang mahal bikin inflasi tinggi, kebijakan untuk menekan inflasi adalah menaikkan suku bunga.

Tsunami Kebangkutan

Menurut berita yang dilansir CNBC Indonesia, 25 Oktober 2022, 16 Badai PHK menerjang sektor teknologi Indonesia. Setidaknya terdapat enam perusahaan teknologi, telah mengumumkan PHK puluhan hingga ratusan karyawan. Tak hanya PHK, beberapa perusahaan teknologi bahkan bangkrut, hingga menutup layanannya. Untuk jelasnya lihat https://www.youtube.com/watch?v=aBaEBapikco “Tsunami Kebangkrun Hingga PHK Melanda Perusahaan Tehnologi”

Beberapa contohnya adalah toko di mall yang over kredit atau pindah tangan ke penyewa lain sebelum kontrak usai, seperti dilansir dari CNBC Indonesia dalam salah satu artikelnya dengan judul, “Makin Mengkhawatirkan! RI Dilanda ‘Tsunami’ Kebangkrutan” yang tayang 13 November 2021. Selain itu sejumlah pusat perbelanjaan rencananya akan dijual.

“Ada yang dilego, itu ada masalah sebelum-sebelumnya bisa,” jelas Ketua Umum Himpunan Perital dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo pada CNBC Indonesia, dikutip Senin (15/11/2021).

Budihardjo beranggapan, solusi untuk permasalahan ini adalah dengan transaksi penjualan. Namun, hal ini sulit dilakukan karena daya beli masyarakat mengalami degradasi. Diskon pun sulit karena banyak usaha yang ada dalam keadaan sulit.

Salah satu contoh penjualan mal baru-baru ini adalah Cibinong Square di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meski begitu, sulit untuk menentukan berapa banyak mal yang dijual atau ditutup. Sebab, tidak semuanya melaporkan ke asosiasi.

“Pusat perbelanjaan tercatat ada 8 pusat perbelanjaan, 1 tutup sisanya alih kepemilikan (7 mal dijual). Ini yang sudah diketahui, tapi masih banyak yang proses penyelamatan atau ambil alih dalam penawaran,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja.

Masa gelap dan sulit harus diingatkan kepada semua orang secara khusus kepada orang percara agar waspada dan menaruh iman yang benar kepada Yesus Tuhan yang adalah Allah yang hidup – “dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, – bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya”. Amin. Wahyu 1:6. (red)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Lagi Viral

Perjuangan Hidup

Sumber gambar: tribun news
Seorang migran membawa seorang anak saat ia berlari untuk menaiki perahu penyelundup di pantai Gravelines, dekat Dunkirk, Prancis utara pada 12 Oktober 2022, dalam upaya untuk menyeberangi Selat Inggris. – Sejak awal tahun, lebih dari 33.500 orang telah menyeberangi Selat Inggris yang berbahaya, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, di mana lebih dari 400 kapal komersial lewat setiap hari. (Photo by Sameer Al-DOUMY / AFP)

Dapatkah Anda merasakan bahwa di bagian dunia ada perjuangan hidup hanya untuk bisa hidup lebih baik. Mereka harus berjuang dan untuk hal itu, setiap kali penyeberangan secara illegal 15 nyawa melayang yang jadi taruhannya. Bagaimana dengan hidup Anda, melalui sentuhan-sentuhan yang ada disekitar Anda yang menjadi tanda bahwa Anda sungguh disayang Tuhan dan berharga, dapakah membagikannya. (red)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Cermin Nurani

Kurengkuh Daun Itu

Kurengkuh Daun Itu

“Little Totto Chan tidak tahu arti di balik kata-kata ini, tapi dia menanamkan kata-kata ini dalam dirinya sendiri, yang mengejutkan Totto Chan dewasa, yang baru saja menyadari pemahaman ini”. Novel Totto Chan, karya Tetsuko Kuroyanagi

Oleh Dian Yuliani

Angin pagi mendesah. Suaranya pelan meniup daun-daun singkong yang kudekati. Bau aneka tanaman bersorak sepertinya keceriaan pagi, masing-masing menabur aromanya di antara puluhan pohon singkong. Aku menarik kedua pipiku untuk membuat segaris senyuman dan desah suara yang hampir tak terdengat keluar dari sela-sela bibir ini:”Alangkah bersyukurnya tanaman singkong yang tumbuh ini” Sambil aku terus melangkah makin dekat ke arah batang singkong yang tumbuh. Ingatanku akan masa-masa pertumbuhanku dan itu mulai bergulung berlari dalam benak ini.

Aku mulai tahun yang disebut tahun resesi tahun 1997-1998. Manusia memang mudah mengingat pristiwa yang membuat sejarah dalam hidupnya. Tahun resesi itu mengingatkanku akan sulitnya hidup di masa remajaku, sekalipun sejak kecil aku begitu mengenal apa artinya hidup berkekurangan. Namun tahun 1997-1998 itu merupakan tahun yang tidak mudah bagiku dan mungkin bagi banyak orang yang terbelenggu masa resesi ekonomi. Sambil menghela nafas panjang, “hhmm…aku merangkak untuk melewati waktu 25 tahun itu”. Aku sungguh bersyukur. Ada banyak hal yang harus kupilih untuk hidup yang menghantarku sampai saat ini. Tentu saja pilihanku itu pasti ada yang salah, keliru dan menyesatkan. Tapi melalui banyak moment ada yang menunjukkan untuk kembali bahkan mengoreksi langkah hidup ini untuk masuk jalur yang benar.

Tangan kananku memegang daun singkong terjulur. Ada angin yang bertiup sedikit terasa dikulitku. Jika dulu singkong menjadi makanan pokok keluarga kami, saat ini di lahan seluas 6 hektar ini singkong ditanam, singkong menjadi berbagai cemilan diwaktu sore hari dan ketika hujan menghampiri bukit ini. Bertapa bersyukurnya aku makin belajar akan tanaman ciptaan-Mu.

Ingatanku bergulung kembali. Seperti angin yang mulai agak kencang bertiup menyapu dedaunan pohon singkong dan pohan lainnya yang tadi hanya bergoyang pelan tapi angin itu mulai bisa sedikit bergesekan. Ingatanku pada awal pandemi. Aku awali misi pertamaku saat perusahaan hanya bisa memperkerjakan kami 3-4 hari dalam seminggu. Kembali aku menyapa pohon singkong. Mulai kami yang tinggal di sebuah perbukitan, dimana aku ditempatkan, membuka lahan yang selama ini hanya sebagai pelengkap saja. Kali ini lahan ini harus dibuka untuk jembatan kehidupan. Ketahanan pangan harus di mulai. Sekalipun pandemi mengganas yang butuh dua tahun, singkong menjadi teman setia bagi kami. Namun bukan menggatikan makanan pokok yang kami bayang tapi sekadar camilan namun begitu ia setia untuk bisa hadir terhidang.

Kami melihat dengan terkagum atas pemeliharaan-Nya, kami masih bisa makan nasi dengan lauk 3 kali dalam sehari. Kembali aku bersyukur. “Badai kelaparan karena banyak petani yang sulit gengupayakan sawahnya kami dengar rupanya tidak sengeri yang kami bayangkan” pikirku. Namun badai pandemi yang merampas kesehatan yang sesekali membuat panik , takut dan gentar. Ketika kami harus terserang covid yang di takuti seluruh dunia, bahkan banyak dari kenalan kami harus meregang nyawa. Kami sangat sedih, terpukul dan kehilangan mereka ini. Namun kami ingat kehidupan harus terus berjalan, seperti dedaunan menguning dan jatuh namun yang hijau menggantikannya. Hidup memang harus dijalani dengan penuh percaya dan dijalani dengan tulus ikhlas penuh syukur sebab tidak ada hidup yang sia-sia karena Tuhan memberikan masing-masing indah.

Dengan berdamai dengan keadaan yang kental virus covid, waktu selama masa-masa transisi berdampingan dengan virus. Terus kulangkahkan kakiku mengejar waktu dimana aku harus bergegas ke kantor. Menata impian yang sekian bulan seperti membeku bahkan hampir setahun tertunda, kami dikantor mulai bergairah mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan menjual sepatu dengan hasil sale cukup besar. Atas persetujuan perusahaan akhirnya kutargetkan niatku untuk mencapai omset setidaknya bisa untuk menolong perusahaan untuk menggajiku. Ternyata rancanganku bukanlah rancangan-Nya, aku harus meninggalkan perusahaan di bulan yang ke 11 di penghujung tahun tepatnya. Bukan karena rencanaku namun sudah bagian dari skenario-Nya, Sang pencipta waktu berdaulat mengatur keadaan dan situasi yang ada di dalam kendali-Nya. Aku harus memulai babak baru dengan pekerjaan baru. Ia sempurna dalam rencana dan waktu kapan aku harus melangkah. Seperti selembar daun yang kupungut dan kuamati. Semua ukiran daun sempurna dan bermakna.

Saatnya memimpin dengan hati…hidup seperti daun daun yang menjulur karena bagian terkecil dan sistemnya berusaha sesuai dengan fungsinya.

Hampir satu tahun persis, aku bekerja di lingkungan perbukitan ini, membantu dan bekerja di lingkungan yang baru. Dalam lingkungan yang baru itu aku coba membangun budaya atau etos kerja baru yang saling membutuhkan layaknya keluarga. Saya merasakan tuntunan Tuhan begitu nyata. Namun hal baru di pekerjaan, tidak berlansung mudah!

Aku berusaha dengan kemampuan yang ku miliki. Bertemu berbagai rekan kerja baru, orang baru dan usaha menyatukan dalam ikatan keluarga pengerja, rupanya itu langkah sulit namun tidak mustahil diwujudkan . Semua berpulang dariku, akan aku apakan semua itu? Tuhan terus mangajarku, ketika bonus diberikan itu jadi sarana untuk memberkati karyawan, dengan memperhatikan hidupnya sehari-hari.

Selama pandemi berlangsung dan mulai berkurang, Tuhan menjadi sandaran kami, firman-Nya sebagai pelita dalam kami berjalan. Nasehat saudara di dalam Tuhan yang mengelilingi kami, sepertinya tidak lupakan. Memberi makan sekalipun nampaknya kamu kekurangan. Tepat sesuai kehendak Tuhan kami lakukan memberi sepiring dua piring nasi untuk sekitar kami, kami tidak pernah menjadi kekurangan hingga saat ini. Sekalipun sama di penghujung tahun masih sama dengan situasi masih berdampingan dengan virus corona juga berita resesi yang akan terjadi dan melanda dunia secara global, nampaknya aku harus bersiap mental kembali. Apakah Tuhan ijinkan kami bisa melewati lagi, badai-badai kehidupan ini? Aku sering bertanya pada Tuhan, ” Mengapa penderitaan erat sekali dengan perjalanan manusia? Hmm…supaya aku bisa menyumbangkan makna hidup walau hanya sejumput”.

Kurengkuhkan kedua tangan pada pucuk daun singkong yang ada di depanku. Angin berhembus mengoyang dedaunan pohon-pohon singkong yang ada di ladang. Bunyi suara lembut gesesekan daun-daun singkong itu seolah mereka dengan daunnya bersama-sama mau melakukan apa yang akan kulakukan. Kedua tanganku secara bersamaan merengkuh daun itu dan kedua mataku kupejamkan dan bibirku menyatakan,”Tuhan Yesus terimakasih, dan terimakasih untuk tanaman singkong dan tanaman lainnya yang Engkau ciptakan memberi makna demikian dalam dihidupku”. (dy)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Resensi Buku

I Still Believe

RESENSI FILM

I Still Believe

Kehidupan di dunia ini seperti misteri. Hanya orang yang sedia mengarungi dan berani terus menerima jalan-jalan yang harus ia tempuh dengan hati percaya, ia menemukan makna hidupnya.

Hidup tidak hanya berjalan untuk menjalani hidup ini tapi ada makna hidup yang berharga karena hidup selalu ada bersama sang Pemberi kehidupan itu untuk menyaksikan bahwa hidup itu dicipta, dikasihi dan ada mewujudkan misi-Nya.

Semua itu yang terangkai apik dan romantic, khususnya untuk anak muda dalam film yang digarap dan disutradarai oleh Erwin Brothers yang diangkat dari kisah nyata seorang bintang musik rohani Jeremy Camp. Dalam film I Still Believe, Erwin Brothers yang menurut situs https://www.kingdomstorycompany.com/ yang khusus menghadirkan film-film Kristen. Dalam film I Still Believe, cerita mengenai perjalanan cinta, kehilangan, dan harapan yang digarap dengan sangat baik dan secara emosional amat menginspirasi bagi banyak orang.

Ber-genre drama romantis, film yang disutradarai oleh Erwin Brothers ini berhasil membuat orang kristen adalah manusia biasa dalam suasana drama kehidupan dan tragedy, kita yang menikmati filmnya hingga bisa sedikit meneteskan air mata selama pemutaran film berlangsung. Dengan dua aktor aktris muda KJ Apa dan Britt Robertson, penonton diajak memahami kehidupan kekristenan itu ada yang manusia yang bisa berhadapan dengan jalan hidup yang tidak mudah dengan segala romantiknya namun memberikan rasa untuk tetap mengikuti jalan hidupnya dan tetap percaya.

Untuk memahami tentang makna kekristenan lebih diawali dengan Jeremy Camp (KJ Apa) memutuskan untuk melanjutkan studinya di California’s Calvary Chapel Bible College. Saat hari pertamanya, ia bertemu dengan seorang penyanyi rohani, Jean-Luc (Nathan Dean) yang akhirnya menjadi pembimbing kariernya dalam bernyanyi dan menulis lagu. Selama berada di acara penyembahan, Jeremy mengalami namanya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang gadis cantik bernama Melissa (Britt Robertson). Melisa gadis yang telah memikat hatinya. Kehidupan romatik dari anak muda mulai mengalir dengan liku likunya. Kehidupan Melisa dan Jeremy harus berpisah karena masalah orang ketiga. Jeremy berkarier bermusik semakin dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu rohani.

Sampai ada kabar Melisa tersebut divonis mengidap kanker ovarium. Melissa didiagnosa mengidap penyakit kanker stadium 4 yang sudah menjalar ke seluruh bagian tubuhnya. Jeremy kembali dalam hidup Melisa, munkin ini yang dinamakan jodoh ditangan Tuhan. Dikarenakan doa dan iman dari orang-orang sekitar, Melissa sempat mengalami mujizat bahwa kankernya sudah terangkat. Jeremypun akhirnya berketetapan hati untuk memutuskan untuk menikahi Melisa.

Namun, setelah masa honeymoon-nya bersama Jeremy berakhir. Semua tampak sempurna hingga sampai kanker itu muncul kembali, keadaan Melissa semakin lemah. Di saat-saat seperti ini, Jeremy mulai mempertanyakan keimanannya pada Tuhan, sampai akhirnya membuat Melissa meninggal dunia.

Pada saat itu, hati Jeremy merasa hancur, terluka, dan kehilangan. Lelaki ini memutuskan untuk meninggalkan karir bermusiknya. Rasa kepedihan hati dan kecewa yang mendalam Jeremy sempat dilampiaskan dengan menghancurkan gitar kesayangannya, saat seperti itu justru menemukan catatan yang ditinggalkan Melissa. Catatan tersebut berisi nasihat bahwa penderitaan tidak seharusnya merusak iman, akan tetapi menguatkannya. Ketika ia membaca surat yang ditulis oleh Melissa, membuat Jeremy bangkit kembali dan ia percaya bahwa dalam situasi terpuruk sekalipun pasti ada harapan yang mendorongnya membuat lagu berjudul ‘I Still Believe’.

Akhirnya kembali bangkit dan ia percaya bahwa dalam situasi terpuruk sekalipun pasti ada harapan yang mendorongnya untuk menyaksikan imannya. Jeremy membuat dirinya terdorong bermusik Kembali karena disitulah jalan hidupnya dan menciptakan lagu berjudul ‘I Still Believe’ yang merupakan kisah hidup dan imannya.

Nahh, siapapun orangnya hidup tidak pernah tercipta secara kebetulan dan sia-sia karena yang diciptakan, ditebus dan dikasihi dan disertai selalu ada harapan betapapun sulitnya.(ys)
Tanggal/Tahun Rilis: 7 Maret 2020
Genre: Drama, Roman
Produksi: Kingdom Story Company
Sutradara: Erwin Brothers
Pemain: KJ Apa, Britt Robertson, Melissa Roxburgh, Nathan Parsons

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Opini

Harapan di Dalam Ancaman Bayang Kegelapan

HARAPAN DI DALAM

ANCAMAN

BAYANG KEGELAPAN

Oleh: Royce Yuli Setioputro
TheHOPE.id – Presiden Joko Widodo dalam pidatonya, tanggal 29 September 2022, saat memberikan pengarahan kepada seluruh Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda dan Kajati di Jakarta Convention Center, mengatakan “tahun ini dunia menghadapi situasi yang sulit”. Bahkan, kata beliau, semua negara akan menghadapi situasi yang semakin sulit pada tahun 2023 akibat krisis ekonomi, pangan, dan energi.

Beliau mengatakan mendapat bisikan tersebut saat berbincang dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF), dan Kepala Negara G7 terkait kondisi dunia pada tahun 2023. Beliau-beliau menyampaikan “Presiden Jokowi, tahun ini kita akan sangat sulit”. “Terus kemudian seperti apa? Tahun depan akan gelap. Ini bukan Indonesia, ini dunia.” Berdasarkan prediksi PBB, IMF, dan Bank Dunia, akan ada 66 negara yang ekonominya akan ambruk. Tidak hanya itu, sebanyak 320 juta penduduk dunia sudah mengalami kelaparan akut. Mulai satu per satu negara ambruk. Angkanya adalah mulai dari 9 negara lebih dulu, kemudian 25 negara, kemudian 42 negara, mereka detail mengkalkulasi. Apa yang dikhawatirkan betul-betul kita dengar dan lihat melalui berita-berita, dan sekarang ini 320 juta orang di dunia sudah berada pada posisi menderita. Pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara seperti Singapura, Eropa, Australia, hingga Amerika anjlok. Kondisi ini akhirnya menyebabkan inflasi dan membuat harga barang menjadi naik. Pertumbuhan ekonomi turun, tetapi inflasi naik, harga-harga semua naik.

Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak agar tidak pesimistis dalam menghadapi berbagai ketidakpastian global pada tahun depan. Apalagi, di tengah ancaman ramalan dunia akan semakin gelap oleh para ahli dunia. “Ketidakpastian global tidak boleh membuat kita pesimistis,” kata Presiden Joko Widodo.

BAGAIMANA

DENGAN GEREJA

Bagaimanakah dengan Gereja; orang-orang percaya? Apa yang akan dilakukan? Akankah menjadi takut, khawatir, pesimis? Percaya dengan ramalan para ahli dunia tersebut? Atau sebaliknya, bersikap optimis seperti pesan pidato Presiden Joko Widodo untuk tidak pesimistis dalam menghadapi ketidakpastian global serta situasi yang sulit dan gelap di tahun 2023?

Ketidakpastian global dan situasi yang sulit dan gelap di tahun 2023 menjadikan gereja untuk terus menyatakan berita misi Kristus dengan cara-cara lebih kreatif sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Gereja menyatakan terang Kristus dengan cara mempersiapkan diri, cara kreatif, hati yang terus mengasihi dan berbagi sebab gereja tidak boleh lupa bahwa dalam berbagi tindakan kasih, Allah hadir. Oleh karena itu Gereja harus terus mencari cara untuk bisa mengulurkan tangannya agar kasih Allah itu sampai menjangkau orang yang berteriak meminta tolong. Bukankah dunia membutuhkan pertolongan? Bukankah di dalam ketidakpastian dan situasi yang sulit dan gelap mereka membutuhkan terang? Bukankah Gereja di panggil untuk menjadi terang dunia yang memancarkan terang Kristus? (Mat. 5:14; 1Ptr. 2:9; Yoh. 1:4-5, Yoh. 8:12, Yoh. 9:5; 1Yoh. 1:5).

Seperti di dalam Kisah Para Rasul 16:4-12, rasul Paulus dan Silas menerima suatu penglihatan bahwa ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya dan berkata: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!”.Melalui usaha dan terus berusaha mengulurkan tangan agar kasih Kristus nyata dalam diri orang Makedonia, berita injil itu akhirnya mengubah daerah Makedonia. Tentu saja setelah melewati tantangan gelap dan menakutkan rasul Paulus dan Silas melihat harapan, ya harapan Injil bagi orang-orang Makedonia. Lihatlah melalui peristiwa pemberitaan Injil cara kreatif dan Allah turut meneguhkan maka hadir jiwa-jiwa diselamatkan melalui hidup dan keterbukaan keluarga Lidia dan keluarga kepala penjara, Injil bisa dilihat dan dirasakan.

Rasul Paulus mengatakan di dalam Roma 1:16-17 bahwa ia mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.

Saatnya gereja memahami bahwa Injil adalah kekuatan Allah dan kebenaran-Nya yang memimpin iman yang menuntunya untuk melihat cara-cara Allah dalam menolong orang-orang yang meminta tolong agar bisa melihat harapan. Dalam hal itu, berita Injil yang sepenuhnya makin dirasakan oleh orang yang hidup dalam iklim dunia yang gelap dan menakutkan ini. Jadi manusia tidak berjalan di dalam kegamangan hidup melainkan mereka teguh dan melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan dan tujuan hidupnya dalam kebenaran dan terang Kristus. (rc)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Kupas

Melihat Dunia dalam Tugas Misi abad 21

Misi bagi generasi millenial

Melihat Dunia dalam Tugas Misi abad 21

#

Tugas Misi Abad 21

Suatu pendekatan kepada Generasi Millenial dalam tugas misi di abad 21 yang memberi harapan.

Oleh Dr. Detlef Blöcher dari DMG – Damit Menschen Gott begegnen – Sehingga orang bertemu Tuhan *).

Sejak Yesus ada di dunia, mati dan bangkit serta kembali ke Sorga, Ia memberikan tugas amanat agungnya kepada para murid-Nya dan sampai sekarang tugas itu diteruskan kepada gereja-orang yang percaya; “ Pergi dan Beritakanlah Injil “.

Sekarang abad ke 21, bagaimanakah wajah dunia saat ini dan bagaimana amanat agung tersebut bisa dilaksanakan sehingga orang bisa mengenal Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat itu?. Untuk hal itu maka gereja perlu mempersiapkan generasi mudanya-generasi millenial untuk melihat, Dunia dalam Tugas Misi abad 21 suatu tema yang ditulis oleh Dr. Detlef Blöcher, berikut ini beberapa point penting yang patut gereja ketahui;

#01

Generasi Baru untuk Zaman Modern

Generasi hari ini sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka dibesarkan dalam masa perubahan politik, sosial, budaya dan teknologi yang cepat. Mereka juga akrab dengan teknologi IT modern. Mereka telah menerima pelatihan yang sangat baik, mereka telah melakukan perjalanan secara luas dan bertemu dengan banyak budaya. Mereka terbuka untuk dunia, memberi penekanan kuat pada hubungan pribadi, masuk akal, kritis terhadap diri sendiri, sangat kreatif, antusias dan bersedia bekerja di bawah budaya baru kepemimpinan. Tetapi banyak dari mereka datang dari rumah tangga yang hancur dan membawa bekas luka pada jiwa mereka.

Mereka mencari persekutuan. Persekutuan yang menerima dan bersama-sama mereka. Karena itu, keberadaan misi sebagai organisasi harus lebih fleksibel. Bagi mereka yang ingin terlibat dalam misi, membutuhkan konsep pelatihan yang berbeda, penugasan pekerjaan yang disesuaikan dengan hati-hati tugas yang dipilih untuk waktu yang terbatas, gaya kepemimpinan kooperatif, struktur yang fleksibel, kehidupan dan pelayanan dalam tim, pengawasan pribadi yang simpatik, administrasi sederhana dan gaya hidup pembelajaran berkelanjutan. Mereka membutuhkan agen misi jenis baru.

#02

Pekerjaan Misi Jangka Pendek itu Penting

Pekerjaan misi jangka pendek telah tersedia untuk waktu yang lama (seperti lembaga misi OM), dan mempersiapkan kaum muda untuk misi dunia. Generasi sebelumnya akan pergi ke pekerjaan misionaris bahkan tanpa paparan ini – tetapi tidak demikian dengan generasi muda. Mereka sangat realitis dengan keterbatasannya sehingga mereka tidak memaksakan untuk berkomitmen pada pekerjaan misi jangka panjang. Mereka perlu mengalami secara pribadi bahwa Allah dapat membawa mereka melalui dan menggunakan karunia dan pengalaman mereka untuk melakukan sesuatu yang bermakna dan memberkati orang-orang. Kaum muda terutama belajar dari pengalaman (dengan melakukan dan keterlibatan pribadi) dan tidak begitu banyak melalui pemikiran dan wawasan rasional. Karena itu pekerjaan misi jangka pendek sangat penting saat ini. Tuhan menggunakannya untuk meningkatkan pelayanan yang signifikan dan secara bersamaan Tuhan memanggil orang-orang ke dalam pekerjaan misi jangka panjang.

#03

Gereja-gereja pengirim tenaga misi ingin terlibat secara langsung

Misi mengalir dari hati Tuhan dan Dia telah memilih gereja sebagai alat utama dalam misi dunia. Gereja mengutus misionarisnya untuk membangun gereja Kristus di negara yang menjadi pelayanannya dan gereja pengirim sebagai balasannya, menerima banyak berkat. Kebenaran mendasar ini tidak selalu diakui oleh gereja dan lembaga misi.

Saat ini, gereja tidak suka dibatasi untuk berdoa dan memberi tetapi mereka ingin terlibat langsung dalam kehidupan dan pelayanan misionaris mereka, menggunakan karunia dan pengalaman mereka, mendapat informasi dan terlibat aktif dalam pengambilan keputusan. Dengan bekerjasama antara gereja dan lembaga misi dalam tugas misi, gereja menjadi sangat maju. Pelayanan misionaris mereka menjadi proyek mereka sendiri dan gereja pengirim adalah mitra aktif dari tim misionaris. Ini membutuhkan komunikasi yang erat antara gereja dan lembaga misi. Ini membutuhkan struktur yang efektif, pemikiran global, administrasi sederhana, pendelegasian tugas dan komitmen terhadap kemitraan.

#04

Barat Sekuler: Krisis dan peluang untuk misi

“Kristen Barat” adalah sesuatu dari masa lalu dan telah digantikan oleh zaman post-modern. Saat ini perasaan pribadi adalah penting, semua pendapat dan gaya hidup sama-sama dapat diterima yang mengarah pada penghancuran konsensus dalam masyarakat: setiap orang memiliki kebenaran dan gaya hidupnya sendiri, itu seperti supermarket ideologi. Di kota Leipzig hanya 8% dari populasi milik gereja Kristen. Karakteristik waktu postmodern ini juga hadir di gereja-gereja kita hari ini. Keunikan Yesus dipertanyakan dan misi dunia, klaim Allah atas seluruh dunia, dianggap sebagai pelanggaran. Kesalehan umat Islam dan Budha dikagumi.

Banyak orang menganggap diri mereka sebagai orang Kristen bahkan jika mereka tidak mengenal Injil – dan tampaknya tidak terpikirkan untuk mempertanyakan kepercayaan mereka.. Saat ini sebagian besar orang yang belum terjangkau di dunia tinggal di hutan kota besar dan tidak lagi di hutan asli.

Jika misionaris ingin mencapai hati ini, kegiatan harus diarahkan kepada orang-orang dan kebutuhan serta nilai-nilai mereka. Mereka perlu mengatasi masalah mereka untuk hari ini. Ini relevan untuk pertemuan gereja, literatur, kursus korespondensi Alkitab, program radio dll. Metode yang sukses di masa lalu mungkin sudah ketinggalan zaman hari ini. Para misionaris perlu terus-menerus merefleksikan pelayanan mereka, mengambil alih tugas-tugas baru, terus-menerus melatih kembali, mengembangkan sikap belajar seumur hidup.

#05

Komunikasi modern menawarkan peluang besar

Teknologi komunikasi baru telah merevolusi dunia kita. Berita dan gambar menyebar ke seluruh dunia dalam hitungan detik. Satu klik mouse dan seluruh dunia tahu – tempat paling terpencil di dunia terhubung – dan hal yang sama berlaku untuk pekerjaan misionaris.

Ada bentuk-bentuk baru pekerjaan misi: penginjilan melalui TV satelit, film-film Kristen dalam DVD, Alkitab, dan literatur teologis yang tersedia di Internet bahkan di negara-negara “tertutup”, ruang obrolan menyediakan putaran diskusi rahasia dengan orang-orang dari semua negara, program penginjilan dengan halaman web interaktif dan pelatihan teologis melalui email. Ini adalah peluang misionaris yang luar biasa tetapi itu bukan pengganti bagi contoh hidup seorang duta besar untuk Kristus.

Kehidupan misionaris juga telah berubah secara dramatis: energi matahari dan pemurnian air, telepon satelit di pegunungan terpencil, navigasi satelit di hutan, pembelajaran bahasa melalui CD, sekolah anak-anak misionaris melalui Internet, akses instan ke semua perpustakaan di dunia. Tiket pesawat murah memungkinkan kunjungan dari teman atau kunjungan singkat di rumah.

Komunikasi dengan gereja-gereja asal dan para pendukung menjadi lebih mudah. Hanya satu email dan ratusan teman dapat berdoa secara khusus. Gambar yang dikirim melalui email menggambarkan pelayanan beberapa menit kemudian di papan informasi di gereja, panggilan telepon dengan ponsel selama layanan gereja memberikan informasi terkini, klip video dll … Hampir tidak ada batasan imajinasi Anda dan kemungkinan teknis. Ini menghasilkan harapan yang tinggi dari para pendukung di rumah sehubungan dengan berita reguler dan kualitas presentasi – dan misionaris perlu bersaing dengan informasi yang berlebihan. Pada akhirnya komunikasi bukanlah masalah kemungkinan teknis tetapi kepribadian.

#06

Misi lebih dari sekadar penginjilan

Dalam beberapa tahun terakhir gerakan doa yang kuat untuk orang-orang yang belum terjangkau telah muncul dan Tuhan telah melakukan hal-hal besar melalui mereka. Namun demikian ada kesadaran yang berkembang bahwa komisi besar itu lebih dari sekadar teknik, rencana operasi, penginjilan yang dangkal dan sejumlah pertobatan yang mengesankan. Bagian utama dari Amanat Agung menurut Matius 28 adalah perintah: “jadikan murid”. Ini lebih dari sekadar pemberitaan Injil atau memimpin orang kepada keputusan untuk Yesus. Semua bidang kehidupan harus berada di bawah kepemimpinan Kristus dan setiap orang percaya harus menemukan tempat di gereja lokal. Ini tidak dapat dicapai melalui media massa meskipun mereka mungkin sangat efektif dalam penginjilan. Kita membutuhkan teladan hidup tentang apa yang dapat dilakukan kasih karunia Allah dalam kehidupan seseorang, pemuridan perlu dilaksanakan dalam kehidupan. Kehidupan pribadi kita perlu transparan untuk mendorong orang untuk mengikuti Kristus.

Karena itu gereja-orang percaya menyaksikan hidupnya untuk juga menjawab atau terlibatdalam mengatasi tantangan disebabkan bencana besar: banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, kekerngan, AIDS, epidemi, konflik etnis, pengungsi, penderitaan luar biasa di daerah kumuh, penganiayaan terhadap orang Kristen, orang-orang yang terikat secara spiritual, negara-negara yang tertutup dan hati yang tertutup bagi Injil di dunia Barat. Di sini kita membutuhkan tanda-tanda kasih Allah dan kreativitas besar untuk membuka pintu bagi pemberitaan Injil. Yesus selalu berbicara kepada seluruh pribadi. Keselamatan hanya dapat ditemukan dalam iman pribadi kepada Yesus Kristus. Tetapi pesan ini harus dikomunikasikan melalui kata, perbuatan dan kepribadian duta besar. Itu harus dimulai dari kebutuhan dasar dan kepentingan rakyat. Gereja Kristus dipanggil untuk menjadi berkat bagi kota dan negaranya.

Oleh karena itu pentingnya jaringan kerjasama yang dibangun melalui antar lembaga gereja, lembaga misi dan jaringan-jaringan pelayanan misi senada dan memanfaatkan penggunaan tehnologi. Sebab tantangan dunia ini begitu besar sehingga tidak ada gereja, lembaga misi atau inisiatif yang dapat menghadapinya sendirian.

Berbagai pengetahuan, sumber daya, pengalaman, dan staf dibutuhkan. Semua upaya perlu dikoordinasikan. Yesus berdoa terutama untuk persatuan murid-muridnya (Yohanes 17). Ini dimulai ketika misionaris Barat bekerja dengan rekan-rekan dari Selatan, seringkali dalam tim multikultural. Mereka dapat saling menguatkan, saling melengkapi keahlian dan pemberian hadiah, belajar dan mendorong satu sama lain – tetapi juga membutuhkan komunikasi yang cermat, kemauan untuk berkompromi dan berkah sehingga perbedaan.

Hanya bersama-sama kita dapat mencapainya – dan Tuhan misi akan melakukannya. Tuhan mencapai tujuannya. (edt.ys)
*) Dr. Detlef Blöcher (lahir 15 Januari 1953 di Frankfurt) telah menjadi Direktur The Christian Relief and Missionary Work DMG Interpersonal di Sinsheim dekat Heidelberg dari tahun 2000 hingga Mei 2018. Damit Menschen Gott begegnen adalah lembaga misi Kristen yang bertujuan untuk memberikan bantuan holistik dan memperkenalkan pesan Alkitab kepada orang lain. DMG berbasis di Sinsheim dekat Heidelberg, Jerman. Lembaga ini sudah bekerja sama Internasional dan berdasar pada iman kepada Yesus dan doa. Lembaga ini juga membantu gereja-gereja lokal untuk mengirim pekerja mereka ke masyarakat dan budaya lain dan berkomitmen untuk memastikan bahwa kasih Allah dengan tujuan pada mandat misi dari Tuhan Yesus; jadi orang bertemu Tuhan.

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.