Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Margin

Pikun

Pikun

Sepasang kakek dan nenek yang akhir-akhir ini terlalu sering menjadi lupa akan segala sesuatu hal, akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter dan memeriksakan kesehatan mereka.
Oleh: Yonathan Subur
Dokter menyarankan agar mereka mulai membiasakan diri untuk menulis hal-hal apa saja untuk membantu mereka mengingat. Suatu malam, keduanya sedang bersantai menonton TV. Tiba- tiba sang kakek berdiri,
Nenek : “Mau kemana?”
Kakek : “Oh aku mau ke dapur sebentar untuk mengambil segelas air”
Nenek : “Kalau begitu sekalian tolong bawakan aku es krim vanila”
Kakek : ” Baik, sayang ..”
Nenek : “Eh tunggu sebentar, apakah tidak sebaiknya kamu tulis pesananku itu supaya kamu tidak lupa?”
Kakek : “Ah tidak perlu, aku ingat kok … es krim vanila kan?”
Nenek : “Kalau begitu sekalian tambahkan strawberry dan krimnya”
Kakek : “Tentu sayang…”
Nenek : “Ah sebaiknya kamu tulis semua pesananku itu, nanti pasti kamu lupa semuanya”
Kakek : “Jangan khawatir aku masih ingat kok, es krim vanila, strawberry dan krimnya bukan?”
Dua puluh menit kemudian sang kakek datang dan memberikan kepada nenek sepiring daging dan beberapa butir telur rebus.
Nenek : (Dengan wajah cemberut) “Nah, apa kataku, kamu lupa kan pesananku … makanya ditulis dulu”
Kakek : “Lho memangnya kamu tadi pesan apa sih?”
Nenek : (Dengan wajah yang masih cemberut) “Roti bakar isi strawberry.”
Manusia lupa bahwa usia tak pernah bohong. Usia akan mengantar manusia pada tahap tertentu dalam hidupnya, tua dan pikun. Jika sudah memasuki dunia tua dan pikun maka siapapun orangnya, ia akan serba salah.

Dalam Mazmur 148, pemazmur membuka mazmur pujiannya dengan satu kata ”Haleluyah”. Artinya, ”Puji Tuhan.” Lalu ia mengajak semua ciptaan-Nya memuji Tuhan. Tanpa kecuali, alam semesta pun harus memuji Tuhan dengan ekspresinya masing-masing. Maka manusia yang masih diberi anugerah kehidupan, pujilah Tuhan!. Dalam Mazmur ini memuji Tuhan ditekankan bukan ”karena” akan tetapi memuji Tuhan karena Ia, Tuhan adalah Allah yang patut dipuji. Ia pencipta, kita ciptaan yang dikasihi-Nya (ayt.14) Maka tidak ada alasan yang menghalangi kita untuk tidak meuji Tuhan. Pemazmur menyimpulkan demikian, ”Biarlah semuanya memuji –muji Tuhan” (ayt. 13)

Sebelum kita pikun, baiklah memuji Tuhan. Sebelum kaum muda kita tak lagi menjadikan ”memuji Tuhan” sebagai ekspresi kehidupannya, marilah kita memuji Tuhan dengan penuh sukacita. -ys

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Seputar Sinode

Dipilih untuk Menghasilkan Buah

Dipilih untuk Menghasilkan Buah

Penahbisan Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Jemaat Menteng Pulo,
Pdt. Retnawaty Sariana Sibarani, S.Th.

Penahbisan Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Jemaat Menteng Pulo atas diri Pdt. Retnawaty Sariana Sibarani, S.Th
Jakarta, TheHOPE.id – Yohanes 15:16 (TB) “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” adalah ayat yang mendasari firman Tuhan yang disampaikan saat Penahbisan Gembala Jemaat Gereja Isa Almasih Jemaat Menteng Pulo atas diri Pdt. Retnawaty Sariana Sibarani, S.Th., pada hari Minggu, 9 Oktober 2022, Pk. 15.00 WIB. Melalui firman Tuhan yang disampaikan dalam Penahbisan Gembala Jemaat, Tuhan Yesus Kristus sang Kepala Gereja menyatakan visi-Nya bagi Gereja Isa Almasih Jemaat Menteng Pulo agar dapat lebih lagi menjangkau jiwa-jiwa bagi kebesaran Nama-Nya dan kelebaran Kerajaan-Nya.

Penahbisan dilaksanakan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M. Th. (Sekretaris Umum Majelis Pusat Harian Sinode Gereja Isa Almasih), dihadiri dan disaksikan oleh Pdt. Mulyadi Kaleb, M.Th. (Ketua Kategorial 1 Departemen Pembinaan Anggota Jemaat), Pdt. Gunawan Hartono, M. Th. (Dewan Penasehat dan Ketua Majelis Daerah VII) beserta hamba-hamba Tuhan Daerah VII, Keluarga, Majelis Jemaat, serta 80 anggota Jemaat Gereja Isa Almasih Jemaat Menteng Pulo yang beralamat di Jl. Menteng Pulo 2 Gang IX No. 14, Jakarta Selatan.

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Seputar Sinode

Pemilihan dan Pelantikan Pengurus Majelis Daerah 2 Sinode GIA

Pemilihan dan Pelantikan Pengurus Majelis Daerah 2 Sinode GIA

SEMARANG, TheHOPE.id – Pemilihan dan pelantikan pengurus lengkap Majelis Daerah (MD 2) Sinode GIA periode 2022-2026 dilaksanakan dalam persidangan pada hari Senin 3 Oktober 2022, pukul 09.00 – 15.00 wib di GIA Genuk Indah, Semarang, Jawa Tengah. Pelantikan di lakukan oleh Sekretaris Umum MPH Pdt. Andreas Mulyadi, dan diikuti oleh 18 gereja lokal di wilayah MD2.

Dalam pelaksanaannya, sidang tersebut dipimpin oleh Pdt. Elia Sutrisno (GIA Ungaran), Pdt. Gatot (GIA Elang Raya), dan Pdt. Nefry (GIA Genurit).

Hasil pemilihan Pengurus MD 2 periode 2022 – 2026:
Ketua: Pdt. Yosua Wardoyo dari GIA Lobak
Sekretaris: Pdt. Nefry Christofel GIA Genurit
Bendahara: Dkn. Wempi Agung dari GIA Sindoro
(-as)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Kilas Berita

KEPERCAYAAN TUHAN, AKAN SAYA LAKUKAN SEBAIK-BAIKNYA

WAWANCARA SEKUM SINODE GIA - PERIODE 2022-2026

KEPERCAYAAN Tuhan, akan saya lakukan sebaik-baiknya

“Membuat Gereja Isa Almasih mencintai Sinode, dan membuat sinode semakin berkiprah pada jemaat lokal, artinya bisa betul-betul berkarya bagi jemaat lokal”, Pdt, Andreas Mulyadi-Sekum Sinode Gereja Isa Almasih.

Pewawancara & penulis: Thomas Esha

TheHOPE.id – Udara sore yang cerah itu, penulis berkunjung ke GIA Banyumanik. Kendaraan yang membelah suasana keramaian jalan, dengan diiringi bunyi musik lagu Kupercaya Janji-Mu Ajaib yang mengalun lembut dari soundsystem yang ada, mengantar perjalanan itu. Banyumanik suatu daerah yang berkembang pesat di wilayah selatan Semarang.

Setelah empat puluh lima menit lebih sedikit berkendaraan, sampailah di gereja Banyumanik, yang kita kenal Gereja Isa Almasih Jemaat Banyumanik, untuk berjumpa dengan Pdt, Andreas Mulyadi. Dengan ramahnya beliau menyambut penulis dan kami mengobrol untuk wawancara tentang posisi Sekum (Sekretaris Umum) di Sinode Gereja Isa Almasih.

Perlu pembaca ketahui, setelah Sidang Sinode, tgl. 26-28 Juli 2022 di Jakarta yang lalu, Pdt. Andreas Mulyadi terpilih sebagai sekretaris umum di Sinode GIA. Dan tanggal 21 Sepetember 2022, baru bisa ditemui untuk wawancara karena padatnya jadwal tugas masing-masing.

Kedudukan dalam kesinodean, Sekretaris Umum memiliki peranan yang amat penting. Dalam sistem organisasi tugas Sekretaris Umum yang biasa dijabat oleh seorang Gembala Jemaat (GJ) terpilih di sidang, dengan jabatan gembala di gereja dan fulltime di tugas sinode. Tetapi dalam sistem saat ini bersifat parttime yang dibantu oleh Wasekum dan staff MPH. Dengan demikian tugas Sekum tidak harus tiap hari bertugas di kantor sinode atau secara fulltime.
Penulis: Apakah ada yang menonjol di gereja yang bapak pimpin ini? Motto hidup dan ayat favorit, yang sekiranya dapat dibagikan untuk para pembaca?

Sekum: Penekanan di dalam pelayanan di GIA Jemaat Banyumanik adalah pemuridan, karena dengan pemuridan, kerohanian jemaat akan bertumbuh dan mampu menjadi dewasa dalam iman, sehingga mereka bisa terlibat dalam pelayanan. (Ini yang menolong dalam tugas sehari-hari secara khusus dalam tugas baru kami sebagai sekum sinode, Tuhan seperti menyiapkan segala sesuatu dengan indah pada waktu-Nya). Saat awal pelayanan, Tuhan mempercayakan sekitar 70-an jemaat, sekarang sudah berkembang menjadi hampir 300-an. Kebaktian yang dulunya hanya sekali, sekarang sudah 3 kali, jam 07, jam 09 dan jam 17. Jadi di GIA Banyumanik, yang menonjol adalah pemuridan yang melibatkan sebanyak mungkin jemaat untuk terlibat di dalam pelayanan. Dan itu sangat efektif. Khotbah minggu atau persekutuan sudah bisa dilayani oleh jemaat.

Motto hidup saya adalah melakukan apa yang dipercayakan Tuhan dan mengerjakan sebaik baiknya tugas dan tanggung jawab yang diberikan Tuhan. Artinya saya berusaha melakukan yang terbaik, supaya berkenan dihadapan Tuhan.

Sedang ayat favorit saya adalah seperti yang dikatakan Rasul Paulus: Hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan. Seperti Ahok, ‘cletuk’ penulis sambil tersenyum, dan diiyakan oleh beliau. Sejak awal dalam segala perjuangan karena saya tahu Tuhan yang memanggil, Tuhan juga yang akan menolong dan bertanggung jawab atas kehidupan saya dan juga akan melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Jika memang Tuhan panggil, mati pun saya siap. Ada pengalaman saya saat penginjilan di daerah Baduy, Bandung. Saya memang gemar mengabarkan Injil, saat ditangkap polisi dan diinterogasi, dimarahi bahkan dimaki-maki, tetapi saat itu saya tidak takut kalau harus mengalami kematian. Tetapi pada saat Tuhan masih memberikan kepercayaan untuk saya hidup, saya akan berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pelayanan. Saya meninggalkan pekerjaan dan usaha saya dengan tujuan melayani Tuhan oleh sebab itu saya akan melakukan apa yang terbaik bagi Kemuliaan nama Tuhan.
Pdt. Andreas Mulyadi didampingi oleh istri yang bernama Erna Noviati dikaruniai dua orang anak, yang sulung Agatha Christian Bella Mulder yang bungsu Yeshua Christian Arauna Mulder. Si Sulung, Aga panggilan akrabnya, sekolah di Abdiel semester 7, sedang yang bungsu, Yesa panggilan akrabnya masih SMK kelas 1 atau kelas 10.

Hidup saya yang berlatar belakang menjadi pengusaha ayam potong terbilang sukses. (terdiam sejenak sambil menerawang ke depan)

Tetapi dalam hati suara panggilan melayani Tuhan terus menerus semakin kuat maka langkah pertama, usahanya harus ditinggakan meski itu tidak mudah. Akibatnya, setelah itu, saya sering menyendiri di tepi sungai Kenci Ungaran untuk menyendiri dalam pergumulan. Ada perasaan bergejolak dalam hati menyesali, rasa bersalah dan keputusan yang sudah saya buat, tapi disana Tuhan berbicara bahwa ini merupakan proses Tuhan untuk membentuk dan mengarahkan terhadap rencana Tuhan dalam kehidupan.

Dalam pembentukan itu ada harga yang harus dibayar dan harganya sangat mahal. (Dalam kasih Tuhan yang mengarahkan ke jalan dan cara-Nya yang tak pernah keliru atau salah, Dia di dalam waktu-Nya dan cara-Nya memimpin juga mempelengkapinya selalu baik dan sempurna untuk masa kini dan nanti).

Singkat cerita saat itu saya mendapat tawaran untuk melayani di pusat rehabilitasi narkoba, tawaran yang sangat mengerikan bagi saya, terpaksa saya menerimanya karena memang tawaran itu adalah satu- satunya kesempatan untuk saya. Melalui pelayanan di pusat rehabilitasi ini dan perjalanan yang cukup panjang akhirnya, pada waktu-Nya, saya diangkat Tuhan menjadi Gembala di GIA Jemaat Banyumanik. “Sekarang malah jadi Sekum ya pak Mul” ujar penulis yang disambut tertawa oleh bapak Gembala yang juga penggemar swieke ini.
Sebagai Sekum, apakah majelis dan jemaat GIA Banyumanik tidak berkeberatan, lanjut penulis

Dengan lugas, beliau menegaskan bahwa majelis dan jemaat GIA Banyumanik tidak berkeberatan bahkan mendukung saya menjadi Sekum, apalagi sekum sekarang ini tidak fulltime, tetapi parttime, sehingga saya bisa mengatur waktu sebagai Gembala dan Sekum. Ditambah Jemaat Banyumanik yang sudah mengikuti program pemuridan sehingga lebih mandiri dalam setiap pelayanan.
Apa yang menjadi prioritas sebagai Sekum

Saya memprioritaskan untuk membenahi team saya di Sinode, baik itu staf ataupun pengurus. Saya memperjelas jobdisc masing masing supaya tidak terjadi salah paham dalam bekerja. Tugas sekum yang sangat kompleks dan berat, akan menjadi ringan pada saat seluruh team bekerja dengan solid. Kemudian sebagai prioritas kedua adalah melaksanakan apa yang sudah dimandatkan dalam Sidang Sinode yang ke-23, berkenaan dengan amandemen tata gereja dan sinkronisasi keputus keputusan sidang.

Kemudian juga bagaimana jemaat jemaat lokal yang saat ini saya lihat acuh tak acuh dan agak tidak peduli dengan sinode, bagaimana membuat mereka mencintai sinode, demikian juga sebaliknya sinode dapat lebih berkiprah pada jemaat lokal, artinya bisa betul betul berkarya bagi mereka. Itu yang menjadi prioritas ke dalam. Untuk keluar saya mencoba membina hubungan dengan organisasi organisasi di luar, seperti dengan Korea atau dengan sinode gereja lain. Kita bisa belajar dari mereka yang sudah lebih berpengalaman.

Gembala jemaat lulusan Abdiel ini, telah banyak berperan dalam tugas-tugas di jemaat, salah satu yang berat adalah menjadi ketua panita pembangunan gereja yang harus menyelesaikan pembangunan yang terkatung-katung karena ada berbagai masalah. Dengan iman, kesatuan hati dan hati yang murni, pembangunan bisa diselesaikan.
Pernah terpikirkan menjadi Sekum sebelumnya?

“Saya tidak pernah bermimpi menjadi Sekum,” ujar beliau sambil tertawa. Tetapi dalam benak pikiran saya, apa yang sudah dipercaya oleh Tuhan, saya akan lakukan dengan sebaik-baiknya, dan saya juga yakin Tuhan pasti akan menolong saya dan memberi kemampuan.”

Bagaimana dengan prakteknya dalam keseharian tugas Sekum dan Gembala?

Dalam praktek sebagai Sekum dan Gembala, bagi beliau tidak bermasalah. Karena Sekum hanya sebagai partime, disamping ada teknologi yang memudahkan untuk berkomunikasi. “Saya dapat melakukan pekerjaan dari Banyumanik. Lewat WhatsApp saya bisa memberi tugas pada staf di MPH. Saya ke kantor cukup seminggu dua kali. Sehingga saya tetap dapat melakukan tugas sebagai Gembala. Mengunjungi jemaat dll .“
Sekum adalah jabatan strategis, ia menjadi “mata dan tangan“ sinode keseharian. Komentar Anda?

Memang benar, sekum adalah jabatan strategis, sebagai motor penggerak organisasi. Sebelum jadi sekum, saya sudah biasa berkecimpung dalam organisasi, sebagai ketua panitia atau sekretaris. Pada intinya, tugas sebagai ketua atau sekretaris adalah sama, sehingga saya sudah terbiasa . Artinya pekerjaan sebagai sekum, merupakan pekerjaan yang biasa dilakukan sebelumnya. Jadi Tuhan sudah menyiapkan sebelumnya, sehingga saya mudah beradaptasi dan menjalan tugas sebagai seorang sekum, tentu dengan pertolongan Tuhan.

Anda belum pernah menjabat tugas pemimpin dalam lingkungan Sinode – MPH, komentar Anda?

Meskipun saya belum pernah menjabat di lingkungan sinode, tetapi saya sudah biasa berorganisasi di luar. Pada prinsipnya organisasi dimana- mana sistem dan bentuknya hampir sama.

Apa perlu meminta nasehat dari mantan sekum? Apakah ada sinyal akan hal itu?

Saya orangnya terbuka dan siap berkomunikasi dengan siapapun. Bila menghadapi kesulitan, saya tidak segan untuk meminta nasehat dan masukan dari sekum yang lama. Terlebih saya dekat dengan beliau, saat di Abdiel saya dan beliau satu angkatan.
GIA Banyumanik ada semacam tradisi menjadi Sekum? Menurut Anda?

Sebetulnya bukan tradisi, hanya kebetulan saja, Gembala Jemaat sebelum saya pernah menjabat jadi Sekum.

Tantangan sekaligus peluang era informasi. Melihat di lingkup Gereja Isa Almasih yang masih banyak gaptek di era informasi khususnya “dikalangan kota kecil” bagaimana disingkapinya?

Sebenarnya bukan hanya di kota kecil jemaat yang gaptek, dikota besar pun banyak yang masih gaptek. Teknologi memang sangat mendukung kemajuan dalam pelayanan. Merupakan sarana kerja yang sangat efektif, karena jangkauannya sangat luas, kerjanya sangat cepat dan biaya sangat murah. Disatu sisi juga kalau diperhatikan gembala jemaatnya banyak yang sudah sepuh, kalau dipaksakan mereka bisa stress.
Sebagai solusi kita harus mempersiapkan generasi milenial, generasi alpha.
Bagi mereka akan enjoy dalam dunia digital saat ini, sehingga Sinode GIA ke depan bisa lebih maju. Orientasi kita saat ini bukan pada generasi tua, tetapi pada generasi muda. Kita harus memaksimalkan mereka.
Pada saat kita membina mereka, bukan saja kita bisa memakai sarana tersebut, kita malah bisa memanfaatkan sarana-sarana yang ada, bisa mendulang keuangan, kekayaan dan sebagainya. Generasi muda tersebut meskipun tidak bekerja di perusahaan, dengan adanya teknologi yang ada mereka bisa menghasilkan pasif income atau penghasilan tetap tanpa harus kerja keras, tetapi kerja cerdas.
Tantangan yang utama dan terus menjadi motivasi untuk terus berbenah

Tantangan yang utama adalah sikap terhadap teknologi. Teknologi atau gadget bisa membuat orang meninggalkan gereja, bahkan meninggalkan Tuhan. Karena melihat gadget jauh lebih menyenangkan daripada aktivitas di gereja. Terlebih lagi tontonan atau game di gadget bisa menyesatkan orang yang terikat. Sekarang bagaimana kita bisa mengembalikan jemaat untuk intim dengan Tuhan, membangun jemaat untuk tetap beriman kepada Tuhan. Gadget dapat membuat jemaat tersesat dan semakin jauh dari Tuhan. Terlebih sesudah Covid, jemaat terbiasa ibadah lewat online yang lebih santai. Mengembalikan jemaat untuk ibadah di gereja tidaklah mudah, membutuhkan perhatian khusus.
Apa pemikiran yang bisa bapak berikan?

Pemikiran saya untuk menghadapi tantangan yang ada, kita harus fokus didalam pengajaran dan pembinaan kepada jemaat. Sinode harus memiliki peran yang besar dalam menghadapai tantangan tersebut.

Jadi gereja-gereja lokal penekanannya pada action-nya atau tinggal mempraktekkan apa yang telah disiapkan oleh sinode. Dengan cara tersebut, gereja bisa melakukan antisipasi pada pengajaran-pengajaran yang menyesatkan lewat teknologi digital yang setiap hari dinikmati oleh jemaat.

Kalau tidak diantisipasi Iman jemaat bisa menyimpang, bukan lagi pada Tuhan tetapi pada teknologi. Lewat pembinaan dan pemuridan Iman jemaat dapat dibimbing dijalan yang benar. Teknolgi hanya berfungsi sebagai saranan saja, bukan sebagai fokus dalam kehidupan, sehingga melalui pembinaan yang mempergunakan teknologi bisa menyegarkan jiwa dan mengembalikan hubungan yang intim dengan Tuhan.

Apa yang masih perlu bapak sampaikan khususnya dalam kesinodean Gereja Isa Almasih?

Masalah kesinodean yang perlu mendapat perhatian yaitu kita seringkali meributkan sesuatu yang tidak penting, sehingga energi positif kita habis untuk meributkan sesuatu yang tidak penting tersebut. Kita harus meningkatkan persatuan untuk kemajuan Sinode. Thema Sidang yang lalu, menjadi kirbat dan anggur yang baru benar-benar dapat kita terapkan bersama.

Mungkin ada rencana bagi GIA Banyumanik membuat semacam proyek pelayanan atau apa, agar nilai yang didapat ditularkan.

Proyek yang sedang saya bidik dan sedang saya kerjakan adalah pemuridan. Karena di dalam pemuridan selain ada pembinaan tetapi juga salah satu bentuk perhatian, karena semua orang membutuhkan perhatian, cinta kasih, dan pada saat setiap orang bisa tercover, dia tidak akan cari yang lainnya.

Kalau gereja tidak menerapkan pemuridan dan membiarkan jemaat hanya datang beribadah, maka terjadi kekeringan pada jemaat. Jemaat tidak bertumbuh dengan baik, tidak menjadi jemaat yang dewasa. Paket komplit dalam pemuridan, ada pembinaan, pendampingan, perhatian, cinta kasih dan keteladaan.

Kalau sinode dapat menerapkan sistem pemuridan ini pada semua gereja gereja lokal, maka pertumbuhan jemaat akan lebih baik.

Bagaimana dengan acara libur bersama dengan keluarga untuk menyegarkan diri bersama-sama?

“Kalau libur keluarga tidak pernah saya lakukan,” ujar pak Andre, panggilan akrab lainnya. Saya lebih suka makan bareng di angkringan sambil ngobrol. Itu lebih asik buat kami. Lebih menyegarkan, kata beliau mengakhiri wawancara.

Latar belakang Pdt. Andreas Mulyadi dari GKJ- Gereja Kristen Jawa, gereja yang tertata rapi dan teratur. Berbeda dengan Gereja Isa Almasih, menurutnya. Tetapi apa yang tidak disukai justru Tuhan mengarahkannya kesana, dan akhirnya studi di Abdiel dan melayani di Gereja Isa Almasih Banyumanik sampai jadi Gembala Jemaat.

Jam menunjukkan pukul 18.30, waktu sudah menunjukkan batas perbincangan telah habis. Segera kami pun mengakhiri pertemuan itu. Wawancara penuh rasa kekeluargaan dan ada tertawa itu berakhir dengan santap malam bersama di warung ayam goreng pinggir jalan. Ehmm.. enak juga makan malam bersama pak Sekum yang baru itu. (-te)

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.