Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Liputan Seputar Sinode

IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT

IBADAH PENDEWASAAN GIA JEMAAT BAYANG DAN PENAHBISAN GEMBALA JEMAAT

Bayang, 20 Oktober 2025 Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih  (GIA) Jemaat Bayang pada Senin sore . Meski tengah dalam proses renovasi, jemaat GIA Bayang berhasil melaksanakan Ibadah Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala Jemaat dengan tertib dan penuh semangat rohani.

Ibadah yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh para hamba Tuhan, jemaat, dan tamu undangan dari berbagai wilayah pelayanan. Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan”. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan pentingnya seorang pemimpin gereja memiliki integritas, keteladanan, serta kesetiaan dalam menjalankan panggilan Tuhan, meskipun dalam situasi dan tantangan pelayanan yang tidak selalu mudah.

Suasana ibadah semakin khidmat ketika acara Penahbisan Gembala Jemaat dilangsungkan. Dalam momen penuh sukacita tersebut, Pdt. Edi Susanto, S.Th resmi ditahbiskan sebagai Gembala Jemaat GIA Bayang yang baru. Ucapan selamat dan doa dari para hamba Tuhan serta jemaat mengalir untuk mendukung pelayanan beliau ke depan. Hal yang menarik dari acara ini adalah semangat kebersamaan dan dedikasi jemaat yang begitu terasa. Meskipun gedung gereja masih dalam proses renovasi, jemaat menunjukkan komitmen dan antusiasme yang tinggi untuk tetap menyelenggarakan ibadah dengan penuh hikmat dan tertib. Dengan penataan sederhana, suasana ibadah tetap berjalan lancar dan penuh sukacita.

Acara ditutup dengan doa berkat serta foto bersama seluruh jemaat dan tamu undangan, menandai awal baru bagi GIA Jemaat Bayang dalam perjalanan pelayanannya. Melalui momentum Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala ini, diharapkan GIA Bayang semakin bertumbuh menjadi gereja yang dewasa, mandiri, dan terus menjadi terang serta berkat bagi masyarakat sekitar.

Categories
Liputan Seputar Sinode

Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat

Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda GIA Singkut Durian Berlangsung Khidmat

Singkut, 20 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Penahbisan Gembala Jemaat dan Pendeta Muda Gereja Isa Almasih (GIA) Singkut Durian yang berlangsung pada hari Senin di gedung GIA Singkut Durian. Ibadah penahbisan ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat, dengan ditahbiskannya Pdt. Onianto, S.Th sebagai Gembala Jemaat dan Pdm. Ferianto, S.Th sebagai Pendeta Muda. Prosesi penahbisan disertai doa dan penumpangan tangan oleh para hamba Tuhan dari sinode GIA serta dihadiri oleh para tamu undangan, pelayan gereja, dan jemaat dari berbagai wilayah.

Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Mus Budiarto dengan tema “Sinergi Dalam Pelayanan”. Melalui khotbahnya, Pdt. Mus menekankan pentingnya kerja sama dan kesatuan hati antara para pelayan Tuhan dan jemaat dalam membangun tubuh Kristus. “Pelayanan bukanlah karya pribadi, tetapi kolaborasi dalam kasih dan ketaatan kepada Tuhan. Ketika gereja bersinergi, nama Tuhan dimuliakan,” ujar Pdt. Mus dalam khotbahnya.

Rangkaian acara berjalan dengan tertib dan penuh hikmat, diiringi pujian dan penyembahan yang menguatkan iman jemaat. Penahbisan ini tidak hanya menjadi simbol pengutusan dan tanggung jawab baru bagi para hamba Tuhan, tetapi juga menjadi momentum pembaruan semangat pelayanan di tengah jemaat GIA Singkut Durian. Dalam sambutannya, Pdt. Onianto menyampaikan rasa syukur dan kerendahan hati atas kepercayaan yang diberikan. “Segala puji bagi Tuhan Yesus Kristus. Tugas ini bukan kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani dengan kasih dan kesetiaan,” ujarnya. Sementara itu, Pdm. Ferianto berkomitmen untuk terus belajar dan bertumbuh dalam pelayanan. “Saya bersyukur boleh dipercayakan melayani di ladang Tuhan ini. Kiranya setiap langkah kami senantiasa diarahkan oleh Roh Kudus,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat, yang turut mempererat kebersamaan dalam kasih Kristus. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa GIA Singkut Durian terus berkomitmen untuk melahirkan dan membina pelayan-pelayan Tuhan yang berdedikasi, demi kemajuan pelayanan gereja dan kemuliaan nama Tuhan di tengah masyarakat.

Categories
Liputan Seputar Sinode

TIGA MOMENTUM ROHANI DALAM SATU IBADAH: PENDEWASAAN GIA JEMAAT PUSAT DAMAI, PENAHBISAN GEMBALA, DAN PELANTIKAN MAJELIS

TIGA MOMENTUM ROHANI DALAM SATU IBADAH: PENDEWASAAN GIA JEMAAT PUSAT DAMAI, PENAHBISAN GEMBALA, DAN PELANTIKAN MAJELIS

Bodog, 19 Oktober 2025  Suasana penuh sukacita dan haru memenuhi gedung GIA Jemaat Pusat Damai, Bodog, pada  hari Minggu pukul 17.00 WIB. Dalam satu ibadah yang istimewa, gereja ini merayakan tiga momentum rohani penting sekaligus : Pendewasaan Jemaat, Penahbisan Gembala Jemaat, dan Pelantikan Majelis.

Ibadah agung tersebut dipimpin dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai tamu undangan, para hamba Tuhan dari jemaat-jemaat GIA di wilayah sekitarnya, serta umat Tuhan yang datang untuk bersyukur bersama. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, M.Th, dengan tema “Pemimpin yang Bertanggung Jawab dalam Pelayanan.” Dalam khotbahnya, Pdt. Andreas menekankan pentingnya teladan dan tanggung jawab seorang pemimpin rohani di tengah jemaat.“Seorang pemimpin yang sejati bukan hanya memimpin dengan kata-kata, tetapi dengan keteladanan hidup. Tanggung jawab dalam pelayanan adalah bentuk kasih kepada Kristus dan umat-Nya,” tegas Pdt. Andreas dalam pesan khotbahnya.

Momen puncak ibadah ditandai dengan penahbisan Gembala Jemaat baru, yaitu Pdt. Marihot Siregar, S.Th, yang resmi melayani dan menggembalakan GIA Jemaat Pusat Damai. Penahbisan dilakukan dengan penumpangan tangan dan doa berkat dari para hamba Tuhan yang hadir. Tak hanya itu, bersamaan dengan penahbisan tersebut, dilangsungkan pula pelantikan Majelis Jemaat baru, yang siap melayani bersama gembala dalam membangun pertumbuhan iman dan pelayanan gereja.

Ibadah pendewasaan ini juga menjadi tonggak sejarah bagi GIA Jemaat Pusat Damai, yang kini resmi menjadi jemaat dewasa di bawah naungan Gereja Isa Almasih (GIA). Suasana penuh sukacita mewarnai seluruh rangkaian acara, ditutup dengan pujian syukur dan doa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang menjadi ajang kebersamaan dan ucapan selamat kepada gembala dan majelis yang baru. Dengan tiga peristiwa rohani besar yang terjadi dalam satu ibadah, GIA Jemaat Pusat Damai Bodog menorehkan sejarah baru perjalanan pelayanannya sebuah tanda kasih dan penyertaan Tuhan yang nyata bagi jemaat-Nya.

Categories
Liputan Seputar Sinode

GIA Rajawali Rayakan HUT ke-51 dan Penahbisan Pendeta, Soroti Kasih Allah dan Sukacita Pelayanan

GIA Rajawali Rayakan HUT ke-51 dan Penahbisan Pendeta, Soroti Kasih Allah dan Sukacita Pelayanan

Suasana penuh sukacita dan hikmat menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Rajawali, Jakarta, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 sekaligus Ibadah Penahbisan Pendeta dan Pendeta Muda yang diselenggarakan pada Minggu pagi, 5 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB.Acara ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat dan pelayanan GIA Rajawali karena tidak hanya merayakan usia pelayanan gereja yang telah melintasi lima dekade lebih, tetapi juga menyambut secara resmi hamba Tuhan baru dalam kepemimpinan rohani jemaat.

Ibadah perayaan dan penahbisan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Gembala Jemaat GIA Rajawali, Ketua Umum dan Sekretaris Umum Sinode GIA, perwakilan Majelis Daerah (MD) VII, Majelis Jemaat GIA Rajawali, Panitia HUT ke-51 GIA Rajawali, serta para hamba Tuhan dari lingkungan MD VII. Hadir pula jemaat GIA Rajawali dan tamu undangan yang turut bersukacita atas karya Tuhan yang dinyatakan melalui gereja ini.

Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan umum disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, yang mengangkat ayat dari Yohanes 3:16, dengan penekanan bahwa Kasih Allah adalah motif utama yang mendorong Allah melaksanakan misi-Nya bagi dunia. Pdt. Budi menegaskan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk menerima kasih itu, tetapi juga menjadi saksi hidup dari kasih dan misi Allah kepada dunia. “Gereja bukan hanya tempat untuk menerima kasih karunia, tapi harus menjadi agen kasih itu sendiri di tengah dunia yang terluka,” ujar Pdt. Budi dalam khotbahnya yang menggugah.

Puncak acara ditandai dengan penahbisan Pdt. Michael Christian Yuwono sebagai pendeta baru serta Pdm. Ivan Christian Saputra dan Pdm. Samson Harry Capah di lingkungan GIA. Dalam khotbah perdana Pdt. Michael Christian Yuwono , ia mengangkat Mazmur 126:3 yang berbunyi “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.”

Dalam penyampaiannya, Pdt. Michael menyoroti bahwa perkara besar yang dimaksud adalah karya keselamatan, pemeliharaan Tuhan, serta sukacita yang lahir dari pengalaman kasih itu. “Sukacita pelayanan bukan berasal dari kenyamanan, tapi dari kesadaran akan betapa besar kasih Tuhan bagi kita. Kita melayani karena kita telah lebih dahulu dikasihi,” ungkapnya dalam nada penuh haru dan semangat.

Salah satu momen menyentuh dalam ibadah ini adalah kesaksian dari seorang pelayan Sekolah Minggu yang telah mengajar sejak tahun 1990. Ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat menyaksikan anak-anak yang dahulu diajar kini tumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan aktif dalam pelayanan.“Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat benih Firman yang kita tanam bertumbuh dan berbuah. Saya bangga menjadi bagian dari sejarah iman mereka,” ujarnya penuh haru.

Perayaan ini menjadi refleksi bagi seluruh jemaat akan kasih setia Tuhan yang menopang perjalanan GIA Rajawali selama 51 tahun. Dari generasi ke generasi, Tuhan terus memakai gereja ini sebagai alat dalam mewartakan Injil, memperlengkapi hamba-hamba-Nya, serta membangun komunitas yang menjadi terang di tengah kota Jakarta. Dengan tema yang terinspirasi dari Yohanes 3:16 dan Mazmur 126:3, acara ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga pengingat panggilan gereja untuk tetap setia dalam kasih dan misi-Nya.

Categories
Liputan Seputar Sinode

Penahbisan Pendeta Muda Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo, M.Th di GIA Ngentak: Dipanggil untuk Diutus oleh Kasih Karunia Tuhan

Penahbisan Pendeta Muda Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo, M.Th di GIA Ngentak: Dipanggil untuk Diutus oleh Kasih Karunia Tuhan

Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai acara Penahbisan Pendeta Muda Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo, M.Th  yang dilaksanakan pada Minggu, 5 Oktober 2025 di Gereja Isa Almasih (GIA) Ngentak. Momen istimewa ini turut dihadiri oleh anggota Daerah IV Sinode GIA, para gembala, majelis, serta jemaat GIA Ngentak yang memadati gedung gereja.

Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai acara Penahbisan Pendeta Muda Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo, M.Th  yang dilaksanakan pada Minggu, 5 Oktober 2025 di Gereja Isa Almasih (GIA) Ngentak. Momen istimewa ini turut dihadiri oleh anggota Daerah IV Sinode GIA, para gembala, majelis, serta jemaat GIA Ngentak yang memadati gedung gereja.

Acara penahbisan ini menjadi penanda resmi pengutusan Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo dalam pelayanan penuh waktu sebagai pendeta muda di lingkungan GIA. Firman Tuhan disampaikan dengan penuh pengurapan oleh Pdt. Rajis Barus, S.Th, yang mengangkat tema “Dipanggil untuk Diutus Bukan Berdasarkan Kehebatan Kita, Namun Kasih Karunia Tuhan”, terinspirasi dari kisah panggilan Nabi Yeremia dalam Alkitab.

Dalam kotbahnya, Pdt. Rajis Barus menegaskan bahwa pelayanan bukanlah hasil usaha manusia semata, tetapi murni karena kasih karunia Allah yang memanggil dan memperlengkapi. “Sebagaimana Tuhan memanggil Yeremia yang merasa tidak layak, demikian juga Tuhan memilih hamba-hamba-Nya bukan karena kehebatan, melainkan karena anugerah-Nya,” ujar Pdt. Barus dalam pesan rohaninya.

Acara penahbisan berlangsung dengan khidmat, ditandai dengan prosesi penumpangan tangan oleh para pemimpin Sinode dan gembala daerah, disertai doa pengutusan bagi Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo. Yang menarik dan turut menambah kekhusukan ibadah adalah persembahan pujian istimewa dari para mahasiswa dan mahasiswi Program Pascasarjana S2 Sekolah Tinggi Teologi (STT) Abdiel. Dengan suara yang merdu dan penampilan yang memukau, mereka mempersembahkan pujian sebagai bentuk dukungan dan sukacita atas pelayanan rekan seiman yang kini memasuki ladang pelayanan yang baru.

Dalam sambutannya, Dr. Jusuf Tjahyo Budi Utomo mengungkapkan rasa syukur dan kerendahan hati atas panggilan Tuhan dalam hidupnya. Ia berkomitmen untuk melayani dengan sepenuh hati, setia kepada kebenaran firman, dan menjawab panggilan Allah dengan ketaatan. Acara ditutup dengan doa berkat dan ramah tamah bersama seluruh jemaat dan tamu undangan, menandai dimulainya babak baru pelayanan sang pendeta muda di tengah-tengah jemaat GIA.

Categories
Liputan Seputar Sinode

GIA Ajang Rayakan HUT ke-3 Lewat KKR Spesial Bertema “For Him”

GIA Ajang Rayakan HUT ke-3 Lewat KKR Spesial Bertema “For Him”

Ajang, Kalimantan Tengah, Gereja Isa Almasih (GIA) Ajang menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 pada Selasa, 30 September 2025. Acara yang berlangsung penuh khidmat dan sukacita ini digelar di gedung GIA Ajang, Kalimantan Tengah, dan dihadiri oleh segenap pimpinan gereja, jemaat setempat, serta tokoh masyarakat termasuk Camat dan Sekretaris Camat. Beberapa tamu undangan dari gereja-gereja sekitar juga turut hadir dalam perayaan tersebut.

Momen spesial ini mengangkat tema “For Him”, berdasarkan ayat dari Efesus 3:20-21, yang menekankan bahwa segala sesuatu yang dilakukan jemaat adalah untuk kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Firman Tuhan disampaikan dengan penuh pengurapan oleh Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon, yang mengajak seluruh jemaat untuk kembali kepada komitmen utama gereja: melayani Tuhan dan hidup berlandaskan kebenaran firman-Nya. Dalam khotbahnya, Pdt. Dr. Ronny menekankan pentingnya pembacaan Alkitab secara rutin sebagai dasar dalam pertumbuhan rohani. “GIA Ajang bukan sekadar berdiri, tapi didirikan oleh Tuhan Yesus sendiri untuk menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. Jemaat dipanggil untuk bukan hanya menerima, tetapi juga aktif melayani,” ujarnya dalam penyampaian firman yang disambut antusias oleh para jemaat.

Yang menarik dari pelaksanaan acara ini, seluruh biaya kegiatan KKR dan HUT ke-3 ditanggung sepenuhnya oleh jemaat GIA Ajang sendiri. Hal ini menjadi bukti nyata akan pertumbuhan iman dan kedewasaan rohani jemaat yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat penuh dalam pelayanan.  Bapak Camat dalam sambutannya turut memberikan apresiasi atas kontribusi GIA Ajang di tengah masyarakat. Ia menyampaikan harapannya agar gereja ini terus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan sosial yang rukun dan harmonis.

Perayaan ditutup dengan pujian dan penyembahan, serta doa berkat bagi jemaat dan para tamu undangan. Semangat pelayanan dan kasih yang terpancar dari seluruh rangkaian acara mencerminkan bahwa GIA Ajang siap melangkah lebih jauh dalam melayani Tuhan dan sesama.

Categories
Liputan

GIA Pandean Lamper Rayakan HUT ke-45 dengan Ibadah dan Fun Walk Penuh Sukacita

GIA Pandean Lamper Rayakan HUT ke-45 dengan Ibadah dan Fun Walk Penuh Sukacita

Semarang, 28 September 2025 Gereja Isa Almasih (GIA) Pandean Lamper Semarang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 dengan penuh semangat dan sukacita melalui rangkaian acara Ibadah Syukur dan Fun Walk, di Gedung Gereja GIA Pandean Lamper. Acara ini dihadiri oleh seluruh unsur gereja mulai dari Gembala Jemaat, Penatua, Rohaniwan, Majelis, hingga seluruh jemaat dari berbagai usia, termasuk anak-anak, remaja, dewasa, hingga para lansia. Kegiatan berlangsung meriah dan khidmat, diawali dengan ibadah syukur yang penuh semangat.

Dalam khotbahnya, Pdt. Dr. Samuel Agus Santoso, M.Th. menyampaikan Firman Tuhan dengan tema “Level Up in Christ”, mengajak seluruh jemaat untuk terus bertumbuh dalam kasih dan pengenalan akan Kristus, menuju kedewasaan rohani. Pesan ini sejalan dengan semangat ulang tahun ke-45 GIA Pandean Lamper yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas iman dan pelayanan.

Usai ibadah, seluruh jemaat mengikuti Fun Walk (jalan sehat) bersama mengelilingi area sekitar gereja. Yang menarik, peserta berasal dari semua kalangan usia bahkan balita yang digendong hingga para lansia tetap semangat melangkah bersama, menebar sukacita dan kebersamaan. Kegiatan semakin semarak dengan hadirnya live music pujian rohani, yang mengiringi jemaat bernyanyi dan bergembira bersama lewat joget rohani. Tak hanya itu, berbagai game stage turut digelar dengan antusias, mempererat keakraban antarjemaat. Suasana menjadi semakin meriah saat doorprize menarik dibagikan kepada para peserta, menambah kegembiraan dalam suasana perayaan.

Gembala Jemaat GIA Pandean Lamper menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama 45 tahun perjalanan gereja. “Ini bukan hanya momen perayaan, tapi juga momentum untuk bangkit dan bertumbuh lebih lagi di dalam Kristus,” ujarnya. HUT ke-45 ini menjadi penanda bahwa GIA Pandean Lamper terus berkomitmen untuk menjadi terang dan garam di tengah masyarakat, sekaligus menjadi rumah rohani yang mempersatukan dan membangun iman umat dari generasi ke generasi.