Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Komik

“Ojo Wedi”

Berita Lainnya

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

Categories
Sapaan Gembala

Olimpiade Kehidupan

Olimpiade Kehidupan

Apakah ada di antara kita yang menyaksikan perhelatan olahraga terbesar di dunia yaitu Olimpiade 2020 yang bertempat di Tokyo? Setidaknya ada 8 (delapan) cabang olahraga baru yang dipertandingkan disana: skateboard, surfing, baseball, softball, karate, climbing, basket 3x3 dan BMX freestyle. Setiap perhelatan Olimpiade ada saja cabang baru, namun bukan itu yang menjadi sorotan dalam Olimpiade 2020.

Oleh: Steeven Adrian
Secara luar biasa Cina berhasil keluar sebagai juara umum Olimpiade 2020, tercatat sebagai negara dari Benua Asia yang berhasil menjadi juara umum, bukan 1 kali, tetapi 2 kali (terakhir tahun 2008). Olimpiade yang berawal dari tahun 1896, sudah 28 kali olimpiade dilaksanakan dan juara umum didominasi oleh negara Amerika yang menjadi juara umum sebanyak 17 kali. Amerika sudah siap juara umum di tahun 2020 namun kemudian disusul Cina. Mengapa bisa demikian? Kalau kita mencari dari berbagai media di internet banyak artikel yang mengulas bagaimana negara Cina mempersiapkan atlet-atlet ini sejak kecil. Mereka ‘dipaksa’ sedemikian rupa untuk menjadi yang terbaik. Didikan yang keras namun demi sebuah hasil yang terbaik. Olimpiade Tokyo 2020 menjadi saksi keberhasilan didikan calon-calon atlet Cina.

Sebagaimana perhelatan olimpiade, bukankah hidup kita pun seringkali diasosiasikan sebagai gelanggang pertandingan? Apakah kita cukup mempersiapkan diri kita untuk memenangi pertandingan itu dan layak untuk menerima mahkota kehidupan yang tersedia bagi kita? Jawaban hal-hal tersebut ada dalam pertanyaan: “Apakah kita menerima didikan Allah dengan baik?”, 1 Korintus 11:32 menyatakan, “Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.” Ada didikan-didikan Tuhan dalam hidup ini. Firman Tuhan yang kita baca dan renungkan setiap hari adalah patokan untuk kita dapat memenangkan pertandingan hidup. Namun seringkali ada kalanya kita keluar dari patokan tersebut sehingga Tuhan harus ‘menghajar’ kita bukan untuk menghancurkan hidup ini, melainkan untuk mendidik kita supaya di kemudian hari kita keluar sebagai pemenang-pemenang.

Di dalam ayat yang yang kita renungkan tersebut, nampak sekali bahwa Tuhan sangat tidak mau kita kalah dan kemudian dihukum bersama-sama dengan dunia ini. Ia mau kita menang dan bersama-sama merayakan kemenangan itu di Surga yang kekal. Kuncinya hanya satu: yaitu terima didikan dari Allah dengan respon yang benar, dan semoga kita dapat memenangkan perhelatan ‘olimpiade’ hidup ini dan keluar sebagai orang-orang yang bukan hanya menang, namun mengukir sejarah yang akan diteruskan sebagai warisan iman bagi generasi-generasi selanjutnya.
Facebook
WhatsApp
Categories
Teropong

The Blessing

The Blessing

Oleh: Pdt. Hendra Londa

Pada umumnya banyak orang Kristen memahami “berkat” dalam keterkaitan kelimpahan, kesuksesan, kesembuhan dan hal-hal yang memberikan janji tentang sesuatu yang lebih baik. Dalam Perjanjian Lama kata berkat diterjemahkan dari kata Ibrani “berakhah” berasal dari kata kerja “barakh” yang bermakna memberkati, terpujilah,diberkatilah, mendapat berkat, pujilah , mohon berkat,memberkati berlimpah-limpah dan masih banyak arti yang lainnya. Kata berkat itu sendiri dalam PL digunakan sebanyak 640 kali. Dan dalam Perjanjian Baru kata berkat diterjemahkan dari Bahasa Yunani “oilogeo” yang artinya perkataan yang baik yang digunakan biasanya untuk kata-kata pujian syukur yang memuliakan Tuhan. Dalam Lukas 24:50-53, kata “oilogeo” disejajarkan dengan seorang imam besar saat memberkati bangsanya. Seperti yang tertulis dalam Imamat 9:22 “Harun mengangkat kedua tangannya atas bangsa itu, lalu memberkati mereka,…” Kristus memberkati murid-murid sebagai seorang yang memiliki wewenang untuk itu, dengan memerintahkan berkat kepada murid-murid-Nya (Mat. 28:18). Dia memberkati mereka, seperti Yakub memberkati anak-anaknya.

Apa yang Yesus lakukan kepada murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke sorga adalah suatu “berkat yang istimewa” yaitu berkat “penyertaan” untuk meyakinkan murid-murid bahwa Ia tidak akan meninggalkan mereka sebagai yatim piatu, dan Ia berjanji menyertai mereka selamalamanya (Mat.28:20b). Berkat penyertaan ini adalah berkat yang sifatnya kekal karena penyertaan Yesus tidak bersifat sementara, tetapi kekal. Artinya ketika murid-murid taat pergi melakukan perintah-Nya untuk memberitakan Injil, bukan saja Ia berjanji menyertai selama-lama-Nya, Ia juga melengkapinya dengan kuasa Roh Kudus untuk membuktikan bahwa mereka tidak ditinggalkan sendiri. Dan janji yang sama itu juga berlaku bagi orang-orang hasil dari pelayanan mereka, yaitu jemaat mula-mula (Kis.2:41). Para rasul, dan sejumlah orang percaya lain seperti: Stefanus, Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus, melalui orang-orang ini Firman Allah semakin tersabar dan jumlah murid di Yerusalem semakin bertambah banyak karena sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya kepada Yesus (Kis. 6:5,7). Juga ada anak-anak rohani para rasul yang dipercayakan untuk memelihara jemaat seperti Timotius, Titus, Filemon, Apfia, Arkhipus dan ke tujuh jemaat di Asia kecil (1 Ptr.1:1; Why.1:4), hingga Eropa dan seluruh dunia. Kalau gereja hadir dan terus berkembang hingga hari ini, dapat dipastikan karena berkat penyertaan Tuhan bagi pribadi-pribadi yang mau percaya dan taat untuk pergi memberitakan Injil. Sehingga menjadi bukti dari penggenapan janji penyertaan Tuhan atas gereja-Nya saat ini. Bahwa dengan mengangkat tangan memberkati murid-murid sebelum Ia terangkat, membawa dampak yang sangat besar hingga hari ini.

Berkat penyertaan yang diberikan kepada para murid, tidaklah diberikan secara cuma-cuma dan bukan untuk kepentingan pribadi mereka saja. Tetapi berkat itu untuk kepentingan pemberitaan Injil. Dari pengutusan para murid hingga gereja Tuhan (orang percaya) saat ini, janji penyertaan Tuhan Yesus tidak berkesudahan. Supaya berita keselamatan dapat tersebar semakin meluas hingga ke ujung bumi. Maksudnya, para murid dan semua orang percaya dibekali dengan berkat penyertaan tersebut supaya mereka pergi memberitakan Injil. Dan menghasilkan murid yaitu orang-orang percaya yang kemudian dilatih untuk melakukan hal yang sama. Supaya sebagaimana gereja mula-mula, sekalipun banyak menghadapi tantangan dan penganiayaan tidak menyurutkan semangat pemberitaan Injil yang diwariskan hingga saat ini. Namun yang lebih luar biasa lagi, Yesus tidak hanya menyatakan akan menyertai tetapi Ia melakukan melalui pimpinan Roh Kudus yang Ia janjikan (Kis.1:8). Roh Kudus inilah yang akan memimpin, melengkapi dan menyertai setiap pemberita Injil. Kita patut bersyukur bahwa hadirnya Roh Kudus sebagai penolong, akan memampukan setiap orang percaya untuk melakukan pemberitaan Injil. Roh Kudus akan melengkapi setiap pemberita Injil dengan kuasa untuk bersaksi di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kis.1:8). Bagi Gereja dewasa ini, kita harus memahami bahwa berkat penyertaan itu tidak berhenti sampai pada masa rasul-rasul saja. Tetapi hal itu berlangsung terus tanpa henti sebagaimana janji Tuhan ketika Ia akan terangkat ke sorga. Namun perlu digaris bawahi bahwa berkat tersebut atau berkat penyertaan itu diberikan bagi mereka yang “mau pergi” yakni berkaitan dengan pengutusan untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus (Mat.28:19). Hal ini berbicara mengenai ketaatan untuk pergi memberitakan Injil, maka Yesus berjanji bahwa Ia akan menyertai (Matius 28:20).

Jadi menerima berkat kekal, yaitu penyertaan harus dalam kaitan untuk pergi menjadi pemberita Injil. Bagi setiap orang percaya dewasa ini, janji berkat kekal tersebut berlaku dalam kesadaran bertanggung jawab menjadi saksi di marketplace, kantor, sekolah dan di manapun kita berada. Diharapkan dari pengutusan dan kesaksian itu menghasilkan orang-orang percaya yang dibentuk menjadi murid kembali untuk menerima janji yang sama. Sebagai Gereja Tuhan/orang percaya di zaman ini, mari sama-sama kita teruskan tugas pemberitaan Injil yang telah dimulai di Yerusalem dan terus bergerak kepada orang-orang terdekat hingga orangorang yang Tuhan pertemukan dengan setiap kita. Selain memperoleh berkat penyertaan itu, kita juga menjadi berkat dan berdampak lebih luas. Mari kita senantiasa percaya akan janji Tuhan, yaitu “… Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20b). (-hl)

Facebook
WhatsApp
Categories
Seputar Sinode

MPH Sinode GIA Lantik Pdt. Mulyadi Kaleb Jadi Pejabat Gembala Jemaat (Pj. GJ) GIA Lengkong Besar Bandung

- SEPUTAR SINODE -

MPH Sinode GIA Lantik Pdt. Mulyadi Kaleb Jadi Pejabat Gembala Jemaat (Pj. GJ) GIA Lengkong Besar Bandung

Pdt. Mulyadi Kaleb resmi dilantik menjadi Pejabat Gembala Jemaat (Pj. GJ) di Gereja Isa Almasih Jemaat Lengkong Besar Bandung pada ibadah kedua pukul 10.00 WIB, Minggu 22 Mei 2022, oleh Sekretaris Umum (Sekum) Majelis Pusat Harian Sinode Gereja Isa Almasih Pdt. Dr. Jairus Hasugian. Pengangkatan Pj. GJ berdasarkan Surat Keputusan MPH Sinode GIA tentang Pengangkatan Pejabat Gembala Jemaat 05.282/SK-MPH/5/2022 dan disaksikan oleh jemaat GIA Lengkong Besar Bandung.

Pelantikan Gembala Jemaat GIA Lengkong Besar Bandung Pdt. Mulyadi Kaleb
Dalam pembacaan isi SK tersebut dinyatakan bahwa Pdt. Mulyadi Kaleb memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Pejabat Gembala Jemaat dalam lingkungan Sinode GIA. Pengangkatan tersebut dilaksanakan oleh MPH Sinode pada 22 Mei 2022 di hadapan jemaat, dan sejak pengangkatan ini maka pejabat tersebut dapat berfungsi sesuai dengan jabatannya di lingkungan Sinode GIA khususnya di jemaat lokal yang memanggilnya dan bertanggung jawab terhadap MPH Sinode GIA. Tugas kedudukan dan wewenang berpegang kepada tata tertib Sinode GIA bab 4 pasal 19 a, c, dan d. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir pada 22 Mei 2024. Jika akan diperpanjang, maka MPH akan memberi surat keputusan, dan tidak perlu melakukan ibadah khusus lagi. Selanjutnya jika ada kesalahan dalam keputusan ini atau memerlukan perubahan, maka akan dibetulkan atau dicabut oleh MPH Sinode GIA. SK tersebut ditetapkan di Semarang dan ditandatangani oleh Ketua Umum MPH Sinode GIA Pdt. Gunawan Susanto, Th.d dan Sekum Pdt. Dr. Jairus Hasugian.
Penahbisan Pdm. Krisna Firnando
Penahbisan Pendeta Muda

Dalam kesempatan yang sama ditahbiskan Vic. Krisna Firnando menjadi Pendeta Muda (Pdm). Terlaksananya penahbisan ini berdasarkan surat permohonan dari Gereja Isa Almasih Jemaat Lengkong Besar no. 15002/MAJ/GIA-LB/2022 tanggal 15 Februari 2022 tentang Penahbisan Pendeta Muda.

Penahbisan jabatan menjadi Pendeta Muda untuk melengkapi pelayanannya di lingkup GIA Jemaat Lengkong Besar Bandung, khususnya di Rayon Arcamanik.
Majelis Jemaat GIA Lengkong Besar Bandung yang diwakili oleh Pnt. Danny Christiadi dan Dkn. Daniel Soekamto memberikan pernyataan atas nama Sidang Jemaat GIA Lengkong Besar dengan mengucapkan janji akan membantu serta mendukung Vic. Krisna Firnando sebagai Pendeta Muda dalam mengemban tugas pelayanannya.

Penahbisan dipimpin oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th. (Ketua MPH) dan selanjutnya doa penahbisan oleh Pdt. Jairus Hasugian (Sekum MPH). Dalam doanya Pdt. Jairus memohon kepada Tuhan supaya Pdm. Krisna Firnando diurapi dengan hikmat, kuasa, kemampuan yang baru supaya cakap dan mampu menunaikan tugas mulia sebagai hamba Tuhan.

Sarjana musik gerejawi Pdm. Krisna Firnando sejak bulan Januari 2022 telah ditugaskan oleh Majelis Jemaat GIA Lengkong Besar Bandung untuk memimpin jemaat Rayon Arcamanik-Ujung Berung menggantikan Pdt. Ratih Indrawati, M.Th. karena telah meninggal pada 14 Oktober 2021.

HUT GIA Arcamanik ke-25 dan Ujung Berung ke-12.
Momen Penting

Pelantikan Pejabat Gembala Jemaat Pdt. Mulyadi Kaleb dan Penahbisan Pdm. Krisna Firnando terasa istimewa khususnya bagi jemaat GIA Lengkong Besar Rayon Arcamanik Bandung, karena juga bertepatan dengan Perayaan HUT Ke 25 Rayon Arcamanik dan 12 tahun keberadaan Ujung Berung sebagai sub rayon Arcamanik.

Sebelumnya Pdt. Mulyadi Kaleb melayani sebagai Penanggung Jawab Rayon Arcamanik-Ujung Berung (tahun 2000-2015). Pada tahun 2015 Pdt. Mulyadi Kaleb melanjutkan pelayanannya ke Gereja Isa Almasih jemaat Lengkong Besar sebagai Wakil Gembala. Penanggung Jawab Rayon Arcamanik Ujung Berung dilanjutkan oleh Pdt. Ratih Indrawati hingga 14 Oktober 2021 karena kepergiannya dipanggil oleh Bapa di Surga. Dalam beberapa bulan jemaat Rayon Arcamanik Ujung Berung sempat mengalami kevakuman kepemimpinan. Pada bulan Januari 2022 Krisna Firnando melanjutkan tongkat kepemimpinan Rayon Arcamanik Ujung Berung. Dan pada tanggal 22 Mei 2022 ditahbiskan menjadi Pendeta Muda untuk memperlengkapi pelayanannya.

Empat momen penting yang terjadi dalam waktu bersamaan ini menjadi simbol ungkapan syukur kepada Tuhan, karena secara bersamaan jatuh pada bulan Mei (HUT ke-25 tahun Rayon Arcamanik, HUT ke-12 tahun Ujung Berung yang merupakan sub rayon dari Arcamanik yang selanjutnya dipakai menjadi ibadah kedua, pengangkatan Pdt. Mulyadi Kaleb menjadi Pejabat Gembala Jemaat (Pj. GJ) GIA Lengkong Besar Bandung, serta penahbisan Pdm. Krisna Firnando.

Oleh karenanya 2512 menjadi sebuah rangkaian tema “2day we 5erve Every1 in 2getherness” (baca: Today we serve everyone in togetherness) “Hari ini kita melayani semua orang dalam kebersamaan”. (-epd)

Facebook
WhatsApp

Meneguhkan Panggilan di Kesejukan Salatiga: Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV

Salatiga, 20 April 2026 – Suasana sejuk kota Salatiga menjadi saksi bisu kehangatan persekutuan para pelayan Tuhan dalam acara Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV. Bertempat di GIA Duren Salatiga, kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para gembala, pendeta, dan pendeta muda untuk sejenak menepi dari rutinitas pelayanan guna mengisi kembali cawan rohani mereka. Acara yang diselenggarakan oleh GIA Daerah IV ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh para pejabat gereja, tetapi juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Kehadiran para pendamping ini menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas individu, melainkan sinergi keluarga yang harmonis di dalam Tuhan. Puncak dari pertemuan ini adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh urapan oleh Pdt. Joko Kuncoro, Gembala Jemaat GIA Solo. Dalam pesannya, Pdt. Joko Kuncoro menekankan pentingnya setiap pelayan Tuhan untuk berpegang teguh pada panggilan pelayanan dengan tetap setia pada mandat Kristus di tengah tantangan zaman, sekaligus memiliki pengenalan akan Tuhan yang mendalam agar pelayanan tidak sekadar menjadi rutinitas teknis melainkan buah dari relasi pribadi yang intim dengan-Nya. Melalui fellowship ini, GIA Daerah IV berharap ikatan persaudaraan antar hamba Tuhan semakin erat. Pertukaran cerita, doa bersama, dan tawa yang pecah di sela-sela acara menjadi bukti bahwa dukungan komunitas adalah bahan bakar esensial bagi para pemimpin jemaat untuk terus melangkah. Pertemuan di GIA Duren ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk kembali ke ladang pelayanan masing-masing dengan semangat yang diperbarui, membawa api pengenalan akan Tuhan yang lebih menyala bagi jemaat yang mereka gembalakan. IMG_20260504_211444 IMG-20260420-WA0040 IMG_20260504_211544 IMG-20260420-WA0072 IMG_20260504_211528

Home Again: Langkah Pulang Menuju Hadirat-Nya

JAKARTA, 25 April 2026 – Kehangatan menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pegangsaan pada Sabtu, 25 April 2026 yang lalu. Sebanyak lebih dari 150 jemaat berkumpul dalam acara Praise & Worship Paskah PRBK GIA Daerah VII. Mengusung tema “Home Again”, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas kasih Tuhan yang tak terbatas. Ada yang istimewa dalam persiapan pelayanan kali ini. Menanggalkan sekat antar-gereja, panitia mengimplementasikan semangat inklusivitas yang nyata. Para pelayan yang bertugas tidak hanya datang dari pengurus PRBK, melainkan gabungan jemaat dari berbagai gereja lokal di wilayah Daerah VII yang terpanggil untuk melayani bersama. Berikut terlampir nama-nama yang terlibat dalam pelayanan praise and worship tersebut: Tim Worship Leader : Pdt. Nehemia (GIA Jatinegara) Novenda (GIA Kelapa Gading) Jonathan (GIA Kelapa Gading) Chloe (GIA Taman Harapan Baru) Tim Pemain Musik : Nadya (GIA Galunggung yang sedang kuliah di Jakarta) Justine (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Ariel (GIA Pringgading yang bekerja di Jakarta) Yoas (GIA Pegangsaan) Kevin (GIA Pengangsaan) Model kolaborasi ini bukan sekadar teknis acara, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Dengan semangat saling mendukung, diharapkan hubungan antar-gereja lokal semakin erat dan membuka peluang kolaborasi positif di masa depan demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam ibadah yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, Pdt. Nehemia Sulistiyanto menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa Tuhan selalu membukakan pintu bagi anak-anak-Nya yang ingin “pulang” mencari Dia, selaras dengan perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:20. Kebangkitan Kristus menjadi bukti nyata cinta-Nya bagi setiap kita, memberikan kekuatan bagi yang lemah untuk bangkit kembali. Suasana semakin syahdu saat jemaat menaikkan pujian dan penyembahan secara bebas, merasakan hadirat Tuhan yang memulihkan. Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pengenalan mengenai RumahGIA kepada jemaat yang hadir. Keberhasilan acara ini tercermin dari antusiasme jemaat. Berbagai kesan mendalam tertuang, mulai dari perasaan sangat terberkati, hingga ungkapan personal seperti, “I feel how God welcome me back again.” Namun, berkat Tuhan tidak berhenti pada hari itu saja. Sebuah temuan menarik muncul respon jemaat yang menyatakan kerinduannya untuk terlibat melayani bersama pada event PRBK GIA Daerah VII selanjutnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak anak Tuhan yang tidak hanya ingin pulang ke “rumah”, tetapi juga ingin aktif merawat “rumah” tersebut melalui pelayanan. Mari kita doakan agar semangat “Home Again” ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, dan kolaborasi antar-jemaat di Daerah VII semakin berdampak luas. Soli Deo Gloria! IMG_9212 IMG_9205 IMG_0686 IMG_9716 IMG_9608 IMG_9595 IMG_9569

Kasih yang Tak Pernah Usai: Perpisahan dan Penyerahan Tongkat Estafet di GIA Anambas

Malang, 19 April 2026 – Suasana haru menyelimuti GIA Anambas pada Minggu siang, 19 April 2026. Tepat pukul 14.00 WIB, jemaat berkumpul bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk menjadi saksi sejarah atas sebuah transisi pelayanan yang sarat akan makna: Ibadah Emiritasi Pdt. Alpen Siagian, S.Th. dan Peneguhan Pdt. Sudirman, S.Th. sebagai Penjabat Gembala. Acara yang diselenggarakan oleh Daerah V ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sinode, termasuk Ketua Umum MPH, Ketua Departemen K&P, serta perwakilan MD V, didampingi oleh jemaat dan majelis yang memenuhi ruangan dengan doa dan apresiasi. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Budi C. Hartono sebagai Ketua Umum Sinode GIA menyampaikan pesan firman Tuhan yang mendalam berdasarkan Yohanes 21:17-19. Beliau menekankan bahwa kasih adalah fondasi tunggal dan utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan senantiasa rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan tidak akan ada pernah kata berhenti atau selesai sebelum waktunya. Kasih yang akan menolong seseorang bukan saja mengawali dengan baik, tetapi juga akan mengakhiri dengan baik. Emeritus bukanlah akhir pelayanan, karena kasih akan memampukan seseorang tetap melayani apapun resikonya. Pesan ini menjadi penguat bagi Pdt. Alpen Siagian bahwa status Emeritus bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kasih akan terus memampukan seorang hamba Tuhan untuk tetap melayani dalam kapasitas yang berbeda, apapun resikonya. Puncak emosi dalam ibadah ini terjadi saat memasuki prosesi pelepasan. Setelah bertahun-tahun menggembalakan jemaat dengan hati, Pdt. Em. Alpen Siagian, S.Th. secara resmi diantarkan menuju rumah emiritusnya di daerah Wagir. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh tangis haru. Isak tangis tak terbendung pecah dari para anggota majelis, jemaat, hingga keluarga besar Pdt. Em. Alpen Siagian. Air mata tersebut menjadi bukti nyata betapa dalamnya jejak pelayanan dan kasih yang telah beliau tanamkan di hati jemaat GIA Anambas. Seiring dengan pelepasan tersebut, tanggung jawab penggembalaan kini berpindah kepada Pdt. Sudirman, S.Th. yang diteguhkan sebagai Penjabat Gembala. Dengan semangat yang baru namun tetap berpijak pada dasar kasih yang sama, estafet pelayanan di GIA Anambas dipastikan akan terus berlanjut. Ibadah ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kepemimpinan boleh berganti dan raga mungkin berpindah tempat, namun pelayanan yang didasari kasih kepada Kristus akan tetap kekal selamanya. DSCF9500 DSCF9341 DSCF9337 (1) DSCF9261 DSCF9195 DSCF9173 DSCF9072 DSCF9017 DSCF1460 DSCF1460

Cahaya Paskah dan Komitmen Baru di GIA Kediri

Kediri, 5 April 2026 – Suasana subuh di GIA Kediri pada Minggu, 5 April 2026, terasa begitu khidmat dan penuh harapan. Di saat fajar mulai menyingsing, jemaat telah berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah Subuh, sebuah momen refleksi atas kemenangan iman yang kemudian dirangkaikan dengan peristiwa penting bagi organisasi gereja: Pelantikan Majelis Baru masa bakti 2026-2030. Ibadah yang diselenggarakan oleh GIA Kediri ini dihadiri oleh Gembala Jemaat, seluruh jemaat yang antusias, serta para anggota Diaken yang bersiap mengemban tanggung jawab baru. Dalam khotbahnya, Pdt. David Sudarko membawa pesan yang kuat dan relevan bagi para pelayan Tuhan yang baru saja akan memulai masa baktinya. Beliau menekankan bahwa kemenangan Paskah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang. “Setiap orang, terlebih lagi mereka yang terpilih menjadi pemimpin, sangat penting untuk memperoleh hikmat Allah, jangan hanya mengandalkan kepandaian manusia, tetapi carilah dan mintalah hikmat Ilahi itu agar pelayanan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya”. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan gereja bukan sekadar soal organisasi, melainkan tentang bagaimana menjalankan visi Tuhan dengan tuntunan hikmat yang datang dari atas. Setelah perenungan firman Tuhan, suasana beralih menjadi momen yang formal namun sakral, yaitu pelantikan Majelis Baru untuk periode empat tahun ke depan (2026-2030). Adapun susunan Majelis GIA Kediri periode 2026-2030 yang dilantik adalah sebagai berikut: Pdt. Yahya Suwarno (Gembala jemaat/ ketua majelis). Yunita Elizabeth (Sekertaris). Eddy Prayitno (Bendahara). Ferry Hermawan Winoto (Diaken Bidang PAJ). Wijono (Diaken bidang pelayanan gerejawi). Edy Poerwanto (Diaken bidang Holistic Ministry). Imam Ismulyono (Diaken bidang misi dan RTG). Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh seluruh jemaat dengan penuh sukacita. Kehadiran wajah-wajah baru dalam jajaran majelis memberikan energi positif dan harapan akan pertumbuhan iman yang lebih dalam di lingkungan gereja. Rangkaian kegiatan Paskah Subuh dan Pelantikan Majelis ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan bagi para pemimpin baru agar mereka senantiasa rendah hati dalam mencari hikmat-Nya. Fajar Paskah di GIA Kediri hari itu tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga kebangkitan semangat pelayanan yang baru. _MG_3504 (1) _MG_3446 _MG_3373 MSA00559 MSA00531 MSA00452 MSA00272 MSA00148 MSA00067 _MG_3322 Load More End of Content.

“Lebih dari Sekadar Selebrasi: Menemukan Kekuatan Salib dan Keberanian Diri di Goa Maria Kerep”

Semarang – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Goa Maria Kerep pada Sabtu, 11 April 2026 di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Ambarawa. Para wanita yang tergabung dalam D II Bagian Wanita berkumpul dengan satu tujuan: merayakan kemenangan iman dalam Ibadah Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh GIA D II. Pagi itu, kompleks Goa Maria Kerep tidak hanya menjadi saksi bisu keheningan doa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi para pengurus dan anggota D II wanita. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, menciptakan harmoni antara alam dan pujian yang dinaikkan. Puncak spiritualitas acara ini ditandai dengan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Victor Yudha Nugraha, M.Th. Mengusung tema “Kekuatan di Balik Salib” yang berlandaskan pada 1 Korintus 1:18, beliau mengingatkan bahwa bagi dunia salib mungkin dianggap sebagai kebodohan, namun bagi orang percaya, salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pesan ini menyentuh hati para wanita yang hadir, menguatkan kembali peran mereka sebagai tiang doa baik di dalam keluarga maupun gereja lokal masing-masing. Namun, Paskah kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi yang mendalam. Panitia menyisipkan sebuah kejutan yang mengubah suasana menjadi penuh tawa dan sorak-sorai. Sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri, sebuah acara “Fashion Show” Spontanitas pun digelar. Bukan sekadar pamer busana, tapi tentang bagaimana setiap wanita Tuhan berani tampil dengan identitasnya yang berharga di dalam Kristus. Acara unik ini berhasil mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan antar jemaat, dan membuktikan bahwa sukacita Paskah bisa diekspresikan dengan cara yang kreatif dan penuh percaya diri. Ibadah Paskah D II Wanita tahun 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Kekuatan Salib” kembali ke rumah masing-masing. Ambarawa hari itu menjadi saksi bahwa iman dan kebersamaan adalah kombinasi indah yang menguatkan langkah setiap wanita yang hadir dalam melayani Tuhan. WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.32 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.31 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.30 PM (1) WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM WhatsApp Image 2026-04-22 at 9.54.29 PM (1)

Langkah Baru Menuju Kedewasaan: GIA Tanggungrejo Resmi Menjadi Jemaat Mandiri

Semarang – Langit Kota Semarang mulai meredup berganti senja pada Selasa, 31 Maret 2026, namun hangatnya sukacita justru terpancar dari sebuah gedung gereja di kawasan Tanggungrejo. Mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, sejarah baru diukir melalui Ibadah Pendewasaan GIA Jemaat Tanggungrejo, sebuah momentum sakral yang menandai kemandirian dan kematangan pelayanan jemaat setempat. Tak sekadar meresmikan status jemaat, Gembala dan Majelis baru juga dilantik dalam acara ini sebagai nakhoda yang siap membawa jemaat melangkah lebih jauh. Momen pelantikan ini disaksikan langsung oleh berbagai elemen penting dalam tubuh gereja dan pemerintahan. Kehadiran fungsionaris MPH Sinode GIA, pengurus MD II (Majelis Daerah II), serta perwakilan dari GIA Pringgading menunjukkan dukungan penuh bagi kepemimpinan yang baru dikukuhkan tersebut. Suasana ibadah pun terasa hangat dengan hadirnya Pendeta dari gereja-gereja sekitar, perwakilan Bamagnas Kota Semarang, hingga Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Semarang yang memberikan dukungan formal sekaligus rohani bagi kelancaran acara serta pelayanan baru di GIA Tanggungrejo. Penyampaian pesan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono, S.Th. Mengambil nats dari Efesus 4:1-13, beliau menekankan tema “Bertumbuh Menuju Kedewasaan”. Dalam momen sakral tersebut, Pdt. Budi menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kedewasaan gereja. Beliau menekankan bahwa kemandirian harus dibangun di atas tiga pilar utama yaitu, menjaga kesatuan roh dalam harmoni, saling membangun dengan keberagaman talenta, serta menjadikan kebenaran dan kasih sebagai kompas utama pelayanan. Kedewasaan sebuah jemaat tidak hanya diukur dari usia atau kemandirian finansial,melainkan dari sejauh mana kasih dan kebenaran menjadi napas dalam pelayanan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaat GIA Tanggungrejo bahwa kedewasaan sejati adalah tentang transformasi karakter dan ketulusan dalam melayani sesama. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran Paduan Suara Mazmur Bakti Pria GIA Pringgading. Kelompok paduan suara pria ini memberikan warna unik melalui harmoni vokal yang gagah namun menyentuh. Mereka membawakan dua buah pujian berjudul “Kasih” dan “Sorakkan Kidung Kemenangan”, yang seolah menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi GIA Tanggungrejo untuk melangkah lebih jauh dalam misi pelayanan mereka ke depan. Ibadah ini berakhir dengan penuh syukur, meninggalkan kesan mendalam bahwa menjadi dewasa berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan. KLG04811 (1) KLG04780 (1) KLG04761 (2) KLG04749 KLG04741 (1) KLG04734 (2) KLG05112 KLG05110 KLG05105 KLG05048

Bersinar di Tengah Dunia: Sukacita dan Pembentukan Iman dalam Jambore Ke-7 PRBK GIA Daerah VIII Tahun 2026

Suasana penuh sukacita dan semangat mewarnai pelaksanaan Jambore Ke-7 Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Gereja Isa Almasih Daerah VIII (Kalimantan Barat & Kalimantan Tengah) yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Gereja Isa Almasih Jemaat Ngadan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian PRBK Daerah  VIII ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, terdiri dari 99 peserta anak-anak PRBK, para hamba Tuhan dan panitia setempat. Sejak hari pertama, para peserta telah disambut dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak menginap di satu tempat terpusat, melainkan tersebar di rumah-rumah jemaat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kebersamaan yang erat. Dalam kesehariannya, para peserta menikmati kesederhanaan hidup, termasuk pengalaman mandi di sungai dengan air yang bersih. Hal ini menjadi sebuah momen yang sederhana namun berkesan. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan doa bersama di rumah-rumah jemaat, dipimpin oleh hamba Tuhan. Momen ini menjadi dasar yang kuat sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang telah dipersiapkan. Firman Tuhan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari KKR 1 oleh Pdt. Ayub Suyono dengan tema “Shine Like Stars in the World” (Filipi 2:12–17) yang menekankan pentingnya hidup taat dan menjadi terang di tengah dunia. Seminar pertama diawali oleh Pdt. Denny Dwiatmadja Kristianto bertema “The Young Generation and the Challenges of the Times”, yang membukakan pemahaman tentang tantangan zaman serta mendorong generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Alkitab. Selanjutnya seminar 2 oleh Pdt. Wilson Butar Butar dengan tema “How Can a Young Person Stay Pure?” (Mazmur 119:9, 105) yang mengajak peserta menjaga hidup dalam kemurnian dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman utama. Ada pula sesi talk show bersama Pdt. Friskila Sunarsih yang dimoderatori oleh Pdm. Nancy Wayan bertema “Preparing Yourself for the Future”, memberikan pembekalan praktis dan rohani dalam mempersiapkan masa depan. Puncak kegiatan berlangsung dalam KKR ke 2 oleh Pdt. Lukas Wayan dengan tema “Young but an Example” (1 Timotius 4:7–8, 12) yang menegaskan bahwa generasi muda dapat menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Seluruh rangkaian ditutup melalui ibadah penutup oleh Pdt. Thomas Efendy dengan tema “Christ Lives in Me” (Galatia 2:20) yang mengajak peserta hidup dalam pertobatan, menjaga kekudusan, serta menghidupi iman kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan rohani, jambore ini juga dipenuhi dengan aktivitas kebersamaan yang menarik. Para peserta mengikuti perlombaan olahraga antar kelompok, termasuk lomba unik seperti bola tangan di sungai, yang menambah keceriaan dan kekompakan. Pada hari terakhir, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan lima pos tantangan, yang tidak hanya menguji kekompakan tetapi juga mengandung nilai-nilai rohani. Keunikan lainnya terlihat dalam keterlibatan jemaat lokal, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga dukungan penuh dalam setiap kegiatan. Pelayanan musik dan pujian pun dipersiapkan dengan baik oleh tim dari berbagai gereja lokal, menciptakan suasana ibadah yang hidup dan penuh semangat. Sebagai penutup yang meriah, panitia mengadakan pemilihan “King and Queen” Jambore, serta pemberian berbagai penghargaan seperti juara outbound, juara pertandingan olahraga, yel-yel terbaik, dan kehadiran peserta terbanyak dari gereja lokal. Momen ini menjadi simbol sukacita sekaligus apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Jambore PRBK GIA Daerah VIII yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi wadah pembentukan iman, karakter, dan kebersamaan bagi generasi muda. Melalui setiap sesi, aktivitas, dan interaksi yang terjadi, para peserta diperlengkapi untuk menjadi generasi yang bersinar, murni, dan menjadi teladan, serta siap menghadapi masa depan bersama Kristus. 0-3840×2174-0-0# 0-4064×3074-0-0# IMG_2447.HEIC DSC02753 0-3840×2174-0-0# 0-3048×4064-0-0# 0-4064×3074-0-0# DSC03091 DSC02861

Melayani Sampai Garis Akhir: Peneguhan Seorang Hamba Tuhan

Ibadah penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan penahbisan Pendeta muda atas diri Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th pada 15 Maret 2026 di GIA Jemaat Bangsri. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi yang ditahbiskan, tetapi juga bagi jemaat dan pelayanan gereja secara keseluruhan. Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak di bawah koordinasi MD III sebagai penyelenggara. Para hamba Tuhan yang hadir pun disambut dengan hangat dan penuh keramahan oleh jemaat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Prosesi peneguhan dipimpin oleh jajaran Majelis Daerah III, diantaranya pdt. Elisa Samuel C., S. Th. selaku ketua MD III, Pdt. Ishak Agus, S. Th. selaku calon PJ (Pejabat) Ketua MD 3 dan Pdt. Antonius Rahmihadi, S. Th. selaku calon PJ Sekretaris MD III. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh bagi pelayanan yang akan diemban oleh pendeta muda yang ditahbiskan. Dalam khotbah yang disampaikan oleh hambaNya yaitu Pdt. Elisa Samuel Catur, S.Th , beliau menyampaikan pesan firman Tuhan yang diambil dari Kisah Rasul 20:24 mengenai panggilan pelayanan. Jemaat diajak memahami bahwa ada tiga hal penting dalam panggilan Tuhan. Hal yang pertama yaitu berani membayar harga sebagai kesiapan untuk berkorban demi panggilan ilahi. Hal yang kedua, melayani sampai garis akhir. Hal yang terakhir, menyelesaikan Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:18–20, yaitu panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Injil harus diberitakan dan dikobarkan. Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara. Kondisi gedung gereja yang representatif dan nyaman turut mendukung suasana ibadah yang khusyuk, sehingga jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Penahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan adalah hasil dari kerja bersama dalam tubuh Kristus. Dengan ditahbiskannya Sdr. Bezaliel Kris Nugroho, S.Th sebagai pendeta muda, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, serta komitmen yang semakin teguh untuk setia menjawab panggilan Tuhan hingga garis akhir. IMG_5818 IMG_5801 IMG_5768 IMG_5739 IMG_6826 IMG_6677 IMG_5905 IMG_5844 IMG_5831

Penahbisan Pendeta GIA Bawen Teguhkan Semangat Generasi Penerus

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Bawen pada Minggu, 8 Maret 2026. Sejak pukul 14.00 WIB, jemaat dan para undangan mulai memenuhi ruangan ibadah untuk mengikuti Ibadah Khusus Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat, sebuah momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan nuansa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas komunitas. Ibadah penahbisan ini menjadi titik bersejarah bagi Bp. Pdm. Samuel Wasikin, S.Th., M.Ag yang secara resmi ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala jemaat GIA Bawen. Prosesi sakral tersebut dihadiri oleh MPH Sinode GIA, MD III, jajaran majelis, pengurus gereja, serta seluruh jemaat yang turut memberikan dukungan doa dan sukacita. Tidak hanya itu, kehadiran para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai wilayah seperti BKSAG Kabupaten Semarang, BKSAG Kecamatan Bawen, dan BKSAG Kecamatan Tuntang, serta Penyuluh Bimas Kristen Kecamatan Bawen semakin memperkuat makna persekutuan dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan mengangkat tema “The Next Generation” yang berlandaskan pada Yosua 1:1-2 dan Bilangan 27:18-23. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah estafet pelayanan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana Musa dan Yosua memiliki peran yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu tujuan ilahi, yaitu membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian Hal yang menjadi sorotan khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran tokoh masyarakat lintas agama, yakni Ketua RW 03 Tegalrejo, Bp. Karsono, serta Lurah Bawen, Bp. Agus Wibowo, SE. Meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya dengan penuh ketulusan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Dalam sesi sambutan, Bp. Agus Wibowo menyampaikan pesan yang menyejukkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Bawen, tempat GIA Jemaat Bawen berada. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan persaudaraan dapat terjalin dengan baik di tengah keberagaman. Ibadah penahbisan ini tidak hanya menjadi momentum rohani bagi jemaat, tetapi juga menjadi cerminan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat. Melalui penahbisan ini, diharapkan pelayanan GIA Jemaat Bawen semakin bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan semangat generasi penerus yang tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kebersamaan. 1773437995608 1773437996180 1773437995916 1773437995645 1773437994791 1773437996708 1773437996562 1773437996298

Tonggak Baru Pelayanan: Pendewasaan Jemaat dan Penahbisan Gembala di GIA Rembang

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Pendewasaan GIA Jemaat Pati – TPI Rembang yang dirangkaikan dengan Penahbisan Pendeta dan Gembala Jemaat atas diri Pdm. Boedi Hartono pada 26 Februari 2026 di TPI Rembang. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan jemaat sekaligus peneguhan panggilan seorang hamba Tuhan untuk menggembalakan umat dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIA Jemaat Pati – TPI Rembang ini dihadiri oleh MPH, MD III, hamba-hamba Tuhan GIA Daerah III, para Pendeta gereja sahabat, serta para undangan. Kebersamaan lintas pelayanan tersebut mencerminkan dukungan dan kesatuan tubuh Kristus dalam menguatkan jemaat yang memasuki fase kedewasaan pelayanan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono diambil dari Yohanes 15:5 dengan tema “Hidup Melekat pada Kristus.” Dalam khotbahnya, beliau menegaskan tiga prinsip utama kehidupan pelayanan: terhubung dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mempercayai Tuhan. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula hamba Tuhan dan jemaat tidak dapat menghasilkan buah tanpa hidup yang intim dengan Kristus. Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam momentum penahbisan Pdm. Boedi Hartono sebagai Pendeta dan Gembala jemaat. Penahbisan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus hidup melekat pada Kristus dalam setiap keputusan, tantangan, dan tanggung jawab penggembalaan. Hal yang mengesankan dalam acara ini adalah semangat jemaat dan para undangan yang tetap antusias menghadiri ibadah meskipun di tengah tantangan cuaca berupa hujan dan kepadatan lalu lintas. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan sukacita. Ibadah tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita, seolah menjadi kesaksian bahwa penyertaan Tuhan nyata di tengah setiap tantangan. Melalui pendewasaan jemaat dan penahbisan ini, serta sebagai ungkapan syukur karena sudah berdirinya GIA Rembang, diharapkan pelayanan di GIA Rembang semakin bertumbuh, berbuah, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketika jemaat dan gembala hidup melekat pada Kristus, Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan menguatkan pelayanan-Nya. IMG_0590 IMG_0570 IMG_0782 WhatsApp Image 2026-02-28 at 3.30.10 PM IMG_0463 IMG_0549 IMG_0562 IMG_0570

Categories
Sapaan Gembala

Keluarga Elkana

Keluarga Elkana

Oleh: Stefani Dyah Wiworo

Apa yang kita ingat dari seorang tokoh bernama Elkana dalam 1 Samuel 1? Mungkin kita akan menjawab bahwa Elkana adalah seorang suami yang memiliki dua istri. Ya itulah kebenaran yang tertulis dalam Alkitab. Elkana beristrikan Hana dan Penina. Jika kita membaca 1 Samuel 1:3, maka kita dapat melihat bahwa Elkana adalah kepala keluarga yang rajin datang kepada Tuhan.

Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas.
1 Samuel 1:3
Apa yang kita ingat dari seorang tokoh bernama Elkana dalam 1 Samuel 1? Mungkin kita akan menjawab bahwa Elkana adalah seorang suami yang memiliki dua istri. Ya itulah kebenaran yang tertulis dalam Alkitab. Elkana beristrikan Hana dan Penina. Jika kita membaca 1 Samuel 1:3, maka kita dapat melihat bahwa Elkana adalah kepala keluarga yang rajin datang kepada Tuhan.

Bagaimana sikap Hana terhadap situasinya tersebut? Hana tidak membalas perbuatan Penina. Hana justru berseru kepada Tuhan di dalam kepedihan hatinya itu. Ia terus-menerus berdoa kepada Tuhan. Lalu bagaimana dengan Elkana, apakah ia tidak tahu kondisi hati Hana? Sejauh yang kita baca dari 1 Samuel 1:8 sepertinya Elkana kurang menyadari kondisi hati Hana, bahwa ia tidak hanya sedih karena belum memiliki anak. Hati Hana begitu pedih dan sakit oleh karena sikap dan perkataan Penina yang terus-menerus menyakiti hatinya.

Pada akhirnya, Tuhan menjawab seruan doa Hana dan memberikan anak kepadanya. Lalu Hana menyerahkan anak itu kepada Tuhan untuk menjadi alat kemuliaan Tuhan.

Dari kehidupan dan pergumulan yang dihadapi keluarga ini. Ada beberapa hal yang patut menjadi pembelajaran bagi setiap kita.

Kesetiaan kepada Tuhan seharusnya mendatangkan perubahan yang benar dalam hidup kita. Janganlah kita seperti Penina! Memang ia setia beribadah, tetapi sikapnya tidak menunjukkan perubahan dari tahun ke tahun, karena ia terus menyakiti hati orang lain. Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita. Jangan sampai kita setia datang kepada Tuhan, tetapi sikap kita masih saja buruk, tidak memperlihatkan adanya perubahan. Jangan sampai kesetiaan kita datang kepada Tuhan hanya sebatas formalitas, karena tuntutan beribadah setiap hari minggu, karena tuntutan kegiatan kerohanian. Seharusnya kesetiaan kita datang kepada Tuhan mendatangkan perubahan yang benar dalam hidup kita.

Jangan menyerah dengan situasi. Hana yang terus disakiti oleh Penina, ia tetap menunjukkan sikap yang baik bahkan tidak meninggalkan Tuhan. Biarlah kita belajar dari Hana, jangan menyerah dengan situasi yang sedang kita hadapi saat ini. Sepedih apa pun keadaan yang kita alami. Sebanyak apa pun pergumulan yang sedang kita hadapi, tetaplah datang kepada Tuhan, berserulah kepada-Nya dan jangan tinggalkan Tuhan.

Categories
Sapaan Gembala

Dikerjakan Oleh Roh Kudus

Dikerjakan oleh Roh Kudus

Oleh: Henrawaty Siregar

Kasih dan kemurahan dari Allah Bapa dan Tuhan Kita Yesus Kristus senantiasa memenuhi hati kita, sebab kita adalah orang-orang yang dikasihi Tuhan dan sesuai janji-Nya, Ia tidak pernah meninggalkan kita seorang diri. Ia sudah memberikan Roh-Nya yang kudus berdiam bahkan bekerja di dalam kita sehingga segala maksud kudus Allah terlaksana melalui hidup kita.

Puji Syukur kita naikkan juga kepada Tuhan karena kita sudah memasuki bulan Mei, bulan yang terkenal dengan may day-nya atau kita kenal juga sebagai Hari Buruh Sedunia yang digunakan untuk memperingati perjuangan dan pencapaian para buruh di Amerika mendapatkan hak-hak para pekerja dan delapan jam kerja per hari. Di Indonesia May Day ini juga dijadikan sebagai Hari Buruh Nasioanal dan biasa digunakan oleh pekerja sebagai momen untuk meyerukan hak-hak mereka. Berbeda dengan para pekerja yang yang hanya bekerja delapan jam per hari ada pribadi yang bekerja di dalam diri orang percaya dan tidak dibatasi oleh waktu. Ia adalah Roh kudus. Di bulan Mei ini juga geraja Tuhan akan merayakan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga sekaligus memperingati peristiwa turunnya Roh Kudus yang bekerja dalam diri orang percaya tanpa batas.

Roh kudus berperan penting dalam diri orang percaya untuk mengubahkan mereka sehingga segala maksud kudus Allah dalam diri orang percaya, yakni keserupaan dengan Kristus bisa terlaksana. Hidup orang percaya dapat mencerminkan Tuhan seperti yang ditulis dalam 2 Korintus 3:18, “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” Jadi, Roh-lah yang telah mengubah orang percaya. Dia yang berdiam dalam diri orang percaya, menginsafkan dari dosa dan mengingatkan mereka akan kebenaran serta memampukan orang percaya untuk bertindak benar seperti yang dikehendaki Kristus.

Tanpa Roh Kudus mustahil manusia bisa mengubah dirinya, sebab ia sudah jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus, di mana dia punya keinginan untuk berbuat baik namun kenyataannya yang jahatlah yang jadi. Perubahan karakter menjadi serupa dengan Kristus hanya dimungkinkan terjadi oleh pekerjaan Roh Kudus. Dialah yang mengerjakan segala perubahan dalam diri orang percaya.

Jadi, betapa bergantungnya orang percaya kepada Roh kudus. Dia adalah Pribadi yang memang disediakan Allah untuk menjadi penolong. Orang percaya harus bersedia menerima pimpinan dari Roh Kudus yang dinyatakan lewat ketaatan dalam melakukan Firman Tuhan. Saat bersedia, maka hal yang sulit bahkan mustahil pun pasti bisa diubahkan. Sebuah tayangan televisi bertajuk Solusi mengisahkan kehidupan orang-orang yang diubahkan oleh Tuhan. Mereka yang tadinya hidup dalam kejahatan berubah menjadi pribadi yang berkenan dan mempermuliakan Tuhan. Mereka mengakui bahwa kalau bukan Tuhan yang bekerja melalui Roh Kudus sendiri, maka mustahil mereka berubah. Kebiasaan-kebiasaan hidup yang lama digantikan dengan kebiasaan baru yang benar.

Jadi, perubahan karakter yang sesuai dengan kehendak Kristus adalah karya Roh Kudus. Karena itu tidak seorang pun bisa bermegah dan justru seharusnya kita menaikkan syukur kepada Allah karena Ia telah memberikan Roh Kudus sebagai Penolong yang mengubahkan kita dari dalam.
Kehadiran Roh Kudus membawa harapan bagi kita untuk bisa hidup berkenan kepada Tuhan dan menjadi cermin Tuhan yang nyata di dunia. Orang-orang di sekitar kita akan bisa melihat Tuhan melalui karakter-karakter baru yang dikerjakan oleh Roh Kudus.