Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Liputan Seputar Sinode

GIA Pondok Gede Gelar Momen Bersejarah: Pendewasaan Jemaat, Penahbisan Gembala dan Majelis dalam Satu Ibadah Kudus

GIA Pondok Gede Gelar Momen Bersejarah: Pendewasaan Jemaat, Penahbisan Gembala dan Majelis dalam Satu Ibadah Kudus

Bekasi, 17 Agustus 2025 Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai Ibadah Raya di GIA (Gereja Isa Almasih) Pondok Gede, Minggu (17/8), yang menjadi saksi dari tiga momen penting dalam perjalanan gereja lokal tersebut: Pendewasaan jemaat GIA Pondok Gede, Penahbisan Gembala Jemaat, dan Penahbisan Majelis.

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Majelis Pusat Harian (MPH) Sinode GIA, para Gembala Jemaat dari berbagai wilayah, para Majelis, serta seluruh jemaat GIA Pondok Gede yang memadati gedung gereja sejak pagi hari.

Dalam ibadah yang berlangsung dengan khidmat dan penuh pengurapan, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, yang juga merupakan salah satu tokoh penting dalam tubuh GIA. Dalam khotbahnya yang bertema “Membangun Jemaat yang Berkualitas”, Pdt. Andreas menekankan bahwa kualitas jemaat tidak bisa dibangun secara instan, melainkan harus berakar kuat pada tiga hal utama: Fondasi yang tepat, materi yang tepat, dan desain yang tepat.

“Tanpa fondasi yang kokoh, materi yang benar, dan desain rohani yang sesuai dengan Firman Tuhan, gereja tidak akan mampu bertumbuh dengan sehat dan kuat,” ungkap Pdt. Andreas di hadapan jemaat yang menyimak dengan antusias.

Yang membuat ibadah ini menjadi istimewa dan bersejarah adalah pelaksanaan tiga agenda besar dalam satu momentum:

Pendewasaan Jemaat GIA Pondok Gede, yang menandai kedewasaan secara organisasi dan rohani jemaat lokal tersebut.

Penahbisan Gembala Jemaat, yang dipercayakan untuk menggembalakan dan memimpin arah pelayanan lokal GIA Pondok Gede.

Penahbisan Majelis, yang akan bertugas sebagai rekan sekerja gembala dalam membangun dan melayani jemaat secara menyeluruh.

 

Ketiga rangkaian peneguhan pelayanan ini berlangsung dalam satu rangkaian ibadah yang dirancang secara liturgis dan spiritual dengan penuh makna. Prosesi penumpangan tangan oleh para pemimpin MPH Sinode GIA menjadi simbol penyerahan dan pengurapan dari Tuhan untuk tugas pelayanan yang baru.

Kehadiran para pemimpin sinode dalam acara ini menjadi bukti dukungan penuh dari GIA pusat terhadap pertumbuhan dan perkembangan gereja lokal di Pondok Gede.

Acara ditutup dengan doa syafaat bersama dan ucapan selamat dari para tamu undangan, dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana di lingkungan gereja.

Categories
Liputan Seputar Sinode

GIA Cirebon Rayakan HUT ke 75

GIA Cirebon Rayakan HUT ke 75

Cirebon, 10 Agustus 2025, Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Cirebon dipenuhi suasana sukacita dan syukur saat seluruh jemaat bersama berbagai seksi pelayanan merayakan Hari Ulang Tahun ke-75, Minggu (10/8). Hadir lengkap seluruh warga jemaat, mulai dari Komisi Anak-Anak (KAA), Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK), Kaum Wanita Lidya, Kaum Pria, hingga Paduan Suara Mazmur Bakti.

Ibadah syukur menjadi puncak acara, diisi pujian dan penyembahan yang membawa jemaat semakin dekat kepada Tuhan. Firman Tuhan disampaikan oleh Ibu Sandra Benita Ivonne, diambil dari Yeremia 17:7-8, yang berisi janji Tuhan bagi orang yang mengandalkan-Nya:

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”

Dalam khotbahnya, Ibu Sandra menegaskan bahwa kekuatan jemaat bukan berasal dari kemampuan manusia, melainkan dari Tuhan sendiri. “Kita mungkin menghadapi tantangan, penolakan, atau hambatan dalam pelayanan. Namun seperti pohon yang tertanam dekat aliran air, kehidupan kita akan tetap subur dan berbuah jika kita terus mengandalkan Tuhan. Bukan hanya bertahan, tapi menghasilkan buah Roh—kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa usia 75 tahun pelayanan GIA Cirebon adalah bukti pemeliharaan Tuhan. “Tuhan setia memimpin jemaat ini dari generasi ke generasi. Tugas kita bukan sekadar mempertahankan apa yang ada, tetapi menumbuhkan dan memperluas pelayanan, agar lebih banyak jiwa mengenal Kristus,” tambahnya.

Setelah firman, perayaan dilanjutkan dengan beragam penampilan dari setiap seksi pelayanan. Anak-anak KAA mempersembahkan nyanyian dan tarian bagi  Tuhan. PRBK membawakan lagu-lagu modern penuh semangat serta menari. sementara Kaum Pria memimpin pujian yang membangkitkan semangat jemaat.Paduan Suara Mazmur Bakti menutup acara dengan  lagu yang menggetarkan hati.

Perayaan ini menjadi momentum refleksi bagi jemaat GIA Cirebon, bahwa di tengah perubahan zaman, iman yang tertanam kuat di dalam Tuhan akan tetap berbuah. Dengan semangat baru, jemaat menatap masa depan pelayanan yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya.

Categories
Liputan Seputar Sinode

HUT GIA PHARMINDO KE-14 dan Pelantikan Majelis Baru

HUT GIA PHARMINDO KE-14 dan Pelantikan Majelis Baru

Cimindi, 20 Juli 2025, Suasana penuh sukacita dan rasa syukur mewarnai perayaan Ibadah Syukur HUT ke-14 Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pharmindo yang sekaligus dirangkai dengan Pelantikan Majelis Jemaat Periode 2025–2029. Ibadah agung ini berlangsung di Gedung Twin Tulipware Cimindi, dihadiri oleh Gembala, para rohaniwan, penatua, majelis, aktivis pelayanan, serta seluruh jemaat GIA Pharmindo yang memadati ruangan dengan penuh antusias.

Yang membuat ibadah ini istimewa, dua momen bersejarah hadir dalam satu perayaan: ucapan syukur atas pertambahan usia gereja yang telah melayani selama 14 tahun, dan pengukuhan para majelis baru yang akan mengemban tugas pelayanan empat tahun ke depan.

Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan tema “Berkat Tuhan dalam Kehidupan Keluarga” yang diambil dari Mazmur 128:1–6. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa keluarga yang takut akan Tuhan dan berjalan dalam jalan-Nya akan merasakan berkat yang nyata dalam pekerjaan, keturunan, dan kehidupan sehari-hari. Pdt. Budi mengajak jemaat untuk menjadikan gereja sebagai keluarga rohani yang saling menguatkan, mendukung, dan bersama-sama menjadi saksi Kristus di tengah dunia.

Puncak momen pelantikan majelis berlangsung khidmat. Para majelis yang terpilih untuk periode 2025–2029 maju ke depan altar, menerima peneguhan dan doa berkat sebagai tanda pengutusan. Jemaat pun menyambut mereka dengan tepuk tangan meriah sebagai bentuk dukungan dan komitmen untuk bekerja sama dalam pelayanan.

Ibadah ditutup dengan doa syukur, pemotongan kue ulang tahun, serta foto bersama sebagai kenangan berharga. Perayaan ini bukan hanya menjadi tanda syukur atas penyertaan Tuhan selama 14 tahun, tetapi juga menjadi awal langkah baru bagi GIA Jemaat Pharmindo untuk semakin teguh melayani dan memberitakan Injil.

Dengan semangat baru yang dibawa oleh kepemimpinan majelis periode 2025–2029, diharapkan GIA Jemaat Pharmindo terus bertumbuh menjadi gereja yang kokoh dalam iman, luas dalam kasih, dan setia dalam pelayanan, sehingga berkat Tuhan dapat dirasakan tidak hanya oleh jemaat, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya.

Categories
Liputan Seputar Sinode

Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV: Dipulihkan untuk Berjalan dalam Misi Allah

Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV: Dipulihkan untuk Berjalan dalam Misi Allah

Kutoarjo, 21 Juli 2025 Sebanyak 40 hamba Tuhan dari Gereja Isa Almasih (GIA) Daerah IV berkumpul dalam acara Fellowship Hamba Tuhan yang berlangsung di GIA Kutoarjo. Acara yang digelar secara khusus ini mengangkat tema “Dipulihkan untuk Berjalan dalam Misi Allah”, dan menjadi momentum penting bagi para pendeta dan pendeta muda, bersama pasangan mereka, untuk memperkuat kembali panggilan pelayanan mereka.

Fellowship ini turut memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Sinode GIA, menjadikannya lebih bermakna sebagai waktu refleksi sekaligus pembaruan komitmen terhadap visi dan misi pelayanan GIA di tengah masyarakat Indonesia.

Dalam sesi utama, Pdt. Lukas Priyono dari GIA Krangkeng menyampaikan pesan utama bertajuk “Dipulihkan kepada misi Sinode GIA”. Beliau menekankan pentingnya setiap hamba Tuhan untuk kembali melihat arah misi pelayanan gereja secara sinodal, agar dapat berjalan selaras dalam kehendak dan panggilan Allah. “Pemulihan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi agar kita kembali hidup dan melayani sesuai dengan misi yang Tuhan percayakan kepada GIA,” ujar Pdt. Lukas dalam pesannya.

Tema pemulihan yang diangkat bukan tanpa alasan. Di tengah arus zaman yang penuh tekanan terhadap pelayanan dan keluarga hamba Tuhan, diperlukan momentum untuk berhenti sejenak, menengadah kepada Tuhan, dan membiarkan Roh Kudus memulihkan kembali keletihan dan keraguan.

Mazmur 23:3 juga menjadi ayat penopang dalam sesi renungan: “Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” Dalam semangat inilah, para pelayan Tuhan diajak kembali mengalami pembaruan batin yang menuntun kepada kekuatan baru dalam menjalankan tugas panggilan.

Kehadiran para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di wilayah Daerah IV menjadi bukti komitmen bersama untuk membangun kesatuan tubuh Kristus dan memperkuat pelayanan yang berlandaskan kasih dan kebenaran Firman Tuhan.

Suasana kekeluargaan dan kehangatan terasa kental sepanjang acara. Diskusi, pujian penyembahan, serta doa bersama menjadi bagian integral dari fellowship ini, mempererat hubungan antar pelayan Tuhan lintas jemaat dan generasi.

Dengan semangat ulang tahun Sinode GIA yang ke-79, acara ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi GIA Daerah IV untuk melangkah semakin teguh dalam panggilan ilahi dipulihkan, dipersatukan, dan diutus dalam satu misi: menjadi terang Kristus di tengah dunia.

Categories
Liputan Seputar Sinode

Pendewasaan GIA Jemaat Lengkong Besar TPI Gunung Tiga Berlangsung Khidmat dan Penuh Sukacita

Pendewasaan GIA Jemaat Lengkong Besar TPI Gunung Tiga Berlangsung Khidmat dan Penuh Sukacita

Tulang Bawang, Lampung 24 Juli 2025

Perjalanan pelayanan Gereja Isa Almasih (GIA) kembali mencatatkan momen bersejarah dengan dilaksanakannya Pendewasaan GIA Jemaat Lengkong Besar TPI Gunung Tiga sekaligus Penahbisan Gembala Jemaat pada Kamis, 24 Juli 2025. Acara yang berlangsung di Desa Suka Bhakti, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung ini berlangsung penuh hikmat dan sukacita yang mendalam.

Kegiatan rohani ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Majelis Pusat Harian (MPH) GIA, antara lain Pdt. Andreas Mulyadi selaku Sekretaris Umum, Pdt. Mus Budiarto (Wakil Sekretaris Umum), serta Pdt. Mulyadi Kaleb, Gembala GIA Jemaat Lengkong Besar. Hadir pula Ketua Biro Kesaksian dan Pengabdian (KP) Daerah VI, Pdt. Hendra Londa, bersama para hamba Tuhan dari GIA Jemaat Daerah X dan seluruh komponen jemaat setempat.

Puncak acara ditandai dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, yang mengangkat tema: “Teruslah Berkarya”, berdasarkan 1 Korintus 15:17-18. Dalam khotbahnya, Pdt. Andreas menegaskan pentingnya ketekunan dalam pelayanan, serta dorongan bagi setiap jemaat dan pelayan Tuhan untuk terus berkarya bagi kemuliaan Kristus, meskipun tantangan zaman semakin kompleks.

“Pelayanan bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk terus bertumbuh, melayani, dan menghasilkan buah yang kekal,” ujar Pdt. Andreas dalam pesan rohaninya.

Penahbisan Gembala Jemaat yang dilangsungkan dalam ibadah khusus menjadi momen sakral yang membawa haru dan kebanggaan tersendiri bagi jemaat dan masyarakat sekitar. Penahbisan tersebut bukan hanya menjadi tonggak struktural dalam organisasi gereja, namun juga wujud nyata dari kedewasaan rohani dan kesiapan jemaat dalam membangun tubuh Kristus di daerah terpencil sekalipun.

Seluruh rangkaian acara mendapat dukungan penuh dari jemaat yang menunjukkan semangat luar biasa, baik dalam persiapan maupun partisipasi aktif selama ibadah berlangsung. Atmosfer sukacita sangat terasa, mencerminkan semangat pelayanan yang hidup dan kasih persaudaraan yang erat di tengah jemaat.

Dengan dilaksanakannya pendewasaan dan penahbisan ini, GIA Gunung Tiga kini resmi berdiri sebagai jemaat dewasa yang mandiri dan siap melayani lebih luas. Harapan besar disampaikan oleh seluruh pimpinan MPH agar gereja ini terus menjadi terang dan garam bagi masyarakat di Tulang Bawang dan sekitarnya. Acara diakhiri dengan doa berkat dan peneguhan pelayanan, serta jamuan kasih bersama seluruh jemaat dan undangan yang hadir.

Categories
Liputan Seputar Sinode

Pemberdayaan Wanita Gereja: Pelatihan Merangkai Bunga dan Fellowship PWK GIA Daerah IV di Klaten

Pemberdayaan Wanita Gereja: Pelatihan Merangkai Bunga dan Fellowship PWK GIA Daerah IV di Klaten

Klaten, 25 Juli 2025 Persekutuan Wanita Kaum (PWK) Gereja Isa Almasih (GIA) Daerah IV menggelar acara Fellowship sekaligus pelatihan merangkai bunga di GIA Klaten. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan PWK dari berbagai jemaat se-Daerah IV dan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan semangat pelayanan.

Acara dibuka dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Jairus Hasugian, M.Th, yang menyampaikan pesan Firman Tuhan mengenai karunia rohani. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa setiap orang telah dianugerahi karunia yang berbeda-beda oleh Tuhan dan hendaknya menggunakan karunia tersebut untuk melayani dengan setia dan rendah hati di ladang-Nya.

“Tidak semua dipanggil untuk melakukan hal yang sama, tapi setiap karunia memiliki tempat dan fungsinya dalam tubuh Kristus. Marilah kita melayani sesuai dengan karunia yang telah Tuhan percayakan,” ujar Pdt. Dr. Jairus dalam pesannya.

Salah satu hal yang menarik dan mendapat antusiasme tinggi dalam kegiatan ini adalah pelatihan merangkai bunga yang dipandu oleh Ibu Yohana Loby Lukmono, seorang penggiat seni dekorasi altar dan bunga gereja. Peserta diajak untuk belajar merangkai bunga untuk keperluan altar, meja pelayanan, hingga dekorasi peti mati suatu keterampilan yang tidak hanya membutuhkan keindahan visual, tetapi juga pemahaman makna spiritual dan liturgis.

Ibu Yohana menjelaskan bahwa seni merangkai bunga dalam konteks pelayanan gereja tidak sekadar estetika, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan dan ungkapan kasih dalam setiap momen pelayanan, termasuk saat duka.

“Melayani melalui bunga adalah menyampaikan kasih dan penghiburan tanpa kata. Setiap rangkaian memiliki pesan, dan kita dipanggil untuk menyampaikan pesan itu dengan penuh kasih,” ungkapnya di hadapan peserta.

Melalui kegiatan ini, PWK GIA Daerah IV tidak hanya mempererat tali persekutuan antargereja, tetapi juga membekali anggotanya dengan keterampilan praktis yang relevan dalam pelayanan. Acara diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antar peserta.

PWK GIA Daerah IV berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wadah pengembangan diri dan pelayanan, selaras dengan visi gereja untuk menjadi terang dan garam di tengah masyarakat.