Ibadah dan Perayaan Hari Ulang Tahun Gereja Isa Almasih Jemaat Galunggung Ke-38 Tahun
Pada hari Minggu, 1 September 2024, Gereja Isa Almasih Jemaat Galunggung merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-38 yang penuh syukur dan khidmat di gedung gereja yang beralamat di Jl. Pelajar Pejuang 45, No. 3, Bandung. Meski hari jadi jemaat ini tepat pada tanggal 31 Agustus, perayaan digelar pada hari Minggu agar dapat dihadiri oleh seluruh jemaat dengan lebih luas.
Perayaan tahun ini terasa istimewa karena dirayakan dalam nuansa budaya Sunda yang kental. Ibadah dimulai dengan tari lengser, sebuah tarian tradisional Sunda yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu kehormatan. Prosesi adat Sunda juga dilakukan, menambah kesakralan suasana dan menghubungkan budaya lokal dengan semangat peribadatan.
Firman Tuhan dalam perayaan ini disampaikan oleh Ketua Umum Sinode Gereja Isa Almasih, Pdt. Budi Cahyono Hartono. Dalam khotbahnya, beliau mengajak jemaat untuk merenungkan kebaikan Tuhan yang setia menyertai perjalanan Gereja Isa Almasih Jemaat Galunggung selama 38 tahun. Dalam pesan tersebut, Pdt. Budi mengingatkan jemaat untuk selalu bersyukur atas anugerah Tuhan yang tak terhingga, serta untuk terus berkomitmen dalam pelayanan dan penyebaran kasih Kristus.
Selama 38 tahun, Gereja Isa Almasih Jemaat Galunggung telah menjadi tempat di mana umat bertumbuh dalam iman, saling menguatkan, dan menjalin kebersamaan dalam Kristus. Perjalanan ini tentunya dipenuhi dengan berbagai tantangan, namun kasih dan penyertaan Tuhan terus memampukan jemaat untuk bertahan dan berkembang dalam iman. Bersyukur atas kebaikan Tuhan, jemaat memuji Dia melalui pujian dan penyembahan yang penuh semangat selama ibadah berlangsung.
Ibadah perayaan Hari Ulang Tahun Ke-38 ini bukan hanya merupakan momen peringatan, tetapi juga kesempatan untuk merayakan karya Tuhan yang nyata dalam kehidupan jemaat Gereja Isa Almasih Jemaat Galunggung. Dalam khidmat budaya Sunda dan nuansa persaudaraan yang hangat, jemaat bersatu dalam pengharapan dan keyakinan bahwa Tuhan yang telah memelihara selama 38 tahun, akan terus memimpin dan menyertai langkah mereka di masa depan. (Pdt. Yunus Heri Purnomo – Rohaniwan GIA Jemaat Galunggung)