Sinode Gereja Isa Almasih

Pagelaran Budaya Misi Wayang Kulit “Semar Mbangun Kayangan”

Pada hari Kamis, 31 Oktober 2024, Sinode Gereja Isa Almasih mengadakan acara Pagelaran Budaya Misi dengan menampilkan pertunjukan wayang kulit berjudul “Semar Mbangun Kayangan” di Padepokan Ngesti Rahayu, Ploso, Salatiga. Acara ini dipandu oleh dua dalang utama, yaitu Pdt. Filipus Gudel (Good-el) Sri Umbarno dan Pdt. Nehemia Diwoko, yang menghadirkan kisah penuh makna tentang tokoh Semar, yang dipercaya memiliki pesan moral serta nilai-nilai kekristenan yang relevan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jemaat Gereja Isa Almasih Jemaat-Jemaat dari Salatiga dan sekitarnya (Daerah IV) serta masyarakat luas yang ingin turut menikmati pertunjukan budaya ini. Acara semakin meriah dengan berbagai penampilan seni budaya Jawa, seperti tarian tradisional, puji-pujian dalam bahasa Jawa, serta musik karawitan.

Dengan latar belakang budaya Jawa, kisah Semar Mbangun Kayangan yang ditampilkan dalam pagelaran ini disampaikan dalam gaya yang penuh pesan rohani dan kesadaran misi. Semar, dalam ceritanya, berupaya membangun “Kayangan” (surga atau tempat yang damai) sebagai simbol panggilan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan harmonis di dunia. Melalui kisah ini, para dalang menyisipkan pesan bahwa setiap orang memiliki peran dalam menyebarkan kasih Kristus dan menjadi terang di tengah masyarakat.

Tujuan dari pagelaran ini adalah untuk membangun tim misi yang lebih kuat melalui pendekatan budaya serta mendorong partisipasi aktif jemaat dalam kegiatan misi. Dengan memanfaatkan budaya tradisional sebagai sarana, Sinode Gereja Isa Almasih berharap dapat menjangkau lebih banyak jiwa dan menyampaikan pesan kasih Tuhan melalui cara yang akrab dan menyentuh hati masyarakat Jawa.

Pagelaran ini menjadi bentuk nyata dari komitmen Sinode Gereja Isa Almasih untuk memadukan budaya dengan misi pelayanan, sehingga firman Tuhan dapat tersampaikan dengan cara yang relevan dan kontekstual. Diharapkan, melalui pagelaran budaya ini, makin banyak anggota jemaat yang terpanggil untuk terlibat dalam kegiatan misi, baik di lingkungan gereja maupun di masyarakat luas. (Pdt. Obadja Saleman)