Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Teropong

Paskah dan Pengharapan Kehidupan

Paskah dan Pengharapan Kehidupan

Oleh: Yonathan Subur

“Tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: ”Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.” Markus 16:6

Nikolai Ivanovich Bukharin, seorang pemimpin Komunis Uni Soviet yang ikut terlibat dalam Revolusi Bolshevik tahun 1917. Paskah di area Kota Kiev, tahun 1930 dia dijadwal memberi pidato kepada ribuan pekerja di Kota Kiev. Nikolai akan berbicara mengenai ateisme. Pidato itu menjadi kesempatan baginya untuk menghina dan merendahkan kekristenan. Selama kurang lebih satu jam, Nikolai Ivanovich Bukharin yang berdiri di panggung, dengan percaya diri melontarkan kata-kata penuh dengan sinisme menyerang iman kekristenan. Ia berusaha meyakinkan pikiran ateistik ke dalam pikiran massa rakyat yang mendengarkan.

Selesai berpidato, pandangannya masih diarahkan kepada ribuan pendengarnya. Dengan ponggahnya karena merasa begitu yakin, bahwa Tuhan yang diimani orang Kristen itu kini benar-benar telah dia matikan. Ribuan orang yang mendengarnya pidato itu terdiam dan suasana menjadi hening. Area kota Kiev menjadi begitu sunyi. Di akhir pidatonya, Nikolai bertanya kepada pendengarnya, apakah ada antara mereka yang ingin mengajukan pertanyaan? Suasana diam, sunyi. Tampaknya tidak ada seorangpun yang berani bertanya. Harapan pada iman kekristenan sudah mati, pikirnya.

Tetapi tiba-tiba, dari tengah kesunyian, seorang lelaki setengah baya berdiri dan berteriak sekencang-kencangnya, katanya, “Kristus sudah bangkit!” Dan di luar dugaan, ribuan massa yang menghadiri pidato itupun berdiri dan ikut berteriak, “Benar sekali! Kristus sudah bangkit!”.
Massapun menyambut teriakan Kristus bangkit tanpa takut. Suasana diam, takut berganti teriakan penuh kemenangan “Kristus sudah bangkit!”.

Ribuan orang di lapangan di Kiev yang telah lama mengalami penderitaan dan kehilangan harapan berseru dan bersorak “Kristus sudah bangkit”. Mereka menjadi hidup. Hidup dengan api pengharapan yang tadinya padam oleh ketakutan, penderitaan dan segala sinisme komunis
atheis yang berusaha memudarkan, menginjak-injak dan mematikan kekristenan selama puluhan tahun lalu itu. Paskah membangkitkan dan menghidupkan ; kembali, pengharapan itu ada!

Paskah bagi ribuan bahkan jutaan orang yang hidup di bawah rezim komunis adalah kebangkitan, keberanian, bahwa setelah penderitaan selalu ada kemenangan. Setelah dicekam kematian penderitaan selalu ada bangkit dari kematian penindasan. Penderitaan panjang yang dialami mengandung bahaya bahwa orang Kristen lupa pada harapan akan kebangkitan. Salib dan jalan penderitaan dapat menguburkan dan mengaburkan pengharapan akan kemenangan, akan sukacita, kegembiraan hari Minggu Paskah.

Paskah harus berani mengatakan, bahwa Kristus sudah bangkit. Dia telah mengalahkan maut dan membuat kita menjadi yakin akan kemenangan dan sukacita karena Salib.


Jangan takut!

Dari Injil Markus 16:1-8.
Dikisahkan, pagi-pagi benar, beberapa perempuan Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, serta Salome bermaksud mengurapi Yesus, dingin. Hari baru suasana rembang matahari dan sunyi. Perempuan-perempuan itu yang dengan setia turut mengantar mayat Yesus ke kubur. Mereka dengan mindset kematian. Suatu pikiran dan tingkah laku tentang kematian adalah akhir
segalanya dan sudah tidak ada kehidupan. Segala yang ada di dalam pikiran perempuan-perempuan itu yang sehari-hari turut mendengar, melayani dan bersama Yesus, tinggal kenangan (Lukas 8:1-3). Belum ada mindset kebangkitan; kehidupan Kristus.

Harapan sukacita kehidupan tidak nampak, yang nampak adalah masalah mindset kematian; siapa menggulingkan batu kubur, caranya bagaimana lalu merempahi mayat sesuai dengan tradisi kematian menguasahi mereka.

Setibanya di sana, batu besar penutup makam ternyata sudah digulingkan. Dan ketika menengok ke dalam makam, mereka melihat seorang muda yang mengenakan pakaian putih. Ini mengejutkan mereka, tetapi orang itu meminta mereka untuk tidak takut. Dia memastikan bahwa para perempuan itu mencari Yesus, dan karena itu Dia meminta mereka untuk tidak mencari-Nya, karena Ia sudah bangkit. Ia bahkan menyuruh para perempuan itu pergi memberitahukan para murid bahwa Tuhan sudah bangkit dan pergi mendahului mereka ke Galilea.

Di tengah-tengah ketakutan Paskah terjadi. Kebangkitan menyeruak hebat dalam diri wanita yang dipinggirkan. Dalam pemikiran kesedihan bercampur ketakutan; bagaimana tradisi merempahi mayat yang tertutup kuburnya, masih mencengkeram. Dan mereka lemah serta tak mampu
menggulingkan batu kubur, teryata kebangkitan Yesus telah mengalahkan segala-galanya semua ketakutan akan pemikiran itu lenyap! Suasana kejiwaan, hati yang masih berkecamuk, Yesus hidup tidak perlu lagi merempahi dan pergi ke kubur.

Para perempuan yang tadinya mindset kematian; ada rasa takut dan pesimisme – terutama setelah Yesus Tuhan yang dilayani itu ternyata mati secara mengerikan. Perasaan itu begitu mendalam, sedih dan takut begitu menguasai sehingga sulit mempercayai, dan lupa akan perkataan Yesus sewaktu masih bersamanya, bahwa Tuhan sendiri sudah mengatakannya, bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga.

Padahal perempuan-perempuan tidak usah sedih dan takut. Yesus sudah jauh-jauh hari mengatakan bahwa Ia akan bangkit. Dan tanda-tanda itu sebenarnya juga telah diperlihatkan-Nya kepada para perempuan di hari Minggu pagi itu. Batu penutup makam telah digulingkan, seorang pemuda mengenakan pakaian putih, dan suara pemuda itu yang meminta mereka untuk tidak takut karena Yesus dari Nazareth itu sudah bangkit.

“Tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: ”Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia”. Markus 16:6

Minggu pagi itu Paskah sungguh terjadi. Hari itu yang mencekam, menjadi hari penuh kegentaran bercampur sukacita. Ketakutan akan peristiwa yang baru terjadi dan sukacita berita bangkitnya Yesus telah menjadi warna dari jiwa perempuan perempuan itu. Itulah warna paskah yang pertama.

Jadi, Paskah bukan saja suatu berita atau suatu narasi cerita kehidupan tapi suatu fakta sejarah mengenai kebangkitan Yesus dari kematian. Bukan saja fakta kebenaran mengenai pengharapan bagi iman orang percaya di masa lalu tapi juga berita kehidupan dimasa kini dan nanti karena ada pengharapan,Yesus itu hidup. Paskah bagi masa lalu, masa kini tapi juga masa yang datang, berita kuasa kehidupan untuk orang percaya. Yesus hidup bagi semua orang percaya. Ia Tuhan bagi orang percaya dan Ia Tuhan yang Alfa dan Omega.

Paskah dan Pengharapan

Pada 14 Mei 2013, artis Angelina Jolie menerbitkan sebuah artikel di New York Times tentang keputusannya menjalani mastektomi ganda. Jolie sudah hidup bertahun-tahun di bawah bayang-bayang kanker payudara dan karena ibu dan neneknya meninggal akibat penyakit kangker payudara. Sekalipun pada saat itu Jolie tidak mengindap penyakit kanker. Namun keputusan kuat untuk menjalani mastektomi ganda.

Dunia memuji keputusan dan keberaniannya yang berdasarkan ilmu pengetahuan modern. Joli dan orang-orang yang lebih percaya dan mendengarkan gen-gen yang termanifestasi dalam angka-angka. Mereka hanya percaya pada pengetahuan dan studi mutakhir. Yuval Noah Harari dalam bukunya yang menjadi best seller, Homo Deus, menuliskan agama baru manusia adalah Silicon Valley (2018:405). Segalanya terhubung dengan tehnologi dan menyisakan sedikit dengan Tuhan. Adakah hal semacam itu, berita kehidupan KristusTuhan masih menjadi berita Paskah dan pengharapannya? Adakah orang lebih percaya hati nurani yang suaranya berasal dari angka-angka yang diambil dari hasil riset, penelitian dan para pakar dan bukan hati nurani yang telah lemah dalam menjerit suara Tuhan Roh Kudus? Bahwa Yesus Kristus Tuhan yang Empunya hidup adalah sang Alfa dan Omega?

Seberapa sukarnya, katakanlah di langkah-langkah hidup yang berat dan sukar dalam kehidupan ini, tidak ada suatu yang terjadi atas kita di bumi ini dimasukkan dalam kategori “langkah terakhir”. Jika Allah telah membawa Anak-Nya melalui ujian-ujian yang berat dan paling menyakitkan
dan mengambil kembali Anak-Nya melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Sudah barang tentu Dia melalui peristiwa Paskah itu berkuasa membawa kita ke dalam suatu kehidupan penuh pengharapan (1 Petrus 1:3)

Karena itu, jika saat ini kita digodai untuk menyerah karena kita bertanya-tanya siapa yang berhak uparaca merempahi mayat segala yang baik, lalu siapa yang menggulingkan batu besar yang menutup harapan untuk maju dan hidup penuh kesukaan itu? Jawabannya tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: ”Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. -ys