The Blessing
Oleh: Pdt. Hendra Londa
Pada umumnya banyak orang Kristen memahami “berkat” dalam keterkaitan kelimpahan, kesuksesan, kesembuhan dan hal-hal yang memberikan janji tentang sesuatu yang lebih baik. Dalam Perjanjian Lama kata berkat diterjemahkan dari kata Ibrani “berakhah” berasal dari kata kerja “barakh” yang bermakna memberkati, terpujilah,diberkatilah, mendapat berkat, pujilah , mohon berkat,memberkati berlimpah-limpah dan masih banyak arti yang lainnya. Kata berkat itu sendiri dalam PL digunakan sebanyak 640 kali. Dan dalam Perjanjian Baru kata berkat diterjemahkan dari Bahasa Yunani “oilogeo” yang artinya perkataan yang baik yang digunakan biasanya untuk kata-kata pujian syukur yang memuliakan Tuhan. Dalam Lukas 24:50-53, kata “oilogeo” disejajarkan dengan seorang imam besar saat memberkati bangsanya. Seperti yang tertulis dalam Imamat 9:22 “Harun mengangkat kedua tangannya atas bangsa itu, lalu memberkati mereka,…” Kristus memberkati murid-murid sebagai seorang yang memiliki wewenang untuk itu, dengan memerintahkan berkat kepada murid-murid-Nya (Mat. 28:18). Dia memberkati mereka, seperti Yakub memberkati anak-anaknya.
Apa yang Yesus lakukan kepada murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke sorga adalah suatu “berkat yang istimewa” yaitu berkat “penyertaan” untuk meyakinkan murid-murid bahwa Ia tidak akan meninggalkan mereka sebagai yatim piatu, dan Ia berjanji menyertai mereka selamalamanya (Mat.28:20b). Berkat penyertaan ini adalah berkat yang sifatnya kekal karena penyertaan Yesus tidak bersifat sementara, tetapi kekal. Artinya ketika murid-murid taat pergi melakukan perintah-Nya untuk memberitakan Injil, bukan saja Ia berjanji menyertai selama-lama-Nya, Ia juga melengkapinya dengan kuasa Roh Kudus untuk membuktikan bahwa mereka tidak ditinggalkan sendiri. Dan janji yang sama itu juga berlaku bagi orang-orang hasil dari pelayanan mereka, yaitu jemaat mula-mula (Kis.2:41). Para rasul, dan sejumlah orang percaya lain seperti: Stefanus, Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus, melalui orang-orang ini Firman Allah semakin tersabar dan jumlah murid di Yerusalem semakin bertambah banyak karena sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya kepada Yesus (Kis. 6:5,7). Juga ada anak-anak rohani para rasul yang dipercayakan untuk memelihara jemaat seperti Timotius, Titus, Filemon, Apfia, Arkhipus dan ke tujuh jemaat di Asia kecil (1 Ptr.1:1; Why.1:4), hingga Eropa dan seluruh dunia. Kalau gereja hadir dan terus berkembang hingga hari ini, dapat dipastikan karena berkat penyertaan Tuhan bagi pribadi-pribadi yang mau percaya dan taat untuk pergi memberitakan Injil. Sehingga menjadi bukti dari penggenapan janji penyertaan Tuhan atas gereja-Nya saat ini. Bahwa dengan mengangkat tangan memberkati murid-murid sebelum Ia terangkat, membawa dampak yang sangat besar hingga hari ini.
Berkat penyertaan yang diberikan kepada para murid, tidaklah diberikan secara cuma-cuma dan bukan untuk kepentingan pribadi mereka saja. Tetapi berkat itu untuk kepentingan pemberitaan Injil. Dari pengutusan para murid hingga gereja Tuhan (orang percaya) saat ini, janji penyertaan Tuhan Yesus tidak berkesudahan. Supaya berita keselamatan dapat tersebar semakin meluas hingga ke ujung bumi. Maksudnya, para murid dan semua orang percaya dibekali dengan berkat penyertaan tersebut supaya mereka pergi memberitakan Injil. Dan menghasilkan murid yaitu orang-orang percaya yang kemudian dilatih untuk melakukan hal yang sama. Supaya sebagaimana gereja mula-mula, sekalipun banyak menghadapi tantangan dan penganiayaan tidak menyurutkan semangat pemberitaan Injil yang diwariskan hingga saat ini. Namun yang lebih luar biasa lagi, Yesus tidak hanya menyatakan akan menyertai tetapi Ia melakukan melalui pimpinan Roh Kudus yang Ia janjikan (Kis.1:8). Roh Kudus inilah yang akan memimpin, melengkapi dan menyertai setiap pemberita Injil. Kita patut bersyukur bahwa hadirnya Roh Kudus sebagai penolong, akan memampukan setiap orang percaya untuk melakukan pemberitaan Injil. Roh Kudus akan melengkapi setiap pemberita Injil dengan kuasa untuk bersaksi di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kis.1:8). Bagi Gereja dewasa ini, kita harus memahami bahwa berkat penyertaan itu tidak berhenti sampai pada masa rasul-rasul saja. Tetapi hal itu berlangsung terus tanpa henti sebagaimana janji Tuhan ketika Ia akan terangkat ke sorga. Namun perlu digaris bawahi bahwa berkat tersebut atau berkat penyertaan itu diberikan bagi mereka yang “mau pergi” yakni berkaitan dengan pengutusan untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus (Mat.28:19). Hal ini berbicara mengenai ketaatan untuk pergi memberitakan Injil, maka Yesus berjanji bahwa Ia akan menyertai (Matius 28:20).
Jadi menerima berkat kekal, yaitu penyertaan harus dalam kaitan untuk pergi menjadi pemberita Injil. Bagi setiap orang percaya dewasa ini, janji berkat kekal tersebut berlaku dalam kesadaran bertanggung jawab menjadi saksi di marketplace, kantor, sekolah dan di manapun kita berada. Diharapkan dari pengutusan dan kesaksian itu menghasilkan orang-orang percaya yang dibentuk menjadi murid kembali untuk menerima janji yang sama. Sebagai Gereja Tuhan/orang percaya di zaman ini, mari sama-sama kita teruskan tugas pemberitaan Injil yang telah dimulai di Yerusalem dan terus bergerak kepada orang-orang terdekat hingga orangorang yang Tuhan pertemukan dengan setiap kita. Selain memperoleh berkat penyertaan itu, kita juga menjadi berkat dan berdampak lebih luas. Mari kita senantiasa percaya akan janji Tuhan, yaitu “… Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20b). (-hl)