Sinode Gereja Isa Almasih

Categories
Liputan Seputar Sinode

GIA Cirebon Rayakan HUT ke 75

GIA Cirebon Rayakan HUT ke 75

Cirebon, 10 Agustus 2025, Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Cirebon dipenuhi suasana sukacita dan syukur saat seluruh jemaat bersama berbagai seksi pelayanan merayakan Hari Ulang Tahun ke-75, Minggu (10/8). Hadir lengkap seluruh warga jemaat, mulai dari Komisi Anak-Anak (KAA), Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK), Kaum Wanita Lidya, Kaum Pria, hingga Paduan Suara Mazmur Bakti.

Ibadah syukur menjadi puncak acara, diisi pujian dan penyembahan yang membawa jemaat semakin dekat kepada Tuhan. Firman Tuhan disampaikan oleh Ibu Sandra Benita Ivonne, diambil dari Yeremia 17:7-8, yang berisi janji Tuhan bagi orang yang mengandalkan-Nya:

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”

Dalam khotbahnya, Ibu Sandra menegaskan bahwa kekuatan jemaat bukan berasal dari kemampuan manusia, melainkan dari Tuhan sendiri. “Kita mungkin menghadapi tantangan, penolakan, atau hambatan dalam pelayanan. Namun seperti pohon yang tertanam dekat aliran air, kehidupan kita akan tetap subur dan berbuah jika kita terus mengandalkan Tuhan. Bukan hanya bertahan, tapi menghasilkan buah Roh—kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa usia 75 tahun pelayanan GIA Cirebon adalah bukti pemeliharaan Tuhan. “Tuhan setia memimpin jemaat ini dari generasi ke generasi. Tugas kita bukan sekadar mempertahankan apa yang ada, tetapi menumbuhkan dan memperluas pelayanan, agar lebih banyak jiwa mengenal Kristus,” tambahnya.

Setelah firman, perayaan dilanjutkan dengan beragam penampilan dari setiap seksi pelayanan. Anak-anak KAA mempersembahkan nyanyian dan tarian bagi  Tuhan. PRBK membawakan lagu-lagu modern penuh semangat serta menari. sementara Kaum Pria memimpin pujian yang membangkitkan semangat jemaat.Paduan Suara Mazmur Bakti menutup acara dengan  lagu yang menggetarkan hati.

Perayaan ini menjadi momentum refleksi bagi jemaat GIA Cirebon, bahwa di tengah perubahan zaman, iman yang tertanam kuat di dalam Tuhan akan tetap berbuah. Dengan semangat baru, jemaat menatap masa depan pelayanan yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya.

No Images Found!

Categories
Liputan Seputar Sinode

HUT GIA PHARMINDO KE-14 dan Pelantikan Majelis Baru

HUT GIA PHARMINDO KE-14 dan Pelantikan Majelis Baru

Cimindi, 20 Juli 2025, Suasana penuh sukacita dan rasa syukur mewarnai perayaan Ibadah Syukur HUT ke-14 Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Pharmindo yang sekaligus dirangkai dengan Pelantikan Majelis Jemaat Periode 2025–2029. Ibadah agung ini berlangsung di Gedung Twin Tulipware Cimindi, dihadiri oleh Gembala, para rohaniwan, penatua, majelis, aktivis pelayanan, serta seluruh jemaat GIA Pharmindo yang memadati ruangan dengan penuh antusias.

Yang membuat ibadah ini istimewa, dua momen bersejarah hadir dalam satu perayaan: ucapan syukur atas pertambahan usia gereja yang telah melayani selama 14 tahun, dan pengukuhan para majelis baru yang akan mengemban tugas pelayanan empat tahun ke depan.

Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Budi Cahyono Hartono, S.Th dengan tema “Berkat Tuhan dalam Kehidupan Keluarga” yang diambil dari Mazmur 128:1–6. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa keluarga yang takut akan Tuhan dan berjalan dalam jalan-Nya akan merasakan berkat yang nyata dalam pekerjaan, keturunan, dan kehidupan sehari-hari. Pdt. Budi mengajak jemaat untuk menjadikan gereja sebagai keluarga rohani yang saling menguatkan, mendukung, dan bersama-sama menjadi saksi Kristus di tengah dunia.

Puncak momen pelantikan majelis berlangsung khidmat. Para majelis yang terpilih untuk periode 2025–2029 maju ke depan altar, menerima peneguhan dan doa berkat sebagai tanda pengutusan. Jemaat pun menyambut mereka dengan tepuk tangan meriah sebagai bentuk dukungan dan komitmen untuk bekerja sama dalam pelayanan.

Ibadah ditutup dengan doa syukur, pemotongan kue ulang tahun, serta foto bersama sebagai kenangan berharga. Perayaan ini bukan hanya menjadi tanda syukur atas penyertaan Tuhan selama 14 tahun, tetapi juga menjadi awal langkah baru bagi GIA Jemaat Pharmindo untuk semakin teguh melayani dan memberitakan Injil.

Dengan semangat baru yang dibawa oleh kepemimpinan majelis periode 2025–2029, diharapkan GIA Jemaat Pharmindo terus bertumbuh menjadi gereja yang kokoh dalam iman, luas dalam kasih, dan setia dalam pelayanan, sehingga berkat Tuhan dapat dirasakan tidak hanya oleh jemaat, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya.

No Images Found!

Categories
Liputan Seputar Sinode

Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV: Dipulihkan untuk Berjalan dalam Misi Allah

Fellowship Hamba Tuhan GIA Daerah IV: Dipulihkan untuk Berjalan dalam Misi Allah

Kutoarjo, 21 Juli 2025 Sebanyak 40 hamba Tuhan dari Gereja Isa Almasih (GIA) Daerah IV berkumpul dalam acara Fellowship Hamba Tuhan yang berlangsung di GIA Kutoarjo. Acara yang digelar secara khusus ini mengangkat tema “Dipulihkan untuk Berjalan dalam Misi Allah”, dan menjadi momentum penting bagi para pendeta dan pendeta muda, bersama pasangan mereka, untuk memperkuat kembali panggilan pelayanan mereka.

Fellowship ini turut memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Sinode GIA, menjadikannya lebih bermakna sebagai waktu refleksi sekaligus pembaruan komitmen terhadap visi dan misi pelayanan GIA di tengah masyarakat Indonesia.

Dalam sesi utama, Pdt. Lukas Priyono dari GIA Krangkeng menyampaikan pesan utama bertajuk “Dipulihkan kepada misi Sinode GIA”. Beliau menekankan pentingnya setiap hamba Tuhan untuk kembali melihat arah misi pelayanan gereja secara sinodal, agar dapat berjalan selaras dalam kehendak dan panggilan Allah. “Pemulihan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi agar kita kembali hidup dan melayani sesuai dengan misi yang Tuhan percayakan kepada GIA,” ujar Pdt. Lukas dalam pesannya.

Tema pemulihan yang diangkat bukan tanpa alasan. Di tengah arus zaman yang penuh tekanan terhadap pelayanan dan keluarga hamba Tuhan, diperlukan momentum untuk berhenti sejenak, menengadah kepada Tuhan, dan membiarkan Roh Kudus memulihkan kembali keletihan dan keraguan.

Mazmur 23:3 juga menjadi ayat penopang dalam sesi renungan: “Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” Dalam semangat inilah, para pelayan Tuhan diajak kembali mengalami pembaruan batin yang menuntun kepada kekuatan baru dalam menjalankan tugas panggilan.

Kehadiran para hamba Tuhan dari berbagai jemaat di wilayah Daerah IV menjadi bukti komitmen bersama untuk membangun kesatuan tubuh Kristus dan memperkuat pelayanan yang berlandaskan kasih dan kebenaran Firman Tuhan.

Suasana kekeluargaan dan kehangatan terasa kental sepanjang acara. Diskusi, pujian penyembahan, serta doa bersama menjadi bagian integral dari fellowship ini, mempererat hubungan antar pelayan Tuhan lintas jemaat dan generasi.

Dengan semangat ulang tahun Sinode GIA yang ke-79, acara ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi GIA Daerah IV untuk melangkah semakin teguh dalam panggilan ilahi dipulihkan, dipersatukan, dan diutus dalam satu misi: menjadi terang Kristus di tengah dunia.

No Images Found!

Categories
Liputan Seputar Sinode

Pendewasaan GIA Jemaat Lengkong Besar TPI Gunung Tiga Berlangsung Khidmat dan Penuh Sukacita

Pendewasaan GIA Jemaat Lengkong Besar TPI Gunung Tiga Berlangsung Khidmat dan Penuh Sukacita

Tulang Bawang, Lampung 24 Juli 2025

Perjalanan pelayanan Gereja Isa Almasih (GIA) kembali mencatatkan momen bersejarah dengan dilaksanakannya Pendewasaan GIA Jemaat Lengkong Besar TPI Gunung Tiga sekaligus Penahbisan Gembala Jemaat pada Kamis, 24 Juli 2025. Acara yang berlangsung di Desa Suka Bhakti, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung ini berlangsung penuh hikmat dan sukacita yang mendalam.

Kegiatan rohani ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Majelis Pusat Harian (MPH) GIA, antara lain Pdt. Andreas Mulyadi selaku Sekretaris Umum, Pdt. Mus Budiarto (Wakil Sekretaris Umum), serta Pdt. Mulyadi Kaleb, Gembala GIA Jemaat Lengkong Besar. Hadir pula Ketua Biro Kesaksian dan Pengabdian (KP) Daerah VI, Pdt. Hendra Londa, bersama para hamba Tuhan dari GIA Jemaat Daerah X dan seluruh komponen jemaat setempat.

Puncak acara ditandai dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Pdt. Andreas Mulyadi, yang mengangkat tema: “Teruslah Berkarya”, berdasarkan 1 Korintus 15:17-18. Dalam khotbahnya, Pdt. Andreas menegaskan pentingnya ketekunan dalam pelayanan, serta dorongan bagi setiap jemaat dan pelayan Tuhan untuk terus berkarya bagi kemuliaan Kristus, meskipun tantangan zaman semakin kompleks.

“Pelayanan bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk terus bertumbuh, melayani, dan menghasilkan buah yang kekal,” ujar Pdt. Andreas dalam pesan rohaninya.

Penahbisan Gembala Jemaat yang dilangsungkan dalam ibadah khusus menjadi momen sakral yang membawa haru dan kebanggaan tersendiri bagi jemaat dan masyarakat sekitar. Penahbisan tersebut bukan hanya menjadi tonggak struktural dalam organisasi gereja, namun juga wujud nyata dari kedewasaan rohani dan kesiapan jemaat dalam membangun tubuh Kristus di daerah terpencil sekalipun.

Seluruh rangkaian acara mendapat dukungan penuh dari jemaat yang menunjukkan semangat luar biasa, baik dalam persiapan maupun partisipasi aktif selama ibadah berlangsung. Atmosfer sukacita sangat terasa, mencerminkan semangat pelayanan yang hidup dan kasih persaudaraan yang erat di tengah jemaat.

Dengan dilaksanakannya pendewasaan dan penahbisan ini, GIA Gunung Tiga kini resmi berdiri sebagai jemaat dewasa yang mandiri dan siap melayani lebih luas. Harapan besar disampaikan oleh seluruh pimpinan MPH agar gereja ini terus menjadi terang dan garam bagi masyarakat di Tulang Bawang dan sekitarnya. Acara diakhiri dengan doa berkat dan peneguhan pelayanan, serta jamuan kasih bersama seluruh jemaat dan undangan yang hadir.

No Images Found!

Categories
Liputan Seputar Sinode

Pemberdayaan Wanita Gereja: Pelatihan Merangkai Bunga dan Fellowship PWK GIA Daerah IV di Klaten

Pemberdayaan Wanita Gereja: Pelatihan Merangkai Bunga dan Fellowship PWK GIA Daerah IV di Klaten

Klaten, 25 Juli 2025 Persekutuan Wanita Kaum (PWK) Gereja Isa Almasih (GIA) Daerah IV menggelar acara Fellowship sekaligus pelatihan merangkai bunga di GIA Klaten. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan PWK dari berbagai jemaat se-Daerah IV dan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan semangat pelayanan.

Acara dibuka dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Jairus Hasugian, M.Th, yang menyampaikan pesan Firman Tuhan mengenai karunia rohani. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa setiap orang telah dianugerahi karunia yang berbeda-beda oleh Tuhan dan hendaknya menggunakan karunia tersebut untuk melayani dengan setia dan rendah hati di ladang-Nya.

“Tidak semua dipanggil untuk melakukan hal yang sama, tapi setiap karunia memiliki tempat dan fungsinya dalam tubuh Kristus. Marilah kita melayani sesuai dengan karunia yang telah Tuhan percayakan,” ujar Pdt. Dr. Jairus dalam pesannya.

Salah satu hal yang menarik dan mendapat antusiasme tinggi dalam kegiatan ini adalah pelatihan merangkai bunga yang dipandu oleh Ibu Yohana Loby Lukmono, seorang penggiat seni dekorasi altar dan bunga gereja. Peserta diajak untuk belajar merangkai bunga untuk keperluan altar, meja pelayanan, hingga dekorasi peti mati suatu keterampilan yang tidak hanya membutuhkan keindahan visual, tetapi juga pemahaman makna spiritual dan liturgis.

Ibu Yohana menjelaskan bahwa seni merangkai bunga dalam konteks pelayanan gereja tidak sekadar estetika, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan dan ungkapan kasih dalam setiap momen pelayanan, termasuk saat duka.

“Melayani melalui bunga adalah menyampaikan kasih dan penghiburan tanpa kata. Setiap rangkaian memiliki pesan, dan kita dipanggil untuk menyampaikan pesan itu dengan penuh kasih,” ungkapnya di hadapan peserta.

Melalui kegiatan ini, PWK GIA Daerah IV tidak hanya mempererat tali persekutuan antargereja, tetapi juga membekali anggotanya dengan keterampilan praktis yang relevan dalam pelayanan. Acara diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antar peserta.

PWK GIA Daerah IV berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wadah pengembangan diri dan pelayanan, selaras dengan visi gereja untuk menjadi terang dan garam di tengah masyarakat.

No Images Found!

Categories
Liputan Seputar Sinode

Perayaan Ulang Tahun Ke-79 Sinode Gereja Isa Almasih: Komunitas Dipulihkan Untuk Menjalankan Misi Allah

Perayaan Ulang Tahun Ke-79 Sinode Gereja Isa Almasih: Komunitas Dipulihkan Untuk Menjalankan Misi Allah

Semarang, 22 Juli 2025

Suasana sukacita dan penuh haru mewarnai perayaan ulang tahun ke-79 Sinode Gereja Isa Almasih (GIA) yang berlangsung di Lantai 2 Gedung Sinode GIA, Semarang, pada Selasa, 22 Juli 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam kehidupan pelayanan GIA, termasuk keluarga pendiri, auditor, anggota Majelis Pusat Harian (MPH), Dewan Penasihat, Panitia Pembangunan, pengurus Yayasan Kranggan, perwakilan dari STT Abdiel, serta para pendeta dari Daerah IV.

Dalam momen syukur yang bersejarah ini, Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Gunawan Hartono, M.Th. dengan tema: “Recovered to Walk in God’s Mission” (Dipulihkan untuk Melangkah dalam Misi Allah). Dalam khotbahnya, Pdt. Gunawan menekankan bahwa keberadaan gereja bukan hanya untuk berkumpul, tetapi untuk menjadi komunitas yang mengalami pemulihan sejati agar dapat diutus menjalankan misi Allah di dunia ini.

“Gereja bukan sekadar organisasi, melainkan tubuh Kristus yang dipanggil untuk menjawab kebutuhan dunia dengan kasih dan kebenaran Tuhan. Jika kita ingin tetap relevan dan berdampak, maka pemulihan secara rohani dan misi yang jelas harus menjadi denyut nadi pelayanan kita,” ujar Pdt. Gunawan dalam kotbahnya yang penuh semangat dan refleksi mendalam.

Tahun ini, Gereja Isa Almasih menandai usia ke-79 sejak didirikannya pada 21 Juli 1946. Dengan usia yang mendekati delapan dekade, Sinode GIA terus menunjukkan eksistensinya sebagai gereja yang berlandaskan firman Tuhan, berpegang pada kasih Kristus, serta berkomitmen untuk terlibat aktif dalam transformasi masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng, sebuah simbol syukur dan kebersamaan. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua Sinode GIA, Pdt. Budi C. Hartono, dan secara simbolis diberikan kepada perwakilan dari keluarga pendiri, Dewan Penasihat, dan Auditor sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam sejarah dan keberlangsungan gereja.

Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum nostalgia dan rasa syukur, tetapi juga sebuah deklarasi visi ke depan. Dalam sambutan Ketua Sinode, Pdt. Budi C. Hartono mengajak seluruh warga GIA untuk terus bertumbuh dan memperluas jangkauan misi gereja:

“GIA tidak boleh hanya berhenti pada sejarahnya yang panjang, tetapi harus terus maju, memperlengkapi jemaat, dan menjangkau lebih banyak jiwa. Kita harus menjadi gereja yang hidup, penuh kasih, dan berani bersaksi dalam dunia yang terus berubah.”

Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan khidmat, diselingi dengan pujian, doa syafaat, serta dokumentasi sejarah gereja yang mengingatkan kembali akan perjalanan panjang GIA sejak masa pendiriannya hingga hari ini.

Perayaan ulang tahun ke-79 ini menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan gereja dan memperbarui semangat pelayanan, dengan harapan bahwa GIA akan terus menjadi alat di tangan Tuhan untuk menjangkau dunia dengan kabar keselamatan.

No Images Found!

Categories
Liputan Seputar Sinode

Youth Leader Conference 2025: Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Rohani Generasi Muda GIA

Youth Leader Conference 2025: Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Rohani Generasi Muda GIA

Semarang, 10 Juli 2025

Suasana semangat dan antusias memenuhi Gedung Gereja Isa Almasih (GIA) Pringgading dan GIA Dr. Cipto, Kota Semarang, saat ratusan pemimpin pemuda dan remaja dari berbagai GIA se-Indonesia berkumpul dalam acara Youth Leader Conference (YLC) 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 8–10 Juli 2025. Konferensi kepemudaan ini mengusung tema “EXTENDED”, yang menggambarkan visi untuk memperluas kapasitas, dampak, dan kesetiaan pemimpin muda dalam pelayanan Tuhan.

Acara ini dirancang khusus sebagai ruang perjumpaan dan pembekalan rohani bagi para pemimpin generasi muda Gereja Isa Almasih, agar mereka terus bertumbuh secara karakter, kapasitas, dan spiritualitas dalam melayani di tengah tantangan zaman.

Sesi Pembekalan dan Kepemimpinan

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pembekalan yang dikemas secara dinamis dan relevan dengan dunia kepemudaan masa kini. Materi-materi disampaikan oleh para narasumber yang mumpuni dan berpengalaman dalam pelayanan generasi muda, membahas topik-topik strategis seperti kepemimpinan visioner, komunikasi efektif dalam pelayanan, pengelolaan tim, serta disiplin rohani sebagai dasar utama kepemimpinan Kristen.

Setiap sesi bukan hanya bersifat teoritis, namun juga dilengkapi dengan praktik diskusi, simulasi, dan studi kasus yang membantu peserta memahami secara mendalam peran dan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin rohani.

Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR): Pemberesan Hati yang Menyentuh

Salah satu puncak acara YLC 2025 adalah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang mengangkat pesan kuat tentang perlunya pemberesan hati dengan Tuhan dan sesama. Dalam suasana penyembahan yang khusyuk dan penyampaian Firman Tuhan yang penuh urapan, banyak peserta mengalami jamahan pribadi dari Tuhan.

Firman Tuhan yang disampaikan menekankan pentingnya integritas, kerendahan hati, dan pengampunan dalam hidup seorang pemimpin. Momen ini menjadi titik balik bagi banyak peserta yang merespons panggilan Tuhan untuk kembali memurnikan motivasi pelayanan mereka.

Kreatif, Interaktif, dan Menginspirasi

Tidak hanya serius dan rohani, acara ini juga dikemas secara interaktif dan kreatif. Panitia menghadirkan sesi ice-breaking, games kelompok, talkshow kepemudaan, dan aktivitas team building yang mempererat relasi antar peserta dari berbagai daerah.

Kesiapan panitia patut diacungi jempol. Mulai dari sistem registrasi, penginapan, logistik, konsumsi, hingga dokumentasi, semuanya diatur dengan rapi dan profesional. Atmosfer hangat dan ramah dari panitia membuat peserta merasa disambut dan dihargai sejak awal hingga akhir acara.

Banyak peserta mengungkapkan bahwa YLC 2025 menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan membangun secara rohani. Mereka pulang dengan semangat baru, visi yang diperluas, dan komitmen untuk terus melayani Tuhan dengan sepenuh hati.

“Saya merasa dikuatkan dan diperlengkapi, bukan hanya sebagai pemimpin remaja di gereja, tapi juga sebagai pribadi yang ingin hidup benar di hadapan Tuhan,” ujar salah satu peserta dari GIA Jawa Timur.

Youth Leader Conference 2025 bukan hanya menjadi agenda tahunan biasa, tetapi menjadi momentum penting dalam membentuk kualitas dan kedewasaan rohani pemimpin muda GIA. Dengan tema EXTENDED, acara ini benar-benar memperluas wawasan, memperdalam karakter, dan mempererat jaringan antar pemimpin muda di seluruh Indonesia.

Semoga semangat dan visi dari YLC 2025 terus hidup dan menghasilkan dampak nyata di tengah pelayanan pemuda dan remaja di seluruh tanah air.

No Images Found!

Categories
Liputan Seputar Sinode

Retreat Prbk D III Di Efrata Hills Ungaran: Memaknai Panggilan “Hineni” Dengan Semangat Kekeluargaan Dan Kegiatan Seru

Retreat Prbk D III Di Efrata Hills Ungaran: Memaknai Panggilan “Hineni” Dengan Semangat Kekeluargaan Dan Kegiatan Seru

Ungaran, 26-28 Juni 2025 – Suasana sejuk dan asri Efrata Hills, Ungaran, menjadi saksi semangat berkobar dari ratusan Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) Daerah III yang mengikuti Retreat PRBK D III selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 28 Juni 2025.

Acara yang bertemakan “Hineni” – sebuah seruan iman dalam bahasa Ibrani yang berarti “Ini aku, Tuhan” – menjadi pengingat bagi setiap peserta akan panggilan Tuhan dalam kehidupan mereka. Kata Hineni dalam Alkitab muncul beberapa kali, salah satunya di kitab Yesaya 6:8 ketika Nabi Yesaya berkata, “Ini aku, utuslah aku!” kepada Tuhan. Hineni bukan hanya sekadar jawaban, tetapi pernyataan kesiapan tanpa syarat, tanda penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah, meskipun belum tahu sepenuhnya rencana-Nya.

Seluruh rangkaian retreat ini diwarnai dengan ibadah, Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), penyampaian Firman Tuhan yang mendalam, serta kegiatan kelompok yang membangun kekompakan dan keakraban.

Salah satu momen paling dinantikan adalah sesi KKR yang digelar pada malam hari. KKR menjadi puncak penyegaran rohani, di mana para peserta diajak untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Dengan pujian penyembahan yang dinaikkan bersama-sama, suasana penuh penghayatan memenuhi aula pertemuan di Efrata Hills.

 Dalam KKR ini, para pembicara Pdt. Elifas, Pdt. Cornelius, Pdt. Elisa, dan Pdt. Benaya – bergantian menegaskan pesan panggilan “Hineni”, mengajak setiap pemuda remaja berani menjawab “Ini aku, Tuhan, utuslah aku.”. Dalam dua sesi utama bertema “Hineni”, para pembicara menekankan pentingnya kesiapan setiap anak muda untuk menjawab panggilan Tuhan di tengah dunia yang penuh tantangan.

Sesi Firman Tuhan dikemas tidak hanya dengan penyampaian yang mendalam tetapi juga interaktif, membangun diskusi, serta kesaksian hidup yang menguatkan iman. Para peserta diajak merenungkan bagaimana setiap pribadi dipanggil untuk taat, setia, dan berani berkata “Hineni”  apapun tantangannya.

Selain sesi rohani, retreat ini juga diwarnai dengan berbagai acara menarik. Di sela-sela waktu istirahat, panitia menyiapkan lomba kelompok dengan tantangan-tantangan unik seperti Bible Quiz, drama Alkitab, hingga games kreatif yang memancing tawa dan keceriaan. Ada pula malam api unggun yang diadakan di pelataran Efrata Hills, di mana para peserta berkumpul mengelilingi api, saling berbagi cerita iman, bersaksi, dan menutupnya dengan doa syafaat bersama.

Kegiatan outbond menjadi salah satu highlight yang paling dinantikan. Para peserta diajak untuk menyelesaikan rintangan alam bersama kelompoknya. Tawa, teriakan semangat, dan keceriaan menggema di tengah alam terbuka, memperlihatkan semangat kekompakan dan sportivitas di antara sesama jemaat muda.

Retreat PRBK D III ini tidak hanya menjadi ruang pembinaan iman, tetapi juga momen kebersamaan yang mempererat persaudaraan antar Pemuda Remaja Bagi Kristus di Daerah III. Harapannya, semangat “Hineni” yang digaungkan selama retreat akan terus membara dalam kehidupan sehari-hari para peserta, menjadi terang dan garam di mana pun mereka berada.

No Images Found!

Categories
Liputan Seputar Sinode

Peresmian Basecamp Charis Mission House Papua: Komitmen Melanjutkan Misi Di Tanah Cenderawasih

Peresmian Basecamp Charis Mission House Papua: Komitmen Melanjutkan Misi Di Tanah Cenderawasih

Distrik Depapre, Jayapura, Papua – 9 Juli 2025

Dalam semangat pelayanan yang menyala dan panggilan untuk terus bermisi di tengah tantangan, Charis Mission House (CMH) meresmikan Basecamp Papua yang berlokasi di Distrik Depapre, Jayapura, Papua pada Rabu, 9 Juli 2025. Peresmian ini menjadi penanda penting hadirnya basis pelayanan strategis baru di wilayah timur Indonesia.

Acara peresmian ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya pimpinan Gereja Isa Almasih (GIA) Pegangsaan, jajaran pimpinan dan anggota Charis Mission House, serta perwakilan dari Sinode GIA. Tak hanya dari kalangan gerejawi, dukungan juga datang dari unsur pemerintah dan aparat negara, dengan kehadiran Kapolda Papua dan Bupati Jayapura, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap misi sosial dan kerohanian CMH di Papua.

Dalam sambutannya, salah satu pimpinan GIA menekankan bahwa pembangunan basecamp ini bukan sekadar pendirian fisik, melainkan wujud dari komitmen misi yang tak kenal lelah, bahkan bila harus dibayar dengan harga mahal. “Kita hadir di sini bukan untuk sekadar eksis, tapi untuk mewujudkan panggilan Tuhan bagi bangsa ini, terutama saudara-saudara kita di Papua,” ujarnya.

Charis Mission House Papua tidak hanya berfokus pada penginjilan, tetapi juga memberdayakan anak-anak Papua sebagai bagian dari misi pendidikan dan pembangunan karakter. Mereka dilibatkan dalam berbagai kegiatan rohani, sosial, dan pelatihan kepemimpinan yang akan dijalankan dari basecamp ini.

Bupati Jayapura dalam pidatonya menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata CMH. “Kami percaya bahwa kerja sama antara gereja dan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat, terutama generasi muda Papua, adalah bagian penting dari pembangunan daerah ini,” tegasnya.

Kapolda Papua menambahkan bahwa pihak kepolisian siap mendukung setiap program sosial dan misi kemanusiaan yang bertujuan membangun Papua dalam damai dan kasih.

Acara peresmian berlangsung dalam suasana sukacita. Setelah doa syukur dan pemotongan pita, para tamu menikmati berbagai sajian khas Papua seperti papeda, ikan kuah kuning, sagu bakar, dan ulat sagu yang menggugah selera. Nuansa budaya lokal terasa kuat, mempererat hubungan antara CMH dan masyarakat setempat.

Dengan diresmikannya Basecamp Charis Mission House Papua, harapan besar tertanam agar pelayanan terus berkembang, membawa terang Kristus dan menjadi jawaban atas kebutuhan rohani dan sosial masyarakat Papua.

No Images Found!

Categories
Liputan Seputar Sinode

Ibadah Emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th dan Penahbisan Gembala Jemaat Pdt. Suwarno S.Th Berlangsung Khidmat di GIA Gombong

Ibadah Emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th dan Penahbisan Gembala Jemaat Pdt. Suwarno S.Th Berlangsung Khidmat di GIA Gombong

Gombong, 4 Juli 2025 — Suasana penuh syukur dan khidmat menyelimuti Gereja Isa Almasih (GIA) Jemaat Gombong pada Jumat sore, 4 Juli 2025. Ibadah emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th sekaligus penahbisan Gembala Jemaat Pdt. Suwarno S.Th menjadi momen bersejarah yang dihadiri jajaran Petinggi Majelis Pusat Harian Sinode GIA, para anggota Majelis Daerah IV, serta segenap jemaat GIA Gombong.

Ibadah dimulai pukul 16.00 WIB dan diawali dengan puji-pujian, dilanjutkan dengan ibadah firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Budi Cahyono. Dalam khotbahnya, Pdt. Budi mengangkat tema “Berhasil dan Beruntung” yang diambil dari kitab Yosua 1:1–9.

Pdt. Budi menjelaskan bahwa keberhasilan dan keberuntungan bukan semata-mata hasil kekuatan manusia, tetapi karena ketaatan kepada perintah Tuhan dan keberanian menghadapi tantangan. Yosua diperintahkan untuk “kuat dan teguh hati”  sebuah perintah yang berulang kali diingatkan Tuhan agar Yosua tidak gentar menghadapi musuh maupun tantangan di depan.

Dalam penjelasannya, Pdt. Budi memaparkan empat poin penting yang bisa menjadi pegangan bukan hanya bagi para pendeta, tetapi juga bagi seluruh jemaat. Pertama, tantangan Yosua. bagaimana Yosua harus memimpin bangsa yang besar dengan berbagai masalah dan ketidakpastian. Tantangan ini hanya dapat dihadapi dengan iman yang teguh.

Kedua, tanggung jawab Yosua. Yosua harus memikul tanggung jawab besar yang sebelumnya diemban Musa. Pdt. Budi mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam pelayanan adalah amanat suci, bukan beban yang memberatkan, tetapi sebuah kepercayaan dari Tuhan yang harus dijaga dengan kesetiaan.

Ketiga, persiapan diri Yosua. Yosua tidak maju dengan kekuatannya sendiri, tetapi ia mempersiapkan diri melalui perenungan firman siang dan malam. Firman Tuhan menjadi sumber kekuatan dan petunjuk langkah, sehingga ia tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, tetapi berjalan lurus dalam kehendak Tuhan.

Keempat, Yosua proaktif. Yosua tidak hanya menunggu, tetapi mengambil langkah nyata. Pdt. Budi menekankan pentingnya sikap proaktif dalam pelayanan. Tuhan sudah memberikan janji, tetapi manusia harus melangkah dengan iman untuk meraihnya.

Momen emiritasi Pdt. Dwi Harto S.Th menjadi ungkapan terima kasih jemaat atas pengabdian panjang beliau dalam menggembalakan dan membangun kehidupan rohani jemaat GIA Gombong. Sementara itu, pentahbisan Pdt. Suwarno S.Th menandai tonggak awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu melanjutkan pelayanan dengan semangat yang sama, membawa jemaat semakin maju dalam iman dan karya pelayanan.

Bagi banyak jemaat, acara ini meninggalkan kesan mendalam. Ibadah emiritasi dan pentahbisan ini bukan hanya seremoni, melainkan sebuah peringatan akan panggilan mulia yang diemban oleh setiap gembala jemaat, sekaligus pengingat bagi jemaat untuk terus mendukung pelayanan dengan doa dan keterlibatan aktif.

Dengan semangat firman Tuhan “Berhasil dan Beruntung”, seluruh jemaat diharapkan terus melangkah maju, menghadapi setiap tantangan pelayanan dengan iman dan keberanian, sebagaimana Yosua memimpin bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian.

No Images Found!